cover
Contact Name
Ita Suhermin Ingsih
Contact Email
ita.suhermin@unisma.ac.id
Phone
+62341-552249
Journal Mail Official
rekayasa.sipil.unisma@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang Jl. Mayjen Haryono 193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil (e-journal)
ISSN : 23377720     EISSN : 23377739     DOI : 10.33474
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal "Rekayasa Sipil" sebagai media informasi dan forum kajian bidang Teknik Sipil berisi tulisan ilmiah hasil penelitian. Diterbitkan oleh jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang setiap bulan Februari dan Agustus. Redaksi mengundang para ahli, praktisi, peneliti dan semua pemerhati keteknik sipil an untuk menyumbangkan tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam media cetak lain.
Articles 240 Documents
Studi Evaluasi Saluran Drainase Di Kecamatan Tarakan Tengah Kota Tarakan Hasma Permatasari Putri; Bambang Suprapto; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.454 KB)

Abstract

Kota Tarakan adalah kota kepulauan di provinsi terbaru Indonesia, provinsi Kalimantan Utara. Kota ini terdiri dari empat kecamatan, salah satunya adalah Kecamatan Tarakan Tengah. Kecamatan Tarakan Tengah merupakan kawasan padat penduduk yang mengalami banyak perubahan tata guna lahan, lahan hijau untuk resapan beralih menjadi kawasan kedap air. Akibatnya besar jumlah air yang melimpas karena hujan semakin meningkat sehingga terjadilah banjir. Pada penelitian ini dilakukan analisis dari aspek teknis yaitu dengan melakukan evaluasi sistem drainase. Hasil analisis dari aspek ini menunjukan bahwa beberapa saluran di Kecamatan Tarakan Tengah tidak mampu menampung debit banjir rancangan. Adapun perhitungan tinggi hujan rancangan pada penelitian ini menggunakan metode Log Person Type III dengan periode ulang 5 tahun yang didapatkan hasil curah hujan rancanganya adalah sebesar 139,471 mm.      Hasil analisis menunjukkan, terdapat 9 saluran dari 52 saluran yang tidak mampu menampung debit banjir rancangan, saluran itu adalah saluran 2 di Jalan P. Flores, saluran 7C di Jalan Ladang, saluran 14A di Jalan P. Sadau, saluran 16B di Jalan P. Sulawesi, saluran 19C di Jalan Imam Bonjol, saluran 21 di Jalan RE. Martadinata, saluran 25A di Jalan P. Diponegoro, saluran 26 di Jalan Sebengkok Tiram dan saluran 27 di Jalan KH. Agus Salim. Alternatif yang digunakan sebagai solusi permasalahan ini adalah dengan merencanakan ulang dimensi penampang saluran serta mempertimbangkan nilai ekonomisnya. Kata Kunci: Tarakan, debit banjir rancangan, saluran drainase
Studi Perencanaan Jembatan Kali Surabaya Pada Akses Tol Sumo Dengan Balok Beton Pratekan Tipe I Girder Indra Ferdiansyah
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1343.594 KB)

Abstract

Dalam tugas akhir ini dilakukan studi perencanaan jembatan kali Surabaya pada  akses tol Surabaya-Mojokerto di Kabupaten Mojokerto dengan balok beton pratekan tipe I girder sebagai struktur utamanya. Jembatan Kali Surabaya mempunyai bentang total yaitu 128,8 m dan lebar 11,15 m, panjang jembatan kali Surabaya dibagi menjadi III bentang yaitu bentang I: 40,60 m, bentang II: 47,60 m, dan bentang III: 40,60 m. Perencanaan ini dimulai dengan pengumpulan data-data teknis yang diperlukan dalam perencanaan. Untuk pembebanan pada jembatan ini menggunakan (Standard pembebanan untuk jembatan) RSNI T-02-2005, SNI T-12-2004 (Perencanaan struktur beton untuk jembatan). Hasil perencanaan besarnya pembebanan pada lantai kendaraan dari perhitungan beban primer didapat berat plat lantai kendaraan: 1608,8 Kg/m, beban sendiri I girder: 2500,5 Kg/m, beban hidup: 2442,9 Kg/m dan beban garis: 12348 kg, sedangkan untuk beban sekunder diperoleh beban angin : 342,1 Kg/m dan akibat gaya rem: 9000 Kg. Besarnya momen maksimum (Mmax) yang terjadi akibat berat sendiri I girder: 708191,6 Kgm, akibat berat lantai kendaraan: 455633 Kgm, akibat berat diafragma: 45239 Kgm,  akibat beban hidup: 838828,6 Kgm, akibat beban angin : 96894,4 Kgm, akibat beban rem: 29700 Kgm. Perencanaan dimensi plat lantai kendaraan diperoleh tebal plat lantai: 20 cm dengan tulangan  pokok: D16 - 150 mm, dan tulangan bagi: D13 – 200 mm. Hasil perhitungan direncanakan I girder sebanyak 6 buah dengan jarak antar girder 185 cm, dimensi I girder didapat tinggi girder 245 cm, tebal badan web 20 cm, lebar flens atas 80 cm, tebal flens atas 20 cm, lebar flens bawah 70 cm, tebal flens bawah 25 cm. I girder dengan panjang L: 47,60 m menggunakan 4 tendon masing-masing terdapat 19 strand. Fo: 1468120 Kg mengalami kehilangan prategang total sebesar 13,49 %, sedangkan lendutan total yang terjadi sebesar 3,792 cm. Semua dimensi yang dipakai memenuhi persyaratan dari beban yang bekerja. Pada perencanaan pondasi digunakan pondasi tiang pancang sebanyak 30 buah dengan  kedalaman 24 meter, diameter 60 cm, selimut beton 45 mm,  menggunakan tulangan pokok 10D13, tulangan spiral D10 - 30 mm. Kata Kunci : Jembatan pratekan, I girder, Akses Tol Sumo
STUDI ALTEFNATIF PERENCANAAN BOX GIRDER JEMBATAN KALI LEGI BRONGKOS KABUPATEN BLITAR dwi ichwanurusada
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.41 KB)

Abstract

Jembatan Kali Legi merupakan jembatan yang difungsikan sebagai jalan alternatif agar mengurangi kemacetan dan mempercepat akses dari Kota Malang menuju Kota Blitar. Jembatan yang terletak di Jalan Karangkates Brongkos Kabupaten Blitar adalah salah satu infrastruktur penghubung untuk transportasi darat yang sangat penting guna menunjang efektivitas kegiatan pengembangan di wilayah tesebut. Lokasi tersebut berjarak ± 40km dari pusat Kota Blitar.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui beban yang akan digunakan dalam perencanaan desain struktur atas dari jembatan yang menggunakan profil gelagar yaitu gelagar kotak (box girder), dimensi abutment jembatan, dan dimensi ponasi jembatan. Dalam penelitian ini menggunakan metode literature dan metode observasi. Hasil dari perhitungan perencanaan gelagar kotak (box girder) ini pembebanan diperoleh berat sendiri sebesar “214,621 kN/m”, beban mati tambahan sebesar “16,895 kN/m”, beban lajur sebesar “45 kN/m”, beban terpusat sebesar “668,85 kN/m”, beban pejalan kaki sebesar “5 kN/m”, beban akibat gaya rem sebesar “250 kN”, beban akibat gaya angina sebesar “1,629 kN/m”, beban gempa sebesar “23,152 kN/m”. Dimensi gelagar dengan tinggi 2,5 meter dan lebar total 9 meter. Dengan tebal dinding plat atas bagian tengah 0,35 meter dan bagian tepi 0,25 meter, sedangkan tebal dinding bagian samping dan tengah ialah 0,40 meter dan lebar total dinding bawah 5 meter dengan tebal 0,30 meter. Untuk dimensi abutment tinggi yang digunakan 6,63 m dan lebar bagian atas 1,6 m, lebar bagian bawah 4,5 m. dan hasil akhir dari penelitian ini direncanakan pondasi yaitu pondasi tiang pancang dengan diameter 0,40 meter dengan kedalaman 13,5 meter. Kata Kunci : Jembatan, Box girder, Pondasi.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN JEMBATAN DENGAN PLATE GIRDER PADA JEMBATAN KALI ANYAR BALEKAMBANG – KEDUNGSALAM MALANG Fuad Nurul Ghoffar; Warsito Warsito; Azizah Rokmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.127 KB)

Abstract

Jembatan Kali Anyar Balekambang – Kedungsalam Malang merupakan jembatan baru yang akan dikembangkan untuk memperlancar arus lalu lintas jalan utama. Jembatan ini digunakan sebagai sarana transportasi darat yang penting dalam menunjang kegiatan pengembangan di wilayah tersebut. Lokasi yang berada dekat dengan tempat wisata pantai yang ada di Malang menjadikan jembatan ini di lalui lalu lintas yang padat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui beban yang digunakan dalam perencanaan. Pada penyusunan tugas akhir ini penulis mengambil alternatif perencanaan bangunan atas jembatan dengan plate girder.Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang meliputi metode literatur dan metode observasi. Berdasarkan kondisi perencanaan yang ada dilapangan, diperoleh bentang jembatan 40,6 meter dengan lebar lantai kendaraan 7 meter dan lebar trotoar masing – masing 1 meter. Pada perencanaan ini, dipakai peraturan pembebanan untuk jembatan (SNI-1725-2016). dimensi gelagar tipe plat tinggi 188 cm, lebar flens atas dan bawah 60 cm dengan 9 cm, tebal badan 3 Hasil perencanaan besar pembebanan dari perencanaan beban primer diperoleh berat plat lantai kendaraan: 1486,037 kg/m; beban sendiri gelagar : 1372,965 kg/m;  beban hidup: 2464,912 kg/m; dan beban garis “P”: 11466 kg. Sedangkan untuk beban sekunder didapat beban angin : 1678,007 kg/m dan akibat gaya rem: 3305,375 kg. Pada perhitungan abutment didapat tinggi 13,56 m; dengan lebar atas 3 m dan lebar dasar 7 m. Pada perencanaan pondasi digunakan pondasi tiang pancang dengan diameter 40 cm, kedalaman 26,5 m berjumlah 16 tiang. Kata Kunci: Jembatan, Plate Girder, Balekambang.
Studi Perencanaan Jalan Mantangai – Lamunti (STA.5+400 – 12+400) Di Kota Kuala Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah Hendy Saputra
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.849 KB)

Abstract

Jalan Mantangai – Lamunti merupakan jalan alternatif yang sering digunakan untuk bepergian menuju Kecamatan Mantang dari Kota Kuala Kapuas begitu juga sebaliknya dikarenakan dengan melalui ruas Jalan Mantangai – Lamunti memberikan efisiensi bagi pengguna jalan baik itu dalam segi waktu, tenaga maupun biaya. Oleh karena itulah dilakukannya perencanaan perkerasan jalan agar mampu meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi para pengguna jalan yang melaluii ruas Jalan Mantangai - Lamunti. Metode yang digunakan dalam penyusunan studi ini adalah dengan Metode Analisa Komponen. Adapun langkah-langkah untuk menentukan Tebal Lapis Struktur Perkerasan Jalan tersebut adalah Jalur Rencana, Umur Rencana (UR), Indeks Permukaan (IP), Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR), Angka Ekivalen (E), Lintas Ekivalen Permulaan (LEP), Lintas Ekivalen Akhir (LEA), Lintas Ekivalen Tengah (LET), Daya Dukung Tanah (DDT), Faktor Regional (FR), dan Indeks Tebal Perkerasan (ITP). Sedangkan untuk analisa drainasenya sendiri dilakukan dengan mengolah data curah hujan dan menganalisa hidrologi dengan tahapan Pengujian Konsistensi, Perhitungan Hujan dengan Metode Rata – rata Aljabar, Analisa  Dengan Metode Log Person Type III, Analisa Uji Frekwensi, Analisa Debit Rancangan dan Dimensi Saluran. Dari hasil perhitungan Tebal Lapis Struktur Perkerasan Jalan Kalimantan Provinsi Mantangai – Lamunti dengan tebal lapis permukaan 7,5 cm menggunakan Laston, tebal lapis pondasi atas 20 cm menggunakan batu pecah kelas A, tebal lapis pondasi bawah 21 cm menggunakan sirtu kelas A dengan umur rencana 10 tahun. Untuk analisa hidrologi dengan pengolahan data curah hujan dari dua stasiun penakar hujan yaitu Stasiun Dadahup dan Stasiun Mandomai sehingga diperoleh nilai untuk luas penampang saluran sebesar 0,424 m2, keliling aliran air pada salaran sebesar 2,92 m, keceepatan aliran air dalam saluran sebesar 1,101 m/detik dan kapasitas saluran sebesar 0,4668 m3/detik, dimana saluran yang direncanakan adalah saluran dengan bentuk trapesium. Kata Kunci : perencanaan jalan, perkerasan lentur, drainase jalan raya
Studi Alternatif Perencanaan Jaringan Irigasi Curah (Sprinkler Irigation) Berbasis Gravitasi Di Desa Poncokusumo Samsul Maarif; Eko Noerhayati; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan irigasi di Indonesia menuju sistem irigasi maju dan tangguh tak lepas dari irigasi tradisional yang telah di kembangkan sejak ribuan tahun yang lampau. Irigasi maju atau modern dapat saja muncul karena usaha memperbaiki atau melanjutkan sistem irigasi yang sudah ada sebelumnya. salah satunya yaitu irigasi curah(sprinkler irigation). Irigasi Curah merupakan sistem irigasi yang di usahakan menyerupai dengan keadaan hujan Dengan menggunakan irigasi curah berbasis gravitasi ini banyak keuntungan yang di dapat, diantaranya pengoperasian irigasi menggunakan gravitasi sehingga tidak boros di energi listriknya, lebih efisien, tidak boros air, tidak memerlukan saluran-saluran air terbuka sehingga area pertanian lebih luas dan dapat sebagai sarana untuk melakukan pemupukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan air irigasi dan air tanaman pada daerah irigasi curah poncokusumo, mengetahui debit yang keluar dari tandon, mengetahui pola tanam dan luas area yang di aliri irigasi curah. Debit dari tandon diperoleh dengan melakukan pengukuran langsung dilapangan. Dari analisis yang sudah dilakukan diperoleh debit yang keluar sebesar 0,012 m3/detik, pola tanam pada daerah irigasi curah apel dan palawija, luas daerah yang di aliri irigasi curah ± 332 ha dan kebutuhan air sebesar ± 0,00234 m3/detik/ha. Setelah diketahui jumlah kebutuhan air, dapat di rencanakan jaringan irigasi curah yang akan direncaknakan.Kata Kunci: Irigasi, Irigasi curah, Sprinkler Irigation, Irigasi Curah Poncokusumo
ANALISA TIGKAT KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX ( PCI ) DAN PEMETAAN BERBASIS ARCGIS PADA RUAS JALAN RAYA TANGKIL – JALAN RAYA WLINGI KABUPATEN BLITAR Dandi Usman
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.56 KB)

Abstract

Kondisi lalu lintas di Kabupaten Blitar tercatat padat khususnya pada Jalan Raya Wlingi – Jalan Raya Tangkil dikarenakan termasuk dalam kategori Jalan Nasional dan termasuk Jalan Kelas III. Seiring dengan padatnya kondisi lalu lintas jalan didaerah tersebut semakin lama mengalami kerusakan, maka dari itu diperlukannya perawatan dan perbaikan jalan secara berkala. Jalan raya yang dijadikan sebagai penelitian diambil sebagai sampel sejauh 10 km pada STA 18 + 00 – STA 28 + 00 tepatnya pada Jalan Raya Tangkil – Jalan Raya Wlingi. Metode yang dipakai menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI) dengan perhitungan memakai 10 sampel tiap 1 km. Nilai Rating perkerasan lentur jalan  dengan  metode Pavement Condition Index ( PCI )  pada jalan raya tangkil – jalan raya wlingi terdapat 5 macam rating, yaitu Rating Poor pada sampel 1 dan 7, Rating Fair pada sampel 6, Rating Good pada sampel 3,4 dan 5, Rating Very Good pada sampel 9 dan 10, dan Rating Excelent pada sampel 8.  Kata Kunci: Perkerasan Lentur, Tingkat Kerusakan, Pavement Condition Index (PCI)
Studi Perencanaan Struktur Dengan Sistem Ganda (Dual System) Untuk Menahan Beban Lateral Pada Pembangunan Gedung Pasca Sarjana Universitas Islam Malang Muhibbuddin Kamal; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.482 KB)

Abstract

Pembangunan gedung pasca sarjana di  jalan MT. Haryono 193 – Kota Malang yang berfungsi sebagai gedung perkuliahan dengan 8 lantai struktur dan tinggi gedung 31,5 m, merupakan wilayah dengan resiko gempa kuat, sehingga diperlukan perencanaan struktur yang mampu menerima beban gempa resiko tinggi. Pada tugas akhir ini gedung pasca sarjana dirancang dengan konstruksi beton bertulang dengan sistem ganda (dual system). Perancangan komponen meliputi perancangan pelat, balok,kolom,dan shearwall yang mengacu pada peraturan SNI 1726-2012 dan SNI 2847-2013. Beban yang dianalisis berupa beban mati, hidup, dan gempa (lateral). Mutu baja tulangan ulir fy = 400 Mpa, polos fy= 240Mpa, dan mutu beton fc’= 35 Mpa. Studi perencanaan ini menghasilkan tebal pelat 12 cm dengan tulangan pokok Ø10-130 dan tulangan bagi Ø8 250.  Beban gempa yang ditinjau dengan kombinasi dua arah orthogonal 100%  gaya untuk satu arah ditambah 30% gaya untuk tegak lurus, dengan jumlah gaya geser yaitu Vx= 345922,70kg dan Vy = 267310,06 kg. Balok induk B1dimensi 40cm x 80cm dengan tulangan tumpuan atas 8D22 dan bawah 5D22 dengan sengkang 3Ø10-100, tulangan lapangan atas 4D22 dan tulangan bawah 6D22 dengan sengkang 2Ø10-150, K1 diperoleh tulangan utama 20D25 dengan tulangan sengkang pada daerah tumpuan sebesar 5Ø12-150 dan sengkang lapangan sebesar 5Ø12-200. Sedangkan tulangan horizontal dan vertical shearwall dual layer D22 – 185mm, kolom pada dinding geser 28D25 dengan sengkang 5D13-100 mm. Kata kunci : Sistem Ganda, Shearwall, Tahan Gempa
PENGARUH EROSI DAN SEDIMENTASI TERHADAP UMUR EFEKTIF WADUK KARANGKATES BERBASIS ARCGIS syifa dharwita
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 5 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.256 KB)

Abstract

Waduk karangkates merupakan waduk yang terletak di Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur dan merupakan salah 1 waduk yang di kelolah oelah jasa tirta 1 dan telah beroprasi 46 tahun. Studi ini bertujuan untuk mengetahui sisa umur efektif waduk. Untuk perhitungannya meliput peritungan erosi dengan menggunakan metode MULSE, dimana kita ketahui bahwa erosi yang didapat pada waduk karangkates cukup berat yaitu 257.448.847 m3/thn untuk perhitungan pada tahun 2014. Kemudian untuk mengetahui besar distribusi pada waduk di tijau dua titik yaitu stasiun Gadang dan stasiun Tawangrejeni karna keduanya merupakan titik yang paling berpengaruh terdapat sediemn di waduk Karangkates.Dari hasil perhitungan, diketahui bahwa sumber sedimen yang terbesar berasal dari titik gadang yaitu Qs = 0,0182 kg/dt dan Qw = 0,6705 kg/dt pada tahun 2018. Dari perhitungan analisa sisa umur efektif waduk karangkates dengan menggunakan metode pendekatan empiris dengan efisiensi tangkapan waduk 8,09% memperoleh hasil 35 tahun. Kata Kunci : Sedimen, Umur Efektif, Waduk Karangkates.
Analisa Tata Guna Lahan DAS Lesti Berbasis SIG (Sistem Informasi Geografis) Azizah Rokhmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.147 KB)

Abstract

Penataan kawasan yang mengabaikan tingkat kemampuan lahan akan menyebabkan lahan rusak, sehingga akan mempengaruhi fluktuasi ketersediaan air pada DAS. Upaya evaluasi dan penataan kawasan yang mengacu pada ketersediaan air dan kebutuhan air akan memberikan gambaran manfaat dalam pengelolaan DAS. Pada penelitian ini model   penataan kawasan mengacu pada hasil penelitian sebelumnya yaitu berdasar neraca air. Debit ditinjau pada nilai curah hujan, penguapan, keadaan tanah dan besarnya luas tataguna lahan  yang ada pada DAS, sehingga dampak debit yang dihasilkan dari fungsi kawasan diharapkan dapat  menjaga sumberdaya air dengan baik. Penetapan lokasi penelitian dilakukan berdasarkan ketersediaan data pada stasiun pengamatan hujan dan alat pengamatan debit yang ada. Metode penelitian dilakukan dengan metode survei dilapang  dan analisis peta DAS dan jaringan sungai memakai Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian ini nantinya berupa Model Penataan Kawasan DAS bagian Hulu dengan harapan dapat menjaga pelestarian DAS. Dan diharapkan dapat dipakai sebagai penataan DAS bagian hulu yang memperhatikan neraca atau kesetimbangan air dan pelestarian DAS. Pada penelitian ini digunakan Sub DAS Lesti sebagai lokasi penelitian dengan pertimbangan bahwa pada  DAS ini terdapat alat pencatat hujan dan terdapat alat pencatat debit otomatis sebagai titik kontrol model.  Hasil penelitian Penggunaan lahan pada sub DAS Lesti berdasarkan analisa spasial Arc View 3.3 dan pengecekan di lapangan saat ini terdiri dari sawah, tegal, pemukiman, kebun campuran, perkebunan kopi, hutan, semak dan belukar. Penggunaan lahan khususnya bidang pertanian, hampir semua wilayah diusahakan untuk budidaya, baik tanaman semusim, kebun campuran atau yang lainnya. Mayoritas pemilikan lahan adalah hak milik, sedangkan tanah negara pada umumnya berupa areal berhutan dan semak/belukar. Pada kawasan hutan sebagian kondisinya berupa tanah terbuka yang tersebar di beberapa wilayah sub DAS Lesti. Hutan 5914 Ha atau 10, 13 %, Kebun : 6008 Ha atau 10,29%, Ladang : 20779 Ha atau 35, 59%, Padang Rumput 5116 Ha atau 8,76 %, Pemukiman 11977 Ha atau 20,51 % dan Sawah 8590 Ha atau 14, 71 %. Kata Kunci :  Tataguna Lahan, DAS Lesti , SIG

Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2022) Vol 12 No 2 (2022) Vol 12, No 1 (2022) Vol 12 No 1 (2022) Vol 11, No 4 (2022) Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 2 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 2 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 8, No 8 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 7 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 6 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 5 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 4 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 1 (2020): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil More Issue