cover
Contact Name
Lidia Susanti
Contact Email
jurnalstipakmalang@gmail.com
Phone
+6283834939393
Journal Mail Official
jurnalstipakmalang@gmail.com
Editorial Address
Jl. Janti Barat Blok A No. 47 Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan
ISSN : -     EISSN : 26212110     DOI : 10.32490
Aim and Scope DIDAKTIKOS adalah: Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Pendidikan Agama Kristen di Gereja Manajemen Pendidikan Kristiani Pendidikan Kristen dan Media Pembelajaran Pendidikan Kristiani dan Evaluasi Belajar
Articles 118 Documents
Guru Kristiani Mengatasi Cyberbullying Anak Remaja Usia 13-18 tahun Yunida Bawamenewi; Priscila Stefani; Deasy Angelina Widiatmadja
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 5, No 1: Juni 2022
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v5i1.100

Abstract

The development of this increasingly rapid era makes it easy to do something, but it can be a trigger problem for the millennial generation, especially in cyberbullying by sharing or updating, watching content that does not have a positive meaning, and then practicing it with their peers. Writing in this paper using literature research with a descriptive qualitative approach with the hope that teachers are able to provide a good and correct understanding of preventing, overcoming, and handling cases of cyberbullying among teenagers so that the teacher's role in protecting and educating students from an early age in instilling Christian values from an early age can apply it in his life now and so on in socializing, organizing and socializing. AbstrakPerkembangan zaman yang semakin pesat ini membuat segalanya mudah untuk melakukan sesuatu, namun bisa menjadi pemicu permasalahan bagi generasi milenial terutama dalam melakukan cyberbullying dengan membagikan atau mengupdate, menonton konten-konten yang tidak memiliki makna positif lalu mempraktekkannya kepada teman sebayanya. Penulisan dalam paper ini, dengan menggunakan penelitian pustaka dengan pendekatan kuaitatif deskriptif dengan harapan guru mampu memberikan pemahaman yang baik dan benar dalam mencegah, mengatasi serta menangani kasus terjadinya cyberbullying dikalangan remaja sehingga peran guru dalam mengayomi dan mendidik siswa sejak dini dalam menanamkan nilai-nilai kristiani sejak dini dapat menerapkannya daam kehidupannya sekarang dan seterusnya dsam bersosiaisasi, berorganisasi dan bermasyarakat.  
Penggunaan Media Berbasis Gambar Guna Meningkatkan Pemahaman Pengajaran PAK sekolah Minggu Usia Pratama di GKIN Ephata Wlingi Sianturi, Juliana; Allfadiser, Thomas
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 2: Desember 2023
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v5i1.102

Abstract

The use of image-based media in teaching, is also needed as a means to teach in conveying material. Therefore, the use of image-based media is expected to be able to improve understanding of PAK teaching, especially in Sunday Schools of primary age. The purpose of this study is to find the reality, in the use of image-based media that is used as a medium to deliver PAK teaching in Sunday Schools. This research uses qualitative research with a case study approach. The research results obtained from the reality of using image-based media are to determine the material to be delivered. So, before the use of image-based media is used, the teacher first determines the material to be delivered, then the use of the media has a match with the material that has been determined.  
Pengaruh Metode Pembelajaran Diskusi pada Pelajaran Etika Kristen terhadap Karakter Mahasiswa Yusak Malo; Lidia Susanti
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 3, No 2: Desember 2020
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.053 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v3i2.44

Abstract

Ethics is a teaching standard regarding the rules that must be upheld so that it has a big impact on the development of one's behavior or actions in everyday life. Character is a value that must be possessed by a person and from that value becomes one's standard of judging what is right to do. One of the problems related to ethics and character is sexual relations that lead to or result in pregnancy. The teaching of Christian ethics and character (especially sex education) needs to be taught attractively according to the cognitive abilities of students from Sumba. The purpose of this study was to determine the effect of the discussion learning method on the Christian Ethics of Sex Education on the character of students in Sumba in Malang. The research used in this research is a quantitative experimental research type. This experimental research, in the form of a Quasi-experiment design. This type of research cannot control the condition of the independent variables using treatment measures. The correlation value of 0.441 shows that there is a positive and strong relationship between Christian ethics and Christian character and the significance (Sig. 2-tailed) of Christian ethics with Christian characters is as large as 0.004.AbstrakEtika merupakan standar pengajaran mengenai aturan-aturan yang harus ditegakkan, sehingga mempunyai dampak yang besar bagi perkembangan perilaku atau tindakan seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Karakter merupakan suatu nilai yang harus dimiliki oleh seseorang dan dari nilai tersebut menjadi standar seseorang menilai apa yang benar untuk dilakukan. Salah masalah yang berhubungan dengan etika dan karakter ialah hubungan seks yang berujung atau berakibat pada kehamilan. Pengajaran etika Kristen dan karakter (terkhususnya pendidikan seks) perlu diajarkan dengan menarik sesuai dengan kemampuan kognitif mahasiswa asal Sumba. Tujuan dari penelitian ialah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran diskusi pada pelajaran Etika Kristen Pendidikan Seks terhadap karakter mahasiswa Sumba di Malang. Penelitian yang diguna-kan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif eksperimen. Penelitian eksperimen ini, dalam bentuk Quasi eskperiment design. Jenis penelitian yang tidak dapat mengontrol kondisi variabel independen yang menggunakan tindakan perlakuan. Nilai korelasi 0,441 angka ini menunjukan bahwa adanya hubungan positif dan kuat antara etika Kristen dengan karakter Kristen serta didapatkan signifikansi (Sig. 2-tailed) etika Kristen dengan karakter Kristen sebebsar 0,004.
Pengajaran Tuhan Yesus tentang Prinsip Melayani Anak Berdasarkan Markus 7:27-28 dan 9:35-42 Matius I Totok Dwikoryanto
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 4, No 1: Juni 2021
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.722 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v4i1.33

Abstract

Many Christian families experience problems, the economy, unharmonious marriages, bad relationships, social media challenges, which result in children's spiritual formation often being prioritized to the church rather than the role of the family itself. Therefore, the church must be ready to be a place to prioritize teaching and child formation so that there is spiritual growth. From this, the education of children is important and the church must be able to form its mentality from childhood. By using a descriptive qualitative method and through a literature study approach to the text about the teaching of Jesus in the Gospel of Mark, it can be concluded that the teaching of the Lord Jesus must be carried out by providing maximum service to children's ministry, also paying attention to children's needs, and taking care of the physical child. The teaching of the Lord Jesus also gives meaning in the ethics of teaching faith. Even parents or the church must welcome children in every activity, especially preparing to be God's servants, this must be done as a priority for children.AbstractBanyaknya keluarga Kristen yang mengalami permasalahan, ekonomi, perkawinan yang tidak harmonis, pergaulan buruk, tantangan sosial media, yang berakibat pembinaan rohani anak seringkali diprioritas kepada gereja dari pada peran keluarga sendiri. Maka itu  gereja  harus siap menjadi tempat dalam memprioritaskan pengajaran dan pembentukan anak sehingga ada pertumbuhan rohani. Dari hal itu pendidikan kepada anak-anak merupakan hal yang  penting dan gereja harus mampu membentuk mentalitasnya dari sejak anak-anak. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan melalui pendekatan studi pustaka terhadap teks tentang pengajaran Yesus dalam Injil Markus, dengan demikian dapat disimpulkan pengajaran Tuhan Yesus harus dilaksanakan dengan memberikan pelayanan maksimal terhadap  pelayanan Anak-anak, juga memperhatian terhadap kebutuhan anak, serta  memeliharaan jasmani Anak. Pengajaran Tuhan Yesus juga memberikan makna dalam etika pengajaran Iman bahkan Orangtua atau gereja harus Menyambut Anak dalam setiap kegiatan terlebih  mempersiapkan Menjadi Pelayan Tuhan hal itu harus dilakukan sebagai prioritas bagi anak.
Implikasi Legasi Pendidikan dalam Matius 28:18-20 bagi Gereja Masa Kini Yakub Hendrawan Perangin Angin; Yonatan Alex Arifianto; Tri Astuti Yeniretnowati
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 4, No 2: Desember 2021
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.837 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v4i2.90

Abstract

Discipleship can be said to have been known for a very long time in the Christian community, but in practice today not many people have professed to believe in Jesus Christ as Savior and His Lord is involved in the discipleship process even to have the desire to make disciples of other believers. This is the problem facing the church as a believer in Christ today. The writing of this journal is intended to direct the perspective of believers who are called Christians because they believe in what has been taught and imitated by Jesus Christ by reviewing the Great Commission which was bequeathed by the Lord Jesus to His disciples. The method in writing this journal is a qualitative method with a library approach. The conclusion of this writing is the importance of remembering the legacy of the Great Commission that Christ has taught and modeled and how all Christians are called to pass it down continuously to the next generations of believers. AbstrakPemuridan dapat dikatakan sudah sangat lama dikenal dalam komunitas Kristen, namun pada praktiknya saat ini tidak banyak orang yang sudah mengaku percaya kepada Yesus Kristus sebagai juruselamat dan Tuhan-nya terlibat dalam proses pemuridan bahkan untuk memiliki kerinduan memuridkan orang percaya lainnya pun tidak. Inilah persoalan yang dihadapi gereja sebagai orang percaya kepada Kristus saat ini. Penulisan jurnal ini ditujukan untuk mengarahkan perspektif orang percaya yang disebut orang Kristen karena percaya kepada apa yang sudah diajarkan dan diteladankan oleh Yesus Kristus dengan mengupas kembali Amanat Agung yang diwariskan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya. Metode dalam penulisan jurnal ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Kesimpulan dari hasil penulisan ini adalah pentingnya mengingat kembali warisan Amanat Agung yang sudah Kristus ajaarkan dan teladankan dan bagaimana semua orang Kristen terpanggil untuk mewariskannya kembali terus menerus ke generasi-generasi orang percaya selanjutnya. 
Pentingnya Guru Pendidikan Agama Kristen Menanamkan Nilai Moderasi Beragama bagi Peserta Didik Daniel Supriyadi; Kharisda Mueleni Waruwu
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 5, No 1: Juni 2022
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v5i1.146

Abstract

The conflicts that occur in Indonesia are a consequence of the existence of a multicultural society in terms of ethnic, cultural, language, and religious diversity. A lack of awareness of respecting diversity will lead to an attitude that thinks the group is the most correct, so there is the potential for turmoil and phenomena that give rise to disharmony. That is why the inculcation of the values of religious moderation is an opportunity to create a mature pattern of thinking in society so that the harmony of Indonesian society with the existing pluralism can be realized. In this writing, the qualitative method is applied using a literature study and a qualitative descriptive approach. The description in this study certainly shows that the role of Christian education teachers greatly determines the creation of mature human beings in society. The results of this study show that Christian education teachers must instill the values of religious moderation based on stories like Jesus taught. Christian religious education teachers are exemplary agents who must be able to set an example through their actions and speech. In addition, Christian education teachers implement learning curriculum innovations by including the values of moderation.  AbstrakKonflik yang terjadi di Indonesia merupakan konsekuensi dari keberadaan masyarakat yang multikultural, baik dalam keragaman suku, budaya, bahasa, hingga agama. Kurangnya kesadaran menghargai keberagaman akan mengarah pada sikap yang menganggap kelompoknya paling benar, sehingga berpotensi terjadinya gejolak serta fenomena-fenomena yang memunculkan disharmonisasi. Itu sebabnya penanaman nilai-nilai moderasi beragama menjadi suatu peluang terciptanya pola pemikiran masyarakat yang dewasa sehingga keharmonisan masyarakat Indonesia dengan pluralisme yang ada dapat terwujud. Dalam penulisan ini metode yang di aplikasikan adalah metode kualitatif dengan menggunakan studi pustaka dan pendekatan kualitatif deskriptif. Uraian dalam penelitian ini tentu memperlihatkan bahwa peranan guru PAK sangat menentukan terciptanya manusia yang dewasa dalam bermasyarakat. Hasil dari penelitian ini adalah guru PAK harus menanmkan niali-nilai moderasi beragama berdsarkan kisah-kisah yang seperti Yesus ajarkan. Guru pendidikan agama Kristen merupakan agen keteladanan harus mampu memberikan contoh melalui sikap perbuatan maupun tutur katanya. Selain itu guru PAK melaksanakan inovasi kurikulum pembelajaran dengan mencantumkan nilai-nilai moderasi.
Misi melalui Pelayanan Holistik dalam Pendidikan Kristiani Desi Wasari; Carolina Etnasari Anjaya; Yonatan Alex Arifianto
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 5, No 2: Desember 2022
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v5i2.143

Abstract

This study describes the importance of missionological learning strategies and holistic ministry in Christian Religious Education. Learning strategies in missionology-based Christian Religious Education to learners are very effective in strengthening the foundation of children's faith from an early age on the importance of carrying out the Great commission to preach the gospel. Coupled with holistic service learning strategies can help students quickly to implement missionology learning in schools and the community. Therefore, through this study, the author conveys that considering the importance of missionology learning strategies and holistic ministry in Christian Religious Education can equip and instill mission values with holistic service in students from an early age. This research uses descriptive qualitative methods with a literature study approach, so it can be concluded that the indicators of missionology learning strategies and holistic ministry in Christian Religious Education stated in this study can help readers understand the importance of missionary learning strategies and holistic ministry in Christian Religious Education. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para pendidik Kristen tentang pentingnya pendidikan misi melalui pelayanan holistik kepada peserta didik sejak dini melalui Pendidikan Kristen. Strategi pembelajaran dalam Pendidikan Agama Kristen yang berbasis misi kepada peserta didik sangat efektif untuk memperkuat fondasi iman anak-anak sejak dini tentang pentingnya pelayanan yang holistik tanpa harus dibatasi atau mengesampingkan yang lain. Strategi pembelajaran pelayanan holistik juga dapat membantu peserta didik dengan mudah untuk mengimplementasikan misi di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, melalui penelitian ini penulis menyampaikan bahwa misi melalui pelayanan holistik sangat penting dalam Pendidikan Kristen, karena dapat membekali dan menanamkan nilai-nilai misi dengan pelayanan holistik dalam diri peserta didik sejak dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literatur dan memberikan kesimpulan mengenai indikator-indikator sebagai faktor yang menentukan pentingnya strategi pembelajaran misi melalui pelayanan holistik dalam Pendidikan Agama Kristen.
Rendahnya Minat Belajar Siswa Pendidikan Agama Kristen : Studi Kasus di SMPN 2 Sumbermanjing Wetan Siani listio
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 5, No 2: Desember 2022
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v5i2.96

Abstract

AbstractOne of the successes in learning is the student’s interest and the teacher’s skill in delivering material.Students of SMPN 2 Sumbermanjing Wetan, Christian Religious Education class are assumed to be less interesed in Christian Religious study. This can be showed from their attitudes such as being lazy in doing assignment, not pay attention to the teacher who teaches, but talking to themselves with their friends, often having permission to the toilet, considering Christian religious lesson is not important, because these lessons are often obstained at home or at the church.The purpose of this research is to find out whether the students of SMPN 2 Sumbermanjing Wetan understand the meaning of interest in learning,  to know the condition of their interest in learning, and to find out the causes and solutions so that they can be interested in the subject of Christian Religious EducationThis research uses qualitative method with an intrinsic case study approach because the researcher wants to understand this case in all its specificity and simplicityThe results obstained from observations, interviews, and existing documents show that SMPN 2 students understand the meaning og interest in learning. The constraints come from students (less enthusiastic, unstable). The other constraints are religion classroom with capacity of 30 filled more than 30 .There  is no fan in the class, the hot air  make them discomfort.Lesson conducted at noon  between 10.50 – 12.50 and the lack of supporting facilities such LCD which are limited , so the teacher is not always able to use this facility            To overcome this situation , teacher creativity is needed in in teaching. Class can divided in groups , giving group assigments that can be done outside the classroom, still encouraging or give motivation to the students, providing guidance or conseling outside of teaching hours.  The coorperation among students, teachers, and school principal ai also needed and spiritual guidance teacher in spurring student interest in learning
Analisis Keaktifan Belajar Pendidikan Agama Kristen Melalui Aplikasi Moodle Pada Masa Post-Pandemi Covid-19: Studi Kasus Siswa SMPN 17 Surakarta Kezia Eirene Gabriel
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 5, No 2: Desember 2022
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v5i2.152

Abstract

This research aims to determine students' active learning level in Christian religious education at SMP 17 Surakarta during the pandemic by using Moodle-based E-Learning as an application that can change a learning media into a web form. Moodle allows students to enter digital classrooms to access learning materials online. This research was conducted at SMP Negeri 17 Surakarta with 40 Christian students in grades 8 and 9. The research method used was a quantitative approach with data analysis using statistical rules with the help of questionnaires and SPSS 25 software. -Moodle-Based Learning effectively increases the learning activity of Christian Religious Education and Character Education subjects at SMP Negeri 17 Surakarta during the pandemic. From the analysis results, Moodle-Based E-Learning is predicted to increase learning activity in Christian Religious Education and Character Education at SMP Negeri 17 Surakarta in the future so that this application is representative for use in post-covid-19 learning.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keaktifan belajar siswa dalam pembe-lajaran pendidikan agama Kristen di SMP 17 Surakarta pada masa pandemi dengan menggunakan E-Learning berbasis Moodle sebagai aplikasi yang dapat merubah sebuah media pembelajaran ke dalam bentuk web. Moodle memungkinkan siswa untuk masuk ke dalam ruang kelas digital untuk mengakses materi-materi pembelajaran  secara online. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 17 Surakarta dengan jumlah sampel penelitian 40 orang siswa kristen kelas 8 dan 9. Adapun meto-de penelitian yang dipakai adalah pendekatan kuantitatif dengan analisa data menggunakan kaidah statistik dengan bantuan angket kuesioner dan software SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukan penggunaan E-Learning Berbasis Moodle efektif dalam meningkatkan Keaktifan belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Di SMP Negeri 17 Surakarta pada masa pandemi serta dari hasil analisa penggunaan E-Learning Berbasis Moodle diprediksi akan memba-wa peningkatan Keaktifan belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di SMP Negeri 17 Surakarta kedepannya sehingga aplikasi ini representatif untuk digunakan pada pembelajaran pasca pandemi covid-19. 
Membangun Budaya Literasi Mahasiswa Pascapandemi melalui Optimalisasi Perpustakaan: Studi Kasus pada Perpustakaan STT Intheos Surakarta Pebrina Dwi Sari; Rifai Rifai; Ayub E Lande
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 5, No 2: Desember 2022
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v5i2.99

Abstract

Masa  pandemi  Covid  19  memasuki  tahun  ketiga  ini  telah membawa  banyak  perubahan dalam segala bidang, tidak terkecuali aktivitas  di  perpustakaan kampus.  Perpustakaaan  tidak  bisa  lagi  sepenuhnya  melakukan layanan tatap muka penuh tetapi dilakukan berbagai pembatasan guna mengurangi mobilitas dan menekan penularan virus covid-19. Oleh sebab itu menjadi suatu urgensi guna pemulihan perpustakaan pasca pandemi yaitu dengan optimalisasi perpustakaan kampus sehingga layanan perpustakaan dapat kembali dirasakan oleh mahasiwa kampus tersebut. Selain itu membumikan kembali budaya literasi dan minat baca mahasiswa yang menurun akibat pandemi. Karena salah satu tolok ukur mahasiswa yang kompeten di abad 21 adalah mahasiswa yang berfikir kritis, berwawasan global dan memiliki karakter serta spiritualisme yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus yaitu difokuskan pada mahasiswa STT Intheos Surakarta dan upaya yang dilakukanperpustakaan kampus untuk optimalisasi perpustakaan yaitu diantaranya : mencanangkan gerakan literasi kampus, mensosialisasikan program tersebut, membuat pojok baca kuliah, peningkatan kompetensi pustakawan dalam perpustakaan digital, digitalisasi buku – buku Teologi, memaksimalkan media sosial sebagai sarana promosi katalog buku baru dan peningkatan sarana prasarana penunjang perpustakaan masa kini.

Page 5 of 12 | Total Record : 118