cover
Contact Name
Rengki Afria
Contact Email
jurnal.kalistra@unja.ac.id
Phone
+6282268070067
Journal Mail Official
jurnal.kalistra@unja.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Jambi Pinang Masak, Jln, Jambi - Ma. Bulian, KM.15 Mendalo Indah, Jambi Luar Kota, Muaro Jambi, Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Kajian Linguistik dan Sastra
Published by Universitas Jambi
ISSN : 29638380     EISSN : 29637988     DOI : -
Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra merupakan jurnal ilmiah kebahasaan dan kesastraan yang diterbitkan oleh Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi. Kalistra terbit tiga kali setahun setiap Mei, September, dan Januari. Jurnal Kalistra menerbitkan hasil penelitian ilmiah dalam kajian bahasa dan sastra yang meliputi linguistik teoretis, linguistik terapan, linguistik interdisipliner, tradisi lisan, filologi, semiotika, sastra murni, sastra terapan, sastra interdisipliner, serta sastra dan politik identitas. Setiap artikel yang dimuat di Kalistra akan melalui proses penilaian oleh peer reviewer.
Articles 185 Documents
An Analysis of Idiom Types in English Film Dialogue and Their Translation Strategies in Indonesian Subtitles of the Kingsman Trilogy Utami, Putri; Adrefiza, Adrefiza; Handayani, Reli
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i3.51777

Abstract

Idiomatic expressions are an important element in film dialogue because they convey figurative meaning, cultural values, and pragmatic functions. However, translating idioms into Indonesian subtitles often presents problems due to cultural differences and audiovisual technical constraints such as limited space and time. This study aims to analyze the types of idiomatic expressions found in the English film dialogue of the Kingsman trilogy and the translation strategies used in the Indonesian subtitles. This research employs a qualitative descriptive method with content analysis. The data consist of idioms identified from the English dialogue and their translations in Indonesian subtitles. Idiom types are classified based on McCarthy and O’Dell’s typology, while translation strategies are analyzed using Baker’s framework. The findings show that semi-idioms are the most dominant type and that paraphrasing is the most frequently used translation strategy. Abstrak Ekspresi idiomatik merupakan unsur penting dalam dialog film karena menyampaikan makna figuratif, nilai budaya, dan fungsi pragmatik. Namun, penerjemahan idiom dalam subtitle bahasa Indonesia sering menghadapi permasalahan akibat perbedaan budaya serta keterbatasan teknis audiovisual seperti ruang dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis idiom yang terdapat dalam dialog film berbahasa Inggris pada Kingsman trilogy dan strategi penerjemahan yang digunakan dalam subtitle bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis isi. Data berupa idiom yang diidentifikasi dari dialog film berbahasa Inggris dan terjemahannya dalam subtitle bahasa Indonesia. Klasifikasi idiom didasarkan pada tipologi McCarthy dan O’Dell, sedangkan strategi penerjemahan dianalisis menggunakan kerangka Baker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semi-idiom paling dominan dan parafrasa menjadi strategi yang paling sering digunakan.
Dampak Adaptasi Kesantunan pada Pola Interaksi Asertif-Direktif Diskusi Percakapan Kelompok Siswa di SMP Negeri 9 Penajam Paser Utara Khadijah, Desy Sitti; Listiyowardany, Yunia Hardiani; Mulawarman, Widyatmike Gede; Suhatmady, Bibit
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v5i1.51780

Abstract

Group discussions in class require tasks to be completed quickly, so that interactions between students are often dominated by speech that directs action and has the potential to create tension. This study aims to describe (1) the realization of directive and assertive speech acts in group discussions among students in class IX-A of SMP Negeri 9 Penajam Paser Utara, (2) the politeness strategies accompanying these utterances, and (3) their impact on interaction patterns. This study uses a descriptive qualitative approach. The data, in the form of group discussion transcripts (8 episodes) with a total of 42 utterances, were collected through observation and transcribed, then classified based on the type of speech act and analyzed using the speech act framework and Brown and Levinson's politeness theory (face and face-threatening act). The results show that directive speech acts tend to be dominant, especially the subcategory of requesting (9 utterances), followed by ordering (5), directing sequence (4), prohibiting (2), and silencing (2). Assertive speech acts appeared in the form of judging (5), accusing (4), denying (1), stating (1), explaining/giving examples (1), classifying (1), expressive reactions (1), and affirming references (1). Politeness strategies were evident through the use of question forms for clarification/confirmation, positive politeness (e.g., reinforcement/solidarity), and lexical mitigation; however, under certain conditions, direct utterances without mitigation appeared, which increased face threat. As a result, mitigated directive utterances reinforce cooperative-coordinative interaction patterns, while a combination of assertive attacks (e.g., accusations/labels) and coercive directives encourages conflict escalation with patterns of attack-defense-silencing. These findings emphasize the importance of teacher facilitation in discussion learning so that coordinative assertiveness remains in line with linguistic politeness. Abstrak Diskusi kelompok di kelas menuntut penyelesaian tugas secara cepat sehingga interaksi antarsiswa kerap didominasi tuturan yang bersifat mengarahkan tindakan sekaligus berpotensi memunculkan ketegangan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) realisasi tindak tutur direktif dan asertif dalam diskusi kelompok siswa kelas IX-A SMP Negeri 9 Penajam Paser Utara, (2) strategi kesantunan yang menyertai tuturan tersebut, serta (3) dampaknya terhadap pola interaksi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data berupa transkrip diskusi kelompok (8 episode) dengan total 42 tuturan, dikumpulkan melalui teknik simak dan ditranskripsikan, kemudian diklasifikasikan berdasarkan jenis tindak tutur dan dianalisis menggunakan kerangka tindak tutur serta teori kesantunan Brown dan Levinson (face dan face-threatening act). Hasil menunjukkan bahwa tindak tutur direktif cenderung dominan, terutama subkategori meminta (9 tuturan), diikuti menyuruh (5), mengarahkan urutan (4), melarang (2), dan membungkam (2). Tindak tutur asertif muncul dalam bentuk menilai (5), menuduh (4), menyangkal (1), menyatakan (1), menjelaskan/mencontohkan (1), mengklasifikasikan (1), ekspresif reaksi (1), dan menegaskan rujukan (1). Strategi kesantunan tampak melalui penggunaan bentuk tanya untuk klarifikasi/konfirmasi, kesantunan positif (misalnya penguatan/solidaritas), dan mitigasi leksikal; namun pada kondisi tertentu muncul tuturan langsung tanpa mitigasi yang meningkatkan ancaman muka. Dampaknya, tuturan direktif yang termitigasi memperkuat pola interaksi kooperatif–koordinatif, sedangkan kombinasi asertif menyerang (mis. tuduhan/label) dan direktif koersif mendorong eskalasi konflik dengan pola penyerangan–pertahanan–pembungkaman. Temuan ini menegaskan pentingnya fasilitasi guru dalam pembelajaran diskusi agar ketegasan koordinatif tetap sejalan dengan kesantunan berbahasa.
Kajian Semiotik Terhadap Ux Aplikasi Shopee Dengan Pendekatan Quality Assurance Krisnawan, Gusti Ngurah Aditya; Swari, Dw Ayu Agung Indra; Agustino, Dedy Panji
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v5i1.51781

Abstract

The rapid growth of e-commerce requires digital platforms to deliver user experiences (UX) that are not only functional but also visually communicative. Shopee, as one of the most popular e-commerce platforms in Indonesia, utilizes interface design elements rich in signs and symbols. This study aims to examine the UX of the Shopee application through a semiotic approach and to evaluate its quality using a Quality Assurance (QA) perspective. The research focuses on how users interpret Shopee’s visual interface elements and the level of application usability. A qualitative method was employed through semiotic analysis based on Charles Sanders Peirce’s model, combined with a quantitative descriptive approach using the USE Questionnaire distributed to 100 respondents. The results show that Shopee achieved an overall usability score of 83.28%, categorized as very feasible, with usefulness (81.31%), ease of use (83.35%), ease of learning (89.75%), and satisfaction (82.20%), indicating that Shopee provides an effective, intuitive, and satisfying user experience. Abstrak Perkembangan e-commerce yang pesat menuntut platform digital untuk menghadirkan pengalaman pengguna (User Experience/UX) yang tidak hanya fungsional, tetapi juga komunikatif secara visual. Shopee sebagai salah satu platform e-commerce terpopuler di Indonesia memanfaatkan elemen desain antarmuka yang kaya akan tanda dan simbol. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji UX aplikasi Shopee melalui pendekatan semiotik serta mengukur tingkat kualitasnya menggunakan Quality Assurance (QA). Permasalahan penelitian difokuskan pada pemaknaan elemen visual antarmuka Shopee oleh pengguna serta tingkat usability aplikasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis semiotik model Charles Sanders Peirce dan pendekatan kuantitatif menggunakan USE Questionnaire terhadap 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan tingkat usability Shopee sebesar 83,28% dengan kategori sangat layak, meliputi aspek usefulness (81,31%), ease of use (83,35%), ease of learning (89,75%), dan satisfaction (82,2%), yang menandakan UX Shopee efektif, mudah dipahami, dan memuaskan pengguna.
Morphological Error in Students’ Recount Text Liani, Ghustiva
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i3.52059

Abstract

The objective of this research was to know, describe and interpret the morphological error in recount text made by students of a Private Junior High School in North Jakarta. The population in this research is the students of grade VIII at the school. The method used in this study is descriptive analysis method to describe students’ errors consisting of 28 erroneous sentences and analyze the data taken from written test. The classification of errors in this research is divided into four categories; they are omission, addition, misformation, and disordering. The findings showed that the number of errors in morphological level, committed by the students are in inflectional morphology as much as 22 (79%) and derivational morphology is 6 (21%). It happened because students’ lack of understanding in applying the parts of speech in the sentences, such as verb, to be, preposition, pronoun, noun, conjunction, adverb, adjective and others. Thus, students find it difficult to arrange or form one word along with its meaning. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menginterpretasikan kesalahan morfologis dalam “recount text” yang dibuat oleh para siswa di salah satu sekolah SMP swasta di Jakarta Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di sekolah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif untuk menggambarkan kesalahan siswa yang terdiri dari 28 kalimat yang mengandung kesalahan, serta menganalisis data yang diambil dari tes tertulis. Klasifikasi kesalahan dalam penelitian ini dibagi menjadi empat kategori, yaitu penghilangan, penambahan, pembentukan yang salah, dan penyusunan yang salah. Temuan menunjukkan bahwa jumlah kesalahan pada tingkat morfologis yang dilakukan oleh para siswa di sekolah tersebut terdapat pada morfologi infleksional sebanyak 22 kesalahan (79%) dan morfologi derivasional sebanyak 6 kesalahan (21%). Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman siswa dalam menerapkan kelas kata (parts of speech) dalam kalimat, seperti kata kerja, kata kerja bantu (to be), preposisi, pronomina, kata benda, konjungsi, kata keterangan, kata sifat, dan lainnya. Akibatnya, siswa mengalami kesulitan dalam menyusun atau membentuk suatu kata beserta maknanya.
Strategi Diksi dan Gaya Bahasa pada Media Publik Visual di Tembilahan Mahsusi, Juni
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i3.52130

Abstract

Visual public media in the form of banners in Tembilahan City are strategic communication media used by the government, business actors, and social organisations to target a diverse community. This study aims to conduct a qualitative analysis of the integrative strategy of diction and style in public visual banners in Tembilahan City to reveal the correlation between linguistic choices and the communicator's identity and discourse objectives. Based on an analysis of 20 purposively selected visual banner data, this study found three dominant strategy patterns, namely a formal instructional strategy with technical diction and an imperative style of language in government agencies. Furthermore, there is a commercial persuasive strategy with emotionally charged diction and a hyperbolic style of language in business actors. In addition, a collective emotional strategy was found, with inclusive diction and an exhortative style of language in social messages. In conclusion, the study found that the effectiveness of public visual communication is highly dependent on the strategic alignment between the accuracy of diction and the creativity of the style of language, which is adapted to the social position of the communicator and the context of the reader. Abstrak Media publik visual berupa spanduk di Kota Tembilahan merupakan media komunikasi strategis yang disampaikan pemerintah, pelaku usaha, dan organisasi sosial untuk menyasar masyarakat yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kualitatif strategi integratif diksi dan gaya bahasa pada spanduk visual publik di Kota Tembilahan untuk mengungkapkan korelasi pilihan linguistik dengan identitas komunikator dan tujuan wacana. Berdasarkan analisis terhadap 20 data spanduk visual yang dipilih secara purposif, penelitian ini menemukan tiga pola strategi yang dominan, yaitu strategi formal instruktif dengan diksi teknis dan gaya bahasa imperatif pada instansi pemerintah. Selanjutnya strategi persuasif komersial dengan diksi bernilai emosional dan gaya bahasa hiperbola pada pelaku usaha. Di samping itu, ditemukan strategi emosional kolektif diksi inklusif dengan gaya bahasa ekhsortasi pada pesan sosial. Kesimpulannya, penelitian menemukan bahwa efektivitas komunikasi visual publik sangat bergantung pada keselarasan strategis antara ketepatan diksi dan kreativitas gaya bahasa yang disesuaikan dengan posisi sosial komunikator dan konteks pembaca.