cover
Contact Name
Moh. Anas kholish
Contact Email
pjeb@peradabanpublishing.com
Phone
+62881026016404
Journal Mail Official
pjeb@peradabanpublishing.com
Editorial Address
Vila Bukit Tidar Blok E2 No 163-164 Karang Besuki Sukun, Kota Malang Postal Code 65149
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
PERADABAN JOURNAL of ECONOMIC and BUSINESS
Published by Pustaka Peradaban
ISSN : -     EISSN : 28291441     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
PERADABAN JORNAL of ECONOMIC and BUSINESS focuses its discussion concerning on theoretical and empirical topics in economics, Business and Management. Topics include, but not only, in the areas of: Monetary economics, macroeconomics and international economics. Financial management, investment, accounting, financial institutions, banking and insurance. Leadership, strategic leadership, corporate governance, organizational behavior and industrial psychology Marketing and sales management Human resources management and Human capital Management Entrepreneurship and management of small and medium enterprises Sustainable business and economy Islamic economy and Islamic financial system
Articles 56 Documents
Pengaruh Fasilitas dan Pengalaman Wisatawan terhadap Minat Berkunjung Kembali melalui Kepuasan Wisatawan: Studi pada Kabupaten Brebes Yussabila, Ghina Zaki; Sutarmin, Sutarmin
Peradaban Journal of Economic and Business Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjeb.v4i2.522

Abstract

Tourism is one of the key sectors that significantly contributes to regional development, including in Brebes Regency. However, the intense competition among tourist destinations requires managers to understand the factors influencing tourists’ intention to revisit. This study aims to examine the influence of tourism facilities and tourist experiences on revisit intention, with tourist satisfaction as a mediating variable. A quantitative approach was employed using accidental sampling with 150 respondents who had previously visited tourist attractions in Brebes Regency. Data were analyzed with Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Square (PLS) using SmartPLS version 4. The results reveal that tourist experiences and satisfaction significantly enhance revisit intention, while tourism facilities show no significant effect. Theoretically, this study enriches the literature on the mediating role of tourist satisfaction in tourism studies. Practically, the findings suggest that tourism managers in Brebes Regency should prioritize improving tourist experiences to strengthen revisit intention. Pariwisata merupakan salah satu sektor penting yang berkontribusi besar terhadap pembangunan daerah, termasuk di Kabupaten Brebes. Namun, ketatnya persaingan antar destinasi menuntut pengelola untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi niat kunjungan ulang wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitas wisata dan pengalaman wisata terhadap niat kunjungan ulang dengan kepuasan wisatawan sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik accidental sampling terhadap 150 responden yang pernah berkunjung ke objek wisata di Kabupaten Brebes. Analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) menggunakan SmartPLS versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman wisata dan kepuasan wisatawan berpengaruh positif terhadap niat kunjungan ulang, sedangkan fasilitas wisata tidak berpengaruh signifikan. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur mengenai peran mediasi kepuasan wisatawan dalam studi pariwisata. Secara praktis, temuan ini menyarankan agar pengelola pariwisata di Kabupaten Brebes lebih memfokuskan pada peningkatan pengalaman wisata dibandingkan fasilitas untuk memperkuat niat kunjungan ulang.
DAMPAK GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN SEKTOR KESEHATAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2021-2023): Evidence from Indonesian Healthcare Companies Putri, Leoni Frissillia; Fuadi, Fauzan; Sinatria, Naufal; Mulyono, Andi
Peradaban Journal of Economic and Business Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjeb.v4i2.528

Abstract

Financial performance reflects a company’s condition and its capacity to sustain operations. The decline in performance among several healthcare companies highlights the relevance of good corporate governance (GCG). This study examines the effect of GCG mechanisms—board of directors, board of commissioners, independent commissioners, institutional ownership, and company size—on the financial performance of healthcare companies listed on the Indonesia Stock Exchange. Using a quantitative approach with multiple linear regression analysis, the study finds that all governance mechanisms positively influence financial performance. Larger boards of directors enhance decision-making and oversight, boards of commissioners strengthen strategic control, independent commissioners promote transparency, institutional ownership improves managerial discipline, and larger company size increases operational efficiency. These results provide empirical support for agency theory by showing that governance structures reduce conflicts of interest and improve accountability. The findings also suggest practical implications: companies are encouraged to reinforce governance mechanisms, while regulators should continue promoting strict GCG practices to maintain stability in the healthcare sector. Kinerja keuangan mencerminkan kondisi perusahaan sekaligus kapasitasnya dalam menjaga keberlangsungan operasional. Penurunan kinerja pada beberapa perusahaan kesehatan menegaskan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG). Penelitian ini mengkaji pengaruh mekanisme GCG—dewan direksi, dewan komisaris, komisaris independen, kepemilikan institusional, dan ukuran perusahaan—terhadap kinerja keuangan perusahaan kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis regresi linier berganda, hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh mekanisme tata kelola berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Dewan direksi yang lebih besar meningkatkan pengambilan keputusan dan pengawasan, dewan komisaris memperkuat pengendalian strategis, komisaris independen mendorong transparansi, kepemilikan institusional memperbaiki disiplin manajerial, dan ukuran perusahaan yang lebih besar meningkatkan efisiensi operasional. Temuan ini memberikan dukungan empiris bagi teori agensi dengan menunjukkan bahwa tata kelola mampu mengurangi konflik kepentingan dan meningkatkan akuntabilitas. Secara praktis, hasil penelitian menyarankan agar perusahaan memperkuat mekanisme tata kelola, sementara regulator perlu terus mendorong penerapan GCG yang ketat untuk menjaga stabilitas sektor kesehatan.
Analisis Determinan Ekspor Kopi dan Teh ke Negara Amerika Serikat Tahun 1994 – 2024: Pendekatan Model Gravitasi Salsabila, Salsabila
Peradaban Journal of Economic and Business Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjeb.v4i2.531

Abstract

Coffee and tea are among Indonesia’s key export commodities, with the United States serving as one of the main markets. This study aims to analyze the factors influencing Indonesia’s coffee and tea exports to the United States during the period 1994–2024. The method employed is multiple linear regression using the OLS approach, with independent variables including the real exchange rate, destination-country prices, and the Corruption Perceptions Index as a proxy for institutional quality. The findings indicate that for coffee, both the real exchange rate and the corruption index significantly affect export values, while prices are not significant. In contrast, for tea, only the corruption index shows a significant effect. These results highlight the different market responses between coffee and tea in the United States. Theoretically, this study contributes to the literature on the determinants of agricultural exports, while practically, it provides insights for policymakers and exporters to enhance the competitiveness of Indonesia’s coffee and tea in international markets. Kopi dan teh merupakan komoditas ekspor penting Indonesia dengan Amerika Serikat sebagai salah satu pasar utama. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi nilai ekspor kopi dan teh ke Amerika Serikat periode 1994–2024. Metode yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan pendekatan OLS, dengan variabel independen meliputi nilai tukar riil, harga di negara tujuan, serta Indeks Persepsi Korupsi sebagai proksi kualitas institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada komoditas kopi, nilai tukar riil dan indeks korupsi berpengaruh signifikan terhadap nilai ekspor, sedangkan harga tidak signifikan. Sementara itu, pada komoditas teh hanya indeks korupsi yang berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan adanya perbedaan respon pasar antara kopi dan teh di Amerika Serikat. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur mengenai determinan ekspor komoditas pertanian, sedangkan secara praktis memberikan masukan bagi pembuat kebijakan dan eksportir untuk meningkatkan daya saing kopi dan teh Indonesia di pasar internasional.
Korupsi, Distorsi Belanja Pendidikan, dan Peran Akuntansi Sektor Publik: Sebuah Tinjauan Literatur Aiman, Rahmat
Peradaban Journal of Economic and Business Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjeb.v4i2.541

Abstract

Corruption is a systemic issue often considered to distort the allocation and effectiveness of education spending. This study aims to (1) analyze the indicators of corruption measurement used in empirical research, (2) map the impact of corruption on the allocation and effectiveness of education spending, (3) identify the underlying theories, and (4) examine the contribution of public sector accounting as a control instrument. This research employs a literature review method by analyzing 14 selected articles from the Google Scholar and ScienceDirect databases that meet the inclusion criteria. The findings reveal that (1) cross-country studies rely on macro perception indicators (CPI, WGI, ICRG), while national studies use specific case and audit data; (2) corruption is proven to distort education spending through three main mechanisms: reduced budget allocation, diversion of funds to less transparent sectors, and significant fund leakages; (3) rent-seeking theory is the most dominant and comprehensive theoretical lens to explain this phenomenon; and (4) public sector accounting plays a crucial role in mitigating corruption through mechanisms of transparency, internal control, and accountability. This study contributes theoretically by integrating fragmented literature and offering policy recommendations based on public sector accounting to mitigate corruption in education allocation and spending. Korupsi merupakan masalah sistemik yang sering dianggap mendistorsi alokasi dan efektivitas belanja pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis indikator pengukuran korupsi yang digunakan dalam penelitian empiris, (2) memetakan dampak korupsi terhadap alokasi dan efektivitas belanja pendidikan, (3) mengidentifikasi teori-teori yang mendasarinya, dan (4) menganalisis kontribusi akuntansi sektor publik sebagai instrumen pengendalian. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan menganalisis 14 artikel terpilih dari database Google Scholar dan ScienceDirect yang memenuhi kriteria inklusi. Temuan ini menungkapkan bahwa (1) studi lintas negara mengandalkan indikator persepsi makro (CPI, WGI, ICRG) sementara studi nasional menggunakan data kasus dan audit spesifik, (2) korupsi terbukti mendistorsi belanja pendidikan melalui tiga mekanisme utama: pengurangan alokasi anggaran, pengalihan dana ke sektor yang kurang transparan, serta kebocoran dana yang signifikan, (3) teori rent-seeking merupakan lensa teoretis paling dominan dan komprehensif untuk menjelaskan fenomena ini, dan (4) akuntansi sektor publik memegang peran krusial memitigasi korupsi melalui mekanisme transparansi, pengendalian internal, dan akuntabilitas. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis dengan mengintegrasikan literatur terfragmentasi serta menawarkan rekomendasi kebijakan berbasis akuntansi sektor publik untuk memitigasi korupsi dalam alokasi dan belanja pendidikan.
Efek Insentif Pajak terhadap Kinerja Ekonomi Sektoral dan Nasional: Analisis Simulasi Tabel Input-Output Tahun 2021 Syahril, Syahril
Peradaban Journal of Economic and Business Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjeb.v4i2.542

Abstract

The government uses tax incentives as one of the fiscal policy instruments to stimulate the economy. Over the last five years, the government has increased tax incentives, especially during the Covid-19 period. Although tax incentives deviate from general tax regulations and reduce state revenues, they can be considered as increasing government expenditures because they fall under the category of state expenditures. This study aims to determine the impact of tax incentives provided by the government in 2021 on the business sector and its effect on sectoral changes, national output, GDP, and employment. To analyze the effect of incentives, an input-output simulation analysis was used with the scenario that tax spending is equivalent to government spending. The input-output table data used is the 2016 input-output table, updated to 2021. The results show that the manufacturing and agricultural industry sectors that receive relatively large tax incentives experience a significant effect on changes in output, GDP, and employment compared to other sectors. Secondly, there are several strategic sectors that receive low tax incentives. Thirdly, some sectors are given high tax incentives, but the effect of changes in output, GDP, and employment is lower than sectors with low tax incentives, and vice versa. Theoretically, this study contributes to understanding the impact of tax incentives on Indonesia's economy, particularly in business sectors that have generally been underexplored in Indonesia. Practically, it assists the government in formulating sector-specific tax incentive policy strategies. Pemerintah menggunakan insentif perpajakan sebagai salah satu instrumen kebijakan fiskal untuk mendorong perekonomian. Dalam lima tahun terakhir, insentif pajak yang diberikan pemerintah cenderung naik, terutama pada periode Covid-19. Karena bersifat menyimpang dari peraturan perpajakan secara umum, insentif pajak jelas mengurangi pendapatan negara, tapi bisa dianggap menaikkan belanja pemerintah karena secara substansial termasuk dalam kategori belanja negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efek dari insentif pajak yang diberikan pemerintah tahun 2021 berdasarkan sektor usaha terhadap perubahan output sektoral, nasional, PDB, dan penyerapan tenaga kerja. Untuk mengetahui efek insentif metode analisis yang digunakan adalah analisis simulasi input output dengan skenario yang digunakan adalah belanja perpajakan sama dengan belanja pemerintah. Data tabel input output yang digunakan adalah tabel input output tahun 2016 yang diupdate ke tahun 2021. Hasilnya, pertama sektor industri pengolahan dan pertanian yang mendapatkan insentif pajak relatif besar mengalami efek perubahan output, PDB, dan penyerapan tenaga kerja yang cukup besar dibandingkan sektor lain. Kedua, ada beberapa sektor yang strategis tapi insentif pajaknya rendah. Ketiga, ada beberapa sektor yang diberikan insentif pajak tinggi tapi efek perubahan output, PDB, dan penyerapan tenaga kerjanya lebih rendah dari sektor yang insentif pajaknya rendah, begitupun sebaliknya. Secara teoritis, berkontribusi terhadap untuk memahami dampak insentif pajak terhadap perekonomian Indonesia, terutama dalam sektor-sektor usaha, yang umumnya belum banyak diteliti di Indonesia, sementara secara praktis, membantu pemerintah menyusun strategi kebijakan insentif pajak yang bersifat sektoral.
Dampak Strategi Keuangan dan Pemasaran terhadap Kinerja UMKM di Pasar Simpang Limun Kota Medan Wandira, Ayu; Sari, Ade Indah
Peradaban Journal of Economic and Business Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjeb.v4i2.551

Abstract

Financial and marketing strategies play a crucial role in supporting the performance and sustainability of micro, small, and medium enterprises (MSMEs). This study aims to examine the effect of financial strategy and marketing strategy on the business performance of MSMEs in the Simpang Limun market, Medan. Using an associative quantitative research design, data were collected from 100 MSME entrepreneurs. The data were analyzed through multiple linear regression and the Sobel test with the assistance of SPSS software. The findings show that financial strategy has a significant positive effect on MSME performance. Similarly, marketing strategy also exerts a positive and significant influence. Furthermore, financial and marketing strategies simultaneously have a stronger effect on improving MSME performance. These results highlight the importance of integrating financial management and marketing practices to enhance competitiveness and ensure the sustainability of MSMEs in traditional-modern market contexts. Strategi keuangan dan strategi pemasaran berperan penting dalam mendukung kinerja serta keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh strategi keuangan dan strategi pemasaran terhadap kinerja UMKM di Pasar Simpang Limun, Medan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif asosiatif dengan melibatkan 100 pelaku UMKM sebagai sampel. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dan uji Sobel dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Demikian pula, strategi pemasaran juga memberikan pengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, strategi keuangan dan strategi pemasaran memiliki pengaruh yang lebih kuat dalam meningkatkan kinerja UMKM. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi antara pengelolaan keuangan dan praktik pemasaran dalam meningkatkan daya saing serta memastikan keberlanjutan UMKM di konteks pasar tradisional-modern.