cover
Contact Name
Ahmad Bahrudin
Contact Email
jurnalkriyaisipp@gmail.com
Phone
+6281328690849
Journal Mail Official
jurnalkriyaisipp@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bahder Johan Padangpanjang
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Relief: Journal of Craft
ISSN : -     EISSN : 28092945     DOI : -
RELIEF: Journal of Craft contains scientific articles of research, conceptual ideas, creation of craft, craft design, ornaments, and interdisciplinary studies related to the field of craft (kriya).
Articles 51 Documents
DOL SEBAGAI IDE PENCIPTAAN TAS MAKE UP Rusmiati, Rusmiati; Widdiyanti, Widdiyanti; Prastawa, Wisnu
Relief : Journal of Craft Vol 2, No 2 (2023): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v2i2.3750

Abstract

Dol is a traditional Bengkulu musical instrument resembling a bedug, which is played by striking using a wooden bat with a cloth-covered end. The Dol instrument is tubular with a slightly oblong bottom and has a single membrane as the sound source at the top. The body is painted in bright hues like red, green, and yellow to make it more appealing. Its distinctive form inspired the development of textile products in the form of makeup bags. Ornamentation of works using the batik techniques. The process used to create this artwork involves three stages: exploration, seeking sources of knowledge on dol musical instruments; design, which entails creating drawings for the work; embodiment, which consists of the writing batik technique and stitching the bag. The five pieces of original artwork and two pieces of designed artwork are combined to form a makeup bag. Each work is titled according to the type of rhythm in playing dol namely Suwena 1, Suwena 2, Suwari 1, Suwari 2, Suwari 3, Tamatam 1, and Tamatam 2.
BAWANG MERAH SEBAGAI MOTIF PADA KEBAYA MELAYU Dewi, Lisa; Widdiyanti, Widdiyanti; Ferawati, Ferawati
Relief : Journal of Craft Vol 2, No 2 (2023): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v2i2.3751

Abstract

The plant of onion bulbs frequently utilizes as spices for food. Visually the shape is circular,This fascination with the form of onion bulbs and their function served as the basis for works as an original motif on Malay kebaya utilizing the batik writing technique. The three steps of the creative process are exploration, design, and embodiment. The exploration stage begins with collecting information from sources relevant to the work that will develop.  The design stage carries out by producing alternate sketches, creating designs with the onion bulb motif, and settling on a chosen design. The use of the batik writing technique combined with the embroidery technique is to carry out the process of achieving the design of the work. The work uses a silk cotton fabric as a material that is dyed with remazol. Umbi bawang merah merupakan tanaman yang biasa digunakan dalam bumbu masakan. Secara visual bentuknya bulat cenderung oval, Ketertarikan terhadap bentuk umbi bawang merah dan kegunaannya menjadi dasar penciptaan karya sebagai kreasi bentuk motif pada kebaya melayu Riau menggunakan teknik batik tulis. Proses penciptaan terdiri dari tiga tahap yang meliputi eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahapan eksplorasi dimulai dengan mengumpulkan data dari sumber-sumber yang berkaitan dengan penciptaan karya yang akan dibuat. Tahap perancangan dilakukan melalui pembuatan sketsa alternatif, membuat kreasi bentuk motif umbi bawang merah, dan menetapkan desain terpilih. Proses perwujudan rancangan karya dilakukan dengan teknik batik tulis yang dipadukan dengan sulam. Media yang digunakan berupa kain katun sutera dengan pewarnaan remazol.
PENGARUH MORDAN JERUK NIPIS DAN JERUK PURUT TERHADAP HASIL PEWARNAAN ECO PRINT DAUN JARAK PAGAR (Jatropha Curcas) PADA BAHAN KATUN Sartika, Dewi; Adriani, Adriani
Relief : Journal of Craft Vol 2, No 2 (2023): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v2i2.3753

Abstract

Studi ini dilatar belakangi selaku proses pemanfaatan daun jarak pagar untuk membuat motif tekstil dengan teknik pewarnaan eco print yang ramah lingkungan. Studi ini bertujun mendeskripsikan arah warna motif daun pengaruh mordan jeruk nipis dan jeruk purut terhadap hasil pewarnaan eco print bahan katun memanfaatkan daun jarak pagar (Jatropha Curcas). Jenis studi ini yakni studi Eksperimen. Jenis data yakni data primer bersumber dari 18 orang panelis yang sudah melakukan tes buta warna. Instrumen pengumpulan data berupa angket atau kuesioner yang disusun secara Skala Bertingkat (Reting Scale). Hasil pewarnaan eco print dengan mordan jeruk nipis menghasilkan arah warna olive dengan kode #A59876, mordan jeruk purut menghasilkan arah warna muddy waters brown dengan kode #937D48, untuk memperoleh arah warna tersebut diuji menggunakan Colorblind Assistand.
Bentuk Kencung Beruk sebagai Ornamentasi pada Tas Kulit Syaputra, Opni; Zam, Riswel; Nofrial, Nofrial
Relief : Journal of Craft Vol 3, No 1 (2023): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v3i1.3052

Abstract

Kencung beruk merupakan tumbuhan liar yang memiliki bunga berbentuk kantong yang unik. Tumbuhan ini sumber inspirasi penciptaan karya berupa tas kulit yang dilahirkan berfungsi sebagai tas santai dan tas ransel. Metode yang digunakan dalam proses penciptaan sebagai berikut: tahap eksplorasi yaitu melakukan pengamatan atau observasi langsung pada tumbuhang kencung beruk yang dijadikan sebgai motif hias pada karya yang telah diciptakan dan tahap perancangan yaitu diawali dengang menuangkan ide dalam bentuk sketsa maupun desain. Adapun tahap perwujudan dalam proses sebuah karya yang pertama memilih sketsa yang sesuai dengan kosnep, membuat gambar kerja, mempersiapkan alat dan bahan, mengolah bahan, proses penggarapan karya sesuai hingga proses finishing. Konsep yang digunakan dalam karya ini adalah bentuk Kencung beruk dan dijadikan sebagai motif dalam pembuatan karya ini. Bahan yang digunakan dalam karya ini adalah kulit samak nabati, Kulit Crazy horse (samak krom), dan teknik yang dipakai dalam karya ini adalah teknik jahit manual dan jahit mesin. Hasil karya terdiri daritujuh buah karya yang dibuat dalam bentuk tas ransel tas ransel santai pria dan tas salempang. Adapun karya-karya tersebut diberi judul: Bagpack Pria, Tas Ransel Santai Pria, Tas Santai Pria, Tas Traveling Pria, Tas Salempang Pria, Tas Ransel Pria, Tas Santai Pria. Kata Kunci: Kencung beruk dan Tas Kulit
Puncak Perayaan Tabuik Pada Media Logam bustamar, aldi wahyudi; bahrudin, ahmad; yulimarni, yulimarni
Relief : Journal of Craft Vol 3, No 2 (2024): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v3i2.2805

Abstract

ABSTRAKPerayan tabuik merupakan kegiatan untuk mengenangnya cucu Nabi Muhammad SAW yang di Pariaman pada tanggal 1 sampai 10 Muharam. Dalam acara tersebut terdapat fungsi (nilai) di antaranya fungsi sosial dan fungsi ekonomi, yang dapat memperkuat persatuan, serta kesejahteraan dalam masyarakat Pariaman. Hal logam tersebut menjadi ide penciptaan dalam karya relief. Metode yang dilakukan dimulai dari eksplorasi mencari referensi tulisan, dan data tentang tabuik. Perancangan karya sesuai konsep yang dijelaskan menjadi beberapa sketsa alternatif, sehingga diwujudkan menjadi karya teknik tatah pada media plat alumunium, dan tembaga dengan menggunakan teori ekspresi. Hasil karya rendah dengan judul-judul:Tabuik naiak pangkek, tabuik basandiang, maadu tabuik, mamanjek tabuik, tabuik tabuang, yang difungsikan sebagai hiasan dinding.  Kata kunci: Tabuik, ekspresi, dan relief logam
Motif Harimau Sumatera pada Sepatu Kulit Putra Alvin, Bima Dwi; Sumadi, Sumadi; Hendratno, Hendratno
Relief : Journal of Craft Vol 3, No 1 (2023): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v3i1.4438

Abstract

Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) yang hidup secara alami hampir di seluruh bagian pulau Sumatera. Harimau dalam ekosistem adalah salah satu indikator penting ekosistem yangsehat. Rusaknya ekosistem tidak hanya berdampak pada kepunahan harimau, tetapi juga hilangnyakeanekaragaman hayati dalam ekosistem tersebut. Kepunahan Harimau Sumatera menjadi ide untukmelestarikan hewan yang dilindungi ini melalui karya seni. Metode yang digunakan dimulai daritahap exsplorasi, perencanaan, dan perwujudan. Harimau Sumatera yang akan di visualkan menjadimotif yang terdapat pada sepatu kulit. Penciptaan karya menggunakan bahan kulit samakKrom,Kulit samak Bulu,tapak sepatu dan bahan pendukung lainnya, dengan teknik jahit mesin,teknik solder Phyrografi, dan pembuatan motif menggunakan mesin grafir. Jenis sepatu yangdiwujudkan adalah: Derby Shoes, Loafer Shoes, Chelsea Shoes, Dress Boot Shoes, Desert Shoes,Chukka Boot shoes, dan Blucher Shoes. Sepatu ini digunakan oleh laki- laki dan perempuan dewasaberusia 20- 50 tahun. Sepatu ini bisa dipakai ketika menghadiri acara pernikahan, menghadiri acaraformal, dan ketika di tempat umum. Karena karya sepatu ini memilih desain yang elegan, mengikutitrend anak muda, dan mempertimbangkan desain yang cocok digunakan untuk kelompok umur tua. 
Ekspresi Kaligrafi Surat Al-Qariah pada Kriya Kulit Rijal, Mukhta; Sumadi, Sumadi; Ferawati, Ferawati; Fatrina, Novina Yeni
Relief : Journal of Craft Vol 3, No 2 (2024): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v3i2.2882

Abstract

Seni sebagai ekspresi merupakan ungkapan seorang seniman yang dituangkan dalam karya seni lewat media dan alat. Pengkarya menjadikan surat Al-Qariah, surat ke-101 sebagai ide penciptaan pada kriya kulit. Al-Qariah berarti hari kiamat. Ide penciptaan tugas akhir  yang berjudul ‘Ekspresi Kaligrafi Surat Al-Qariah Pada Kriya Kulit’, terinspirasi dari lingkungan dan juga melihat berita-berita yang beredar di internet seperti, korupsi, pelecehan seksual, dan hal-hal lain yang sudah menyimpang dari agama, seakan manusia berfikir bahwa kehidupan hanyalah di dunia saja. Maka dari itu pengkarya berinisiatif untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa kehidupan di dunia ini tidaklah abadi dan akan ada pembalasan tentang apa yang kita perbuat di dunia.Teori yang dipakai dalam penciptaan  karya ini yaitu teori bentuk, teori fungsi, dan teori estetis. Metode penciptaan karya seni melalui tiga tahap. Tahap eksplorasi dengan mencari referensi melalui studi pustaka maupun lapangan. Tahapan perncangan dengan membuat gambar rancangan melalui gambar sketsa alternatif dan desain gambar kerja. Tahap perwujudan menggunakan bahan kulit samak sol, dengan teknik tatah, dan finishing menggunakan cat acrilyc
KREASI RANGKIANG PADA PENCIPTAAN KRIYA LOGAM Rafiq, Muhammad Ikhsan; Zam, Riswel; Hendra, Hendra
Relief : Journal of Craft Vol 3, No 1 (2023): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v3i1.4439

Abstract

Kreasi Rangkiang Pada Penciptaan Kriya Logam bersumber dari bentuk rangkiang sebagai tempat penyimpanan padi. Rangkiang yang merupakan bagian dari arsitektur Minangkabau. Bentuknya yang unik dengan keberadaannya saat ini memberi inspirasi dan menjadi dasar dalam penciptaan karya kriya logam. Bentuk dan unsur bangunan rangkiang dengan karakteristik tersendiri diambil tanpa menghilangkan bentuk aslinya. Garapan visual karya merepresentasikan dan menggambarkan serta menyampaikan pesan maupun kondisi serta keberadaan rangkiang saat ini melalui bentuk-bentuk visual yang menggambarkan keberadaan arsitekur yang sudah tua, tidak terawat,terabaikan,bahkan dibiarkan. Kreasi yang dilakukan pada karya dengan Menyusun bentuk rangkiang yang dicor logam yang disusun pada kerangka karya yang udah dibentuk. Rangkiang merupakan salah satu artefak lokal Minangkabau dalam bentuk arsitektur. Yang digunakan sebagai tempat menyimpan padi dan hasil panen lainnya. Bagian arsitekstur Minangkabau rangkiang memiliki bentuk yang menyerupai rumah gadang tetapi dengan ukuran yang lebih kecil, dengan bentuk atapnya terdiri dari dua gonjong berbahan ijuk.
EKSPRESI GORGA ULU PAUNG PADA TOPENG KAYU Simanjuntak, Yose Erbento; sundari, sri; bahrudin, ahmad
Relief : Journal of Craft Vol 3, No 2 (2024): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v3i2.2907

Abstract

Karya dengan judul Ekspresi Gorga Ulu Paung Pada Topeng kayu, Merupakan karya topeng yang fokus terhadap ornamen Gorga Ulu Paung, berlandaskan wujud dan maknanya. Gorga Ulu paung pada rumah Batak Toba berbentuk ornamen dua dimensi, serta penempatan motif Ulu Paung berada di puncak  atap rumah, mengandung makna kuasa, kekuatan, melindungi manusia (penghuni rumah) dari segala ancaman atau maksud jahat dari orang lain. Makna pelindung dalam fenomena sosial menjadi inspirasi bagi pengkarya mewujudkan topeng dengan mengekspresi Gorga Ulu Paung, dapat difungsikan sebagai kostum karnaval.Dalam proses  perwujudan karya topeng ornamen Gorga Ulu Paung pengkarya melakukan tahap distorsi, disformasi dan eksplorasi hingga dapat menghasilkan sketsa desain yang dibuat pada topeng. Dengan menggunakan teknik ukir rendah (bas relief) pada patung kepala dengan media kayu bayur dan suren dengan  pewarnaan cokelat, merah, putih dan hitam.Hasil karya topeng yang berjudul. Raja, Ratu, Datu, Begu dan Kepala Suku dengan makna yang terdapat pada budaya Batak Toba
Komposisi Motif Batu Bata Pada Baju Kurung Batik Agreani, Melia; Widdiyanty, Widdiyanty; Hendra, Hendra
Relief : Journal of Craft Vol 3, No 2 (2024): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v3i2.2916

Abstract

ABSTRACTComposition Of Brick Motif On Baju Kurung BatikBricks are coarse soil that is processed in such a way as to become bricks. The bricks have a block shape and have a rough texture. In the middle of the brick there are 4 (four) holes, these holes are used for air distribution which functions as drying or reducing the water content contained in the bricks, besides that the bricks also have solid and hard properties. The creation of this work begins with the shape of the stylized bricks on each side of the brick. The shape of this brick is composed as a decorative motif on the baju kurung. The process of creating this work goes through three stages, including the exploration stage, which is to see firsthand the process of making bricks. Design by pouring ideas into the form of a sketch which then becomes the chosen design to the realization of the work through the handmade batik technique and then applied to the baju kurung. Creation uses the theory of form, function, color, motif, stylization and aesthetics. The form of the work created is a size S-sized baju kurung using handmade batik techniques. The function of this baju kurung is as clothing for teenage and adult women who are used during formal events or official events. There were five works, with the titles: “Opposite”, “Complexity”, “Scattered”, “Balance”, “Contrast”, “Repetition” and “Simplicity”.Keywords: batik, bricks, baju kurung and motifs. INTI SARIKomposisi Motif Batu BataPada Baju Kurung BatikBatu bata merupakan tanah kasar yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi batu bata. Batu bata memiliki bentuk balok dan bertekstur kasar. Pada bagian tengah batu bata terdapat 4 (empat) lubang, lubang ini digunakan untuk penyalur udara yang berfungsi sebagai pengeringan ataupun pengurangan kadar air yang terkandung di dalam batu bata, selain itu batu bata juga memiliki sifat padat dan keras. Penciptaan karya ini berawal dari bentuk batu bata yang sudah distilisasi pada setiap sisi batu bata. Bentuk dari batu bata ini di komposisisikan sebagai motif hias pada baju kurung. Proses penciptaan karya ini melalui tiga tahapan di antaranya, tahap eksplorasi yaitu melihat secara langsung proses pembuatan batu bata. Perancangan dengan menuangkan ide ke bentuk sketsa yang kemudian menjadi desain terpilih hingga perwujudan karya melalui teknik batik tulis lalu diaplikasikan pada baju kurung. Penciptaan menggunakan teori dari bentuk, fungsi, warna, motif, stilisasi dan estetika. Bentuk karya yang diciptakan adalah setelan baju kurung berukuran S menggunakan teknik batik tulis. Fungsi baju kurung ini sebagai pakaian wanita remaja dan dewasa yang digunakan pada saat acara formal atau acara resmi. Jumlah karya yang dibuat sebanyak lima karya, dengan judul yaitu: “Berlawanan”, “Kerumitan”, “Bertaburan”, “Keseimbangan”, “Kontras”, “Pengulangan” dan “Kesederhanaan”.Kata kunci : batik, batu bata, baju kurung dan motif.