cover
Contact Name
-
Contact Email
abdimasjumas@gmail.com
Phone
+6285359150140
Journal Mail Official
abdimasjumas@gmail.com
Editorial Address
Cattleya Darmaya Fortuna (CDF) Marindal 1, Pasar IV Jl. Karya Gg. Anugerah Kecamatan. Patumbak, Medan - Sumatera Utara Principal Contact Pandi Barita Nauli Simangunsong., S.Kom.,M.Kom Cattleya Damaya Fortuna (CDF) Phone WhatsApp : 085359150140 Email : simangunsong.pandi@gmail.com Support Contact Syarifah Fadillah Rezky Phone WhatsApp : 08992701208 Email : Ikic5500@gmail.com
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Masyarakat Indonesia
ISSN : -     EISSN : 28098676     DOI : -
Jumas merupakan singkatan dari Jurnal Masyarakat Indonesia, jumas menjadi wadah publikasi pengabdian masyarakat dengan scope keilmuan bersifat umum seperti: Pendidikan, kewirausahaan, ekonomi, kesehatan, teknologi, pangan, maritim, infrastruktur, hukum dan humaniora. Jumas sebagai jembatan peneliti, dosen, penulis, serta akademisi untuk menuangkan ide, gagasan, inovasi serta kreativitas.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 285 Documents
Pengoptimalan Aplikasi Pemantauan Gizi Anak Upaya Mengedukasi Ibu PKK Kelurahan Limau Sundai Dalam Pencegahan Stunting Dewi Sartika Br Ginting; Siti Nur Salsabila; Rafi Fauzan Tsany Lubis; Dona Lorenza; Fanindia Purnamasari
Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas) Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jumas.v5i01.411

Abstract

Prevalensi stunting pada balita di Indonesia mencapai 31% (2022), lebih tinggi dibandingkan angka global sebesar 22,3%. Masalah kesehatan ini menuntut penanganan serius, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi SKiDOTrack berbasis android untuk edukasi dan pemantauan gizi, guna membantu mengedukasi mitra dalam pencegahan stunting. Aplikasi ini dilengkapi fitur grafik pertumbuhan, materi edukasi kesehatan, forum diskusi, serta panel admin. Metode pelaksanaan program meliputi kerja sama mitra, survei baseline, pengembangan dan validasi materi, serta training of trainers bagi ibu-ibu PKK. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan teknologi dan pengetahuan mitra setelah pelatihan. Kemampuan navigasi aplikasi naik dari 10% menjadi 60%, pengisian data dari 20% menjadi 85%, dan pembacaan grafik dari 15% menjadi 85%. Pemahaman masyarakat terkait stunting melonjak dari 39,4% menjadi 93,14%, pengetahuan ASI dari 40% menjadi 93,33%, serta imunisasi dan MPASI dari 42,9% menjadi 90,12%. Kesimpulannya, penerapan aplikasi SKiDOTrack terbukti efektif dalam memberdayakan kader PKK dan meningkatkan literasi kesehatan, menjadikannya solusi digital yang sangat penting dan potensial untuk mempercepat penurunan angka stunting di masyarakat.
Pelatihan Komunikasi Terapeutik Berbasis Pathway Penyakit untuk Meningkatkan Kemampuan Edukasi Mahasiswa Keperawatan kepada Pasien dan Keluarga Nixson Manurung
Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas) Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jumas.v5i01.412

Abstract

Students have understood the theory of therapeutic communication and nursing science, but still struggle to connect the causes of diseases, physiological changes, nursing problems, interventions, and patient education in a simple explanation. To improve communication skills, clinical reasoning, disease pathway development, and students' confidence when providing education to patients and families. Socialisation, material provision, demonstration, case discussion, pathway development, role simulation, mentoring, pre-test, post-test, questionnaire, and practice observation. The article states that there is an increase in knowledge, the ability to create pathways, the use of simple language, empathetic attitudes, and skills in validating patient understanding. Program indicators were reported to be achieved, including 98% attendance, 85% post-test improvement, 90% ability to create pathways, and 80% therapeutic communication practice. Disease pathways are positioned as a learning medium that bridges basic nursing knowledge, clinical reasoning, and therapeutic communication, and it is recommended to be integrated into laboratory learning and clinical practice.
Workshop Pembuatan Layanan Chatbot Telegram Kampus Berbasis Kecerdasan Buatan Pada Siswa Prakerin SMK Saidi Ramadan Siregar; Matias Julyus Fika Sirait; Hery Sunandar
Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas) Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jumas.v5i01.414

Abstract

Perkembangan teknologi informasi menuntut institusi pendidikan untuk menyediakan layanan informasi yang cepat, interaktif, dan dapat diakses kapan saja. Salah satu solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah pemanfaatan chatbot cerdas. Kegiatan pengabdian masyarakat/workshop ini bertujuan untuk membekali siswa Praktik Kerja Industri (Prakerin) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan keterampilan praktis dalam merancang dan membangun layanan Chatbot Telegram berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk pusat informasi kampus. Metode pelaksanaan dibagi menjadi tiga tahapan utama: pemaparan teori, sesi praktik langsung (hands-on), dan evaluasi fungsionalitas. Pendekatan Low-Code/No-Code (LCNC) menggunakan platform n8n yang dijalankan di atas ekosistem Docker diterapkan agar siswa dapat fokus pada algoritma logika tanpa terkendala sintaks pemrograman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan teknis yang signifikan; siswa berhasil mengonfigurasi terowongan jaringan (tunneling) via Ngrok, meregistrasi webhook via BotFather, dan mengintegrasikan agen Kecerdasan Buatan (OpenRouter API) ke dalam alur kerja sistem. Uji coba menunjukkan chatbot mampu melakukan Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing) untuk menjawab kueri informasi secara dinamis dan akurat. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan prototipe layanan digital kampus, tetapi juga secara efektif meningkatkan daya saing siswa SMK dalam menghadapi era industri 4.0.
Edukasi Hukum dan Pendampingan Standardisasi Sistem Pelepasan Informasi Rekam Medis Guna Menjamin Kerahasiaan Data Pasien di RSU Imelda Pekerja Indonesia Abdul Malik Ritonga; Geovani Arta sihite; Zulham Andi Ritonga; Mei Sryendang Sitorus; Sarida Surya Manurung
Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas) Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jumas.v5i01.415

Abstract

The release of medical record information to third parties carries significant legal risks regarding patient data confidentiality if not managed through rigorous verification procedures. This community service program (Pengabdian kepada Masyarakat) aimed to address legal vulnerabilities in the medical record release system at the Medical Record Unit of RSU Imelda Pekerja Indonesia. Using a Participatory Action Research (PAR) approach, the program engaged four medical record personnel through four main stages: situation analysis, solution development, legal education with practical coaching, and program evaluation. The interventions included legal socialization regarding Law No. 27 of 2022 on Personal Data Protection and Minister of Health Regulation No. 24 of 2022, as well as the implementation of a new verification tool, the Check-List for Verification of Medical Information Release Legitimacy (CV-PIM), along with an updated Standard Operating Procedure (SOP). The results demonstrated a 67.6% increase in personnel's legal literacy, with average test scores rising from 52.5 to 88.0. Furthermore, compliance with verification checklists reached 100%, and the application of data minimization principles increased by 375%. In conclusion, the implementation of a standardized release system effectively mitigates legal risks for healthcare personnel while ensuring sustainable protection of patient health data privacy at RSU Imelda Pekerja Indonesia.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Digital Menggunakan Canva bagi Guru Sekolah Dasar Pandi Barita Nauli Simangunsong; Tuti Andriani; Matias Julyus Fika Sirait; Apriwati Br Barus; Sorang Pakpahan
Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas) Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jumas.v5i01.416

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut guru memiliki kompetensi dalam mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Namun, pemanfaatan aplikasi desain digital, seperti Canva, oleh guru sekolah dasar masih belum optimal sehingga diperlukan kegiatan pelatihan yang mampu meningkatkan kompetensi digital guru. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam merancang media pembelajaran digital menggunakan Canva. Metode yang digunakan adalah participatory training yang meliputi analisis kebutuhan, pre-test, sosialisasi dan pelatihan, praktik pembuatan media pembelajaran, pendampingan, presentasi hasil, post-test, dan evaluasi program. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, dokumentasi, dan kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mampu memahami dan memanfaatkan berbagai fitur Canva untuk menghasilkan media pembelajaran berupa presentasi, poster edukasi, infografis, dan lembar kerja peserta didik (LKPD) yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Selain itu, pelatihan memberikan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri guru dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pelatihan Canva menjadi salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan kompetensi digital guru serta mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan berkualitas di sekolah dasar.