cover
Contact Name
Ika Kusumaningtyas
Contact Email
tyas.kusuma@ugm.ac.id
Phone
+628988833412
Journal Mail Official
bkm.fk@ugm.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Bersama Jurnal, Lt. 2 Atas Kantin IKM, FK-KMK UGM Jl. Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berita Kedokteran Masyarakat
ISSN : 02151936     EISSN : 26148412     DOI : https://doi.org/10.22146/bkm.v37i2.2320
Core Subject : Health,
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Public Health and Community Medicine) is a peer-reviewed and open access journal that deals with the fields of public health and public medicine. The topics of the article will be grouped according to the main message of the author. This focus covers areas and scope related to aspects of: - Epidemiology - Infectious diseases control - Clinical Epidemiology - Environmental Health - Occupational Health - Healthy City - Public Health and Primary Health Care - School of Health Promotion - Healthy lifestyles - Health promotion - Health and Social Behavior - Tobacco and smoking - Adolescent Health - Public Health Nutrition - Maternal and Child Health - Reproductive Health - Population Health - Health of Vulnerable People - Social Determinants of Health - Water, Sanitation and Hygiene - Human Resource Management
Articles 1,528 Documents
Peran teman sebaya terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja SMA di kota Tegal Nadia Ade Pratiwi; Retna Siwi Padmawati; Budi Wahyuni
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.922 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37719

Abstract

Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran teman sebaya terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja SMA di Kota Tegal. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Kota Tegal dan lebih menekankan pada remaja yang sedang berada di kelas XI SMA atau berusia antara 15 sampai 19 tahun. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa dan siswi yang bersekolah di SMA X. Besar sampel dalam penelitian inisebanyak 254 responden. Pengumpulan data mengunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan Chi square dan analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik dengan tingkat kepercayaan 95% dan α <0,05. Hasil: Sebagian besar peran teman sebaya mendukung untuk melakukan seksual pranikah sebesar 62,60%. Perilaku seksual pranikah pada responden sebagian besar 62,60% beresiko. Peran teman sebaya memiliki hubungan yang signifikan (p<0,05) dengan perilaku seksual pranikah pada remaja SMA. Remaja yang melakukan perilaku seksual pranikah beresiko dan didukung oleh teman sebaya lebih besar 1,75 kali dibandingkan dengan yang tidak mendukung. Akses dan Kontak media pornografi memiliki hubungan yang signifikan (p<0,05) dengan perilaku seksual pranikah pada remaja SMA. Remaja yang melakukan perilaku seksual pranikah beresiko dengan akses dan kontak media pornografi lebih besar 1,92 kali dibanding dengan akses dan kontak media pornografi yang rendah. Simpulan: Peran teman sebaya berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja SMA di Kota Tegal.
Usia saat menarche dan usia pertama kali hubungan seksual pranikah wanita dewasa muda di Indonesia: analisis data SDKI 2003-2012 Nuraliah Nuraliah; Abdul Wahab; Ova Emilia
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.235 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37720

Abstract

Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk engetahui dan menganalisis hubungan usia menarche dengan usia pertama kali melakukan hubungan seksual seksual pranikah wanita dewasa muda di Indonesia. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI).  Analisis yang digunakan adalah analisis survival, Kaplan – Meier dan log rank digunakan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan usia menarche dengan usia pertama kali berhubungan seksual pranikah dan cox regresi digunakan untuk mengetahui pengaruh usia menarche terhadap waktu kejadian hubungan seksual dengan nilai hazard ratio. Hasil: Rata-rata usia menarche wanita dewasa muda di Indonesia pada tahun 2003 yaitu 13,67 tahun, pada tahun 2007 yaitu 13,64 tahun, dan pada tahun 2012 yaitu 13,64 tahun. Rata-rata usia melakukan hubungan seksual pranikah wanita dewasa muda di Indonesia yaitu berkisar pada usia 19 tahun dari tahun 2003 hingga tahun 2012. Probabilitas wanita dewasa muda untuk melakukan hubungan seksual pranikah yaitu pada tahun 2003 sebesar  3%, tahun 2007 4%, dan pada tahun 2012 yaitu 4%. Pada SDKI tahun 2007 hanya variabel luar yaitu domisili, pendidikan dan status sosial ekonomi yang memiliki hubungan yang signifikan. Pada data SDKI 2012 tidak terdapat vairabel satupun yang berhubungan signifikan dengan perilaku seksual pranikah. SimpulaN: Wanita dewasa muda yang berdomisili di perkotaan memiliki peluang 1,9 kali melakukan hubungan seksual pranikah lebih cepat dibandingkan dengan wanita dewasa muda yang berada di pedesaan. Wanita dewasa muda dengan pendidikan tinggi memiliki peluang sebesar 0,51 kali lebih cepat melakukan hubungan seksual pranikah dibandingkan pada kelompok pendidikan rendah. Dari segi status ekonomi,  wanita dewasa muda dengan status ekonomi menengah ke atas memiliki peluang sebesar 0,3-0,4 kali lebih cepat melakukan hubungan seksual pranikah dibandingkan dengan status sosial ekonomi rendah.
Dukungan keluarga dalam pemeriksaan inspeksi visual asam asetat (IVA) di wilayah kerja puskesmas Sukorame Kediri Vivien Dwi Purnamasari; Tiara Artikasari
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.405 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37722

Abstract

Kanker serviks sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan wanita di seluruh dunia baik di negara maju maupun berkembang. Pada tahun 2010 Kasus kanker serviks di Jawa Timur sebesar 1844. Salah satu deteksi dini dari kanker serviks yaitu terdapatnya pemeriksaan IVA di Puskesmas. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pelaksanaan deteksi dini kanker serviks salah satunya dengan meningkatkan dukungan keluarga. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di wilayah kerja Puskesmas Sukorame Kediri. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah wanita berusia 30-50 tahun berjumlah 18.245, sedangkan sampel dalam penelitian sejumlah 100 responden dengan teknik Accidental Sampling. Hasil penelitian diperoleh dukungan keluarga mendukung sebesar 60%, serta pemeriksaan IVA sebesar 79%. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan dukungan keluarga dengan pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri dengan p=0,000.Saran bagi fasilitas kesehatan untuk lebih meningkatkan keterjangkauan masyarakat terhadap pelayanan IVA dan meningkatkan frekuensi penyuluhan kesehatan kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan IVA sehingga dapat meningkatkan kunjungan pemeriksaan IVA di Puskesmas Sukorame Kediri.
Penggunaan SMS sebagai metode customer relationship management dalam menanggapi keluhan pasien di puskesmas Kowilut kota Kediri Gerardin Ranind Kirana; Reny Nugraheni
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.083 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37723

Abstract

Customer Relationship Management System merupakan suatu cara untuk menjaga hubungan yang baik antara penyedia layanan kesehatan dengan pasien, yang bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pasien, menjalin komunikasi yang efektif, dan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Metode paling efektif yang digunakan oleh Puskesmas Kowilut Kota Kediri untuk menjalankan sistem CRM adalah menggunakan SMS keluhan, oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengobservasi operasional penggunaan SMS sebagai metode CRM dalam menanggapi keluhan pasien di Puskesmas Kowilut Kota Kediri. Penelitian ini bersifat deskriptif. Subyek penelitian adalah metode yang digunakan oleh Puskesmas Kowilut Kota Kediri untuk menjalankan sistem CRM yaitu penggunaan SMS keluhan. Koordinator dan anggota tim Surveyor Kepuasan Pelanggan adalah responden. Mengumpulkan informasi melalui wawancara dan observasi. Ada tiga tahapan dalam hal penanganan keluhan pasien melalui SMS keluhan. Yang pertama, Tim SKP menerima keluhan pasien melalui SMS, dicatat, dilaporkan, serta menawarkan solusi terhadap keluhan pasien tersebut. Koordinator Tim SKP yang kemudian meneruskan laporan kepada wakil manajemen mutu. Tahap kedua adalah wakil manajemen mutu mendokumentasikan keluhan dan solusi kedua yang ditawarkan kepada pasien sebelum menyerahkan laporan tertulis kepada penanggung jawab mutu puskesmas yaitu Kepala Puskesmas Kowilut Kota Kediri. Tahap ketiga adalah keluhan pasien yang terdokumentasi  akan dibahas pada rapat internal dan dicari jalan keluarnya agar tidak ada kejadian serupa yg terulang kembali, serta melakukan perbaikan dan hasil perbaikannya akan ditampilkan pada majalah dinding puskesmas agar dapat dibaca oleh para pasien yang berobat. Penggunaan SMS keluhan merupakan metode CRM yang paling efektif, karena keluhan pasien terdokumentasi dengan baik dan perbaikan dapat dilakukan dengan cepat. SOP untuk pelaksanaan metode tersebut perlu untuk segera dibuat oleh Tim SKP dan penanggung jawab mutu. Ke depannya, perlu dilakukan pengembangan program untuk metode ini, salah satu caranya adalah dengan menggunakan beberapa media lain untuk menyampaikan keluhan secara langsung kepada tim SKP, misalnya dengan email dan media sosial lainnya.
Surveillance data Early Warning Alert and Response System (EWARS) as information for decision making in Wonogiri District, Central Province, 2017 Menikha Maulida; Suprio Heryanto; Trisno Agung Wibowo
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1583.925 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37748

Abstract

EWARS was developed to conduct surveillance in outbreak detection and response. EWARS officers in Wonogiri District collected data but do not process it. Data must be processed to become information in decision making. This study aimed to evaluate the system of data processing and analysis system in EWARS  as information for decision making.The design study used is descriptive. Subjects in this study were 25 of 34 Public Health Center (PHC) EWARS surveillance officers and 1 district surveillance manager. Evaluation conducted at PHC in December 2017-January 2018. Sample size of PHC surveillance officers was calculated using Slovin formula. Primary data were obtained by interview using structured questionnaire and observation. Secondary data were obtained from EWARS data. Data analysis was done descriptively.There were 3 of 25 PHC officers who have done data analysis but not yet appropriate. 1 of them do manual analysis on notebooks, 2 others do the analysis made by others. 25 EWARS surveillance officers have never received any data analysis training. EWARS system cannot detect outbreak. EWARS data has never been used to program design. Dissemination of EWARS data has never been done. EWARS surveillance data cannot be used as information for decision-making at the PHC level because officers have not done the processing and data analysis, and dissemination has never been done. Data analysis training should be conducted and dissemination of data on a regular basic with bulletins or monthly meetings.
Potential social media campaign challenge towards physical activity in modern era Nurlienda Hasanah; Hafidhotun Nabawiyah; Yeni Tri Herwanto
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.326 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37753

Abstract

Physical inactivity is one of the leading risk factor for non-communicable diseases in the world. Globally, the insufficient of physical activity is experienced by 25% of adults and 80% of adolescents. The lifestyle of adolescents and adults are increasingly tied to social media. More than 87% of netizens in Indonesia access social media. Social media is used to communicate and it can form social support including healthy behavior awareness. The aim of this study is to explore netizens response on Promkes.net social media campaign “#7HariMelawanMager” challenge (Seven-days challenge beat physical inactivity). This study was a literature review, using supported document and challenge mini-survey on Instagram story and Facebook polling in a day and interview with challenge’s founder. As the result in three weeks, after the #7HariMelawanMager challenge launched, there were 41 posts in Instagram with 9 netizens completed and 33 posts in Facebook with 13 netizens completed the challenge. The social media challenge raising physical activity awareness from the community. Yet there were 17 netizens who fulfill the @promkes_net Instagram story survey and 5 of 15 netizens did not know the campaign through Facebook’s author polling. At the end of the review, there are 98 netizens joining “Melawan Mager” Pacer group. Health campaigns through social media #7HariMelawanMager have the potential to increase awareness of physical activity. However, this campaign needs to consider the sustainability. Furthermore, netizens will better understand the benefits of physical activity to improve their quality of life.
Membudayakan patient safety sebagai bentuk dari organisasi reform dalam mencegah human err Balqis Fadillah; Syifa Atun Nisa
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.887 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37760

Abstract

Objective: Patient safety merupakan komponen kritis dari mutu pelayanan kesehatan. Isu terkait patient safety diantaranya medical errors dan diagnostic errors. Berbagai studi melaporkan bahwa kasus diagnostic errors dan medical errors di fasilitas pelayanan kesehatan terjadi di seluruh negara, tidak terkecuali di negera berkembang seperti Indonesia. Rumah sakit sebagai organisasi pelayanan kesehatan, seharusnya menumbuhkan budaya patient safety untuk mencegah terjadinya human err yang berdampak pada medical errors dan diagnostic errors. Namun pada kenyataannya penerapan budaya patient safety masih sangat sulit diterapkan di beberapa rumah sakit, contohnya  di salah satu rumah sakit di Kota Jambi, berdasarkan studi yang dilakukan, diketahui bahwa masih terjadi human err berupa diagnostic errors yaitu kesalahan penegakan diagnosis dan medical errors yang berupa kesalahan dalam penjahitan luka. Hal ini disebabkan karena belum optimalnya penerapan budaya patient safety di rumah sakit tersebut. Medical errors seperti Kejadian yang Tidak Diinginkan (KTD) menjadi salah satu kasus yang sering terjadi. Fenomena ini seperti gunung es, dimana kasus – kasus yang serius dan mengancam jiwa secara mudah tampak di permukaan, sedangkan kasus - kasus yang sifatnya ringan sampai sedang umumnya tidak terdeteksi, tidak dicatat, ataupun tidak dilaporkan. Tujuan dari argumentatif review ini untuk mendeskripsikan pentingnya budaya patient safety dalam organisasi pelayanan kesehatan sebagai bentuk dari organisasi reform dalam mencegah human err. Lesson learned: Budaya patient safety merupakan pilar gerakan keselamatan pasien di pelayanan kesehatan. Melalui penerapan budaya patient safety diharapkan terjadi penurunan kasus medical errors dan diagnostic errors. Rumah sakit sebagai organisasi pelayanan kesehatan harus melakukan upaya reformasi atau perbaruan organisasi (organizational reform) untuk mencegah terjadinya human err. Organizational reform merupakan salah satu wujud perubahan dengan cara menata kembali organisasi, baik struktur maupun manajemen agar efektif dalam upaya mencegah terjadinya human err. Hasil yang diharapkan dari reformasi organisasi ini berupa budaya patient safety. Membudayakan keselamatan pasien (patient safety) sangat penting, karena budaya mengandung dua komponen yaitu nilai dan keyakinan, dimana nilai mengacu pada sesuatu yang diyakini oleh anggota organisasi untuk mengetahui apa yang benar dan apa yang salah, sedangkan keyakinan mengacu pada sikap tentang cara bagaimana seharusnya bekerja. Sehingga dengan adanya nilai dan keyakinan yang berkaitan dengan patient safety yang ditanamkan pada setiap anggota organisasi, maka setiap anggota akan mengetahui apa yang seharusnya dilakukan dalam penerapan keselamatan pasien, yang pada akhirnya perilaku tersebut menjadi suatu budaya yang tertanam dalam setiap anggota organisasi berupa perilaku budaya keselamatan pasien (patient safety). Ciri – ciri organisasi pelayanan kesehatan yang mampu menerapkan patient safety diantaranya ; komunikasi terbuka dan saling percaya, alur dan proses informasi yang baik, persepsi terhadap pentingnya keselamatan, memiliki kesadaran bahwa kesalahan tidak bisa sepenuhnya dihindari, mampu mengindentifikasi ancaman laten terhadap keselamata secara proaktif, melakukan pembelajaran organisasi, memiliki pemimpin yang kompeten, bertanggungjawab dan mampu untuk merancang, mengembangkan, dan memelihara budaya keselamatan dan menghilangkan budaya menyalahkan salah satu pihak serta tidak memberikan hukuman pada insiden yang dilaporkan. Conclusion: Sebuah organisasi pelayanan kesehatan harus terus melakukan perubahan atau pembaruan yang mendukung patient safety dalam rangka menghindari terjadinya kesalahan penanganan dan perawatan yang disebabkan oleh human err. Keberhasilan pembaruan organisasi akan tercermin dari terbentuknya budaya patient safety. Sedangkan keberhasilan penerapan patient safety akan mampu mencegah atau mengurangi terjadinya human err yang berakibat pada diagnostic errors dan medical errors.
Perubahan Iklim, Kegiatan Manusia, dan Potensi Kebakaran Hutan di Kalimantan, Indonesia Erwin Purwaningsih
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 5 (2017): Proceedings of the 1st UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.505 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37810

Abstract

Tujuan: Mengidentifikasi hubungan antara perubahan iklim, aktivitas manusia dan potensi kebakaran hutan di Kalimantan. Metode: Penelitian ini mengembangkan model empiris yang mengintegrasikan perkiraan indikator biofisik yang relevan dengan jenis tanaman dan pengaruh aktivitas manusia dari waktu ke waktu. Hasil: Secara historis, kami menemukan bahwa efek pemanasan global (climate change) di dunia meningkat sebesar 54 persen dan lebih dari 90 persen kebakaran hutan disebabkan oleh manusia, atau sengaja dibakar. Hilangnya hutan terbesar di  Indonesia yaitu di Pulau Kalimantan dari empat provinsi yang membentuknya. Kalimantan kehilangan jumlah keseluruhan 123.941 Km2 selama periode 1973-2010. Kesimpulan: Penyebab utama terjadinya kebakaran hutan di Kalimantan adalah karena aktivitas manusia dan hanya sebagian kecil yang disebabkan oleh kejadian alam. Proses kebakaran alami bisa terjadi karena sambaran petir, benturan longsuran batu, sing- kapan batu bara, dan tumpukan srasahan. Informasi ini dapat digunakan oleh Pemerintah Daerah di 5 Provinsi yang ada di Kalimantan untuk semakin fokus pada pelestarian kawasan hijau. Membatasi dan memperketat izin pembukaan lahan baru dan konsisten dalam mewujudkan Kalimantan Go Green. 
Asertivitas ibu hamil terhadap perilaku merokok suami
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 10 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.645 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37861

Abstract

The assertive intention of pregnant women toward husbands’ smokingPurpose: This study aimed to identify the aspect that influencing the intentions of the assertive behavior of pregnant women related to husbands’ smoking behavior at home.Methods: This study was the part of the thesis as well as part of the Peer Health Secondhand Smoke-Low Birth Weight intervention study in North Lombok District, West Nusa Tenggara Province. Design study in this research used a cross-sectional approach. Secondary data used in this study, which was from baseline data of Peer Health SHS-LBW intervention. The population of this study was pregnant women with gestational age ≤ four months. Sample selection technique used criterion sampling. The number of research samples as many as 1291 respondents. Results: There was a relationship between knowledge (p-value = 0.036; OR= 1.286; CI 95%= 1.017-1.627), attitude (p-value= 0.000; OR = 3.120; CI 95%= 2.444-3.982) and information exposure (p-value= 0.000; OR= 2.497; CI 95%= 1.582-3.942) with the intention of assertive behavior of pregnant women related to husbands’ smoking behavior at home. The existence of the relationship was because the respondents were exposed by the information of the harmful effects of cigarettes, have good knowledge, non-smoker families who support them to behave assertively.Conclusions: Interventions such as increased knowledge and attitudes, as well as the strengthening of smoking ban rules to improve the assertive behavior intention of pregnant women toward husbands smoking behavior at home
Studi Kasus Potensi WhatsApp Group dalam Edukasi Gizi Seimbang Melalui Penyusunan Menu Keluarga Nurlienda Hasanah
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2681.145 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37927

Abstract

Latar Belakang : Perkembangan teknologi memberikan kemudahan berinteraksi dan berbagi  informasi satu sama lain. Era sosial media dapat digunakan oleh tenaga kesehatan untuk mengedukasi masyarakat secara online, salah satunya dengan optimasi layanan WhatsApp group. Kesehatan keluarga merupakan inti dari kesehatan masyarakat. Sajian menu dalam keluarga menjadi dasar pemenuhan gizi terutama pada anak dan keluarga inti lainnya.  Tujuan : Untuk mengetahui potensi WhatsApp group dalam pemberian edukasi gizi seimbang melalui penyusunan menu keluarga.Metode : In-depth interview terhadap 2 ahli gizi pengelola WhatsApp Group yang memberikan edukasi gizi online dan survey sebagai data pendukung.Hasil : Berdasarkan hasil survey diketahui bahwa para ibu ingin menyajikan menu yang bergizi, lezat dan tidak membosankan. Sedangkan In-depth interview yang dilakukan mengenai edukasi gizi seimbang melalui WhatsApp Group diperoleh bahwa durasi edukasi yang paling kondusif sekitar 2 jam dengan waktu yang sudah dijadwalkan. Aktivitas edukasi ini memperoleh respon positif dalam penerimaan pesan edukasi gizi seimbang melalui penyusunan menu keluarga. Jumlah anggota WhatsApp Group ini bervariasi mulai dari  30 hingga 90 orang. Metode pemberian materi awal sebelum berjalannya sesi tanya jawab seminggu sebelumnya terlihat lebih efektif dibandingkan pemberian materi pada saat diskusi online yang bersamaan dengan sesi tanya jawab. Sistem mendaftar mandiri dengan adanya investasi sebagai syarat bergabung dalam WhatsApp Group membuat peserta lebih antusias saat mengikuti edukasi dibandingkan WhatsApp Group tanpa berbayar. Pemberian tugas untuk menyusun menu keluarga selama 1 minggu dengan pendampingan konsultasi jika ada kesulitan terbukti lebih mudah dipahami dan dipraktekkan oleh peserta WhatsApp Group.Kesimpulan : WhatsApp group berpotensi digunakan untuk edukasi gizi seimbang pada tataran keluarga. 

Page 66 of 153 | Total Record : 1528


Filter by Year

2003 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 02 (2026) Vol 42 No 01 (2026) Vol 41 No 12 (2025) Vol 41 No 11 (2025) Vol 41 No 10 (2025) Vol 41 No 09 (2025) Vol 41 No 08 (2025) Vol 41 No 07 (2025) Vol 41 No 06 (2025) Vol 41 No 05 (2025) Vol 41 No 04 (2025) Vol 41 No 03 (2025) Vol 41 No 02 (2025) Vol 41 No 01 (2025) Vol 40 No 12 (2024) Vol 40 No 11 (2024) Vol 40 No 10 (2024) Vol 40 No 09 (2024) Vol 40 No 08 (2024) Vol 40 No 07 (2024) Vol 40 No 06 (2024) Vol 40 No 05 (2024) Vol 40 No 04 (2024) Vol 40 No 03 (2024) Vol 40 No 02 (2024) Vol 40 No 01 (2024) The 12th UGM Public Health Symposium Vol 39 No 12 (2023) Vol 39 No 11 (2023) Vol 39 No 10 (2023) Vol 39 No 09 (2023) Vol 39 No 08 (2023) Vol 39 No 07 (2023) Vol 39 No 06 (2023) Vol 39 No 05 (2023) Vol 39 No 04 (2023) Vol 39 No 03 (2023) Vol 39 No 02 (2023) Vol 39 No 01 (2023) Vol 38 No 12 (2022) Vol 38 No 11 (2022) Vol 38 No 10 (2022) Vol 38 No 09 (2022) Vol 38 No 08 (2022) Vol 38 No 07 (2022) Vol 38 No 06 (2022) Vol 38 No 05 (2022) Vol 38 No 04 (2022) Vol 38 No 03 (2022) Vol 38 No 02 (2022) Vol 38 No 01 (2022) Vol 37 No 12 (2021) Vol 37 No 11 (2021) Vol 37 No 10 (2021) Vol 37 No 09 (2021) Vol 37 No 08 (2021) Vol 37 No 07 (2021) Vol 37 No 06 (2021) Vol 37 No 05 (2021) Vol 37 No 04 (2021) Vol 37 No 03 (2021) Vol 37 No 02 (2021) Vol 37, No 1 (2021) PHS8 Accepted Abstracts PHS7 Accepted Abstracts Vol 36, No 12 (2020) Vol 36, No 11 (2020) Vol 36, No 10 (2020) Vol 36, No 9 (2020) Vol 36, No 8 (2020) Vol 36, No 7 (2020) Vol 36, No 6 (2020) Vol 36, No 5 (2020) Vol 36, No 4 (2020) Vol 36, No 3 (2020) Vol 36, No 2 (2020) Vol 36, No 1 (2020) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium Vol 35, No 11 (2019) Vol 35, No 10 (2019) Vol 35, No 9 (2019) Vol 35, No 8 (2019) Vol 35, No 7 (2019) Vol 35, No 6 (2019) Vol 35, No 5 (2019) Vol 35, No 4 (2019) Vol 35, No 3 (2019) Vol 35, No 2 (2019) Vol 35, No 1 (2019) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium Vol 34, No 12 (2018) Vol 34, No 11 (2018) Vol 34, No 10 (2018) Vol 34, No 9 (2018) Vol 34, No 8 (2018) Vol 34, No 7 (2018) Vol 34, No 6 (2018) Vol 34, No 5 (2018) Vol 34, No 4 (2018) Vol 34, No 3 (2018) Vol 34, No 2 (2018) Vol 34, No 1 (2018) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium Vol 33, No 5 (2017): Proceedings of the 1st UGM Public Health Symposium Vol 33, No 12 (2017) Vol 33, No 11 (2017) Vol 33, No 10 (2017) Vol 33, No 9 (2017) Vol 33, No 8 (2017) Vol 33, No 7 (2017) Vol 33, No 6 (2017) Vol 33, No 5 (2017) Vol 33, No 4 (2017) Vol 33, No 3 (2017) Vol 33, No 2 (2017) Vol 33, No 1 (2017) Vol 32, No 12 (2016) Vol 32, No 11 (2016) Vol 32, No 10 (2016) Vol 32, No 9 (2016) Vol 32, No 8 (2016) Vol 32, No 7 (2016) Vol 32, No 6 (2016) Vol 32, No 5 (2016) Vol 32, No 4 (2016) Vol 32, No 3 (2016) Vol 32, No 2 (2016) Vol 32, No 1 (2016) Vol 28, No 1 (2012) Vol 27, No 4 (2011) Vol 27, No 3 (2011) Vol 27, No 2 (2011) Vol 27, No 1 (2011) Vol 26, No 4 (2010) Vol 26, No 3 (2010) Vol 26, No 2 (2010) Vol 26, No 1 (2010) Vol 25, No 4 (2009) Vol 25, No 3 (2009) Vol 25, No 2 (2009) Vol 25, No 1 (2009) Vol 24, No 4 (2008) Vol 24, No 3 (2008) Vol 24, No 2 (2008) Vol 24, No 1 (2008) Vol 23, No 4 (2007) Vol 23, No 3 (2007) Vol 23, No 2 (2007) Vol 23, No 1 (2007) Vol 22, No 4 (2006) Vol 22, No 3 (2006) Vol 22, No 2 (2006) Vol 22, No 1 (2006) Vol 21, No 4 (2005) Vol 21, No 3 (2005) Vol 21, No 2 (2005) Vol 21, No 1 (2005) Vol 20, No 4 (2004) Vol 20, No 3 (2004) Vol 20, No 2 (2004) Vol 20, No 1 (2004) Vol 19, No 4 (2003) Vol 19, No 3 (2003) Vol 19, No 2 (2003) Vol 19, No 1 (2003) More Issue