cover
Contact Name
Irman
Contact Email
istinarah@iainbatusangkar.ac.id
Phone
+628126778041
Journal Mail Official
istinarah@iainbatusangkar.ac.id
Editorial Address
Kampus II Universitas Islam Negeri mahmud Yunus Batusangkar Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Jl. Jenderal Sudirman No.137, Limo Kaum, Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat 27217
Location
Kab. tanah datar,
Sumatera barat
INDONESIA
Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya
ISSN : 27147762     EISSN : 27163539     DOI : http://dx.doi.org/10.31958/istinarah
Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya with registered number ISSN 27147762 (Print), ISSN 27163539 (Online) is a peer-reviewed journal published twice a year in June and December by Ushuluddin, Adab and Dakwah Faculty IAIN Batusangkar. The journal is aimed at spreading the research results conducted by academicians, researchers, and practitioners in the field of education on Religion, Social and Culture.
Articles 87 Documents
Manfaat Mengikuti Pengajian Rutin dalam Meningkatkan Kesadaran Beragama Masyarakat Elva Oktavia; Refika Mastanora
Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol 1, No 2 (2019): Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.33 KB) | DOI: 10.31958/istinarah.v1i2.1816

Abstract

Pengajian rutin yang dilaksanakan di Masjid  penting diadakan karena pada saat sekarang ini masyarakat tidak menghiraukan adanya pengajian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengungkapkan kejadian atau fakta, keadaan, fenomena yang terjadi pada saat penelitian berlangsung. Informan penelitian adalah masyarakat Batubasa yang mengikuti pengajian.  Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah observasi, wawancara terstruktur, dengan metode analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data, sedangkan keabsahan data menggunakan metode triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat dari mengikuti pengajian rutin yang diadakan di Masjid membuat masyarakat lebih meningkatkan kesadaran beragamanya dalam aspek wawasan dan pengetahuan, serta peningkatan aspek sikap.
Syifa` dalam Perspektif Alquran Musri Sukmal; Syamsuwir Syamsuwir; Inong Satriadi
Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol 1, No 2 (2019): Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.952 KB) | DOI: 10.31958/istinarah.v1i2.1777

Abstract

Abstrak: Pokok permasalahan dalam penelitian ini Metode pengobatan yang terjadi di tengah masyarakat yang masih menggunakan cara dan sumber obat yang haram dalam pengobatan ketika terpapar suatu penyakit. Hal ini jelas bertentangan dengan sabda Nabi Saw  yang melarang umatnya berobat dengan menggunakan sesuatu yang haram, baik media ataupun cara berobat. Tujuan pembahasan ini adalah demi mengetahui dan menjelaskan bentuk pengobatan islami berdasarkan ayat-ayat Alquran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah konten analisis. Sedangkan metode pengumpul data yang digunakan ialah metode tafsir tematik (maudhu`i). Sumber data primer dalam penelitian ini adalah ayat-ayat Alquran yang berkaitan dengan Syifa`, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam  Alquran terdapat obat penawar (Syifa`) bagi segala bentuk penyakit orang-orang beriman. Baik itu penyakit yang terdapat dalam hati (ruhani) manusia maupun penyakit fisik (raga). Adapun cara mencegah penyakit dengan Alquran dilakukan dengan metode Neurofisiologi Alquran yaitu mendengarkan bacaan Alquran, baik yang dibaca sendiri maupun yang dibacakan orang lain dan dengan metode releksasi transendensi yaitu releksasi jiwa dengan membaca Alquran . Sedangkan cara penerapan ayat Alquran sebagai obat yaitu dengan beberapa metode yaitu pertama: ruqyah, dengan cara membacakan ayat-ayat ruqyah pada penderita yang sakit. Kedua: memperbanyak zikir pada Allah. Ketiga: mengikuti petunjuk Alquran. Keempat: memperbanyak berdoa kepada Allah. 
Mahmud Yunus dan Kontribusi Pemikirannya Terhadap Hadis Ummi Kalsum Hasibuan
Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol 2, No 1 (2020): Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.671 KB) | DOI: 10.31958/istinarah.v2i1.2005

Abstract

Abstrak Tulisan ini mengeksplorasi tentang Mahmud Yunus dan kontribusi pemikirannya terhadap hadis. Fokus kajian dalam tulisan ini adalah menggambarkan secara umum terkait dengan biografi intelektual dari Mahmud Yunus dan mengupas pemikiran Mahmud Yunus terhadap hadis. Adapun metode yang dipakai dalam tulisan ini adalah metode  deskriptif-analisis dengan pendekatan historis. Tujuan tulisan ini untuk mengetahui dan menyingkap biografi kehidupan Mahmud Yunus, untuk mengetahui dan mengkaji secara mendalam tentang kontribusi pemikiran Mahmud Yunus terhadap hadis. Sehingga dari tulisan ini dapat ditarik  suatu kesimpulan: pertama, bahwa Mahmud Yunus lahir pada Sabtu 10 Februari 1899 (30 Ramadhan 1316 H) di Sungayang, Batusangkar, Sumatera Barat. Kedua, Mahmud Yunus dikenal dengan disiplin keilmuannya lebih kepada dunia pendidikan Islam di Indonesia yang sangat gigih dalam memperjuangkan masuknya pendidikan agama ke sekolah umum. Namun, dalam kajian hadis  Yunus berkontribusi pemikirannya terhadap kajian hadis dan ilmu hadis. Yang mana ia memberikan  perhatian yang begitu besar dalam kajian tersebut dengan memasukkannya ke dalam kurikulum pendidikan dan mampu menghadirkan kajian ilmu hadis dalam bentuk berbahasa Indonesia  yang pertama sekaligus digunakan sebagai bahan ajar di Madrasah-madrasah maupun pesantren-pesantren dengan bentuk yang sangat sederhana dan praktis. Selain itu, Mahmud Yunus juga memiliki kontribusi terhadap kajian hadis yang mana ia ingin menyamakan bahan ajar yang ada di Timur Tengah  dengan bahan ajar di Indonesia terutama di Sumatera Barat.
Eksistensi Rumah Baca Bagi Komunitas Selaras Alam Rika Jufriazia Manita; Nurmayasari Nurmayasari
Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol 2, No 1 (2020): Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.33 KB) | DOI: 10.31958/istinarah.v2i1.2022

Abstract

Keberadaan Rumah Baca sangat membantu dalam memenuhi kekurangan jasa Perpustakaan Umum.  Rumah Baca Selaras Alam yang merupakan bagian dari Perpustakaan Umum kehadirannya memberikan warna tersendiri bagi masyarakat  Nagari Lasi untuk memperoleh informasi yang mereka butuhkan. Sarana Prasarana yang ada di rumah Baca Selaras Alam sangat bermanfaat dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat Nagari Lasi yang haus akan ilmu pengetahuan dan informasi. Rumah Baca Selaras Alam merupakan tempat berdiskusi, dan tempat perkumpulan bagi masyarakat Nagari Lasi. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode deskriptif  kualitatif. Hasil  pembahasannya adalah 1)  kelembagaan di Rumah Baca Selaras Alam tidak terstruktur dan tidak efektif, hal ini dilihat dari pembagian tugas dilakukan ketika melaksanakan kegiatan. 2) koleksi yang ada di Rumah Baca kurang memadai dan perlu adanya penambahan  koleksi. 3) pendanaan di Rumah Baca Selaras Alam diperoleh dari swadaya masyarakat. 4) Hari Libur Sekolah merupakan jadwal kunjungan terbanyak dari Komunitas Selara Alam ini. 5) Kendala yang dihadapi di Rumah Baca adalah tidak memiliki tenaga profesional yang memiliki latar belakang pendidikan ilmu perpustakaan.
Asbab an-Nuzul dalam Kitab Tafsir al-Misbah Karya M. Quraish Shihab (Studi Terhadap Surah al-Baqarah) Risqo Faridatul Ulya
Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol 2, No 2 (2020): Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.787 KB) | DOI: 10.31958/istinarah.v2i2.2380

Abstract

Abstrak: Tulisan ini mebahas mengenai asbab an-Nuzul dalam tafsir al-Misbah dalam surat al-Baqarah. Asbab an-Nuzul merupakan peristiwa yang melatarbelakangi turunnya ayat-ayat Alquran. Baik itu berupa pertanyaan, pernyataan atau jawaban dari suatu hukum kejadian yang timbul dari kejadian tersebut. Metode yang diterapkan dalam tulisan ini adalah metode analisis-deskriptif. Tujuan dari tulisan ini akan mengungkap pengertian an-Nuzul asbab, biografi, sekilas tafsir kitab al-Misbah, berapa as-an-Nuzul asbab dalam tafsir al-Misbah, dan penggunaan -Nuzul asbab dalam tafsir al-Misbah. Hasil dari penelitian ini adalah asbab an-Nuzul dalam kitab tafsir al-Misbah terdapat 7 ayat di dalam surat al-Baqarah yang berjumlah 286 ayat. Dalam kitab tafsir al-Misbah M. Quraish Shihab tidak memberikan secara detail mengenai asbab an-Nuzul di kitab tafsirnya. Karena masing-masing ayat dalam Alquran yang turun dan sampai Nabi Muhammad Saw. tidak sepenuhnya ada kausalitas dalam ayat tersebut. Dan M. Quraish Shihab juga menekankan penafsirannya dengan pendekatan bahasa, dan dalam setiap tulisan dan tafsir penulis pasti memiliki batasan atau fokus kajian dalam menafsirkan Alquran agar dapat mencapai sasaran yang diinginkan oleh penulis dengan cara melihat situasi dan kondisi. ketika dia menafsirkan Alquran, kitab tafsir Misbah.Kata Kunci: Asbab an-Nuzul, kitab tafsir al-Misbah dan surah al-Baqarah.                                                                         Abstract: This paper discusses the asbab an-Nuzul in the interpretation of al-Misbah in surah al-Baqarah. Asbab an-Nuzul is an event or event that lies behind the descending verses of the Alquran. Whether it is in the form of questions, statements or answers from a law of events arising from the incident. The method used in this paper is descriptive-analysis method. The purpose of this paper will reveal the definition of an-Nuzul asbab, biography, a glimpse of the book of interpretation of al-Misbah, how many as-an-Nuzul asbab in the interpretation of al-Misbah, and the use of an-Nuzul asbab in the interpretation of al-Misbah. The result of this research is asbab an-Nuzul in the book of tafsir al-Misbah, there are 7 verses in Surah al-Baqarah, totaling 286 verses. In the commentary book al-Misbah M. Quraish Shihab does not provide details about the asbab an-Nuzul in his commentary book. Because each verse in the Koran that came down and reached the Prophet Muhammad. there is absolutely no causality in the verse. And M. Quraish Shihab also emphasizes his interpretation with a language approach, and in every writing and interpretation the writer must have a limitation or focus of study in interpreting the Koran in order to achieve the goals desired by the author by looking at the situation and conditions. when he interprets the Koran, the Misbah commentary book.Keywords: Asbab an-Nuzul, kitab tafsir al-Misbah dan surah al-Baqarah
Moderasi Islam Era Milenial (Ummatan Wasathan Dalam Moderasi Islam Karya Muchlis Hanafi) Muhamad Rezi
Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol 2, No 2 (2020): Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/istinarah.v2i2.2405

Abstract

The radical or extreme attitude in religion is not a new phenomenon in Islamic history. Since the earliest period, several religious groups have shown this extreme attitude. Today, the issue of religious-based radicalism is not something that was exhaled just a few days ago. The issue of radicalism has become a global agenda to corner Islam. For some circles in Islam, the issue of radicalism is only propaganda to bring down the dignity and height of Islam. The focus of this paper is not to dismantle and tell a series of acts of terror on the grounds of religion. This article is a reviewer of Islamic Moderation books; Counteracting Religious-Based Radicalism written by Muchlis Hanafi, an expert on the Interpretation of the Indonesian Qur'an. The book with ISBN 978-602-18476-1-9 was published by the Al-Azhar Alumni Association and the Jakarta Qur'an Study Center and first published in 2013 with 295 pages in thickness. Until today, an explanation of the concept of Islamic moderation based on the Koran by promoting the term Wasath as a form of moderate attitude is still very rarely written and presented scientifically like the book of Islamic Moderation; Counteracting Religious-Based Radicalism. The concept of moderation by interpreting the meaning of Wasath is a step forward in proving the relevance of the Qur'an to the times. Both from the aspect of the meaning of language and concrete attitude in everyday life.
Persepsi Masyarakat Terhadap FTV Azab Maya Sari; Irman Irman
Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol 2, No 2 (2020): Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.562 KB) | DOI: 10.31958/istinarah.v2i2.1746

Abstract

Abstrak: Latar belakang penelitian ini adalah banyaknya masyarakat yang menonton tayangan FTV Azab. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi bagaimana persepsi masyarakat terhadap nilai regili dan nilai sosial yang ada di tayangan FTV Azab. Jenis penelitian yang digunankan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengolahan data menggunakan tekhnik yang dikembangkan oleh Mailes dan Husberman. Sumber data yang penulis gunakan adalah sumber data primer yaitu data yang di peroleh dari masyarakat dan sumber data sekunder yaitu youtube streaming dan buku- buku yang terkait dengan persepsi. Hasil penelitian menemukan: (a) Nilai religi yang terkandung di dalam tayangan FTV Azab sudah tersampaikan, karena  nilai religi dalam FTV Azab sesuai dengan realita kehidupan  masyarakat sehari hari, sehingga masyarakat mudah mendapatkan banyak pelajaran dari nilai religi yang terkandung di dalam tayangan FTV Azab.(b) Nilai sosial yang terdapat di dalam tayangan FTV Azab mengingatkan masyarakat agar dapat menjaga silaturahmi antar sesama masyarakat. Nilai-nilai yang terkandung di dalam tayangan FTV azab juga dapat mengingatkan masyarakat akan adanya akibat dari suatu perbuatan, serta mengingatkan masyarakat untuk berbuat kebaikan. Abstract: The background of this study is the large number of people watching FTV Azab. The purpose of this study was to identify how people's perceptions of real and social values exist in FTV Azab. This type of research is a qualitative descriptive study. Data processing uses techniques developed by Mailes and Husberman. The data source that I use is the primary data source that is data obtained from the public and secondary data sources namely YouTube streaming and books related to perception. The results of the study found: (a) The religious values contained in the Azab FTV shows have been conveyed, because the religious values in the Azab FTV are in accordance with the realities of people's daily lives, so that the public easily gets many lessons from the religious values contained in the Azab FTV shows. (b) The social value contained in the FTV Azab program reminds the community to be able to maintain friendship between fellow citizens. The values contained in the FTV show doom can also remind the public of the consequences of an act, as well as remind people to do good.
Kritik Muhammad Thalib Terhadap Terjemahan Al-Qur’an Kementerian Agama Republik Indonesia Rahmad Hidayat
Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol 2, No 2 (2020): Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.584 KB) | DOI: 10.31958/istinarah.v2i2.2433

Abstract

Fokus pembahasan ini adalah pada dua terjemahan al-Qur’an: al-Qur’an dan terjemahannya oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (ATD) dan Tarjamah tafsîrîah oleh Muhammad Thalib (ATT). Metode yang digunakan adalah library research. Pembahasan dimulai dengan kemungkinan al-Qur’an diterjemahkan, penjelasan atas makna al-Qur’an, serta menelusuri metode ATD dan ATT. Dari pembahsan tersebut ditemukan; pertama, teks al-Qur'an adalah teks yang sakral, walaupun demikian, al-Qur'an dapat diterjemahkan secara harfîah atas makna ashlîah atau dengan metode tafsîrîah. Kedua, ATD dan ATT memiliki orientasi yang berbeda; orientasi ATD lebih kepada mempertimbangkan bahasa sumber (BSu) sehingga padanan yang sering dimunculkan adalah makna ashlîayah. Sedangkan orientasi ATT lebih kepada mempertimbangkan bahasa tujuan (BTu) sehingga padanan yang sering dimunculkan adalah makna tafsîrîah.
Fungsi Artistik Film Ujang Palasu Karya Kareta Production Randi Ramadhan; Riki Rikarno
Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol 2, No 2 (2020): Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.545 KB) | DOI: 10.31958/istinarah.v2i2.2545

Abstract

Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah fungsi artistik film Ujang Palasu. Tujuan pembahasan ini untuk mendeskripsikan bagaimana fungsi artistik film Ujang Palasu karya kareta production. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui observasi, dokumetasi dan wawancara. Pengelolaan data yang dilakukan secara deskriptif kualitatif. tugas dan fungsi artistik adalah Artistik film Ujang Palasu sudah mendekati dengan teori atau unsur-unsur artistik yang ada. Dimana artistik di film Ujang Palasu ini memeiliki setting, kostum, tata rias, pencahayaan yang masih standar atau apa adanya. Dan fungsi artistik di dalam film Ujang Palasu sudah mendekati dari fungsi artistik yang ada di teori-teori. Di film Ujang Palasu ini fungsi artistik nya sudah mendekati dengan fungsi artistik yang ada. 
Semiotika Pesan pada Film Dilan 1990 Vilsi Alfi Pratama; Refika Mastanora
Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol 2, No 2 (2020): Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.409 KB) | DOI: 10.31958/istinarah.v2i2.2578

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Semiotika Roland Barthes melalui pesan pada film Dilan 1990. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi dalam bentuk bedah film dan wawancara (interview) penonton khususnya Mahasiswa KPI IAIN Batusangkar serta menggunakan dokumentasi dalam bentuk gambar, video, scene atau adegan. Untuk mencapai tujuan peneliti ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis Roland Barthes, yaitu makna konotasi dan denotasi. Semiotika, adalah suatu ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda. Tanda-tanda adalah perangkat yang kita pakai dalam upaya berusaha mencari jalan di dunia ini, di tengah-tengah manusia dan bersama-sama manusia (Sobur, 2016:15-16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Film “Dilan 1990” banyak diminati oleh remaja dan terkenal dengan sisi keromantisannya, akan tetapi di balik keromantisan tersebut terdapat banyak polemik yang terjadi di masyarakat berkaitan dengan adegan-adegan yang menjadi simbol kekerasan dalam film tersebut. Simbol kekerasan dalam bentuk fisik, kekerasan struktural dan kekerasan simbolik.