cover
Contact Name
I Gede Yoga Permana
Contact Email
jurnalprabavidya@gmail.com
Phone
+6287762000182
Journal Mail Official
jurnalprabavidya@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pulau Timor Nomor 24 Banyuning, Buleleng, Bali.
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Prabha Vidya
ISSN : -     EISSN : 28291964     DOI : https://doi.org/10.36663
Fokus dan ruang lingkup Praba Vidya adalah Ilmu Komunikasi, meliputi kajian media dan jurnalistik, kajian audio broadcasting serta audiovisual, kajian kehumasan, dan kajian periklanan yang beraitan dengan Agama Hindu. Namun tidak menutup untuk kajian-kajian yang berkaitan dengan ilmu komunikasi lainnya seperti desain komunikasi visual, komunikasi pemasaran, komunikasi kesehatan, psikologi komunikasi, dan sosiologi komunikasi.
Articles 36 Documents
Contextual Teaching and Learning Berbasis Ajaran Catur Guru Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Mastiningsih, Ni Nyoman; Sriasih, Ni Wayan
Prabha Vidya Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakThis research aims to increase learning activities and achievements in Hindu religious education and character in class IX students at Mutiara Singaraja Middle School, academic year 2023/2024 academic year through the application of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model combined with teacher chess teachings to increase student activity and learning achievement of Hindu Religion and Character Education for Class IX of Mutiara Singaraja Middle School for the 2023/2024 Academic Year. This research is classroom action research carried out in two cycles consisting of planning, action implementation, observation, evaluation, analysis and reflection stages carried out in each cycle. The subjects of this research were class IX students at Mutiara Singaraja Middle School, in the even semester, totaling 16 students, consisting of 7 boys and 9 girls. Student activity data is collected using the observation method, while student learning achievement data is collected using the testing method in the form of objective tests in the form of multiple choices. The results of this research show that there was an increase in the learning activities of class IX students at Mutiara Singaraja Middle School in the Hindu Religion subject in cycle I with a score of 66.75%, while in cycle II with a score of 81%. So there is an increase in student activity in the learning process by 14.25%. For Student Learning Achievement, in cycle I the class average score was 77.81 with an Absorption Capacity of 77.81% and Learning Completeness 68.75%. Meanwhile in cycle II the average class was 82.5 with Absorption Capacity 82.5% and Learning Completeness 87.5%. So there is an increase in student learning achievement in the learning process by 18.75%. Based on the results of this research, it means that there has been an increase in student activity and learning achievement in class IX of Mutiara Singaraja Middle School. It is hoped that the (CTL) Contextual Teaching and Learning model combined with the Teachings and learning process to improve studend activity and learning achievement in Hinduism subjects and other subjects.
Strategi Komunikasi Pemasaran dalam Pengembangan Wisata Alam Desa Munduk Bestala: (Studi Kasus Taman Sri Widari Munduk Bestala) Swetamayasa, Putu Agus Vega; Asli, Luh; Wijaya, Desak Gede Karlina Satwiva
Prabha Vidya Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran dalam pengembangan wisata alam di Desa Munduk Bestala serta mengevaluasi dampaknya terhadap pertumbuhan pariwisata lokal. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya komunikasi strategis dalam meningkatkan daya tarik wisata berbasis potensi lokal. Teori yang digunakan penelitian ini yaitu teori komunikasi, teori strategi komunikasi, teori komunikasi pemasaran, teori competitive advantage, dan teori perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan metode triangulasi sumber, metode, dan teori. Subjek penelitian mencakup Kepala Desa, Kelian Adat, pengelola objek wisata Taman Sri Widari, serta masyarakat lokal yang memahami secara langsung dinamika pengembangan wisata desa. Objek penelitian difokuskan pada Objek Wisata Taman Sri Widari sebagai ikon utama pariwisata desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan, melalui pemanfaatan media sosial, pendekatan komunitas, dan narasi visual yang menggugah, telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan visibilitas destinasi, partisipasi masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi lokal. Keterlibatan masyarakat dalam promosi serta dukungan kelembagaan dari pemerintah desa turut memperkuat tata kelola dan identitas desa sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya dan sistem evaluasi, strategi yang berbasis potensi lokal ini terbukti efektif dalam mendorong transformasi sosial, budaya, dan ekonomi menuju pengembangan pariwisata yang inklusif dan berdaya saing.  
Strategi Komunikasi Penyuluh Agama Hindu dalam Meningkatkan Pemahaman Masyarakat terhadap Upacara Pitra Yadnya: (Studi Etnografi Di Desa Nagasepaha Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng) Ni Komang Luwestarini; Suastini, Ni Nyoman; Satwiva Wijaya, Desak Gede Karlina
Prabha Vidya Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan oleh penyuluh agama Hindu di Desa Nagasepaha dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap upacara Pitra Yadnya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi persuasif yaitu teori Elaborasi Likelihood Model (ELM) dari Petty dan Cacioppo (1986). Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu metode observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah strategi komunikasi yang diterapkan oleh penyuluh agama Hindu di Desa Nagasepaha dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap upacara Pitra Yadnya adalah menggunakan komunikasi verbal secara lisan dengan strategi komunikasi yaitu; 1) Mengenal khalayak, 2) Menentukan tujuan yang ingin dicapai, 3) Menyusun atau menentukan muatan pesan, 4) Menetapkan metode dan memilih media yang digunakan. Elaborasi Likelihood Model menyatakan bahwa terdapat dua jalur utama dalam pemrosesan pesan yaitu jalur sentral (central route) dan jalur peripheral (peripheral route Aplikasi Teori Elaborasi Likelihood Model (ELM) dalam proses penyuluhan agama Hindu terkait upacara ngaben dengan menggunakan metode Dharma Tula dan media PowerPoint sangat efektif jika dirancang dengan memperhatikan prinsip-prinsip Elaborasi Likelihood Model (ELM) yaitu dengan menyajikan informasi yang relevan dan kuat, mendorong partisipasi aktif, dan memanfaatkan PowerPoint untuk mendukung baik jalur sentral maupun jalur periferal.
Penerapan Komunikasi Organisasi antar Perangkat Desa dalam Optimalisasi Pengelolaan Program Pelayanan Administrasi Kependudukan Berbasis Nilai-Nilai Hindu : (Studi Kasus di Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng) Wayan Agus Nadiana; Suarnaya, I Putu; Wijaya, Desak Gede Karlina Satwiva
Prabha Vidya Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan komunikasi organisasi antar perangkat desa dalam pengelolaan pelayanan administrasi kependudukan berbasis nilai-nilai Hindu di Desa Penglatan, Kabupaten Buleleng, dengan tujuan untuk mengetahui sistem komunikasi organisasi, menganalisis penerapannya dalam pelayanan administrasi, dan mengeksplorasi peran nilai-nilai Hindu seperti Tri Hita Karana. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus melalui wawancara mendalam dengan perangkat desa (Perbekel, Sekretaris Desa, Kasi Pemerintahan, dan Kasi Pelayanan), observasi partisipatif, serta analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi berjalan efektif melalui integrasi komunikasi formal (rapat bulanan, surat edaran) dan informal (WhatsApp Group), dengan koordinasi intensif yang mempercepat pelayanan administrasi seperti pengurusan KTP-el dan Kartu Keluarga. Nilai-nilai Hindu, termasuk Tri Hita Karana (harmoni manusia-Tuhan-sesama-lingkungan), Tat Twam Asi (kesetaraan), dan Seva (pelayanan tulus), menjadi landasan integritas dan transparansi dalam pelayanan, meskipun kendala seperti sinyal internet tidak stabil masih menghambat komunikasi digital. Kesimpulannya, kombinasi komunikasi formal-informal dan internalisasi nilai-nilai Hindu menciptakan pelayanan yang efisien, humanis, dan berintegritas. Implikasi penelitian menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur teknologi, pelatihan kapasitas perangkat desa, dan integrasi nilai-nilai lokal ke dalam SOP pelayanan, dengan saran untuk optimalisasi media komunikasi digital, penguatan kolaborasi berbasis Seva, serta sosialisasi nilai-nilai Hindu guna memperkuat good governance di tingkat desa.
Peran Museum Soenda Ketjil sebagai Media Komunikasi Pembelajaran: (Studi tentang Pengalaman Pengunjung dalam Meningkatkan Pemahaman Sejarah Lokal) Nyoman Seni Oktawardani; Asli, Luh; Saputra, Putu Agus Panca
Prabha Vidya Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Museum Soenda Ketjil sebagai media komunikasi pembelajaran bagi pengunjung dalam menyampaikan sejarah lokal, mengidentifikasi media yang dimanfaatkan Museum Soenda Ketjil dan mengkaji bagaimana pengalaman pengunjung Museum Soenda Ketjil. Teori yang digunakan adalah teori komunikasi sebagai proses penyampaian pesan dari Harold D. Lasswell (1948). Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan melakukan : observasi partisipatif, wawancara terstruktur, studi pustaka, dan analisis dokumen. Data yang telah terkumpul dianalisis data kualitatif dengan langkah reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data yang digunakan maka hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut: Museum Soenda Ketjil memiliki peran strategis sebagai media pembelajaran budaya dan sejarahyang relevan dengan paradigm pendidikan adab ke-21 dan teori komunikasi modern. Media yang digunakan Museum Soenda Ketjil masih terbatas pada media visual dan digital non-interaktif. Pengalaman berkunjung ke Museum Soenda Ketjil tidak hanya memberikan informasi sejarah, tetapi juga menumbuhkan keterikatan emosional dan sosial terhadap warisan budaya lokal. Potensi untuk mengembangkan museum sebagai media pembelajaran berbasis teknologi masih sangat besar dan perlu diperhatikan untuk memenuhi kebutuhan generasi muda
Strategi Komunikasi Pendidikan Pemilih Terdaftar DPT pada Pilkada Buleleng di Desa Munduk Bestala Pasek, Putu Pasek Aryana; Suwendra, I Wayan; Artha, I Ketut Agus
Prabha Vidya Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas strategi komunikasi dalam pendidikan untuk pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Desa Munduk Bestala pada perhelatan demokrasi lima tahunan yaitu Pemilihan Kepala Daerah tahun 2024. Fokus dari penelitian ini mencakup tingkat partisipasi pemilih, strategi komunikasi yang digunakan, alasan memilih strategi, serta hambatan dan tantangan dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif etnografi dan studi kasus dengan teknik perekaman data dalam bentuk wawancara, kuesioner, dan dokumen. Para informan terdiri dari penyelenggara Pilkada, tokoh masyarakat dan Masyarakat yang telah memiliki hak pilih. Hasil penelitian dari paduan hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi pemilih masih tergolong rendah, baik rendah secara pkuantitas maupun kualitas, hal dipengaruhi oleh literasi politik yang rendah, dominasi pola komunikasi berbasis keluarga, dan kurangnya pemahaman penting tentang demokrasi. Strategi komunikasi yang digunakan sebagian besar prosedural dan sekali pakai, dan secara teknis tidak banyak menyentuh aspek nilai -nilai demokratis hanya pada kultur lokal. Potensi tokoh sebagai agen sosialisasi kurang dilibatkan dan masih mempromosikan pola komunikasi ikonik. Singkatnya, strategi yang efektif untuk strategi komunikasi dalam pendidikan pemilih harus didasarkan pada konteks utuk demokrasi dikolaborasikan dengan kultur lokal utamanya pendekatan persuasif yang etis. Inklusi aktif tokoh masyarakat dan mengadaptasi pesan dengan norma -norma sosial lokal adalah kunci untuk meningkatkan partisipasi warga negara dan kesadaran politik. Strategi komunikasi yang baik tidak hanya menyampaikan informasi teknis, tetapi juga nilai -nilai demokrasi yang berkelanjutan dengan etika partisipatif.

Page 4 of 4 | Total Record : 36