cover
Contact Name
Elyas Djufri
Contact Email
ppg@ustjogja.ac.id
Phone
+6285228015599
Journal Mail Official
ppg@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Profesi Guru PPG FKIP Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Jl. Batikan UH-III/1043, Tuntungan, Tahunan, Umbulharjo DI Yogyakarta - INDONESIA
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG)
ISSN : 27750973     EISSN : 27230295     DOI : https://doi.org/10.30738
Core Subject : Education,
JIPG: Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru merupakan jurnal yang diterbikan oleh Program Studi Pendidikan Profesi Guru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Memfasilitasi para akademisi, praktisi, guru, mahasiswa dalam bidang kependidikan dari hasil penelitian maupun pemikiran. JIPG: Jurnal Pendidikan Profesi Guru Terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Februari, Agustus setiap terbit 10 artikel. Ruang lingkup karya tulis ilmiah dalam jurnal JIPG ini meliputi bidang keilmuan: Strategi pembelajaran; Evaluasi pendidikan; Kurikulum; Manajemen sekolah dan kelas; Pengembangan media dan bahan ajar.
Articles 107 Documents
Pengembangan media pembelajaran interaktif ilmu pengetahuan alam Sosial berbasis lingkungan untuk meningkatkan kemandirian belajar Imhar AR. Nailu; Ebi Rahmat Indar Maya; Afadil; Nurjannah
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Vol 7 No 1 (2026): Volume 7. No 1 Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jipg.vol7.no1.a18792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis lingkungan serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman materi dan kemandirian belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan desain uji coba terbatas menggunakan pretest dan posttest. Subjek penelitian terdiri atas 34 peserta didik. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman materi dan angket kemandirian belajar, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman materi peserta didik mengalami peningkatan dari nilai rata-rata pretest sebesar 60 menjadi 80 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 20%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai t(33) = 4,2 dengan signifikansi p < 0,05, yang berarti terdapat peningkatan pemahaman materi yang signifikan. Selain itu, kemandirian belajar peserta didik juga meningkat dari 55% pada pretest menjadi 85% pada posttest, dengan peningkatan sebesar 30%. Hasil uji t-test menunjukkan nilai t(33) = 5,1 dengan signifikansi p < 0,05, yang menandakan adanya peningkatan kemandirian belajar yang signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis lingkungan efektif dalam meningkatkan pemahaman materi dan kemandirian belajar peserta didik. Kata Kunci: Media pembelajaran, interaktif, berbasis lingkungan, pemahaman materi, kemandirian belajar, IPAS. Development of Interactive Environment-Based Learning Media for Improving Learning Independence in IPAS This study aimed to develop an environment-based interactive learning media and to examine its effectiveness in improving students’ material comprehension and learning independence. The research employed a research and development approach with a limited trial using a pretest–posttest design. The participants consisted of 34 students. Data were collected through a material comprehension test and a learning independence questionnaire, and were analyzed using a paired-sample t-test. The results indicated that students’ material comprehension improved from a mean pretest score of 60 to a posttest score of 80, showing an increase of 20%. Statistical analysis revealed a t-value of t(33) = 4.2 with p < 0.05, indicating a significant improvement in material comprehension. In addition, students’ learning independence increased from 55% in the pretest to 85% in the posttest, representing a 30% improvement. The results of the t-test showed t(33) = 5.1 with p < 0.05, confirming a statistically significant improvement in learning independence. Based on these findings, it can be concluded that the environment-based interactive learning media is effective in enhancing students’ material comprehension and learning independence.
Korelasi Sikap Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Sekolah Dasar Azizah, Wafiq; Ardhian, Trio; Muanifah, Mahmudah Titi
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Vol 7 No 1 (2026): Volume 7. No 1 Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jipg.vol7.no1.a21015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sikap belajar siswa terhadap pembelajaran matematika, (2) hasil belajar matematika siswa, dan (3) korelasi antara sikap belajar dengan hasil belajar matematika siswa kelas III SD Negeri Glagah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 68 siswa yang diambil secara total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk variabel sikap belajar dan dokumentasi nilai PAS untuk variabel hasil belajar. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki sikap belajar dalam kategori tinggi (75%) dengan rata-rata skor 78,28 dari skor ideal 80. Hasil belajar matematika siswa berada dalam kategori sangat tinggi dengan rata-rata nilai 77,62 dari skor maksimal 100. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,058 dan signifikansi > 0,05, yang artinya tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara sikap belajar dengan hasil belajar matematika siswa kelas III SD Negeri Glagah Yogyakarta. Temuan ini menunjukkan bahwa tingginya sikap belajar belum tentu sejalan dengan pencapaian akademik siswa dalam mata pelajaran matematika. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya membentuk sikap positif, tetapi juga mampu meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan matematika siswa. Correlation of Learning Attitudes Towards Mathematics Learning Outcomes in Elementary School This study aims to determine: (1) students' learning attitudes in mathematics learning, (2) students' mathematics learning outcomes, and (3) the correlation between learning attitudes and mathematics learning outcomes of third-grade students at Glagah Public Elementary School Yogyakarta. This research employed a quantitative approach with an ex post facto method. The sample consisted of 68 students selected through total sampling. Data were collected using questionnaires for the learning attitude variable and documentation of midterm exam scores (PAS) for the learning outcome variable. Data were analyzed using normality tests, linearity tests, and Pearson Product Moment correlation tests. The results showed that most students had a very high level of learning attitude (75%) with an average score of 78.28 out of an ideal score of 80. Students’ mathematics learning outcomes were in the moderate category with an average score of 77.62 out of a maximum score of 100. The correlation test yielded a coefficient of 0.058 with a significance level greater than 0.05, indicating no significant relationship between learning attitudes and mathematics learning outcomes among the third-grade students. These findings suggest that a high learning attitude does not necessarily align with students’ academic performance in mathematics. Therefore, it is essential to implement learning approaches that not only foster positive attitudes but also effectively enhance conceptual understanding and mathematical skills.  
Evaluasi Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Terhadap Peningkatan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Produktif Siswa : artikel Nuriyani, Emy; Fajri, Ruri Rizkia; Haerudin, Haerudin; Jamhari, Mohammad
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Vol 7 No 1 (2026): Volume 7. No 1 Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jipg.vol7.no1.a18800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Produktif Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), khususnya pada proyek penginstalan sistem operasi Linux Debian menggunakan aplikasi VirtualBox. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 23 siswa kelas X TJKT SMKN 1 Parigi tahun pelajaran 2023/2024. Pembelajaran berdiferensiasi diterapkan melalui diferensiasi konten, proses, dan produk serta diintegrasikan dengan model Project-Based Learning (PjBL).Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa, dengan rata-rata nilai meningkat dari 85,93 pada siklus I menjadi 89,02 pada siklus II. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi yang disesuaikan dengan gaya belajar siswa mampu meningkatkan keterlibatan, pemahaman konsep, dan keterampilan praktis siswa dalam penginstalan sistem operasi Linux. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi berbasis proyek efektif diterapkan pada mata pelajaran produktif TJKT untuk meningkatkan hasil belajar dan kompetensi teknis siswa. Evaluation of the Implementation of Differentiated Learning on Improving Learning Outcomes in the Productive TJKT Subject at SMKN This study evaluates the implementation of differentiated learning to improve student learning outcomes in the Productive subject of Computer and Network Engineering (TJKT), focusing on a project of installing the Debian Linux operating system using VirtualBox. The research employed classroom action research conducted in two cycles involving planning, action, observation, and reflection. The participants were 23 Grade X TJKT students at SMKN 1 Parigi in the 2023/2024 academic year. Differentiated learning was applied through content, process, and product differentiation and integrated with the Project-Based Learning (PjBL) model. The results indicate an improvement in student learning outcomes, with the average score increasing from 85.93 in Cycle I to 89.02 in Cycle II. The findings show that differentiated learning aligned with students’ learning styles enhances engagement, conceptual understanding, and practical skills in Linux installation. This study implies that differentiated project-based learning is an effective strategy for improving learning outcomes and technical competencies in productive TJKT subjects.
Pengembangan instrumen asesmen ilmu pengetahuan alam sosial berbasis model pisa untuk mengukur kemampuan literasi sains Kusumaningrat; Nuriyani, Emy; Afadil; Nurjannah
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Vol 7 No 1 (2026): Volume 7. No 1 Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jipg.vol7.no1.a18815

Abstract

Faktor penyebab rendahnya kemampuan literasi sains adalah belum tersedianya instrumen penilaian yang sesuai untuk mengukur aspek literasi sains secara komprehensif. Permasalahan ini menuntut pengembangan instrumen penilaian yang valid dan reliabel untuk mengukur kemampuan literasi sains siswa SMK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menguji instrumen penilaian berbasis model PISA untuk siswa SMK pada materi makhluk hidup dan lingkungannya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D. Subjek penelitian yakni siswa kelas X TKJ di SMK Negeri 1 Parigi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan sangat valid dengan persentase validitas sebesar 85,88 %. Reliabilitas instrumen nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,87, dengan kategori reliabel. Analisis literasi sains menunjukkan 72% siswa berada dalam kategori rendah dan 28% dalam kategori sedang, dengan skor rata-rata skor rata-rata sebesart 45 berada pada kategori rendah. Berdasarkan ketiga aspek literasi sains, aspek menjelaskan fenomena ilmiah memperoleh skor tertinggi sebesar 67 dengan kategori sedang, sementara aspek mengevaluasi dan merancang penyelidikan serta menafsirkan data ilmiah masih rendah dengan skor masing-masing memperoleh skor sebesart 38 dan 30. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan pembelajaran berbasis eksperimen, analisis data, serta integrasi teknologi dan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan literasi sains peserta didik secara menyeluruh. Development of PISA-Based IPAS Assessment Instruments to Measure the Science Literacy Skills of Vocational High School Students  The factor causing low science literacy skills is the lack of appropriate assessment instruments to comprehensively measure aspects of science literacy. This problem requires the development of valid and reliable assessment instruments to measure the science literacy skills of vocational high school students. The purpose of this study was to develop and test PISA-based assessment instruments for vocational high school students on the subject of living things and their environment. The research used the Research and Development (R&D) method with the 4D model. The research subjects were 10th grade TKJ students at SMK Negeri 1 Parigi. The results showed that the developed instrument was highly valid with a validity percentage of 85.88%. The reliability of the instrument was Cronbach's Alpha of 0.87, which is considered reliable. The science literacy analysis showed that 72% of students were in the low category and 28% in the moderate category, with an average score of 45 in the low category. Based on the three aspects of science literacy, the aspect of explaining scientific phenomena obtained the highest score of 67 in the moderate category, while the aspects of evaluating and designing investigations and interpreting scientific data were still low, with scores of 38 and 30, respectively. These findings emphasize the need to improve experiment-based learning, data analysis, and the integration of technology and contextual approaches to comprehensively improve students' science literacy.
Efektivitas model problem based learning melalui pendekatan culturally responsive teaching terhadap keterampilan berpikir kritis siswa Muasaroh; Azizah, Mira; Antoko, Ladung
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Vol 7 No 1 (2026): Volume 7. No 1 Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jipg.vol7.no1.a18822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan penerapan model Problem Based Learning (PBL) melalui pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas V SDN Sawah Besar 01. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kombinasi (mixed methods), menggunakan Sequential Explanatory Design. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan guru, tes, dan penelitian literatur. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa penerapan model PBL dengan pendekatan CRT pada kelas V SD Negeri Sawah Besar 01 efektif terhadap keterampilan berpikir kritis siswa dapat dilihat dengan hasil N-gain sebesar 0,62 dengan kategori sedang. Sehingga penerapan model PBL dengan pendekatan CRT efektif diterapkan. Pengintegrasian budaya di sekitar siswa dalam proses pembelajaran membuat siswa mudah memahami materi pelajaran dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dilihat dari hasil sebelum perlakuan dan setelah perlakuan.  Selain itu memperkuat toleransi siswa terhadap keberagaman budaya. Dengan pengintegrasian model PBL dengan pendekatan CRT selain meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa juga meningkatkan rasa toleransi terhadap keberagaman budaya siswa. Effectiveness of PBL Model Implementation Through Culturally Responsive Teaching Approach on Students' Critical Thinking Skills This study aims to analyze the effectiveness of implementing the Problem Based Learning (PBL) model through the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach on the critical thinking skills of fifth-grade students at SDN Sawah Besar 01. The research method used is a mixed methods study, employing a Sequential Explanatory Design. Data collection was conducted through observations, interviews with teachers, tests, and literature research. Based on the research results that have been conducted, it was found that the application of the PBL model with the CRT approach in the fifth grade of SD Negeri Sawah Besar 01 is effective in improving students' critical thinking skills, as evidenced by an N-gain result of 0.62, which falls into the moderate category. Therefore, the application of the PBL model with the CRT approach is effectively implemented. The integration of the culture around students in the learning process makes it easier for students to understand the lesson material and enhances their critical thinking skills, as seen from the results before and after the treatment.  In addition, it strengthens students' tolerance towards cultural diversity. By integrating the PBL model with the CRT approach, it not only enhances students' critical thinking skills but also increases their tolerance towards cultural diversity.
Pengembangan e-modul fisika terintegrasi mitigasi bencana alam dengan pendekatan STEM pada materi gelombang Mangendre, Fazri; Supriyatman; Pasaribu, Marungkil
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Vol 7 No 1 (2026): Volume 7. No 1 Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jipg.vol7.no1.a18877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-Modul Fisika terintegrasi mitigasi bencana alam dengan pendekatan STEM sehingga layak dan praktikalitas. Metede penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE terdiri dari lima tahap yaitu analysis (menganalisis), design (perancangan), development (pengembangan), implementation (Implentasi) dan evaluation (evaluasi). Subjek peneltian ini adalah E-Modul Fisika tingkat SMA pada materi gelombang yang di integrasikan dengan mitigasi bencana alam melalui pendekatan STEM dan diujikan secara terbatas kepada siswa SMA Negeri 2 Luwuk. Kelayakan E-Modul melalui validasi oleh dosen yang terdiri dari 2 validator menunjukan tingkat kevalidan materi sebesar dan kevalidan media sebesar sehingga rata-rata validasi modul yaitu berkategori valid. Selanjutnya E-Modul di ujicobakan secara terbatas dan diukur kepraktikalitas melalui lembar angket yang diberikan kepada siswa sejumlah 13 responden dengan rata-rata presentase 88,50% dan kepada guru fisika memperoleh respon guru terhadap e-modul dengan rata-rata presentase 88,89% dengan kategori e-modul ini yaitu praktis untuk digunakan. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa E-Modul Fisika terintegrasi mitigasi bencana alam dengan pendekatan STEM valid dan praktis. Development of a Physics E-Module Integrated with Natural Disaster Mitigation Using a STEM Approach on Wave Topics This study aims to develop a Physics E-Module integrated with natural disaster mitigation using a STEM approach, ensuring its validity and practicality. The research employed the Research and Development (R&D) methodology utilizing the ADDIE model, which comprises five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The subject of this research was a high school-level Physics E-Module on wave topics, integrated with natural disaster mitigation using a STEM approach. The module was tested in a limited setting with students from SMA Negeri 2 Luwuk. The module’s validity was assessed through expert validation by two university lecturers, resulting in a material validity score and a media validity score, culminating in an average module validity categorized as valid. Subsequently, the E-Module was trialed on a limited scale, and its practicality was measured using questionnaires distributed to 13 student respondents, yielding an average percentage of 88.50%. Additionally, feedback from physics teachers indicated an average percentage of 88.89%, categorizing the E-Module as practical for use. The results of this study demonstrate that the Physics E-Module integrated with natural disaster mitigation using a STEM approach is both valid and practical.
Efektivitas model problem based learning berbantuan media geoboard terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa Hanifah, Nur; Ermawati, Diana; Amaliyah, Fitriyah
Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) Vol 7 No 1 (2026): Volume 7. No 1 Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jipg.vol7.no1.a19224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model problem based learning berbantuan media geoboard terhadap pemahaman konsep matematis siswa SD. Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desain one group pretest and posttest  design. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan tes. Teknik analisis data menggunakan uji normlitas, dan uji N-gain dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menujukkan bahwa model problem based learning berbantuan media geoboard efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep matematis khususnya materi bangun datar pada siswa kelas IV SD 6 Bulung Kulon. Hal ini didukung dengan perolehan nilai analisis uji N-gain yang memperoleh hasil sebesar 0,74 maka nilai tersebut termasuk dalam golongan tinggi, dikarenakan terletak diantara 0.7 < g<1. Jika ditafsirkan dalam tafsiran keefektifan N-gain termasuk dalam golongan cukup efektif dikarenakan terletak diantara 56-75 persen. Temuan ini mengidentifikasi bahwa penggunaan model PBL dan media geoboard dapat membantu siswa memahami konsep bangun datar dengan lebih baik, terutama melalui pendekatan berbasis masalah. The Effectiveness of the PBL Model Assisted by Geoboard Media on Elementary School Students' Mathematical Concept Understanding Ability This research aims to determine the effectiveness of the problem-based learning model assisted by geoboard media on elementary students' understanding of mathematical concepts. This research is quantitative with a one-group pretest and posttest design. Data collection techniques use observation, interviews, and tests. Data analysis techniques use the normality test and the N-gain test with the help of SPSS. The results of the research show that the problem-based learning model assisted by geoboard media is effective in increasing understanding of mathematical concepts, especially material about flat shapes, in class IV students at SD 6 Bulung Kulon. This is supported by the N-gain test analysis value, which obtained a result of 0.74, so this value is included in the high group because it is between 0.7 <g<1. If interpreted in terms of effectiveness, N-gain is included in the quite effective group because it is between 56-75 percent. These findings identify that the use of PBL models and geoboard media can help students understand the concept of flat shapes better, especially through a problem-based approach.

Page 11 of 11 | Total Record : 107