cover
Contact Name
Ita Suhermin Ingsih
Contact Email
ita.suhermin@unisma.ac.id
Phone
+62341-552249
Journal Mail Official
rekayasa.sipil.unisma@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang Jl. Mayjen Haryono 193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil (e-journal)
ISSN : 23377720     EISSN : 23377739     DOI : 10.33474
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal "Rekayasa Sipil" sebagai media informasi dan forum kajian bidang Teknik Sipil berisi tulisan ilmiah hasil penelitian. Diterbitkan oleh jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang setiap bulan Februari dan Agustus. Redaksi mengundang para ahli, praktisi, peneliti dan semua pemerhati keteknik sipil an untuk menyumbangkan tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam media cetak lain.
Articles 240 Documents
Penelitian Kepadatan Tanah Di Lapangan Dengan Metode Kerucut Pasir ( Sand Cone ) Pada Proyek Mirah Gold Mining Di Kab. Katingan - Kalimantan Tengah Muhammad Hasan; Eko Noerhayati; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.163 KB)

Abstract

Pada pembuatan timbunan tanah untuk jalan raya, bendungan, dan banyak struktur teknik lainnya, tanah yang lepas (renggang) haruslah dipadatkan untuk meningkatkan berat volumenya.  Penelitian kepadatan tanah dilapangan dengan metode kerucut pasir (Sand Cone) pada proyek mirah gold mining di Kab.Katingan – Kalimantan Tengah dilaksanakan pada zona B (Clay core), dimana material yang digunakan untuk timbunan adalah material tanah dengan gradasi halus sehingga metode yang paling tepat digunakan untuk melakukan pengujian kepadatan tanah dilapangan adalah metode pasir kerucut (Sand Cone). Peraturan pelaksanaan penelitian kepadatan tanah dilapangan dengan metode kerucut pasir (Sand Cone) pada proyek mirah gold mining di Kab.Katingan – Kalimantan Tengah menggunakan pedoman ASTM (American Society for Testing and Materials) yaitu ASTM D 1556 – 90.  Material tanah sudah di uji dilaboratorium sesuai dengan standart tes yang telah di tentukan yaitu : Natural Water Content (ASTM D.2216 – 71) ; Specific Gravity (ASTM D.854 – 91) ; Atterberg Limit (ASTM D.4318 – 93) ; Grain size Analisys (ASTM D.422 – 72) ; Compaction Standart (ASTM D.698 – 70) Untuk pengujian Atterberg Limit, spesifikasi teknis yang digunakan dilapangan adalah  Atterberg Limit ASTM D.4318 – 93 . Hasil pengujian kepadatan tanah dilapangan dengan metode kerucut pasir (sand cone) telah memenuhi standart yang digunakan dilapangan yaitu : Degree of Compaction <95% dan >110% ,  Kadar air (Water Content) yang diijinkan dalam penimbunan adalah -1 % + 4 % terhadap OMC (Optimum Moisture Content); Pasir ottawa atau kwarsait sudah terkalibrasi Gamma pasir (γpasir) dari hasil kalibrasi pasir ottawa atau kwarsait yang digunakan adalah 1,379 gr/cm3 dan 1,334 gr/cm3 ; Analisa dari pengujian dilapangan dari 135 titik sand cone ada 2 titik yang tidak masuk spesifikasi dan harus diulang yaitu : Layer – 1, S-6 = 91.09 % (Tidak masuk), Proses compactor harus diulang kembali sehingga mendapatkan kepadatan yang dikehendaki; Layer – 1 S-26 = 101.50 % (Masuk) - Pengulangan timbuna. Harus diulang proses penimbunan karena ada genangan air yang diakibatkan oleh hujan pada daerah uji sand cone sehingga mengakibatkan penurunan nilai kepadatan Keywords: Kepadatan Tanah, Kerucut Pasir. Sand Cone
STUDI PERENCANAAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK PADA PERUMAHAN GREEN TOMBRO DI KOTA MALANG raudlatul jannah
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 5 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1197.383 KB)

Abstract

Hampir semua pemukiman di Indonesia khususnya di Kota Malang membuang limbah hasil aktivitas cuci, mandi, dan dapur langsung ke saluran pembuangan air tanpa diolah terlebih dahulu. Lama – kelamaan, hasil limbah ini mengalami dekomposisi berubah menjadi kehitaman dan menimbulkan bau busuk dan menimbulkan berbagai penyakit. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tanaman air mampu menguraikan limbah cair tersebut, sehingga air limbah buangan menjadi lebih baik. Sebelum limbah dibuang ke saluran pembuangan air, dialirkan ke selokan sampai penampungan di pekarangan rumah, yang ditanami tanaman hias air. Di sinilah air limbah ini mengalami proses penguraian. Metode yang digunakan mrupakan metode eksprimen atau Fitoremediasi pada kemampuan tanaman Eceng Gondok (Eichornia crassipes) sebagai media penyerap polutan limbah cair domestik. Dan hasil akhir kadar adalah COD = 80,85 mg/L, dimana nilai tersebut sudah memasuki kriteria batas nilai maksimal COD, Dan hasil akhir BOD 9, 628 mg/L sudah memasuki batas kriteria nilai maksimal yang sudah ditentukan oleh mutu baku air limbah. Hasil penelitian menunjukan bahwa debit air limbah kawasan pemukiman penduduk yaitu 0,0008 ????3/???????????????????? dengan jumlah 34 unit rumah penduduk rencana 170 jiwa. Kata Kunci: Limbah Cair Domestik, COD, BOD, Eceng Gondok (Eichornia crassipes)
STUDI PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SMA MUHAMMADIYAH 1 GRESIK DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) Moh. Agil Bagus Alam; Warsito Warsito Warsito; Azizah Rachmawati Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1461.868 KB)

Abstract

Gedung SMA Muhammadiyah 1 Gresik terletak di jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61121, yang terdiri dari 11 lantai dengan atap di atasnya. Gedung ini memiliki ketinggian gedung 47,4 m yang termasuk dalam konstruksi bertingkat tinggi yang terancam runtuh jika terjadi gempa, selain itu gedung ini termasuk dalam kategori desain seismik D. Bangunan dengan struktur beton bertulang berada di prinsip rapuh. Oleh karena itu, perlu dirancang bangunan yang mampu menahan gempa dengan risiko tinggi. Maka proyek terbaru Gedung SMA Muhammadiyah 1 Gresik ini dirancang menggunakan sistem rangka penahan momen khusus (SRPMK). Perhitungan struktur ini menggunakan pemodelan 3D dengan software SAP2000 V.20 dan SpColumn. Berdasarkan hasil perhitungan tebal pelat yang digunakan adalah 125mm, pemodelan gempa menggunakan metode response spectrum dengan nilai V sebesar 1949,39 kN atau sama dengan 198782,4588 Kg. Dimensi balok induk adalah B1 45/75, B2 40/70, B3 30/45 dan dimensi kolom adalah K1 90/90, K2 75/75, K3 45/45, menggunakan pondasi tiang pancang berdiameter 50 cm dengan kedalaman 18,5 m
Studi Penataan Kawasan DAS Lesti Berdasar Neraca Air Dedi Madila
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.184 KB)

Abstract

Sungai besar ini mempunyai peran penting bagi masyarakat disepanjang sungai, yaitu sebagai sumber pengairan, sumber air bersih dan sumber daya pembangkit tenaga listrik. Sub DAS Lesti adalah salah satu contoh yang merupakan Sub DAS prioritas, dimana wilayah tersebut mempunyai permasalahan yang komplek  terhadap kerusakan lahan, erosi, tanah longsor, fluktuasi debit sungai, kelebihan (surplus) atau kekurangan (defisit) dan sedimentasi yang cukup tinggi, sehingga memerlukan upaya penanganan penataan kawasan yang serius untuk mencegah kerusakan lebih lanjut lagi.Studi ini dilaksanakan pada DAS Lesti di Propinsi Jawa Timur. Dimana secara geografis, DAS Lesti terletak antara 07°45′48″LSdan112°35′48″BT. DAS Lesti mempunyai luas sebesar 58.385 ha. Analisa Hujan Rata-rata Daerah  mengunakan cara Poligon thiessen. Untuk menganalisa Evapotranspirasi menggunakan Program Cropwat 8.0.Besarnyacurahhujan rata-rata di DAS Lestiadalahbulan Januari355 mm, Februari213 mm, Maret354 mm, April74 mm, Mei79 mm, Juni0,5 mm, Juli2 mm, Agustus0 mm, September 3 mm, Oktober53 mm, November 136 mm, Desember374 mm. BesarnyaEvapotranspirasi DAS Lestitahun 2012 adalahbulanJanuari 0,06 mm/hr, Februari 0,03 mm/hr, Maret 0,36 mm/hr, April 1,19 mm/hr, Mei 2,09 mm/hr, Juni 2,52 mm/hr, Juli 2,24 mm/hr, Agustus1,43 mm/hr, September 0,55 mm/hr, Oktober0,08 mm/hr, November 0,04 mm/hr, Desember0,02mm/hr. Berdasarkan hasil perhitungan neraca air Defisit air terjadi selama 7 bulan yaitu mulai bulan Mei sampai November dengan total sebesar 755,93 mm. Sedangkan pada bulan Januari sampai April terjadi surplus air sebesar 571 mm. Surplus dan Defisit Selama setahun masih terdapat perbedaan yang cukup besar sehingga surplus air dibulan berikutnya sangat sedikit, untuk mengantisipasi agar ketersediaan air DAS seimbang maka perlu penataan kawasan di DAS Lesti dengan memperbesar lahan semak belukar sebesar 10 %, 20 %, 30 %, 40 %, dan seterusnya sebagai perencanaan seperti yang tertera pada sekenario 1, 2, 3, dan 4 maka surplus air akan bertambah yaitu didapat 1142,4 mm, 1195,5 mm,1243,6 mm, 1293,6 mm, 1342,7 mm sehingga defisit air akan berkurang dan dapat menghindari kekeringan lahan. Dari hasil perhitungan dapat direkomendasikan sebagai berikut, Total Defisit air selama setahun bila dibandingkan dengan total Surplus selama setahun   masih  terdapat perbedaan yang cukup besar  sehingga untuk mengantisipasi agar ketersediaan air DAS seimbang maka perlu  penataan kawasan di DAS Lesti dengan menggunakan perencanaan seperti sekenario 1, 2, 3, dan 4. Kata Kunci : Neraca Air, Das Lesti, Defisit
STUDI PERENCANAAN BANGUNAN PELIMPAH (SPILLWAY) PADA BENDUNGAN WAY SEKAMPUNG KABUPATEN PRINGSEWU LAMPUNG Ali Zamroni
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 1 (2020): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.64 KB)

Abstract

Kabupaten Pringsewu adalah salah satu daerah di Provinsi Lampung yang sebagian besar penggunaan lahannya untuk tegal, sawah dan perkebunan. Selain itu, kawasan rawan banjir tersebar di sekitar bantaran sungai Way Sekampung. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan pembangunan Bendungan Way Sekampung. Salah satu bangungan pelengkap bendungan adalah bangunan pelimpah (spillway) yang merupakan bangunan air beserta instalasinya yang berfungsi untuk mencegah terjadinya overtopping pada bendungan. Dimana kapasitasnya ditentukan berdasarkan debitbanjir rancangan yang akan melalui bangunan air. Dari hasil analisa hidrologi dan penelusuran banjir diperoleh debit banjir rancangan inflow Q1000th = 1445 m3/dt dan outflow Q1000th = 1317 m3/dt. Hasil ini dipakai dalam analisa hidrolika untuk merencanakan dimensi pelimpah. Direncanakan dimensi ambang pelimpah bebas dengan lebar 80 m, tinggi 4 m dan elevasi puncak ambang +124 m. Saluran transisi dengan panjang 68 m, slope datar dan lebar 50 m. Saluran peluncur dengan panjang 40 m, lebar 50 m. Peredam energi USBR tipex II dengan panjang kolam olak 14 xm dan lebar 50 m. Perhitungan stabilitas pelimpah berdasarkan hasil analisa hidrolika pada keadaan muka air normal dan muka air banjir Q1000th didapatkan hasil bahwa dimensi elimpah yang direncanakan aman terhadap guling dan geser sehingga perencanaan ini telah memberikan nilai keamanan pada pelimpah.Kata kunci : Pelimpah, Bendungan Way Sekampung, debit banjir, hidrolika, stabilitas
Analisi Bangunan Penampung Sedimen (Closuredike) terhadap Waduk Serbaguna Wonogiri Ahmad Risqillah
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.554 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dibangunnya penampung sedimen (closuredike) bangunan tersebut dibangun untuk mengatasi permasalahan sedimentasi berlebihan dari Sub DAS Keduang dimana hal tersebut sangat mempengaruhi usia layanan waduk. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh dari bangunan penampung sedimen (closuredike) terhadap usia guna Waduk Serbaguna Wonogiri yang berlokasi di wilayah sungai Bengawan Solo Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah. Metodologi untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bangunan penampung sedimen pada penelitian ini dengan menghitung sedimentasi Sub DAS Keduang yang masuk ke waduk dari besaran erosi yang terjadi, untuk menghitung besaran erosi menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Analisis sediment yield dapat dihitung setelah besar erosi diketahui dan dihitung nilai trap efficiency untuk mengetahui sedimen yang mengendap di waduk.            Sehingga dari perhitungan sedimentasi yang berasal dari Sub DAS Keduang sebesar 1.721.520,67 m3/tahun dan sedimen yang mengendap (trap efficiency) sebesar 1.216.520,35 m3/tahun. Total sedimen dari semua Sub DAS yang masuk ke Waduk Serbaguna Wonogiri sebesar 2.093.000 m3/tahun (Hermawan, 2019) sedangkan perhitungan sedimentasi dari Sub DAS Keduang hasil trap efficiency sebesar 1.216.520,36 m3/tahun. Waduk Serbaguna Wonogiri direncanakan 100 tahun dengan tampungan sebesar 120.000.000 m3 jadi sebelum dibangun closuredike sedimentasi yang masuk ke waduk sebesar 2.093.000 m3 usia waduk diperkirakan hanya sekitar 57 tahun sedangkan setelah dibangun closuredike sedimentasi berkurang menjadi 876.745,65 m3 usia waduk diperkirakan sekitar 120 tahun. Jadi dapat disimpulkan bahwa closuredike sangat berpengaruh terhadap Waduk Serbaguna Wonogiri
Studi Perencanaan Tebal Lapis Tambah Perkerasan (Overlay) pada Jalan Maospati - Sukomoro (STA. 0+000 – 12+000) di Kabupaten Magetan Propinsi Jawa Timur Helmy Ahmed Fuady
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.614 KB)

Abstract

Struktur perkerasan jalan sebagai komponen dari prasarana transportasi yang berfungsi sebagai penerima beban lalulintas yang dilimpahkan melalui roda kendaraan. Oleh karena itu, struktur perkerasan perlu memiliki stabilitas yang tinggi, kokoh selama masa pelayanan jalan dan tahan terhadap pengaruh lingkungan dan atau cuaca. Kelelahan (fatigue resistance), kerusakan perkerasan akibat berkurangnya kekokohan jalan seperti retak (craking), lendutan sepanjang lintasan kendaraan (rutting), bergelombang, dan atau berlubang, tidak dikehendaki terjadi pada perkerasan jalan. Dalam Studi perencanaan ini yang akan direncanakan adalah Perkerasan Lentur (Flexible pavement) pada Peningkatan jalan Maospati Sukomoro dengan panjang total 12KM dengan lebar jalan 6M. Sebagaimana suatu perkerasan lentur akan mengalami penurunan kinerja sehubungan dengan beban lalulintas dan lingkungan. Pada saat perkerasan dibebani, maka beban-beban tersebut akan menyebar ke lapisan-lapisan dibawahnya dalam bentuk tegangan penyebaran. Tegangan tersebut dapat menyebabkan lendutan dan akhirnya terjadi keruntuhan, untuk mengembalikan kekuatan perkerasan, salah satu alternatif yang biasa digunakan adalah melakukan pelapisan ulang (Overlay). Selain karena faktor diatas lapis tambahan juga harus diperkuat untuk memikul beban yang lebih besar dari perhitungan dari perencanaan awal. Studi perencanaan ruas jalan Maospati Sukomoro ini dilakukan di Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Adapun langkah studi dalam pengerjaan skripsi ini adalah sebagai berikut : Perencanaan, Analisa volume lalu lintas rencana, Menghitung lendutan balik, Menentukan Tebal Lapisan Tambahan (Overlay), Menghitung Volume Tebal Perkerasan Tambahan (Overlay), Membuat Rencana Anggaran Biaya. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa, Jumlah Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR) berdasarkan umur rencana 10 tahun pada jalan Maospati Sukomoro adalah 18.270 SMP. Lendutan balik (dwakil) sepanjang ruas jalan Maospati Sukomoro sebesar 2,35 mm berdasarkan nilai AE18KSAL yaitu 3,74 x 106 dengan lendutan balik yang diijinkan sebesar 1,9 mm. Tebal lapis tambahan perkerasan (overlay) yang diperlukan yaitu 4 cm. Biaya Pelaksanaan Pelapisan ulang (Overlay) Pada Proyek Peningkatan Jalan Maospati Sukomoro STA 0+000 - 12+000 adalah sebesar Rp. 4.565.237.600 (Empat milyar lima ratus enam puluh Lima juta dua ratus tiga puluh tujuh ribu enam ratus rupiah).Kata Kunci : Perencanaan Jalan, Tebal lapis tambah (Overlay), Kabupaten Magetan
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN PINTU AIR PADA BENDUNG OASIS KUDUS JAWA TENGAH lynda kartikasari
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.109 KB)

Abstract

Kabupaten Kudus merupakan komplesk Gunung Muria yang berada pada bagian utara Pulau Jawa, tepatnya di Sunda Back Arc ( Busur Belakang Sunda). Secara umum letak geografis daerah kabupaten Kudus khususnya pada studi penelitian bendung pada PT. Djarum memiliki letak geografis di Kecamatan Kota di 110 38’ BT dan 110 44’ BT Bujur Timut 74’ LS dan 78’ Lintang Selatan. Suatu bangunan air yang dapat menampung akan kelebihan air pada saat musim penghujan dan dapat dimanfaatkan pada saat kekurangan air adalah sebuah waduk atau bendung dengan menggunakan pintu air. Pintu air merupakan bangunan penunjang pada suatu bendungan untuk keperluan irigasi dan pada bendungan pengendali banjir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besar debit banjir kala ulang rencana, besar dimensi pada pintu air, jumlah pintu air yang direncanakan dan stabilitas pintu air pada saat debit air mencapai maksimum. Pada bendung ini direncanakan lebar bendung 210 m dengan 14 buah pintu dengan 8 buah pilar. Dalam penelitian ini diperoleh debit banjir puncak rancangan Q100 sebesar 1.664.187 m3/dt. Dengan perencanaan pintu menggunakan profil baja pada balok horizontal maupun vertikal dipilih profil I dengan flens lebar (Wide Flange). Dalam perhitungan stabilitas pada pintu air dinyatakan aman terhadapa gaya guli, geser serta daya dukung tanah yang terjadi harus lebih kecil daripada daya dukung ijin. Kata Kunci: Bangunan air, Pintu air, Perencanaan.
Studi Evaluasi Kerusakan Jalan dengan Metode PCI (Pavement Condition Index) di Ruas Jalan Ciliwung sampai Jalan Mastrip Kabupaten Blitar hendra faizal sugianto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.44 KB)

Abstract

Jalan raya merupakan prasarana angkutan darat yang sangat penting dalam memperlancar kegiatan hubungan perekonomian, baik antara satu kota dengan kota lainnya, antara kota dengan desa, antara satu desa dengan desa lainnya. Kondisi jalan yang baik akan memudahkan mobilitas penduduk dalam mengadakan hubungan perekonomian dan kegiatan sosial lainnya. Sehubungan dengan permasalahan kerusakan pada lapisan perkerasan jalan yang mempengaruhi tingkat pelayanan jalan, maka tugas akhir ini bertujuan untuk, mengetahui jenis kerusakan yang terjadi di ruas jalan Ciliung sampai jalan Mastrip Kabupaten Blitar, mengetahui nilai metode PCI, mengetahui cara penanganan kerusakan yang sesuai dengan jenis dan tingkat kerusakan yang terjadi. Manfaat dari tugas akhir ini adalah sebagai berikut ini, dapat memahami cara menganalisa dan menangani kerusakan jalan dengan menggunakan metode PCI, memberikan bahan masukan keada dinas terkait dari hasil penelitian, sebagai bahan referensi bagi penyusunan tugas akhir. Dari hasil analisis ini Jenis kerusakan jalan yang medominasi pada ruas jalan yaitu kerusakan Presentase jenis kerusakan seperti 0,68% retak kulit buaya, 0,5% retak pinggir jalan, 1,19% Bahu Jalan Turun, 3,18% Retak Memanjang, 1,18% Tambalan, 5,5% PengausanAgrega, 0,01% Lubang, 5,6% Alur, 0,57% sungkur, 1% Peleasan butiran. Nilai kerusakan terbesar pada metode PCI 100 terjadi pada STA 9+500 S/D 10+000, dan nilai terkecil sebesar 59 pada STA 2+000 S/D 2+500. Dari keseluruhan 20 segmen, terdaat 14 segmen dilakukan pemeliharaan rutin dan 6 segmen dilakukan pemeliharaan berkala. Kata Kunci : evaluasi jalan, metode PCI, Kabuaten Blitar
STUDI ANALISA PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI TAMBAN DI KABUPATEN MALANG MENGGUNAKAN APLIKASI HEC-RAS Afina Fajar Hidayati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.853 KB)

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang sering terjadi banjir. Salah satu sungai yang sering terjadi banjir adalah Sungai Tamban di Kabupaten Malang. Kondisi sungai yang berada di pegunungan serta berdekatan dengan muara menyebabkan resiko banjir lebih besar. Maka, perlu adanya analisis mengenai bagaimana penanggulangan banjir yang ada di Sungai Tamban untuk mengetahui langkah normalisasi apa yang sesuai dengan kondisi Sungai Tamban. Dari analisis permasalahan banjir pada Sungai Tamban, upaya pengendalian banjir yang sesuai adalah perencanaan tanggul. Perhitungan debit banjir rancangan menggunakan metode HSS Nakayasu dalam kala ulang 10 tahun dan perhitungan stabilitas lereng menggunakan metode Bishop. Penelitian ini menjelaskan tentang desain perencanaan tanggul di Sungai Tamban menggunakan aplikasi HEC-RAS. Penggunaan aplikasi ini dilakukan dengan menganalisis curah hujan rata-rata, menghitung curah hujan rencana, menghitung kapasitas aliran sungai, dan memasukkan data yang terkait dengan aplikasi HEC-RAS. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh debit banjir rancangan sebesar 157,763 m3/detik. Berdasarkan perolehan perhitungan debit banjir, maka perencanaan dimensi tanggul pada Sungai Tamban menggunakan kemiringan 1:2 serta sudut geser dalam sebesar 25° dengan nilai faktor keamanan 3,81. Dan perhitungan volume galian dan timbunan diperoleh hasil total volume galian sebesar 100.217,912 m3 dan timbunan sebesar 238.083,245 m3. Kata Kunci: Galian dan Timbunan, HEC-RAS, Normalisasi, Pengendalian Banjir, Stabilitas Lereng

Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2022) Vol 12, No 2 (2022) Vol 12, No 1 (2022) Vol 12 No 1 (2022) Vol 11, No 4 (2022) Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 2 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 2 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 8, No 8 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 7 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 6 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 5 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 4 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 1 (2020): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil More Issue