cover
Contact Name
Ahmad Bahrudin
Contact Email
jurnalkriyaisipp@gmail.com
Phone
+6281328690849
Journal Mail Official
jurnalkriyaisipp@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bahder Johan Padangpanjang
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Relief: Journal of Craft
ISSN : -     EISSN : 28092945     DOI : -
RELIEF: Journal of Craft contains scientific articles of research, conceptual ideas, creation of craft, craft design, ornaments, and interdisciplinary studies related to the field of craft (kriya).
Articles 52 Documents
Kuluk Kerinci Sebagai Motif Hias Pada Tas Wanita nanda, afri novia; Widdiyanti, Widdiyanti; yulimarni, yulimarni
Relief : Journal of Craft Vol 4, No 2 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v4i1.5450

Abstract

Tengkuluk (kuluk) adalah penutup kepala tradisional perempuan suku Kerinci yang dikenakan oleh anak batino. Secara umum, kuluk berbentuk lingkaran besar (2 gelang besar) dengan lidah atau jumbei berupa kain beludru hitam atau merah (8-10 cm) yang dipasang dari atas lingkaran hingga belakang kepala sebatas pinggang. Bentuk kuluk menginspirasi motif hias pada tas dengan pola berulang melingkar. Proses penciptaan karya ini meliputi tiga tahap: eksplorasi dengan mengamati langsung bentuk kuluk, perancangan sketsa hingga desain terpilih, serta perwujudan karya melalui teknik batik tulis pada tas wanita. Penciptaan didasarkan pada teori bentuk, fungsi, kreasi, motif, dan warna. Tas yang dihasilkan berupa tas selempang dan tas tangan untuk membawa barang pribadi dalam acara formal atau resmi. Karya ini bertujuan melestarikan budaya serta menggabungkan motif nagguri lahak sebagai simbol pentingnya hidup bersih dalam masyarakat. Motif pada tas mencerminkan kebersihan pikiran, perkataan, dan perbuatan perempuan. Tujuh karya yang dihasilkan berjudul: “Berdampingan”, “Refleksi”, “Seluruh Sisi”, “Beriringan”, “Bersua”, “Kesatuan”, dan “Saling Support.” 
Stilisasi Bunga Matahari Sebagai Ornamen Sulam Pada Karya Dua Dimensi Sari, Catherine Ayunita; Ferawati, Ferawati; Bahrudin, Ahmad; Kurniawan, Ramadhani
Relief : Journal of Craft Vol 4, No 1 (2024): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v4i1.5564

Abstract

Bunga matahari dengan nama ilmiah Helianthus annuus L. Bunga matahari merupakan tanaman tahunan yang cukup tinggi. Diameter bunga matahari dapat mencapai 15-30 cm yang sebagian besar bunga berwarna kuning. Bunga matahari memiliki keunikan  terletak pada kelopaknya yang menyerupai seperti matahari dan tumbuh menghadap matahari. Daun bunga matahari memiliki bentuk seperti hati, warnanya hijjau sampai hijau tua. Benang sari bunga matahari terletak pada tengah bunga berwarna coklat. Landasan teori pada penciptaan karya seni ini meliputi tujuh landasan teori, teori bentuk, teori motif, teori stilisasi, teori warna, teori sulam, teori bunga matahari, dan teori karya dua dimensi. Metode penciptaan karya seni ini melalui tiga tahap, tahap eksplorasi dimulai dengan mencari referensi tulisan dan data tentang bunga matahari, tahap perancangan, konsep yang digambarkan dalam beberapa sketsa alternatif, dan desain terpilih. Tahap perwujudan melalui proses teknik tusuk pipih, tusuk rantai, dan tusuk kepala peniti menggunakan bahan kain kanvas, benang wol, dan benang jahit.   
KREASI MOTIF LIMPAPEH PADA OUTER WANITA ferina, nadia; Widdiyanti, Widdiyanti; yulimarni, yulimarni; Kurniawan, Ramadhani
Relief : Journal of Craft Vol 4, No 2 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v4i1.5451

Abstract

Limpapeh merupakan sejenis binatang yang selalu mendiami rumah atau bangunan yang besar. Limpapeh adalah sebutan untuk kaum perempuan atau anak gadis yang mendiami sebuah rumah gadang. Limpapeh memberi pengertian bahwa apabila dalam sebuah rumah tersebut ada seorang wanita, maka rumah tersebut terlihat semarak. Bentuk motif limpapeh menginspirasi pengkarya untuk dijadikan motif hias outer wanita dengan menggunakan komposisi pola berulang. Metode penciptaan karya seni melalui tiga tahap. Tahap eksplorasi dengan mencari referensi melalui studi pustaka. Tahapan perancangan dengan membuat gambar rancangan melalui gambar sketsa alternatif dan desain gambar kerja. Tahapan perwujudan menggunakan teknik batik tulis dan jahit. Penciptaan menggunakan teori bentuk, fungsi, kreasi, warna dan komposisi. Bentk karya yang diciptakan adalah outer wanita dengan jenis outer panjang dan vest menggunakan teknik batik tulis. Fungsi outer ini sebagai pakaian wanita remaja hingga dewasa yang bisa digunakan pada saat santai dan formal, pemakaiannya harus disesuaikan dengan kegiatan yang kita lakukan. Alasan pengkarya menciptakan karya ini yaitu memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa banyak motif-motif yang terdapat di Sumatera Barat, salah satunya motif limpapeh, sesuai dengan maknanya kita sebagai perempuan haruslah pandai menjaga diri. Jumlah karya yang dibuat sebanyak tujuh karya dengan judul yaitu : “Ketegasan”, “Sang Bijaksana”, “Kemurahan”, “Keadilan”. “Keijaksanaan”. “Kebijaksanaan 2”, “Kehormatan”. 
Bunga Kembang Sepatu Sebagai Motif Sulam Karya Dua Dimensi Mahyeninda, Jannatul; Zam, Riswel; Hendra, Hendra
Relief : Journal of Craft Vol 4, No 2 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v4i2.5584

Abstract

  Bunga kembang Sepatu lebih dikenal dengan bunga raya memiliki nama latin Hibiscus rosa sinensis berasal dari daerah tropis dan subtropic di Asia Timur dan Kepulauan Pasifik yang ditanam sebagai tanaman hias. Bunga ini merupakan tanaman yang mudah dijumpai pada kehidupan sehari-hari. Keindahan bunga ini menjadi inspirasi dalam penciptaan karya dalam bentuk sulaman yang merupakan tradisi yang ada di Sumatera Barat khususnya di daerah Nareh, Pariaman. Karya ini merupakan penggabungan antara seni tradisional dan seni modern serta mengembangkan kreasi dan kebudayaan di lingkungan masyarakat.Proses penciptaan karya ini menggunakan metode yang dikemukan Gustami terdiri dari tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan dengan menggunakan beberapa teori yaitu kreasi, bentuk, fungsi, dan warna. Bunga kembang sepatu diwujudkan menjadi motif sulam karya dua dimensi menggunakan teknik sulam suji caia dan banang ameh dengan teknik tambahan pewarnaan pada kain dasar menggunakan pewarna batik. Karya-karya yang dihasilkan merupakan benda untuk penghias atau dekorasi ruangan sebagai pajangan dinding.Bunga kembang sepatu dijadikan sebagai motif utama dalam karya yang lahir dalam wujud karya dua dimensi yang berjumblah tujuh karya; berjudul Dari Kejauhan, Malam, Dari Waktu Kewaktu, Bergandengan, Berkelanjutan, Mencengkram Malam, dan Saling Melengkapi.Kata kunci: Bunga kembang sepatu, motif sulaman.   
KREASI KALIGRAFI ASMA’UL HUSNA PADA KRIYA KAYU Ahmad rivaldi, Ahmad Rivaldi; nofrial, nofrial; Ferawati, Ferawati; zam, riswel
Relief : Journal of Craft Vol 4, No 2 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v4i1.5375

Abstract

 ABSTRAKKarya ini mengangkat kreasi kaligrafi Asma’ul Husna pada kriya kayu dengan menggunakan khat Tsuluth. Asma’ul Husna, yang terdiri dari 99 nama-nama Allah, mengandung makna yang sangat dalam, mencerminkan sifat-sifat Tuhan yang Maha Esa. Setiap nama dalam Asma’ul Husna mengandung pesan spiritual yang dapat menjadi petunjuk hidup bagi umat manusia. Pemilihan kayu sebagai media dalam pembuatan karya ini memberikan sentuhan alami yang memperkaya dimensi estetika dan filosofi yang terkandung dalam setiap nama Allah. Gaya khat Tsuluth dipilih karena memiliki karakteristik goresan yang elegan dan melengkung, yang mampu menggambarkan keindahan serta kebesaran Tuhan dengan cara yang dinamis namun terstruktur. Karya ini tidak hanya berfokus pada nilai estetika, tetapi juga mengajak penikmat untuk merenungkan makna spiritual dari setiap nama Allah yang ditulis.  Penciptaan karya ini menggunakan teori fungsi, dan teori estetis. Metode penciptaan karya seni melalui tiga tahap, tahap eksplorasi dengan mencari referensi melalui studi pustaka maupun lapangan. Tahapan perancangan dengan membuat gambar rancangan melalui gambar sketsa alternatif dan desain gambar. Tahap perwujudan menggunakan bahan kayu surian, dengan teknik ukir pahat ketinggian sedang, dan finishing menggunakan tinta printer yang dilapis memakai melamin lack clear doff dan penyajian karya merupakan metode yang digunakan dalam mengenalkan hasil karya seni kepada masyarakat luas sebagai media dakwah. Karya berupa kaligrafi dua dimensi, yang diciptakan sebanyak tujuh karya, yaitu: Al Hakiim, Al Wadud, Al Kariim, Ar Rahman, Al Lathiif, Ar Rahiim, dan Al Wakiil.     
Harimau Sumatera Pada Relief Kayu Syahrul, Syahrul Syahrul; Bahrudin, Ahmad; Sumadi, Sumadi; fajri, emzia
Relief : Journal of Craft Vol 4, No 2 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v4i1.5394

Abstract

Harimau Sumatera adalah satwa asli pulau Sumatera yang sangat patut untuk dilestarikan keberadaannya. Dalam Konsep perwujudan karya menghadirkan bentuk dari harimau Sumatera yang diwujudkan dalam bentuk relief kayu sebanyak tujuh buah karya yang ditambah dengan beberapa objek pendukung seperti gunung, pohon, batu, semak belukar, rawa, rusa, buaya, teratai dan tebing sehingga memberi kesan alam yang indah dan alami layaknya hutan Sumatera sebagai tempat tinggal harimau Sumatera.Teknik yang digunakan pada pembuatan karya ini adalah teknik ukir tinggi, dengan menggunakan bahan utama kayu surian, difinishing menggunakan wood stain salak brown, tinta printer dan clear dof. Hasil akhir dari karya relief kayu bejumlah tujuh karya yang berjudul yaitu: Karya I King Phantera Tigris Sumatrae, Karya II Queen Phantera Tigris Sumatrae, Karya III Perjumpaan, Karya IV Raja dan Ratu, Karya V Buah Hati, Karya VI Tidak akan Dibagi, Karya VII Pedalaman. Dalam setiap karya mengandung pesan, kesan dan ilmu pengetahuan tentang harimau Sumatera .
KREASI MOTIF KELUK PAKU PADA TAS KULIT Wahyu, Muhammad; Hendra, Hendra; Rahmi, Hijratur
Relief : Journal of Craft Vol 4, No 2 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v4i1.5382

Abstract

Ragam hias Kerinci mempunyai bentuk yang berasal dari tumbuhan dan benda alam diantaranya seperti: Ao Cino Bacabang, Tampuk Nio, Ula Nyuhuk, Lampit Simpai, Lampit Dueay dan bintae – bintae dan keluk paku. Dilihat dari bentuk ragam hias Kerinci dapatlah diketahui bahwa kebanyakan ragam hias Kerinci berbentuk tumbuhan dan benda alam, pengkarya tertarik menerapkan motif keluk paku pada produk tas kriya kulit sebagai bentuk melestarikan motif yang sudah jarang ditemukan tersebut. Motif keluk paku merupakan ragam hias yang berasal dari bentuk tanaman pakis yang masih muda, yang mempunyai keunikan relung yang indah itu yang dijadikan motif ragam hias, sehingga jadilah nama motif keluk paku. 
KREASI MOTIF RUMOH ACEH PADA KEMEJA BATIK PRIA Nurlaili, Nurlaili; Akmal, Ahmad; Ferawati, Ferawati
Relief : Journal of Craft Vol 5, No 1 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v5i1.6128

Abstract

Kreasi motif rumoh Aceh bersumber dari rumah adat Aceh, rumoh adat yang berbentuk panggung memiliki serambi depan, serambi tengah dan serambi belakang. Rumah Aceh sebagai rumah tradisional memiliki ornamentasi yang khas Aceh seperti sumber ini yang dipilih sebagai acuan untuk motif pada baju batik yaitu, bungoeng meusingklet dan taloe meuputa yang dikreasikan ke bentuk Motif rumah Aceh. Metode penciptaan motif baju batik bercorak kreasi motif rumoh Aceh melalui tiga tahap yaitu, tahap Eksplorasi, tahap Perancangan dan tahap Perwujudan. Eksplorasi melalui pengumpulan data, referensi yang berhubungan dengan kreasi motif rumoh Aceh. Perancangan membuat gambar motif secara sederhana dan dikreasikan, Perwujudan motif ini melalui teknik batik tulis yang dicanting pada mori menggunakan teknik pewarnaan reaktif atau remazol menggunakan teknik mencolet. Hasil karya kreasi motif rumoh Aceh pada baju kemeja laki-laki terdiri dari motif roa umah, Motif taloe takue rumoh, kubah rumoh, jeundela rumoh, rumoh meupucok, rumoh singet, dan ija simplah
Perpaduan Tradisi Dan Inovasi Pada Kerajinan Kulit : Studi Kriya Seni Berbasis Kearifan Lokal Nurbalitra, Zare
Relief : Journal of Craft Vol 5, No 1 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v5i1.5661

Abstract

Penelitian ini menegaskan bahwa perpaduan antara tradisidan inovasi bukan sekadar upaya mempertahankan masa lalu ataumengejar modernitas, melainkan sebuah strategi kreatif yang mampu melahirkan bentuk baru dari keberlanjutan budaya. Karya-karya Pak Saiful di Senja Kenangan membuktikan bahwakerajinan kulit dapat menjadi ruang dialog antara warisansimbolik dan kebutuhan estetika kontemporer.
Tumbuhan Putri Malu Sebagai Motif Pada Karya Batik Sukma, Damai Aulia; Bahrudin, Ahmad; Hendra, Hendra
Relief : Journal of Craft Vol 5, No 1 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v5i1.6130

Abstract

Tumbuhan putri malu adalah tumbuhan liar yang dapat tumbuh di mana saja. Tumbuhan putri malu jenis “mimosa pudica linn” bisa digunakan sebagai pengobatan penyakit. Mimosa pudica linn memiliki bagian tumbuhan seperti akar, tangkai, daun, bunga, buah dan duri. Bagian daun putri malu memiliki keunikan yaitu jika daunnya disentuh atau diberikan rangsangan maka akan menguncup dengan sendirinya. Tumbuhan putri malu diwujudkan sebagai motif pada karya batik.  Metode penciptaan karya melalui tiga tahap, yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi adalah mencari referensi ide secara langsung maupun studi pustaka, tahap desain adalah menuangkan ide ke dalam beberapa sketsa dan kemudian menjadi desain terpilih, tahap perwujudan adalah mewujudkan desain yang dipilih menjadi karya dengan teknik batik tulis. Bentuk karya yang diwujudkan adalah hiasan dinding dengan teknik batik tulis yang berjumlah tujuh karya yang berjudul, “Hidup”, “Tumbuh Bersama”, “Keberanian”, “Kesabaran”, “Sebuah Ikatan”, “Tumbuh”, “Rasa Marah”.