cover
Contact Name
-
Contact Email
ijphn@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijphn@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
F5 Building, Department of Public Health, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang Sekaran Campus, Gunung Pati, Semarang City, Central Java, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition
ISSN : 27984265     EISSN : 27769968     DOI : https://doi.org/10.15294/ijphn
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition contains scientific writings in the form of research reports of qualitative and quantitative research articles with a focus on Public Health Nutrition
Articles 175 Documents
Pengaruh Usia, Jenis Kelamin, Masa Kerja, dan Tingkat Pendidikan Terhadap Penerapan 5R Ariyanto, Bagas; Wahyuningsih, Anik Setyo
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 2 (2022): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i2.52507

Abstract

Latar Belakang: Data dari The Reporting of Injuries, Diseases and Dangerous Occurrences Regulations didapatkan sekitar setengah dari semua laporan cidera tidak fatal pada karyawan hanya disebabkan oleh dua jenis kecelakaan yaitu terpeleset, tersandung atau terjatuh pada tingkat kecelakaan yang sama (29%) dan kecelakaan penangangkatan pengangkutan (19%) dari 65.427 insiden yang telah dilaporkan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan berhubungan dengan penerapan 5R di Kantor Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel yang ditetapkan sebesar 75 responden menggunakan teknik simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan masa kerja. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, kuesioner, dan alat dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan menghitung odds ratio (OR) dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin (p-value=0,03; OR=1,42; 95% CI=0,56-3,61), dan tingkat pendidikan (p-value=0,03; OR=3,25; 95% CI=1,03-10,23) berhubungan dengan penerapan 5R. Kesimpulan: Variabel yang memiliki hubungan dengan penerapan 5R adalah jenis kelamin dan tingkat pendidikan.
Perilaku Kader TB dalam Penemuan Suspek TB selama Pandemi Covid-19 di Puskesmas Pejagoan Muthmainah, Muthmainah; Indarjo, Sofwan
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 2 (2022): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i2.52907

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan kasus covid-19 dan status zona merah di Pejagoan berdampak buruk pada upaya penangulangan TB. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa CDR TB menurun secara signifikan dari 21% di tahun 2019 menjadi 4% di tahun 2020. Penemuan suspek TB oleh kader tahun 2020 sebanyak 22 suspek (17,5%) dari 161 suspek yang diperiksa.Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kader TB dalam penemuan suspek TB selama pandemi covid-19 di Puskesmas Pejagoan.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 77 responden yang ditentukan melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Variabel bebas yang diteliti yaitu pengetahuan, keyakinan, sarana kesehatan, zonasi wilayah, dukungan masyarakat, dan dukungan petugas kesehatan. Variabel terikat yang diteliti yaitu perilaku kader TB dalam penemuan suspek TB selama pandemi covid-19. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square.Hasil: faktor yang berhubungan dengan perilaku kader TB dalam penemuan suspek TB yaitu pengetahuan (p = 0,044), keyakinan (p = 0,019), sarana kesehatan (p = 0,029), zonasi wilayah (p = 0,004), dukungan masyarakat (p = 0,018), dan dukungan petugas kesehatan (p = 0,038).Kesimpulan: Perlu adanya upaya peningkatan ketersediaan sarana kesehatan dan dukungan petugas kesehatan untuk kader TB.
Penerapan Alat Pemadam Api Ringan Berdasarkan Permenakertrans No 04 Tahun 1980 di Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Yuniati, Nur Kholipah; Wahyuningsih, Anik Setyo
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 2 (2022): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i2.53303

Abstract

Latar Belakang: Perkantoran Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes memiliki potensi untuk terjadinya kebakaran. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah salah satu sistem proteksi kebakaran yang wajib ada disetiap tempat kerja. APAR ditempat kerja harus mengacu pada Permenakertrans No.04 Tahun 1980 tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan APAR.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan jenis data kuantitatif. Teknik pengambilan data berupa observasi, pengukuran, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar checklist dan pedoman wawancara. Variabel dalam penelitian ini adalah jenis APAR, kondisi APAR, penempatan APAR, tanda pemasangan APAR, petunjuk penggunaan APAR, dan pemeliharaan APAR.Hasil: Hasil menunjukkan kesesuaian jenis dan kondisi APAR sebesar 100%, penempatan APAR 78,57%, tanda pemasangan APAR 0%, petunjuk penggunaan APAR 6,25%, dan pemeliharaan APAR 66,67%. Berdasarkan hasil penjumlahan elemen data yang sesuai dibandingkan dengan jumlah elemen keseluruhan item data didapat nilai sebesar 58,6%.Kesimpulan: Tingkat penerapan APAR berdasarkan Permenakertrans No.04 Tahun 1980 di Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes sebesar 58,6% dalam kategori cukup layak
Kandungan Zat Besi, Vitamin C dan Aktivitas Antioksidan Kombinasi Jus Buah Bit dan Jambu Biji Merah sebagai Minuman Potensial Penderita Anemia Utami, Nurma Astrid; Farida, Eko
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 3 (2022): Special Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i3.53428

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi anemia di Indonesia meningkat menjadi 48,9% pada tahun 2018 dengan kejadian anemia gizi besi pada tahun 2017 sebanyak 72,3%. Anemia gizi besi terjadi akibat kekurangan zat besi sehingga sintesis hemoglobin terganggu. Pencegahan dan pengendalian anemia gizi besi secara non farmakologis melalui konsumsi makanan kaya zat besi dan vitamin C yang mendukung penyerapan besi. Buah bit dan jambu biji merah kaya vitamin, mineral dan senyawa aktif, dapat dikonsumsi dalam bentuk jus dan berpotensi mencegah dan mengendalikan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan zat besi, vitamin C dan aktivtas antioksidan kombinasi jus buah bit dan jambu biji merah sebagai minuman potensial penderita anemia.Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dengan uji laboratorium untuk mengetahui kandungan zat besi, vitamin C dan aktivitas antioksidan kombinasi jus buah bit dan jambu biji merah. Perbandingan buah bit dan jambu biji merah yaitu K1 (100%:0%), K2 (75%:25%), K3 (50%:50%) dan K4 (25%:75%). Analisis data kandungan zat besi, vitamin C dan aktivitas antioksidan dilakukan secara deskriptif.Hasil: Hasil uji kandungan zat besi formulasi K1, K2 dan K3 terdeteksi sangat kecil (<0,02 mg/kg) dan K4 1,3 mg/kg. Kandungan vitamin C K1, K2, K3 dan K4 yaitu 0,34 mg/g, 0,33 mg/g, 0,49 mg/g dan 0,63 mg/g. Aktivitas antioksidan dari yang paling rendah hingga tinggi adalah formulasi K1 10,19%, K2 11,51%, K3 13,23% dan K4 14,51%.Kesimpulan: Kombinasi jus buah bit dan jambu biji merah formulasi K4 merupakan kombinasi jus dengan kandungan zat besi, vitamin C dan aktivitas antioksidan tertinggi. Disimpulkan bahwa kombinasi jus buah bit dan jambu biji merah dapat dijadikan alternatif minuman yang berpotensi dalam mencegah dan mengendalikan anemia.
Perilaku Santri dalam Menerapkan Protokol Kesehatan dengan Kejadian Covid 19 Di Pondok Pesantren NH Kebumen Astrianti, Sofi; Azinar, Muhammad
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 2 (2022): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i2.53806

Abstract

Latar Belakang : Jumlah Kasus Positif Covid -19 di Kebumen per tanggal 14 September 2020, berjumlah 317 kasus dan terus mengalami kenaikan setiap minggunya. Puncak kasusnya terjadi pada bulan Oktober karena ditemukannya cluster baru Covid 19, yaitu cluster pondok pesantren. Pondok Pesantren NH merupakan pondok dengan jumlah kasus terbanyak di Kebumen. Jumlah kasus positifnya sebesar 179 kasus dari 342 santri yang diperiksa melalui pemeriksaan SWAB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan atau tidak antara perilaku santri dalam menerapkan protokol kesehatan dengan Kejadian Covid 19 di Pondok Pesantren NH Kebumen. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan case control. Sampel yang ditetapkan berjumlah 70 dan menggunakan teknik purposive sampling dan simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-square dengan perangkat SPSS. Hasil : Terdapat hubungan antara jenis kelamin (p= 0,001) perilaku memakai masker (p=0,009), perilaku mencuci tangan (p=0,004), dan perilaku menjaga jarak (p=0,013). Sedangkan usia, tingkat pendidikan, perilaku menghindari kerumunan, dan perilaku menghindari mobilitas tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan : Perlu adanya upaya peningkatan perilaku santri dalam meningkatkan protokol kesehatan agar terhindar dari Covid 19
Perilaku Pencegahan Penularan COVID-19 pada Tenaga Kesehatan di Puskesmas Baki Atikassyifa, Arumia Prasya; Azinar, Muhammad
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 3 (2022): Special Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i3.53837

Abstract

Latar Belakang: Puskesmas Baki merupakan salah satu Puskesmas di Kabupaten Sukoharjo dengan kasus COVID-19 sebesar 1.140 kasus dengan 54 kasus kematian (CFR 4,7%). Sedangkan sebesar 16% tenaga kesehatan di Puskesmas Baki terkonfirmasi COVID-19 sampai dengan bulan Juli 2020. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku pencegahan penularan COVID-19 pada tenaga kesehatan. Metode: Jenis penelitian ini adalah survey dengan rancangan cross sectional. Sampel yang ditetapkan sebesar 44 sampel dengan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi square dan uji fisher. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel tingkat pengetahuan (p=0,136), sikap (p=1,000), ketersediaan APD (p=1,000), kualitas APD (p=0,386), ketersediaan fasilitas kebersihan (p=1,000), pelatihan pencegahan infeksi (p=1,000) tidak memiliki hubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada tenaga kesehatan. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, ketersediaan APD, ketersediaan fasilitas kebersihan, dan pelatihan pencegahan infeksi dengan perilaku pencegahan penularan COVID-19 pada tenaga kesehatan di Puskesmas Baki.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kegagalan ASI Eksklusif pada Bayi Usia 0-6 Bulan oleh Ibu Primipara Rahmawati, Kurnia; Azinar, Muhammad
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 3 (2022): Special Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i3.54221

Abstract

Latar Belakang: Pada tahun 2019, jumlah Ibu Primipara di Puskesmas Gringsing II yaitu 90 orang. Jumlah ibu primipara yang gagal memberikan ASI eksklusif sebanyak 85 orang (94,40%), sedangkan yang berhasil memberikan ASI eksklusif sebanyak 5 orang (5,60%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan pemberian asi eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan oleh ibu primipara di Puskesmas Gringsing II.Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu primipara di Puskesmas Gringsing II, sedangkan jumlah sampel sebanyak 37 orang.Hasil: menunjukkan 9 variabel, yaitu pengetahuan (sig=0,011), pendidikan (sig=0,001), tingkat konsumsi makan (sig=0,015), sikap (sig=0,009), psikologi (sig=0,001), informasi yang diterima (sig=0,005), dukungan suami (sig=0,029), dukungan keluarga (sig=0,009), dan dukungan petugas kesehatan (sig=0,001), berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan oleh ibu primipara. Sedangkan 1 variabel, yaitu pekerjaan (sig=0,0798) tidak berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan oleh ibu primipara.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara 9 variabel terkait dan yang tidak terdapat hubungan antara 1 variabel dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan oleh ibu primipara di wilayah kerja Puskesmas Gringsing II
Pengaruh Pemberian Tepung Porang dan Ubi Jalar Ungu terhadap Kadar Kolesterol dan Fungsi Hati Tikus Wistar yang Diberi Pakan Tinggi Lemak Shabrina, Aulia; Farida, Eko
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 2 (2022): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i2.54233

Abstract

Latar Belakang: Umbi porang mengandung glukomanan sedangkan ubi jalar ungu mengandung antosianin yang dapat menurukan kadar kolesterol dan fungsi hati. Metode: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pengaruh tepung porang dan tepung ubi jalar ungu terhadap penurunan kadar kolesterol, SGOT, dan SGPT pada tikus wistar.Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental menggunakan rancangan pre and post test randomized control group design trial. Jumlah sampel berjumlah 30 ekor tikus yang diberi pakan tinggi lemak lalu diberikan intervensi campuran tepung porang dan tepung ubi jalar ungu pada kelompok K(-), K(+), P1(25%:75%), P2(50%;50%) dan P3(75%:25%) selama 14 hari. Data analisis dengan menggunakan uji One Way Annova yang dilanjutkan dengan uji post hoc.Hasil: campuran tepung porang dan tepung ubi jalar ungu terbukti menurunkan kadar kolesterol, Sgot dan SGPT secara bermakna pada kelompok perlakuan. Penurunan kadar kolesterol terbesar pada P2 (113,16±6,25c), penurunan SGOT terbesar pada P2 (37,55±1,43), dan penurunan SGPT terbesar pada P2 (17,97±1,63).Kesimpulan: campuran tepung porang dan tepung ubi jalar ungu terbukti menurunkan kadar kolesterol, SGOT, dan SGPT secara signifikan. Intervensi yang paling efektif terdapat pada kelompok P2 yaitu tepung porang dan tepung ubi jalar ungu sebanyak 4,86 gr/hari/200grBB dan 4,49 gr/hari/200grBB.
Lingkungan Fisik Rumah dan Perilaku Protokol Kesehatan Masyarakat terdampak Covid-19 Cluster Keluarga Deviyani, Deviyani; Wijayanti, Yuni
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 2 (2022): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i2.54253

Abstract

Latar Belakang: Sejak awal pandemi hingga 27 Juli 2021 total kasus Covid-19 di Kelurahan Jatisari mencapai 514 kasus. Dari 514 kasus, telah terjadi 54 kasus cluster keluarga yang merupakan risiko infeksi Covid-19 tinggi karena kontak yang dekat dan sering. Faktor yang mempengaruhi kejadian Covid-19 cluster keluarga antara lain faktor lingkungan fisik rumah dan faktor perilaku protokol kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara lingkungan fisik rumah dan perilaku protokol kesehatan dengan kejadian Covid-19 cluster keluarga di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Metode: Jenis penelitian ini yaitu observasional analitik dengan desain case control. Penelitian ini menggunakan Teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 28 kasus dan 28 kontrol. Instrumen yang digunakan yaitu data info Covid-19 Puskesmas Mijen, lembar observasi, kuesioner, roll meter, dan luxmeter. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi Square dengan bantuan SPSS versi 22.0. Hasil: Variabel yang berhubungan dengan kejadian Covid-19 cluster keluarga dalam penelitian ini yaitu variabel luas ventilasi rumah (p value= 0,032), kepadatan hunian (p value= 0,030), dan pencahayaan rumah (p value= 0,032), sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian Covid-19 cluster keluarga yaitu perilaku protokol kesehatan (p value =0,593). Kesimpulan: Perlu adanya upaya peningkatan kegiatan penyuluhan dan penyebaran media informasi tentang penularan Covid-19 cluster keluarga
Determinan Sosial, Ketahanan Pangan, Praktik Hygiene, dan Kondisi Rumah Pasien TB Paru BTA (+) sebagai Faktor Risiko Penularan TB Riwayat Kontak Serumah Sofiyani, Tri; Wijayanti, Yuni
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 2 (2022): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i2.54916

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data per Desember 2020, terdapat 34,47% dari total 376 kasus TB Paru BTA (+) dan terdapat 206 kasus baru BTA (+) dengan riwayat kontak serumah. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan sosial, ketahanan pangan, praktik hygiene, dan kondisi rumah pasien sebagai faktor risiko kejadian TB Paru BTA (+) dengan riwayat kontak serumah. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode kasus kontrol dengan 74 sampel. Data analisis menggunakan uji Chi-Square dan uji regresi logistik. Hasil: Berdasarkan hasil bivariat ditemukan bahwa faktor risiko yang terbukti berhubungan dengan kejadian TB Paru BTA (+) adalah tingkat pendidikan, tingkat ketersediaan pangan, stabilitas pangan, kualitas pangan, kebiasaan menjemur alat tidur, kebiasaan membuka jendela rumah, kebiasaan mencuci tangan, luas ventilasi, jenis dinding, dan jenis lantai. Probabilitas responden untuk mengalami kejadian TB Paru BTA (+) berdasarkan analisis multivariabel dengan memiliki faktor risiko tingkat pendidikan yang rendah, tingkat ketersediaan pangan yang buruk, tidak memiliki kebiasaan membuka jendela rumah, tidak memiliki kebiasaan mencuci tangan, luas ventilasi yang buruk, dan jenis dinding yang tidak memenuhi syarat adalah sebesar 85,2 %. Kesimpulan: Meningkatkan penyuluhan dan upaya pecegahan kejadian TB Paru BTA (+).