cover
Contact Name
Caturida Meiwanto Doktoralina
Contact Email
journallemhannasri@gmail.com
Phone
+6287808067428
Journal Mail Official
jurnal@lemhannas.go.id
Editorial Address
Jl. Merdeka Selatan No. 10 Jakarta Pusat 10110
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Lemhannas RI
ISSN : 22528555     EISSN : 28305728     DOI : https://doi.org/10.55960/jlri
Jurnal Lemhannas RI (JLRI) is multidisciplinary, focusing on all aspects of national resilience. This journal publishes articles 4 issues every year. JLRI aims to provide a platform for intellectual discourse on topics such as Geography, Demography, Natural Resources, Ideology, Politics, Economics, Socio-Cultural, Defense and Security. Theoretical and conceptual analysis, foundational and applied research using qualitative or quantitative approaches are welcomed. Papers submitted may be in English or Indonesian, and they will be evaluated by peer-reviewed and must significantly contribute to national resilience in general or specific application areas.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2020)" : 15 Documents clear
Mengembalikan Kemanunggalan TNI dan Rakyat: Analisis Kritis Terhadap Tradisi Pembinaan Calon Perwira TNI Juang Pawana; Kukuh Setyo Pambudi; Muhaemin
Jurnal Lemhannas RI Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v8i2.305

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan sebuah analisis kritis terkait dengan tradisi pembinaan calon perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pendidikan merupakan awal mula dari tertanamnya doktrin dan karakter, terutama bagi para perwira TNI. Dalam proses pembinaan calon perwira TNI, ditemukan unsur tradisi dan pembinaan yang masih kurang sesuai. Menurut penulis, terdapat beberapa tradisi yang perlu ditelaah lebih jauh, seperti penanaman mental yang justru dapat menjauhkan diri dari rakyat. Tulisan ini akan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan model deskriptif. Berbagai sumber data penelitian dikumpulkan dengan cara studi literatur yang diperkuat dengan beberapa wawancara untuk memberikan klarifikasi dan klasifikasi atas data yang telah dikumpulkan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, terdapat beberapa tradisi yang kontraproduktif terhadap visi dalam mewujudkan kemanunggalan TNI dan Rakyat. Beberapa tradisi tersebut diantaranya tradisi jaga “pos monyet” dan pembentukan mental elitis yang jauh dari kesan “merakyat”. Tulisan ini diharapkan dapat menjadi sebuah masukan bagi institusi TNI untuk melakukan evaluasi terhadap beberapa tradisi di dalam pendidikan calon perwiranya. Selainitu, penulis juga berharap hasil dari kajian ini dapat bermanfaat bagi institusi TNI serta dapat mengembalikan kemanunggalan antara TNI dan Rakyat.
Peran E-Commerce Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Wilayah Jakarta Saat Pandemi Covid-19 Laili Rahmawati
Jurnal Lemhannas RI Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v8i2.306

Abstract

Adanya pembatasan dan karantina saat pandemi Covid-19 menyebabkan gangguan pasar, perdagangan, serta akses sumber pangan, terutama di wilayah Jakarta. Jakarta memiliki defisit pangan dan jumlah kasus Covid-19 terbanyak se-Indonesia. Layanan e-commerce pun menjadi tren dalam pencarian kebutuhan pangan warga Jakarta saat pandemi Covid-19. Penelitian ini membahas ketahanan pangan wilayah Jakarta saat pandemi Covid-19 dan menganalisis peran e-commerce dalam ketahanan pangan wilayah Jakarta saat pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini analisis kualitatif deskriptif dengan dua sumber data, yaitu data primer yang diperoleh dari angket yang diisi oleh 35 responden dan data sekunder yang diperoleh dari studi literatur.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketersediaan pangan di Jakarta saat pandemi Covid-19 diperkirakan mencukupi dan stabil, setidaknya hingga Agustus 2020. Namun adanya pemberlakuan PSBB, sempat menyebabkan gangguan pada rantai pasok yang berdampak pada stabilitas pasokan dan harga pangan. Adanya guncangan ekonomi pun berdampak pada perubahan pola konsumsi pangan masyarakat. Dampak pandemi Covid-19, penjualan pangan melalui e-commerce mengalami peningkatan. E-commerce berperan dalam memudahkan akses masyarakat dalam menjangkau kebutuhan pangannya dengan adaptif terhadap protokol kesehatan (jaga jarak fisik); serta berperan dalam membuat distribusi pangan lebih efisien, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menekan stabilitas harga pangan.
Meninjau Pengembangan Food Estate Sebagai Strategi Ketahanan Nasional Pada Era Pandemi Covid-19 Alfin Febrian Basundoro; Fadhil Haidar Sulaeman
Jurnal Lemhannas RI Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v8i2.307

Abstract

Pada tanggal 9 Juli 2020, Presiden Joko Widodo memberikan mandat kepada Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, untuk memimpin pelaksanaan proyek food estate nasional di sejumlah kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah seluas 148.000 hektare (Amirullah, 2020). Dengan menggunakan konsep keamanan pangan, tulisan ini berusaha menganalisis proyek food estate nasional tersebut, khususnya dalam rangka menjamin ketahanan nasional pada era pandemiCOVID-19. Tulisan ini percaya bahwa food estate merupakan salah satu strategi yang kompatibel untuk diaplikasikan dalam situasi pandemi, di mana wabah penyakit merupakan bentuk ancaman non konvensional bagi ketahanan nasional. Ketahanan pangan Indonesia menjadi salah satu isu geopolitik domestik yang mengemuka, di mana pengelolaannya masih jauh dari kata memuaskan (Global Hunger Index, 2019). Padahal, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang masif dan tentunya, kebutuhan akan pangan yang besar. Belum lagi situasi pandemi COVID-19 yang membuat Organisasi Pangan dan Pertanian untuk memberikan peringatan ancaman krisis pangan global. Selain itu, tulisan ini juga bertujuan untuk merekomendasikan kepada Lemhannas untuk mempertimbangkan ketahanan pangan sebagai salah satu “ujung tombak” bagi ketahanan nasional, khususnya dalam menghadapi ancaman non-konvensional di masa depan.
New Normal Tourism Sebagai Pendukung Ketahanan Ekonomi Nasional Pada Masa Pandemi Ajeng Maharani; Faula Mahalika
Jurnal Lemhannas RI Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v8i2.308

Abstract

Perubahan yang signifikan pada tatanan negara akibat munculnya pandemi Coronavirus (Covid-19) memberikan efek besar pada kebiasaan dan perilaku negara, termasuk dalam sektor ekonomi. Pandemi membuat batas antar-wilayah kembali menjadi jelas oleh karena limitasi-limitasi yang muncul membuat akses masyarakat untuk berpindah-pidah menjadi sangat terbatas. Kondisi demikian memberatkan mayoritas masyarakat di Indonesia karena umumnya kegiatan perekonomian mereka mengharuskan mereka untuk berpindah-pindah lokasi, yang tentu saja artinya berkegiatan di luar rumah. Hal ini mengakibatkan kompleksitas permasalahan ekonomi nasional, seperti pemutusan hubungan kerja, perpindahan barang dan jasa yang terbatas, serta penurunan okupasi sektor perhotelan dan pariwisata. Terkait percepatan pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi, Indonesia perlu meningkatkan upaya melalui terobosan ekonomi dan industri kreatif. Dengan optimalisasi jaringan internet, pengembangan digitalisasi ekonomi dan tren pariwisata normal baru dapat menjadi jembatanpenghubung dalam sektor pariwisata nasional. Pariwisata yang berbasis partisipasi masyarakat dan pemanfaatan sumber daya domestik sebagai lokasi wisata juga akan mendukung ketahanan ekonomi nasional yang proaktif terhadap elemen masyarakat. Oleh karena itu, adaptasi kebiasaan pariwisata normal baru perlu didukung dengan penerapan regulasi dan penegakan hukum yang tegas, pengembangan pariwisata digital, mengenalkan tren pariwisata baru dan kolaborasi antar stakeholder guna mempercepat normalisasi perekonomian Indonesia akibat dampak dari pandemi Covid-19.
Orientasi Baru Kebijakan di Laut oleh Pemerintah Indonesia: Pergeseran dari Deterensi ke Strategi Ekonomi Metta Anastashya Aryo; Wishnu Mahendra Wismayana
Jurnal Lemhannas RI Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v8i2.309

Abstract

Tulisan ini akan membahas wacana perubahan kebijakan di laut oleh Pemerintah Indonesia seiring dengan perubahan menteri di Kementerian Kelautan dan Perikanan pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kebijakan yang diwacanakan untuk berubah yakni kebijakan penenggalaman kapal asing yang terlibat illegal fishing menjadi kebijakan penyitaan kapal yang diperuntukan bagi ekonomi masyarakat. Kebijakan terdahulu memiliki posisi yang tegas serta memiliki tendensi untuk menjadi efek gentar (deterrence) pada pihak asing. Potensi kekayaan alam bahari Indonesia bukan hanya menjadi peluang namun juga menjadi tantangan bagi pemerintah Indonesia, khususnya pada bidang pertahanan dan keamanan. Wacana kebijakan baru dipandang dapat mengurangi deterensi yang sesungguhnya bermanfaat untuk pertahanan dan keamanan, dengan orientasi yang lebih didasarkan pada strategi ekonomi. Tulisan ini selanjutnya akan melakukan deskripsi terhadap perubahan orientasi tersebut, dengan mempertimbangkan konsep deterensi serta pertimbangan strategi ekonomi yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia.
Kearifan Masyarakat Pegunungan Meratus Kabupaten Hulu S TENGAH MENGGUNAKAN MAKANAN LOKAL SEBAGAI BAGIAN KETAHANAN NASIOAL DI MASA PANDEMI Sa'dianoor; Syamsul Maarif; Sobar Sutisna; Eddy Saptono; Achsannul Hakim; Zainuddin
Jurnal Lemhannas RI Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v8i2.310

Abstract

Pandemi Covid 19 yang melanda Indonesia menyebabkan ketahanan pangan menjadi terganggu. Segala lapisan masyarakat khususnya yang bekerja di sektor non formal merasakan dampaknya. Desa inklusif diperlukan agar masyarakat Indonesia khususnya di pedesaan mampu menjaga kemandirian pangannya. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah di Kalimantan Selatan adalah dengan memasyarakatkan kembali budaya makan ikan dan makanan lokal pengganti beras yaituikur-ikur/jantan (jewawut). Kombinasi dua makanan ini diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan masyarakat khususnya di wilayah pegunungan meratus.
Sinergi BUMDes dan Perbankan Untuk Menciptakan Ekonomi Inklusif di DesaStudi Kasus : Desa Padaasih, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat Andhika Alfathanah Putra PP; Dony Setiawan; Frans Herry Wahyudi Amnifu
Jurnal Lemhannas RI Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v8i2.311

Abstract

BUMDes atau disebut dengan Badan Usaha Milik Desa, merupakan sebuah platform untuk mengembangkan perekonomian di desa. BUMDes merupakan instrument pemerintah pusat, dalammenciptakan pemerataan pembangunan perekonomian di wilayah desa. Dana desa merupakan salah satu contoh, upaya pemerintah pusat untuk menggerakkan perekonomian desa. UUD RI No. 6 tahun 2014 Tentang Desa, bahwa dana desa merupakan hak bagi masyarakat desa. Menurut RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Provinsi Jawa Barat, sebanyak 60%, daerah desa menjadi daerah yang rawan dengan kemiskinan. Oleh sebab itu, sebagai langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengentaskan kemiskinan, dengan cara menerjukan Patriot Desa, untuk memajukan BUMDes di Desa. Salah satu lokasi petugasan Patriot Desa, berada di Desa Padaasih, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Penulisan karya ilmiah, merupakan hasil penelurusan lapangan oleh Patriot Desa atau fasilitator lapangan. Metode penulisan karya ilmiah menggunakan metode kualitatif, melalui observasi, wawancara bersama pemerintah setempat, masyarakat desa, pengurus BUMDes, dan pelaku usaha. Dukungan perbankan dalam mendorong BUMDes menjadi sentra perekonomian desa, merupakan langkah strategis, dalam meningkatkan akses perbankan di desa. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa bila bank dapat bersinergi dengan BUMDes, maka akan memberikan implikasi positif, baik untuk bank maupun BUMDes.
Pandemi dan Tantangan Ketahanan Nasional Indonesia: Sebuah Tinjauan Kritis Wishnu Mahendra Wismayana; Ni Komang Desy Arya Pinatih
Jurnal Lemhannas RI Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v8i2.312

Abstract

Pertahanan negara tidak lepas dari spektrum ancaman baik militer maupun nirmiliter yang dihadapi dan upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Senada dengan hal tersebut ketahanan nasional dimaknai sebagai daya tahan bangsa dan negara dalam menghadapi tantangan multidimensional dalam agenda kepentingan nasionalnya. Secara umum terdapat delapan elemen yang mendukung tercapainya ketahanan nasional Indonesia dalam deskripsi dari Astagatra Ketahanan Nasional yakni meliputi aspek geografis, kekayaan alam, demografis, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya serta pertahanan keamanan. Ketahanan nasional Indonesia mengalami tantangan baik internal maupun eksternal, tantangan saat ini adalah pandemi Corona Virus Disease 19 (Covid-19). Secara global Covid-19 merenggut hampir 700.000 ribu korban jiwa, di tingkat nasional sendiri Covid-19 hampir mencapai angka 5.000 jiwa, dengan perkiraan kerugian ekonomi mencapai 316 triliun rupiah. Sementara di sisi lain, Covid-19 tidak hanya memunculkan ancaman kesehatan masyarakat dan ekonomi, namun juga ketahanan pangan. Indonesia yang memiliki ketergantungan impor bahan pangan kini semakin mengarah kepada kelangkaan pangan akibat terhentinya aktivitas ekonomi secara masif maupun aksi penimbunan bahan pangan. Berdasar pada konteks di atas, tulisan ini mengulas bagaimana pandemi mencetuskan ancaman kelangkaan pangan bagi Indonesia dalam arti sempit, dan tantangan tercapainya ketahanan nasional dalam arti luas. Melalui model pendekatan Astagatra, tulisan ini mencoba melihat bagaimana Pemerintah Indonesia menjawab tantangan tersebut.
Pemaknaan Pertahanan dan Keamanan Wilayah Pulau Natuna Perspektif Teori Mandala Laode Muhammad Fathun
Jurnal Lemhannas RI Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v8i2.316

Abstract

Paper ini bertujuan untuk menjelaskan dan enganalisis formulasi kebijakan luar negeri Indonesia dalam klaim sepihak China terhada wilayah Laut Natuna bagian Utara. Klaim tersebut didasari oleh argumentasi China bahwa wilayah tersebut adalah wilayah tradisional pencarian ikan China. Paper ini menggunakan metode kualitatif analisis dengan teknik pengumpulan data telaah pustaka. Hasil yang didapat kan bahwa formulasi model kebijakan luar negeri Indonesia terhadap klaim China di wilayah Laut Natuna Utara adalah menggunakan pendekatan diplomatic. Hal ini relevan dengan karakter Indonesia sebagai Negara middle power.Dilomasi middle power selalu menjadi katalisator, fasilitator dan menejer dalam penyelesaian konflik kawasan regional atau internasional. Kondisi ini sesuai juga secara teori dengan model kebijakan luar negeri yang di desain oleh John Lovell yakni menggunakan metode akomodasi.Lebih lanjut, kondisi ini sesuai juga dengan karakter kebijakan luar negeri dalam teori Mandala yang disebut dengan Asana.
Studi Geopolitik Laut China Selatan: Data dan Analisis Media Sosial Amaliana Nur Fajrina; Ali Roziqin; Iradhad Taqwa Sihidi
Jurnal Lemhannas RI Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v8i2.317

Abstract

Perebutan kekuasaan di wilayah Laut Cina Selatan telah menjadi isu penting untuk didiksuikan oleh khalayak umum. Beberapa negara di ASEAN seperti Indonesia, serta pengaruh kekuatan Amerika dan China saling berebut di wilayah yang strategis bagi jalur perdagangan laut dan potensi sumber daya yang melimpah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis fenomena geopolitik di wilayah Laut Cina Selatan dari perspektif masyarakat berdasarkan data dan analisis sosial media serta posisi Indonesia dalam konflik tersebut. Data dan analisis sosial media (twitter) diperoleh melalui Drone Emprit pada periode 7-25 juni 2020. Hasilnya adalah diskusi dan perbincangan tentang isu Laut China Selatan dengan Social Network Analysis India, Hongkong, Australia dan Taiwan merupakan Negara yang paling terlibat dalam isu ini. Sedangkan, posisi Indonesia pada isu Laut China Selatan tetap berpegang pada politik bebas aktif dan menjunjung tinggi asas hukum yang berlaku (UNCLOS 1982) dibuktikan dengan beberapa cuitan seperti menolak negoisasi dengan Beijing; menutup ruang negosiasi; dan menolak 9 garis putus-putus yang diklaim oleh China. Isu konflik Laut Cina Selatan ini lebih banyak dibicarakan dari kalangan Babyboomers dan hanya sedikit dari gen X-Y. Implikasi studi menjelaskan bahwa Indonesia sangat menekankan upaya diplomatis dalam isu geopolitik yang tengah memanas di Laut China Selatan.

Page 1 of 2 | Total Record : 15