cover
Contact Name
Angelalia Roza
Contact Email
jts@itp.ac.id
Phone
+6285364392830
Journal Mail Official
angelaliaroza@gmail.com
Editorial Address
Kampus Institut Teknologi Padang Gedung B Lt.2 Jln.Gajah Mada Kandis Kec.Nanggalo Kota Padang - 25143 Telp.0751-7055202 Fax. 0751-444842
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
ISSN : 23548452     EISSN : 2614414X     DOI : https://doi.org/10.21063/jts.2022.V902
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang atau disingkat JTS ITP ini dikelola oleh Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Institut teknologi Padang, Sumatra Barat, Indonesia. JTS ITP terbit 2 (dua) kali setiap tahun yaitu pada bulan Januari dan Juli, sejak tahun 2014. Terhitung Juli 2016, publikasi pada Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang telah mengikuti sitem terbuka (Open System Jurnal) pada https://ejournal.itp.ac.id/index.php/tsipil dan telah terakreditasi SINTA 5 sejak tahun 2019, sekarang ini JTS ITP sudah imigrasi ke OJS 3 dengan link https://jts.itp.ac.id/index.php/jts. Tujuan penerbitan Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang adalah: (1) untuk menjadi wadah publikasi artikel ilmiah nasional di bidang teknik sipil serta (2) menerbitkan dan menyebarluaskan hasil penelitian civitas akademika di bidang teknik sipil ke level nasional. Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang memuat artikel terkait dengan ilmu rekayasa struktur dan material, ilmu pondasi dan tanah pendukung, rekayasa hydro dan bangunan air, rekayasa transportasi dan perkerasan jalan, manajemen konstruksi serta ilmu pengukuran dan pemetaan.
Articles 172 Documents
Deteksi Perubahan Garis Pantai Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman Menggunakan Aplikasi Penginderaan Jauh Dwi Marsiska Driptufany
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1139.26 KB) | DOI: 10.21063/jts.2020.V702.01

Abstract

Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman merupakan kabupaten/kota yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, hal ini mengakibatkan pantai Kabupaten dan Kota Pariaman rentan terjadinya abrasi dan akresi. Selain mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian abrasi dan akresi, sebaran lokasi perubahan garis pantai akibat dampak abrasi dan akresi perlu dipantau secara spasial dan temporal untuk mencegah terjadinya dampak yang lebih buruk. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi perubahan garis pantai Kab. Padang Pariaman dan Kota Pariaman menggunakan data citra multi temporal. Penelitian ini menggunakan metode penginderaan jauh sebagai kajian yang cepat untuk menganalisis perubahan garis pantai dengan Citra Landsat 7 ETM tahun 2004 dan 2009, Citra Landsat 8 OLI tahun 2014, dan Citra Sentinel 2a tahun 2019 sebagai data sekunder. Perubahan garis pantai diperoleh menggunakan metode overlay peta hasil interpretasi citra 4 waktu pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan perubahan garis pantai tahun 2004-2009 karena abrasi dengan perubahan maksimal sebesar -20,98 meter/5 tahun, sedangkan perubahan yang terjadi karena akresi maksimal 0,78 meter/ 5 tahun. Pada garis pantai tahun 2009-2014 terjadinya perubahan karena abrasi dengan perubahan maksimal sebesar -41,79 meter/5 tahun, selain itu ada pula perubahan akibat akresi maksimal 8,65 meter/5 tahun. Sedangkan pada garis pantai tahun 2014-2019 terjadi karena abrasi dengan perubahan maksimal sebesar -17,13 meter/5 tahun, dan akresi maksimal 10,15 meter/5 tahun. Dari tahun 2004-2019 garis pantai banyak mengalami abrasi karena beberapa penyebabnya seperti gempa bumi, pasang air laut dan kurangnya batu pemecah ombak, sedangkan akresi yang terjadi pada kawasan pantai terjadi karena sedimentasi pasir laut oleh kawasan pantai serta beberapa faktor pembangunan yang sedang marak dilakukan di kawasan pesisir pantai Padang Pariman untuk meningkatkan kualitas pariwisata.
Manajemen Kecepatan dan Jarak Aman Antar Kendaraan Berdasarkan Perbedaan Kecepatan Kendaraan yang Berjalan Beriringan Don Gaspar Noesaku da Costa; Oktovianus Edvict Semiun; Ardi Liufeto
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.794 KB) | DOI: 10.21063/jts.2020.V702.03

Abstract

Pilihan kecepatan yang tidak sesuai sudah terbukti menjadi faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas, terutama pada segmen jalan berisiko seperti simpang tak bersinyal, jalan menurun dan lainnya. Sejumlah penelitian terdahulu telah melaporkan bahwa peluang kecelakaan pengendara sepeda motor di persimpangan prioritas dipengaruhi oleh tidak saja pilihan kecepatan saat memasuki area persimpangan dan kemampuan pengereman pengendara arus mayor namun juga pilihan celah penyeberangan kritis pengedara jalan minor. Studi ini bertujuan untuk menentukan peluang kecelakaan tipe tabrak belakang kendaraan yang berjalan beriringan di jalan mayor akibat pilihan celah penyeberangan kritis pengendara jalan minor. Untuk itu survei kecepatan dan jarak antar kendaraan serta celah penyeberangan kritis dilakukan dengan menggunakan kamera video. Selanjutnya, peluang kecelakaan tipe tabrak belakang disimulasikan berdasarkan perbedaan kemampuan pengereman pengendara sepeda motor yang diperoleh dari hasil penelitian terkait terdahulu. Diketahui bahwa hampir tidak terdapat perbedaan kecepatan antara kendaraan yang berjalan beriringan sehingga dari hasil simulasi terindikasi kuat bahwa peluang tabrak belakang sangat ditentukan oleh perbedaan kemampuan pengereman pengendara. Hal itu berarti bahwa diperlukan upaya terstruktur dan sistematis untuk memperbaiki kemampuan pengereman pengemudi dan perilaku berkeselamatan di jalan.
Aplikasi HEC-RAS dalam Pengendalian Banjir Sungai Way Kandis - Lampung Selatan Aprizal; Arju Meris
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.209 KB) | DOI: 10.21063/jts.2020.V701.01-8

Abstract

Sungai Way Kandis merupakan salah satu sungai yang mengalami kejadian banjir setiap tahunnya, melintasi wilayah Kecamatan Jati Agung di Kabupaten Lampung Selatan. Terjadinya banjir hampir setiap tahun di beberapa lokasi di sekitar Sungai Way Kandis, berdampak pada kerugian moril dan materil yang dialami penduduk yang bertempat tinggal di sekitar lokasi terdampak banjir Sungai Way Kandis. Untuk mengetahui sejauh mana efektifitas keberadaan bangunan infrastruktur dalam mengurangi dampak genangan banjir digunakan pemodelan HEC-RAS dengan simulasi kondisi sungai eksisting tanpa bangunan, kemudian dimodelkan juga kondisi sungai dengan keberadaan bangunan tanggul dan bendung. Berdasarkan hasil pemodelan, diketahui bahwa dengan pembangunan tanggul dapat mengurangi luas genangan banjir Q10 sebesar 80.81%-85.39%, apabila terdapat bangunan tanggul dan bendung dapat mengurangi luas genangan banjir sebesar 83.84% - 94,34%. Pada banjir Q25 pengaruh pembangunan tanggul dapat mengurangi luas genangan sebesar 75.73% - 82,29%, lalu apabila terdapat dibangun tanggul dan bendung dapat mengurangi luas genangan banjir sebesar 82.52% - 88,54%.
Studi Perbandingan Pondasi Tiang Pancang dengan Pondasi Bore Pile (Studi Kasus: Pelaksanaan Pembangunan Pondasi Tower Grand Kamala Lagoon-Bekasi) Mafriyal Muluk; Desmon Hamid; Satwarnirat; Dalrino; Melia Santi
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.868 KB) | DOI: 10.21063/jts.2020.V701.026-33

Abstract

Peran pondasi pada pembangunan struktur bawah pelaksanaan gedung menjadi sangat penting. Pemilihan jenis pondasi yang sesuai akan memperlancar proses pekerjaa tersebut, sehingga perlu perencanaan yang baik sehinga mendapatkan hasil secara efesien yang sesuai dengan kondisi di lapangan tertentu yang meliputi pengendalian waktu, biaya dan metode pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil perbandingan pelaksanaan pekerjaan pondasi tiang pancang dengan pondasi bore pile pada pekerjaan Pondasi Tower Grand Kamala Lagoon - Bekasi, mengidentifikasi kendala/permasalah yang sering terjadi pada pekerjaan fondasi grand kamala lagoon-Bekasi dan aspek yang paling mempengaruhi terhadap biaya dan waktu pelaksanaan. Berdasarkan analisa biaya, pondasi tiang pancang memerlukan anggaran biaya sebesar Rp. 14,047,100,000.00 (Empat Belas Milyar Empat Puluh Tujuh Juta Seratus Ribu Rupiah). Sedangkan pondasi bore pile memerlukan anggaran biaya sebesar Rp 12,736,500,000.00 (Dua Belas Milyar Tujuh Ratus Tiga Puluh Enam Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). Selisih harga pada pekerjaan pemancangan tiang pancang sebesar 2,192,800,000.00 (Dua Milyar Seratus Sembilan Puluh Dua Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah). Berdasarkan hasil analisa durasi, diketahui bahwa pondasi tiang pancang memerlukan waktu 114 hari, sedangkan pondasi bore pile 84 hari. Berdasarkan hasil analisa biaya dan waktu, pondasi yang paling tepat dan dapat digunakan dalam pekerjaan pada pembangunan Pondasi Tower Grand Kamala Lagoon-Bekasi adalah pondasi bore pile, karena yang pailing cocok pada aspek lingkungan dilapangan yang kawasan padat penduduk, biaya yang lebih efesien dibandingkan pondasi tiang pancang dan durasi yang lebih cepat.
Studi Analitikal Pengaruh Dinding terhadap Kekuatan Struktur Beton Bertulang Miko Yolisa Putra; Jafril Tanjung
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.187 KB) | DOI: 10.21063/jts.2020.V701.010-19

Abstract

Dinding bata pada umumnya digunakan sebagai dinding pengisi pada struktur bangunan beton bertulang di Indonesia. Dalam proses perencanaan selama ini dinding dianggap beban mati yang diperhitungkan untuk merencanakan atau mendesain suatu bangunan, dinding sendiri diperhitungkan bukan bagian dari struktur. Bahwasannya hasil yang ditemui dilapangan pasca bencana gempa bumi yang terjadi di Sumatera Barat menunjukkan bahwa dinding bata dapat memberikan kekakuan dan kekuatan pada struktur. Beberapa ahli telah melakukan pengujian untuk menganalisis pengaruh dinding terhadap kekuatan struktur beton bertulang. Untuk mempermudah dan meminimalisir biaya maka digunakan metoda analitikal berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Maidiawati, untuk memahami bagaimana efek dinding terhadap struktur portal beton bertulang terhadap beban lateral. Dalam permodelan, dinding bata dianalisis dengan model strut diagonal ekivalen, dimana kekuatan lateral dinding bata dievaluasi berdasarkan lebar strut diagonal yang didapatkan antara dinding dan kolom, kemudian didapat tinggi kontak antara kolom dan dinding. Tinggi kontak antara kolom dan dinding dianalisis berdasarkan tegangan tekan yang terjadi pada daerah kontak antara dinding dan kolom. Dari hasil analitik yang dilakukan, diperoleh kekuatan lateral dinding bata hasil analitik, Q = 64,1 kN dan didapatkan displacement sebesar 2.77 mm atau drift ratio sebesar 0.37%. Sedangkan hasil kekuatan lateral dari dinding hasil eksperimen sebesar 51,4 kN. Untuk kekuatan lateral struktur rangka beton bertulang dengan dinding diperoleh sebesar 108,4 kN dan hasil eksperimen sebesar 93.6 kN. Maka didapatkan kekuatan lateral dan perpindahan lateral hasil model analitik yang cukup mendekati hasil eksperimen. Dapat disimpulkan bahwa dinding memiliki kontribusi terhadap penambahan kekuatan lateral struktur rangka beton bertulang.
Studi Komparasi Model Kerner Konhauser terhadap Model Regresi Linear pada Variabel Kecepatan Kendaraan dan Kepadatan Arus Lalu Lintas Yessy Yusnita
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.774 KB) | DOI: 10.21063/jts.2020.V701.020-25

Abstract

Kondisi macet yang terjadi pada lalu lintas di jalan raya disebabkan oleh kecepatan kendaraan, kepadatan arus lalu lintas dan arus lalu lintas. Penyebab kemacetan lalu lintas juga dapat dipengaruhi oleh posisi kendaraan dan waktu tempuh kendaraan. Simulasi arus lalu lintas dengan menggunakan kecepatan Model Kerner Konhauser telah dilakukan pada penelitian sebelumnya. Dari simulasi pertama dan kedua Model Kerner Konhauser diperoleh kecepatan kendaraan berjumlah 33 data dan kepadatan arus lalu lintas berjumlah 21 data. Pada penelitian ini, kecepatan kendaraan mewakili variabel V dan kepadatan arus lalu lintas mewakili variabel D. Penelitian ini bertujuan: 1). Menilai tingkat korelasi antara variabel kecepatan kendaraan (V) terhadap variabel kepadatan arus lalu lintas (D); 2). Menganalisis komparasi Model Kerner Konhauser terhadap model regresi linear pada variabel kecepatan kendaraan (V) dan kepadatan arus lalu lintas (D) menggunakan teknik regresi non linier dibantu dengan tools SPSS. Hasil analisis regresi non linear menunjukkan adanya korelasi yang kuat pada data simulasi pertama antara variabel V dengan variabel D (r = 0,793) dan korelasi yang sedang pada data simulasi kedua (r = 0,520). Model analisis non linear terbaik yang dihasilkan adalah V = 125,336e-0,013D, dengan nilai R2 = 0,628. Hal ini menunjukkan bahwa jika kepadatan arus lalu lintas menurun maka kecepatan kendaraan akan meningkat, begitu juga sebaliknya jika kepadatan arus lalu lintas meningkat maka kecepatan kendaraan akan menurun di jalan raya.
Analisa stabilitas lereng dan Perencanaan penstabilan lereng (Studi Kasus POLRES Arosuka Kabupaten Solok) Yono Julianto; Abdul Hakam; Rina Yuliet
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.248 KB) | DOI: 10.21063/jts.2020.V701.034-42

Abstract

Polres Arosuka bertempat di kabupaten solok pada tanggal 04 desember 2017 mengalami peristiwa longsor yang menyebabkan bangunan dan jalan mengalami kerusakan parah disebabkan curah hujan yang tinggi. Curah hujan yang tinggi mempengaruhi kestabilan tanah dikarenakan air hujan meresap masuk melalui pori – pori maupun rekahan tanah sehingga menambah kadar air dalam tanah. Untuk itu perlu dilakukan tinjauan kestabilan lereng yang teliti dengan mempertimbangkan aspek rekayasa geoteknik. Perhitungan kestabilan lereng dilakukan dengan metoda irisan (Slice) dan program plaxis. Nilai dari kestabilan lereng (SF) dengan menggunakan metoda irisan dari iterasi pertama sebesar 1.28, iterasi kedua sebesar 1.20 dan iterasi ketiga sebesar 1.23 dan pehitungan stabilitas menggunakan program plaxis didapatkan nilai SF sebesar 1.22. Dari hasil perhitungan nilai SF lebih kecil dari syarat keamanan lereng dengan nilai SF sebesar 1.25 sehingga diperlukan penstabilan lereng menggunakan perkerasan. Penstabilan lereng menggunakan Sheet pile didapatkan nilai total displacement sebesar 0,231 m dan nilai keamanan sebesar 1,35 < 1,50 dari nilai batas keamanan sehingga Sheet pile perlu ditambahkan jangkar (angkur) dalam penanggulanan keamanan lereng sehingga didapatkan nilai nilai total displacement sebesar 0,166 m dan nilai keamanan lereng menjadi 1,70 > 1,50 dari nilai batas keamanan lereng menggunakan perkerasan.
Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit Sebagai Material Tambahan Beton Gusni Vitri; Hazmal Herman
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.18 KB) | DOI: 10.21063/jts.2019.V602.078-87

Abstract

Beton masih menjadi struktur perkuatan yang umum digunakan di Indonesia karena memiliki beberapa keunggulan seperti harganya relatif murah, mudah pengerjaan di lapangan, tahan terhadap kebakaran. Campuran beton secara umum menggunakan semen portland, kerikil, pasir, semen, dan air. Kualitas material tersebut akan menentukan kualitas beton yang diperoleh. Di samping material konvensional tersebut, variasi lain juga bisa dilakukan dalam campuran beton untuk memperoleh mutu beton yang diinginkan. Penelitian ini adalah penelitian Laboratorium menggunakan campuran bahan tambahan yang berasal dari limbah kelapa sawit. Limbah kelapa sawit cukup banyak terdapat di Provinsi Sumatera Barat karena pabrik kelapa sawit menyebar di Kabupaten Pasaman Barat. Limbah kelapa sawit yang digunakan adalah cangkang dari kelapa sawit, sebagai variasi dari agregat kasar dan limbah pembakaran cangkang kelapa sawit atau abu boiler sebagai variasi dari agregat halus. Material yang digunakan, akan diuji terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan SNI beton dan akan dibuat komposisi adukan beton dengan kualitas mutu tepat 25 MPa. Hasil pemeriksaan uji laboratorium menyatakan bahwa karakteristik untuk agregat halus dan agregat kasar dapat digunakan karena memenuhi standar SNI. Begitupun dengan limbah kelapa sawit, didapatkan bahwa untuk analisa saringan, berat jenis, penyerapan telah memenuhi standar SNI sehingga dapat digunakan sebagai pengganti agregat dengan jumlah tidak lebih dari 10% untuk abu boiler kelapa sawit dan tidak lebih dari 30% untuk cangkang kelapa sawit. Hasil Kuat Tekan Beton rata-rata pada hari ke7 dan hari ke-28 di dapatkan sebesar 21 Mpa, belum memenuhi estimasi awal kuat tekan yang diinginkan sebesar 25 MPa.
Pengaruh Pemanfaatan Sumberdaya Air Tanah dalam Pembangunan Kawasan Industri Baru Maizir
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.105 KB) | DOI: 10.21063/jts.2019.V602.046-55

Abstract

Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan salah satu wilayah yang menjadi destinasi wisata populer di Sumatera Barat. Objek wisata yang beragam di Kabupaten Lima Puluh Kota menjadikan banyaknya alternatif pilihan bagi wisatawan. Hal ini menjadi kendala apabila wisatawan ingin melakukan wisata yang dapat menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhannya. Berdasarkan kondisi tersebut maka dirasa perlu rancangan sebuah sistem pendukung keputusan yang dapat membantu wisatawan memperoleh alternatif destinasi wisata yang tepat dan sesuai.Pada rancangan ini kriteria yang digunakan adalah jarak tempuh, waktu, biaya akses, fasilitas, transportasi dan jenis wisata. Pada penelitian ini, metode Sistem Pendukung Keputusan yang digunakan adalah TOPSIS karena metode ini memiliki komputasi yang cepat dan sederhana. Platform yang digunakan dalam perancangan sistem ini adalah berbasis web untuk mempermudah akses bagi pengguna terhadap sistem. Berdasarkan rancangan yang telah dibangun maka sistem Pendukung Keputusan dengan metode TOPSIS berbasis web dalam pemilihan lokasi wisata dapat digunakan oleh wisatawan dan memberikan alternative lokasi wisata.
Pengaruh Campuran Abu Limbah Kertas dan Semen terhadap Sifat-Sifat Tanah Lempung Herman; Amalia, A; Jefrinaldo AS
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.129 KB) | DOI: 10.21063/jts.2019.V602.056-59

Abstract

Salah satu permasalahan pada tanah dasar dalam melaksanakan konstruksi dilapangan adalah sifat kembang susut yang umumnya dimiliki oleh tanah lempung. Sudah banyak penelitian yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan ini, penggunaan bahan semen dapat memberikan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan penggunaan bahan lain. Sebaliknya biaya pelaksanaan konstruksi menjadi lebih meningkat secara signifikan. Hal itu disebabkan karena harga semen yang relatif mahal. Pada penelitian ini dicoba mengganti sebagian semen dengan bahan abu limbah kertas, langkah ini diambil dengan harapan dapat memberikan hasil yang lebih baik. Penelitian yang dilakukan dengan menetapkan pemakaian 5% semen, kekurangan semen digantikan dengan abu limbah kertas. Penambahan abu kertas divariasikan, mulai dari 5%, 10% dan 15% terhadap berat kering tanah. Pengujian dilakukan terdiri dari uji sifat fisis dan uji sifat mekanis tanah lempung, baik tanah asli maupun tanah yang telah dicampur dengan 5% semen ditambah beberapa variasi persentase abu limbah kertas yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan 5% semen ditambah berbagai variasi persentase abu limbah kertas di dalam tanah lempung, dapat memperbaiki sifat-sifat fisis tanah, yaitu dengan meningkatnya nilai batas plastis (PL), batas susut (SL) dan menurunnya nilai batas cair (LL) dan indeks plastisitas (PI) tanah. Sifat-sifat mekanis tanah juga mengalami perbaikan yaitu dengan menurunnya nilai-nilai pengembangan dan tekanan pengembangan tanah, sedangkan nilai pemadatan dan kuat tekan bebas mengalami peningkatan pada 5% semen + 5% abu limbah kertas pada tanah, peningkatan persentase abu selanjutnya nilai-nilai ini cenderung menurun.

Page 2 of 18 | Total Record : 172


Filter by Year

2014 2025