cover
Contact Name
Ima Nurmalia Permatasari
Contact Email
ima.nurmalia@hangtuah.ac.id
Phone
+6285655855373
Journal Mail Official
jtropimar@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Gedung F4 Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan - Jl. Arief Rahman Hakim No.150, Keputih, Kec. Sukolilo, Kota SBY, Jawa Timur 60111.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Riset Kelautan Tropis (J-Tropimar)
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : 26567091     EISSN : 26563150     DOI : https://doi.org/10.30649/jrkt.v3i2
Core Subject : Science,
1. Oseanografi Fisika 2. Oseanografi Geologi 3. Kimia Laut dan Biologi Laut 4. Ekologi dan Pencemaran Laut 5. Bioteknologi Kelautan 6. Penginderaan Jauh Kelautan 7. Sistem Informasi Geografik Kelautan 8. Hidrografi 9. Meteorologi Laut 10. Akustik Kelautan 11. Pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut.
Articles 70 Documents
INTENSITAS UPWELLING SELAMA PERIODE EL NIÑO–SOUTHERN OSCILLATION (ENSO) DI PERAIRAN SELATAN JAWA Hafiz, Muhammad; Widagdo, Supriyatno; Prasita, Viv Djanat
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v6i1.77

Abstract

Kondisi perairan Laut Jawa sangat dipengaruhi oleh perubahan parameter oseanografi permukaan dan atmosfer seperti El Niño-Southern Oscillation (ENSO). Anomali tersebut mempengaruhi beberapa parameter oseanografi, termasuk terjadinya upwelling yang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan korelasi parameter oseanografi dengan fenomena upwelling pada masa ENSO dan tahun netral di perairan selatan Jawa. Data angin, arus, suhu, salinitas, dan klorofil-a diperoleh dari website Copernicus pada tahun 2016 hingga 2023. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan data yang dikumpulkan, menentukan transpor Ekman berdasarkan pola angin dan arus, menganalisis secara horizontal menggunakan distribusi suhu, salinitas, dan klorofil-a, serta menganalisis dinamika massa air vertikal berdasarkan suhu dan salinitas di perairan selatan Jawa. Pola angin dan arus di perairan selatan Jawa pada musim timur menunjukkan transpor Ekman akibat adanya angin dari tenggara menuju barat laut sehingga menyebabkan pembelokan arah arus dari tenggara ke barat daya (menjauhi pantai). Suhu Permukaan Laut (SST) di perairan selatan Jawa menjadi lebih dingin pada saat El Niño dan netral, sedangkan pada saat La Niña, SPL menjadi lebih hangat. Nilai salinitas dan klorofil-a cenderung lebih tinggi pada saat El Niño dan kondisi netral. Intensitas upwelling di perairan selatan Jawa bervariasi dari lemah hingga kuat; Diketahui bahwa pada tahun netral dan El Niño intensitasnya kuat, sedangkan pada tahun La Niña intensitasnya cenderung sedang.
PEMANFAATAN RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii dari SARONGGI-MADURA SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN IKAN TINGGI KAROTEN Farilla Intan Kurnia Rizky; Marcy Valerie Anggraini; Triski Aulia Rofilla; Aulia Putri Apsari; Mahmiah
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v6i1.81

Abstract

Rumput laut Eucheuma cottonii banyak dibudidaya oleh petani rumput laut di Madura dan pemanfaatannya masih belum banyak. Rumput laut Eucheuma cottonii. merupakan salah satu penghasil karotenoid yaitu β- karoten yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan. Saat ini sudah ada pewarna sintetis yang mampu meningkatkan intensitas warna pada tubuh ikan koi. Akan tetapi, harganya relatif mahal dan kandungan pewarna sintetis berpotensi mengakibatkan pencemaran lingkungan. Sebagai bentuk solusi alternatif yang ramah lingkungan, diperlukan riset terkait alternatif untuk bahan pakan ikan koi yang dapat meningkatkan intensitas warna sehingga para pembudi daya ikan koi tidak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk budidaya. Metode yang dipakai pada riset ini adalah meliputi ekstraksi, uji beta karoten, mikroenkapsulasi. Hasil riset menunjukan kandungan beta karoten pada rumput laut Eucheuma cottonii 0,09 ppm dan hasil mikroenkapsulasi sebesar 45,13 %. Laju pertumbuhan dan peningkatan warna secara signifikan pada ikan koi terjadi pada perlakuan 4 % dari hari ke-7 sampai hari ke-21. Penambahan maltodekstrin dalam mikroenkapsulasi ekstrak rumput laut Eucheuma cottonii dapat menjaga kestabilan pigmen β-karoten agar optimal dalam pakan ikan.
Perencanaan Breakwater di Pantai Binuangeun Desa Muara, Kabupaten Lebak, Banten Ahmad Nabil Wahyu Faraby; Rudi Siap Bintoro; Viv Djanat Prasita
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v6i1.82

Abstract

Pantai Binuangeun yang terletak pada sisi timur Tanjung Panto menghadapi permasalahan serius akibat abrasi yang dipicu oleh gelombang laut. Masalah ini menjadi lebih kompleks karena kurangnya infrastruktur pengamanan, seperti breakwater, yang dapat mengurangi dampak abrasi. Akibat dari abrasi ini adalah perubahan yang berkelanjutan pada garis pantai. Kabupaten Lebak, khususnya Desa Muara, yang terletak di bagian selatan Banten, menjadi salah satu daerah yang sangat terpengaruh oleh perubahan garis pantai ini. Maka perlu dilakukan tindakan pengamanan pantai yang efektif, terutama di Pantai Binuangeun. Salah satu solusi yang tengah dipertimbangkan adalah penggunaan breakwater, yang dapat membantu mengurangi dampak gelombang laut yang merusak.  Sebuah analisis mendalam perlu dilakukan. Analisis ini melibatkan pemodelan posisi breakwater dengan menggunakan perangkat lunak Mike 21. Hasil Analisis menunjukkan setelah dibangun Breakwater ini mampu meredam tinggi gelombang pada saat musim timur dengan pasang tertinggi yaitu dari 2.3 m menjadi 1.3 m. dan pada musim barat mampu meredam tinggi gelombang 2.4 m menjadi 1.4 m adapun arah fetch efektif yaitu pada arah tenggara, dan kemudian analisis desain Breakwater setelah perhitungan mencapai 11 m yang di tempatkan pada kedalaman -6 m.
Dampak Upwelling terhadap Zona Potensial Penangkapan Ikan (ZPPI) Giantoro Saputra; Ima Nurmalia Permatasari; Engki A Kisnarti
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 6 No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v6i2.92

Abstract

Fenomena upwelling yang membawa air dingin dan kaya nutrisi ke permukaan laut berperan penting meningkatkan produktivitas primer perairan, mendukung pertumbuhan fitoplankton sebagai dasar rantai makanan. Proses ini berkaitan dengan kemunculan thermal front, zona pertemuan dua massa air dengan temperatur berbeda,  yang berkontribusi pada produktivitas primer dan distribusi ikan sehingga menarik perhatian ikan pelagis seperti tuna dan cakalang yang bergantung pada ketersediaan makanan yang melimpah. Oleh karena itu pemahaman mengenai dinamika upwelling dan thermal front sangat penting untuk penentuan Zonasi Potensial Penangkapan Ikan (ZPPI). Metode yang digunakan mencakup analisis data citra satelit SNPP-VIIRS dan Aqua-MODIS untuk mendeteksi thermal front menggunakan algoritma Single Image Edge Detection (SIED), serta pengolahan data klorofil-a dan Catch per Unit Effort (CpUE) dengan model Habitat Suitability Index (HSI) dan Generalized Additive Model (GAM). Tujuan dari review ini adalah mengkaji metode efektif yang digunakan untuk menentukan hubungan antara fenomena Upwelling dan Thermal front dalam penentuan sebaran zonasi penangkapan ikan di perairan.  
Pola Distribusi Harmful Algal Bloom (HAB) Menggunakan Data Satelit Aqua Modis Di Laut Jawa Saat Musim Peralihan Suhanda, Delilla; Wulan Sari, Fani; Putra, Gilang
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 6 No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v6i2.105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola distribusi Harmful Algal Bloom (HAB) di perairan Laut Jawa menggunakan data penginderaan jauh dari satelit Aqua MODIS pada musim peralihan I dan II tahun 2015–2016. Metode yang digunakan bersifat deskriptif dengan pendekatan spasial dan temporal untuk mengamati distribusi HAB, dikaitkan dengan parameter curah hujan dan arus laut. Data yang dianalisis meliputi konsentrasi klorofil-a, arus permukaan, dan curah hujan bulanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan HAB di Laut Jawa memiliki pola distribusi yang bervariasi, dengan intensitas tertinggi terjadi di perairan selatan Kalimantan dan utara Jawa, terutama di musim peralihan. Secara spasial, konsentrasi klorofil-a mencapai nilai puncak 10 mg/m³ di beberapa lokasi, sedangkan secara temporal, pola kemunculan HAB dipengaruhi oleh faktor musim dan curah hujan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya laut berbasis pemantauan spasial dan temporal untuk mitigasi dampak negatif HAB terhadap ekosistem laut.  
Pencemaran Mikrobiologis pada Kerang Darah (Anadara granosa): Studi Deteksi Bakteri Coliform Azuga, Nabila Afifah; Ikhwan Fauzan; Annisa Ulfa Khaira; Sefni Hendris; M. Irsyad Nur; Ardi Gustri Purbata
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 6 No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v6i2.107

Abstract

Kerang darah (Anadara granosa) merupakan salah satu biota bahari yang banyak ditemukan dan dikonsumsi oleh masyarakat di sekitar kawasan pesisir. Sebagai biota filter feeder, kerang dapat terkontaminasi oleh berbagai macam bakteri, khususnya bakteri Coliform. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan bakteri Coliform pada kerang darah (A. granosa) yang diperoleh dari perairan Bagan Siapiapi, Riau. Bakteri Coliform dikenal sebagai salah satu indikator biologis yang sering digunakan untuk mengevaluasi tingkat pencemaran air dan keamanan pangan. Dalam analisis penanganan sampel, sampel kerang darah diambil secara langsung, diolah di laboratorium, dan dianalisis menggunakan media Endo untuk mendeteksi dan mengidentifikasi keberadaan bakteri Coliform. Pengamatan dilakukan terhadap morfologi koloni bakteri meliputi warna, bentuk, tepian, dan elevasi. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan tiga isolat koloni dengan jumlah dan karakteristik yang berbeda. Isolat 1 memiliki 26 koloni dengan bentuk tidak beraturan, warna merah muda kekuningan, serta permukaan cembung. Isolat 2 menunjukkan 21 koloni dengan karakteristik serupa, tetapi warna lebih merah. Isolat 3 memiliki jumlah koloni tertinggi, yaitu 60 koloni/ml, dengan bentuk melingkar dan warna merah muda. Jumlah koloni bakteri Coliform yang ditemukan telah melampaui ambang batas maksimum cemaran mikroorganisme yang diatur oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, sehingga mengindikasikan risiko tinggi bagi kesehatan masyarakat. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengelolaan sanitasi perairan dan pengujian mikrobiologi pada produk perikanan untuk melindungi kesehatan konsumen dari kontaminasi mikroba.
sedimen Karakteristik Sedimen Di Kolam Labuh, PPI Popoh, Tulungagung Al amin, Pramono Yusuf; Rudi Siap Bintoro; Supriyatno Widagdo
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v6i1.80

Abstract

Penelitian ini menganalisis karakteristik sedimen di kolam labuh PPI Popoh, Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, yang melibatkan analisis data batimetri dan sedimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen di kolam labuh didominasi oleh pasir dan lempung, dengan lempung mendominasi area kolam labuh. Breakwater mempengaruhi pola distribusi sedimen di setiap musim. Analisis menunjukkan adanya tiga jenis litologi batuan bawah permukaan yaitu lempung pasiran, pasir, dan pasir lempungan. Area garis pantai menunjukkan indikasi abrasi dengan bed level 2,5 m sampai -3,5 m, sementara area kolam labuh memiliki kedalaman sekitar -1,5 m sampai -3 m. Penelitian ini menyarankan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai perubahan morfologi di perairan PPI Popoh.
Pengaruh Perubahan Temperatur dan Nutrisi Terhadap Kelimpahan Fitoplankton Marcy V. Anggraini; Ima Nurmalia Permatasari; Engki A Kisnarti
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v6i1.87

Abstract

Fitoplankton secara ekologis mempunyai fungsi penting sebagai produsen primer yang sering dijadikan sebagai indikator kesuburan suatu perairan dan secara global merupakan salah satu organisme yang menyumbang hampir 50 % fotosintesis di seluruh dunia.  Selain penting dalam ekosistem global, keberadaan fitoplankton bergantung pada ketersedian nutrien yang cukup. Perubahan temperatur seperti pemanasan iklim global dan curah hujan yang tinggi dapat meningkatkan aliran masuk dan keluar, kenaikan muka air, dan mengubah lapisan campuran yang berdampak pada ketersediaan cahaya dan nutrisi sehingga berdampak pada gugus fungsi dan kelimpahan fitoplankton. Berdasarkan review beberapa penelitian, diperoleh bukti bahwa temperatur dan ketersediaan nutrisi memiliki pera signifikan dalam menentukan kelimpahan fitoplankton diberbagai ekosistem. Sebagai contoh, penelitian di Samudra Atlantik menunjukkan bahwa peningkatan nutrisi berkontribusi signifikan pada biomassa fitoplankton, sementara analisis di Danau Babagoya, Ethiopia, dan Sungai Kanal Utara, China memperlihatkan pentingnya pendekatan indeks ekologis seperti Shannon-Weaver dan Functional Group untuk mengidentifikasi dampak lingkungan. Metode ini menunjukkan efektifitas dalam menganalisis dampak perubahan lingkungan pada komunitas fitoplankton. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pendekatan Phytoplankton Functional Group (PFG) sebagai indikator dampak lingkungan dan perubahan antropogenik. Pengembangan metode standar berbasis analisis indeks ini diperlukan untuk mendukung pengelolaan ekosistem akuatik secara berkelanjutan.    
Analisis Polimer dan Distribusi Mikroplastik Pada Sedimen dan Air Laut WIke Aulia Firnanda; Engki A. Kisnarti; Ima Nurmalia Permatasari
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 6 No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v6i2.85

Abstract

Limbah plastik, khususnya mikroplastik, telah menjadi masalah lingkungan yang serius dan mengancam keseimbangan ekosistem laut secara global. Sekitar 80% sampah laut berasal dari aktivitas daratan, terutama di kawasan pesisir yang padat aktivitas manusia dan pariwisata. Studi ini menyoroti pencemaran mikroplastik di zona intertidal Pantai Kebagu dan Pantai ODEC, Sabah, Malaysia, serta pesisir selatan Laut Kaspia, Iran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Kebagu memiliki kelimpahan plastik lebih tinggi (28,7 g) dibanding Pantai ODEC (13,4 g), didominasi oleh polypropylene (PP) dan polyethylene (PE). Di Laut Kaspia, mikroplastik terdeteksi dalam sedimen dengan konsentrasi 25-330 partikel per kilogram, yang didominasi serat plastik polistirena (PS) dan polietilena (PE). Mikroplastik ini berpotensi mengganggu kesehatan biota laut dan merusak rantai makanan karena sifatnya yang sulit terurai dan kemampuannya mengakumulasi Polutan Organik Persisten (POPs). Dengan meningkatnya aktivitas manusia dan polusi plastik, perlu adanya upaya deteksi yang lebih baik, seperti menggunakan teknik FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) dan spektroskopi mikro-Raman, untuk memahami komposisi dan dampak mikroplastik terhadap ekosistem. Penelitian ini menekankan perlunya pengelolaan sampah yang lebih efektif untuk menjaga keberlanjutan lingkungan laut.     
Kajian Efektivitas HEC-RAS dalam Simulasi Banjir Pesisir. Beatrice Angelica Hutabarat; Ima Nurmalia Permatasari; Engki A Kisnarti
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 6 No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v6i2.93

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana hidrologis paling umum, berdampak pada pengelolaan sumber daya air, ekosistem, ekonomi, dan lingkungan. Banjir pesisir terjadi ketika air laut menggenangi wilayah daratan di dekat pantai, yang dipicu oleh fenomena seperti banjir pasang surut (rob), gelombang badai, serta limpasan akibat curah hujan tinggi dan gelombang ekstrem. Beberapa faktor utama penyebabnya meliputi curah hujan, perubahan iklim, penurunan muka tanah, serta kondisi pasang surut dan sungai. Wilayah yang rentan terhadap banjir pesisir memiliki karakteristik beragam. Sebagai contoh, Sungai Bronx Watershed, New York City, menghadapi risiko dari limpasan hujan akibat sistem drainase yang kurang memadai. Daerah Bangladesh, estuari Sungai Jamuna rentan terhadap banjir musiman ekstrem selama musim hujan akibat curah hujan tinggi dan pengelolaan sungai yang tidak efisien. Sementara itu, di Indonesia, wilayah pesisir seperti Tabanio, Kalimantan Selatan, rentan terhadap kombinasi banjir rob dan limpasan sungai karena topografi rendah, curah hujan tinggi, dan minimnya pengelolaan air yang efektif. Pemodelan hidrologis memainkan peran kunci dalam memahami dinamika banjir pesisir. Model seperti HEC-RAS dan DELFT3D membantu memvisualisasikan pola genangan, mengevaluasi risiko, dan merancang kebijakan mitigasi yang lebih efektif. Model ini mengandalkan berbagai data input seperti topografi, batimetri, pasang surut, curah hujan, debit sungai, dan parameter gelombang laut.