cover
Contact Name
Umar Tangke
Contact Email
khakafart@yahoo.com
Phone
+6282231453888
Journal Mail Official
khakafart@yahoo.com
Editorial Address
Kampus Terpadu Univ. Muhammadiyah Maluku Utara, Kel. Sasa, Kec. Ternate Selatan.Provinsi Maluku Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : 10.52046
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, is a periodical journal as a means of scientific communication and disseminates research results. Field studies in agribusiness and fisheries, aquaculture, management and utilization of fisheries resources. Manuscripts in journals do not always reflect the opinion of the University of Muhammadiyah University of North Maluku (UMMU) Ternate or its affiliated institutions. The editorial board can abbreviate or refine the manuscript to be loaded without changing its intentions and contents.
Articles 529 Documents
Tingkat Kematangan Gonad Kepiting Bakau (S. Serrata, S. Paramamosain dan S. 0livacea) di Perairan Pantai Desa Mayangan Kab. Subang Jawa Barat H. Serosero, Rugaya
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 1 No. 1 (2008): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.821 KB) | DOI: 10.52046/agrikan.v1i1.1077

Abstract

Tingkat kematangan gonad merupakan tahap tertentu perkembangan gonad sebelum dan sesudah pemijahan. Perkembangan gonad yang semakin rnatang merupakan bagian dart reproduksi sebelum terjadi pemijahan. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan gonad kepiting bakau hasil tangkapan di perairan pantai Desa Mayangan. Hasil pengamatan secara morfologis dan histologis menunjukan bohwa komposisi TKG kepiting bakau hasil tangkapan kepiting terdiri atas TKGJ: 54.90%, kemudian TKGII: 31.02%, TKGIIJ: 11.43%, TKGJV: 1.84% danpada TKG ke V: 1.84%. Tingkat kematangan gonad II dan Ill ditemukan pada seluruh bu/an pengamatan di seluruh stasiun, sedangkan tingkat kematangan gonad JV dan V hanya ditemukan pada stasiun IIIB dan di bu/an Maret, April dan Mei dalamjumlah sedikit.
Studi Kelayakan Finansial Budidaya Durian (Durio zibethinus) Studi Kasus Di Cesa Rutah Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah Lakamisi, Haryati
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 1 No. 1 (2008): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.856 KB) | DOI: 10.52046/agrikan.v1i1.1078

Abstract

Durian (Durio zibethinus) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki prospek cu/cup cerah untuk menjadi unggulan, baik untuk tujuan ekspor maupun kebutuhan dalam negeri. Hal ini disebabkan karena pasar buah durian (yang disebut king offruit) masih sangat luas, selain hargajualnya tergolong tinggi. Penelitian dilakukan di Desa Rutah Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian bertujuan untuk menilai kelayakan usaha perkebunan durian melalui analisis financial dengan menghitung Internal Rate of return (IRR), Net Present Value (NPV), Net Benfit-Cost Ratio (Net B/C Ratio) dan Pay back Period Dari perhitungan NPV diperoleh nilai total sebesar 40.859.956,351 pada discount factor 19 %, yang berarti NPV > 0 maka usaha budidaya durian menguntungkan dan layak diusahakan. Sedangkan Net BIC Ratio dengan discount factor 19 % diperolen hasil I, 78 yang berarti Net BIC Ratio > I, maka budidaya durian layak untuk di usahakan. Untuk Internal Rate of Return (IRR) diperoleh hasil sebesar 18 % pada discount Factor 12 % dan 14 %, yang berarti IRR > Social Discount Rate, maka bunga modal lebib tinggi dibandingkan dengan suku bunga bank yang ber/aku pada bank pemerintah yaitu 17 %, maka usaha budidaya durian layak di usahakan. Payback Period dicapai pada tahun ke-5 karena besar keuntungan sudah dapat mengemba/ikan biaya produksi yang telah di keluarkan dengan keuntungan sebesar Rp. 60. 692. 620, 00.
Teknik Pengembangan Usaha Budidaya Udang Air Payau Laetje, Kadri; Tangke, Umar
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 1 No. 1 (2008): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.462 KB) | DOI: 10.52046/agrikan.v1i1.1079

Abstract

Budidaya udang windu merupakan alternatif yang tepat meski dikembangkan dengan sistem pemberdayaan masyarokat pedesaan pesisir dan pulau-pulau kecil di Maluku Utara, pengembangan budidaya dengan menerapkan tiga ha/ utama yaitu ; optimalisasi sumber daya a/am, kelestarian lingkungan, peningkatan pendapatan masyarakat Daerah obi merupokan salah satu daeroh pengembangan usaha budidaya karena mempunyai daya dukung daerah yang sangat baik, dengan penggunaan teknik pengembangan usaha budidaya udang air payau ini diharapkan dapat menjadi acuan, bagi pemerintah, masyarakat dalam pengembangan usaha budidaya udang windu di daeroh tersebut. Teknik pengembangan ini terbagi atas beberapa bagian yaitu Program usaha budidaya udang windu; Teknik pengembangan dan seleksi benih dan Teknik penanganan pasca panen
Sistem Usaha Tani Terintegrasi Tanaman-Ternak Hamka, Hamka
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 3 No. 1 (2010): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.554 KB) | DOI: 10.52046/agrikan.v3i1.1080

Abstract

Sistem usaha tani terintegrasi antara tanaman dan ternak telah lama dilakukan oleh rumah tangga petani di Indonesia, terutama di pedesaan. Umumnya rumah tangga petani menggunakan persediaan makanannya untuk mencukupi konsumsi sendiri dan selebihnya dijual. Karakteristik yang dijumpai pada petani tersebut adalah melakukan usaha tani campuran dalam upaya mendapatkan keuntungan yang maksimal dan meminimalkan risiko. Ada empat model penerapan sistem usaha tani campuran, yaitu: 1) sistem yang dipraktekkan secara alami dan turun-temurun oleh petani setempat, 2) sistem usaha tani tanpa melibatkan ternak, 3) sistem usaha tani ternak, dan 4) system usaha yang berbasis pada sumber daya lahan, tenaga kerja, dan modal. Masing-masing sistem usaha tani tersebut memiliki risiko dan ketidakpastian usaha di masa yang akan datang. Beberapa risiko mendasar pada sistem usaha tani adalah risiko produksi, risiko usaha dan finansial, serta risiko kerusakan. Dari risiko mendasar tersebut, dengan menggunakan perhitungan sistem fungsional, usaha tani terintegrasi tanaman-ternak mempunyai peluang risiko yang minimal.
Ekosistem Padang Lamun: (Manfaat, Fungsi dan Rehabilitasi) Tangke, Umar
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 3 No. 1 (2010): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.355 KB) | DOI: 10.52046/agrikan.v3i1.1081

Abstract

Ekosistem pesisir umumnya terdiri atas 3 komponen penyusun yaitu lamun, terumbu karang serta mangrove. Bersama-sama ketiga ekosistem tersebut membuat wilayah pesisir menjadi daerah yang relatif sangat subur dan produktif. Komunitas Lamun sangat berperan penting pada fungsi-fungsi biologis dan fisik dari lingkungan pesisir. Pola zonasi padang lamun adalah gambaran yang berupa rangkaian/model lingkungan dengan dasar kondisi ekologis yang sama pada padang lamun. Aktivitas manusia di sekitar pesisir dapat berupa pertanian, peternakan dan pelabuhan tradisional serta pemukiman penduduk. Oleh karena aktivitas manusia yang tidak memperhatikan lingkungan pesisir akan mengakibatkan perubahan komunitas lamun sebagai penunjang ekosistem pesisir. Banyak kegiatan pembangunan di wilayah pesisir telah mengorbankan ekosistem padang lamun, seperti kegiatan reklamasi untuk pembangunan kawasan industri atau pelabuhan ternyata menurut data yang diperoleh telah terjadi pengurangan terhadap luasan kawasan padang lamun, Sehingga pertumbuhan, produksi ataupun biomasanya akan mengalami penyusutan. Di sisi lain masih kurang upaya yang kita berikan untuk menyelamatkan ekosistem ini. Meskipun data mengenai kerusakan ekosistem padang lamun tidak tersedia tetapi faktanya sudah banyak mengalami degradasi akibat aktivitas di darat. Sebagai sumber daya pesisir, ekosistem padang lamun memiliki multi fungsi untuk menunjang sistem kehidupan dan berperan penting dalam dinamika pesisir dan laut, terutama perikanan pantai sehingga pemeliharaan dan rehabilitasi ekosistem lamun merupakan salah satu alasan untuk tetap mempertahankan keberadaan ekosistem tersebut.
Dampak Pemanasan Global Terhadap Ekosistem Pesisir Dan Lautan Latuconsina, Husain
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 3 No. 1 (2010): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.468 KB) | DOI: 10.52046/agrikan.v3i1.1082

Abstract

Fenomena pemanasan global dan menipisnya lapisan Ozon akibat peningkatan emisi gas rumah kaca secara berlebihan di atmosfer melalui penggunaan bahan bakar fosil, deforestasi dan aktivitas manusia lainnya, telah berdampak negatif bagi keberlanjutan ekosistem pesisir dan lautan, diantaranya; (i) komunitas terumbu karang mengalami pemutihan (coral bleaching) sehingga menurunkan produksi perikanan karang (ii) meningkatnya radiasi ultraviolet-B yang masuk ke perairan sehingga menghambat proses fotosintesis dan pertumbuhan fitoplankton sebagai produsen primer dan penyerap CO2 terbesar di perairan laut, (iii) terancamnya hewan laut dari kepunahan akibat meningkatnya suhu dan penurunan salinitas perairan laut, dan (iv) naiknya permukaan laut akibat mencairnya es di kawasan kutub bumi dapat merendam kawasan pesisir dan menenggelamkan pulau-pulau kecil. Semuanya berpotensi mengancam keberlangsungan eksositem pesisir dan lautan sebagai penyangga kehidupan manusia. Untuk itu upaya menekan laju pemanasan global dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan mengurangi tingginya tingkat deforestasi serta minimalisasi aktivitas lainnya yang menghasilkan emisi gas rumah kaca secara berlebihan merupakan tindakan nyata yang harus segera dilakukan sebelum semuanya terlambat.
Strategi Pemasaran Telur Ayam Di Ud Satwa Tani Kota Ternate La Kamisi, Haryati
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 3 No. 1 (2010): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.211 KB) | DOI: 10.52046/agrikan.v3i1.1083

Abstract

Analisis lingkungan internal mencakup kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weakness) produk bersumber dari penilaian internal perusahaan dan untuk lebih valid juga perlu ada penilaian oleh pihak konsumen. Konsumen dapat menilai kelebihan dan kekurangan 4P (Produk, promotion, place, price) secara netral. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mengatahui tanggapan/respon masyarakat terhadap produk telur ayam; 2) mengetahui kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang perusahaan dalam memasarkan telur ayam; dan 3) merumuskan strategi pemasaran yang diterapkan oleh perusahaan untuk memasarkan produk telur ayam. Metode analisis yang digunakan adalah anaisis deskriptif, analisis kuantitaif yang meliputi: 1) Matrik Faktor Strategi Eksternal; 2) Matrik Faktor Strategi Internal, Analisis SWOT(Strengths, Weakness, Opportunity, Threats). Kekuatan yang dimiliki dalam pemasaran telur ayam di UD. SATWA TANI adalah rasa yang enak, harga yang murah, pelayanan yang baik, lokasi yang strategis. Kelemahan yang dimiliki dalam pemasaran telur ayam di UD. SATWA TANI adalah ukuran telur yang kecil, warna kulit telur yang keputih-putihan, ketebalan kulit telur yang tipis. Peluang yang dimiliki dalam pemasaran telur ayam di UD SATWA TANI adalah tidak terpenuhinya permintaan pasar, terpenuhinya gizi masyarakat, minimalisasi anggaran rumah tangga. Ancaman yang dimiliki dalam pemasaran telur ayam adalah respon masyarakat terhadap telur ayam dan tersedianya telur ayam yang tidak menentu.Strategi pemasaran yang ideal setelah dilakukan analisa SWOT yang disesuaikan dengan analisa matrik faktor strategi internal-eksternal pemasaran telur ayam adalah srategi S-O (Strength-Opportunities), yaitu dengan mempertahankan dan meningkatkan pelayanan di depo sentral, meningkatkan kualitas produk. Dengan strategi tersebut diharapkan konsumen dapat bertahan dan dapat menarik konsumen baru.
Kajian Marjin Pemasaran Kopra Di Kecamatan Oba Di Kota Tidore Kepulauan Drakel, Arman
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 3 No. 1 (2010): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.468 KB) | DOI: 10.52046/agrikan.v3i1.1084

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besarnya margin yang diperoleh setiap lembaga pemasaran dan efesiensi pemasaran pada setiap saluran pemasaran serta faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya marjin pemasaran di dalam proses pemasaran kelapa biji, kopra dan minyak kelapa di Kecamatan Oba. Penelitian ini untuk melihat populasi petani kelapa dan pedagang yang terlibat dalam rantai pemasaran kopra di Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan. Penarikan sampel dilakukan secara Purposive sampling yaitu sebagai subyek dari populasi guna dijadikan responden sebanyak 20 orang petani kelapa di empat (4) desa, Kecamatan Oba yaitu Desa Gita, Desa Toseho, Desa Payahe dan Desa Kusu Sinopa yaitu 4 orang pengumpul kelapa dan 6 orang pedagang kopra. Semua sampel di atas terlibat dalam rantai pemasaran dan dianggap mewakili populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dalam proses pemasaran kopra di Kecamatan Oba, marjin terbesar diperoleh yaitu pedagang pengecer dan pedagang pengumpul ke Kabupaten. (2) Saluran emasaran yang efisien dalam proses pemasaran kopra di Kecamatan Oba adalah pemasaran II, yang masing-masing memperoleh presentase yang lebih rendah dibanding presentase pada saluran pemasaran I, (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya marjin pemasaran kopra adalah biaya pemasaran dan keuntungan pemasaran, sebab nilai t-hitung kedua variabel tersebut lebih besar dibanding t-tabel.
Pendugaan Stok Ikan Tongkol Di Selat Makassar Sulawesi Selatan H.P. Melmambessy, Edy
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 3 No. 1 (2010): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.146 KB) | DOI: 10.52046/agrikan.v3i1.1085

Abstract

Ikan tongkol termasuk dalam golongan ikan tuna kecil, dan selalu bergerombol. Jenis ikan tongkol yang ada di Selat Makassar Sulawesi Selatan adalah Euthynnus affinis, Auxis thazard, dan Auxis rochei. Data produksi tahun 1999-2007 Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan produksi dan jumlah nelayan untuk melakukan penangkapan ikan tongkol. Permintaan ikan yang meningkat tentu berpengaruh positif bagi peningkatan pendapatan nelayan, namun perlu disadari bahwa peningkatan permintaan sumberdaya tersebut selalu diikuti tekanan untuk melakukan eksploitasi semakin intensif. Tujuan penulisan adalah untuk mengetahui nilai lestari-Maksimum Sustainable Yield (MSY) dan Effort Optimal (Fopt.) ikan tongkol di perairan Selat Makassar Sulawesi Selatan serta mengetahui apakah telah terjadi over fishing atau belum dalam pemanfaatan ikan tongkol. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei 2010 bertempat di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan dengan cara menganalisis data sekunder tahun 1999 sampai 2007 yang diperoleh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan dengan model Schaefer dan Fox. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa : 1) nilai lestari (MSY) ikan tongkol di Selat Makassar Sulawesi Selatan adalah 4.069,75 ton per tahun dengan penangkapan optimum (Fopt.) 1.666.666,67 trip per tahun. 2) Keberadaan populasi ikan Tongkol di perairan Selat Makassar Sulawesi Selatan telah mengalami over fishing, dimana hasil penangkapan pada tahun 2007 sebesar 6.139.6 ton telah melewati nilai lestari (MSY) ikan tongkol sebesar 4.069,75 ton per tahun.
Identifikasi Gulma Pada Areal Pertanaman Cengkeh (Eugenia aromatica) Di Desa Nalbessy Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan Hamid, Iskandar
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 3 No. 1 (2010): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.675 KB) | DOI: 10.52046/agrikan.v3i1.1086

Abstract

Kemampuan tanaman bersaing dengan gulma ditentukan oleh spesies gulma, kepadatan gulma, saat dan lama persaingan, cara budidaya dan varietas yang ditanam, serta tingkat kesuburan tanah. Perbedaan spesies akan menentukan kemampuan bersaing karena perbedaan sistem fotosintesis, kondisi perakaran dan keadaan morfologinya. Spesies gulma yang tumbuh cepat, berhabitat besar, dan memiliki metabolisme efisien akan menjadi gulma berbahaya bagi tanaman cengkeh. Persaingan gulma pada awal pertumbuhan akan mengurangi kuantitas hasil, sedangkan persaingan dan gangguan gulma menjelang panen berpengaruh besar terhadap kualitas hasil dari tanaman cengkeh. Perbedaan cara penanaman, laju pertumbuhan dan umur varietas yang ditanam, dan tingkat ketersediaan unsur hara juga akan menentukan besarnya persaingan gulma dan tanaman utama yaitu cengkeh. Prinsip pengendalian gulma pada areal pertanaman cengkeh di Desa Nalbessy Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan adalah dengan menekan jumlah populasi gulma sampai ke tingkat yang secara ekonomi tidak merugikan bagi petani cengkeh di Desa Nalbessy. Pengendalian gulma yang dilakukan oleh petani cengkeh di Desa Nalbessy adalah dengan cara, pengendalian secara mekanis dan tradisional yaitu, usaha menekan pertumbuhan gulma dengan cara merusak bagian-bagian gulma sehingga gulma tersebut mati atau pertumbuhannya terhambat

Page 11 of 53 | Total Record : 529