cover
Contact Name
Ika Kusumaningtyas
Contact Email
tyas.kusuma@ugm.ac.id
Phone
+628988833412
Journal Mail Official
bkm.fk@ugm.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Bersama Jurnal, Lt. 2 Atas Kantin IKM, FK-KMK UGM Jl. Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berita Kedokteran Masyarakat
ISSN : 02151936     EISSN : 26148412     DOI : https://doi.org/10.22146/bkm.v37i2.2320
Core Subject : Health,
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Public Health and Community Medicine) is a peer-reviewed and open access journal that deals with the fields of public health and public medicine. The topics of the article will be grouped according to the main message of the author. This focus covers areas and scope related to aspects of: - Epidemiology - Infectious diseases control - Clinical Epidemiology - Environmental Health - Occupational Health - Healthy City - Public Health and Primary Health Care - School of Health Promotion - Healthy lifestyles - Health promotion - Health and Social Behavior - Tobacco and smoking - Adolescent Health - Public Health Nutrition - Maternal and Child Health - Reproductive Health - Population Health - Health of Vulnerable People - Social Determinants of Health - Water, Sanitation and Hygiene - Human Resource Management
Articles 1,528 Documents
Efektifitas Pelatihan Pembina UKS dalam Mencegah Anemia Remaja Putri di Purwokerto Shofya Indraguna
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.681 KB) | DOI: 10.22146/bkm.38063

Abstract

Tujuan:Anemia defisiensi besi merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia yang menonjol pada remaja. Remaja pada umumnya merupakan anak usia sekolah. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan yaitu dari Sekolah Dasar sederajat, Sekolah Menengah Pertama sederajat dan Sekolah Menengah Atas sederajat. Kegiatan UKS dikenal sebagai trias UKS yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan lingkungan sekolah sehat. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu upaya pencegahan anemia gizi besi pada remaja. Guru khususnya pembina UKS merupakan sasaran sekunder dalam upaya pencegahan anemia gizi besi pada remaja. Pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan guru. Oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan dalam upaya pencegahan anemia gizi besi remaja terhadap pembina UKS. Metode:Penelitian ini merupakan jenis quasi experimental design dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 34 responden. Hasil:Hasil analisis univariat menunjukan bahwa terdapat peningkatan rata-rata skor pada pengetahuan yaitu 8,95%, pada sikap 14,54% dan pada keterampilan 1,62%. Hasil analisis bivariat menujukan ada perbedaan pengetahuan setelah pelatihan (p=0,001), ada perbedaan sikap setelah pelatihan (p=0,000) dan tidak ada perbedaan keterampilan setelah pelatihan (p=0,603). Kesimpulan:Ada perbedaan pengetahuan responden dalam upaya pencegahan anemia gizi besi remaja putri. Ada perbedaan sikap responden dalam upaya pencegahan anemia gizi besi remaja putri. Tidak ada perbedaan ketermpilan responden dalam upaya pencegahan anemia gizi besi remaja putri.  
National health coverage programs and quality of referral obstetrics and gynaecology clinic in Dr Cipto Mangunkusumo Hospital Jakarta Eka Rusdianto Gunardi; Arresta Vitasatria Suastika; Hanevi Djasri; Adi Utarini
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 8 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.748 KB) | DOI: 10.22146/bkm.38067

Abstract

Purpose: Implementation of national health coverage contributes to the increasing number of outpatient visits in Obstetrics and Gynecology Department, Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital. It may be caused by improper referral system or number of government insurance patients called as BPJS patients. Therefore, this study aims to analyse the pattern and quality of referral system in the implementation of national health coverage.Method: The quasi experimental study was conducted using pre and post analysis of the cases pattern and referral quality. It included accuracy of referred case diagnosis, accuracy of referring health facility, and consistency of referred case diagnosis.Results: There was an increasing number of referral visits in the early implementation of  national health program; however, it declined overtime. There was reduction of general obstetrics and gynaecology cases and increase of sub-specialistic cases. It was in appropriate to the role of centre referral hospital in Indonesia. Around 98% referral diagnosis was correct to be referred, 82% cases came from correct health facility, and 98% referral diagnosis was consistent to Dr. Cipto Mangunkusumo hospital.Conclusion: The quality referral cases improves with the implementation of national health coverage program.
Mengatasi krisis air bersih dengan pembentukan kampung iklim dan model desa konservasi: sebuah studi di Provinsi Jawa Barat Arda Dinata
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.38182

Abstract

Keberadaan air berperan penting bagi makhluk hidup termasuk manusia. Mengkonsumsi air tidak layak minum mengakibatkan pertumbuhan fisik 37,2% penduduk Indonesia tidak maksimal. Sebab, konsumsi air tak layak minum menjadi salah satu penyebab diare. Cakupan layanan air bersih Provinsi Jawa Barat tahun 2013 baru mencapai 60,68%. Sedangkan target tahun 2018 sebesar 92,5%. Jadi, ada deviasi pengelolaan air bersih. Bila dibiarkan akan berdampak pada water borne disease. Studi ini bertujuan memberikan berbagai alternatif dalam memecahkan masalah terkait krisis air bersih di Provinsi Jawa Barat. Data diperoleh dari studi literatur, wawancara dan laporan ahli. Metode analisis adalah deskriptif. Perubahan iklim berdampak pada adanya cuaca ektrem. Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat rentan terhadap dampak ganda perubahan iklim. Ini tantangan baru untuk disinergikan dalam pembangunan nasional. Faktor terkait perubahan iklim pada ketahanan pangan, yaitu: curah hujan, temperatur, produksi beras, serta aspek akses terhadap pangan. Perubahan iklim berpengaruh pada kenaikan temperatur, curah hujan, dan permukaan air laut; ketahanan pangan; kekurangan air bersih; dan meningkatnya penyakit tular vektor. Sebagai solusi mengatasi krisis air di Jawa Barat dapat melalui dua pendekatan, yaitu: (1) Pendekatan kampung iklim, berupa: pengendalian kekeringan, banjir dan longsor; peningkatan ketahanan pangan; penanganan atau antisipasi kenaikan muka air laut; pengendalian penyakit terkait iklim (pengendalian vektor, sistem kewaspadaan dini, sanitasi dan air bersih). (2) Penciptaan desa konservasi, berupa kegiatan: rehabilitasi hutan & lahan partisipatif; pengembangan ekonomi; menyelamatkan lahan untuk mata air; pembentukan desa wisata untuk pengembangan ekonomi; dan penanaman pohon endemik.Kata kunci: krisis air bersih, kampung iklim, desa konservasi, perubahan iklim.
Studi kasus penerapan proses asuhan keperawatan spiritual di rumah sakit Islam Faisal Makassar Saharuddin Saharuddin; Safrullah Amir; Rosmina Rosmina
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.38183

Abstract

Kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Dalam pelayanan kesehatan, perawat sebagai petugas kesehatan harus memiliki peran utama dalam memenuhi kebutuhan spiritual. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang mempunyai intesitas dan interaksi paling banyak hendaknya mampu memberikan pelayanan kesehatan terhadap pasien secara holistik dengan mengintegrasikan aspek biologis (fisiologis), psikologis, sosiologis, kultural, dan spiritual. Penelitian ini dikembangkan untuk mengobservasi implementasi model keperawatan spiritual di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian adalah perawat yang bekerja di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Berdasarkan batasan populasi terjangkau yang ditetapkan, sebanyak 9 informan yang terdiri atas kepala perawat, kepala ruangan, perawat pelaksana, dan ustadz diobservasi dengan menggunakan teknik wawancara mendalam (in-depth interview). Pemilihan sampel penelitian ditentukan secara purposive dengan metode snowball sampling dengan mewawancarai informan hingga informasi dianggap telah tersaturasi. Hasil in-depth interview dalam verbatim diuji validitas dan realibilitasnya menggunakan teknik triangulasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik content analisys, yaitu teknik yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha untuk menentukan karakteristik pesan secara objektif dan sistematis, kemudian diinterprestasikan dan disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan proses pengkajian keperawatan spiritual terhadap pasien tidak diidentifikasi oleh perawat pelaksana. Pada tahap diagnosa, asuhan keperawatan spiritual belum ditegakkan dan didokumentasikan secara maksimal.Dalam tatanan intervensi, keperawatan spiritual belum maksimal disebabkan keterbatasan pengetahuan dari perawat. Hal ini berimbas pada implementasi keperawatan spiritual yang belum menyeluruh baik dari aspek psikomotor maupun dokumentasi. Lebih lanjut, proses asuhan keperawatan spiritual yang tidak berjalan optimal pada proses sebelumnya menyebabkan sulitnya mengevaluasi keberhasilan asuhan keperawatan spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aplikasi proses asuhan keperawatan spiritual di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar telah mengadopsi 5 tahapan yang meliputi pengkajian spiritual, diagnosis spiritual, perencanaan spiritual, implementasi spiritual, dan evaluasi spiritual. Meskipun demikian, pelaksanaan model keperawatan spiritual tersebut belum berjalan optimal.
Pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Cakranegara tahun 2016 Dedy Arisjulyanto
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.38184

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia, tiap tahunnya prevalensi penyakit hipertensi di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Di NTB hipertensi termasuk salah satu penyakit tertinggi dan prevalensi hipertensi di NTB berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah berjumlah 1.523.574 jiwa (32,4%) dan lebih tinggi dari angka Nasional yang berjumlah 1.255.537 (26,7%) dari 4.702.389 jiwa jumlah penduduk NTB. DI Puskesmas Cakranegara Kota Mataram terdapat 724 penderita hipertensi dan merupakan prevalensi tertinggi di Kota Mataram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan rata-rata nilai tekanan darah sebelum dan sesudah di berikan teknik relaksasi otot progresif pada pasien hipertensi di Puskesmas Cakranegara Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan rancangan “Quasy Eksperiment Design”dengan menggunakan kelompok kontrol sebagai pembanding. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi sebanyak 724 orang dan menjadi sampel 27 orang yang ditarik berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perhitungan T-test dengan menggunakan Quasy Eksperiment Design dapat di peroleh perbedaan nilai rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah di berikan teknik relaksasi otot progresif sebesar 10,306 mmHg pada kelompok intervensi dan 1,425 mmHg kelompok kontrol, dan di dapatkan nilai p-value pada kelompok intervensi =0,000 lebih kecil  dari α=0,05 dan kelompok kontrol nilai p-value=0,431 lebih besar dari α=0,05. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan nilai rata-rata tekanan darah pada kelompok intervensi sebelum dan setelah di berikan teknik relaksasi otot progresif. Di harapkan teknik relaksasi otot progresif ini dapat digunakan sebagai salah satu pilihan pengobatan alternative atau pengobatan komplementer yang tepat dan praktis dalam mengontrol tekanan darah.
Kepatuhan berobat pasien TB resistan obat (RO) di Kota Medan Syarifah Syarifah; Erna Mutiara; Sri Novita
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.38185

Abstract

Kasus TB RO saat ini semakin meningkat, Indonesia merupakan negara dengan urutan ke delapan terbesar kasus TB RO di dunia, di Sumatera Utara kota Medan merupakan penderita TB RO tertinggi. Sejak tahun 2011 Rumah Sakit Pusat Haji Adam Malik Medan menjadi Rumah Sakit Rujukan TB RO di Sumatera Utara, pada akhir tahun 2017 ini di Medan akan di tambah 2 Rumah Sakit Rujukan Kasus TB RO yakni Rumah Sakit Pirngadi Medan dan Rumah Sakit Haji Medan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam kepatuhan berobat pasien TB RO. Penelitian mengunakan pendekatan kualitatif, melalui wawancara dengan informan pasien TB RO dan keluarga, tokoh masyarakat dan tokoh agama, LSM bergerak dalam TB dan organisasi mantan penderita TB RO Pejuang Sehat Bermanfaat (Pesat), petugas TB puskesmas serta dokter Tim Ahli Klinis (TAK) Rumah Sakit Pusat Haji Adam Malik Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendukung pasien patuh berobat adalah pengetahuan pasien mengenai TB RO, adanya keinginan untuk sembuh, dukungan keluarga terutama keluarga luas, dukungan tokoh masyarakat dan tempat kerja, sikap dan komunikasi baik antara petugas dan pasien. Hambatan yang memengaruhi pasien tidak patuh berobat adalah efek samping obat, penyakit penyerta, tingkat keparahan penyakit, kondisi fisik yang lemah, PMO bukan tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan dan ekonomi. Melihat beban, biaya serta masalah yang ditimbulkan dari kasus TB RO maka perlu pelibatan sosial untuk mendukung kepatuhan berobat pasien melalui bauran layanan kesehatan pemerintah-swasta (Public-Private Mix).
Pengawasan minuman beralkohol pada remaja di Provinsi Sulawesi Utara Wildan Akbar
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.38186

Abstract

Kebiasaan mengkonsusmsi minuman beralkohol merupakan tantangan bagi kesehatan masyarakat, penggunaan minuman beralkohol secara berkepanjangan dapat menimbulkan berbagai masalah yang terkait dengan kesehatan. Menurut WHO secara global penggunaan alkohol yang berakibat buruk menyebabkan kurang lebih 3.3 juta kematian per tahunnya (5.9% total dari seluruh kematian) dan 5.1% beban penyakit berhubungan dengan konsumsi minuman beralkohol. Minuman beralkohol memiliki tantangan yang serius pada pertumbuhan dan perkembangan remaja, hal ini diakibatkan dari pengaruh minuman beralkohol pada remaja yang menjadikan tubuh dan pikiran tidak berfungsi dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki pola minum-minuman beralkohol pada remaja dan pengawasan terhadap minuman beralkohol. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yaitu menganalisis dan menyajikan data secara sistemik, sehingga dapat lebih mudah untuk dipahami. Pengkonsumsi minum-minuman beralkohol di Sulawesi Utara ada sebanyak 38,9% satu bulan terakhir dengan mengkonsumsi alkohol 1-3 hari/bulan, sedangkan yang mengkonsumsi lebih dari 5 hari/minggu sebanyak 10,2%. Jenis minuman yang paling banyak dikonsumsi ialah minuman tradisional sebanyak 58,5% kemudian remaja sudah mulai meminum minuman beralkohol sejak pada usia 10-14 tahun dengan frekuensi satu kali perbulan kemudian frekuensinya meningkat seiring dengan bertambahnya usia serta pengaruh ajakan dari teman sebayanya, ini merupakan kondisi yang sangat mengkhawatirkan untuk para remaja kedepannya. Kurangnya pengawasan dari Pemerintah ataupun instansi terkait terhadap pengawasan minuman beralkohol menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan dan ditingkatkan. Faktor usia dan tekanan teman sebaya menjadi faktor utama penyebab penggunaan minuman beralkohol pada remaja serta kegiatan preventif dan promotif yang kurang dari instansi terkait. Perlu adanya pengawasan dari semua pihak serta kontribusi dan kolaborasi dari instansi terkait dalam pencegahan dan pengawasan pada minuman beralkohol seperti melakukan program pendekatan kepada para pedagang untuk tidak menjual minuman beralkohol di dekat pemukiman, sekolah, dan tempat umum lainnya. Melakukan kampanye seperti memperkenalkan efek berbahaya terhadap mengkonsumsi minuman beralkohol pada remaja, memberikan motivasi-motivasi kepada remaja untuk tidak mudah terpengaruh dengan ajakan-ajakan untuk mengkonsumsi minuman beralkohol dan terus menjaga kesehatan untuk masa depan yang lebih baik.
Hubungan asupan tembakau kunyah dan konsumsi pangan dengan tekanan darah pada ibu hamil di Kabupaten Simalungun Evawany Yunita Aritonang
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.38187

Abstract

Tembakau adalah produk pertanian yang diproses dari daun tanaman dari genus Nicotiana. Komponen utama rokok adalah tembakau yang berbahaya karena mengandung nikotin. Dampak negative rokok terhadap kesehatan telah banyak diketahui, namun dampak akibat tembakau kunyah belum banyak diketahui. Padahal tembakau kunyah sama-sama mengandung nikotin seperti dalam rokok. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan asupan tembakau kunyah dan konsumsi pangan dengan tekanan darah pada ibu hamil dengan disain cross sectional study. Sampel adalah 80 ibu hamil trimester II dan trimester III. Hasil penelitian menunjukkan 57,4 % ibu hamil mempunyai tekanan darah rendah, 34 % normal dan 8,5 % mempunyai tekanan darah tinggi. 30 % ibu hamil mempunyai konsumsi energi, protein, dan zat besi yang kurang. Sedangkan konsumsi tembakau kunyah diketahui 57% mempunyai kebiasaan konsumsi tembakau kunyah sebelum hamil, dan hanya 42% yang tidak mengonsumsi tembakau kunyah saat hamil. Analisa statistic menunjukkan ada hubungan kebiasaan konsumsi tembakau kunyah sebelum hamil dengan tekanan darah (p=0,014), sedangkan kebiasaan konsumsi tembakau kunyah saat hamil dengan tekanan darah tidak menunjukkan adanya hubungan (p=0,096). Hubungan konsumsi pangan dengan tekanan darah, hanya konsumsi protein yang menunjukkan adanya hubungan nyata dengan tekanan darah, sedangkan konsumsi energi dan zat besi tidak menunjukkan hubungan dengan tekanan darah ibu hamil. Efek nikotin menyebabkan perangsangan terhadap hormone kathelokamin (adrenalin) yang bersifat memacu jantung dan tekanan darah. Jantung tidak diberikan kesempatan istirahat dan tekanan darah akan semakin tinggi, yang mengakibatkan timbulnya hipertensi. Meskipun tidak ada hubungan asupan tembakau kunyah saat hamil dengan tekanan darah bukan berarti bahwa tembakau kunyah boleh dikonsumsi ibu hamil. Sosialisasi bahaya tembakau kunyah pada ibu hamil harus dilakukan oleh petugas kesehatan di puskesmas Bangun Purba dan Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun.
Outbreak leptospirosis di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman tahun 2017 Ade Kartikasari Sebba; Baning Rahayujati; Isa Dharmawidjaja
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.38188

Abstract

Penyakit leptospirosis di Prambanan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada tahun 2015 terlapor tiga kasus, 2016 terlapor nol kasus dan di tahun 2017 di bulan Maret terlapor adanya peningkatan menjadi 6 kasus. Berdasarkan Permenkes No.1501/MENKES/PER/2010 bahwa leptospirosis adalah suatu penyakit yang dapat menimbulkan wabah sehingga perlu untuk diinvestigasi. Tujuan investigasi untuk memastikan KLB, mencari mode of transmission, sumber penularan dan melakukan pengendalian. Desain penyelidikan menggunakan case control study. Wilayah pelacakan KLB pada enam desa di Prambanan. Active case finding dilakukan dengan wawancara. Kasus adalah penduduk Kecamatan Prambanan yang mengalami sakit dengan gejala demam, nyeri betis, nyeri otot, malaise dan menggigil atau telah didiagnosis menderita leptospirosis dari Januari 2017 sampai Mei 2017. Faktor risiko yang dianalisis yaitu jenis kelamin, pekerjaan berisiko, riwayat luka terbuka, penggunaan APD dan riwayat kepemilikan ternak. Analisis dengan uji chi-square untuk melihat hasil odd ratio pada tiap variabel. Penelitian ini menemukan sebanyak 27 kasus (13 kasus positif dan 14 kasus suspek) dengan lima kematian. Umur terbanyak pada kasus yaitu 41-50 tahun (48,1%) dengan pendidikan terbanyak tamat SD (37,0%). Attack rate lebih tinggi pada laki-laki yaitu 7,21% dengan  pekerjaan terbanyak sebagai petani. Analisis faktor risiko menemukan ada hubungan signifikan antara laki-laki (OR=5,71;95%CI=1,76-18,50), pekerjaan berisiko (petani, peternak, pekerja tambang, buruh tani) (OR=11,63;95%CI=2,79-48,3), tidak menggunakan APD (OR=3,76; 95%CI=1,15-12,2), riwayat luka terbuka (OR=4,48;95%CI=1,41-14,2) dan memiliki ternak (OR=3,52;95%CI=1,02-12,07) dengan kejadian leptospirosis. Pelibatan lintas sektor, sosialisasi terpadu di enam desa, pengambilan sampel lingkungan dan sampel darah pada sapi telah dilakukan untuk mengendalikan masalah KLB di Prambanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa laki-laki, pekerjaan berisiko, riwayat luka, penggunaan APD diidentifikasi sebagai faktor risiko. Sumber penularan diduga dari air atau tanah yang terkontaminasi bakteri leptospira. Cara penularan diduga karena kontak langsung dengan air atau tanah yang terkontaminasi dan masuk ke dalam tubuh dengan luka atau selaput lendir utuh. Oleh karena itu, perlunya peningkatan edukasi di masyarakat dan survei kepadatan vektor.
Tuberculosis: case finding in public health center of Blora, Indonesia Ahmad Musyafa; Theodola Baning Rahayujati; Henny Indriyanti
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.38189

Abstract

Tuberculosis is a disease of international concern. Control measure has been implemented in the World and Indonesia. One of the indicators of TB prevention program in Indonesia is Case Notification Rate (CNR), through case finding to screen of suspected TB, physical examination, laboratory, and diagnosis. This study was conducted to evaluate the TB case finding program in BloraDistric, Indonesia, 2017. This descriptive observational study of evaluation involving 12 TB programmers at puskesmas, 12 laboratory workers and 1 supervisor of Blora District Health Office. Data were collected by in-depth interviews and observations on input, process, output and outcome aspects. Input aspect, 75% of respondents have double job, with duration of >5 years (75%) and was followed TB training >5 years (66%). Aspects of a process, planning, budget requirements, targeting above 90%. Increase internal lineage (58%). The implementation already uses active search (92%) and passive (67%). Involvement of health cadres is not optimal, people are more confident to health workers in the village. PPM has not gone well (17%) so many patients are not reported in fasyankes. Clinics, hospital and private practice doctors have not yet applied DOTS strategy treatment. Monitoring and evaluation has been done by wasor> 2 times / year 33% and <2 times / year 67%. The CNR output aspect of 2016 128 / 100.000 population is below the national target of 316 / 100.000 population. Outcome aspect consists of 91.1% cure rate and 3.5% death. Overall TB case finding in Blora has gone well. But there are still shortcomings in the input aspect, needs to improve the skills of TB programmers with training and refresher. On process, aspect is still necessary increasing PPM by involving the private sector, hospitals, and polyclinics, involving the village midwife actively encompassing TB cases cross-program and sector network. So it can increase the CNR TB in Blora.

Page 67 of 153 | Total Record : 1528


Filter by Year

2003 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 02 (2026) Vol 42 No 01 (2026) Vol 41 No 12 (2025) Vol 41 No 11 (2025) Vol 41 No 10 (2025) Vol 41 No 09 (2025) Vol 41 No 08 (2025) Vol 41 No 07 (2025) Vol 41 No 06 (2025) Vol 41 No 05 (2025) Vol 41 No 04 (2025) Vol 41 No 03 (2025) Vol 41 No 02 (2025) Vol 41 No 01 (2025) Vol 40 No 12 (2024) Vol 40 No 11 (2024) Vol 40 No 10 (2024) Vol 40 No 09 (2024) Vol 40 No 08 (2024) Vol 40 No 07 (2024) Vol 40 No 06 (2024) Vol 40 No 05 (2024) Vol 40 No 04 (2024) Vol 40 No 03 (2024) Vol 40 No 02 (2024) Vol 40 No 01 (2024) The 12th UGM Public Health Symposium Vol 39 No 12 (2023) Vol 39 No 11 (2023) Vol 39 No 10 (2023) Vol 39 No 09 (2023) Vol 39 No 08 (2023) Vol 39 No 07 (2023) Vol 39 No 06 (2023) Vol 39 No 05 (2023) Vol 39 No 04 (2023) Vol 39 No 03 (2023) Vol 39 No 02 (2023) Vol 39 No 01 (2023) Vol 38 No 12 (2022) Vol 38 No 11 (2022) Vol 38 No 10 (2022) Vol 38 No 09 (2022) Vol 38 No 08 (2022) Vol 38 No 07 (2022) Vol 38 No 06 (2022) Vol 38 No 05 (2022) Vol 38 No 04 (2022) Vol 38 No 03 (2022) Vol 38 No 02 (2022) Vol 38 No 01 (2022) Vol 37 No 12 (2021) Vol 37 No 11 (2021) Vol 37 No 10 (2021) Vol 37 No 09 (2021) Vol 37 No 08 (2021) Vol 37 No 07 (2021) Vol 37 No 06 (2021) Vol 37 No 05 (2021) Vol 37 No 04 (2021) Vol 37 No 03 (2021) Vol 37 No 02 (2021) Vol 37, No 1 (2021) PHS8 Accepted Abstracts PHS7 Accepted Abstracts Vol 36, No 12 (2020) Vol 36, No 11 (2020) Vol 36, No 10 (2020) Vol 36, No 9 (2020) Vol 36, No 8 (2020) Vol 36, No 7 (2020) Vol 36, No 6 (2020) Vol 36, No 5 (2020) Vol 36, No 4 (2020) Vol 36, No 3 (2020) Vol 36, No 2 (2020) Vol 36, No 1 (2020) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium Vol 35, No 11 (2019) Vol 35, No 10 (2019) Vol 35, No 9 (2019) Vol 35, No 8 (2019) Vol 35, No 7 (2019) Vol 35, No 6 (2019) Vol 35, No 5 (2019) Vol 35, No 4 (2019) Vol 35, No 3 (2019) Vol 35, No 2 (2019) Vol 35, No 1 (2019) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium Vol 34, No 12 (2018) Vol 34, No 11 (2018) Vol 34, No 10 (2018) Vol 34, No 9 (2018) Vol 34, No 8 (2018) Vol 34, No 7 (2018) Vol 34, No 6 (2018) Vol 34, No 5 (2018) Vol 34, No 4 (2018) Vol 34, No 3 (2018) Vol 34, No 2 (2018) Vol 34, No 1 (2018) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium Vol 33, No 5 (2017): Proceedings of the 1st UGM Public Health Symposium Vol 33, No 12 (2017) Vol 33, No 11 (2017) Vol 33, No 10 (2017) Vol 33, No 9 (2017) Vol 33, No 8 (2017) Vol 33, No 7 (2017) Vol 33, No 6 (2017) Vol 33, No 5 (2017) Vol 33, No 4 (2017) Vol 33, No 3 (2017) Vol 33, No 2 (2017) Vol 33, No 1 (2017) Vol 32, No 12 (2016) Vol 32, No 11 (2016) Vol 32, No 10 (2016) Vol 32, No 9 (2016) Vol 32, No 8 (2016) Vol 32, No 7 (2016) Vol 32, No 6 (2016) Vol 32, No 5 (2016) Vol 32, No 4 (2016) Vol 32, No 3 (2016) Vol 32, No 2 (2016) Vol 32, No 1 (2016) Vol 28, No 1 (2012) Vol 27, No 4 (2011) Vol 27, No 3 (2011) Vol 27, No 2 (2011) Vol 27, No 1 (2011) Vol 26, No 4 (2010) Vol 26, No 3 (2010) Vol 26, No 2 (2010) Vol 26, No 1 (2010) Vol 25, No 4 (2009) Vol 25, No 3 (2009) Vol 25, No 2 (2009) Vol 25, No 1 (2009) Vol 24, No 4 (2008) Vol 24, No 3 (2008) Vol 24, No 2 (2008) Vol 24, No 1 (2008) Vol 23, No 4 (2007) Vol 23, No 3 (2007) Vol 23, No 2 (2007) Vol 23, No 1 (2007) Vol 22, No 4 (2006) Vol 22, No 3 (2006) Vol 22, No 2 (2006) Vol 22, No 1 (2006) Vol 21, No 4 (2005) Vol 21, No 3 (2005) Vol 21, No 2 (2005) Vol 21, No 1 (2005) Vol 20, No 4 (2004) Vol 20, No 3 (2004) Vol 20, No 2 (2004) Vol 20, No 1 (2004) Vol 19, No 4 (2003) Vol 19, No 3 (2003) Vol 19, No 2 (2003) Vol 19, No 1 (2003) More Issue