cover
Contact Name
Muhammad Ruswandi Djalal
Contact Email
wandi@poliupg.ac.id
Phone
+6285250986419
Journal Mail Official
sinergi@poliupg.ac.id
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan KM.10 Tamalanrea, Makassar 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin Sinergi
ISSN : 16931548     EISSN : 26849372     DOI : http://dx.doi.org/10.31963/sinergi
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Politeknik Negeri Ujung Pandang mempublikasikan hasil penelitian pada Bidang Teknik Mesin dan Energi.
Articles 417 Documents
Analisis Kestabilan Transien dan Mekanisme Pelepasan Beban Pada Jaringan Listrik Wilayah Sulselbar Setelah Penambahan PLTU Punagaya Marhatang Marhatang; Makmur Saini; Muhammad Ikram Fauzan; Erniwati Erniwati
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 18, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1648.521 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v18i1.2247

Abstract

Kebutuhan listrik semakin hari semakin meningkat baik itu pada sektor perumahan maupun sektor perindustrian. Seiring dengan pertumbuhan beban maka penambahan pembangkit juga diperlukan. Pada jaringan listrik wilayah Sulselrabar, telah diadakan penambahan sejumlah pembangkit dan salahsatunya adalah PLTU Punagaya Jeneponto yang berkapasitas 2x100 MW. Penambahan pembangkit ini menyebabkan kestabilan pada sistem bisa berubah, sehingga dibutuhkan studi kestabilan transien untuk mengetahui kestabilan sistem pada jaringan Sulselrabar saat terjadi gangguan.Pengambilan data berupa spesifikasi generator, transformator, jaringan transmisi dan beban yang ada pada Unit Pengaturan Beban PT. PLN Wilayah Sulselrabar. Pada penelitian ini dilakukan simulasi kestabilan transien menggunakan software ETAP 12.6  dengan memberikan gangguan  pada sistem berupa generator lepas dan hubung singkat. Selanjutnya jika sistem mengalami ketidakstabilan akan dilakukan mekanisme pelepasan beban. Berdasarkan hasil simulasi, menunjukkan bahwa pada kasus lepasnya generator unit 2 Barru, sistem masih dapat mempertahankan kestabilannya. Namun pada kasus lepasnya PLTU BE, rata-rata penurunan tegangan mencapai 9,34% dan menyebabkan karakteristik sistem sudah tidak dapat berada pada range yang diizinkan sehingga dibutuhkan pelepasan beban sebesar 56,213 MVA. Pada kasus hubung singkat, sistem masih dapat mempertahankan kestabilannya meskipun rata-rata penurunan tegangan sesaat pada saat terjadi gangguan mencapai 68,97%. 
RANCANG BANGUN TURBIN CROSSFLOW PANCARAN GANDA KAPASITAS 5-100 KW Abdul Salam; Luther Sonda; Jeremiah R; Andi Muh Rizky; Yobinsa T; Supriandi T P
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.26 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v16i2.1506

Abstract

Rancang bangun turbin Crossflow pancaran ganda kapasitas 5-100 Kw bertujuan untuk mengetahui waktu serta biaya manufaktur  turbin dengan dimensi turbin yang lebih ramping dan juga untuk mengetahui putaran pada porosrunner turbin. Dasar perancangan dilakukan dengan studi literatur, desain perancangan, persiapan alat dan bahan, rancang bangun turbin, penghitungan waktu serta biaya pembuatan, pembahasan, dan pembuatan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dalam perancangan untuk total waktu pemesinan turbin adalah 33 jam 55 menit, dari penghitungan pemesinan didapatkan biaya manufaktur turbin yaitu sebesar Rp 15.661.863.dan pencapaian kondisi BEP tercapai saat penjualan turbin sebanyak 3 unit dalam satu bulan atau pada saat penghasilan mencapai Rp27.412.022.
RANCANG BANGUN MESIN ROL BESI PEJAL UNTUK PEMBUATAN KOMPONEN ALAT PERTANIAN Muhammad Arsyad Suyuti; Tri Agus Susanto
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.083 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v14i1.1153

Abstract

Pesatnya perkembangan penggunaan alat mekanisasi pertanian oleh petani menyebabkan meningkatnya kebutuhan perawatan, perbaikan, pemeliharaan dan pembuatan peralatan mekanisasi sehingga jumlah bengkel perawatan, perbaikan dan pembuatan ala-alat pertanian terus bertambah. Bengkel alat dan mesin pertanian umumnya pekejaan yang sering dilakukan yaitu perawatan, perbaikan dan pembuatan komponen maupun mesin alat pertanian. Dari berbagai peralatan mekanisasi pertanian, peralatan yang paling umum dikerjakan yaitu traktor tangan dan mesin perontok padi. Traktor tangan adalah alat mekanisasi pertanian yang sering membutuhkan perawatan dan perbaikan pada bagian roda traktor dengan mengganti lingkaran roda besi. Suku cadang lingkaran roda besi sangat sulit didapatkan, sedangkan perontok padi juga masih banyak dibutuhkan oleh petani sawah sehingga salah satu kegiatan bengkel alat pertanian yaitu membuat perontok padi berdasarkan pesanan. Kendala yang dihadapi bengkel alat pertanian adalah kurangnya sarana peralatan sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk pembuatan pelat alur pengarah mesin perontok yang terbuat dari pelat strip. Tujuan dari rancang bangun ini adalah untuk mengembangkan teknologi tepat guna untuk memudahkan bengkel-bengkel alat pertanian dalam membuat lingkaran roda besi traktor tangan dan pelat alur pengarah mesin perontok. Adapun kesimpulan dari kegiatan penelitian ini adalah dihasilkan satu unit mesin rol untuk mengerol lingkaran roda besi traktor tangan dan pelat alur pengarah mesin perontok padi. Alat ini terbagi tiga sub rakitan yaitu rangka, sumber tenaga, dan konstruksi dies pengerol. Mesin rol ini menggunakan sistem penggerak motor listrik. Alat ini mampu membentuk lingkaran roda besi traktor tangan model rangka Quick G dari bahan besi baja Ø16 mm di rol sampai berbentuk lingkaran dengan radius 330 mm dan pelat strip alur pengarah pada tutup mesin perontok padi dengan ukuran lebar 15 mm dan tebal 2 mm dibentuk menjadi ¼ lingkaran dengan radius lingkaran 860 mm, dan juga mampu mengerol lingkaran roda besi dan pelat pengarah mesin perontok dengan waktu 3 hingga 4 menit.
Aplikasi Turbin Ventilator Untuk Optimasi Daya Output Panel Surya La Bima; Prihadi Murdiyat
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 19, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.256 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v19i1.2721

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berpotensi untuk dibangun di hampir seluruh daerah di Indonesia, karena mempunyai daya rata-rata sebesar 4 kWh/m2. Namun seringkali daya yang dihasilkan oleh panel surya lebih kecil dari daya yang diperkirakan. Penurunan daya, terutama pada siang hari saat terik, disebabkan oleh peningkatan temperature permukaan panel. Untuk mengatasi hal itu berbagai metode untuk mendinginkan permukaan digunakan agar permukaan panel lebih dingin dan daya yang dihasilkan meningkat. Sebuah prototype pendingin dengan menggunakan turbin ventilator atap telah dibuat pada penelitian ini. Selanjutnya hasil yang diperoleh dari pengukuran panel surya dengan pendingin dibandingkan dengan hasil pengukuran pada panel surya tanpa pendingin. Parameter-parameter yang diukur adalah daya cahaya matahari, temperatur permukaan panel surya, tegangan dan arus keluaran panel, dan daya keluarannya
Analisis Kualitas Tenaga Listrik Jaringan Distribusi Sekunder PT. PLN (Persero) Rayon Makassar Barat Marwan Marwan
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 7, No 1 (2009): April 2009
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.784 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v7i1.1035

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas tenaga listrik jaringan distribusi sekunder PT. PLN (Persero) Rayon Makassar Barat. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode statistic. Langkah awal dari penelitian ini adalah dengan mengambil data tegangan, factor daya dan frekuensi pada trafo jenis UPAI. Kemudian dilanjutkan dengan menghitung besarnya nilai rata-rata dari variable kulitas yang diukur, mencari nilai standar deviasi dan menghitung nilai distribusi t serta mencari nilai tp dari table distribusi. Langkah terakhir adalah melakukan uji hipotesis untuk setiap variable seperti tegangan, factor daya dan frekuensi dengan menggunakan metode statistik. Dari hasil analisis diperoleh bahwa sistem kelistrikan PT. PLN (Persero) rayon Makassar barat pada variable tersebut diatas masih memenuhi standar kualitas.
ANALISIS DESAIN DAN BIAYA MESIN PEMOTONG PADI Simon Ka'ka; Luther Sonda; Donatus Langga Pase; M Aryasangga
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 15, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.752 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v15i1.1175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas panen padi oleh petani dan mengefisienkan kerja para petani padi, serta menghitung biaya produksi pembuatan mesin pemotong padi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata waktu pemotongan pada luas lahan 100 m2 adalah 14,4 menit. Rata-rata waktu pemotongan pada luas lahan 200 m2 adalah 28,9 menit. Rata-rata waktu pemotongan pada luas lahan 300 m2 adalah 44,2 menit,. Waktu yang dibutuhkan untuk memotong padi dengan luas 1 hektar atau 10000m2 adalah 24 jam per hektar atau 3 hari kerja per hektar. Dalam penelitian ini juga dapat diketahui biaya produksi mesin pemotong padi dengan nominal Rp.9.366.210,-. Laba mesin ini adalah 15%, maka harga jual mesin pemotong padi yang kami buat adalah Rp.10.771.141,- dengan komponen mesin dari material ST 37 dan ST 42.
Rancang Bangun Mesin Pemisah Kulit Kemiri Terintegrasi Komponen Pengering dan Penyaring Abdul Salam; Abram Tangkemanda; Nashbirullah Nashbirullah; Asriadi Asriadi; Muhammad Farid Fauzan
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 20, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.173 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v20i1.3415

Abstract

With the traditional method, 1 worker can only produce 1.5 kg/hour of candlenut. When it rains, the candlenut cannot be dried in the sun, so the production of candlenut stops. Candlenut which is not completely dried, cannot produce quality candlenuts when cracked. This study aims to increase the quantity and quality of the candlenut seed production through the design of an integrated drying and filter component of the pecan shell separator using the 3 variable machine capacity test method (drying temperature, drying time and motor rotation) needed to produce optimal conditions for production candlenut. Test This research succeeded in increasing the production of candlenut from 36 minutes/kg to 2.5 minutes/kg. However, this trial has not produced a better quality than the traditional method, where the results of the whole candlenut use 16 % machine, while the traditional method is 70 %. Until now, the best variables we have obtained for separating the candlenut shells on this machine are the drying temperature of 123.4 ⁰C, the drying duration is 60 minutes, and the rotating speed of the motor is 1800 RPM.
Analisis Statistik Kekuatan Tarik Bahan Komposit Serat Rami-Epoksi yang Menggunakan Alkalisasi Rahman Daud Tuasalamony
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.105 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v9i1.1069

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh fraksi volume dan waktu alkalisasi terhadap kekuatan tarik dan tekan bahan komposit serat rami-epoksi yang menggunakan alkalisasi. Data dianalisis dengan statistik yaitu regresi dan anova. Perolehan data awal penelitian melalui proses pengujian tarik dan tekan yang di lakukan pada mesin uji tarik atau tekan tipe universal. Specimen pengujian tarik disesuaikan dengan standar ASTM D 3039-D3039M. Adapun specimen uji tekan disesuaikan dengan standar ASTM D 695. Komposit dibagi dalam 3 fraksi volume 20%, 30% dan 40%, sedangkan waktu alkalisasi dibagi dalam empat bagian yaitu 0 jam atau tanpa alkalisasi, 2 jam, 4 jam dan 6 jam. Hasil penelitian menunjukan nilai kekuatan tarik maksimum tertinggi berada pada komposit dengan fraksi volume 40% dan waktu alkalisasi 2 jam dengan nilai tegangan tarik σmax = 32,27 N/mm2. Sedangkan nilai tegangan tarik maksimum terendah berada pada posisi komposit dengan fraksi volume 20% tanpa alkalisasi (0 jam) dengan nilai tegangan tarik σmax = 28,27 N/mm2. Dengan analisis statistik menunjukkan bahwa ada hubungan dan pengaruh yang baik antara variabel input X (waktu alkalisasi dan fraksi volume) terhadap variabel output Y (kekuatan tarik).
PENGARUH VARIABEL TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN AIR PADA PROSES QUENCHING TERHADAP NILAI KEKERASAN DAN KEKUATAN IMPAK BAJA EMS-45 Syaharuddin Rasyid; Abram Tangkemanda; Yosrihard Basongan; Arman Arman
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.087 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v11i2.1101

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variabel temperatur media pendingin air pada proses quenching terhadap nilai kekerasan dan kekuatan impak baja EMS-45. Metode penelitian yang digunakan adalah spesimen Baja EMS-45 dipanaskan pada suhu 850oC di dalam tungku listrik selama 4 jam. Setelah dilaku panas kemudian spesimen dicelup ke dalam air pada suhu masing-masing 0o, 5o, 10o, 15o, 20o, 25o, 30o, 40o, 50o, 60o, 70o, 80o, 90o, 100oC. Spesimen yang telah dicelup kemudian diuji kekerasan dan kekuatan impak. Data-data hasil pengujian dianalisis secara deskriptif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa telah terjadi kenaikan nilai kekerasan pada Baja EM-45 dengan adanya variasi temperatur media pendingin. Kekerasan terbesar terjadi pada suhu 0oC sebesar 62,5 HRC dan nilai kekerasan semakin menurun dengan naiknya suhu media pendingin. Nilai kekuatan impak berbanding terbalik dengan nilai kekerasan dengan naiknya temperatur media pendingin. Nilai impak Baja EMS-45 pada suhu 0oC sebesar 250,07 N.m dan mengalami kenaikan kekuatan impak sejalan dengan naiknya suhu media pendingin.
Analisis Konsumsi Bahan Bakar Spesifik Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto Jamal Jamal; Chandra Bhuana; Fajri Alihar
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 18, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.858 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v18i1.2233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai kalor bahan bakar  terhadap SFC pada unit I PLTU Jeneponto, dan untuk mengetahui karakteristik hubungan SFC dengan variasi beban generator yang berbeda pada unit I PLTU Jeneponto, serta untuk mengetahui karakteristik hubungan SFC dengan efesiensi sistem pada unit I PLTU Jeneponto. Penelitian dilakukan dengan mengolah data sekunder yang didapatkan dari PLTU Jeneponto, juga dilakukan observasi lapangan dan wawancara dengan beberapa pegawai dan operator PLTU Jeneponto. Hasil yang diperoleh adalah rata-rata nilai kalori yang tertinggi memiliki nilai SFC yang rendah dan sebaliknya. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi nilai kalori yang terdapat pada batubara maka konsumsi bahan bakar spesifiknya (SFC) semakin rendah begitupun sebaliknya. Pada pembebanan 50-60% dari kapasitas terpasang 1×125 MW memberikan nilai SFC yang relatif tinggi, sedangkan pada pembebanan diatas 80% dari kapasitas terpasang 1×125 MW memberikan nilai SFC yang relatif rendah, ini artinya pembangkit dapat bekerja optimal jika dioperasikan pada pembebanan diatas 80%. Nilai SFC yang rendah memiliki efesiensi yang tinggi dan nilai SFC yang tinggi memiliki efesiensi yang rendah, kondisi ini memperlihatkan bahwa semakin tinggi nilai SFC pembangkit tersebut maka semakin rendah efesiensi sistemnya begitu pun sebaliknya.