cover
Contact Name
Djamaluddin
Contact Email
djamaluddin@mpai.uad.ac.id
Phone
+6285669045290
Journal Mail Official
jiei.mpaiuad@gmail.com
Editorial Address
Kampus 2 A MPAI-UAD Jl. Pramuka No. 42 Sidikan Umbulharjo Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Islamic Education and Innovation (JIEI)
ISSN : 27469999     EISSN : 27755665     DOI : -
The main objective of the publication is to share or publish scientific article base on research and review from professional writers, researches, teachers, and lectures about Islamic education and innovation. The paper could be the original research paper, technical paper, conceptual paper, case study, and literature review in Bahasa, English or Arabic language. The article must be never published or under consideration for publication.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No.1: January - June 2025 (In Press)" : 6 Documents clear
Asesmen pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus di SD Negeri Giwangan Kholifah, Elisa Putri; Atsari, Abdul Rohman Al; Isnaini, Rohmatun Lukluk
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.1: January - June 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v6i2.10874

Abstract

SD Negeri Giwangan merupakan institusi pendidikan yang menyediakan pendidikan inklusi. Sekolah ini mengimplementasikan pendidikan inklusi pada seluruh mata pelajaran, termasuk yaitu pembelajaran Pendidikan Agama Islam( PAI). Namun, guru menghadapi kendalam dalam penilaian proses pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penilaian pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak berkebutuhan khusus. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penampilan data, verifikasi data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan metode pembelajaran PAI dominan berpusat pada pengajar, yakni dengan ceramah dan demonstrasi, serta pembelajaran bersifat pengajaran existent. Penilaian pembelajaran melibatkan tiga ranah utama: kognitif, afektif, dan psikomotorik, dengan fokus pada penerapan materi PAI dalam kehidupan sehari-hari. Peneliti menemukan hambatan dalam pelaksanaan penilaian yaitu kurikulum  yang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan siswa, keterbatasan buku ajar PAI yang sesuai terutama bagi siswa tunanetra yang memerlukan buku dengan huruf Braille, pengajar perlu menjalin hubungan emosional dengan siswa. Mengatasi kendala- kendala ini membutuhkan pengembangan kurikulum yang lebih sesuai, penyediaan bahan ajar yang memadai, dan penerapan pendekatan emosional yang tepat untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung bagi siswa di SD Negeri Giwangan.
Analisis proses seleksi kepala sekolah terhadap pengembangan kualitas di SMP IT Al-Inabah Ponorogo Marni, Marniwati; Ikhwan, Afiful
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.1: January - June 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v6i2.11141

Abstract

Suksesi kepemimpinan menjadi dinamika yang tak terhindarkan dalam perjalanan lembaga pendidikan. Mengganti kepala sekolah terkesan sederhana, namun sangat menentukan masa depan sekolah untuk menjadi lebih baik, atau malah sebaliknya. Menyeleksi kepala sekolah yang ideal bagi warga sekolah dan stakeholder merupakan upaya untuk mengembangkan sekolah agar lebih baik di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses seleksi kepala sekolah terhadap pengembangan kualitas program di SMP IT Al-Inabah Ponorogo. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data didapatkan dari data primer terkait objek penelitian dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seleksi kepala sekolah dilaksanakan untuk mendapatkan kandidat yang unggul dengan tahapan proses pembentukan panitia, penentuan kandidat, pengambilan berita acara pelaksanaan, pengajuan kandidat, seleksi kandidat, dan penetapan kandidat terpilih. Dengan proses seperti ini, kandidat terpilih merupakan kandidat yang memiliki visi, misi, dan tujuan yang berorientasi pada pengembangan kualitas program sekolah. Kepala sekolah yang memiliki kompetensi manajerial dan kepemimpinan berdampak pada mutu siswa, guru, tenaga pendidikan, proses pembelajaran, dan sekolah.
Epistimologi Immanuel Kant sebagai perspektif dalam pengembangan Pendidikan Islam Rizki Amanda, Restu; Aulia, Selena
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.1: January - June 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Immanuel Kant dalam filsafatnya berusaha menjembatani dua aliran utama dalam epistemologi rasionalisme dan empirisme. Immanuel kant berpendapat bahwa baik rasionalisme, yang menekankan peran akal dalam memperoleh pengetahuan, maupun empirisme, yang menekankan pentingnya pengalaman inderawi memiliki kelemahan jika dipahami secara terpisah. Di sisi lain, pendidikan Islam menekankan wahyu sebagai sumber utama pengetahuan, yang dalam beberapa hal menimbulkan perbedaan mendasar dengan epistemologi yang dideskripsikan oleh Kant. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi epistemologi Kant sebagai perspektif dalam pengembangan Pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber yang relevan, seperti buku, artikel ilmiah, serta penelitian terdahulu. Tahapan analisis data meliputi identifikasi topik, pencarian dan seleksi literatur yang relevan, evaluasi kritis, serta pengorganisasian berdasarkan tema. Peneliti kemudian mensintesis data dari berbagai sumber untuk menarik kesimpulan dan mengidentifikasi celah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi kritisme yang diusung oleh Kant dapat diintegrasikan dalam mengembangkan pendidikan Islam yang lebih terbuka terhadap analisis kritis. Meskipun wahyu tetap menjadi sumber utama kebenaran, pendekatan transendental Kant memungkinkan peserta didik memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap ajaran agama. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menerima wahyu secara dogmatis, tetapi juga mampu memahaminya dengan menggunakan pemikiran rasional. Implikasinya, pendidikan Islam dapat dikembangkan menjadi lebih holistik dengan mengintegrasikan aspek intelektual, moral, dan spiritual, serta lebih siap menghadapi tantangan zaman modern.
Implementasi vicarious learning dalam menanamkan nilai ketaatan beribadah pada siswa berkebutuhan khusus di SD Muhammadiyah 3 Samarinda Nisa, Ummu Khairin; Afandi, Nur Kholik
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.1: January - June 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v6i2.12161

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku siswa berkebutuhan khusus yang belum menunjukkan ketaatan dalam proses pembelajaran. Demikian itu ditunjukkan dengan perilaku seperti seperti keluar masuk kelas tanpa izin selama pembelajaran, tidak fokus saat belajar, menggunakan bahasa kasar yang tidak sesuai dengan usianya, berteriak saat proses pembelajaran berlangsung, serta makan ketika teman-temannya sedang sholat. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis  implementasi vicarious learning dalam pembelajaran untuk menanamkan nilai ketaatai pada siswa berkebutuhan khusus di SD Muhammadiyah 3 Samarinda. Metode penelitian yang digunakan ialah jenis penelitian deskriptif. Dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis dengan model analisis dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran di SD Muhammadiyah 3 menggunakan metode vicarious learning. Dari pembelajaran tersebut memuat penanaman nilai ketaatan pada anak berkebutuhan khusus melalui pembiasaan pelaksanaan sholat dhuha dan sholat dzhuhur berjama’ah, pembelajaran al-Qur’an dengan mengaji tilawati, program sedekah jum’at, dan pembiasaan berdo’’a sebelum mengawali kegiatan. Selain itu, siswa dibiasakan untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan. Dari berbagai aktivitas, siswa memiliki nilai dan karakter taat pada saat pembelajaran. Ketaatan menjadi hal yang dibutuhkan oleh guru dari siswa, sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan tercapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Analisis program pengembangan profesi berbasis manajemen sekolah dalam mengembangkan profesional guru di MI Ma’arif NU 1 Gununglurah Rubiyantoro, Eko
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.1: January - June 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menelaah manajemen pendidik dalam pengembangan karir dan keprofesian berkelanjutan yang berdampak kepada peningkatan profesionalisme guru di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 1 Gununglurah, Banyumas. Manajemen ini mencakup komponen perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, dan kemajuan profesionalisme yang bertujuan pada pengoptimalan sumber daya manusia dalam lembaga pendidikan. Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi digital saat ini, tuntutan terhadap peningkatan kompetensi dan profesionalisme kinerja guru diperlukan perhatian dan pengembangan. Di sisi lain, program pengembangan keprofesian yang tepat sasaran dan tepat guna merupakan faktor utama dalam peningkatan kompetensi dan motivasi kerja bagi guru, yang pada muaranya akan berdampak pada mutu pendidikan dan prestasi peserta didik.Melalui pendekatan kualitatif dan jenis studi kasus, penelitian ini menggali informasi melalui observasi dan wawancara dengan kepala madrasah dan para guru. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan, bimbingan, dan kerjasama antar guru melalui forum Kelompok Kerja Guru (KKG) juga memperkuat jaringan dan profesionalisme para guru. Pengembangan profesi guru dilaksanakan dengan dukungan manajemen sekolah sebagai upaya meningkatkan kompetensi profesional guru. Kesuksesan program pengembangan karir dan keprofesian ini berdampak pada peningkatan kepuasan kerja guru serta memperluas pengelaman belajar siswa. Oleh sebab itu, pengembangan keprofesian yang berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk membangun lingkungan pendidikan yang bermutu dan sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. Penelitian ini memberikan masukan yang berharga bagi lembaga pendidikan dalam menyusun dan mengaplikasikan program pengembangan profesi yang terintegrasi dan menyeluruh, serta memaksimalkan potensi setiap guru untuk mencapai hasil pendidikan yang lebih baik.
The relationship between the level of religiosity and depression due to academic stress in university students Shidqiyah, Syahla; Firdaus , Muhammad Naufal; Bulan , Chindy; Putri , Mashita Aurellia; Islamy , Muhammad Rindu Fajar
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.1: January - June 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v6i2.12531

Abstract

This study aims to examine the relationship between religiosity and depression caused by academic stress among university students, emphasizing the role of religiosity as an effective coping strategy. Academic stress often poses significant challenges for students, triggered by academic demands, grade expectations, and unsupportive social environments, potentially leading to depression if not properly managed. Religiosity, encompassing spiritual beliefs, religious practices, and values, is believed to provide inner peace, a sense of life purpose, and optimism, thus aiding in stress management and mental health maintenance. This study used quantitative methods approach with descriptive quantitative model, involving 41 students from various public and private universities in West Java and outside West Java who completed a psychology-based questionnaire. Findings reveal that most respondents exhibit a high level of religiosity, significantly supporting their ability to cope with academic pressures, with 56% relying on religious practices as a primary stress management strategy. The study concludes that higher religiosity levels can reduce the risk of depression, enhance emotional stability, and support academic success. These findings highlight the importance of strengthening religiosity as part of efforts to prevent and address mental health issues among university students.

Page 1 of 1 | Total Record : 6