cover
Contact Name
Muhammad Ruswandi Djalal
Contact Email
wandi@poliupg.ac.id
Phone
+6285250986419
Journal Mail Official
sinergi@poliupg.ac.id
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan KM.10 Tamalanrea, Makassar 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin Sinergi
ISSN : 16931548     EISSN : 26849372     DOI : http://dx.doi.org/10.31963/sinergi
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Politeknik Negeri Ujung Pandang mempublikasikan hasil penelitian pada Bidang Teknik Mesin dan Energi.
Articles 417 Documents
Rancang Bangun Kompor Gas Berbahan Bakar Sekam Padi Sistem Kontinu dengan Menggunakan Udara Pembakaran Alamiah Apollo Apollo; Muhammad Nuzul; La Ode Musa; Herman Nauwir
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.165 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v10i2.1087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan kompor sekam padi dengan aliran udara pembakaran alamiah yang dapat dioperasikan secara kontinu dan hasil pembakaran yang cukup bersih. (2) menentukan performansi kompor dengan aliran udara pembakaran alamiah. Penerapan kompor sekam padi dengan aliran udara alamiah juga diharapkan dapat mengurangi kebergantungan masyarakat khususnya masyarakat desa terhadap bahan bakar minyak, dan secara bertahap tidak lagi menjadikan minyak tanah sebagai bahan bakar utama dalam memasak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemiringan corong bahan bakar terhadap bidang horizontal agar pengeluaran hasil pembakaran bisa secara kontinu adalah 60°. Dimensi utama rakitan kompor yang dihasilkan dalam ukuran tinggi, lebar, dan panjang adalah 420 mm × 448 mm × 448 mm. Kompor dapat beroperasi dengan pengeluaran arang hasil pembakaran secara kontinu tanpa mengganggu operasi dari kompor, sehingga kompor layak digunakan sebagai kompor memasak dalam rumah tangga. Parameter performansi kompor hasil pengujian mendidihkan air sebanyak 3 kg menunjukkan bahwa waktu strat-up kompor cukup yang singkat sebesar 23 detik, laju konsumsi bahan bakar 1,166 gr/det, konsumsi spesifik kompor sebesar 0,310 kgbb/kgbm, efisiensi termal sebesar 7,54%, dan daya yang digunakan untuk memasak 1106,6 W. Parameter performansi konsumsi spesifik menunjukkan kompor alamiah lebih boros, dan efisiensi termal yang cukup kecil menunjukkan besarnya kerugian panas secara konveksi yang terjadi pada kompor. Performansi kompor dapat diperbaiki dengan mendesain kembali bagian pelindung panas dan ruang pembakaran bahan bakar untuk mengurangi kerugian panas. Pembakaran yang lebih bersih dapat diperoleh dengan menambahkan sebuah steam injector ke dalam desain kompor.
Pengaruh Heat Absorber pada Kolektor Destilasi Surya dengan Kondisi Vakum Jamal Jamal; Sri Suwasti
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.258 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v12i2.1130

Abstract

Destilator tenaga surya merupakan teknologi penyulingan air untuk mendapatkan air tawar dari air laut, teknologi ini dikembangkan untuk mengatasi masalah kekurangan air pada berbagai daerah utamanya dipesisir pantai. Penggunaan material heat absorber adalah untuk meningkatkan serapan energi matahari dan mengangkat air kepermukaan material untuk diuapkan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan heat absorber (arang dan batu apung) pada kolektor destilasi surya dengan kondisi pengujian bertekanan vakum. Penelitian ini mengamati kuantitas air tawar yang dihasilkan serta mengamati kinerja kolektor destilasi surya. Penelitian ini dilaksanakan dengan observasi langsung untuk pengumpulan data, dilakukan pengujian langsung pada destilator surya dengan heat absorber. Untuk keakuratan penelitian dilaksanakan secara bersamaan untuk semua heat absorber. Penelitian ini menggunakan penutup kaca dengan ketebalan 12 mm, untuk mengatasi tekanan vakum yang terjadi. Hasil yang diperoleh adalah semakin kecil tekanan vakum atau semakin besar kevakuman maka semakin besar volume kondensat rata-rata dan efisiensi rata-ratanya. Penggunaan batu apung lebih baik dibandingkan penggunaan arang untuk semua kondisi vakum dalam penelit
Pengaruh Proses Nitriding Terhadap Perubahan Kekerasan Dan Keausan Permukaan Baja St 40 Dengan Variasi Waktu Dan Suhu Trisbenheiser Trisbenheiser
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 18, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.171 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v18i2.2310

Abstract

Nitridasi adalah pengerasan permukaan yang bertujuan  untuk meningkatkan sifat mekanik baja terhadap korosi serta keausan. Pada penelitian ini, proses nitriding dilakukan dengan mendifusikan atom-atom nitrida  ke dalam permukaan spesimen melalui proses pemanasan spesimen dengan pupuk urea sebagai penghasil nitrogen. Proses nitriding ini menggunakan variasi suhu pemanasan 4500C, 5000C, dan 5500C dengan variasi waktu penahanan selama 1 jam, 3 jam, dan 5 jam. Dari hasil penelitian serta pengujian didapatkan nilai kekerasan tertinggi 116,30 kg/mm2 HB pada temperatur 550oC dengan lama waktu penahanan 5 jam. Dan untuk hasil keausan material dengan variasi waktu pengausan berbanding lurus nilai kekerasan spesimen. Hasil pengujian struktur mikro speeimen setelah dinitridasi, menunjukkan kenaikan jumlah perlit pada spesimen, yang mana semakin meningkat suhu pemanasannya maka semakin banyak fasa perlit yang terjadi, hal ini berbanding lurus dengan hasil kedalaman difusi yang terjadi. 
Pengembangan Desain Sepeda Untuk Mahasiswa Dan Pelajar Dengan Metoda Quality Function Deployment (QFD Ahmad Zubair Sultan
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 6, No 1 (2008): April 2008
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.332 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v6i1.1021

Abstract

Tulisan ini mencoba menggambarkan bagaimana menterjemahkan actual quality characteristic yang diharapkan oleh konsumen menjadi substitute quality characteristic yang mampu diproduksi oleh produsen melalui metode Quality Function Deployment. Dalam studi yang akan dilakukan, dikaji pengembangan spesifikasi disain sepeda. Metoda QFD merupakan suatu alat yang berguna untuk pengembangan produk. Alat utama dari proses QFD adalah matriks dimana hasil-hasilnya dicapai melalui penggunaan tim dengan mengumpulkan, menginterpretasikan, mendokumentasikan dan memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan pelanggan. Untuk dapat digunakan, QFD memerlukan input dari pelanggan, baik pelanggan produk sendiri maupun produk pesaing. Dari House of Quality (HOQ) dengan mendapat input dari pelanggan akan dihasilkan output berupa faktor-faktor kritis dari technical requirement. Selanjutnya output dari HOQ merupakan input dari product design matrix. Output yang dihasilkan diurut berdasarkan prosentasenya. Dengan metode QFD ini dapat disimpulkan bahwa komponen-komponen yang memiliki prosentase terbesar untuk pengembangan desain sepeda untuk mahasiswa dan pelajar adalah yaitu fork depan dengan bobot absolut 4288, frame dengan bobot absolut 3952, setang dan pedal dengan bobot absolute 3778, velg dengan bobot 3556 dan sistem pengereman dengan bobot 2602.
Penentuan Parameter Pemodelan Kecepatan Putar Motor Induksi 3 Phasa Menggunakan Jaringan Saraf Tiruan (JST) Hatma Rudito
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 7, No 2 (2009): Oktober 2009
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.802 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v7i2.1046

Abstract

Modeling speed control of induction machines 3 phase is very necessary, because will be make it more easier for used in mathematic analysis. In this book simulating modeling parameters is purposing give solution for made mode speed control induction machine 3 phase. And analysis using Universal Field Oriented (UFO) and Direct Field Oriented (DFO). Speed control machine 3 phase can be adapted with changing of load, so that using Neural Network. Result from analysis in this paper to give parameters mode adaptive control system in diagram block type.
ANALISIS TINGKAT KEVAKUMAN PADA JECTOR TERHADAP FUNGSI POMPA DAN PEMANAS Suryanto Suryanto; Abdul Rahman; Akbar Muchtar; Andi Reno Aria Gumara
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.827 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v15i2.1185

Abstract

Ejector merupakan komponen atau alat yang memanfaatkan uap dalam kinerjanya baik dalam kinerja pompadan pemanasa .Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan menganalisa kinerja dari ejector sebagai pompa dan pemanas.uap bertekanan dari boiler dialirkan menuju ejector rig. Untuk membuat efek vakum, maka katup input dibuka dengan variasi bukaan (25%-100%) demikian juga dengan variasi katup suction dan delivery dengan bukaan (25%-100%). Parameter-parameter yang diukur ialah tekanan inlet, tekanan suction (vakum), temperatur vakum, tekanan delivery, temperatur delivery, temperatur air kedua tangki, dan level air kedua tangki yang selanjutnya dimasukkan dalam tabel data pengamatan. Berdasarkan hasil pengujian dan analisa data bahwa ejector dapat bekerja sebagai pompa saat tekanan vacum dibawah tekanan atmosfer dan apabila ejector bekerja sebagai pemanas maka air dalam tangki suction yang terpompa akan tercampur dan terkondensasi dengan uap panas yang mengakibatkan naiknya temperatur air menuju tangki delivery. Grafik hubungan antara debit,temperatur air, dan tekanan vakum menunjukanbahwa fluktuasi nilai debit tertinggi yakni 0,47 L/s tekanan vakum 0,85 bar serta temperatur air tertinggi yakni 33,24 oC tekanan vacum 0,9 bar. Sedangkan, efisiensi pompa dan pemanas terhadap tekanan vacum diperoleh nilai efisiensi pompa tertinggi sebesar 32,19 % dan efisiensi pemanas yakni 4,13 % tekanan vakum 0,82 bar.
Karakteristik Termal Kolektor Pelat Datar Model Serpentine Pada Pemanas Air Tenaga Surya Akhmad Fadli Ibrahim; La Ode Ichlas Syahrullah Yunus; Yuvita Satriani Djuli; Azhar Aras Mubarak
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 20, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.411 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v20i1.3466

Abstract

Kolektor pelat datar model serpentine perlu diketahui karakteristik unjuk kerjanya sebagai pemanas air tenaga surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi temperatur pada pipa, pelat absorber dan efisiensi kolektor pelat datar model serpentine pada pemanas air tenaga surya. Penelitian eksperimental dilakukan dengan membuat kolektor pelat datar dan pipa saluran fluida model serpentine dengan jarak pipa 108 mm dan panjang 8479 mm. Selanjutnya kolektor model serpentine tersebut diaplikasikan pada alat uji pemanas air tenaga surya. Pengambilan data dilakukan setiap 5 menit mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WITA dengan debit aliran 1 liter/menit. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik kenaikan temperatur rata-rata pelat absorber pada titik bawah (Tp1), titik tengah (Tp3) dan titik atas (Tp5) adalah sebesar 4,1oC. Karakteristik temperatur rata-rata pipa saluran fluida model serpentine pada titik bawah (Tp2), titik tengah (Tp4) dan titik atas (Tp6) adalah sebesar 5,2oC. Efisiensi aktual rata-rata kolektor model serpentine 45,22% dan temperatur rata-rata air keluaran 40,3oC pada debit 1 liter/menit. Kolektor surya pelat datar model serpentine dapat diaplikasikan untuk penggunaan skala domestik untuk menghemat penggunaan energi listrik.
Pengaruh Variasi Diameter Pipa Cabang Terhadap Koefisien Kerugian Pada Pemisahan Aliran Musrady Mulyadi
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 10, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.644 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v10i1.1078

Abstract

The research aimed to investigate: (1) the influence of flow rate ratio of loss coefficient (k) at the branch pipe with angle 450, (2) the value of the local loss coefficient (k) that occurs in the branch pipe diameter variations (branch) at, ½, ¾, 1, 1 ¼, and 1 ½ inch, then straight pipe with a diameter 2 inches, and (3) the effect of changing ratio between branch diameter pipe and a straight pipe to the loss coefficient (k) on the pipe branch. The research was conducted with a form of experiment, namely the dividing flow in a 45 Tee Junction with variation diameter PVC pipe. After that it was calculated the local coefficient of losses incurred by changes discharge ratio of 0.0 to 1. The results reveal that the increasing of flow ratio with a variation branch pipe diameter increase the total loss coefficient, Ktotal. Discharge ratio 0.0 to 1,the value of the local loss coefficient from the main to the branch of K3-1 in ½ inch diameter branch pipe 1.11 until 7.29, ¾ inch diameter 1.17 until 2.85, 1 inch diameter of 1.07 to 1.82, 1¼ inch diameter 1.08 until 1.40 and ½ inch diameter 1.02 to 0.92, while the local loss coefficient related to the flow in the main of K3-2 range from 0.04 until 0.48 for all variations of the branch pipe diameter. The smaller ratio of the diameter of the branch pipes with the main pipe will increase the value of the total losses coefficient.
Analisis Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Aluminium Scrap (ADC12) Menggunakan Tungku Listrik Syaharuddin Rasyid; Arthur Halik Razak; Fahmi Fahmi; Diah Ayu Lestari; Abd. Karim M
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 17, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1324.97 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v17i2.2081

Abstract

Knowing the mechanical and microstructural properties of aluminum scrap materials found in casting using an electric furnace. The research procedure included temperature data (750oC, 800oC, 850oC) and smelting time for 120 minutes. Hardness testing procedure is carried out to get the hardness value from some casting result areas. Microstructure is characterized by a comparison of the grain size of the metal that has undergone casting, to measure the grain size in this study using the image J program. The highest hardness value shows the melting temperature of 800oC with a temperature holding time of 120 minutes of 63.8HB. The longer the temperature holding time, the hardness value will increase. The smallest grain size occurs at a melting temperature of 800oC with a temperature holding time of 120 minutes of 21µm.
Analisis Kinerja Heat Absorber Arang dan Batu Apung pada Proses Destilasi Air Laut Chandra Buana; Musrady Mulyadi; Sukma Abadi; Jamal Jamal
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 12, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.721 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v12i1.1113

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan heat absorber arang dan batu apung pada proses destilasi air laut dengan menggunakan kolektor surya kaca ganda. Penelitian dilaksanakan selama 5 hari, dari pukul 08.00 hingga 17.00 wita, pengambilan data setiap 30 menit, juga dilakukan satu kali pengambilan data pada pukul 08.00 wita esok harinya, yang merupakan pengujian 24 jam. Penelitian dilaksanakan menggunakan dua buah kolektor destilasi surya yang diuji secara bersamaan, masing-masing kolektor menggunakan satu jenis heat absorber. Heat absorber arang menyerap energi matahari lebih besar dari batu apung, heat absorber arang juga mampu menghasilkan uap dan mengkondensasinya dengan baik secara bersamaan pada intensitas radiasi matahari yang tinggi. Penggunaan heat absorber arang pada siang hari dengan intensitas radiasi matahari yang tinggi menghasilkan kondensat lebih banyak dari batu apung, walaupun pada intensitas radiasi matahari yang rendah heat absorber arang menghasilkan kondensat yang lebih sedikit dari batu apung. Pada malam hari heat absorber batu apung menghasilkan kondensat yang lebih banyak dari arang. Pada pengujian jam 08:00 hingga 17:00 wita, heat absorber arang menghasilkan volume kondensat rata-rata sebesar 158 ml dan batu apung 142 ml. Pada pengujian hingga 24 jam diperoleh volume kondensat rata-rata arang 175 ml dan batu apung 177,2 ml.