cover
Contact Name
Kinanti Wijaya
Contact Email
kinantiwijaya@unimed.ac.id
Phone
+6282166436925
Journal Mail Official
jip_ppi@unimed.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur Fakultas Teknik-Universitas Negeri Medan Jl. Willem Iskandar / Pasar V, Medan, Sumatera Utara – Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Insinyur Profesional
ISSN : -     EISSN : 28091515     DOI : https://doi.org/10.24114/jip.v2i1
Core Subject : Engineering,
JIP: Jurnal Insinyur Profesional mempublikasikan karya ilmiah berdasarkan ilmu terapan berupa konsep, hasil penelitian, dan pengalaman /terapan dalam bidang keahlian keInsinyuran. Jurnal ini akan diterbitkan sebanyak 2x (Februari dan Agustus) tiap tahun. Artikel dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Persyaratan originalitas artikel maksimal sebesar 30% similaritas. Jurnal ini dikelola oleh Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan.
Articles 69 Documents
KAJIAN DINAMIKA PERATURAN DAN KEBIJAKAN PENATAAN RUANG TERHADAP MUATAN PERATURAN DAERAH TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN NIAS BARAT Gulo, Analisis; Mendoza, Mhd Dominique; Pangaribuan, Wanapri
Jurnal Insinyur Profesional Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Insinyur Profesional
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v3i2.34573

Abstract

The implementation of spatial use, the dynamics of development as well as the development of the strategic environment in recent years, have often influenced the implementation of the West Nias RTRW as a reference in development. This sometimes causes an imbalance in the arrangement of a space or region. This paper aims to review the suitability of the content of the West Nias RTRW with regulations and policies related to spatial planning. Based on the results of the study, it is concluded that it is necessary to renew the technical material for the RTRW of West Nias Regency by adjusting the dynamics of the latest spatial planning regulations and policies. It is also hoped that there will be serious attention from the local government regarding the sustainability of funding to the stage of stipulation of the Regional Regulation on the revision of the RTRW, as well as the placement of human resources with a spatial planning background in technical OPD.Keywords: spatial planning, RTRW revision, West Nias Regency
IDENTIFIKASI HUBUNGAN ANTARA TIPE JALAN DENGAN TIPE PENANGAN DENGAN METODE ANALISIS CROSS TABS-CONTINGENCY COEFFISIENT UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECELAKAAN PADA TITIK RAWAN Wicaksono, Madyaswanto Budi; Hutajulu, Olnes Yosefa; Yuzni, Siti Zulfa
Jurnal Insinyur Profesional Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Insinyur Profesional
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v3i2.37686

Abstract

Kecelakaan merupakan masalah utama yang dijumpai pada penggunaan jalan raya. Menurut data Badan Pusat Statistik, diketahui sejak tahun 2017 hingga 2019 terjadi peningkatan jumlah kecelakaan di Indonesia. Faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan adalah adanya titik rawan kecelakaan atau black spot yaitu lokasi-lokasi dimana sering terjadi pengendara mengalami kecelakaan. Pada penelitian ini akan dilakukan identifikasi titik-titik rawan yang terdapat di jalan raya berdasarkan tipe jalan, tipe simpang, orpit jembatan, alinemen horizontal, alinemen vertikal dan potensi bahaya. Berdasarkan pemeringkatan tersebut akan diterapkan tipe penanganan yang sesuai. Agar tingkat kecelakaan dapat ditekan atau dikurangi, maka perlu diterapkan tipe penangan yang tepat sehingga dapat meminimalisir potensi kecelakaan pada tipe lokasi yang memiliki potensi titik-titik rawan kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara tipe jalan Analisis hubungan antara tipe lokasi dan tipe penanganan tersebut dilakukan berdasarkan analisis Cross Tabs dengan Contigency Coefficient. Berdasarkan hasil analisis dengna Cross Tabs dengan Cotigency Coeficient yang telah dilakukan, terlihat bahwa terdapat hubungan antara penanganan marka 0,024 dengan added value 0,152, penanganan road stud 0,010 dengan added value 0,169, penanganan guardrail 0,0001 dengan added value 0,244. Terdapat hubungan antara tipe jalan dengan tipe penanganan guardrail 0,045 dengan added value 0,138. Terdapat hubungan antara oprit jembatan dengan tipe penanganan geometri 0.0001 dengan added value 0,181. Terdapat hubungan antara alinemen horizontal dengan tipe penanganan marka 0.009 dengan added value 0,145 dan tipe penanganan road stud 0,0001 dengan added value 0.238. Terdapat hubungan antara jumlah hazard tipikal dengan tipe pengananan road stud sebesar 0.016 dengan added value 0.190. Sedangkan untuk alinemen vertikal dengan tipe penanganan. Berdasarkan hasil kesimpulan ini ditemukan bahwa hasil hubungan antara tipe jalan dengan tipe penanganan namun tingkat hubungannya masih rendah.Keyword: Titik rawan kecelakaan, tipe jalan, cross tabs, contigency coefficient, tipe penanganan
Analisis Binary Circle in Geothermal Power plant dengan Pemasangan Preheater Sarulla Operations. Ltd Panggabean, Poster Harmoko; Siregar, Syafiatun
Jurnal Insinyur Profesional Vol. 2 No. 1 (2022): JIP (Jurnal Insinyur Profesional)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v2i1.26869

Abstract

ABSTRAKPanas Bumi (Geothermal ) Panas Bumi adalah jenis sumber energi yang termasuk ke dalam jenis energi baru dan renewable enegry. Untuk menghasilkan energi listrik, proses pembangkitan eneri listrik panas bumi pada PLTP Sarulla Operations. Ltd  memamfaatkan sumber panas bumi (Geothermal)dengan nilai entalpi tinggi banyak sekali cairan brine waste terbuang cairan panas bumi atau brine. Brine ini sendiri mempunyai potensi panas dari 148- 1730C sehingga masih layak untuk dimamfatkan kembali sebagai energi memutar generator untuk menghasilkan listrik dengan mengaplikasikan sistem binery circle .Geothermal Binery circle adalah siklus pembangkitan listrik dalam siklus ini prosesnya memafaatkan  cairan brine sisa  atau cairan brine  bertitik didih rendah untuk mengningkatkan uap yang dihasilkan oleh cairan brine sisa   tersebut dengan thermal yang tersisa. cairan brine  yang digunakan dalam data ini antara lain R134a, n-pentana, dan isobutana. Berdasarkan data ketiga jenis fluida kerja tersebut ditemukan bahwa n-pentana adalah cairan kerja yang paling baik jika dilihat dari daya yang dihasilkan yaitu sebesar 14980kW dan dilihat dari data efisiensi eksergetiknya adalah 68,7%. Kata kunci”Panas bumi, Brine Fluid , Binary circle, preheater 
Application of E-Planning as a form of Technology-Based Regional Planning System in Nias Barat Regency Halawa, Yohannes Asarudy
Jurnal Insinyur Profesional Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Insinyur Profesional
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v2i2.27008

Abstract

West Nias Regency Government in implementing integrated Good Governance initiatives from local government to the central government, which is accomplished through Electronic Government for Good Governance. The purpose is to maximize the use of information and communication technology infrastructure in collaboration with all agencies. In West Nias, excellent governance is being implemented. Qualitative descriptive was the research method used in this study. Data collection techniques were carried out by interview and documentation. Data analysis was carried out using theory, data sources, and triangulation methods. The result of the study related to the implementation of e-planning in West Nias Regency is the implementation of the West Nias Regent's Regulation Number 66 of 2017 concerning the Management of Electronic-Based Regional Development Planning Applications in the West Nias Regency Government. This Regent's Regulation is a follow-up to efforts to integrate the use of information technology in government activities, particularly those related to development planning. The ongoing E-Planning application is still in the web presence stage because when viewed in its application the E-Planning website does not provide an interactive space for the public. The initiation process, provision of instruments, socialization, and preparations have been carried out, with limited network capacity so that in its implementation there are still some problems such as server errors that often occur, overcapacity access, causing operators waiting for login. Human resources who are proficient in programming are not accommodated properly. With all the problems faced, the government of West Nias Regency has been considered quite agile in solving problems and obstacles in the implementation of E-Planning. Aspects of Technology which is part of E-Learning, the response of the West Nias Regency Government is quite fast when an error occurs on the server. In terms of bureaucratic or technical aspects, the West Nias Regency Government will increase the capacity of the internet network at certain times so that it is hoped that there will be minimal obstacles when entering data. If there is an urgent problem but the Bappeda of West Nias Regency cannot handle it alone, then coordination is carried out with the Medan City Government to find a solution to the problem at hand. In the Human Resources Aspect, the West Nias Regency Government does not immediately release the operator independently but provides technical guidance as expected.
ANALISIS KINERJA JARINGAN INTERNET FT-UNIMED DENGAN PROTOCOL ROUTING OPEN SHOTEST PATH FIRST (OSPF) DAN BORDER GATEWAY PROTOCOL (BGP) Mendoza, Muhammad Dominique; Daryanto, Eka; Hutajulu, Olnes Yosefa
Jurnal Insinyur Profesional Vol. 2 No. 1 (2022): JIP (Jurnal Insinyur Profesional)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v2i1.27010

Abstract

The use of the internet network during the Corona Virus pandemic known as COVID-19 increased rapidly because learning had to be done online, one of which was experienced at Fakultas Teknik, Universitas Negeri Medan. Some network disturbances often occur because of the large data transmission requests from the data center. This problem occurs because the network being used is still using a static routing protocol where the data path configuration must be updated manually by the operator. The solution to this problem is proposed to change the routing protocol from static routing to dynamic routing. The proposed dynamic routing protocols are open shortest path first (OSPF) and border gateway protocol (BGP). The choice of these two types of protocols is because they have better performance and can be implemented on any type of hardware. In this article, we will discuss the analysis of the implementation of the OSPF and BGP protocols with simulations carried out using packet tracer software. The results obtained from the simulation are analyzed and it is known that the OSPF protocol has better performance than the previous protocol, namely static routing and BGP protocol. Based on the criteria of throughput, packet loss, delay and jitter, it is known that the OSPF protocol has better performance on throughput, delay and jitter.Keywords : Static routing, dynamic routing, OSPF, BGP
Studi Kelayakan Potensi Penyinaran Matahari 34 Provinsi Di Indonesia Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Matahari Skala Rumah Tangga Hutajulu, Olnes Yosefa; Siregar, Batumahadi; Mendoza, Muhammad Dominique
Jurnal Insinyur Profesional Vol. 2 No. 1 (2022): JIP (Jurnal Insinyur Profesional)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v2i1.28232

Abstract

Penggunaan sistem pembangkit listrik tenaga surya saat ini menjadi pilihan alternatif sumber energi listrik, baik oleh lembaga pemerintah terkait maupun masyarakat di Indonesia. Namun terdapat permasalahan dimana ditemukan perbedaan perhitungan biaya untuk menginstalasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dari beberapa forum komunitas pengguna tenaga surya. Artikel ini menyajikan bahwa penyebab utama dari perbedaan perhitungan biaya tersebut adalah terdapat perbedaan potensi radiasi matahari yang dapat dikonversikan menjadi energi listrik setiap daerah di Indonesia. Alasannya karena Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dan terbagi ke dalam 3 zona waktu dan pastinya berpengaruh pada penyinaran matahari di setiap daerah. Pada artikel ini akan dilakukan studi literatur dan perhitungan dengan model matematis untuk mengukur potensi energi matahari yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Fokus lokasi yang akan diukur adalah ibu kota dari tiap-tiap provinsi tersebut. Data potensi penyinaran matahari tersebut kemudian akan dimasukkan ke dalam formula perhitungan kapasitas modul surya yang diperlukan untuk membangun sebuah PLTS. Berdasarkan data tersebut akan di lihat apakah terdapat perbedaan kapasitas modul surya yang dibutuhkan jika ingin membangun PLTS. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan, diketahui potensi penyinaran matahari rata-rata di Indonesia adalah 4,95 kwh/m2/hari dengan kota Kupang menjadi kota dengan potensi tertinggi yaitu 6,36 kwh/m2/hari atau 28,40% lebih tinggi dari nilai rata-rata. Sedangkan kota Banda Aceh menjadi kota dengan potensi terendah yaitu 4,12 kwh/m2/hari atau 16,82% lebih rendah dari nilai rata-rata. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut maka kota Banda Aceh memerlukan kapasitas modul surya lebih besar 22,66% dari kapasitas rata-rata pemasangan PLTS di Indonesia
ANALISIS KINERJA KONSULTAN PERENCANA DAN KONSULTAN PENGAWAS TERHADAP PROYEK PEMERINTAH KABUPATEN GAYO LUES Haswartalmi, alfikar
Jurnal Insinyur Profesional Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Insinyur Profesional
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v2i1.28249

Abstract

ABSTRAKKonsultan Proyek merupakan pihak yg diberi tugas sebagai perencana dan pengawas pada pelaksanaan pekerjaan sebuah proyek. Konstruksi merupakan salah satu industri yang lebih kompleks dibanding industri lain, terkhusus bagi Indonesia sebagai negara yang tengah berkembang. Diantaranya kondisi pasar yang selalu berubah, masa konstruksi yang relatif singkat, serta adanya lonjakan harga material. Kebutuhan akan konsultan yang berkualitas khususnya didaerah berkembang adalah mutlak, hal ini akan berpengaruh terhadap efektifitas serta nilai fungsional konstruksi yang akan dilaksanakan dipemerintahan. Dengan kondisi diatas, tenaga kerja yang dibutuhkan harus memiliki pengetahuan serta kemampuan yang baik dalam pengelolaan masa konstruksi yakni dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga pemeliharaan sehingga perlu dilakukan perencanaan dan pengawasan oleh konsultan. Konsultan perencana akan mempersiapkan  data proyek secara umum yakni data lokasi proyek, tujuan proyek dan fungsi dari proyel, sumber daya dan lainnya yang memiliki kaitan dalam terwujudnya sebuah proyek. Kemudian juga membuat rencana arsitektur maupun struktur, menghitung rencana anggaran biaya. Konsultan pengawas bertugas terhadap pelaksanaan konstruksi guna menjaga kualitas mutu bahan, mutu pelaksanaan, serta waktu pekerjaan. Peranan konsultan didalam pelaksanaan konstruksi sangatlah penting sehingga mengaharuskan kinerja yang baik. Kabupaten Gayo Lues yang merupakan daerah yang sedang berkembang tentunya akan ramai dengan kegiatan proyek konstruksi, hal inilah menjadi kajian dalam penelitian in, dimana seiring perkembangan konstruksi daerah ini maka harus berbanding dengan kualitas kinerja konsultan baik perencana maupun konsultan pengawas. Fokus penelitian ialah untuk menganalisis kinerja perusahaan konsultan perencana dan pengawasan terhadap kegiatan proyek Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, metode deskriptif kuantitatif akan digunakan dengan bantuan program SPSS untuk mengolah data.
Desain Sistem Cadangan Energi Listrik Menggunakan Tenaga Surya Pada Gedung Teknik Elektro FT “ Unimed Sinaga, Denny Haryanto; Pangaribuan, Wanapri; Sembiring, Muhammad Aulia Rahman; Syahrir, Andy Hilmy
Jurnal Insinyur Profesional Vol. 2 No. 1 (2022): JIP (Jurnal Insinyur Profesional)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v2i1.28325

Abstract

Kebutuhan energi yang terus meningkat dan semakin menipis cadangan energi fosil mengakibatkan terjadinya defisit energi listrik. Hal ini membutuhkan sumber energi alternatif sebagai dalam mengatasi masalah kebutuhan energi listrik terutama untuk kebutuhan listrik pada sarana pendidikan seperti perkuliahan. Energi terbarukan energi surya merupakan salah satu solusi paling efektif dalam memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat. Hal ini juga dapat menurunkan dampak negatif emisi karbon terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prospek penerapan energi terbarukan pada gedung Teknik Elektro FT- Unimed, dengan melakukan simulasi sistem cadangan energi listrik melalui pemanfaatan tenaga surya. Hal ini dilakukan dengan memadukan energi terbarukan dari tenaga surya, baterai dan sumber dari jaringan Perusahan Listrik Negara (PLN) sebagai sumber energi cadangan dalam meningkatkan ketersediaan energi listrik. Sistem akan disimulasikan menggunakan perangkat lunak homer pro. Aspek yang akan dibahas dalam simulasi adalah perbandingan nilai ekonomis dari pembangkitan off grid, on -grid dan hybrid yang dinyatakan dalam nilai Net present cost (NPC) dan Cost of energy (COE).
Jurnal MASALAH DAN SOLUSI DALAM PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PERKERASAN KAKU Masnul, Cut Retno
Jurnal Insinyur Profesional Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Insinyur Profesional
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v2i2.28342

Abstract

MASALAH DAN SOLUSI DALAM PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PERKERASAN KAKU
Efektivitas Dan Efisiensi Penyelenggaraan Angkutan Barang Di Kabupaten Langkat TARIGAN, HARIMIN
Jurnal Insinyur Profesional Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Insinyur Profesional
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jip.v2i2.29163

Abstract

ABSTRAKTulisan ini bertujuan menganalisis aksesbilitas dan konektivitas jaringan jalan, penyelenggaraan angkutan barang dan upaya-upaya untuk menciptakan penyelenggaraan angkutan barang yang efektif dan efisien di Kabupaten Langkat. Hasil kajian menunjukkan aksesbilitas dan konektivitas jaringan jalan belum mendukung mobilitas angkutan barang dan penyelenggaraan angkutan barang belum terselenggara secara efektif dan efisien sehingga diperlukan upaya-upaya menciptakan penyelenggaraan angkutan barang yang efektif dan efisien melalui penetapan jaringan lintas angkutan barang dan terjalinnya kerjasama antar pemangku kepentingan (stakeholder) di bidang penyelenggaraan angkutan barang. Disarankan dalam penetapan jaringan lintas angkutan barang dilakukan peningkatan daya dukung jalan dan jembatan, perencanaan geometrik jalan, kecukupan  ruang bebas atas, pemenuhan fasilitas perlengkapan jalan, dan terkoneksi dengan pembangunan terminal barang.Kata Kunci : Efektif dan efisien, Penyelenggaraan angkutan barangABSTRACTThis paper aims to analyze the accessibility and connectivity of the road network, the implementation of freight transportation and efforts to create an effective and efficient implementation of freight transportation in Langkat Regency. The results of the study showed that the accessibility and connectivity of the road network has not supported the mobility of freight transportation and the implementation of freight transportation has not been carried out effectively and efficiently so that efforts are needed to create effective and efficient transportation through the establishment of a cross-freight network and the establishment of cooperation between stakeholders in the field of transportation of goods. It is recommended in the establishment of a cross-freight network to increase the carrying capacity of roads and bridges, geometric planning of roads, adequacy of upper free space, fulfillment of road equipment facilities, and connected to the construction of freight terminals.Keywords : Effective and efficient, Transportation of goods