cover
Contact Name
Donny Marsetyo
Contact Email
medical.journal@hangtuah.ac.id
Phone
+6281353209991
Journal Mail Official
medical.journal@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Jl. GAdung no 1 Kompleks RSAL Dr. Ramelan Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Hang Tuah Medical Journal
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : 16931238     EISSN : 25984861     DOI : https://doi.org/10.30649/htmj.v19i2
Core Subject : Health, Science,
Hang Tuah Medical Journal: is published by Faculty of medicine, Universitas Hang Tuah with p-ISSN: 1693-1238 e-ISSN: 2598-4861. Its disciplinary focus is medical science and speciality in bio marine science. Hang Tuah Medical Journal is published in English and Indonesia for May and November. Each 90-100 page edition contains between nine and eleven scientific articles on research, case reports and study literature. Contributors of Hang Tuah Medical Journal included: medical researchers, dental practitioners, lecturers, and students drawn from Indonesia and a wide range of other countries. Hang Tuah Medical Journal as the open-access journal has been indexed by SINTA-Science and Technology Index, Garuda, Google scholar Hang Tuah Medical journal has been certificated as a Scientific Journal by Sinta (Science and Technology Index) S5 . valid until Volume 17 No.1, 2017.
Articles 172 Documents
Midline Granuloma Stephani Linggawan
HANG TUAH MEDICAL JOURNAL Vol 15 No 1 (2017): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v15i1.24

Abstract

Midline granuloma atau nasal type extranodal T/NK-cell non-Hodgkin’s lymphoma sering menimbulkan berbagai permasalahan. Tumor ini merupakan kelainan bagian tengah wajah dengan ciri khas destruksi dan ulserasi yang progresif, meliputi hidung, sinus paranasal, palatum, mata, serta jaringan lunak wajah. Etiologi dan patofisiologi belum jelas antara reaksi radang dan tumor. Midline granuloma termasuk dalam penyakit granuloma hidung berdasarkan pemeriksaan biopsi, sedangkan The Revised European American Lymphoma (REAL) / World Health Organization (WHO) mengelompokkan midline granuloma dalam extranodal T/NK-cellnon-Hodgkin’s lymphoma berdasarkan pemeriksaan imunohistologi. Infeksi virus Epstein-Barr (EBV) 90-100% terlibat dalam proses pembentukan tumor. Diagnosis sulit dan diagnosis banding luas, sehingga diperlukan anamnesis dan pemeriksaan yang lengkap, terutama biopsi, imunohistologi, dan sitogenetik didapatkan gambaran nekrosis disertai destruksi dan ulserasi pembuluh darah, radang dengan infiltrat sel pleomorfik, CD56+, CD3+, protein sitotoksik+, dan EBV+. Penatalaksanaan dengan radioterapi, kemoterapi, transplantasi sumsum tulang, dan imunoterapi. Komplikasi dapat terjadi lokal maupun sistemik dengan penyebaran ke sirkulasi darah tepi, jaringan lunak, paru-paru, hati, kulit, saluran pencernaan, testis, saraf pusat, dan sumsum tulang. Prognosis buruk, hanya kurang dari 50% penderita yang berespon lengkap setelah kemoterapi dan radioterapi. Prognosis dapat dinilai dengan International Prognostic Index (IPI). Simpulan: Diagnosis Midline granuloma sulit, penatalaksanaan sering terlambat, sedangkan sifatnya yang progresif menimbulkan berbagai komplikasi, sehingga semakin memperburuk prognosis.
Efek Pemberian Membran Bakiko (Bayam- Kitosan- Kolagen) terhadap Jumlah Fibroblas pada Luka Bakar Derajat II SHOFI IQDA ISLAMI; AL MUNAWIR; IDA SRISURANI WIJI ASTUTI
HANG TUAH MEDICAL JOURNAL Vol 15 No 2 (2018): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data WHO tahun 2016 menyebutkan, setiap tahunnya, sekitar 265.000 kematian terjadi akibat luka bakar dan sebanyak 38% pasien luka bakar mengalami jaringan parut patologis akibat penyembuhan luka yang lama. Glutamin, vitamin C, dan linoleic acid pada bayam berperan dalam penyembuhan luka dengan meningkatkan pembentukan jaringan granulasi termasuk meningkatkan proliferasi sel fibroblas. Dressing kitosan-kolagen juga dapat meningkatkan pembentukan jaringan granulasi. Peningkatan proliferasi fibroblas akan meningkatkan sintesis matrix extra cellular sehingga penyembuhan luka lebih cepat terjadi. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan efek penggabungan Bayam-Kitosan-Kolagen (Bakiko) dalam bentuk membran terhadap jumlah fibroblas pada proses penyembuhan luka bakar derajat II. Jenis penelitian ini adalah true experimental laboratories dengan rancangan post test only control group. Sampel penelitian adalah 27 ekor tikus putih Rattus Novergicus yang dibagi menjadi 9 kelompok yaitu 3 kelompok kontrol negatif (tanpa terapi), 3 kelompok kontrol positif (Bioplacenton), dan 3 kelompok perlakuan (membran Bakiko). Induksi luka bakar derajat II dilakukan dengan secara kontak dengan menggunakan pelat logam panas. Bioplacenton dioleskan setiap hari pada luka sementara membran Bakiko ditempelkan pada luka dan diganti setiap 3 hari sekali. Pengambilan jaringan dilakukan setelah terminasi hewan coba pada hari ke-3, ke-7, dan ke-21 pasca induksi luka bakar. Jaringan tersebut dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan hematoksilin eosin (HE) kemudian dihitung jumlah sel fibroblas menggunakan software imageJ. Analisis data dilakukan menggunakan One Way Anova untuk data yang homogen sedangkan data yang tidak homogen akan dianalisis menggunakan Kruskal Wallis. Hasil analisis uji One Way Anova dan Kruskal Wallis menunjukkan hasil yang signifikan pada hari ke-3 (p= 0,000) dan ke-7 (p=0,004). Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat efek pemberian membran Bakiko (bayam- kitosan- kolagen) terhadap jumlah fibroblas pada luka bakar derajat II dengan meningkatkan jumlah sel fibroblas di hari ke-3 dan ke-7 pada fase proliferasi proses penyembuhan luka bakar.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Rumput Laut Merah (Kappaphycus alvarezii) terhadap Kadar LDL pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar yang Diberi Diet Tinggi Lemak MENTARI AMENDA SAPUTRI; HERIN SETIANINGSIH
HANG TUAH MEDICAL JOURNAL Vol 15 No 2 (2018): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Gaya hidup masyarakat terutama dalam mengkonsumsi diet yang tidak sehat dapat meningkatkan kadar LDL yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular. Rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii) yang banyak dibudidayakan di Indonesia mengandung flavonoid dan triterpenoid yang diduga dapat menurunkan kadar LDL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii) terhadap kadar LDL pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar yang diberi diet tinggi lemak. 113 Penelitian ini adalah penelitian eksperimental murni laboratorik dengan rancangan penelitian Post Test Control Group Design. Sampel yang digunakan adalah 24 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar yang dibagi ke dalam tiga kelompok: kelompok yang diberi diet standar selama 28 hari (K1), kelompok yang diberi diet tinggi lemak selama 28 hari (K2), dan kelompok yang diberi diet tinggi lemak selama 28 hari dan pada hari ke-15 sampai hari ke-28 diberi ekstrak rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii) dengan dosis 140mg/200grBB/hari (K3). Hasil analisis statistik One Way Anova menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar LDL yang signifikan antara ketiga kelompok pada penelitian ini (p<0,001). Kadar LDL pada K2 ( X =16,00±3,29) meningkat secara bermakna dibandingkan dengan K1 ( X =10,62±1,77). Sedangkan kadar LDL pada K3 ( X =6,88±2,42) menurun secara bermakna dibandingkan dengan K2. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii) berpengaruh terhadap kadar LDL darah pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar yang diberi diet tinggi lemak.
Deteksi Penyebab Retardasi Mental pada Keluarga Penyandang Retardasi Mental di Desa Padangan Kediri EVA DIAH SETIJOWATI; DORTA SIMAMORA; RETNO DWI WULANDARI
HANG TUAH MEDICAL JOURNAL Vol 15 No 2 (2018): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Masalah: Di desa Padangan kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri, banyak dijumpai keluarga dengan beberapa anggota keluarga merupakan penyandang retardasi mental. Penelitian awal pada 15 siswa SLB Pelita Hati tempat anak-anak desa Padangan menempuh pendidikan ditemukan adanya siswa dengan trisomi 21, sindroma Triple X dan siswa dengan kecurigaan sindroma FragileX Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kromosom dan adanya pemanjangan pengulangan CGG gen FMR1 pada keluarga dengan lebih dari satu anggota keluarga yang merupakan penyandang retardasi mental. Metode: Analisis sitogenetik dan analisis PCR untuk melihat pemanjangan pengulangan CGG pada gen FMR1. 134 Hasil: Dari 12 orang (siswa dan orang tuanya), terdapat dua orang dengan inversi perisentris kromosom 9 dan satu siswa dengan sindroma Down. Kesimpulan:Terdapat satu siswa dengan kelainan jumlah kromosom, serta satu siswa dan orang tuanya (ayah) yang disertai dengan kelainan struktur kromosom; Tidak ditemukan kelainan pada gen FMR1 penyebab fragile X syndrome pada siswa maupun keluarganya.
Pengaruh Profilaksis Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) terhadap Kadar Malondialdehida Hepar Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Karagenan BRILIAN DINANTI; FITRI HANDAJANI
HANG TUAH MEDICAL JOURNAL Vol 15 No 2 (2018): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hepar merupakan organ yang memiliki metabolisme yang kompleks. Saat hepar mengalami inflamasi, terjadi pertahanan oleh imunitas seluler yang merangsang sel-sel imun memproduksi reactive oxygen species (ROS). Penumpukan ROS yang berlebihan akan menyebabkan stres oksidatif dan ditandai dengan meningkatnya kadar malondialdehida (MDA) hepar. Beberapa penelitian menyebutkan ubi jalar ungu mengandung senyawa flavonoid (antosianin) yang dapat berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profilaksis ekstrak ubi jalar ungu terhadap kadar MDA hepar tikus putih yang diinduksi karagenan. Penelitian ini menggunakan metode post-test only control group design dengan sampel 18 tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi menjadi 3 kelompok: kelompok hewan coba tanpa perlakuan, kelompok hewan coba yang diinduksi karagenan 1% dosis 0,1 ml secara intraplantar pada hari ke-8, dan kelompok hewan coba yang diberi ekstrak ubi jalar ungu dosis 872 mg/kgBB selama 7 hari dan diinduksi karagenan. Pada akhir penelitian dilakukan pengukuran kadar MDA hepar dengan metode Thio-Barbituric Acid pada masing-masing kelompok. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna (p = 0,290) kadar MDA hepar antara kelompok tanpa perlakuan (x̅ = 207,50 nmol/g) dengan kelompok yang diinduksi karagenan (x̅ = 233,17 nmol/g). Selanjutnya tidak terdapat perbedaan bermakna (p = 0.978) kadar MDA hepar antara kelompok yang diinduksi karagenan dengan kelompok yang diberi profilaksis ekstrak ubi jalar ungu dan diinduksi karagenan (x̅ = 232,50 nmol/g). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian injeksi karagenan secara intraplantar dapat meningkatkan kadar MDA hepar secara tidak bermakna dan pemberian profilaksis ekstrak ubi jalar ungu dapat menurunkan secara tidak bermakna kadar MDA hepar tikus putih yang diinduksi karagenan karena mengandung antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan.
Hubungan Pengetahuan dan Status Gizi dengan Kadar Hemoglobin dan Kebugaran Jasmani Atlet Renang Klub TCS Semarang MOHAMMAD ZEN RAHFILUDIN; RONNY ARUBEN; KARINTA ARIANI SETIAPUTRI SETIAPUTRI
HANG TUAH MEDICAL JOURNAL Vol 15 No 2 (2018): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran jasmani merupakan kemampuan untuk melakukan pekerjaan sehari-hari secara efektif dan efisien. Kebutuhan zat gizi bagi atlet sangat penting karena digunakan untuk intensitas latihan dan kinerja organ yang berat, terlebih pada atlet anak-anak yang kebutuhan gizinya juga digunakan untuk tumbuh kembang Atlet juga perlu menjaga kadar hemoglobin tetap optimal untuk mempertahankan performa selama pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, konsumsi zat gizi dan persentase lemak tubuh dengan kadar hemoglobin dan kebugaran jasmani pada atlet renang di Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 18 atlet renang di PPLOP dan Klub Renang TCS Semarang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan pengetahuan (p = 0,293) asupan Fe (p = 0,330), vitamin C (p = 0,105), protein (p = 0,645) dan serat (p = 0,089) dengan kadar hemoglobin. Tidak ada hubungan kadar hemoglobin (p = 0,167) dan persentase lemak tubuh (p = 0,098) dengan kebugaran jasmani atlet renang. Penelitian ini merekomendasikan agar atlet dapat meningkatkan pengetahuan terkait sumber makanan bergizi sesuai kebutuhan tubuh serta menjaga kebugaran jasmani agar dapat memberikan performa maksimal saat latihan maupun pertandingan.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Kulit Buah Alpukat (Persea Americana) Terhadap Kadar Malondialdehida (MDA) Jaringan Hepar Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Parasetamol Dosis Tinggi YUNITA SURYA PRATIWI; SULISTIANA PRABOWO
HANG TUAH MEDICAL JOURNAL Vol 15 No 2 (2018): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Administration of high-dose paracetamol may increase metabolic pathways that produce N-acetyl-p-benzoquinonimine (NAPQI). NAPQI is reactive substance, resulting in hepatic tissue damage and increase liver MDA level. Avocado peel extract contains flavonoids that act as antioxidants so it is expected may decrease liver MDA level of high-dose paracetamol administration. This research used 24 male Wistar rats divided into 3 groups: group of rats fed with standard food, group of rats given paracetamol 1,750 mg/kg BW on day 8, and group of rats given avocado peel extract 1,400 mg/kg/day for 8 days and paracetamol 1750mg/kg BW on day 8. Liver MDA levels were checked on day 9 by thiobarbituric acid (TBA) method. The One-Way ANOVA test showed that the liver MDA level of the group of rats given high dose of paracetamol (x=312.38±47.830 nmol/g) was significantly higher (p = 0.001) compared to the liver MDA level of the group of rats fed with standard food (x=184.50±57.021 nmol/g). The liver MDA level of group of rats given high-dose paracetamol and avocado peel extract (x=268.50±91.834 nmol/g) did not significantly decrease (p =0.213) compared to the liver MDA level of group of rats given high dose of paracetamol (x=312.38±47.830 nmol/g). The conclusion of this research showed that high-dose paracetamol significantly increased liver MDA level and avocado peel extract tend to decrease liver MDA level because avocado peel consists flavonoid, hydroxynnamic acid, keratinoid, vitamin C, dan vitamin E that function as antioxidants.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Jumlah Eritrosit Mencit (Mus musculus L.) Jantan BALB/c yang Diinokulasi Plasmodium Berghei Anka AZARINE NEIRA AVISHA; PRAWESTY DIAH UTAMI
HANG TUAH MEDICAL JOURNAL Vol 15 No 2 (2018): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Malaria is still one of the most important infectious diseases in tropical countries because it can cause severe anemia and death. Nowadays, the choice for treatment of malaria is increasingly limited due to drug resistance. Hence, require the invention of new compounds to overcome them. The objective of this research was to perceive the effect of curcuma (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) rhizome extract to the amount of erythrocytes in male BALB/c mice (Mus musculus L.) inoculated by Plasmodium berghei ANKA. This research was conducted experimentally with post-test only control group design using five groups of mice. One group was left normal while the other four groups were inoculated with Plasmodium berghei ANKA. From the groups inoculated with Plasmodium berghei ANKA, one group was given aquades and three other groups treated with curcuma (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) extract with dose of 150 mg/KgBB, 100 mg/KgBB and 50 mg/KgBB for four days. On the fifth day, a blood test is performed to determine the amount of erythrocytes. The results of this study indicate that the amount of erythrocytesin male BALB/c mice (Mus musculus L.) inoculated byPlasmodium berghei ANKA and given rhizomesextract (Curcuma xanthorrhizaRoxb.) at doses of 150 mg/KgBB and 50 mg/KgBB wereinsignificantly decreased. Whereas the amount of erythrocytesin male BALB/c mice (Mus musculus L.) inoculated byPlasmodium berghei ANKA and given rhizomesextract (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) at doses of 100 mg/KgBB weresignificantly decreased
Effects of Bitter Bean Extract (Parkia speciosa) on the Histopathological Liver OnWistar Male White Rat (Rattus norvegicus) Which induced by Paracetamol FAIS ZATUN INDANA AKBAR
HANG TUAH MEDICAL JOURNAL Vol 15 No 2 (2018): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Background : Paracetamol is an antipyretic analgesic drug, when used in excessive doses or for prolonged periods can cause toxic effects on the liver and may cause cell death or hepatic cell necrosis. Bitter Bean Extract (Parkia speciosa) has a flavonoid compound which is an antioxidant. Objective :This study was aimed to investigate the effect of bitter bean extract (Parkia speciosa) on the histopathology liver on Wistar Male White Rat (Rattus norvegicus) with induced paracetamol. Method: This study was a laboratory experimental study with post-test only control group design using 24 rats divided into 3 groups. Positive control group fed standard feeding diet, aquades and paracetamol 9 mg / day on orally; the treatment group 1 given the Bitter Bean Extract; and group 2 treated with Bitter Bean Extract (Parkia speciosa) 7.2 mg / day with paracetamol 9 mg / day after 45 min . The liver were taken by surgery on the 15th day and microscopically examined. The data were analyzed using IBM SPSS version 23 with KruskalWallis method. Result: Kruskal-Wallis test showed significant result, Mann Whitney test showed that there was a positive influence on treatment 1 and positive control on treatment 2, this can be seen from significance value of p <α (0,05). But there is also a comparison that shows no effect that is on treatment 1 to treatment 2, it is obtained from significance value p> α (0,05). Conclusion: Bitter Bean Extract has affect in reducing liver cell damage which is marked by the necrosis of the hepatic cells in the animals which was given the paracetamol.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Biji Petai (Parkia speciosa) Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Bagian Tubulus Proksimal Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar yang diinduksi Paracetamol AVINDA DEVIANA
HANG TUAH MEDICAL JOURNAL Vol 15 No 2 (2018): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Background.Paracetamol, which is one of the NSAIDs (Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs) is widely used by the wider community as a therapeutic and pain-reducing therapy. In addition to its many uses, paracetamol can cause a variety of serious toxicities, including nephrotoxicity. Bitter bean extract (Parkia speciosa) has a flavonoid compound which is an antioxidant. Methods.This was a laboratory experimental study with post-test only controlgroup design using 24 rats divided into 3 groups. Positive control group fed with standard diet, aquades and bitter bean extract (Parkia speciosa); each rat in the treatment group 1 was induced with paracetamol 9 mg / day orally; and each rat in the treatment group 2 was given bitter bean extract (Parkia speciosa) 7,2 mg / day induced paracetamol 9 mg / day after 45 min. The kidneys were taken by surgery on the 15th day and microscopically examined. The data were analyzed using IBM SPSS version 23 with Kruskal-Wallis method. Result. Data analysis using Mann Whitney test showed significant difference between positive control group and treatment 1 p = 0.000 (p <0,05). Also in comparison between the positive control group and the treatment group 2 showed a significant difference p = 0.001 (p <0.05). However, there was no significant difference between treatment group 1 and treatment group 2 p = 0,678 (p> 0,05). Conclusion. The administration of grain seed extract (Parkia speciosa) did not decrease paracetamol-induced kidney damage

Page 2 of 18 | Total Record : 172