Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PERAN ORANGTUA DALAM MENINGKATAN MUTU ROHANI ANAK REMAJA Watak, Skivo Reiner; Anouw, Yulian; Onyomsaru, Dewi Duniyanti
Jurnal Neria Vol 2 No 2 (2024): Neria
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/jurnalneria.v2i2.240

Abstract

Pentingnya Peran Orang Tua dalam menanamkan nilai-nilai agama Kristen dalam meningkatkan mutu Rohani Anak remaja karena selain Guru, orang tua juga memiliki peran yang besar dalam memberikan teladan yang baik agar dapat membentuk anak menjadi manusia yang berakhlakul. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah Majelis, Orangtua dan Anak Remaja. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, peran orang tua adalah memberikan pengarahan kepada anaknya dari kecil. 2) Dalam menanamkan nilai- nilai ibadah, peran orang tua adalah memotivasi, mengarahkan, mengajarkan, dan memberi contoh tentang pentingnya ibadah untuk kehidupan beragama. 3) Dalam menanamkan nilai-nilai akhlak, peran orang tua adalah memberikan teladan atau contoh akhlak yang baik kepada anaknya serta mengajarkan kepada anaknya supaya terbiasa dengan hidup berakhlak.
PERAN ORANG TUA SEBAGAI MOTIVATOR BAGI ANAK SEKOLAH MINGGU Montang, Ricky Donald; Anouw, Yulian; Kendi, Omega Hendrina
Jurnal Neria Vol 2 No 2 (2024): Neria
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/jurnalneria.v2i2.246

Abstract

Peran Orang tua dituntut untuk menjadi seorang Motivator yang baik bagi Anak-anak Sekolah Minggu untuk selalu membimbing,mengajar, mendidik,mengayomi,menasihati anak-anak Sekolah Minggu untuk menjadi anak-anak yang taat kepada Orang tua serta takut akan Tuhan jika Orang tua tidak atau gagal untuk menjadi Motivator yang baik maka anak-anak Sekolah Minggu akan membangkang kepada Orang tua dan malas untuk pergi beribadah Sekolah Minggu serta tidak taat kepada Orang tua. Penelitian ini adalah Penelitian deskriptif analisis dengan studi lapangan atau dengan cara turun lapangan yang meliputi teknikpengumpulan data yang dilakukan dengan melalui Observasi,Wawancara,Dokumentasi. Hasil dari Penelitian ini adalah Peran Orang tua sebagai Motivator yaitu Orang tua selalu memotivasi anak-anak Sekolah Minggu dan memberikan contoh dan teladan yang baik bagi Anak-anak Sekolah Minggu agar anak-anak Sekolah Minggu dapat hidup didalam terang dan menjauhi diri dari hal-hal yang jahat yang merugikan diri sendiri, anak-anak Sekolah Minggu juga dapat mencontohi perbuatan baik para Orang tua setiap hari.
Teologi Penginjilan Dan Kepemimpinan Seorang Gembala Sidang Anouw, Yulian
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 3, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v3i2.75

Abstract

Abstrak Penginjilan adalah suatu hal yang sangat penting dan perlu mendapat perhatian khusus dari gereja. Gereja perlu menyelesaikan tugas yang belum terselesaikan yaitu, Amanat Agung Tuhan Yesus. Gembala Sidang sebagai pemimpin gereja memegang peranan sangat strategis dalam melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus. Yesus mempersamakan orang banyak di bumi ini sebagai ladang penuaian yang masak. Ia ingin melihat mereka diselamatkan sebelum terlambat! Ia menyuruh pengikut-pengikut-Nya untuk "mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu" dan kemudian Ia memberi perintah, "Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu" (Lukas 10:2,3).Sekarang ini Yesus memanggil pengikut-pengikut-Nya untuk pergi ladang ladang yang penuh manusia untuk mengumpulkan tuaian jiwa. Gembala Sidang sebagai pemimpin gereja memegang peranan sangat strategis dalam melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus.  
Mutu Kepemimpinan Gembala Sidang dalam Peningkatan Pelayanan di Gereja Kemah Injil Kingmi ditanah Papua Jemaat Bukit Zaitun Sorong Anouw, Yulian; Oheiwutun, Korneles Viktor
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Logia
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v5i1.102

Abstract

Abstrak Hamba Tuhan dalam peranan sebagai pemimpin di Gereja Pentakosta Klasis Kota Sorong perlu mewujudkan kepemimpinan yang bermutu dalam pelayanan melalui pengajaran Alkitab dan pembinaan rohani bagi jemaat menuju peningkatan pelayanan yang berdampak positif terhadap pertumbuhan iman. Namun pada kenyataannya pemimpin masih kurang dalam meningkatkan pelayanan pertumbuhan iman seperti yang diharapkan bersama dalam pelayanan gereja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor penyebab kurangnya peningkat pelayanan oleh pemimpin dan juga untuk mengetahui bagaimana pemimpin yang bermutu dalam peningkatan pelayanan. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, populasi 100 orang dan sampel 30 orang, dengan teknik observasi, studi pustaka dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah pemimpin lebih maksimal dalam mewujudkan peningkatan pelayanan yang berdampak kepada perkembangan dan pertumbuhan iman dan juga para pemimpin harus meningkatkan mutu kepribadiannya sebagai pemimpin melalui peningkatan pengetahuan teologi baik secara formal dan non formal agar pelayanan lebih efektif menuju perkembangan gereja dan pertumbuhan iman.
Kepemimpinan Rumah Tangga Suku Meree Kaimana Anouw, Yulian; Ohoiwutun, Korneles Viktor
Jurnal Christian Humaniora Vol 6, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v6i2.1187

Abstract

Abstrak:Abstrak Suku Meree secara tradisional telah membangun pola kehidupan rumah tangga secara turun temurun. Kemampuan kepemimpinan dalam suku Meree bersifat alamiah. Khusus dalam membangun sebuah rumah tangga, suami adalah pemimpin tertinggi, kepala keluarga, sedangkan istri berstatus sebagai ibu rumah tangga. Salah satu aspek dalam konteks kepemimpinan, suami selaku kepala dan pemimpin rumah tangga. Sikap dan perilaku sangat berpengaruh terhadap anggota keluarga (istri dan anak-anak) dan dalam membangun kesejahteraan rumah tangga.Abstract:The Meree tribe has traditionally built a pattern of household life from generation to generation. Leadership abilities in the Meree tribe are natural. Especially in building a household, the husband is the highest leader, the head of the family, while the wife is a housewife. One aspect in the context of leadership is the husband as the head and leader of the household. Attitudes and behavior are very influential on family members (wife and children) and in building household welfare.
MUTU PEMIMPIN DALAM PENINGKATAN PELAYANAN DI KLASIS GPDPB KOTA SORONG: THE QUALITY OF LEADERS IN IMPROVING SERVICES IN THE GPDPB CLASS, SORONG CITY Anouw, Yulian; Naa, Nelson
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 8 No 1 (2023): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v8i1.100

Abstract

Abstract: The servant of God in his role as a leader in the Classical Pentecostal Church of Sorong City needs to realize quality leadership in ministry through Bible teaching and spiritual development for the congregation towards service improvement that has a positive impact on faith growth. But in reality the leaders are still lacking in increasing the ministry of faith growth as expected together in church ministry. This research was conducted to determine the factors causing the lack of service improvement by leaders and also to find out how qualified leaders are in service improvement. The method in this study is a qualitative method, a population of 100 people and a sample of 30 people, with the technique of observation, literature study and interviews. The results of this study are leaders are more optimal in realizing service improvements that have an impact on the development and growth of faith and also leaders must improve the quality of their personalities as leaders through increasing theological knowledge both formally and informally so that services are more effective towards church development and faith growth. Abstrak: Hamba Tuhan dalam peranan sebagai pemimpin di Gereja Pentakosta Klasis Kota Sorong perlu mewujudkan kepemimpinan yang bermutu dalam pelayanan melalui pengajaran Alkitab dan pembinaan rohani bagi jemaat menuju peningkatan pelayanan yang berdampak positif terhadap pertumbuhan iman. Namun pada kenyataannya pemimpin masih kurang dalam meningkatkan pelayanan pertumbuhan iman seperti yang diharapkan bersama dalam pelayanan gereja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor penyebab kurangnya peningkat pelayanan oleh pemimpin dan juga untuk mengetahui bagaimana pemimpin yang bermutu dalam peningkatan pelayanan. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, populasi 100 orang dan sampel 30 orang, dengan teknik observasi, studi pustaka dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah pemimpin lebih maksimal dalam mewujudkan peningkatan pelayanan yang berdampak kepada perkembangan dan pertumbuhan iman dan juga para pemimpin harus meningkatkan mutu kepribadiannya sebagai pemimpin melalui peningkatan pengetahuan teologi baik secara formal dan non formal agar pelayanan lebih efektif menuju perkembangan gereja dan pertumbuhan iman..
MENINGKATKAN KEAKTIFAN KELUARGA KRISTEN DALAM IBADAH: INCREASING FAMILY ACTIVITIES CHRISTIANITY IN WORSHIP Mobalen, Agustinus; Anouw, Yulian; Kwaktolo, Agustinus
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 8 No 2 (2023): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v8i2.162

Abstract

Beribadah sangatlah penting bagi kehidupan keluarga Kristen, karena dengan ibadah umat berjumpa dengan Tuhan dan memuliakan nama-Nya melalui pujian dan penyembahan, doa dan firman Tuhan. Namun kenyataanya keluarga Kristen di Jemaat GKI Solagracia Kalafak Teluk Dore masih kurang aktif dalam ibadah-ibadah. Penelitian untuk mengetahui faktor penyebab kurang aktifnya keluarga Kristen dalam ibadah. Mengetahui bagaimana upaya gereja dalam meningkatkan keaktifan keluarga Kristen dalam ibadah. Menggunakan metode kualitatif, dengan teknik observasi, studi pustaka dan wawancara. Diharapkan gereja lebih maksimal dalam meningkatkan keaktifan keluarga Kristen dalam ibadah dan juga diharapkan agar keluarga Kristen dapat memahami dan menyadari ibadah sebagai sikap setia kepada Tuhan sumber pemberi hidup serta lebih aktif beribadah kepadaNya.
PANDANGAN TEOLOGI TERHADAP LGBT (LESBIAN, GAY, BISEKSUAL DAN TRANSGENDER): THEOLOGICAL VIEWS ON LGBT (LESBIAN, GAY, BISEXUAL AND TRANSGENDER) Pattiata, Chelsya Chintya; Anouw, Yulian; Wattimury, Wiesye Agnes
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 8 No 2 (2023): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v8i2.165

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini untuk mengetahui (a) faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender); (b) peranan keluarga dan gereja dalam menangani LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender); (c) pandangan teologi kristen terhadap LGBT. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu dengan wawancara dan juga situs internet. Hasil data yang didapatkan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukan: LGBT merupakan penyimpangan seksual, yang tidak dapat dipungkiri, orang kristen juga terjerumus didalamnya. Perilaku LGBT merupakan perbuatan yang keji dimata Tuhan. Ini menimbulkan hal negatif dalam kehidupan masyarakat dan kesehatan. Orang tua sangat berperan penting dalam mendidik anak, memberikan pendidikan seks yang benar dan sesuai Firman Tuhan. Kelompok LGBT ini berhak mendapatkan pertobatan dalam Yesus. Karena untuk itulah Yesus datang kedunia untuk menyelamatkan manusia dari dalam dosa. Gereja juga mempunyai peran yang sangat penting dalam melakukan pendampingan kepada kelompok LGBT.
KAJIAN ETIKA KRISTEN TERHADAP PRAKTEK PEMBUANGAN SAMPAH: CHRISTIAN ETHICS STUDY ON THE PRACTICE OF WASTE DISPOSAL Elias, Thomson Framonty E.; Anouw, Yulian; Siahaya, Irianty Marsye
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 9 No 1 (2024): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v9i1.211

Abstract

Berbicara soal sampah itu berarti berbicara tentang lingkungan, karena sampah selalu ada dimana kita berada, dan juga berbicara tentang sumber penghasil sampah itu sendiri yaitu manusia. Manusia sebagai sumber penghasil sampah karena seringkali aktifitas yang dilakukan manusia akan menghasilkan bahan sisa buangan/sampah. Secara garis besar skripsi ini berbicara tentang sampah di wilayah kelurahan kladufu yang terfokus pada pinggir jalan tempat pembuangan sampah oleh warga masyarakat di sekitar wilayah kaldufu. Dan apa yang dilakukan oleh Lurah dan jemaat GKI Emaus dalam menyoroti masalah sampah ini. Adakah keterlibatan Lurah dan gereja dalam menjaga alam lingkungan sebagai satu keutuhan ciptaan? Secara ringkas skripsi ini membahas juga tentang keterlibatan masyarakat lurah dan pemuda-pemudi jemaat GKI Emaus terhadap masalah sampah yang ada di lingkungan kelurahan kladufu sebagai satu keutuhan ciptaan Tuhan, sejauh mana keterlibatan atau peran mereka dalam menjaga kebersihan di pinggir jalan kladufu. Apakah mereka terlibat juga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dalam membuang sampah. Skripsi ini mengemukakan keadaan yang sebenarnya ada di kelurahan kladufu dalam kaitan dengan masalah sampah dan juga lokasi tempat pembuangan sampah yang tidak tepat; selain itu dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dalam membuang sampah juga kurang maksimal dilaksanakan. Bahkan peran pemuda pun kurang dalam memberi diri untuk menjaga lingkungan sekitar.
BERSATU DALAM PERBEDAAN: UNITED IN DIVERSITY Anouw, Yulian; Wattimury, Wiesye Agnes; Tata, Marche Eka Risty
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 9 No 1 (2024): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v9i1.212

Abstract

Bersatu adalah penting di dalam sebuah masyarakat apalagi jemaat, karena bersatu merupakan senjata yang dapat mengalahkan ancaman dunia yang begitu mempesona dengan segala kepraktisannya. Perbedaan adalah sesuatu yang berlainan atau tidak sama, baik dalam tindakan maupun pandangan tentang suatu keadaan. Sudah tidak heran lagi kalau pertumbuhan serta perkembangan gereja dimana-mana sedang terjadi. Dapat diketahui bahwa disamping pertumbuhan serta perkembangannya, dapat dilihat bahwa dimana-mana juga ditemukan perpecahan didalam gereja pada masa kini. Penyebab dari perpecahan jemaat ini terjadi karena adanya kepentingan pribadi kelompok yang kemudian mempengaruhi jemaat, sehingga mereka menjadi egois, serakah, iri hati, dengki, dan selalu memprofokasikan orang lain serta mencampuri urusan politik dengan gereja. Mereka selalu membawa masalah politik kedalam suatu persekutuan berjemaat, sehingga sering kali terjadinya konflik dalam berjemaat dan terjadilah perdebatan di dalamnya yang mengakibatkan perpecahan jemaat atau gereja. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif seperti wawancara secara langsung serta mencatat dokumen untuk menggumpulkan data yang akan digunakan sebagai penunjang penelitian. Semua data diolah secara kualitatif dan setiap data yang diperoleh dari analisis data. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Jemaat GMIH Rehoboth sambiki baru dapat disimpulkan bahwa, akibat dari perpecahan yang terjadi di jemaat adalah kepentingan pribadi dan juga sifat keegoisan yang tinggi serta berbeda pendapat dan juga kurangnya pengetahuan tentang kebenaran Tuhan. Kebanyakan orang pada saat ini lebih mementingkan kepentingan pribadi dibandingkan dengan kepentingan tentang kebenaran Tuhan atau perintah-Nya yang dimana setiap orang yang percaya kepadaNya harus melaksanakan perintah-Nya untuk membritakan injil serta menjaga kesatuan dan keharmonisan persekutuan.