cover
Contact Name
imam khowim
Contact Email
attahdzib@iaipd-nganjuk.ac.id
Phone
+6281232576146
Journal Mail Official
attahdzib@iaipd-nganjuk.ac.id
Editorial Address
jln wilis kramat nganjuk
Location
Kab. nganjuk,
Jawa timur
INDONESIA
At-Tahdzib: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
ISSN : 25033034     EISSN : 27986632     DOI : https://doi.org/10.53429/
Core Subject : Religion, Education,
Merupakan jurnal yang dikelola dan diterbitkan oleh Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah dan ilmu Keguruan Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk dan diterbitkan secara berkala setiap 6 (enam) bulan sekali atau 2 kali dalam satu tahun, yaitu bulan Maret dan Bulan Agustus. Fokus dari Jurnal ini adalah mempublikasikan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dalam bidang pendidikan utamanya pendidikan dasar Islam, baik penelitian literasi maupun pada penelitian lapangan. Adapun cakupan kajian yang ada didalam jurnal ini adalah semua hal yang berkaitan dengan pendidikan Dasar Islam yang meliputi, metode pembelajaran, manajemen pendidikan, kurikulum, teknologi pendidikan, inovasi pendidikan dan pembelajaran, psikologi pendidikan, dan lain-lain.
Articles 98 Documents
IMPLEMENTASI NILAI MODERASI PADA MATERI TASAMUH MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK M. Hadziq Arrodhi, M.Pd.I
Bahasa Indonesia Vol 6 No 01 (2021): AT-TAHDZIB Jurnal Pendidikan dan pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.162 KB)

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang tentunya manusia dituntut untuk mampu berinteraksi dengan individu lain dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Dalam menjalani kehidupan sosial dalam masyarakat, setiap individu akan dihadapkan dengan kelompok-kelompok yang berbeda warna dengannya, salah satunya adalah perbedaan agama
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU DI SEKOLAH DASAR Noor Hafidhoh, M.Pd.I
Bahasa Indonesia Vol 6 No 01 (2021): AT-TAHDZIB Jurnal Pendidikan dan pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.477 KB)

Abstract

Abstrak Pembelajaran Tematik terpadu diyakini sebagai pendekatan yang berorientasi pada praktek pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Pendekatan ini berangkat dari teori pembelajaran sebagai dasar pembentukan pengetahuan dan struktur intelektual anak, pelaksanaan pendekatan ini bertolak dari suatu topik atau tema-tema yang dipilih/dikembangkan oleh pendidik bersama peserta didik, tujuan dari tema ini bukan untuk literasi bidang studi, akan tetapi konsep- konsep dari bidang studi terkait dijadikan alat dan wahana untuk mempelajari topik dan tema tersebut. Kata kunci : Pembelajaran Tematik Terpadu, Sekolah Dasar
PERKEMBANGAN KOGNITIF DAN PENGARUH SOSIOBUDAYA DALAM BELAJAR AFINA WASTYANTI, M.Pd
Bahasa Indonesia Vol 6 No 01 (2021): AT-TAHDZIB Jurnal Pendidikan dan pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.709 KB)

Abstract

Abstrak Aspek kognitif anak tingkat dasar merupakan salah satu aspek psikologis yang perlu dipahami dan dihayati oleh seorang pendidik. Pemahaman dan pengahayatan ini dipandang penting sebab hakikatnya pembelajaran yang diselenggarakan pendidik harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif anak. Proses adaptasi manusia dalam menghadapi pengetahuan baru juga ditentukan oleh fase perkembangan kognitifnya Setiap tahapan berkaitan dengan usia dan terdiri atas cara pikir yang berbeda-beda. Piaget mengajukan empat tahapan perkembangan kognitif, yaitu sensorimotor, praoprasional, operasional konkrit, operasional formal. Program pengajaran di sekolah yang baik adalah yang mampu memberikan dukungan besar kepada para siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangan mereka. Ranah psikologis siswa yang terpenting adalah ranah kognitif. Ranah kejiwaan yang berkedudukan pada otak ini, dalam prespektif psikologi kognitif adalah sumber sekaligus pengendali ranah-ranah kejiwaan lainnya, yaitu ranah afektif (rasa) dan ranah psikomotorik (karsa). Sementara Piaget memandang anak-anak sebagai pembelajaran lewat penemuan individual. Sedangkan Vygotsky lebih banyak menekankan peranan orang dewasa dan anak-anak lain dalam memudahkan perkembangan anak. Menurut Vygotsky, anak-anak lahir dengan fungsi mental yang relatif dasar seperti kemampuan untuk memahami dunia luar dan memusatkan perhatian. Namun, anak-anak tak banyak memiliki fungsi mental yang lebih tinggi seperti ingatan, berpikir, dan menyelesaikan masalah. Menurut Vygotsky, pentingnya interaksi sosial dalam perkembangan kognitif telah melahirkan konsep perkembangan kognitif. Perkembangan kognitif manusia ini berkaitan erat dengan perkembangan bahasanya. Karena bahasa merupakan kekuatan bagi perkembangan mental manusia. Dalam memandang konsep perkembangan kognitif manusia, maka tak lepas dari pandangan Islam. Dalam Islam, manusia memang makhluk yang memiliki dimensi-dimensi yang kompleks Suatu perkembangan yang dialami manusia terjadi dalam beberapa tahapan. Allah menciptakan manusia dengan tahap progresif pertumbuhan dan ini adalah sesuatu yang sudah dirancang oleh Allah SWT. Keyword: Filosof, Psikologi, Pendidikan, Perkembangan dan Kognitif
Meningkatkan Keterampilan Sosial Peserta Didik Usia Dasar Melalui Pembelajaran IPS Imam khowim
Bahasa Indonesia Vol 6 No 01 (2021): AT-TAHDZIB Jurnal Pendidikan dan pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.273 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu tujuan mata pelajaran IPS adalah agar peserta didik memiliki kemampuan dasar berpikir logis dan kritis, serta memiliki kemampuan sosial. Kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain dalam satu konteks sosial dengan suatu cara yang spesifik yang secara sosial dapat diterima atau dinilai dan menguntungkan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pembelajaran IPS sebagai upaya meningkatkan keterampilan sosial peserta didik khususnya usia dasar. Urgensi kajian ini mengingat keterampilan sosial berkaitan dengan kemampuan peserta didik dalam membangun interaksi dengan orang lain sebagai bekal menjalani kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian pustaka. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu buku, jurnal, artikel, dan karya ilmiah lain yang relevan. Data dikumpulkan untuk kemudian dilakukan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini adalah bahwa upaya meningkatkan ketrampilan sosial peserta didik usia dasar dengan cara guru memiliki keterampilan sosial yang baik, menelaah kembali tujuan pembelajaran IPS, Menentukan metode pembelajaran, metode langsung dalam pembelajaran dan mengambil nilai-nilai dalam materi IPS untuk diintegrasikan dengan pengalaman keterampilan sosial. Kata kunci ; Keterampilan Sosial, Usia Dasar, Pembelajaran IPS
Pengembangan Nilai Karakter Melalui Pembelajaran IPS di MI Muhammad Rizal Rifa’i
Bahasa Indonesia Vol 6 No 01 (2021): AT-TAHDZIB Jurnal Pendidikan dan pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.228 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan artikel ini untuk mengembangkan nilai-nilai karakter melalui pembelajaran IPS di MI agar peserta didik memiliki karakter yang lebih baik sesuai harapan bangsa terhadap generasi yang akan datang. Karakter adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam bentuk perilaku, jadi suatu karakter melekat melekat dengan nilai dari perilaku tersebut. Karakter jika dipandang dari sudut behavioral yang menekankan unsur kepribadian yang dimiliki individu sejak lahir. Karakter dianggap sama dengan kepribadian, karena kepribadian dianggap sebagai ciri atau karakteristik atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari lingkungan. Saya menyimpulkan bahwa karakter merupakan nilai-nilai yang terwujud dalam sikap dan perilaku yang memiki hubungan dengan lingkungan berdasarkan dengan norma yang ada dalam masyarakat. Materi-materi pada pembelajaran IPS di pendidikan dasar terdapat berbagai nilai-nilai karakter. Kemampuan tersebut diperlukan untuk memasuki kehidupan masyarakat yang dinamis. Mapel IPS di MI disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan
Konsep Pendidikan Anak Dalam Perspektif Al-qur’an Noor Hafidhoh
Bahasa Indonesia Vol 6 No 02 (2021): At-Tahdzib: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.34 KB)

Abstract

Pendidikan berbasis Alquran adalah pendidikan berdasarkan nilai-nilaiajaran Islam yang diterapkan dalam Alquran yang bertujuan membentuk anak yang beriman dan bertaqwa pada Allah SWT, serta berakhlak mulia yang mencakup etika, moral, budi pekerti, spiritual atau pemahaman dan pengalaman nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.Pendidikan merupakan modal dasar untuk mengangkat kwalitas suatubangsa. Semakin tinggi tingkat pendidikan suatu bangsa, maka semakin tinggi pula kesejahteraan suatu negara. Akan tetapi seiring dengan berkembangnya peradaban manusia, pendidikan tinggi seolah tidak lagi menjadi jaminan bagi kesejahteraansuatu negara.Melihat banyaknya lulusan-lulusan sekolah yang memiliki nilai tinggi dan berotak cerdas, namun tidak memiliki perilaku cerdas dan sikap yang cerdas, serta tidak mempunyai mental kepribadian yang baik, sebagaimana nilai akademikyang mereka raih. Manusia dibekali dengan potensi-potensi yang sama untuk berbuat baik atau buruk dan mengikuti petunjuk atau kesesatan. Manusia memiliki kemampuan untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk. Sebagaimana manusia juga mampu untuk mengarahkan jiwanya kepada kebaikanatau keburukan.
Mempelajari AlQuran untuk Memahami Bahasa Arab Muhammad Hadziq Arrodhi
Bahasa Indonesia Vol 6 No 02 (2021): At-Tahdzib: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.301 KB)

Abstract

Al Quran merupakan salah satu dari mu’jizat yang Allah SWT yang diturunkan kepada Rosulullah SAW. Didalamnya terkandung berbagai macam hukum yang akan senantiasa berlaku hingga akhir zaman. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam kitab beliau Iqtdho Shirotuil Mustaqim (1/464): dan berkata Asy Syafi’i, sebagaimana diriwayatkan oleh As Salafy dengan sanad yang ma’ruf (dikenal) sampai kepada Muhammad Bin Abdillah Bin Abdil Hakam beliau berkata : aku mendengar Muhammad Bin Idris Asy Syafi’i mengatakan : ..... lisan (bahasa) yang dipilih oleh Allah SWT adalah lisan arab, maka Allah turunkan kitabNya dengannya. Dan Allah subhanahu wata'ala juga menjadikannya sebagai lisannya penutup para nabi yaitu muhammad Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam. Syaikhul islam juga menyebutkan : sesungguhnya Allah subhanahu wata'ala tatkala menurunkan kitabNya dengan menggunakan bahasa arab, dan juga menjadikan RosulNya yang menyampaikan risalah Al kitab dan Al hikmah dariNya dengan bahasa arab, dan menjadikan pula orang-orang yang terdahulu masuk kedalam agama ini berbica dengannya, maka tidak ada jalan untuk mempelajari dan mengenal agama ini kecuali dengan mempelajari bahasa. Sehingga mempelajari bahasa arab menjadi bagian dari agama
Meningkatkan Kognitif Anak Pada Kemampuan Bercerita Melalui Metode Pembelajaran Cooperative Script Di MI Muhammad Rizal Rifa’i
Bahasa Indonesia Vol 6 No 02 (2021): At-Tahdzib: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan artikel ini untuk Meningkatkan Kognitif Anak Pada Kemampuan BerceritaMelalui Metode Pembelajaran Cooperative Script di MI agar peserta didik memiliki kemampuan berinteraksi dan efektif dalam belajar sehinngga lebih baik sesuai harapan bangsa terhadap generasi yang akan datang.Perkembangan Kognitif menurut Jean Piaget terjadi dalam empat tahapan. Tahaptahap perkembangan kognitif tersebut adalah tahap sensori motorik, tahap pra-opersional,tahap opersional konkrit dan tahap opersional formal. Peserta didik jenjang SD/MI pada umumnya berada pada tahap perkembangan kognitif operasional konkret (7 – 11 tahun). Peserta didik jenjang SD/MI pada umumnya berada pada tahap perkembangan kognitif operasional konkret (7 – 11 tahun). Pada tahap ini anak berpikir secara operasional danpenalaran logis menggantikan penalaran intuitif, meskipun masih bersifat konkret, artinyaaktivitas mental yang difokuskan pada objek objek dan peristiwa nyata. Pada masa ini anak sudahmampu menggolong golongkan, namun belum mampu memecahkan masalah yang bersifat abstrak. Perkembangan kognitif mempunyai peran penting bagi anak.
Pentingnya Pengembangan Kurikulum di Sekolah dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Imam khowim
Bahasa Indonesia Vol 6 No 02 (2021): At-Tahdzib: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.758 KB)

Abstract

Kurikulum merupakan wahana belajar mengajar yang dinamis sehingga perlu dikembangkan dan dinilai secara terus menerus berkelanjutan sesuai dengan perkembangan yang ada di masyarakat. Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan belajar mengajar. Pengembangan kurikulum sendiri sangat penting bagi pendidikan karena akan menentukan bagaimana kurikulum akan berjalan sesuai dengan kebutuhan. Dalam pengembangan kurikulum terdapat sejumlah prinsip dan fungsi yang dimaksudkan sebagai rambu-rambu atau pedoman yang harus dipegangi dalam kegiatan pengembangan kurikulum agar hasilnya dapat sesui harapan semua pihak.
Pendekatan Student- Centre Learning Dan Contructivist Dalam Belajar Dan Pembelajaran: Dampak Psikososial Budaya Dalam Belajar Afina Wastyanti
Bahasa Indonesia Vol 6 No 02 (2021): At-Tahdzib: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Program Studi PGMI IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.445 KB)

Abstract

AbstrakBelajar adalah proses menggali suatu ilmu, pengalaman, ataupun pengetahuan yang awalnya tidak tahu menjadi tahu. Dalam belajar, seseorang diharapkan selalu merasakan haus ilmu. Artinya orang yang belajar hendaknya tidak mudah puas dengan apa yang didapatnya, sehingga ia akan terus berusaha mencari, mengetahui dan melakukan sesuatu yang awalnya belum diketahui.Pendekatan adalah sudut pandang seseorang dalam melakukan sesuatu perbuatan yang akan dilakukan. Dengan adanya pendekatan sebelum melakukan sesuatu atau menjalankan sesuatu, diharapkan dapat memudahkan seseorang tersebut mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Pendekatan yang berpusat pada seorang guru adalah pendekatan yang memposisikan guru sebagai pusat utama pemberi materi pelajaran dan siswa tidak dituntut untuk mengolahnya sendiri karena kewajiban mereka hanya menguasai materi yang telah diberikan guru tersebut secara penuh. Sedangkan pendekatan yang berpusat pada siswa adalah pendekatan yang menitikberatkan pada keaktifan siswa untuk menemukan dan mengolah bahan pelajaran atau materi, sehingga tugas guru lebih banyak sebagai fasilitator dan pembimbing bagi siswanya. Pendekatan dalam pembelajaran ini sering dikenal dengan istilah Student Centre Learning.Kontruktivis adalah gagasan bahwa pelajar masing-masing harus menemukan dan mengubah informasi yang rumit kalau mereka ingin menjadikannya milik sendiri. Teori ini mengajak siswa untuk terus menerus memeriksa informasi baru terhadap aturan-aturan lama kemudian mengubah aturan apabila hal itu tidak lagi berguna atau tidak dapat digunakan.Faktor sosial dan budaya memiliki peranan sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang berlandaskan pendekatan kontruktivis ini. Siswa yang memilki mental sosial yang rendah akan sulit untuk berinteraksi dengan teman yang lainnya, begitupula dengan budaya yang telah berlaku dalam sistem sosial yang ada.Kata Kunci: Pendekatan Student-Centre Learning dan Contructivist, Belajar Dan Pembelajaran, Dampak Psikososial Budaya dalam Belajar.

Page 2 of 10 | Total Record : 98