cover
Contact Name
Muh. Nasir
Contact Email
perahubima@gmail.com
Phone
+6285253506723
Journal Mail Official
perahubima@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pemuda No. 65 RT.003 RW.001 Kel. Penataoi Kec. Mpunda, Kota Bima, NTB
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
ISSN : 28097661     EISSN : 28097750     DOI : https://doi.org/10.55784/juster
Core Subject : Science,
JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan menerbitkan hasil penelitian atau hasil karya ilmiah lainnya di bidang sains dan terapan. Adapun scope terbitan JUSTER meliputi Matematika dan IPA (Fisika, Kimia, Biologi), dan aplikasi sains bidang Matematika dan IPA. Terbit tiap bulan Januari, Mei dan Desember
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 164 Documents
Respon Tanaman Padi Hitam Cempo Ireng Aplikasi Pupuk Organik pada Fase Generatif Jumaria Nasution; Surya Handayani; Meiliana Friska; Siti Hardianti Wahyuni
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v5i2.2849

Abstract

Cempo Ireng merupakan varietas padi hitam lokal unggulan yang kaya akan antosianin dan antioksidan, namun sering terkendala oleh rendahnya prouksi serta siklus hidup yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai dosis pupuk organik dalam meningkatkan respon fase generatif pada padi Cempo Ireng pada. Penelitian ini dilakukan di Desa Pintupadang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas empat taraf perlakuan: K0 (kontrol), K1 (100 g), K2 (200 g), dan K3 (300 g) per tanaman perlakuan dengan tiga ulangan. Parameter yang diukur meliputi umur berbunga, panjang malai, dan berat gabah 100 butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik berpengaruh nyata terhadap seluruh Pmempercepat fase generatif  hasil tanaman perlakuan K3 300 g tanaman memberikan respons terbaik pada umur berbunga, umur panen, panjang malai, dan berat gabah 100 butir dibandingkan perlakuan lainnya. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa pupuk organik berpotensi meningkatkan efisiensi pemanfaatan hara dan mendukung pertumbuhan dan  fase generative pada padi hitam  cempo ireng  lebih optimal. Oleh karena itu, aplikasi pupuk organik dapat direkomendasikan sebagai salah satu strategi budidaya untuk meningkatkan produksi padi hitam Cempo Ireng secara berkelanjutan.
Hubungan Status Merokok dengan Karboksihemoglobin Darah Menggunakan Metode Ammonium Hidroksida Ibnu Muhariawan Restuaji; Alfatiana Nur Rahmawati
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v5i2.2841

Abstract

Merokok merupakan salah satu faktor risiko gangguan kesehatan karena asap rokok mengandung berbagai zat toksik, termasuk karbon monoksida (CO). CO memiliki afinitas tinggi terhadap hemoglobin sehingga membentuk karboksihemoglobin (COHb) yang dapat menghambat transport oksigen (O2) dalam darah. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji hubungan antara status individu sebagai perokok aktif maupun non-perokok dengan keberadaan COHb. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 20 responden yang terdiri atas 10 perokok aktif dan 10 non-perokok. Pemeriksaan COHb dilakukan secara kualitatif menggunakan ammonium hidroksida (NH4OH). Analisis hubungan antarvariabel dilakukan dengan menggunakan uji Chi-square dan Fisher’s Exact yang diolah melalui aplikasi jamovi. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh responden perokok aktif (100%) positif mengandung COHb, sedangkan pada kelompok non-perokok terdapat 4 responden (40%) dengan hasil positif dan 6 responden (60%) dengan hasil negatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa status merokok memiliki hubungan yang signifikan dengan keberadaan COHb, ditunjukkan oleh nilai signifikansi uji Chi-square (p = 0,003) dan Fisher’s Exact (p = 0,011). Dengan demikian, terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok dan keberadaan karbon monoksida dalam darah.
Analisis Beban Kerja dan Kebutuhan Tenaga Kerja Divisi Logistik Industri Manufaktur dengan Metode Full Time Equivalent Chatarina Dian Indrawati; Theresia Liris Windyaningrum; Petrus Setya Murdapa; Wahyu Prabawati Putri Handayani
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v5i2.2914

Abstract

Peningkatan volume pemesanan dan kompleksitas aktivitas logistik berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan beban kerja pada Divisi Logistik PT XYZ. Kondisi tersebut dapat berdampak pada keterlambatan penyelesaian pekerjaan, meningkatnya lembur, dan menurunnya kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis beban kerja dan menentukan kebutuhan tenaga kerja optimal menggunakan Workload Analysis (WLA) dengan pendekatan Full Time Equivalent (FTE). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 15 karyawan Divisi Logistik. Data waktu siklus diolah menjadi waktu normal dan waktu baku dengan mempertimbangkan performance rating dan allowance sebesar 7%. Selanjutnya dilakukan perhitungan beban kerja dan nilai FTE untuk setiap karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh karyawan memiliki nilai FTE di atas 1,00 yang mengindikasikan kondisi overload. Nilai FTE tertinggi terdapat pada staf pengadaan jasa dan investasi sebesar 2,65, diikuti staf gudang sebesar 2,43 dan staf logistik sebesar 1,92. Tingginya beban kerja terutama ditemukan pada aktivitas pengadaan dan pengelolaan gudang. Meskipun demikian, kebutuhan tenaga kerja tidak sepenuhnya mengikuti hasil pembulatan nilai FTE karena masih terdapat peluang redistribusi pekerjaan dan pengoptimalan aktivitas administratif. Berdasarkan hasil evaluasi, kebutuhan tenaga kerja optimal direkomendasikan bertambah 4 orang, terdiri atas 1 orang pada bagian logistik, 1 orang pada bagian ekspedisi dan gudang, serta 2 orang pada bagian pengadaan.
Pengaruh Teknik dan Frekuensi Irigasi terhadap Water Footprint, Pertumbuhan, dan Hasil Tumpangsari Jagung dengan Kacang Tanah di Lahan Kering I Ketut Ngawit; Anjar Pranggawan Azhari; Amrul Jihadi
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v5i2.2928

Abstract

Masalah yang sering dijumpai pada pengelolaan lahan kering adalah keterbatasan air irigasi. Meskipun tersedia sistem irigasi air tanah, tetapi teknologi ini masih membutuhkan energi listrik atau kurang ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis water footprint pada budidaya tumpangsari jagung dengan kacang tanah dengan menerapkan teknik irigasi konvensional, sprinkler dan bawah permukaan dengan prinsip irigasi evapotranspiratif menggunakan berbagai skenario tingkat frekuensi irigasi sehingga diperoleh  teknik irigasi terunggul dengan pemberia volume air yang optimal. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dua faktor perlakuan yaitu teknik irigasi yang terdiri atas 3 taraf, yaitu irigasi permukaan, overhead sprinkler dan bawah permukaan. Sedangkan faktor yang kedua tingkat frekuensi irigasi yang terdiri atas 5 taraf frekuensi penyiraman, yaitu: setiap 5, 10, 15, 20 dan 25 hari sekali. Irigasi bawah permukaan dengan frekuensi 10 hari menghasilkan kebutuhan air tertinggi (180,36 l m⁻²), hasil setara gabah tertinggi (2,98 kg m⁻²), dan water footprint 0,65 m³ kg⁻¹. Dibanding irigasi manual frekuensi 25 hari (hasil terendah 1,06 kg m⁻²), terjadi peningkatan hasil 182% (BNJ 0,05 = 0,1162). Irigasi sprinkler 10 hari memberikan hasil 2,91 kg m⁻² dengan water footprint 0,61 m³ kg⁻¹. Nilai water footprint antar perlakuan berbeda signifikan (BNJ 0,05 = 0,0323). Irigasi bawah permukaan dan sprinkler dengan frekuensi 5–10 hari (irigasi evapotranspiratif) secara signifikan meningkatkan evapotranspirasi aktual, efisiensi air, serta pertumbuhan dan hasil tanaman. Teknik irigasi  sprinkler dan bawah permukaan dengan volume frekuensi penyiraman setiap 10 hari sekali direkomendasikan untuk tumpangsari jagung-kacang tanah di lahan kering karena memberikan produktivitas tertinggi, meskipun water footprint cenderung lebih tinggi.