cover
Contact Name
Rengki Afria
Contact Email
jurnal.kalistra@unja.ac.id
Phone
+6282268070067
Journal Mail Official
jurnal.kalistra@unja.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Jambi Pinang Masak, Jln, Jambi - Ma. Bulian, KM.15 Mendalo Indah, Jambi Luar Kota, Muaro Jambi, Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Kajian Linguistik dan Sastra
Published by Universitas Jambi
ISSN : 29638380     EISSN : 29637988     DOI : -
Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra merupakan jurnal ilmiah kebahasaan dan kesastraan yang diterbitkan oleh Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi. Kalistra terbit tiga kali setahun setiap Mei, September, dan Januari. Jurnal Kalistra menerbitkan hasil penelitian ilmiah dalam kajian bahasa dan sastra yang meliputi linguistik teoretis, linguistik terapan, linguistik interdisipliner, tradisi lisan, filologi, semiotika, sastra murni, sastra terapan, sastra interdisipliner, serta sastra dan politik identitas. Setiap artikel yang dimuat di Kalistra akan melalui proses penilaian oleh peer reviewer.
Articles 166 Documents
Struktur Naratif Novel Kuda Karya Panji Sukma Qiftiya, Maqfi Rotun
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i1.44613

Abstract

This research is motivated by the importance of understanding narrative structure in literary works as part of understanding the content of the story. The novel Kuda by Panji Sukma was chosen as a data source because it has a complex storyline and won the first award in the novel category at the 2024 Ministry of Education, Culture, Research, and Technology Literature Award. The purpose of this study was to determine the narrative sequence, narrative duration, and narrative frequency in the novel Kuda based on Gerard Genette's narrative theory. This study uses a structural approach. The data collection technique was carried out through the listening and note-taking method, while the data analysis technique was carried out by reducing data, classifying data, interpreting data and drawing conclusions. The analysis shows that the narrative sequence in this novel is not arranged chronologically, but through analepsis or flashbacks so that it is called a type of anachrony. The narrative duration uses scenes and summaries so that it contains the duration of the story in three hundred and thirty paragraphs. In terms of frequency, single representation and repetition representation were found in the storytelling of events. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami struktur naratif dalam karya sastra sebagai bagian dari memahami isi cerita. Novel Kuda karya Panji Sukma dipilih sebagai sumber data karena memiliki alur cerita yang kompleks dan memperoleh penghargaan pertama dalam kategori novel pada ajang Anugerah Sastra Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2024. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana urutan naratif, durasi naratif, dan frekuensi naratif dalam novel Kuda berdasarkan teori naratif Gerard Genette. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat, sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi data, mengklasifikasikan data, interpretasi data dan penarikan kesimpulan. Analisis menunjukkan bahwa urutan naratif dalam novel ini tidak disusun secara kronologis, melainkan melalui analepsis atau kilas balik sehingga disebut sebagai jenis anakroni. Durasi naratif menggunakan adegan dan ringkasan sehingga memuat durasi penceritaan dalam tiga ratus tiga puluh paragraf. Dari sisi frekuensi, ditemukan representasi tunggal dan representasi pengulangan dalam penceritaan peristiwa.
Metafora dalam Serial Netflix Gadis Kretek: Kajian Semantik Syahrial, Dwi Pratiwi
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i1.44859

Abstract

Artikel ini membahas mengenai metafora di dalam serial Netflix Gadis Kretek dengan menggunakan teori milik Lakoff dan Johnson (1980). Metafora merupakan suatu bentuk bahasa yang membandingkan dua konsep yang berbeda untuk mengungkapkan makna yang lebih dalam dan metafora dapat ditemukan dalam percakapan sehari-hari. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis metafora serta makna konseptualnya dalam serial Netflix Gadis Kretek. Berdasarkan hasil penelitian telah ditemukan jenis-jenis metafora serta makna konseptual dalam serial Netflix Gadis Kretek, terdapat 44 data yang ditemukan, yaitu 36 jenis metafora struktural, 2 jenis metafora orientasional, dan 6 jenis metafora ontologis dengan makna konseptual yang mengikuti data. Abstract This article discusses metaphors in the Netflix series Gadis Kretek using Lakoff and Johnson's theory (1980). Metaphor is a form of language that compares two different concepts to express a deeper meaning and metaphors can be found in everyday conversation. This study aims to identify the types of metaphors and their conceptual meanings in the Netflix series Gadis Kretek. Based on the results of the study, the types of metaphors and conceptual meanings in the Netflix series Gadis Kretek have been found, there are 44 data found, namely 36 types of structural metaphors, 2 types of orientational metaphors, and 6 types of ontological metaphors with conceptual meanings that follow the data.
Analisis Perbandingan Karakter Genre pada Platform Wattpad dan Fizzo: Analisis Sastra PopulerJudul Artikel Lestari, Ninik Diana
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i2.45022

Abstract

This article discusses the comparative characteristics of the romance genre on two popular digital media platforms, Wattpad and Fizzo. Using a descriptive qualitative approach and John G. Cawelti's formula genre theory and Burhan Nurgiyantoro's structural characterization theory, this study aims to identify differences in plot formulas, characterization of female protagonists, and narrative themes. Wattpad tends to feature strong female characters and reflective and innovative narratives, while Fizzo maintains a conventional romance structure with subordinate female characters and male dominance as saviors. These findings show that reader preferences and market strategies help shape the romance genre in popular digital literature. Abstrak Artikel ini membahas perbandingan karakteristik genre romansa pada dua platform media digital populer, Wattpad dan Fizzo. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teori genre formula dari John G. Cawelti serta teori struktural penokohan Burhan Nurgiyantoro, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan formula alur, karakterisasi tokoh utama perempuan, dan tema naratif. Wattpad cenderung menampilkan tokoh perempuan kuat dan narasi yang reflektif serta inovatif, sementara Fizzo mempertahankan struktur romansa konvensional dengan tokoh perempuan subordinatif dan dominasi laki-laki sebagai penyelamat. Temuan ini memperlihatkan bahwa preferensi pembaca dan strategi pasar turut membentuk genre romansa dalam sastra digital populer.
Citra Perempuan Dalam Novel Racun Puan Karya Ni Nyoman Ayu Suciartini: Kajian Feminisme Agustin, Rincinailatul
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i2.45313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membahas citra diri perempuan serta citra sosial perempuan di dalam novel Racun Puan karya Ni Nyoman Ayu Suciartini dengan menggunakan kajian feminisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pemaparan data secara deskriptif dan diteliti dalam ruang lingkup kajian citra perempuan berdasarkan klasifikasi Sugihastuti. Data penelitian berasal dari semua tulisan dan narasi citra perempuan menurut klasifikasi Sugihastuti, dengan sumber data berasal dari novel Racun Puan karya Ni Nyoman Ayu Suciartini. Hasil penelitian menunjukkan novel Racun Puan karya Ni Nyoman Ayu Suciartini memiliki bentuk-bentuk citra perempuan secara lengkap sesuai dengan klasifikasi Sugihastuti. Novel Racun Puan karya Ni Nyoman Ayu Suciartini memiliki citra perempuan baik dalam bentuk citra diri maupun citra sosial. Citra diri dalam novel Racun Puan dipaparkan lagi pada citra fisik dan citra psikis, sedangkan citra sosial dipaparkan juga pada citra perempuan di dalam keluarga dan citra perempuan di dalam masyarakat. Melalui analisis penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa citra diri perempuan di dalam novel Racun Puan karya Ni Nyoman Ayu Suciartini dipusatkan dalam penggambaran melalui citra psikis yang mayoritas dinarasikan pada berbagai tokoh perempuan sebagai perempuan yang dalam kehidupannya menderita secara psikis serta memiliki trauma akibat tekanan yang mereka terima dari lingkungan patriarki. Citra sosial perempuan di dalam novel Racun Puan karya Ni Nyoman Ayu Suciartini dipusatkan dalam penggambaran melalui citra perempuan di dalam keluarga yang dinarasikan bahwa perempuan diharuskan berperilaku sesuai dengan anggapan pada budaya patriarki, dipandang rendah dan kerap diposisikan pada kelas kedua, serta hanya dianggap sebagai pendukung bagi laki-laki. Abstract This study aims to describe and discuss women's self-image and women's social image in the novel Racun Puan by Ni Nyoman Ayu Suciartini using feminist studies. This study uses a qualitative method with descriptive data presentation and is studied within the scope of women's image studies based on Sugihastuti's classification. The research data comes from all writings and narratives of women's images according to Sugihastuti's classification, with data sources coming from the novel Racun Puan by Ni Nyoman Ayu Suciartini. The results of the study show that the novel Racun Puan by Ni Nyoman Ayu Suciartini has complete forms of women's images according to Sugihastuti's classification. The novel Racun Puan by Ni Nyoman Ayu Suciartini has women's images both in the form of self-image and social image. The self-image in the novel Racun Puan is again presented in the physical image and psychic image, while the social image is also presented in the image of women in the family and the image of women in society. Through research analysis, it can be concluded that the self-image of women in the novel Racun Puan by Ni Nyoman Ayu Suciartini is centered in the depiction through psychic images that are mostly narrated in various female characters as women who in their lives suffer psychologically and have trauma due to the pressure they receive from the patriarchal environment. The social image of women in the novel Racun Puan by Ni Nyoman Ayu Suciartini is centered in the depiction through the image of women in the family which is narrated that women are required to behave according to the assumptions of patriarchal culture, are looked down upon and are often positioned in the second class, and are only considered as supporters for men.
Teacher Views On Text Learning Microblog Assisted Observation Reports For High Schools Jayana, Dewi; Yunita, Dharma
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i2.46139

Abstract

Learning by utilizing technology such as microblog in learning is believed to provide comfort and flexibility, more effective and efficient learning opportunities and experiences, improve the personal and institutional quality of students because the material studied is more interesting and not boring. This study aims to find out the expression of the teacher's views on learning the text of the observation report assisted by microblog. This study uses a descriptive qualitative method. The design of this study aims to reveal the views of Indonesian teachers regarding digital learning, the forms of activities, the methods used, and the difficulties encountered during the implementation of Indonesian language learning at school. Data collection was carried out via a Google form which was distributed to Indonesian language teachers in senior high schools. Data analysis using interactive model Miles and Huberman. The results of the study show: 1) all Indonesian teachers have the view that microblog-assisted learning is very important to implement, 2) Indonesian language learning activities especially in the text of the observation report assisted by microblog can make teachers' creativity unlimited and support a better learning process for students . The benefit of this research is that students become more active and interested in participating in learning.
Code Switching and Code-Mixing Analysis in the Rahasia Gadis Podcast Episode “Proses Jadi Dewasa” Featuring Naura Ayu Daulay, Sholihatul Hamidah; Wahyuni, Dela; Anjani, Rosa
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i3.44207

Abstract

This research discusses code-switching and code-mixing in the podcast Rahasia Gadis with Naura Ayu, especially in the episode Proses jadi dewasa. Using a descriptive qualitative method and sociolinguistic approach, this study found that the most dominant form of code switching is intra sentential switching, followed by code mixing in words, phrases, and clauses. These bilingual elements clarify meaning, show social identity, and create a relaxed and personalized atmosphere between the speaker and the listener. The findings reveal that code-switching and code-mixing reflect bilingual ability and become communication tools that enrich conversations, making them more interactive and relevant in digital media. Abstrak Penelitian ini membahas alih kode dan campur kode dalam podcast Rahasia Gadis bersama Naura Ayu, khususnya pada episode Proses jadi dewasa. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan sosiolinguistik, penelitian ini menemukan bahwa bentuk pergantian kode yang paling dominan adalah pergantian kode dalam satu kalimat, diikuti oleh campuran kode pada kata, frasa, dan klausa. Elemen bilingual ini memperjelas makna, menunjukkan identitas sosial, dan menciptakan suasana yang santai dan personal antara pembicara dan pendengar. Temuan ini menunjukkan bahwa code-switching dan code-mixing mencerminkan kemampuan bilingual dan menjadi alat komunikasi yang memperkaya percakapan, membuatnya lebih interaktif dan relevan di media digital.
Representasi Emosi dalam Lirik Lagu Album Sentimental Karya Juicy Luicy: Tinjauan Psikolinguistik Fitri Dwi Cahyani; Huwaida, Aulia Najla; Ardini, Dwi Putri; Sundawati , Sundawati
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i3.45231

Abstract

This research aims to describe the representation of emotions in song lyrics on the album Sentimental by Juicy Luicy through a psycholinguistic approach. The problems raised are how the form of emotions in the song lyrics is constructed through language choices and how the types of emotions are classified based on Krech and Crutchfield's theory. The method used is descriptive qualitative with listening and recording techniques. Data in the form of song lyrics were obtained from official documents released through digital platforms. The researcher collected all the lyrics in the album, then conducted in-depth reading to select and mark the parts that contained emotional content. The data that has been classified is then analyzed using content analysis techniques based on six categories of emotions, namely primary emotions, emotions related to sensory stimuli, emotions related to self-assessment, emotions related to others, emotions of appreciation, and mood. The results of the research conducted in Juicy Luicy's Sentimental album have found 62 data included in 5 types of emotions. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi emosi dalam lirik lagu pada album Sentimental karya Juicy Luicy melalui pendekatan psikolinguistik. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana bentuk emosi dalam lirik lagu tersebut dikonstruksi melalui pilihan bahasa dan bagaimana jenis-jenis emosi tersebut diklasifikasikan berdasarkan teori Krech dan Crutchfield. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Data berupa lirik lagu diperoleh dari dokumen resmi yang dirilis melalui platform digital. Peneliti mengumpulkan seluruh lirik dalam album, kemudian melakukan pembacaan mendalam untuk menyeleksi dan menandai bagian yang mengandung muatan emosional. Data yang telah diklasifikasikan kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi berdasarkan enam kategori emosi, yaitu emosi primer, emosi terkait rangsangan sensor, emosi terkait penilaian diri, emosi terkait orang lain, emosi bersifat menghargai, dan suasana hati. Hasil dari penelitian yang dilakukan dalam album Sentimental karya Juicy Luicy telah ditemukan 62 data yang termasuk ke dalam 5 jenis emosi.
Leksikon dalam Pertunjukan Wayang Kulit Gagrag Surakarta: Kajian Etnolinguistik Puspitasari, Niken Dwi; Solehah, Diya Ayu; Kristiyani, Marcella Wahyu; Nosita, Rohmah Tri; Novianto, Muhammad Akhbar; Nugroho, Miftah
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i3.45260

Abstract

Gagrag shadow puppet performances are very popular in the Surakarta region. This study aims to describe the lexical and cultural meanings found in Surakarta gagrag shadow puppet performances. This is a descriptive qualitative study with an anthropological linguistic approach. The research data consists of the lexicon in Surakarta gagrag shadow puppet performances, which contains lexical and cultural meanings. In collecting data, this study uses non-participatory observation and literature review methods. Advanced recording techniques are used to transcribe and classify the data obtained. Primary data sources come from two informants who are experienced puppeteers, and secondary data sources come from supporting documents in the form of books containing information related to the subject matter. Based on the results of data analysis, this study shows that the lexicon in Surakarta-style shadow puppet performances is divided into three categories, namely people, elements, and equipment in shadow puppet performances. All data found were analyzed by describing them based on the lexical and cultural meanings obtained from informants and with the help of literature studies. Abstrak Pertunjukan wayang kulit gagrag sangat populer di wilayah Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna leksikal dan makna kultural yang ada dalam pertunjukan wayang kulit gagrag Surakarta. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan linguistik antropologis. Data penelitian ini adalah leksikon dalam pertunjukan wayang kulit gagrag Surakarta yang mengandung makna leksikal dan kultural. Pada pengumpulan data, penelitian ini menggunakan metode observasi non-partisipasi dan studi kepustakaan. Teknik rekam dengan teknik lanjutan catat dipakai untuk mentranskrip dan mengklasifikasikan data yang sudah didapatkan. Sumber data primer berasal dari dua informan yang berpengalaman sebagai dalang dan sumber data sekunder berasal dari dokumen pendukung berupa buku yang memuat informasi mengenai materi terkait. Berdasarkan hasil analisis data, penelitian ini menunjukkan bahwa leksikon dalam pertunjukan wayang kulit gagrag Surakarta terbagi menjadi tiga kategori, yaitu orang, unsur, dan peralatan dalam pertunjukan wayang kulit. Keseluruhan data yang ditemukan dianalisis dengan mendeskripsikan berdasarkan makna leksikal dan makna kultural yang didapatkan dari informan serta bantuan studi kepustakaan.
Kajian Psikolinguistik Gangguan Berbicara Cadel pada Tokoh Utama Laki-laki dalam Film Geez dan Ann 2021 Anisa, Aulia Fitri; Raihany, Faiza; Tisnasari, Sundawati
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i3.45317

Abstract

One of the most obvious language disorders is lisp. This difficulty in pronouncing words fluently is included in the language disorder. This research will discuss the slurred speech disorder of the actor Junior Robert in the movie Geez & Ann 2021. The purpose of this research is to identify and describe the speech sounds in the movie. The interesting problem for researchers to study is how the speech sounds of lisp sufferers on the main male character in the movie Geez & Ann 2021 using psycholinguistic studies. The approach used is descriptive qualitative including the approach of the listening method along with the basic technique of tapping and the advanced technique of free listening and note taking. The results found were 22 phoneme changes and omissions. The researcher identified 4 classifications of slurred language disorder experienced by the character Geez. Abstrak Salah satu gangguan berbahasa yang cukup jelas diketahui ialah cadel. Kesulitan mengucapkan kata-kata dengan fasih ini termasuk ke dalam gangguan berbahasa. Penelitian ini akan membahas mengenai gangguan berbicara cadel terhadap aktor Junior Robert dalam film Geez & Ann 2021. Tujuan penelitian ini ialah mengidentifikasikan juga mendeskripsikan bunyi tuturan yang ada di film tersebut. Adapun permasalahan yang menarik untuk peneliti kaji ialah bagaimana bunyi tuturan penderita cadel pada karakter utama pria dalam film Geez & Ann 2021 dengan menggunakan kajian psikolinguistik. Pendekatan yang digunakan ialah deskriptif kualitatif meliputi ancangan metode simak beserta teknik dasar sadap dan teknik lanjutan simak bebas libat cakap serta catat. Hasil yang ditemukan ialah 22 perubahan dan pelesapan fonem. Peneliti mengidentifikasikan 4 klasifikasi gangguan berbahasa cadel yang dialami oleh karakter Geez.
Citra Wanita Betawi dalam Pantun Palang Pintu di Daerah Bekasi: Kajian Feminisme Sastra Nabila, Shafa Idha; Arsinda, Fristra Rahma; Ambarwati, Alin
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i3.45443

Abstract

In the Betawi palang pintu tradition, men generally occupy the central role as champions who compete in martial arts and rhymes. This has led to gender inequality in community culture. This research aims to identify the feminist movements that occur in the Sedulur Napiun community in Bekasi, by analyzing and describing the image of Betawi women in pantun palang pintu. The type of approach used in this research is a qualitative approach. Data collection instruments were carried out through observation and interviews with resource persons engaged in the field of culture. The data obtained were then interpreted and analyzed using the feminism approach by focusing on the forms of women's social image by Sugihastuti (2000). The results showed how the movement of feminism and the representation of the image of Betawi women in pantun palang pintu which includes; 1) women as a driving force, 2) women are independent figures, 3) women complement the role of the family. This research is expected to provide a new perspective on the understanding of Betawi culture and the position of women in it.  Abstrak Pada tradisi palang pintu betawi, umumnya laki-laki menduduki peran sentral sebagai jawara yang saling beradu silat dan berbalas pantun. Hal tersebut menimbulkan adanya ketimpangan gender dalam budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gerak feminisme yang terjadi pada komunitas Sedulur Napiun di Bekasi, dengan menganalisis dan menguraikan citra wanita Betawi dalam pantun palang pintu. Jenis pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Instrumen pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap narasumber yang bergerak dalam bidang kebudayaan. Data yang diperoleh kemudian diinterpretasi dan dianalisis menggunakan pendekatan feminisme dengan berfokus pada bentuk-bentuk citra sosial wanita oleh Sugihastuti (2000). Hasil penelitian menunjukkan bagaimana gerak feminisme dan representasi citra wanita Betawi pada pantun palang pintu yang meliputi; 1) wanita sebagai penggerak, 2) wanita sosok yang mandiri, 3) wanita turut melengkapi peran keluarga. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sudut padang baru terhadap pemahaman budaya Betawi dan kedudukan wanita di dalamnya.