cover
Contact Name
I Gede Yoga Permana
Contact Email
jurnalprabavidya@gmail.com
Phone
+6287762000182
Journal Mail Official
jurnalprabavidya@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pulau Timor Nomor 24 Banyuning, Buleleng, Bali.
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Prabha Vidya
ISSN : -     EISSN : 28291964     DOI : https://doi.org/10.36663
Fokus dan ruang lingkup Praba Vidya adalah Ilmu Komunikasi, meliputi kajian media dan jurnalistik, kajian audio broadcasting serta audiovisual, kajian kehumasan, dan kajian periklanan yang beraitan dengan Agama Hindu. Namun tidak menutup untuk kajian-kajian yang berkaitan dengan ilmu komunikasi lainnya seperti desain komunikasi visual, komunikasi pemasaran, komunikasi kesehatan, psikologi komunikasi, dan sosiologi komunikasi.
Articles 36 Documents
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe (STAD) Berlandasan Tat Twam Asi Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Passing Bola Voli I Ketut Agus Artha; I Putu Herry Widhi Andika; Kadek Arry Anderzen; Ketut Hendri Wijaya Kusuma
Prabha Vidya Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar teknik dasar passing bola voli melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe STAD berlandasan Tat Twam Asi pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 4 Busungbiu. Jenis penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas dengan bentuk guru sebagai peneliti, yang dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklusnya 2 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 4 Busungbiu yang terdiri dari 31 orang siswa, yaitu 17 putra dan 14 putri. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata aktivitas belajar siswa adalah 7,81 dengan kategori aktif dan hasil belajar siswa dengan ketuntasan klasikal sebesar 79,41% dengan katagori baik. Sedangkan Pada siklus II, rata-rata aktivitas belajar siswa adalah 8,47 kategori aktif dan hasil belajar siswa dengan ketuntasan klasikal sebesar 100% katagori sangat baik. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar teknik dasar passing (bawah dan atas) bola voli mengalami peningkatan melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe STAD berlandaskan Tat Twam Asi. Oleh karena itu guru penjasorkes disarankan untuk dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, karena dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar teknik dasar passing bola voli.
Pasraman Non-formal Semara Ratih Dalam Penanaman Nilai Sosial Budaya Komunikasi Keagamaan Hindu Desa Tukadmungga Kadek Widiada; I Wayan Gara; Dewa Nyoman Sucita
Prabha Vidya Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan arus teknologi memiliki dampak negatif terhadap perkembangan karakter masyarakat khususnya anak-anak dan remaja. Untuk itu diperlukan adanya suatu lembaga pendidikan Hindu yang memberikan pembinaan karakter sosial budaya masyarakat Hindu sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah berdiri, materi pelajaran yang diajarkan, dan metode pembelajaran yang diterapkan di Pasraman non-formal Semara Ratih dalam kaitannya dengan penanaman nilai sosial budaya komunikasi keagamaan Hindu pada masyarakat sekitar desa. Penelitian ini dilakukan di Pasraman non-formal Semara Ratih di Desa Tukadmungga dan yang menjadi subyek penelitian adalah peserta didik pasraman. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil sebagai berikut. 1) Sejarah menunjukkan bahwa pasraman ini merupakan sebuah lembaga pendidikan non-formal yang didirikan sebagai proses pembelajaran lanjutan dari sekolah formal. 2) Materi pelajaran yang diajarkan adalah materi keagamaan Hindu yang mengacu pada konsep Tri Kerangka Dasar Agama Hindu. 3) Metode pembelajaran yang diterapkan disesuaikan dengan jenis pelajaran yang diajarkan. Dalam ketiga aspek hasil analisis data tersebut, ditemukan adanya proses komunikasi sosial budaya keagamaan Hindu baik secara verbal maupun non-verbal yang merupakan terapan dari teori Harold Lasswell.
Peran Media Sosial Youtube dan Facebook Terhadap Peningkatan Minat Sosial Budaya Hindu di Kabupaten Buleleng Dewa Agus Made Januartha; Luh Asli; Ni Wayan Putri Despitasari
Prabha Vidya Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial memiliki peran yang efektif dalam membuka wawasan masyarakat Indonesia dengan akselerasi digital secara cepat di semua sektor termasuk sosial dan budaya, sejalan dengan kebijakan Pemerintah dalam Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) yang berisikan tentang arah prioritas pembangunan Iptek untuk jangka waktu 28 Tahun 2017-2045. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, mengumpulkan data primer melalui wawancara dengan tehnik purposive sampling, didukung data sekunder google form dengan skala likert, observasi ditambah sumber dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Youtube dan Facebook memiliki peranan bineri terhadap sosial budaya Hindu, peran dengan efek positif lebih mendominasi terutama sebagai media hiburan, media promosi dan media edukasi. Peran Youtube dan Facebook yang positif mampu meningkatkan minat sosial budaya Hindu masyarakat di Kabupaten Buleleng dari kurang tahu menjadi lebih tahu, meningkat menjadi mengerti dan sebagian yang mengerti mulai mengimplementasikannya langsung pada kehidupan sehari-hari.
Tradisi Rebutan Cacaran Samah Pada Piodalan Purnama Kadasa di Pura Panti Pasek Gelgel Aan Desa Adat Buleleng Diatmika, I Dewa Gede Ngurah; Mastiningsih, Ni Nyoman
Prabha Vidya Vol. 4 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study wanted to find out the philosophical basis of the smallpox samah tradition and to find out the series of implementation of the smallpox samah tradition on the full moon kadasa piodalan at Panti Pasek Gelgel Aan Temple, Peguyangan Banjar Environment, Astina Village, Buleleng Traditional Village. This study was a qualitative study. The results obtained by the researcher are as follows: (1) The philosophical basis of carrying out the smallpox seizure tradition is to express gratitude to Ida Shang Hyang Widhi Wasa for His blessings and His gifts are all given health and grace to his happy people, (2) Implementation of the smallpox snatch tradition samah which began with the arrival of Ida Batara lunga melasti to Segara Temple, when he arrived at the Panti Temple he was presented with the ayaban smallpox samah and after that the paridan/prasadam was contested by krame dadia as a form of gratitude for the gift given by Ida Shang Hyang Widhi Wasa. After completing the procession of Rabutan smallpox samah, it is continued with the implementation of the upright piodalan of this Gelgel Panti Pasek Temple.
Tradisi Unik Dalam Pelaksanaan Pujawali Pura Desa Adat Gunung Luwih Kecamatan Sukadasa Buleleng Sriasih, Ni Wayan; Mastiningsih, Ni Nyoman
Prabha Vidya Vol. 4 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the implementation of the Maboros tradition of a series of Pujawali by the people of Gunung Luwih Traditional Village as well as the stages and implications for the social value of communication in society. The method used in this research is a qualitative descriptive method. Data collection was carried out using observation techniques, interviews, and document recording techniques. Data were analyzed using descriptive and inductive techniques. The research results show that the meaning of the Maboros traditional philosophy is closely related to the piodalan ceremony at the village temple, where the meat of animals hunted in the forest can be processed into the contents of the kawas in a series of piodalan ceremonies at the village temple. The Maboros tradition is a series of piodalan ceremonies at the Gunung Luwih Traditional Village Temple which functions as a cultural function, social function and service function. The implication contained in the Maboros tradition is that there is sacredness and uniqueness when carrying out the ngider bhuwana ceremony and it has a dresta character. The meanings contained are religious meaning, cultural meaning, and educational meaning. The Maboros tradition aims to confine people's dirty thoughts so that they do not cause problems during the Pujawali Ceremony at the Village Temple.
Studi Komunikasi Geguritan Dharma Prawerti Dalam Meningkatkan Karakter Pemuda Desa Adat Runuh Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Sumerta, Wayan; Despitasari, Ni Wayan Putri
Prabha Vidya Vol. 4 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geguritan is one of the traditional Balinese literary works which is still alive and well developed. As something of high value, noble which has a very important meaning and meaning for people's lives. Geguritan comes from the word gurit, which means composition, coral, or sadur (Compiler Team, 2009: 251). Geguritan is a form of Traditional Balinese Literature which can be classified into prose form. The process of creating geguritan is not only in the past but the creation of geguritan is still alive and well today with various themes such as heroism and romance. Geguritan contains values that many people use as moral guidance. The research was conducted using qualitative methods, collecting primary data through interviews with purposive sampling techniques. The results showed that Geguritan Dharma Prawertti functions to improve the quality of the yowana in the Runuh Traditional Village community, namely starting to practice diligently, adding insight, changing behavior to be more polite in speech and actions.
Peran Media Sosial dalam Menyebarluaskan Nilai-Nilai Sosial Budaya Hindu pada Generasi Muda Banjar Paketan, Buleleng, Bali Putra Yasa, Putu Novantara; Suarnaya, I Putu; Suastini, Ni Nyoman
Prabha Vidya Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Peran Media Sosial dalam Menyebarluaskan Nilai-Nilai Sosial Budaya Hindu merupakan penelitian yang menggunakan rancangan penelitian korelasional. Dalam Penelitian ini variabel yang diteliti sebagai Objek penelitian adalah media sosial dan nilai nilai sosial budaya Hindu. Subyek penelitian ini adalah Generasi Muda dalam hal ini adalah Siswa atau Siswi SMA/SMK negeri ataupun swasta yang beragama Hindu dan berdomisili di Banjar Paketan. Dalam menentukan populasi, peneliti menggunakan teknik sampling jenuh dimana seluruh populasi diberikan kesempatan menjadi responden dalam penelitian ini, dimana jumlah respondenya berjumlah 30 orang Generasi Muda Hindu yang berstatus sebagai pelajar atau siswa atau siswi SMA/SMK negeri atau swasta. Kuisioner merupakan instrument yang dipergunakan dalam pegumpulan data penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kusioner dan analisis data menggunan korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa variabel peran media sosial (X) dengan variabel penyebarluasan nilai nilai sosial budaya Hindu (Y) nilai signifikansinya adalah 0.001 < dari 0.05, yang artinya ada hubungan signifikan antara peran media sosial dengan nilai-nilai sosial budaya Hindu. Nilai koefisien korelatifnya sebesar 0.635.
Tradisi Ngoncang dalam Upacara Pitra Yadnya di Desa Jinengdalem dalam Perspektif Komunikasi Budaya Hindu Suparta, Kadek; Gara, I Wayan; Ngurah Diatmika, Dewa Gede
Prabha Vidya Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buleleng memiliki tradisi yang khas yang dilakukan turun temurun oleh masyarakatnya, khususnya di Desa Adat Alap Sari Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, yaitu tradisi Ngoncang. Tradisi adat ngoncang merupakan salah satu tradisi yang masih tumbuh dan hidup di dalam kehidupan masyarakat Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Dalam hal ini ngoncang diartikan bahwa kegiatan adat yang dilakukan secara berkelompok yang terdiri dari lima sampai enam orang dalam satu kelompoknya, yang dilakukan dengan cara memukulkan elu (batang kayu berbentuk bulat memanjang) kedalam ketungan. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, mengumpulkan data primer melalui wawancara dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dan dilanjutkan dengan teknik Snowball Sampling. Hasil penelitian menunjukkan sejarah atau landasan dilaksanakanya tradisi ini adalah untuk menghubungkan informasi kepada leluhur serta kepada masyarakat sekitar terkait pelaksanaan upacara pitra yadnya banten mebekel di jalan atau di sebut mebea. Pelaksanaan dari tradisi Ngoncang ini adalah dilakukan setiap ada orang meninggal dan di buatkan banten mebea/ Ngaben. Seiring perkembangan zaman hingga memasuki zaman modern seperti ini, tradisi ngoncang masih tetap dilakukan oleh masyarakat setempat untuk menjaga dresta yang ada di Desa Jinengdalem. Tradisi ini kaya akan nilai­-nilai yang sifatnya spiritual maupun sosial yang bisa diwariskan pada generasi muda.
Tradisi Ngamuk-Amukan di Desa Padang Bulia, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng (Studi Komunikasi) Putri Utami, Putu Myra; Seriasih, Ni Wayan; Legawa, I Gede Andi
Prabha Vidya Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di masing-masing tempat yang ada di Bali memiliki sebuah Tradisi yang sakral dan unik yang merupakan warisan dari para leluhur hingga saat ini masih ada dan dilestarikan. Khususnya di Desa Padang Bulia Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng juga memiliki tradisi unik yang sampai saat ini masih dilaksanakan yaitu Tradisi Ngamuk-amukan. Berdasar pada pernyataan diatas, tujuan penelitian terhadap Tradisi Ngamuk-amukan adalah untuk mendapatkan gambaran tentang pelaksanaan tradisi Ngamuk-amukan mengenai proses pelaksanaan, makna dan nilai yang terkandung di dalamnya. Untuk memperkuat dari hasil penelitian ini di tunjang dengan hasil kajian dari penelitian lainnya dan didukung pula sumber-sumber buku. Untuk mengungkap permasalahan diatas Landasan Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Komunikasi menurut Harold Lasswell, Teori Nilai dan teori Makna. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: observasi, wawancara dan pencatatan dokumen. Data yang dianalisis menggunakan teknik deskriptif. Penyajian hasil penelitian yang diperoleh yaitu: 1) Proses pelaksanaan Tradisi Ngamuk-amukan dengan saling mengadu prakpak/danyuh yang sudah dibakar dan dilakukan antar kelompok. 2) Makna tradisi Ngamuk-amukan yang terkandung adalah makna religius, makna sosial budaya, makna pendidikan. 3) Nilai yang terkandung pada tradisi Ngamuk-amukan yaitu nilai religius, nilai sosial budaya, nilai filosofis.
Eksistensi Tari Sakral Gambuh di Desa Anturan Kecamatan Buleleng dalam Perspektif Ilmu Komunikasi Kristiawan, Putu Bayu; Gara, I Wayan; Saputra, Putu Agus Panca
Prabha Vidya Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research uses several theoretical bases, including: Communication Science Theory, Structural Functional Theory put forward by Talcott Parsons, and Symbolic Interaction Theory put forward by George Herbert Mead. The methods used to collect data in this research include: observation method, interview method, library method, and documentation method. The descriptive analysis method is used to analyze the data that has been collected, using several steps of data collection, data reduction, data presentation, and data conclusion. Data analysis in the results of this research shows: The history of the development of the implementation of the sacred gambuh dance tradition and the forms of its implementation. The function of implementing the sacred gambuh dance tradition in Anturan Village from a Hindu communication science perspective. The meaning contained in the performance of the sacred gambuh dance tradition is seen from the perspective of Hindu communication science, namely the meaning of harmony, the meaning of ethics, and the meaning of education.

Page 3 of 4 | Total Record : 36