cover
Contact Name
Globila Nurika
Contact Email
nurikaglobila@unej.ac.id
Phone
+6281235181803
Journal Mail Official
abdimayuda@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan Kampus Bumi Tegal No.I / 93, Jember, Jawa Timur, Indonesia 68121
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
ABDIMAYUDA: Indonesian Journal of Community Empowerment for Health
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 29625890     DOI : https://doi.org/10.19184/abdimayuda
Core Subject : Health,
ABDIMAYUDA: Indonesian Journal of Community Empowerment for Health as a national journal focuses on community engagement programs to advance theory and practice related to all forms of community outreach and engagement in Indonesia. Community engagement programs include community service, application of science and technology to the community, community capacity building and community empowerment. This journal also highlights community empowerment innovations and research reporting based on community involvement and community service. ABDIMAYUDA: Indonesian Journal of Community Empowerment for Health received manuscripts in Indonesian language articles covering relevant scientific fields including: 1. Community Nutrition 2. Occupational Health and Safety 3. Health Policy 4. Mother and Child Health 5. Environmental Health 6. Disease Prevention 7. Health Promotion
Articles 36 Documents
Sosialisasi Rencana Bisnis Anggaran Badan Layanan Umum di Puskesmas Ambulu Kabupaten Jember Ridzkyanto, Ricko Pratama; Witcahyo, Eri; Nuryadi, Nuryadi
ABDIMAYUDA: Indonesian Journal of Community Empowerment for Health Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Public Health, University of Jember in collaboration with PERSAKMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/abdimayuda.v3i2.43981

Abstract

Penyusunan Rencana Bisnis Anggaran (RBA) pada unit pelaksana teknis daerah yang menerapkan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) mengacu pada renstra. Puskesmas Ambulu merupakan satu satunya Puskesmas perkotaan di daerah selatan Kabupaten Jember dan telah termasuk dalam Puskesmas BLUD. Tujuan Pengabdian Masyarakat adalah Sosialisasi Rencana Bisnis Anggaran Badan Layanan Umum di Puskesmas Ambulu Kabupaten Jember. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Aula Puskesmas Ambulu Kabupaten Jember hari Selasa tanggal 12 September 2023 dengan sasaran kegiatan adalah kepala Puskesmas, penanggung jawab program UKM, penanggung jawab program UKP, bidan, perawat, laborat, nutrisionis, penyuluh kesehatan masyarakat, epidemiolog kesehatan, staf keuangan, bendahara, dan staf kantor. Indikator keberhasilan dilihat dari nilai Adequacy of Performance sebesar 80% dan ketepatan waktu. Hasil kegiatan dimulai dengan memberikan materi sosialisasi yaitu konsep Badan Layanan Umum (BLU), Pola Pengelolaan Keuangan BLU, Rencana Bisnis dan Anggaran BLU, dan Pendapatan BLU. Kegiatan sosialisasi Rencana Bisnis Anggaran Badan Layanan Umum Puskesmas Ambulu dinyatakan berhasil karena memiliki nilai Adequacy of Performance sebesar 120% meskipun mengalami keterlambatan waktu 15 menit di awal dan 30 menit di akhir. Diperlukan kegiatan lanjutan dalam hal penyusunan dokumen rencana bisnis anggaran berdasarkan contoh dokumen rencana bisnis anggaran yang sudah ada.
PAHALA (Pencegahan Aktif Hadapi Ancaman Kenakalan Remaja) di Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember Santi, Maharani Puspa; Salsabila, Sania; Nisa, Vara Choirun; Nisa, Khoirun; Dei, Putri Safina; 'Aini, Tazqia Qurrota; Ririanti, Mury; Luthviatin, Novia; Ode, Taufan Asrisyah
ABDIMAYUDA: Indonesian Journal of Community Empowerment for Health Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Public Health, University of Jember in collaboration with PERSAKMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/abdimayuda.v3i2.48840

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju masa dewasa. Lingkungan pergaulan merupakan hal penting dalam perkembangan remaja. Apabila lingkungan pergaulan remaja salah, maka dapat menyebabkan terjadinya kenakalan remaja dan mampu menyebabkan pernikahan dini. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan upaya pencegahan kenakalan remaja dan pencegahan peningkatan kejadian hamil di luar nikah, serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang bahaya kenakalan remaja dan pernikahan dini yang dilakukan dalam sebuah kegiatan capacity building melalui program ”PAHALA: Pencegahan Aktif Hadapi Ancaman Kenakalan Remaja”. Metode kegiatan, yaitu berupa partisipasi aktif dan ceramah sehingga pesan kunci yang disampaikan akan lebih efektif untuk diterima. Media yang digunakan berupa slide power point dan buku saku ”KAP pencegahan kenakalan remaja dan pernikahan dini”. Sasaran dalam kegiatan ini adalah remaja Desa Andongsari sebanyak 30 orang yang masing-masing berasal dari organisasi dan instansi di Desa Andongsari. Hasil dari kegiatan ini adalah tercapainya antusiasme sasaran yang digambarkan melalui partisipasi aktif dan capaian kehadiran sebesar 96% dan peningkatan pengetahuan sebesar 34%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah program ”PAHALA” telah melakukan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran sasaran terkait bahaya kenakalan remaja dan pernikahan dini dengan partisipasi aktif dan terjadi peningkatan pengetahuan. Kata Kunci: Kenakalan Remaja, Pernikahan Dini, Pencegahan
PEMEJA (Pencegahan Myalgia dengan Edukasi, Senam, Dan Pembuatan Jamu Tradisional) Pada Pekerja Karet PT PP Jember Indonesia Perkebunan Widodaren Sugiyanto, Meirizka Maulidya; Wardhani, Sheilla Kusuma; Suharto, Adelia Sabina; Hadiyanto, Agus; Zahira, Zivana Zalfa; Nadhira, Aulia; Ririanty, Mury; Luthviatin, Novia; Ode, Taufan Asrisyah
ABDIMAYUDA: Indonesian Journal of Community Empowerment for Health Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Public Health, University of Jember in collaboration with PERSAKMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/abdimayuda.v3i2.48850

Abstract

Myalgia, atau nyeri otot, adalah istilah medis yang berasal dari bahasa Yunani, di mana "myo" berarti otot dan "logos" berarti nyeri. Myalgia bukanlah penyakit, melainkan gejala dari berbagai kondisi yang sering disebabkan oleh faktor-faktor seperti penggunaan otot yang berlebihan, cedera, postur tubuh yang buruk, infeksi virus atau bakteri, stres, dan ketegangan otot. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada 13 Mei 2024 di gedung serbaguna PT PP Jember Indonesia Perkebunan Widodaren, melibatkan pekerja kebun karet dan beberapa pihak terkait dengan tujuan mengurangi myalgia dan meningkatkan kesehatan. Kegiatan ini terdiri dari empat tahapan: analisis situasi untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan, perencanaan yang mencakup pembagian tugas dan alokasi dana, implementasi yang meliputi edukasi interaktif dan senam bersama, serta demonstrasi pembuatan jamu tradisional. Program diakhiri dengan penandatanganan surat komitmen oleh peserta untuk melakukan senam peregangan dan menanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di rumah masing-masing. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 80% setelah kegiatan. Kegiatan edukasi meliputi pengenalan myalgia, penyebab, gejala, dan cara pencegahannya, diakhiri dengan praktik senam Raijo Taisou untuk meningkatkan kelenturan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 68,125% pada pre-test menjadi 86,25% pada post-test, serta tingkat kehadiran peserta mencapai 89,65%. Penandatanganan surat komitmen oleh peserta menandakan keseriusan dalam menerapkan pencegahan myalgia. Secara keseluruhan, Program PEMEJA berhasil memenuhi semua indikator keberhasilan yang ditetapkan. Kegiatan Pemeja dilakukan untuk mengatasi masalah myalgia di masyarakat. Seluruh target sudah tercapai, dan penanda tanganan surat komitmen pun sukses dilakukan.
Strengthening the Concept and Self-Image of Junior High School Adolescents as an Effort to Prevent Early Marriage in Kemuning Lor Village, Jember Regency. Puspitasari, Muthia; Rif"ah, Erwin Nur; Azzahrah, Fatimah; Molasy, Honest Dody
ABDIMAYUDA: Indonesian Journal of Community Empowerment for Health Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Public Health, University of Jember in collaboration with PERSAKMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/abdimayuda.v3i2.52301

Abstract

Abstract. Jember Regency is the first region in East Java with the highest rate of child marriage cases. The low self-concept and self-image of adolescents, along with a lack of knowledge regarding reproductive health and the dangers of early marriage, are contributing factors to the prevalence of child marriage cases in Kemuning Lor Village, Arjasa District. Therefore, efforts need to be made to enhance knowledge and awareness through education. This activity employs andragogical methods with an active participative approach through the stages of situation analysis, activity identification and design, participant recruitment, implementation, and activity evaluation. The results of this activity indicate a significant increase in participants' knowledge, as evidenced by the comparison of pre-test and post-test scores. With the implementation of this activity, it is hoped that it will enhance the awareness and motivation of the youth, enabling them to change their mindset in determining the future they desire. Keywords: Child Marriage, Adolescent Self-Image, Reproductive Health, Andragogy, Active Participation Abstrak. Kabupaten Jember merupakan wilayah pertama di Jawa Timur dengan angka kasus pernikahan anak tertinggi. Rendahnya konsep dan citra diri remaja serta rendahnya pengetahuan terkait kesehatan reproduksi dan bahaya pernikahan dini menjadi faktor pendukung maraknya kasus pernikahan anak di Desa Kemuning Lor, kecamatan Arjasa. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran melalui edukasi. Kegiatan ini menggunakan metode andragogi dengan pendekatan active participative melalui tahapan Analisis Situasi, Identifikasi dan Perancangan Kegiatan, Perekrutan Peserta, Implementasi dan Evaluasi Kegiatan. Kegiatan ini didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta yang cukup signifikan dilihat dari perbandingan hasil pengerjaan soal pre test dan post test. Dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan motivasi para remaja sehingga mampu merubah pola pikir mereka dalam menentukan masa depan yang diinginkan. Kata Kunci: Pernikahan Anak, Citra Diri Remaja, Kesehatan Reproduksi, Andragogi, Active Participative
Pemberdayaan Kader Posyandu Desa Darsono Via Pelatihan Literasi Stunting dan Gizi Tumbuh Kembang Anak Tejasari, Tejasari; Rohmawati, Ninna
ABDIMAYUDA: Indonesian Journal of Community Empowerment for Health Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Public Health, University of Jember in collaboration with PERSAKMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/abdimayuda.v3i2.52495

Abstract

(1)Latar belakang : bagi kader posyandu, pelatihan literasi stunting dan gizi tumbuh kembang anak sangat membantu dalam pendampingan keluarga stunting, sebagai upaya penurunan prevalensi stunting yang masih tinggi (17%) di Desa Darsono Kabupaten Jember. Mengingat tingkat pendidikan sebagian besar kader hanya tamat sekolah dasar dan minim pengetahuan pagan, gizi, dan kesehatan, maka pelatihan tersebut menjadi penting untuk akselerasi penurunan prevalensi stunting. (2)Metode: semua kader posyandu yang terdaftar di puskesmas Arjasa menjadi peserta pelatihan satu hari, di balai desa. Capaian kelulusan disajikan secara descriptive kuantitatif mengacu standar nilai kelulusan ≥60 poin. Adapun, capaian pelatihan dievaluasi berdasarkan pembandingan nilai pre test dan post test, secara statistic dengan uji beda T. Tujuan kegiatan yaitu sejumlah 90 persen kader posyandu mengikuti seluruh sesi pelatihan, dan sebanyak 70 persen lulus pelatihan. (3)Hasil : Sebelum pelatihan, rerata nilai pengetahuan stunting dan gizi tumbuh kembang anak yang dimiliki kader posyandu sebesar 44, namun meningkat setelah pelatihan menjadi bernilai 71. Hasil analisis uji beda T menunjukkan bahwa pelatihan meningkatkan secara nyata pengetahuan kader posyandu tentang stunting dan gizi tumbuh kembang anak (nilai sig., 2-tailed=0.000 < P =0.05 ). (4)Kesimpulan: Semua kader posyandu mengikuti sesi pelatihan secara penuh dan 90 persen-nya lulus pelatihan dengan selang capaian nilai 60-95. Kata Kunci: literasi stunting, gizi tumbuh kembang, kader posyandu, MP-ASI , ASI eksklusif
Pelatihan Pemantauan Jentik bagi Santri di Pondok Pesantren Burhanul Hidayah Wikurendra, Edza Aria; Syafiuddin, Achmad; Fasya, Abdul Hakim Zakkiy; Masithah, Dewi
ABDIMAYUDA: Indonesian Journal of Community Empowerment for Health Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Public Health, University of Jember in collaboration with PERSAKMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/abdimayuda.v3i2.52627

Abstract

Kondisi geografis dan padatnya hunian rumah terutama di pesantren menjadi faktor risiko terjadinya demam berdarah dengue. Selain itu kebiasaan sebagian santri yang suka buang sampah disembarangan tempat membuat munculnya genangan air pada barang-barang bekas dan menjadi tempat biakan nyamuk. Upaya penanggulangan yang dilakukan pemerintah dinilai belum cukup untuk memberantas dan menanggulangi demam berdarah dengue. Pondok Pesantren Burhanul Hidayah sebagai wilayah mitra pengabdian masyarakat ini. Demam berdarah dengue di Kabupaten Sidoarjo masih menjadi masalah serius karena merupakan salah satu kabupaten yang cukup tinggi kasus demam berdarah dengue di Jawa Timur pada Tahun 2020. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan kontribusi dalam pemahaman lebih lanjut tentang penyakit demam berdarah dan teknis pemantauan jentik. Pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan dalam mendukung eliminiasi kasus demam berdarah di Kabupaten Sidoarjo. Peserta penyuluhan pengabdian kepada masyarakat sebanyak 13 santri dari 15 yang mengisi uji pre-test kemudian setelah dilakukan sosialisasi dan pelatihan terkait penyakit demam berdarah dan teknis pemantauan jentik terdapat kenaikan sebesar 100% atau seluruh santri berhasil meningkatkan hasil post-testnya. Pelatihan ini memberikan manfaat yang signifikan guna mengurangi kasus demam berdarah di lingkungan Pondok Pesantren Burhanul Hidayah.

Page 4 of 4 | Total Record : 36