cover
Contact Name
Elyas Djufri
Contact Email
ppg@ustjogja.ac.id
Phone
+6285228015599
Journal Mail Official
ppg@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Profesi Guru PPG FKIP Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Jl. Batikan UH-III/1043, Tuntungan, Tahunan, Umbulharjo DI Yogyakarta - INDONESIA
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG)
ISSN : 27750973     EISSN : 27230295     DOI : https://doi.org/10.30738
Core Subject : Education,
JIPG: Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru merupakan jurnal yang diterbikan oleh Program Studi Pendidikan Profesi Guru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Memfasilitasi para akademisi, praktisi, guru, mahasiswa dalam bidang kependidikan dari hasil penelitian maupun pemikiran. JIPG: Jurnal Pendidikan Profesi Guru Terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Februari, Agustus setiap terbit 10 artikel. Ruang lingkup karya tulis ilmiah dalam jurnal JIPG ini meliputi bidang keilmuan: Strategi pembelajaran; Evaluasi pendidikan; Kurikulum; Manajemen sekolah dan kelas; Pengembangan media dan bahan ajar.
Articles 115 Documents
Peningkatan hasil belajar siswa SMK pertanian dengan penerapan model pembelajaran project-based learning. Moh. Dwi Zainol Akbar; Fatimah Zahro; Dwi Haryanta
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Vol 7 No 2 (2026): Volume 7. No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jipg.vol7.no2.a19517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X ATPH-2 SMK Negeri 1 Purwosari pada materi pembiakan tanaman melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Siklus I membahas teknik cangkok, sedangkan siklus II membahas teknik stek. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan persentase ketuntasan belajar dari 54,28% (prasiklus) menjadi 80% (siklus I), dan meningkat menjadi 91,42% (siklus II). Dengan demikian, penerapan PJBL terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan praktik, serta motivasi belajar siswa.   Improving the Learning Outcomes of Agricultural Vocational Vocational Students with the Application of the Project Based Learning (PJBL) Learning Model This study aims to improve the learning outcomes of class X ATPH-2 students at SMK Negeri 1 Purwosari on plant cultivation material through the implementation of the Project Based Learning (PJBL) model. This research is a classroom action research (CAR) conducted in two cycles, each consisting of the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Cycle I discusses the grafting technique, while Cycle II discusses the cutting technique. Data collection techniques include observation, questionnaires, learning outcome tests, and documentation. The results of the study show an increase in the percentage of learning completeness from 54.28% (pre-cycle) to 80% (Cycle I), and further increased to 91.42% (Cycle II). Thus, the implementation of PJBL is proven effective in improving students' conceptual understanding, practical skills, and learning motivation.
Penggunaan media papan pecahan melalui pendekatan PMRI untuk meningkatkan pemahaman konsep pecahan pada siswa SDN 1 Panjang Dia Ayu Nuril Hidayah; Indah Wulandari; Eka Zuliana
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Vol 7 No 1 (2026): Volume 7. No 1 Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jipg.vol7.no2.a18887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media papan pecahan melalui pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dalam meningkatkan pemahaman konsep pecahan sebagai bagian dari keseluruhan pada siswa kelas II SDN 1 Panjang. Materi yang diajarkan difokuskan pada pengenalan konsep pecahan sederhana, yaitu 1/2 dan 1/4. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 32 siswa kelas II SDN 1 Panjang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media papan pecahan melalui pendekatan PMRI membantu siswa memahami konsep pecahan dengan lebih baik melalui kegiatan pembelajaran yang dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan memberikan tanggapan positif selama proses pembelajaran, yang tercermin dari meningkatnya kemampuan mereka dalam mengenali dan menjelaskan konsep pecahan sederhana. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media papan pecahan yang dipadukan dengan pendekatan PMRI merupakan alternatif pembelajaran yang efektif untuk memfasilitasi pemahaman konsep pecahan pada siswa sekolah dasar. The Use of Fraction Board Media through the Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) Approach to Improve Elementary Students' Understanding of Fraction Concepts This study aimed to describe the implementation of fraction board media through the Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) approach in improving second-grade students' understanding of fractions as parts of a whole at SDN 1 Panjang. The instructional content focused on introducing the basic fraction concepts of 1/2 and 1/4. This study employed a descriptive qualitative approach. The participants consisted of 32 second-grade students at SDN 1 Panjang. Data were collected through classroom observations, interviews, and documentation and were analyzed using descriptive analysis techniques. The findings indicate that the implementation of fraction board media through the PMRI approach helped students develop a better understanding of fraction concepts by connecting mathematical learning to real-life contexts. In addition, the students demonstrated high enthusiasm and positive responses throughout the learning process, as reflected in their improved ability to recognize and explain simple fraction concepts. These findings suggest that integrating fraction board media with the PMRI approach provides an effective instructional alternative for facilitating elementary school students' understanding of fraction concepts.  
A descriptive study: AI integration among pre-service PPG graduates in the era of Society 5.0 Riska Nur Rohmah; Latifah Hanum
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Vol 7 No 2 (2026): Volume 7. No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jipg.vol7.no2.a20230

Abstract

Teachers are not limited to technical skills in using technology, but also being able to process information well to support the learning process in the era of society 5.0. The objective of this study is to descriptively analyze the integration of AI by pre-service PPG graduates as an effort to prepare professional teachers in the Society 5.0 era. The approach used in this research is descriptive quantitative method, namely by collecting data obtained from the answers of respondents who have filled out a closed questionnaire. The questionnaire used contained 25 questions with a Likert scale. The questionnaire results were processed using frequency distribution analysis to determine the percentage of responses. The subjects of this study were 98 participants who had graduated from the Pre-Service PPG program at several universities spread across Indonesia and had been accredited by the Ministry of Education and Culture. The results found in this study, namely: 1) pre-service PPG teacher candidates have been able to master digital technology, especially in the learning they do; 2) pre-service PPG teacher candidates have good digital literacy, especially to support the implementation of learning; 3) pre-service PPG teacher candidates have conducted humanism-based learning; 4) pre-service PPG teacher candidates recognize the importance of self-development in the current digital era; and 5) pre-service PPG teacher candidates have understood the importance of data-based evaluation. Furthermore, this research provides important input for PPG providers to improve the technology curriculum for future teachers in the Society 5.0 era. Studi deskriptif: Integrasi AI pada lulusan PPG Prajabatan di era Society 5.0 Guru tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis dalam menggunakan teknologi, tetapi juga mampu mengolah informasi dengan baik untuk mendukung proses pembelajaran di era Society 5.0. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara deskriptif integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh lulusan PPG Prajabatan sebagai upaya mempersiapkan guru profesional di era Society 5.0. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan data yang diperoleh dari jawaban responden melalui kuesioner tertutup. Kuesioner yang digunakan terdiri atas 25 pertanyaan dengan menggunakan skala Likert. Hasil kuesioner diolah menggunakan analisis distribusi frekuensi untuk menentukan persentase setiap respons. Subjek penelitian ini berjumlah 98 peserta yang telah menyelesaikan program PPG Prajabatan di beberapa universitas yang tersebar di Indonesia dan telah terakreditasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) calon guru PPG Prajabatan telah mampu menguasai teknologi digital, khususnya dalam mendukung pembelajaran yang mereka laksanakan; (2) calon guru PPG Prajabatan memiliki literasi digital yang baik, terutama untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran; (3) calon guru PPG Prajabatan telah melaksanakan pembelajaran berbasis humanisme; (4) calon guru PPG Prajabatan menyadari pentingnya pengembangan diri di era digital saat ini; dan (5) calon guru PPG Prajabatan telah memahami pentingnya evaluasi berbasis data. Selanjutnya, penelitian ini memberikan masukan penting bagi penyelenggara PPG untuk meningkatkan kurikulum yang berkaitan dengan teknologi guna mempersiapkan calon guru dalam menghadapi tuntutan pembelajaran di era Society 5.0.  
Analisis Analysis of problems and strategies for the transformation of educational supervision at Kaligandu Elementary School in Serang City Yurida Deviana; Rizki Piqria Satriani; Ila Rosmilawati
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Vol 7 No 2 (2026): Volume 7. No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jipg.vol7.no2.a21483

Abstract

Abstract: Educational supervision is a key pillar of school management, yet its effectiveness at the elementary school level, particularly in urban rural transition areas, remains low. This study aims to identify key supervision issues, analyze their impact on learning quality, and formulate improvement strategies at Kaligandu Elementary School, Serang City. This descriptive-analytical qualitative study used data triangulation (interviews, observations, and document studies) from eight participants. Thematic data analysis was assisted by NVivo 12 software. The results of the NVivo analysis (N=1,087 codes) revealed four dominant problem themes: Inadequate Infrastructure and Technology (27.4%), Principal Administrative Burden (24.6%), Teacher Resistance to Supervision (22.2%), and Hampered Adaptation of the Independent and Hybrid Curriculum (25.8%). The impacts include teachers returning to conventional methods, low implementation of formative assessment, and declining teacher/student motivation. Recommended improvement strategies include implementing low-cost Blended Supervision, utilizing BOS funds for basic internet, internal peer coaching, delegation of administrative tasks, and partnerships with local universities. Analisis permasalahan dan strategi transformasi supervisi pendidikan di Sekolah Dasar Kaligandu Kota SerangSupervisi pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam manajemen sekolah, namun efektivitasnya pada jenjang sekolah dasar, khususnya di wilayah transisi perkotaan-pedesaan, masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan utama dalam supervisi pendidikan, menganalisis dampaknya terhadap kualitas pembelajaran, serta merumuskan strategi perbaikan di Sekolah Dasar Kaligandu, Kota Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan teknik triangulasi data (wawancara, observasi, dan studi dokumen) yang melibatkan delapan partisipan. Analisis data tematik dilakukan dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12. Hasil analisis NVivo (N = 1.087 kode) mengungkapkan empat tema permasalahan yang dominan, yaitu: Keterbatasan Sarana, Prasarana, dan Teknologi (27,4%), Beban Administratif Kepala Sekolah (24,6%), Resistensi Guru terhadap Supervisi (22,2%), serta Terhambatnya Adaptasi terhadap Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Hibrida (25,8%). Dampak dari permasalahan tersebut meliputi kecenderungan guru kembali menggunakan metode pembelajaran konvensional, rendahnya penerapan asesmen formatif, serta menurunnya motivasi guru dan peserta didik. Strategi perbaikan yang direkomendasikan meliputi penerapan Blended Supervision berbiaya rendah, pemanfaatan dana BOS untuk penyediaan akses internet dasar, penguatan peer coaching internal, pendelegasian tugas administratif, serta menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi setempat.
Strategi pedagogis guru dalam pembelajaran IPAS berbasis game untuk menguatkan ecological citizenship siswa sekolah dasar Dewi Lestari; Idam Ragil Widianto Atmojo; Deni Zein Tarsidi
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Vol 7 No 1 (2026): Volume 7. No 1 Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jipg.vol7.no1.a23458

Abstract

Pembelajaran IPAS berbasis game tidak hanya memerlukan media yang menarik, tetapi juga keputusan pedagogis guru agar aktivitas bermain tetap terhubung dengan tujuan konseptual dan tanggung jawab lingkungan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pedagogis guru pada tahap perencanaan, fasilitasi pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran IPAS berbasis game, untuk menguatkan ecological citizenship pada siswa sd. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SD Negeri Kroyo. Guru kelas V menjadi informan utama dan 75 siswa kelas V menjadi informan pendukung. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dokumentasi, dan rekap respons siswa, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian mengidentifikasi rangkaian strategi berupa penyelarasan game dengan tujuan IPAS dan indikator ekologis pada tahap perencanaan; orientasi masalah, penjelasan aturan, bimbingan, umpan balik, dan refleksi pada tahap pelaksanaan; serta penilaian kognitif, afektif, dan perilaku pada tahap evaluasi. Secara deskriptif, 73% siswa berada pada kategori senang atau sangat senang. Selama periode pengamatan juga ditemukan indikasi kesadaran lingkungan, kepedulian terhadap kebersihan, penghematan air, dan perilaku ramah lingkungan. Temuan ini menunjukkan pola mediasi pedagogis guru yang bersifat kontekstual dalam mengarahkan pengalaman game pada pembelajaran IPAS yang berorientasi ecological citizenship. Teachers’ pedagogical strategies in game-based IPAS learning to strengthen elementary school students’ ecological citizenship Game-based IPAS learning requires not only engaging media but also deliberate pedagogical decisions so that play remains connected to conceptual goals and environmental responsibility. This study aims to describe teachers’ pedagogical strategies in the planning, facilitation, and evaluation stages of game-based IPAS learning to strengthen ecological citizenship among elementary school students. A qualitative case-study design was employed at SD Negeri Kroyo. A fifth-grade teacher served as the main informant and 75 fifth-grade students as supporting informants. Data were obtained through semi-structured interviews, observations, documentation, and student-response records and were analyzed using an interactive model consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings identified a sequence of strategies: aligning games with IPAS objectives and ecological indicators during planning; providing problem orientation, rules, guidance, feedback, and reflection during implementation; and assessing cognitive, affective, and behavioral dimensions during evaluation. Descriptively, 73% of students reported being happy or very happy. During the observation period, indications of environmental awareness, concern for cleanliness, water conservation, and environmentally responsible behavior were also recorded. These findings describe a contextual pattern of teacher pedagogical mediation in directing game experiences toward IPAS learning oriented to ecological citizenship.

Page 12 of 12 | Total Record : 115