cover
Contact Name
Bayu Koen Anggoro
Contact Email
Publisher@um.ac.id
Phone
+6282124960909
Journal Mail Official
admin.jolla@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang no. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA)
ISSN : 27970736     EISSN : 27974480     DOI : https://doi.org/10.17977/um064
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts is a double-blind peer-reviewed journal published monthly (pISSN 2797-0736 eISSN 2797-4480). This journal publishes scientific articles on language, literature, library information management, and arts. It publishes empirical and theoretical studies in the form of original research and case studies from various perspectives. Articles can be written in English, Indonesian, and other foreign languages.
Articles 277 Documents
Peran Penari Patra dalam Penyajian Reyog Ki Onggopati Desa Plunturan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo Purwadita, Fika Ardelia Candra; Hidajat, Robby
Journal of Language Literature and Arts Vol. 5 No. 8 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v5i82025p911-920

Abstract

Artikel ini membahas Reyog Ponorogo sebagai seni pertunjukan tradisional dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang merepresentasikan identitas budaya lokal dan telah mengalami berbagai perubahan seiring perkembangan zaman. Salah satu elemen penting dalam pertunjukan Reyog adalah tokoh Patra, yang kini semakin jarang ditampilkan dan berada di ambang kepunahan. Padahal, tokoh Patra memiliki kekhasan tersendiri dalam struktur pertunjukan Reyog. Saat ini, hanya satu grup yang secara konsisten menampilkan tokoh tersebut, yaitu paguyuban Reyog Ki Onggopati di Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran tokoh Patra dalam pertunjukan Reyog Ki Onggopati serta memahami perubahan fungsi dan makna penyajiannya dalam konteks budaya modern. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dengan narasumber kunci, observasi langsung terhadap pertunjukan, serta kajian dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun peran tokoh Patra telah mengalami transformasi, ia tetap memegang peranan sentral dalam penyampaian cerita dan nilai budaya. Tokoh Patra menjadi simbol pelestarian tradisi yang mampu menjembatani antara nilai-nilai lama dan tuntutan zaman.
Pengembangan E-Module Berbasis Flipbook pada Pembelajaran Seni Musik Barat untuk Kelas XI Puspita, Karisma Mega; Widyawati, Ika Wahyu
Journal of Language Literature and Arts Vol. 5 No. 8 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v5i82025p878-892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-module berbasis flipbook sebagai media pembelajaran dalam mata pelajaran seni musik Barat untuk siswa kelas XI-9 di SMAN 1 Kandangan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap materi seni musik Barat akibat penggunaan bahan ajar konvensional yang kurang menarik dan tidak interaktif. Oleh karena itu, diperlukan inovasi media pembelajaran yang dapat menstimulus semangat belajar siswa, salah satunya melalui e-module berbasis flipbook yang memadukan unsur visual, audio, dan interaktivitas. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang meliputi lima tahap: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. E-module yang dikembangkan memuat materi seni musik Barat secara sistematis, dilengkapi dengan fitur multimedia seperti audio musik, video pembelajaran, ilustrasi visual, serta latihan interaktif yang dapat meningkatkan pemahaman siswa. Hasil uji coba menunjukkan bahwa penggunaan e-module ini mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, memperkaya pengalaman belajar, serta mempermudah guru dalam menyampaikan materi. Tanggapan dari siswa dan guru sangat positif, baik dari segi konten, tampilan, maupun kemudahan penggunaannya. Dengan demikian, e-module berbasis flipbook ini dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran alternatif di kelas.
Implementasi Permainan Bisik-Bisik Berantai dalam Pembelajaran Maharah Istima’ untuk Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Dengar Siswa Kelas X MAN Mabrukah, Marwah
Journal of Language Literature and Arts Vol. 5 No. 8 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v5i82025p893-902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode permainan bisik berantai sebagai media pembelajaran maharah istima’ dalam meningkatkan konsentrasi dan daya dengar siswa kelas X di Madrasah Aliyah Negeri 2 Blitar. Metode ini dipilih karena melibatkan aktivitas menyimak secara aktif dalam suasana pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan bisik berantai secara signifikan mampu meningkatkan kemampuan konsentrasi siswa serta pemahaman terhadap pesan lisan dalam bahasa Arab. Suasana kelas menjadi lebih hidup, kolaboratif, dan mendorong partisipasi aktif siswa. Meskipun demikian, implementasi metode ini masih menemui kendala, antara lain keterbatasan penguasaan kosakata bahasa Arab pada sebagian siswa dan kondisi kelas yang kurang kondusif. Namun, kelebihan metode ini terlihat dari meningkatnya antusiasme siswa, pelafalan kosakata yang lebih tepat, serta kemudahan guru dalam menilai pemahaman siswa selama proses pembelajaran. Dengan demikian, permainan bisik berantai dapat dijadikan alternatif media pembelajaran yang efektif dalam pengembangan keterampilan menyimak bahasa Arab.
Keefektifan Penggunaan Media Kuis Kahoot dalam Meningkatkan Kosakata Bahasa Inggris Siswa Kelas XI di MAN Rahma, Kishi Ananta
Journal of Language Literature and Arts Vol. 5 No. 8 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v5i82025p869-876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan media kuis Kahoot dalam meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa kelas XI di MAN 2 Blitar. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat dan kemampuan siswa dalam menguasai kosakata, padahal kosakata merupakan komponen penting dalam penguasaan bahasa. Penelitian ini menggunakan desain Classroom Action Research (CAR) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data mencakup tes awal dan tes akhir kosakata, observasi kelas, serta wawancara dengan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan kosakata setelah penerapan Kahoot. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 65 pada tes awal menjadi 88 pada tes akhir siklus kedua. Selain memberikan hasil belajar yang lebih baik, penggunaan Kahoot juga berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan kompetitif, yang berdampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Dengan demikian, media kuis Kahoot terbukti efektif sebagai sarana inovatif dalam pembelajaran kosakata bahasa Inggris di jenjang pendidikan menengah atas.
Literasi Visual sebagai Dasar Kecakapan Bermedia Sosial bagi Remaja di Era Digital Ardiningrum, Qanita; Salmah; Inawati
Journal of Language Literature and Arts Vol. 5 No. 8 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v5i82025p903-910

Abstract

Perkembangan teknologi dan internet tidak secara otomatis menjadikan individu cakap dalam menafsirkan maupun memproduksi media visual. Perdebatan yang muncul di media sosial seringkali bukan hanya disebabkan oleh perbedaan sudut pandang, tetapi juga oleh konten visual yang menyesatkan. Salah satu penyebab utamanya adalah rendahnya kemampuan literasi visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pentingnya aspek-aspek literasi visual sebagai dasar dalam berinteraksi dan memahami konten visual di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan analisis konten terhadap salah satu unggahan akun X @tanyakanrl serta survei digital kepada mahasiswa Ilmu Perpustakaan mengenai interaksi mereka dengan konten visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa tertarik pada visual yang menarik secara estetis, mereka masih mengalami kesulitan dalam memahami konteks dan memverifikasi kebenaran informasi visual yang mereka terima. Kesimpulannya, literasi visual merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki sebagai bagian dari kecakapan digital dalam bermedia sosial. Literasi ini dapat melindungi individu dari dampak negatif konten visual yang menyesatkan serta mendorong terbentuknya pola pikir kritis, etis, dan kontekstual dalam mengonsumsi maupun menyebarkan informasi di era dominasi media visual saat ini.
Assessing the influence of teachers’ teaching experience and educational qualification on the use of oral tradition in teaching Igbo language in secondary schools in South-East Nigeria Ndibe, Princess Ngozi
Journal of Language Literature and Arts Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v6i12026p77-91

Abstract

The declining use of indigenous languages among younger generations and the increasing reliance on textbook-based instruction have raised concerns about the sustainability of the Igbo language and its cultural heritage. This study examined the influence of teacher-related factors on the integration of oral tradition in Igbo language instruction at the secondary school level. A descriptive survey design was employed. The population comprised public secondary school Igbo language teachers, from which 500 respondents were selected using multistage sampling techniques. Data were collected using a validated questionnaire, and reliability was established through Cronbach’s alpha coefficient. Data analysis involved mean, standard deviation, and analysis of variance (ANOVA) using SPSS, with hypotheses tested at the 0.05 level of significance. The findings revealed a moderate level of oral tradition integration in Igbo language teaching. Folktales, storytelling, songs, and chants were more frequently utilized than proverbs and student-centered practice activities. Educational qualification significantly influenced teachers’ integration of oral tradition, whereas teaching experience showed no significant effect. Teachers generally perceived oral tradition as effective in enhancing students’ interest, retention, confidence, and academic performance, although its contribution to vocabulary development was comparatively lower. Major challenges identified included time constraints, inadequate curricular support, resource demands, and limited student interest. The study concludes that strengthening teacher training and continuous professional development is essential for enhancing the integration of oral tradition in Igbo language instruction, thereby supporting cultural preservation and improving learning outcomes.
Motif parang barong sebagai inspirasi penciptaan tote bag rajut dengan teknik Crochet Rahmah, Farah Mawaddatur; Ratnawati, Ike
Journal of Language Literature and Arts Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v6i22026p127-154

Abstract

Motif Parang Barong merupakan salah satu warisan budaya Jawa yang sarat akan makna filosofis tentang keteguhan, kebijaksanaan, dan kepemimpinan. Dalam konteks kehidupan modern, nilai-nilai tersebut diangkat kembali melalui penciptaan karya kriya terapan berupa tote bag rajut dengan teknik crochet. Karya ini tidak hanya berfungsi sebagai upaya pelestarian budaya, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dengan menghadirkan alternatif tas yang ramah lingkungan, tahan lama, dan dapat digunakan berulang kali. Tujuan utama penciptaan ini adalah menghasilkan tote bag rajut bermotif Parang Barong yang mampu memadukan unsur tradisional dan modern dalam satu rancangan desain yang fungsional, estetis, dan relevan dengan gaya hidup masyarakat masa kini. Proses penciptaan mengacu pada model penciptaan Alma M. Hawkins yang meliputi tiga tahapan, yaitu eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Tahap eksplorasi difokuskan pada penemuan ide dan konsep visual, tahap improvisasi dilakukan untuk mengembangkan desain dan pola rajut, sedangkan tahap pembentukan merupakan proses realisasi karya hingga mencapai bentuk akhir. Hasil penciptaan berupa enam karya tote bag rajut berjudul Suryakanti, Wulan Sogan, Sariane, Tanarupa, Jayengkara, dan Larasmita yang memadukan nilai-nilai budaya Jawa dengan estetika kriya modern. Karya ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya lokal, memperluas inovasi seni kriya berbasis kearifan tradisional, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan produk yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.