cover
Contact Name
Kinanti Wijaya
Contact Email
kinantiwijaya@unimed.ac.id
Phone
+6282166436925
Journal Mail Official
jip_ppi@unimed.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur Fakultas Teknik-Universitas Negeri Medan Jl. Willem Iskandar / Pasar V, Medan, Sumatera Utara – Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Insinyur Profesional
ISSN : -     EISSN : 28091515     DOI : https://doi.org/10.24114/jip.v2i1
Core Subject : Engineering,
JIP: Jurnal Insinyur Profesional mempublikasikan karya ilmiah berdasarkan ilmu terapan berupa konsep, hasil penelitian, dan pengalaman /terapan dalam bidang keahlian keInsinyuran. Jurnal ini akan diterbitkan sebanyak 2x (Februari dan Agustus) tiap tahun. Artikel dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Persyaratan originalitas artikel maksimal sebesar 30% similaritas. Jurnal ini dikelola oleh Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan.
Articles 69 Documents
Jurnal MASALAH DAN SOLUSI DALAM PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PERKERASAN KAKU Cut Retno Masnul
Jurnal Insinyur Profesional Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Insinyur Profesional
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v2i2.28342

Abstract

MASALAH DAN SOLUSI DALAM PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PERKERASAN KAKU
ANALISIS KINERJA KONSULTAN PERENCANA DAN KONSULTAN PENGAWAS TERHADAP PROYEK PEMERINTAH KABUPATEN GAYO LUES alfikar Haswartalmi
Jurnal Insinyur Profesional Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Insinyur Profesional
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v2i1.28249

Abstract

ABSTRAKKonsultan Proyek merupakan pihak yg diberi tugas sebagai perencana dan pengawas pada pelaksanaan pekerjaan sebuah proyek. Konstruksi merupakan salah satu industri yang lebih kompleks dibanding industri lain, terkhusus bagi Indonesia sebagai negara yang tengah berkembang. Diantaranya kondisi pasar yang selalu berubah, masa konstruksi yang relatif singkat, serta adanya lonjakan harga material. Kebutuhan akan konsultan yang berkualitas khususnya didaerah berkembang adalah mutlak, hal ini akan berpengaruh terhadap efektifitas serta nilai fungsional konstruksi yang akan dilaksanakan dipemerintahan. Dengan kondisi diatas, tenaga kerja yang dibutuhkan harus memiliki pengetahuan serta kemampuan yang baik dalam pengelolaan masa konstruksi yakni dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga pemeliharaan sehingga perlu dilakukan perencanaan dan pengawasan oleh konsultan. Konsultan perencana akan mempersiapkan  data proyek secara umum yakni data lokasi proyek, tujuan proyek dan fungsi dari proyel, sumber daya dan lainnya yang memiliki kaitan dalam terwujudnya sebuah proyek. Kemudian juga membuat rencana arsitektur maupun struktur, menghitung rencana anggaran biaya. Konsultan pengawas bertugas terhadap pelaksanaan konstruksi guna menjaga kualitas mutu bahan, mutu pelaksanaan, serta waktu pekerjaan. Peranan konsultan didalam pelaksanaan konstruksi sangatlah penting sehingga mengaharuskan kinerja yang baik. Kabupaten Gayo Lues yang merupakan daerah yang sedang berkembang tentunya akan ramai dengan kegiatan proyek konstruksi, hal inilah menjadi kajian dalam penelitian in, dimana seiring perkembangan konstruksi daerah ini maka harus berbanding dengan kualitas kinerja konsultan baik perencana maupun konsultan pengawas. Fokus penelitian ialah untuk menganalisis kinerja perusahaan konsultan perencana dan pengawasan terhadap kegiatan proyek Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, metode deskriptif kuantitatif akan digunakan dengan bantuan program SPSS untuk mengolah data.
PENGEMBANGAN ALAT PENGHANGAT KANDANG AYAM PEDAGING BERBASIS BIOGAS UNTUK PENUNJANG PRODUKTIVITAS KELOMPOK PETERNAK DESA SADAMANTRA, KECAMATAN JALAKSANA, KABUPATEN KUNINGAN Mumu Komaro
Jurnal Insinyur Profesional Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Insinyur Profesional
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v2i2.34590

Abstract

Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk mengatasi dampak negatif yang tinggi dari penggunaan pemanas kandang berbahan bakar batubara pada kesehatan peternak dan lingkungan serta untuk dapat meningkatkan produktivitas ternak ayam pedaging di Desa Sadamantra. Desa Sadamantra merupakan desa pemasok ayam pedaging terbesar di Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan, dengan perolehan hasil ayam pedaging mencapai 99.300 ekor/tahun. Namun dalam 5 tahun terakhir desa sadamantra mengalami penurunan jumlah produksi ayam pedaging hingga lebih 50%. Salah satu penyebabnya adalah karena suhu lingkungan yang rendah. Beberapa upaya telah dilakukan peternak, seperti membuat penghangat kandang media batubara, pelet kayu, dan gas LPG, namun sayangnya hal tersebut tidak ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam pengembangan ini yaitu kunjungan kelompok, diskusi kelompok, pratik pembuatan biogas dari kotoran sapi, dan promosi hasil kerja kelompok sasaran. Berdasarkan hasil pengujian dalam pengembangan ini, pemanas kandang ayam pedaging berbasis biogas pada kondisi penampungan maksimum dapat memanaskan kandang hingga waktu 90 menit dan bisa digunakan sebagai alternatif pemanas kandang ayam. Pemanas kandang ayam pedaging berbasis biogas yang dikembangkan berbahan dasar feses sapi yang diferementasi. Limbah hasil fermentasi biogas berupa pupuk organik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Pupuk organik ini dapat digunakan sebagai pengganti pupuk kimia pada sektor pertanian di Desa Sadamantra.
Application of E-Planning as a form of Technology-Based Regional Planning System in Nias Barat Regency Yohannes Asarudy Halawa
Jurnal Insinyur Profesional Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Insinyur Profesional
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v2i2.27008

Abstract

West Nias Regency Government in implementing integrated Good Governance initiatives from local government to the central government, which is accomplished through Electronic Government for Good Governance. The purpose is to maximize the use of information and communication technology infrastructure in collaboration with all agencies. In West Nias, excellent governance is being implemented. Qualitative descriptive was the research method used in this study. Data collection techniques were carried out by interview and documentation. Data analysis was carried out using theory, data sources, and triangulation methods. The result of the study related to the implementation of e-planning in West Nias Regency is the implementation of the West Nias Regent's Regulation Number 66 of 2017 concerning the Management of Electronic-Based Regional Development Planning Applications in the West Nias Regency Government. This Regent's Regulation is a follow-up to efforts to integrate the use of information technology in government activities, particularly those related to development planning. The ongoing E-Planning application is still in the web presence stage because when viewed in its application the E-Planning website does not provide an interactive space for the public. The initiation process, provision of instruments, socialization, and preparations have been carried out, with limited network capacity so that in its implementation there are still some problems such as server errors that often occur, overcapacity access, causing operators waiting for login. Human resources who are proficient in programming are not accommodated properly. With all the problems faced, the government of West Nias Regency has been considered quite agile in solving problems and obstacles in the implementation of E-Planning. Aspects of Technology which is part of E-Learning, the response of the West Nias Regency Government is quite fast when an error occurs on the server. In terms of bureaucratic or technical aspects, the West Nias Regency Government will increase the capacity of the internet network at certain times so that it is hoped that there will be minimal obstacles when entering data. If there is an urgent problem but the Bappeda of West Nias Regency cannot handle it alone, then coordination is carried out with the Medan City Government to find a solution to the problem at hand. In the Human Resources Aspect, the West Nias Regency Government does not immediately release the operator independently but provides technical guidance as expected.
Efektivitas Dan Efisiensi Penyelenggaraan Angkutan Barang Di Kabupaten Langkat HARIMIN TARIGAN
Jurnal Insinyur Profesional Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Insinyur Profesional
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v2i2.29163

Abstract

ABSTRAKTulisan ini bertujuan menganalisis aksesbilitas dan konektivitas jaringan jalan, penyelenggaraan angkutan barang dan upaya-upaya untuk menciptakan penyelenggaraan angkutan barang yang efektif dan efisien di Kabupaten Langkat. Hasil kajian menunjukkan aksesbilitas dan konektivitas jaringan jalan belum mendukung mobilitas angkutan barang dan penyelenggaraan angkutan barang belum terselenggara secara efektif dan efisien sehingga diperlukan upaya-upaya menciptakan penyelenggaraan angkutan barang yang efektif dan efisien melalui penetapan jaringan lintas angkutan barang dan terjalinnya kerjasama antar pemangku kepentingan (stakeholder) di bidang penyelenggaraan angkutan barang. Disarankan dalam penetapan jaringan lintas angkutan barang dilakukan peningkatan daya dukung jalan dan jembatan, perencanaan geometrik jalan, kecukupan  ruang bebas atas, pemenuhan fasilitas perlengkapan jalan, dan terkoneksi dengan pembangunan terminal barang.Kata Kunci : Efektif dan efisien, Penyelenggaraan angkutan barangABSTRACTThis paper aims to analyze the accessibility and connectivity of the road network, the implementation of freight transportation and efforts to create an effective and efficient implementation of freight transportation in Langkat Regency. The results of the study showed that the accessibility and connectivity of the road network has not supported the mobility of freight transportation and the implementation of freight transportation has not been carried out effectively and efficiently so that efforts are needed to create effective and efficient transportation through the establishment of a cross-freight network and the establishment of cooperation between stakeholders in the field of transportation of goods. It is recommended in the establishment of a cross-freight network to increase the carrying capacity of roads and bridges, geometric planning of roads, adequacy of upper free space, fulfillment of road equipment facilities, and connected to the construction of freight terminals.Keywords : Effective and efficient, Transportation of goods
ANALISIS KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG PUSKESMAS ONANGANJANG Purba, Gayus Rejeki; Hutajulu, Olnes Yosefa
Jurnal Insinyur Profesional Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Insinyur Profesional
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v2i2.43493

Abstract

Keterlambatan proyek memiliki dampak yaitu terjadinya pemborosan waktu dan biaya serta dapat dianggap melanggar kontrak yang telah disepakati sehingga mengurangi kepercayaan oleh pemberi proyek kepada kontraktor/pemborong. Artikel ini memberikan gambaran faktor-faktor yang secara dominan menjadi penyebab kemungkinan terjadinya keterlambatan proyek pembangunan Gedung Puskesmas Onanganjang di Kabupaten Humbang Hasundutan. Tujuan dari analisis ini adalah untuk memberikan gambaran penyebab terjadinya keterlambatan dan opsi-opsi yang dapat diambil untuk mencegahnya. Metode analisis data yang digunakan untuk melihat faktor-faktor tersebut adalah menggunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan studi literatur ditemukan 10 faktor-faktor dominan sebagai penyebab keterlambatan proyek konstruksi. Hasil analisis memperlihatkan bahwa terdapat 3 penyebab dominan keterlambatan proyek yaitu (1) Kondisi Cuaca, (2) Kurang Perencanaan, dan (3) Keterlambatan Pembayaran. Adapun kondisi cuaca menjadi faktor dengan signifikasi tertinggi berdasarkan uji t yaitu sebesar 4.688, diikuti kurang perencanaan sebesar 4.227 dan pembayaran terlambat sebesar 3.420 dengan ttabel (0.05) = 2.042.
ANALISIS KELISTRIKAN SISTEM STARTER TIPE KONVENSIONAL UNTUK PENGGERAK MULA MOTOR BENSIN Tatang Permana; Eka Daryanto; Olnes Yosefa Hutajulu
Jurnal Insinyur Profesional Vol 2, No 3 (2023): Jurnal Insinyur Profesional (Mei)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v2i3.42493

Abstract

ABSTRAKTeknologi kelistrikan motor terdiri dari sistem starter, sistem pengapian dan sistem pengisian. Setiap sistem kelistrikan motor akan mengalami permasalahan sejala lamanya waktu dan cara pemakaian, tidak terkecuali pada sistem starter motor Bensin dan Diesel. Permasalahan yang lazim terjadi adalah motor starter performennya menjadi kurang, sehingga tidak dapat memutarkan flywheel motor tersebut kembali. Permasalahan tersebut terjadi pada sistem starter tipe konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kuat arus listrik terhadap momen puntir pada motor starter tipe konvensional, dan mengetahui daya yang dihasilkan oleh motor starter tipe konvensional. Hasil analisis dan perhitungan pada sistem starter tipe konvensional adalah semakin besar kuat arus listrik yang dialirkan maka momen puntir yang dihasilkan semakin besar, hasil perhitungan daya input ke motor starter adalah 1,2 Kw yang akan menghasilkan daya output sebesar 0,9 Kw dengan nilai effesisensi daya sebesar 75 %, dan kuat arus yang digunakan untuk dapat menghidupkan motor, adalah arus listrik mengalir 100 A dengan tegangan 12 V dan torsi 3,28 Nm.Kata kunci: Motor starter Konvensional, Kuat arus, momen puntir, Effisiensi Daya Output dan Input
PERENCANAAN KONDENSOR TIPE KOIL VERTIKAL UNTUK KONDENSASI UAP PIROLISA BIOMASSA TEMPURUNG KELAPA Janter Pangaduan Simanjuntak
Jurnal Insinyur Profesional Vol 2, No 3 (2023): Jurnal Insinyur Profesional (Mei)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v2i3.38125

Abstract

Proses pirolisis sejatinya adalah proses pembakaran tidak langsung atau proses pemanasan terhadap biomassa pada suhu tinggi (250 – 650) oC. Proses pirolisa menghasilkan uap panas atau sering disebut dengan uap pirolisis ataupun volatiles. Uap pirolisis akan berubah wujud menjadi cairan (condensate) bila didinginkan. Selain menghasilkan cairan juga menghasilkan gas yang dapat terbakar (producer gas). Tujuan kajian ini adalah mendesain dan menguji secara teoritis alat kondensasi asap pirolisis dari biomassa. Untuk proses kondensasi dibutuhkan alat perpindahan panas (heat exchanger) dimana panas laten yang dimiliki uap pirolisis harus segera dibuang (reject) menggunakan cairan pendingin (coolant) agar suhunya menurun hingga mendekati suhu saturasinya sehingga proses kondensasi dapat berlangsung. Kondensor tabung-koil spiral vertical (shell-coiled tubes) dapat menjadi solusi untuk masalah kondensasi uap panas pirolisis biomassa bila direncanakan dengan tepat. Kondensor jenis ini sangat simple dan mudah dalam hal maintenance. Merencanakan kondensor tipe tabung-koil berdasarkan analisis hidrodinamik membawa para perancang (engineer) semakin dekat dengan alat pendingin uap pirolisis dengan kinerja yang tinggi. Dari hasil analisis bahwa penambahan jumlah gulungan koil dapat meningkatkan efektifitas pendinginan.
KAJIAN REVISI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN NIAS BARAT Faahakhododo Zai; Wanapri Pangaribuan; Siti Zulfa Yuzni
Jurnal Insinyur Profesional Vol 2, No 3 (2023): Jurnal Insinyur Profesional (Mei)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v2i3.43294

Abstract

Kabupaten Nias Barat adalah Kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Utara, saat ini Kabupaten Nias Barat menggunakan Perda No. 12 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Nias Barat sebagai peraturan daerah yang mengatur tata ruang di Kabupaten Nias Barat. Perkembangan dan pertumbuhan wilayah yang terjadi dengan sangat pesat menyebabkan perubahan pola ruang dan stuktur ruang, berdasarkan perubahan-perubahan tersebut maka RTRW harus di revisi kembali sehingga dapat digunakan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tujuan dari tulisan ini antara lain melakukan kajian kesesuaian kondisi pemanfaatan ruang dengan Perda RTRW Kabupaten Nias Barat No. 12 Tahun 2014, melakukan kajian terhadap perubahan batas wilayah yang mempengaruhi perubahan rencana tata ruang dan pola pemanfaatan ruang, selain itu melakukan kajian konsep rencana tata ruang yang dapat mengakomodir kondisi pemanfaatan ruang sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga dapat di gunakan dalam instrumen penataan ruang di Kabupaten Nias Barat. Berdasarkan hasil kajian dapat disimpulkan bahwa perubahan batas wilayah dan perubahan penggunaan lahan mempengaruhi perencanaan tata ruang di Kabupaten Nias Barat. Diharapkan pemerintah daerah lebih aktif di dalam melakukan pengedalian pemanfaatan ruang sehingga dapat mengurangi pelanggaran pemanfaatan ruang di wilayah Kabupaten Nias Barat.
Desain Pemasangan Sistem Pembumian pada Gardu Induk Baru di Gardu Induk Kota Cane 1 x 30MVA Aceh Tenggara Mashadi Mashadi; Olnes Yosefa Hutajulu; Kinanti Wijaya
Jurnal Insinyur Profesional Vol 2, No 3 (2023): Jurnal Insinyur Profesional (Mei)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v2i3.34572

Abstract

ABSTRACT The presence of reliable and continuous electrical energy is very important to support modern human life, therefore its necessary to build a transmission network that connect to each other between substations. One of the important components to maintain the availability of reliable electric power in addition to the electric power protection system is the grounding system at the substation. The grounding system is useful for minimizing electric power disturbances due to overvoltage originating from the operation of existing equipment in the substation system as well as due to other factors external is a lightning impulse. In this paper, we will describe how to design and install a grounding system in substations. The type of installation of the grounding system selected is the mesh or grid method. The making of this grounding system refers to the work plan and working contract conditions, formulas commonly use in electric power engineering theory, the applicable rules and regulation of electric power system.  The most important standards and variables in this design are the type and resistivity of ground resistance, step voltage, touch voltage and the length of conductor used. The result of this design after working for one month in the new substation area and measured using an Earth tester showed good result of ≤ 0.19 ohm as required by the owner is 0.3 ohm. The result of this measurement mean that the result of the grounding system design has been successfully implemented is 0.19< 0.3 ohm.