cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jihi3s.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27970132     DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um063
Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) is a journal focused on articles of research and community service in social sciences and humanities such as civics, laws, history, economics, sociology, geography, anthropology, politics, culture, religion, and also educational perspectives such as Citizenship Education, Geography Education, Sociology Education, Economic Education, Historical Education, Anthropological Education, Religious Education, Communication Studies for Educational Needs, Social Studies, and other relevant social sciences.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 5 (2023)" : 10 Documents clear
Efektivitas model Project Based Learning dengan pembelajaran outdoor dalam meningkatkan sikap peduli lingkungan peserta didik pada materi mitigasi bencana alam Ardianto Rose; Sumarmi Sumarmi; Marlina Marlina
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i5p452-460

Abstract

Human activity is one of the main triggers for environmental degradation in Indonesia. The level of disaster risk in an area can be affected by environmental damage that occurs in that area. In order to minimize the occurrence of natural disasters caused by human intervention, concern for the environment needs to be increased. For this reason, it is necessary to apply environmentally sound learning models and methods which are expected to be able to increase students' environmental care attitudes. This research was conducted with the aim of knowing the effectiveness of using the Project Based Learning model with outdoor learning to increase the environmental care attitude of class XI students in geography learning on disaster mitigation material. The type of approach applied in this research is quantitative with the research method in the form of quasi-experiments. By conducting a compare mean test through an independent sample t-test in both groups, a significance value of 0.829 was obtained. A significance value that is much greater than 0.05 illustrates that the experimental learning models and methods can improve students' environmental care attitudes. Based on these findings, it can be concluded that the use of project based learning models with outdoor learning has proven effective in increasing students' awareness of the environment, especially in material that discusses natural disaster mitigation in geography learning. Aktivitas manusia adalah salah satu pemicu utama terjadinya penurunan kualitas lingkungan di Indonesia. Tingkat resiko kejadian bencana di suatu wilayah dapat dipengaruhi oleh kerusakan lingkungan yang terjadi di wilayah tersebut. Demi meminimalisir terjadinya bencana alam yang disebabkan oleh campur tangan manusia maka kepedulian terhadap lingkungan perlu ditingkatkan. Untuk itu diperlukan penerapan model dan metode pembelajaran berwawasan lingkungan yang diharapkan mampu meningkatkan sikap peduli lingkungan peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui efektivitas penggunaan model Project Based Learning dengan pembelajaran outdoor dalam meningkatkan sikap peduli lingkungan peserta didik kelas XI pada pembelajaran geografi materi mitigasi bencana. Jenis pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode penelitian berupa eksperimen semu. Dengan melakukan uji compare mean melalui uji independent sample t-test di kedua kelompok diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,829. Nilai signifikasi yang jauh lebih besar dari 0,05 menggambarkan bahwa model dan metode pembelajaran yang dieksperimenkan dapat meningkatkan sikap peduli lingkungan peserta didik. Berdasarkan temuan tersebut maka dapat disimpulkan penggunaan model project based learning dengan pembelajaran outdoor terbukti efektif untuk meningkatkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan khususnya pada materi yang membahas mitigasi bencana alam dalam pembelajaran geografi.
Pemetaan tingkat risiko bencana tanah longsor di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Muhammad Sauki Al Farisy; Rudi Hartono; Purwanto Purwanto; Bigharta Bekti Susetyo
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i5p461-471

Abstract

The Wonosalam District, located in Jombang Regency, East Java Province, has a history of multiple landslides in the last 5 years. This is because the district is situated in the Mount Anjasmara Area which is part of a steep mountain range, resulting in a distinct geological structure and high degree of slope. This makes the district highly susceptible to landslides, particularly due to its location. To mitigate potential losses from disasters, a mapping of the landslide risk level has been created to proactively address the issue. The landslide risk mapping is based on a geographic information system that incorporates scoring, weighting, and overlay techniques. The scoring and weighting process is in accordance with Perka BNPB No. 2 of 2012 and has been modified to suit the local conditions on the ground. The landslide disaster risk mapping produced results indicating the risk levels in 9 villages in the Wonosalam District. Out of these, Galengdowo, Distance, and Carangwulung Villages were classified as having a medium risk level, while the remaining 6 villages (Wonomerto, Sambirejo, Wonosalam, Panglungan, Wonokerto, and Sumberjo) were considered to have a low risk level. Kecamatan Wonosalam yang terletak di Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, memiliki sejarah longsor dalam 5 tahun terakhir. Hal ini karena kabupaten ini terletak di Kawasan Gunung Anjasmara yang merupakan bagian dari rangkaian pegunungan yang terjal, sehingga menghasilkan struktur geologi yang khas dan kemiringan lereng yang tinggi. Hal ini membuat kabupaten ini sangat rentan terhadap tanah longsor, terutama karena lokasinya. Untuk memitigasi potensi kerugian akibat bencana, pemetaan tingkat risiko tanah longsor telah dibuat untuk secara proaktif mengatasi masalah tersebut. Pemetaan resiko tanah longsor didasarkan pada sistem data geografis yang mencampurkan metode skoring, pembobotan, serta overlay. Proses kajian serta pembobotan cocok dengan Perka BNPB Nomor. 2 Tahun 2012, serta sudah dimodifikasi cocok dengan keadaan setempat di lapangan. Pemetaan risiko bencana tanah longsor menghasilkan tingkat risiko di 9 desa di Kecamatan Wonosalam. Dari jumlah tersebut, Desa Galengdowo, Jarak, dan Carangwulung tergolong memiliki tingkat risiko sedang, sedangkan 6 desa lainnya (Wonomerto, Sambirejo, Wonosalam, Panglungan, Wonokerto, dan Sumberjo) tergolong memiliki tingkat risiko rendah.
Pengaruh politik terhadap dinamika musik rock n roll di Malang Tahun 1959–1992 Moh. Aldiansyah Prayogo; Lutfiah Ayundasari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i5p472-483

Abstract

This article discusses political influence on the rock n roll music which began from 1959 till 1992. Rock n roll music entered Malang through Australian radio many people who liked rock n roll music. Soekarno acted decisively and began to seriously deal with anything that smelled of foreign culture entering big cities in Indonesia, one of which was Malang. Malang musicians made music in the Soekarno era by uniting Western music with nationalist lyrics. Differences in policy can be seen in the Suharto era facing this. In the 1960s Suharto began to hold a series of performances featuring music that was prohibited during the Guided Democracy. This had an impact and gave birth to famous musicians and bands in Malang such as Ian Antono and Sylvia Saartje. The people of Malang in 1970 were very critical of music, especially rock n roll music, Malang was dubbed the barometer of Indonesian rock music in the 1970s. This article aims to find out the policies of Soekarno and Suharto on the dynamics of rock n roll music in Malang in 1959-1992. Artikel ini membahas tentang pengaruh politik terhadap Musik rock n roll yang dimulai pada tahun 1959-1992. Musik rock n roll mulai masuk di Malang melalui radio Australia dan tidak sedikit yang menyukai musik rock n roll. Melihat hal tersebut, Soekarno bertindak tegas dan mulai serius menghadapi apapun yang berbau budaya asing yang mulai masuk di kota-kota besar di Indonesia, salah satunya kota Malang. Musisi Malang bermusik pada era Soekarno dengan cara menyatukan musik Barat dengan lirik nasionalis. Perbedaan kebijakan dapat terlihat pada era Soeharto menghadapi hal tersebut. Pada dekade 1960-an Soeharto mulai mengadakan serangkaian pertunjukan yang menampilkan musik-musik yang dilarang pada masa Demokrasi Terpimpin. Hal tersebut berdampak dan melahirkan musisi dan band ternama di Malang seperti Ian Antono dan Sylvia Saartje. Masyarakat Malang tahun 1970 sangat kritis prihal musik terutama musik rock n roll, Malang di juluki barometer musik rock Indonesia pada tahun 1970-an. Artikel ini memiliki tujuan untuk mengetahui kebijakan Soekarno dan Soeharto terhadap dinamika musik rock n roll di Malang tahun 1959-1992.
Studi komparasi Model Guided Discovery learning dan Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir analitis siswa pada mata pelajaran Geografi Rissa Permata Sari; Fatiya Rosyida; Hadi Soekamto; I Komang Astina; Eka Anita Putri
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i5p484-495

Abstract

This study aims to determine differences in students' analytical thinking abilities using the Guided Discovery Learning model and the Problem Based Learning Model in Geography subject in high school. The ability to think analytically is important for students in learning geography because it is needed to analyze the spatial relations of a phenomenon. Discovery activities in this study made students gain new knowledge. The research is in the form of a quasi-experiment in the form of a posttest only control group design. This research was conducted at SMAN 4 Malang with a sample of X IPS 3 (experiment 1) and X IPS 4 (experiment 2) in the odd semester of 2022/2023. Measurement of analytical thinking ability through a description test according to indicators of analytical thinking ability. The data analysis technique used the t-test, previously the prerequisite tests were carried out, namely the normality and homogeneity tests. The results showed that there were differences in students' analytical thinking skills using the Guided Discovery Learning model and the Problem Based Learning model, this was indicated by the Sig. hypothesis test of 0.001 <0.05. The Guided Discovery Learning model is better than the Problem Based Learning Model for students' analytical thinking skills. This is evidenced by the average posttest score of experimental class 1 which received the learning treatment with the Guided Discovery Learning Model of 80.58. While the experimental class 2 which received the learning treatment with the Problem Based Learning Model obtained an average score of 72.71. Several factors influenced the average value of analytical thinking skills in experimental class 1 to be higher than in experimental class 2, namely the success of students in solving geographic problems through group investigations in the Guided Discovery Learning model and the aid of the learning media used, namely Sparkol Videoscribe. The application of the Guided Discovery Learning model and the Problem Based Learning Model requires a long time. Therefore, proper preparation and time management is required before implementation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menggunakan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning pada mata pelajaran Geografi di SMA. Kemampuan berpikir analitis penting dimiliki siswa dalam pembelajaran geografi karena dibutuhkan untuk menganalisis relasi keruangan dari suatu fenomena. Kegiatan penemuan dalam penelitian ini membuat siswa mendapatkan pengetahuan baru. Penelitian berupa quasi experiment bentuk posttest only control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 4 Malang dengan sampel X IPS 3 (eksperimen 1) dan X IPS 4 (eksperimen 2) pada semester ganjil 2022/2023. Pengukuran kemampuan berpikir analitis melalui tes uraian sesuai dengan indikator kemampuan berpikir analitis. Teknik analisis data menggunakan uji-t, sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menggunakan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning, hal ini ditunjukan dengan nilai Sig. uji hipotesis sebesar 0,001< 0,05. Model Guided Discovery Learning lebih baik dibandingkan Model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen 1 yang mendapat perlakuan pembelajaran dengan Model Guided Discovery Learning sebesar 80,58. Sedangkan kelas eksperimen 2 yang mendapatkan perlakuan pembelajaran dengan Model Problem Based Learning memperoleh rata-rata nilai sebesar 72,71. Beberapa faktor yang mempengaruhi rata-rata nilai kemampuan berpikir analitis kelas eksperimen 1 lebih tinggi daripada kelas eksperimen 2 adalah keberhasilan siswa dalam memecahkan permasalahan geografi melalui penyelidikan kelompok pada model Guided Discovery Learning dan bantuan media pembelajaran yang diterapkan yaitu Sparkol Videoscribe. Penerapan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning memerlukan waktu yang lama. Maka dari itu diperlukan persiapan dan pengelolaan waktu yang baik sebelum diimplementasikan.
Pengaruh tingkat pendidikan, beban tanggungan keluarga dan status pernikahan terhadap keputusan lansia masih bekerja pada sektor informal (studi wisata makam Bung Karno Kota Blitar) Febriana Adi Saputro; I Komang Astina; Nailul Insani; Fauzi Ramadhoan A'Rachman
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i5p496-504

Abstract

Expanding life anticipation has an affect on changes within the age structure of the populace, this condition results in an increment within the number of elderly individuals and the reliance proportion. The reason of this think about is to clarify: the impact of instruction level, family burden and conjugal status on the decision of the elderly to still work within the casual segment at Bung Karno's tomb visit, Blitar City. The investigate area is found in Bendogerit Town, Sananwetan Locale, Blitar City. This sort of investigate utilized a quantitative expressive inquire about strategy. The test utilized to conduct the inquire about comprised of 81 casual laborers comprising of 54 dealers, 17 pedicabs, and 10 others. Assurance of the respondent test was carried out by purposive examining strategy which is portion of non-probability inspecting. Information preparing is done with insights utilizing Chi Square. The comes about of the ponder based on factual tests found that the level of instruction and family burden had a sig. rise to to 0.00 both factors impact the choice of the elderly to still work, whereas the variable of conjugal status within the elderly encompasses a sig esteem. 0.09 that does not influence the choice of the elderly to work within the casual division at Bung Karno's tomb visit, Blitar City. Meningkatnya angka harapan hidup berdampak pada perubahan struktur usia penduduk, kondisi tersebut berakibat pada bertambahnya jumlah penduduk lansia dan rasio ketergantungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan: pengaruh tingkat pendidikan, beban tanggungan keluarga dan status pernikahan terhadap keputusan lansia masih bekerja pada sektor informal di wisata makam Bung karno Kota Blitar. Lokasi penelitian terletak di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Jenis penelitian yang dipakai menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan untuk melakukan penelitian terdiri dari 81 pekerja informal yang terdiri dari 54 responden pedagang, 17 responden becak wisata dan lain-lain sebanyak 10 responden. Penentuan sampel responden dilakukan dengan metode Purposive sampling yang merupakan bagian dari nonprobability sampling. Pengolahan data dilakukan dengan statistik menggunakan Chi Square. Hasil penelitian yang didasarkan uji statistik menemukan bahwa tingkat pendidikan dan beban tanggungan keluarga memiliki nilai sig sebesar 0.00 kedua variabel berpengaruh terhadap keputusan lansia masih bekerja, sedangkan variabel status pernikahan pada lansia memiliki nilai sig sebesar 0.09 bahwa tidak berpengaruh terhadap keputusan lansia bekerja pada sektor informal di wisata makam Bung Karno Kota Blitar.
Optimalisasi peran dan fungsi pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam pengembangan pariwisata peninggalan Kerajaan Majapahit Faradila Mutiara Hati; Ali Roziqin
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i5p505-516

Abstract

Tourism is an important sector in increasing regional income. Regional tourism development can also have an impact on the local environment by improving the welfare and economy of the surrounding community. This study aims to determine whether the tourism development efforts carried out by the Tourism Office on historical tourism objects have been running optimally. This optimization can be seen from the efforts that have been made by the Tourism Office of the Mojokerto Regency to produce changes to historical tourism objects which aim to maintain the historical heritage of the Majapahit Kingdom and as a source of learning for visiting tourists. This research is qualitative research with data obtained from direct interviews with the Head of the Tourism Attraction Section and the Head of the Tourism Promotion Section in the Tourism Sector of the Mojokerto Regency Tourism, Youth and Sports Office with 5 tourism objects studied, namely Brahu Temple, Bajang Ratu Temple, Temple Mice, Petirtaan Jolotundo, and the Majapahit Information Center (Trowulan Museum). The results of this study indicate that the development of the historical tourism sector is a form of business carried out by the Mojokerto Regency government to create tourism that has power which will later affect the surrounding environment. It can be said that the tourism development of the legacy of the Majapahit Empire carried out by the Tourism, Youth and Sports Office of the Mojokerto Regency has not run optimally. This can be seen from the decreasing public interest in traveling because tourism objects were closed at the beginning of the 2020 pandemic. Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam peningkatan pendapatan daerah. Pengembangan pariwisata daerah juga dapat berdampak pada lingkungan setempat dengan meningkatkan kesejahteraan hidup dan perekonomian masyarakat sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah upaya pengembangan pariwisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata terhadap objek pariwisata sejarah sudah berjalan optimal. Optimalisasi ini dapat dilihat dari upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Mojokerto menghasilkan perubahan terhadap objek pariwisata sejarah yang bertujuan untuk mempertahankan peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit dan sebagai sumber pelajaran bagi wisatawan yang berkunjung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan data yang diperoleh dari wawancara secara langsung dengan Kepala Seksi Daya Tarik Wisata dan Kepala Seksi Promosi Pariwisata Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Mojokerto dengan 5 objek pariwisata yang diteliti yaitu Candi Brahu, Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, Petirtaan Jolotundo, dan Pusat Informasi Majapahit (Museum Trowulan). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan sektor pariwisata sejarah yang merupakan bentuk usaha yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk menciptakan pariwisata yang memiliki daya yang nantinya akan berpengaruh terhadap lingkungan sekitar. Pengembangan pariwisata peninggalan Kerajaan Majapahit yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Mojokerto bisa dikatakan belum berjalan optimal. Hal ini dapat dilihat dari minat masyarakat dalam berwisata menurun dikarenakan objek pariwisata ditutup diawal pandemi tahun 2020.
Mekanisme survival pelaku UMKM dalam menghidupi ekonomi keluarga (studi kasus penjual pakaian di Pasar Gemek) Zulfatus Saroya; Syamsul Bakhri; M. Achwan Baharuddin
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i5p517-524

Abstract

MSMEs are the main source of family income so that their income affects how the family economy can be fulfilled. Called a business whose income is uncertain, MSME actors must think extra in fulfilling the family's economic survival mechanism. Qualitative research with this case study method aims to find out and analyze the survival mechanism applied by MSME clothing traders in the Gemek market. The results of the study are based on interview data to several MSME players clothing traders that have been carried out directly in the Gemek market. The results of the study were obtained if the average MSME actor of clothing traders has implemented a survival mechanism in the family economy. This is based on the interviewee taking odd jobs as well as some family members also doing work to meet the family's economic needs. This means that some MSME actors who sell clothing have implemented survival mechanisms using other self-help substitution alternatives. UMKM menjadi sumber utama penghasilan keluarga sehingga pendapatan nya mempengaruhi bagaimana ekonomi keluarga dapat terpenuhi. Disebut dengan usaha yang pendapatanya tidak menentu, pelaku UMKM harus berfikir extra dalam memenuhi mekanisme survival ekonomi keluarga. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis kualitatif dengan pendekatan studi kasus teori mekanisme survival James Schoot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis mekanisme survival yang diterapkan oleh pelaku UMKM pedagang pakaian di pasar Gemek. Hasil penelitian berdasarkan data wawancara kepada beberapa pelaku UMKM pedagang pakaian yang telah dilakukan secara langsung di pasar Gemek. Hasil penelitian didapat jika rata-rata pelaku UMKM pedagang pakaian telah menerapkan mekanisme survival dalam ekonomi keluarga. Hal ini didasarkan pada narasumber yang mengambil pekerjaan sambilan serta beberapa anggota keluarga juga melakukan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Berarti beberapa pelaku UMKM pedagang pakaian telah menerapkan mekanisme survival Menggunakan alternative substensi swadaya lain.
Peran guru dalam meningkatkan disiplin siswa di SMA Negeri 1 Motoling Muhammad Fajar Hidayat; Chelse V. Muyu; Romi Mesra
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i5p525-532

Abstract

Students still don't understand that character education can make them better individuals and not be rude to playmates or parents, let alone teachers. The purpose of this study was to determine the role of the teacher in improving student discipline at SMA Negeri 1 Motoling. This study used a qualitative research method or methods and data collection techniques in the form of observation and interviews. The results of this study indicate that the teacher's role in increasing student discipline when the teacher is serious is the one who prepares the basics of homework on each subject or subjects that require real interaction, communication, and collaboration between students. So while they have more control over setting daily routines, managing class assignments and monitoring their relationships with students, setting class rules, and managing reward structures, they have more freedom and less control. Siswa masih belum memahami bahwa pendidikan karakter dapat menjadikan mereka pribadi yang lebih baik dan tidak bersikap kasar kepada teman bermain atau orang tua, apalagi guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMA Negeri 1 Motoling. Penelitian ini menggunakan metode atau metode penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data berupa kegiatan observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa ketika guru bersungguh-sungguh adalah yang menyiapkan dasar-dasar pekerjaan rumah pada setiap mata pelajaran atau mata pelajaran yang memerlukan interaksi, komunikasi, dan kerjasama yang nyata antar siswa. Jadi, meskipun mereka memiliki kontrol lebih besar atas pengaturan rutinitas sehari-hari, mengelola tugas kelas dan memantau hubungan mereka dengan siswa, menetapkan aturan kelas, dan mengatur struktur penghargaan, mereka memiliki lebih banyak kebebasan dan lebih sedikit kontrol.
Pengaruh Model Hybrid-Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran geografi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bangil Nabila Munsarikha; Dwiyono Hari Utomo; Budijanto Budijanto; Sumarmi Sumarmi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i5p533-548

Abstract

This research is motivated by the lack of students' critical thinking skills in geography subjects. Students are only able to understand the theory and concepts but the application of real problems is still limited. The Hybrid-Problem Based Learning (PBL) model provides opportunities for students to actively learn to formulate problems. The type of research used is quasi-experimental with pretest-posttest control group design. Subjects were selected using purposive sampling technique. This study shows the results where the use of the Hybrid-PBL model in geography subjects has an effect on critical thinking skills. This result is evidenced by the results of the Independent Sample T-test which shows the value of sig. (2.tailed) 0.000 less than 0.05. Geography learning activities using Hybrid-PBL are suitable to be applied to help foster critical thinking skills, especially in the step of guiding group investigations because students participate in field observation activities to find relevant information and data to solve problems authentically. While at the initial stage, namely orienting the problem, students did pay close attention to the video, but to formulate problems and hypotheses had a few obstacles where they had not been able to formulate the problem correctly so that in this process needed a little direction from the teacher in order to determine the formulation of the problem and the appropriate hypothesis. The use of media in this stage is expected to be varied properly and appropriately so that students can overcome the difficulties encountered previously. Penelitian ini dilatarbelakangi masih minimnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran geografi. Siswa hanya mampu memahami mengenai teori serta konsep tetapi dalam penerapan masalah nyata masih terbatas. Model Hybrid-Problem Based Learning (PBL) memberi kesempatan bagi siswa supaya belajar aktif untuk merumuskan masalah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu quasi experiment dengan pretest-posttest control group design. Subjek dipilih dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menunjukkan hasil dimana penggunaan model Hybrid-PBL pada mata pelajaran geografi memberikan pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis. Hasil ini dibuktikan dari hasil uji Independent Sample T-test yang menunjukkan nilai sig. (2.tailed) 0,000 kurang dari 0,05. Kegiatan pembelajaran geografi menggunakan Hybrid-PBL sesuai diterapkan untuk membantu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis terutama pada langkah membimbing penyelidikan secara berkelompok dikarenakan siswa berpartisipasi dalam kegiatan pengamatan di lapangan untuk mencari informasi dan data yang relevan untuk memecahkan permasalahan secara autentik. Sedangkan pada tahapan awal yaitu mengorientasikan pada masalah siswa memang memperhatikan video dengan baik tetapi untuk membuat rumusan masalah dan hipotesis sedikit mengalami hambatan dimana mereka belum mampu merumuskan masalah dengan tepat sehingga pada proses ini membutuhkan sedikit arahan dari guru agar bisa menentukan rumusan masalah dan hipotesis yang sesuai. Penggunaan media dalam tahap ini diharapkan bisa divariasikan dengan baik dan tepat sehingga siswa dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi.
Peran Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Resort Wonokitri dalam pengelolaan ekowisata Edelweiss Park Desa Wonokitri Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan Denayu Grandis; Nur Hadi; Nanda Harda Pratama Meiji
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i5p549-558

Abstract

The tourism sector is one of the largest foreign exchange earning sectors for a country's economy. The development of the tourism aspect must of course also be balanced with benefits from an economic perspective and cultural integrity for the local community, or better known as Ecotourism. Bromo Tengger Semeru National Park (TNBTS) is one of the administrative areas under the auspices of the Ministry of Environment and Forestry, in which there is an ecotourism-based tourism village development program, namely the Edelweiss Ecotourism Park. The existence of this program cannot be separated from the role of the institutions carried out by the TNBTS so that the tourism management system can still be accountable for the preservation of its resources. The development of a tourist village initiated by TNBTS has a background of problems related to the preservation of Edelweiss flowers in the National Park area by using them for the customary needs of the local community which were previously imbalanced. This research was conducted with the aim of knowing the function of the role of elements of an institution and society in improving the community's economy through ecotourism at Edelweiss Park, Wonokitri Village, Tosari, Pasuruan. The method used in this study is qualitative to produce descriptive data in the form of words or utterances from individuals who are observed, then observed. This study concluded that the ecotourism village development program improved the community’s economy and the knowledge aspect of Edelweiss flower management. Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor penyumbang devisa terbesar bagi perekonomian suatu negara. Perkembangan aspek wisata tentunya juga harus diimbangi dengan adanya manfaat dari segi ekonomi serta keutuhan budaya bagi masyarakat setempat, atau yang lebih dikenal dengan istilah Ekowisata. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjadi salah satu kawasan wilayah administratif yang dinaungi oleh lembaga Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang didalam kawasannya terdapat program pengembangan desa wisata yang berbasis Ekoturisme yakni Ekowisata Edelweiss Park. Adanya program itu juga tidak lepas dari peran lembaga yang dilaksanakan oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru agar sistem pengelolaan kepariwisataan tetap bisa dipertanggungjawabkan terhadap kelestarian sumberdayanya. Pengembangan desa wisata yang diinisiasi oleh TNBTS mempunyai latar belakang permasalahan yang berkaitan dengan pelestarian bunga Edelweiss dalam kawasan Taman Nasional dengan pemanfaatannya untuk keperluan adat masyarakat setempat yang dahulu belum berimbang. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui fungsi peran elemen suatu lembaga dan masyarakat dalam peningkatan perekonomian masyarakat melalui ekowisata Taman Edelweiss Desa Wonokitri Tosari Pasuruan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif untuk menghasilkan berupa data deskriptif kata-kata atau ucapan dari individu yang diamati, kemudian diobservasi. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa dari program pengembangan desa ekowisata mampu meningkatkan perekonomian masyarakat serta aspek pengetahuan pengelolaan bunga Edelweiss.

Page 1 of 1 | Total Record : 10