cover
Contact Name
Lidia Susanti
Contact Email
jurnalstipakmalang@gmail.com
Phone
+6283834939393
Journal Mail Official
jurnalstipakmalang@gmail.com
Editorial Address
Jl. Janti Barat Blok A No. 47 Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan
ISSN : -     EISSN : 26212110     DOI : 10.32490
Aim and Scope DIDAKTIKOS adalah: Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Pendidikan Agama Kristen di Gereja Manajemen Pendidikan Kristiani Pendidikan Kristen dan Media Pembelajaran Pendidikan Kristiani dan Evaluasi Belajar
Articles 111 Documents
Perbandingan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Charis Tentang Pendidikan Karakter di Kelas VI Putri Elisabet
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.836 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v2i1.30

Abstract

Abad 21 merupakan abad informasi, komputasi, otomasi, dan komunikasi.Pendidikan harus menyesuaikan dengan era abad yang berkembang itu, khususnya kurikulum yang diterapkan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan perbandingan penerapan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Charis di kelas VI SD Charis. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Charis National Academy, dibatasi pada responden dan subyek penelitian yang berhubungan dengan implementasi kurikulum di kelas VI yang berjumlah dua kelas, yakni VI a dan VI byang masing-masing berjumlah 20 orang. Jumlah pengajar untuk kelas VI dari beberapa subyek penelitian sebagai responden di Charis National Academy berjumlah tujuh orang. Dari penelitian yang telah dilakukan di Charis, ditemukan bentuk perbandingan penerapan kurikulum 2013 dan kurikulum Charis tentang pendidikan karakter di kelas VI SD Kristen Charis, yaitu: Pertama, Kurikulum 2013 berbasis pendidikan karakter mengarah kepada tantangan abad 21 sedangkan Kurikulum Charis dengan terintegrasi Alkitab berbasis karakter berawal dari visi sekolah; Kedua, Kurikulum 2013 mengarahkan mata pelajaran kepada subtema sedangkan kurikulum Charis lebih diarahkan kepada pengenalan Sang pencipta yang menciptakan dengan teratur; Ketiga, tujuan Kurikulum 2013 agar dapat menjawab tantangan zaman yang berubah sedangkan kurikulum Charis dapat menjawab tantangan abad 21 jika dilakukan dengan konsisten; Keempat, Kurikulum 2013 tidak semua mata pelajaran diajarkan sedangkan Kurikulum Charis bersifat terbuka dengan mata pelajaran; Kelima, karakter yang dicapai oleh Kurikulum 2013 hanya beberapa sesuai penilaian setiap pelajarannya sedangkan karakter yang dihasilkan Kurikulum Charis adalah keseluruhan dalam Alkitab.
Peran Orang Tua Sebagai Motivator Anak untuk Sekolah Minggu Eva Agnes
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.691 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v2i1.32

Abstract

Sekolah Minggu Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Kesamben dihadapkan pada masalah kurangnya motivasi orang tua dalam mendorong anak-anak untuk menghadiri ibadah Sekolah Minggu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran orang tua sebagai motivator dalam mendorong anak-anak untuk menghadiri Sekolah Minggu di GPdI Kesamben. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi naratif. Peneliti melakukan wawancara terhadap tujuh orang yang terdiri dari lima guru Sekolah Minggu, empat di antaranya adalah orang tua dan dua orang tua dari anak Sekolah Minggu di GPdI Kesamben. Berdasarkan pengumpulan data, informasi dan fakta-fakta yang ada di Sekolah Minggu GPdI Kesamben, peneliti menemukan bahwa: Para orang tua hanya sekedar memberi bentuk-bentuk motivasi secara eksternal saja, belum memberi anak motivasi secara internal. Bentuk motivasi eksternal yang diberikan adalah memberikan dorongan/ semangat kepada anak, menegur dan menasehati ketika anak melakukan kesalahan, dan mendorong anak untuk mengerti bakat dan minatnya. Motivasi internal sangat diperlukan karena dapat menjadi penyemangat dari dalam diri anak sendiri, dan perlu dibangun oleh orang tua kepada anak sejak kecil. Menjadi teladan bagi anak-anak telah dilakukan oleh orang tua di GPdI Kesamben. Meskipun tidak mudah, sebagian besar orang tua berusaha menjadi teladan agar dapat memotivasi anak-anak untuk datang ke Sekolah Minggu. Peneliti memberikan beberapa saran yaitu agar Sekolah Minggu GPdI Kesamben dapat melengkapi para orang tua melalui seminar, workshop, dan pemuridan untuk memberikan pengetahuan bagaimana menjadi motivator yang benar bagi anak. Para orang tua dapat membiasakan anak dalam disiplin waktu sejak usia dini.
Penerapan Reward dan Punishment untuk Mendisiplinkan Taruna-Taruni dalam Belajar Agama Kristen (Studi Partisipatoris di Sekolah Menengah Kejuruhan Negeri 2 Turen Malang) Samuel Yudistiro
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.638 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penerapan reward dan punisment terhadap kedisiplinan siswa dalam pelajaran Agama Kristen di Sekolah Menengah Kejuruhan Negeri 2 Turen Malang. Jenis penelitian adalah kualititif deskriptif, yaitu menggambarkan kondisi nyata dengan menggunakan kata-kata dan menyajikan persoalan, klasifikasi jenis atau garis besar tahapannya. Sedangkan pendekatan penelitian yang digunakan adalah Studi Partisipatoris, adalah penelitian yang bertujuan mengembangkan dan memperbaiki tingkat kedisiplinan siswa Sekolah Menengah Kejuruhan Negeri 2 Turen Malang dalam Pelajaran Agama Kristen. Hasil penelitian menemukan empat faktor utama dalam menerapkan reward dan punishment untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dalam belajar Agama Kristen di SMK Negeri 2 Turen Malang, yaitu (1) mengondisikan siswa dalam lingkungan yang memungkinkan penanaman disiplin, (2) melaksanakan program kedisiplinan reward dan punishmen dari konsep menjadi praktik, (3) memberikan reward yang tepat kepada siswa yang dianggap berhasil dan memberikan punishment yang terukur bagi siswa yang dianggap tidak disiplin, dan (4) melakukan evalusi hasil kegiatan untuk mendapatkan informasi kelemahan dan kekuatan dari praktik reward dan punishment untuk mendisiplinkan siswa.
Implementasi Metode Pembelajaran Mind Mapping Ilmu Pengetahuan Alkitab dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa SMTK Bethel Jakarta Christine Maria Setiani Putri; Yuel Sumarno; Priskila Issak Benyamin
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 4, No 1: Juni 2021
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.3 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v4i1.73

Abstract

This study aims to increase the creativity of class X students through the application of the Mind Mapping learning method at Bethel High School Jakarta. The formulation of the problem in this study is 1) whether the use of the Mind Mapping learning method can increase students' creativity in learning IPAL in the material of the Books of Wisdom and Poetry (Job, Psalms, Proverbs, Preachers, and Kidung Agung) class X SMTK Bethel Jakarta academic year 2018/2019? In this study, the researcher used the Classroom Action Research method. The population in this study were students of class X at Bethel Jakarta SMTK with a total of 22 people, this study used data collection techniques through observations and observations of teacher activities. From the research that has been done, it can be said that there is an increase in class X innovation in making a summary of IPAL learning materials through various observations, namely as follows: at the beginning, there were 77.27% of children, in the first cycle there were 100% of children and in the final condition in cycle II there are 100% of children who get a score of 2.51 (Creative Qualification).AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa kelas X melalui penerapan metode pembelajaran Mind Mapping di SMTK Bethel Jakarta. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) apakah melalui penggunaan metode pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatan kreativitas siswa dalam pembelajaran IPAL dalam materi Kitab-kitab Hikmat dan Syair (Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, dan Kidung Agung) kelas X SMTK Bethel Jakarta tahun pelajaran 2018/2019? Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X di SMTK Bethel Jakarta dengan jumlah 22 orang, penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui lembar pengamatan kreativitas siswa dan lembar pengamatan aktivitas guru. Dari penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kreativitas siswa kelas X dalam membuat rangkuman materi pembelajaran IPAL melalui lembar pengamatan kreativitas, yaitu sebagai berikut : pada kondisi awal hanya terdapat 77,27% anak, pada sirklus I terdapat 100% anak dan pada kondisi akhir di sirklus II terdapat 100% anak yang mendapatkan nilai 2,51 (Kualifikasi Kreatif).
Menerapkan Pendidikan Rohani melalui Prinsip Pola Asuh Orang tua dalam Amsal 3:1-26 Dina Kristiani; Paulus Kunto Baskoro
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 4, No 2: Desember 2021
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v4i2.83

Abstract

Parents are an important part of family education. Education in a good family will produce good children, but if the family education is not good, it will produce bad children. Parents and children are inseparable, meaning that they become one and are interrelated. Children's education and growth depend on their parents' parenting style. Parenting patterns are an important foundation in the lives of children. The wrong parenting will result in children’s personal products that are not optimal. The right parenting will produce good children’s products and even be a blessing for many people. Parenting is an important point because of what is happening today; many parents don’t focus on the parenting pattern because they are too busy with work assignments, don’t understand the right parenting pattern, and don’t care about parenting that is in accordance with God’s Word, the important thing is that people parents are sufficient for the needs of children’s lives. This study uses a literature descriptive method as the method used to describe or present the results based on a literature review and by extracting the general principles of parenting according to Proverb 3:1-26. The purpose of this research is, First, to find principles of parenting in accordance with the Word of God. Second, parents apply the principles of correct parenting to their children. Third, children get a parenting pattern that is in accordance with the truth of God’s Word. Fourth, the family that is built becomes a family that is a blessing to many people.  AbstrakOrang tua menjadi bagian penting dalam sebuah pendidikan keluarga. Pendidikan dalam keluarga yang baik akan menghasilkan anak-anak yang baik, namun jika pendidikan keluarga tidak baik akan menghasilkan anak-anak yang tidak baik. Orang tua dan anak adalah hal yang tidak dapat dipisahkan, artinya menjadi satu dan saling ada keterkaitan. Pendidikan dan pertumbuhan anak-anak tergantung dari pola asuh orang tua. Pola asuh orang tua menjadi pondasi penting dalam kehidupan anak-anak. Pola asuh yang salah akan menghasilkan produk pribadi anak yang tidak maksimal. Pola asuh yang benar akan menghasilkan produk anak yang baik bahkan menjadi berkat bagi banyak orang. Pola asuh menjadi point penting, sebab yang terjadi saat ini, banyak orang tua tidak fokus kepada pola asuh yang benar, sebab terlalu sibuk dengan tugas pekerjaan, tidak mengerti pola asuh yang benar dan tidak memperdulikan pola asuh yang sesuai dengan Firman Tuhan, yang penting orang tua sudah mencukupi kebutuhan hidup anak. Penelitian ini menggunakan metode diskritif literatur sebagai metode yang dipakai untuk menggambarkan atau memaparkan hasil berdasarkan kajian pustaka serta dengan penggalian secara umum prinsip-prinsip pola asuh menurut Amsal 3:1-26. Tujuan dari penelitian ini yaitu Pertama, menemukan prinsip-prinsip pola asuh orang tua yang sesuai dengan Firman Tuhan. Kedua, supaya orang tua menerapkan prinsip-prinsip pola asuh yang benar terhadap anak. Ketiga, anak mendapatkan pola asuh yang sesuai kebenaran Firman Tuhan. Keempat, keluarga yang dibangun menjadi keluarga yang menjadi berkat bagi banyak orang.  
Model Pengajaran Alkitab dalam Pendidikan Kristen di Era Digital Eriyani Mendrofa
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 4, No 2: Desember 2021
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v4i2.85

Abstract

The development of increasingly advanced technology in the modern era is an opportunity for the ease of preaching God's word with digital media. The problem is that there are still many teachers, be they lecturers, teachers, or servants of God, who do not really understand the benefits of mastering technology as a vehicle for God's word. In this paper, the author will present a new challenge for the Christian world to face increasingly sophisticated technology. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach. Thus, it can be concluded that the teaching of the Bible in Christian education in the Digital Age is. First, the basis and calling of teaching according to the Bible; second, the role of Information Technology as an Educational Media. And learn from the actualization of Jesus' ministry as an Example in Teaching. Moreover, relying on the role of the Holy Spirit as the only teacher for the needs of society in the modern era. AbstrakPerkembangan teknologi yang semakin maju di era modern merupakan peluang bagi kemudahan pemberitaan firman Tuhan dengan media digital. Permasalahannya masih banyak pengajar baik itu dosen, guru, atau para pelayan Tuhan yang belum terlalu mengerti manfaat menguasai teknologi sebagai kendaraan bagi firman Tuhan. Dalam tulisan ini, penulis akan menyajikan tantangan baru bagi dunia kekristenan untuk menghadapi teknologi yang semakin canggih. Menggunakan metode kualitatif dekritif dengan pendekatan syudi literature. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengajaran Alkitab dalam pendidikan Kristen di Era Digital adalah. Pertama, dasar dan panggilan pengajaran menurut Alkitab, kedua mendeskripsikan peran Teknologi Informasi sebagai Media Pendidikan. Serta belajar dari aktualisasi pelayanan Yesus sebagai Teladan dalam Mengajar. Terlebih mengadalkan peran Roh Kudus sebagai satu-satunya Pengajar bagi kebutuhan masyarakat di era modern.  
Kegiatan Belajar dan Mengajar secara Digital dengan Konsep Hybrid Learning di Sekolah Terpadu Pahoa Diana Tjoeng; Sutrisno Sutrisno; Christiani Hutabarat; Bobby Kurnia Putrawan
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 4, No 2: Desember 2021
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v4i2.84

Abstract

The Covid-19 pandemic has changed the order of people's lives in all aspects of life, one of which is in the world of education, especially in the world of Christian Religious Education. The face-to-face learning model has now turned into distance learning or also known as online learning. Looking at the current development of education, the researcher observes that blended learning or hybrid learning systems can be applied in the learning process. This research was conducted at the Pahoa Integrated School. The approach in this study uses a qualitative approach. The data is taken by looking directly through online and face-to-face teaching and learning activities so that definite data can be obtained. The results of this study found that digital teaching and learning activities with the concept of Hybrid Learning were good. For example, in school, teachers improve their ability to master technology because all learning is done using digital learning technology. The parents received a good response, especially for busy parents who did not have time to accompany students to study at home and for students to have the opportunity to return to learning to socialize and explore themselves with friends at school, even if only for a short time given the restrictions. The number of students in the class and the limitation of learning time in the class. AbstrakMasa Pandemi Covid-19 berdampak merubah tatanan kehidupan masyarakat dalam segala aspek kehidupan salah satunya dalam dunia pendidikan, terlebih khusus nya terhadap dunia Pendidikan Agama Kristen. Model pembelajaran dilakukan secara tatap muka kini berubah menjadi pembelajaran jarak jauh atau disebut juga pembelajaran dalam jaringan (daring/online). Melihat perkembangan Pendidikan sekarang ini maka peneliti mengamati bahwa sistem pembelajaran blended learning atau hybrid learning dapat di terapkan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Terpadu Pahoa. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diambil dengan melihat secara langsung melalui kegiatan belajar mengajar online dan tatap muka sehingga dapat di peroleh data yang pasti. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kegiatan belajar mengajar digital dengan konsep Hybrid Learning adalah baik. Misalnya dari pihak sekolah, para guru meningkatkan kemampuan dirinya dalam menguasai teknologi karena semua pembelajaran dilakukan menggunakan teknologi pembelajaran digital. Pihak orangtua mendapatkan tanggapan dan respon yang baik terlebih lagi bagi para orangtua yang sibuk tidak sempat menemani siswa untuk belajar di rumah, dan bagi siswa mendapatkan kesempatan kembali untuk belajar bersosialisasi dan mengeksplorasi dirinya bersama teman-teman di sekolah sekalipun hanya dalam waktu singkat mengingat adanya pembatasan jumlah siswa didalam kelas dan pembatasan waktu pembelajaran didalam kelas. 
Pendekatan PAK Terhadap Pecandu Narkoba di Pondok Pemulihan Douglas Jawa Timur Omega Constanita
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.013 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v2i1.31

Abstract

Dunia sedang dilanda bencana yaitu semakin meningkatnya penggunaan narkoba, dimana Indonesia juga menerima dampaknya. Tahun 2015 periode bulan Juni–November, jumlah pengguna narkoba di Indonesia meningkat dari 4,2 juta menjadi 5,9 juta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan PAK terhadap pecandu narkoba di Pondok Pemulihan Doulos Jawa Timur. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan naturalistik dan dilakukan dalam latar alami (natural setting). Teknik pengumpulan data atau informasi melalui teknik wawancara kepada enam orang informan diantaranya lima orang karyawan dan satu orang pasien pecandu narkoba di Pondok Pemulihan Doulos (PPD) Jatim. Pendekatan melalui PAK terhadap Pecandu Narkoba di Pondok Pemulihan (PPD) Doulos yang baik untuk diterapkan adalah dengan menggabungkan semua pendekatan PAK baik pendekatan Instruksional, Perkembangan Spiritual, Komunitas Iman, Transformasi Sosial, maupun Share Christian Praxis dikarenakan semua pendekatan yang ada saling terkait dan dapat saling melengkapi satu sama lain, kemudian dalam proses penerapannya harus disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan.
Kecemasan Mahasiswa STT Bethel Indonesia terhadap Covid-19 Gernaida K. R Pakpahan
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 3, No 1: Juni 2020
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.375 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v3i1.35

Abstract

This study aims to obtain information about the psychological impact of anxiety caused by Covid-19 on STTBI students. Method The approach used in this research is the quantitative method is the activity of collecting data, processing, analyzing, and presenting data based on the amount carried out objectively which aims to solve a problem. The method in this research is a descriptive research method using a quantitative approach. In quantitative research, the main criteria for research data are valid, reliable, and objective. The study population was 40 STTBI students and 30 students as samples. Based on data analysis, which uses the formula for the average score of students obtained using a Likert scale questionnaire. Based on the calculation of the correlation test, it is found that the level of anxiety is 0.331 at the coefficient interval from 0.80 to 1.00. This shows that the level of anxiety from STTBI students is only 63.26%. Based on the results of the variable test, it is found that generally, students experience anxiety about the continuation of future studies, the negative stigma of society towards sufferers of Covid-19, worry about the condition of their parents.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang dampak psikologis kecemasan yang ditimbulkan Covid-19 terhadap mahasiswa STTBI. Metode Pendekatan yang di-gunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif adalah kegiatan pengumpulan data, pengolahan, analisis, dan penyajian data berdasarkan jumlah yang dilakukan secara obyektif yang bertujuan untuk memecahkan suatu masalah. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif, kriteria utama terhadap data hasil penelitian adalah valid, reliabel, dan obyektif. Populasi Penelitian Ini Adalah Mahasiswa STTBI sebanyak 40 mahasiswa dan yang dijadikan sampel sebanyak 30 mahasiswa. Berdasarkan Analisis data yang mana menggunakan rumus rata-rata skor mahasiswa yang didapat dengan menggunakan angket skala likert. Berdasarkan Perhitungan uji korelasi diperoleh tingkat kecemasan sebesar 0.331 pada interval koefisien 0,80 – 1,00. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kecemasan dari mahasiswa STTBI hanya sebesar 63,26%. Berdasarkan Hasil uji variabel maka diperoleh umumnya mahasiswa mengalami kecemasan terhadap kelanjutan studi di masa depan, stigma negatif masyarakat terhadap penderita Covid-19, kuatir terhadap keadaan orang tua.
Landasan Teologis Pendidikan Kristen dalam Perjanjian Baru dan Relevansinya bagi Pendidikan Kristen Masa Kini Paulus Purwoto; Hardi Budiyana; Yonatan Alex Arifianto
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 3, No 1: Juni 2020
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.14 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v3i1.38

Abstract

Christian education, which is the implementation of the mandate of the 1945 Constitution, and the National Education System Law, has a strong theological foundation in the New Testament. This study aims to present the theological foundation of Christian education in the New Testament to be implemented in Christian education today. This study uses the literature method with a descriptive qualitative approach, where the researcher tries to answer the research problem by looking for literature sources that correlate with the research problem. These sources are textbooks, both physical books and e-books, and journals. The conclusion of this study is that there is a strong theological foundation in the New Testament, including in the example of the Lord Jesus the Great Teacher, in the practice of the apostle Paul's ministry and the life of the early church with a focus on education to shape character. This is relevant to be applied in Christian education today to become Christ-centric education, education as an agent of the Great mandate, a contextual Christian education approach that aims as a medium for the formation of Christ's character.AbstrakPendidikan  Kristen yang merupakan pelaksanaan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan UU Sisdiknas memiliki landasan teologis yang kuat dalam Perjanjian Baru. Penelitian ini bertujuan untuk menampilkan landasan teologis pendidikan Kristen dalam Perjanjian Baru untuk diimplementasikan pada pendidikan Kristen masa kini. Penelitian ini menggunakan metode pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dimana  peneliti  berusaha menjawab permasalahan penelitian dengan mencari sumber-sumber literatur yang berkorelasi dengan masalah penelitian. Sumber-sumber tersebut adalah buku teks, baik buku fisik maupun e-books, dan jurnal. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat landasan teologis yang kuat dalam perjanjian Baru diantaranya terdapat dalam teladan Tuhan Yesus Sang Guru Agung, dalam praktik pelayanan rasul Paulus dan kehidupan jemaat mula-mula dengan fokus pendidikan untuk membentuk karakter. Hal tersebut relevan untuk diterapkan dalam pendidikan Kristen masa kini menjadi pendidikan yang Kristusentris, pendidikan sebagai agen amanat Agung, pendekatan pendidikan Kristen yang kontekstual yang bermuara sebagai media pembentukan Karakter Kristus

Page 3 of 12 | Total Record : 111