cover
Contact Name
Muhammad Ruswandi Djalal
Contact Email
wandi@poliupg.ac.id
Phone
+6285250986419
Journal Mail Official
sinergi@poliupg.ac.id
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan KM.10 Tamalanrea, Makassar 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin Sinergi
ISSN : 16931548     EISSN : 26849372     DOI : http://dx.doi.org/10.31963/sinergi
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Politeknik Negeri Ujung Pandang mempublikasikan hasil penelitian pada Bidang Teknik Mesin dan Energi.
Articles 417 Documents
Analisis Kinerja Kolektor Distilasi Surya Kaca Ganda Dengan Heat Absorber Jamal Jamal
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 19, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.956 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v19i2.3389

Abstract

Solar distillation is a water distillation technology to get fresh water from sea water by evaporating sea water by heating it with solar energy, which then condenses the water vapor to get fresh water. The use of heat absorbers is to increase the absorption of solar energy and lift water to the surface of the heat absorber material to be evaporated. This research was conducted to determine the effect of using various heat absorbers (charcoal, pumice and white sand) on the quantity of fresh water produced by a double glass solar distillatory and to determine the performance of a double glass solar distillation collector with various heat absorbers. This research was carried out by direct observation for data collection, direct testing was carried out on a double glass distillatory with various heat absorbers, for accuracy the research was carried out simultaneously for all types of heat absorbers in the alternative energy laboratory of the Department of Mechanical Engineering at the State Polytechnic of Ujung Pandang for 5 days. The test was carried out from 08.00 WITA to 17.00 WITA by recording data every 30 minutes. Based on the research and data analysis conducted, the average condensate volume for charcoal heat absorber is 157 ml, pumice stone is 141 ml and white sand is 80.8 ml. % and white sand 3,784%.
Analisis Kinerja Harian Pendingin Udara Non-Freon yang Memanfaatkan Energi Pencairan Es Jamal Jamal
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.777 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v9i1.1064

Abstract

Indonesia sebagai sebuah negara tropis memiliki iklim dengan suhu cukup tinggi, sehingga kebutuhan mesin pendingin udara (AC) sangat tinggi. Tetapi timbul permasalahan akibat penggunaan mesin pendingin udara yaitu menggunakan energi yang besar, pencemaran lingkungan dari penggunaan freon yang dapat merusak ozon dan harga pengadaannya yang mahal. Dengan meningkatnya kebutuhan mesin pendingin udara maka perlu untuk melakukan analisis kinerja harian dari mesin pendingin udara non-freon yang memanfaatkan energi pencairan es, yang merupakan tujuan jangka pendek dari penelitian ini, sedangkan tujuan jangka panjang penelitian ini adalah mengatasi permasalahan global yaitu penggunaan energi yang sangat besar serta pemanasan global akibat penggunaan mesin pendingin ruangan yang tidak ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam penyelesaian masalah di atas adalah dengan melakukan uji pendingin udara alternatif yang tidak menggunakan freon sebagai fluida kerja tetapi menggunakan es sebagai sumber energi pendingin, uji kinerja dilakukan secara harian dari jam 09.00 wita sampai jam 15.00 wita. Untuk penghematan energi listrik maka penggunaan kompressor pada pendingin udara dalam penelitian ini digantikan dengan penggunaan pompa, sedangkan untuk mencegah pencemaran lingkungan maka penggunaan freon sebagai fluida kerja diganti dengan campuran air dan es. Hasil pengujian yang dilakukan adalah mesin pendingin udara yang mampu mendinginkan ruangan, tidak menggunakan freon sebagai fluida kerja hingga aman bagi lingkungan dan mesin pendingin udara yang memiliki biaya pengadaan dan pemeliharaan serta perbaikan yang lebih rendah dibandingkan AC berfreon tetapi memiliki biaya operasional yang lebih tinggi. Dari gambar 5 di atas terlihat hasil pengujian peralatan uji (AC tanpa freon) mampu menurunkan temperatur ruangan dimana hasil yang diperoleh lebih rendah dari kondisi pengujian temperatur ruangan tanpa menggunakan AC, walaupun masih terlihat bahwa pengujian temperatur ruangan menggunakan AC berfreon masih lebih baik dibandingkan pengujian temperatur ruangan dengan AC menggunakan es sebagai fluida kerja dengan kondisi tersebut terlihat bahwa peralatan uji (AC tanpa freon) memiliki kinerja yang baik tetapi masih lebih rendah dari kinerja AC berfreon.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI BIOGAS DARI LIMBAH TERNAK DI KEC. BAROKO KAB. ENREKANG Jumadi Tangko; Sonong Sonong; Muh Andi Chaerul S; Junaidi Salam
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.289 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v16i1.1203

Abstract

Penelitian ini dilakukan yaitu untuk mengetahui/menganalisa faktor-faktorapa saja yang dapat mempengaruhi produksi biogas limbah ternak sapi didalamsebuah digester, dimana ukuran digester yang digunakan yaitu dengan diameterdigester ± 2 m dan tinggi ± 2 m. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan BarokoKabupaten Enrekang, menggunakan metode eksperimental dengan perlakuanpenambahan subtrat seperti Em4 kedalam campuran kotoran sapi dengan air dandengan melakukan perbandingan 1:2 dimana kotoran sapi lebih sedikit daripada air.Dalam penelitian ini penulis menggunakan alat ukur manometer U, Ph-meter danPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Em4 danperbandingan 1:2 terhadap produksi biogas di Kecamatan Baroko KabupatenEnrekang. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa penambahan Em4dapat meningkatkan peroduksi biogas dimana tekanan tertinggi terjadi pada hari ke-6dengan kenaikan tekanan mencapai 31.5 cm (kenaikan presure di malam hari).Sedangkan perbandingan 1:2 hasil penelitian menunjukkan adanya penurunanproduksi biogas. Hal ini dikarenakan kurangnya sumber makanan bagi bakteri-bakteripembentuk biogas.
Kajian Konsumsi Energi pada Atap Tumbuhan (Green Roof) Abdul Rahman
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 11, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.294 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v11i1.1096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besar temperatur atap tumbuhan dan atap konvensional, serta besar beban kalor pendingin atau konsumsi energi antara keduanya. Melalui metode eksperimen model, atap tumbuhan dan atap konvensional dirancang memiliki dimensi, material, ventilasi dan sudut orientasi yang sama. Perbedaan yang mendasar terdapat pada lapisan penyusun material masing-masing atap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur maksimum atap tumbuhan hanya sebesar 29,7 oC sedangkan atap konvensional sebesar 35,6 oC. Selain itu, konsumsi energi atap tumbuhan lebih rendah sekitar 1652,042 kJ dibanding jika menggunakan atap konvensional.
Analisis Kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Desa Tombolo Pao Kabupaten Gowa Syahrial Syahrial; Prayudi Azis; Chandra Bhuana; A. M. Shiddiq Yunus
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.267 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v17i1.1587

Abstract

This research is a descriptive study, studying to determine the large discharge during the dry season, power output and efficiency as well as the suitability of the selection of penstock from the Micro Hydro Power Plant, Buttono Pao Village, Gowa Regency. In this research, the method used is descriptive analysis. This analysis provides an explanation or description of the conditions of the Power Plant starting from power generation and penstock performance evaluation. The results showed that the discharge in the carrier channel in the dry season from May to July 2016 was appropriate, which was between 0.116 m3 / s - 0.187 m3 / s and obtained the power generated by the output generator 4322.32 Watt to 4675.73 Watt with system Efficiency spent between 39.43% - 42.66%. From this value obtained from the value of efficiency in the Micro Hydro Power Plant (PLTMH) Tombolo Pao Village, Gowa Regency is less efficient in increasing electricity power. This is because this PLTMH has started operating since 2006 and in its construction design is still very simple. In terms of Penstock analysis the penstock material used is PVC pipe with a diameter of 8 inch or 0.216 m. After calculation, the diameter of the penstock is obtained based on the measurement used by the debit which has been obtained 0.254 m, while the flow velocity of the penstock is 3.205 m / s. To get the hfriction value, the required parameters are hwall loss and hturb loss. The values are 15,868 m and 0,732 m, the hfriction value is 16,6 m.
Peningkatan Jumlah Produksi Pemotongan Ayam Menggunakan Mesin Potong Ayam Jamal Jamal; Lewi Lewi
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 13, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.226 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v13i1.1139

Abstract

Kelurahan Bara-baraya yang terletak di kecamatan Makassar kotamadya Makassar provinsi Sulawesi Selatan merupakan pusat penjualan ayam potong, pada daerah tersebut terdapat kurang lebih 40 usaha ayam potong. Salah Satu bentuk pelayanan yang sering diminta oleh pembeli adalah memotong ayam menjadi beberapa bagian kecil, terkadang pembeli menginginkan satu ekor ayam dipotong menjadi 8 bagian, 12 bagian, hingga 16 bagian. Pengerjaan pemotongan ayam menjadi beberapa bagian kecil sangat menyita waktu. Kondisi ini sangat merepotkan kelompok usaha ayam potong sehingga perlu dicarikan solusi penyelesaian masalah tersebut. Solusi yang ditawarkan bagi kelompok usaha ayam potong adalah berupa penerapan ipteks bagi masyarakat dengan melakukan pembuatan atau pengadaan peralatan yang dibutuhkan berupa mesin pemotong ayam menjadi beberapa bagian kecil. Penggunaan mesin pemotong ayam menjadi beberapa bagian kecil sangat mempersingkat waktu yang dibutuhkan oleh kelompok usaha ayam potong dalam melayani setiap pelanggan. Penggunaan mesin potong ayam untuk memotong ayam menjadi 8 potong, mampu memotong ayam sebanyak 128 ekor/jam. Sedangkan pemotongan ayam secara manual menggunaan parang untuk memotong ayam menjadi 8 potong, mampu memotong ayam sebanyak 65 ekor/jam. Besar peningkatan kinerja penggunaan mesin potong ayam dibandingkan secara manual menggunaan parang adalah sebesar 96%.
ANALISIS PENGARUH ALIRAN NATURAL TERHADAP KINERJA PENGERING SURYA TIPE RAK UNTUK PROSES PENGERINGAN JAGUNG Jamal Jamal; Sri Suwasti; Sukma Abadi; Regiartha Sampetoding; Christianto Lomba
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.692 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v14i1.1162

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisa pengaruh penggunaan sistem aliran konveksi alamiah (natural) terhadap kinerja dari pengering surya tipe rak untuk proses pengeringan jagung. Pengeringan dilakukan menggunakan pengering surya tipe rak yang memiliki 3 susun rak yaitu bawah, tengah dan atas. Pengeringan dilakukan dengan memvariasikan jumlah massa jagung yang dikeringkan pntuada setiap rak yaitu 500 g, 700 g dan 900 g, dimana massa jagung tersebut sama untuk setiap raknya. Aliran natural yang dibuat adalah dengan melubangi pada bagian atas dan bagian bawah rak serta pada bagian depan kolektor. Lubang yang dibuat pada bagian atas dan bawah rak adalah untuk membuang udara lembab keluar pengering, sehingga udara dalam ruang pengering tetap udara kering, hal ini diharapkan meningkatkan laju pengeringan. Hail yang diperoleh adalah semakin lama waktu pengeringan maka massa jagung yang dikeringkan semakin berkurang, laju pengeringan jagung terbesar terjadi pada rak bagian bawah, semakin besar massa jagung maka selisih laju pengeringan rak tengah dan rak atas semakin besar dimana rak tengah memiliki laju pengeringan yang lebih besar dari rak atas, semakin besar massa bahan maka laju pengeringan akan semakin besar, hal ini terjadi pada setiap rak pengering.
Rancang Bangun Sistem Pengolahan Air Umpan Boiler Untuk Pengembangan Praktikum Sistem Pembangkit II Yiyin Klistafani; Rezki Arsal; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 19, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.63 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v19i2.3026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan fasilitas sistem pengolahan air umpan boiler (water treatment) yang sesuai dengan sistem PLTU di Laboratorium Konversi Energi. Adapun langkah-langkah rancang bangun ini diawali dengan survey lapangan, studi literatur, desain kemudian perakitan sistem pengolahan air umpan boiler. Pengumpulan data dilakukan dengan pengujian pada air baku dan air umpan boiler kemudian pengujian filter pasir silika, sedangkan analisa data dilakukan dengan membandingkan data hasil pengujian dengan standar air umpan boiler yang ada. Hasil yang diperoleh yaitu tersedianya sistem pengolahan air umpan boiler dengan menggunakan filter pasir silika dan unit pelunak air yang mampu mengubah sifat air baku dari sadah menjadi lunak.  Berdasarkan hasil pengujian sistem pengolahan air umpan boiler, karakteristik air hasil olahan sudah memenuhi standar air umpan boiler, kecuali pada parameter pH.
Analisis Eksperimental Profil Vortex Bebas Dengan Variasi Lubang Bawah Tabung Silinder Sri Suwasti
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 8, No 1 (2010): April 2010
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.829 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v8i1.1055

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui profil permukaan dari vortex bebas dengan menjelaskan pengaruh diameter lubang bawah pada tabung silinder yaitu, 1,75 cm dan 2,75 cm. Metode pengambilan data dilakukan dua cara yaitu, pertama metode eksperimen dengan menvariasikan tinggi pengukuran permukaan vortex 11 cm, 14 cm,17 cm dan data yang akan diperoleh adalah jarak dari pusat tabung dan kedua metode secara visual berupa gambar dengan menggunakan kamera digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vortex bebas membentuk hyperbola asymptotic dengan diameter pusaran bertambah besar jika diameter lubang bawah tabung silinder juga bertambah.
ANALISIS TEGANGAN TARIK DAN LENTUR SAMBUNGAN ALUMINIUM AA 6061 HASIL PENGELASAN FRICTION STIR WELDING (FSW) MENGGUNAKAN PIN SHOULDER TOOL PERSEGI EMPAT Muhammad Arsyad Suyuti; Luther Sonda; Misdar Misdar; Raichard Pasau
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.627 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v15i2.1194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tegangan tarik maksimum dan tegangan lentur yang dihasilkan dari hasil pengelasan friction stir welding. Dalam pengelasan ini meterial yang disambung adalah Aluminium AA 6061. Sedangkan parameter pengelasan friction stir welding yang divariasikan yaitu putaran tool, dan kecepatan pengelasan (feeding). Tool yang digunakan memiliki pin shoulder berbentuk persegi empat dengan ukuran sisi yang sama. Dari hasil uji tarik diperoleh tegangan tarik tertinggi pada putaran 1300 rpm dengan feeding 90 mm/min sebesar 160,93 MPa sedangkan tegangan lentur tertinggi diperoleh pada root bending di putaran 1300 rpm dengan feeding 135 mm/min sebesar 487,22 MPa. Secara umum kualitas sambungan hasil pengelasan yang terbaik jika ditinjau dari segi tegangan tarik maksimum dan tegangan lentur diperoleh pada putaran rendah yaitu 1300 rpm. Namun demikian baik tegangan tarik maksimum maupun tegangan lentur pada daerah sambungan nugget zone dan Thermomechaniically Affected Zone (TMAZ) masih jauh lebih rendah dari pada tegangan tarik maksimum dan tegangan lentur logam induk.