cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Arah Pendidikan IPA Masa Kini: Stem Education for Sustainability Development Permanasari, Anna
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan IPA saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan, utamanya karena selain memberikan pengetahuan tentang sains, Pendidikan IPA juga harus memberikan kontribusi terhadap upaya mempertahankan kondisi lingkungan alam semesta serta mendukung pencapaian tujuan dunia, yang dikenal sebagai Sustainable Development Goals (SDGs). Ada 17 tujuan yang dipromosikan oleh Badan Dunia PBB melalui UNESCO dalam dokumen SDGs diantaranya adalah menghilangkan kemiskinan dan kelaparan, hidup dengan air bersih, terjaganya kehidupan bawah laut, terjaganya stabilitas ekonomi, dan meningkatnya kualitas Pendidikan. Education for Sustainability Development (ESD) merupakan framework Pendidikan untuk mencapai SDGs yang mengakomodasi akselerasi pencapaian SDGs, yaitu mencakup perbaikan lingkungan hidup, kondisi social dan kesehatan, serta kesejahteraan masyarakat. Dengan framework ESD, Pendidikan IPA diarahkan untuk tujuan tersebut melalui upaya membangun keterampilan abad 21 yang mencakup keterampilan berpikir kritir, kreatif, keterampilan berkomunikasi serta berkolaborasi. Pendekatan Pembelajaran STEM yang saat ini sedang dipopulerkan di banyak negara memberikan percepatan terhadap harapan terwujudnya kedamaian ketertiban dan kesejahteraan dunia dengan penerapan framework ESD. Dengan Pembelajaran STEM ESD, siswa kita tidak hanya belajar tentang bagaimana sains dan matematika digunakan untuk membangun teknologi, namun lebih jauh dapat membangun kesadaran serta keterampilan dan keahlian siswa bagaimana membangun teknologi tanpa mengabaikan lingkungan hidup, tanpa mengabaikan sendi2 kehidupan bermasyarakat, serta memprioritaskan upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Upaya ini harus dimulai dari membangunkan terlebih dahulu guru- guru IPA. Hasil penelitian deskriptif menunjukkan bahwa umumnya guru IPA masih belum memiliki persepsi yang sama terhadap pembelajaran STEM dan STEM-ESD. Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa strata Pendidikan sangat memberikan kontribusi terhadap pemaknaan guru IPA terkait STEM-ESD. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas guru-guru IPA melalui pelatihan ataupun studi lanjut ke jenjang lebih tinggi S2 dan S3, sangat direkomendasikan.
Pembelajaran Biologi Molekular dan Bioteknologi dalam Konsep Merdeka Belajar Pratiwi, Rarastoeti
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar umat manusia. Setiap insan yang dilahirkan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Proses pendidikan mencakup 4 pilar pembelajaran, yakni learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together. Keempat pilar tersebut memiliki aspek yang sangat luas untuk dapat diterapkan. Salah satunya, dikaitkan dalam pembelajaran IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) bidang Biologi, khususnya mata pelajaran Biologi Molekuler dan Bioteknologi. Selain itu, pembelajaran dapat dikaitkan dengan tingkatan (leveling) peserta didik, dari tingkat Pra Sekolah (Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-kanak), Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama atau sederajad, Sekolah Menengah atas atau sederajad, hingga Perguruan Tinggi. Pendidikan dan pembelajaran perlu menyesuaikan perkembangan jaman, dengan tantangan masing-masing jaman yang berbeda, khususnya terkait IPTEK. Dalam paparan topik ini, akan diulas lebih jauh tentang pembelajaran Biologi Molekuler dan Bioteknologi dalam konsep Merdeka Belajar, yang dikaitkan dengan tingkatan peserta didik. Dalam rangka mengikuti, mengisi dan mengantisipasi perkembangan jaman terkini hingga berikutnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah menerapkan program Merdeka Belajar. Beberapa konsep tentang program Merdeka Belajar, antara lain arah kebijakan yang meliputi pengembangan literasi, numerasi dan karakter siswa. Selain itu, pelaksanaan proses pendidikan menjadi lebih otonom dengan kultur pembelajaran yang lebih inovatif. Diharapkan dengan konsep Merdeka Belajar, guru dan peserta didik lebih termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran, hingga tercapai tujuan pendidikan maupun pembelajaran secara optimum, serta dilaksanakan secara lebih membahagiakan, termasuk didalamnya pembelajaran untuk mata pelajaran Biologi Molekuler dan Bioteknolgi.
Lichen dalam Perspekstif Perkembangan Penelitian Biologi di Masa Kini dan Nanti Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lichen atau yang biasa diistilahkan dengan lumut kerak adalah organisme simbiosis antara alga dan jamur (fungi). Dinamakan lumut kerak karena tubuh menyerupai lumut dan tumbuh mengerak (menempel sangat erat) pada substrat. Lichen merupakan kelompok tumbuhan rendah yang saling bersimbiosis yang dinamakan symbiont. Bagian alga dinamakan photobiont merupakan bagian yang mempu melakukan proses fotosintesis sedangkan jamur dinamakan mycobiont, merupakan bagian yang memberikan perlindungan dan bentuk tubuh lichen. Tubuh lichen masih sangat sederhana sehingga diistilahkankan dengan thalus. Thalus ini menempel pada substrat yang menjadi tempat hidupnya, beberapa jenis substrat tersebut misalnya bebatuan, beton, tanah yang keras dan pohon.
Conservation and Sustainability of Sowang Plant: Does Folk Taxonomy Play an Important Role? Sanito, Raynard Christianson
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sowang (Xanthostemon novoguineensis Valeton) plays an important role in supporting the life of local communities in Papua. Sowang, the endemic plant from Papua Province, Indonesia, has faced the high issues related to land conversion, forest burning, and logging, where this plant can be found in Cyclops mountain. This paper gives the information on the important role of folk taxonomy, which is associated with the sustainability of Sowang in their natural habitat. The study of folk taxonomy plays a significant role in identifying Sowang in their natural habitat by the local communities. Furthermore, the exploration of this study in the field can be conducted to understand the function, distribution and population in their natural habitat. After that, the strategies for protecting this plant can be implemented, involving governments, researchers and local communities. Further studies associated with the folk taxonomy should be implemented for the conservation of Sowang for the sustainabilityof this plant in Papua.
Analisis Spasio-Temporal Kasus Covid-19 di Indonesia Tahun 2020 Nursafingi, Afi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk menekan laju peningkatan kasus Coronavirus disease (COVID-19). Variasi respon berbagai pihak dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut berdampak pada beragamnya dinamika kasus COVID-19 diberbagai daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola distribusi spasial dan mendeteksi kluster spasial kasus COVID-19 di 34 provinsi di Indonesia pada periode Maret hingga Desember 2020. Analisis data menggunakan pendekatan analisis spasio-temporal. Selama tahun 2020, kecenderungan jumlah total kasus COVID-19 dan jumlah pasien sembuh meningkat di 28 provinsi, jumlah pasien meninggal meningkat di 16 provinsi, recovery rate (RR) meningkat di 18 provinsi, dan case fatality rate (CFR) meningkat di satu provinsi sedangkan di enam provinsi lainnya mengalami penurunan (99% confidence). Kluster temporal jumlah kasus COVID-19 dan pasien sembuh untuk kategori sedang terdeteksi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sedangkan untuk kategori tinggi terdeteksi di DKI Jakarta. Kluster temporal pasien meninggal untuk kategori sedang terdeteksi di Jawa Tengah dan DKI Jakarta sedangkan untuk kategori tinggi terdeteksi di Jawa Timur. Evaluasi penanganan kasus COVID-19 ditingkat nasional maupun provinsi perlu dilakukan secara berkala untuk meningkatkan efektifitas upaya penanganan. Pendekatan epidemiologi spasial dalam penanganan COVID-19 perlu dilakukan secara terus-menerus sehingga perkembangan kasus COVID-19 dapat terpantau.
Kadar Prolin dan Indeks Toleransi Pinak Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Hasil Kultur Jaringan di PTPN VII Cinta Manis pada Cekaman Kekeringan Sumariana, S; Juswardi, J
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PTPN VII Cinta Manis merupakan industri perkebunan tebu yang menerapkan teknik kultur jaringan. Teknik ini diterapkanuntuk memperbanyak bibit yang toleran terhadap gulma, namun permasalahan abiotik seperti kekeringan belum diperhatikan.Cekaman kekeringan merupakan kondisi dimana kadar air dalam tanah minim untuk pertumbuhan dan perkembangantanaman. Tanaman memiliki mekanisme khusus menghadapi cekaman kekeringan dengan mengakumulasi prolin.Tujuanpenelitian adalah ini untuk mengevaluasi kadar prolin pada tebu hasil kultur jaringan yang diberi perlakuan cekamankekeringan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu penyiraman 1 hari sekali (kadar air tanah 53%), 5hari sekali (kadar air tanah 28%), 10 hari sekali (kadar air tanah 18%), dan 15 hari sekali (kadar air tanah 10%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa makin tinggi perlakuan cekaman yang diberikan dan kadar air tanah yang rendah menyebabkan akumulasi prolin makin meningkat. Kadar prolin dengan perlakuan penyiraman 1 hari sekali, 5 hari sekali, 10 hari sekali, dan 15 hari sekali berturut-turut 82,4 µmol/g, 104,7 µmol/g, 119,4 µmol/g, dan 136,5 µmol/g. Indeks toleransi tebu hasil kultur jaringan yang diberi perlakuan cekaman kekeringan berturut-turut 104%, 108% 111%, semuanya di atas 100% dan lebih besar dari tanpa cekaman kekeringan. Berdasarkan akumulasi prolin dan indeks toleransi pinak tanaman tebu hasil kultur jaringan di PTPN VII Cinta Manis menunjukkan toleransi terhadap cekaman kekeringan.
Identifikasi dan Klasifikasi Spesies Rotan di Indonesia Kalima, Titi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rotan merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang sangat potential, tumbuh luas di Indonesia dan telah banyak dimanfaatkan serta diperdagangkan. Indonesia masih menyimpan banyak potensi rotan yang masih perlu digali dan dikembangkan agar dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Inventarisasi tumbuhan rotan memerlukan pengetahuan tentang identifikasi khususnya informasi mengenai ciri morfologi tumbuhan yang dapat membedakan jenis rotan satu dengan jenis rotan lainnya. Untuk memepelajari dan mengenali jenis-jenis rotan, diperlukan sarana peragaan dan latihan terus menerus, sehingga pengetahuan tentang keanekaragaman sifat berbagai jenis rotan dapat dikuasai dengan baik, karena pada dasarnya setiap jenis rotan memiliki seperangkat sifat morfologi yang berbeda dari jenis rotan lainnya. Banyak metode yang dapat digunakan untuk mengetahui identitas suatu jenis rotan, diantaranya dengan konfirmasi langsung kepada ahlinya, mencocokkan dengan spesimen, atau dengan menggunakan suatu instrumen yaitu kunci identifikasi atau kunci determinasi.
Pemanfaatan Limbah Nanas dan Limbah Bulu Ayam sebagai Bahan Baku Pop dengan Penambahan Lumbricus terrestis dan Tenebrio molitor sebagai Dekomposer Akbar, Novandita Aulia; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk organik merupakan pupuk yang terbuat dari bahan organik seperti limbah sayuran, kotoran ternak dan juga berasal dari makhluk hidup yang telah mati. Pembusukan dari bahan bahan organik dan mahkluk hidup yang telah mati menyebabkan perubahan sifat fisik dari bentuk sebelumnya. Pemanfaatan limbah kulit nanas dan bulu ayam dengan penambahan Lumbriscus terrestris dan Tenebrio molitor sebagai dekomposer dapat dijadikan pupuk organik padat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengamatan sensoris pada pemanfaatan limbah kulit nanas dan bulu ayam dengan penambahan Lumbriscus terrestris dan Tenebrio molitor sebagai deckomposer. Penelitian dilaksanakan di Kost Griya Kusuma, Menco 5, Gonilan Kartasura. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor menggunakan 4 taraf perlakuan yaitu B1D1 limbah ampas tebu 325 gram dengan Lumbriscus terrestris dan pemberian dosis limbah bulu ayam 50 g/5 hari, B1D2 limbah kulit nanas 300 gram dengan Lumbriscus terrestris dan pemberian dosis limbah bulu ayam 75 g/5 hari. B2D1 limbah kulit nanas 325 gram dengan Tenebrio molitor dan pemberian dosis limbah bulu ayam 50 g/5 hari, B2D2 limbah kulit nanas 300 gram dengan Tenebrio molitor dan pemberian dosis limbah bulu ayam 75 g/5 hari. Analisis data yang digunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ciri-ciri kompos yang sudah matang yaitu berwarna coklat kehitaman, tekstur remah, aroma tidak berbau atau tidak menyengat, dan pH 6. Hasil penelitan dapat disimpulkan bahwa kualitas pupuk organik sesuai dengan kualitas pupuk organik SNI 19-7030-2004.
Efektivitas Hand Sanitizer Kombinasi Ekstrak Biji Alpukat dan Jeruk Nipis terhadap Uji Sensoris dengan Penambahan Carbopol dan Triklosan Risalam, Nazzilah Maluha; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hand sanitizer adalah pembersih tangan yang praktis karena bisa digunakan tanpa menggunakan air dan sabun serta mampu menghambat maupun membunuh bakteri. Pengaplikasian alkohol pada sediaan antiseptik dirasakan kurang aman untuk kesehatan, hal ini karena alkohol adalah pelarut organik yang mampu melarutkan lapisan lemak serta sebum yang ada di kulit yang berfungsi sebagai pelindung terhadap infeksi mikroorganisme dan jika alkohol digunakan secara berulang bisa menyebabkan iritasi terhadap kulit. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk untuk mengetahui uji sensoris (aroma, warna, dan pH) hand sanitizer kombinasi biji alpukat dan jeruk nipis dengan penambahan carbopol dan triklosan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian RAL ini akan menggunakan 2 faktor yaitu perbandingan ekstrak biji alpukat dan jeruk nipis 75%, 50%, dan 25%. Dan untuk faktor yang kedua ialah perbandingan carbopol dan triclosan yaitu 0,5% dan 1%. Hasilnya pada aroma yang lebih dominan terhadap ekstrak biji alpukat atau jeruk nipis yang dapat dilihat dari banyaknya jumlah formulasi yang diberikan terhadap hand sanitizer. Lalu warna yang dihasilkanberwarna kuning tua hingga kuning keputihan. dan pada uji ph pada semua percobaan menghasilkan hasil yang sama yaitu 6, yang sesuai dengan syarat ph kulit. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya keberagaman aroma dan warna serta kesamaan pada ph dari sediaan hand sanitizer kombinasi ekstrak biji alpukat dan jeruk nipis terhadap uji sensoris dengan penambahan carbopol dan triklosan.
Pemanfaatan Azolla mycrophylla dan Daun Kersen Sebagai Pupuk Organik Cair (POC) dengan Penambahan Bioaktivator Rebung Bambu Irawan, Doni Lucki; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Azolla mycrophylla memiliki potensi yang besar sebagai bahan dasar pupuk organik cair karena dapat melakukan simbiosis dengan bakteri hijau dan mampu mengikat nitrogen dari udara secara mandiri. Bahan organik lain sebagai bahan dasar pupuk harus mengandung unsur hara yang tinggi bagi pertumbuhan tanaman seperti Daun Kersen. Penambahan Rebung bambu digunakan sebagai perombak bahan organik Azolla mycrophylla dan Daun Kersen. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas pupuk organik cair (POC) kombinasi Azolla mycrophylla dan daun kersen dengan penambahan bioaktivator rebung bambu ditinjau dari karakteristik sensoris. Penelitian dilakukan di Greenhouse Laboratorium Biologi UMS dengan metode ekspeimen dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu komposisi bahan Azolla microphylla dengan daun kersen dan penambahan bioaktivator rebung bambu. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dengan 3 ulangan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Adapun faktor 1 yaitu Komposisi bahan Azolla microphylla dan daun kersen, A1= 120 ml : 180 ml. Dan faktor 2 yaitu Penambahan MOL rebung bambu, P1= 75 ml dan P2= 100 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas terbaik pupuk organik cair (POC) kombinasi Azolla mycrophylla dan daun kersen dengan penambahan bioaktivator rebung bambu ditinjau dari karakteristi sensoris ditunjukkan pada perlakuan P2A1 dengan karakteristik sensoris berupa tekstur yang cair, warna cokelat bercak putih, tidak bergelembung, aroma seperti bau tape yang menyengat, dan pH bersifat asam yaitu 4. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik sensoris pada pupuk organik cair memengaruhi kualitas dari pupuk organik cair.