cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Kontribusi Biologi dalam Ilmu Forensik Hakim, Rosyid Ridlo Al; Putri, Esa Rinjani Cantika; Rukayah, Siti; Nasution, Erie Kolya
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biologi forensik merupakan cabang ilmu forensik yang menggunakan pendekatan biologis dari skala jasad hingga molekuler dalam mengungkap suatu kebenaran bukti hayati. Dalam penerapannya, biologi forensik melibatkan banyak bidang ilmu lain untuk memaksimalkan pengungkapan bukti kebenaran. Biologi forensik dewasa ini telah berkembang menjadi bagian penting dalam ilmu forensik dan kriminologi untuk mengungkap kasus kejahatan kriminal. Studi ini memberikan penjabaran bagaimana ilmu biologi dapat berkontribusi dalam ilmu forensik, dari segi pandangan, fundamental ilmu forensik hayati, dan peran biologi dalam mengungkap kebenaran.
Pertumbuhan Tanaman Sawi Sendok (Brassica rapa L.) pada Media yang Ditambahkan POC Kulit Pisang Kepok Wahyuni, Indah; Suparti, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit pisang kepok adalah sampah buangan yang masih belum banyak dibanyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Tujuan penelitian dapat memberikan pertumbuhan tanaman sawi sendok pada media yang ditambahkan POC kulit pisang kepok. Kandungan pada kulit pisang adalah zat besi, vitamin B1, vitamin C, karbohidrat, kalsium, dan protein. Manfaat tanaman sawi sendok yaitu sebagai lemak, karbohidrat, protein vitamin A, B, C yang penting bagi kesehatan, dapat dipercaya menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk, penyembuh sakit kepala dan juga dapat membersihkan darah. Pada hidroponik membutuhkan media tanam yang memiliki daya serap baik. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 Faktor, 5 kali pengulangan, dan 3 dosis pemberian POC yang berbeda (200 ml, 400 ml, dan 600 ml). Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode eksperimen kuantitatif. Data dianalisis menggunakan One way anova dan dilanjutkan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan untuk menunjukkan POC kulit pisang kepok tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Tahap pengumpulan data dengan parameter tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman sawi sendok (Brassica rapa L.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC kulit pisang kepok, hasil rerata tinggi tanaman tertbaik pada perlakuan P3 adalah 12.2 cm dan rerata jumlah daun 15.2 helai. Sedangkan pada hasil rerata tinggi tanaman terendah adalah 9.8 cm pada perlakuan P1 dan jumlah daun terendah 9.6 helai pada perlakuan P1.
Efektivitas Hand Sanitizer Kombinasi Ekstrak Biji Alpukat dan Kayu Secang terhadap Uji Sensoris dengan Penambahan Carbopol dan Triklosan Gernes, Geswin; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum hand sanitizer mengandung 60%-90% alkohol yang dapat menyebabkan iritasi, infeksi, dan alergi. Oleh karena itu untuk mengurangi penggunaan alkohol maka digunakanlah kombinasi Ekstrak Biji Alpukat dan Kayu secang yang mengandung senyawa antibakteri. Selain itu juga dilakukan penambahan carbopol dan triklosan untuk menambah keefektifitasan hand sanitizer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji sensoris dengan parameter warna, aroma, dan pHdari handsanitizersediaan gel. Jenis penelitian menggunakan metode eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) 2 faktorial. Faktor pertama yaitu perbandingan ekstrak biji alpukat dan kayu secang (J) J1= 75% : 25%, J2= 50% : 50%, J3= 25% : 75%dan faktor kedua yaitu perbandingan carbopol dan triklosan (A) A1=0,5% : 0,5%, A2= 0,5% : 1%. Hasil pengamatan sensoris warna menunjukan bahwa warnanya cokelat hingga merah gelap dan aroma biji alpukat lebih dominan pada konsentrasi 75% dan 50%, serta semua perlakuan memiliki nilai pH 6. Simpulan dari penenlitian ini terdapat keberagaman aroma dan warna pada hand sanitizer kombinasi ekstrak biji alpukat dan kayu secang yang ditambahkan carbopol dan triklosan., serta seluruh perlakuan memiliki nilai pH 6.
Evektifitas Hand Sanitizer Kombinasi Biji Alpukat dan Lidah Buaya terhadap Uji Sensoris dengan Penambahan Carbopol dan Triklosan Hanara, Rizki; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hand senitizer berbahan utama alcohol apabila di gunakan secara terus menurus akan mengakibatkan iritasi pada kulit sehingga di butuhkan hand senitizer dengan bahan alami, salah satu bahan alami yang dapat di gunakan sebagai pengganti alcohol yaitu biji alpukat dan lidah buaya karena kedua bahan tersebut memiliki senyawa antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui aroma, warna dan pH hand sanitizer kombinasi biji alpukat dan gel lidah buaya dengan penambahan carbopol dan triclosan, penelitian di lakukan di laboratorium Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMS. Metode penelitian yaitu metode eksperiment. Rancangan penelitian menggunakan Teknik rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan yaitu: Factor 1: perbandingan ekstrak biji alpukatdan gel lidah buaya, Factor 2: perbandingan Carbopol dan Triklosan. Analisis yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa aroma yang dihasilkan dari handsenitizer yaitu aroma biji alpukat, konsentrasi biji alpukat yang lebih tinggi memiliki aroma biji alpukat yang lebih menyengat, warna yang di hasilkan yaitu warna coklat kemerahan dan memiliki pH 6 yang bersifat asam dan tergolong aman untuk tangan. Simpulan dari penelitian ini yaitu handsenitizer kombinasi biji alpukat dan lidah buaya dengan penambahan Carbopol dan triclosan memiliki keberagaman aroma dan warna dan memiliki pH yang sama yaitu 6 dimana nilai pH 6 sesuai dengan SNI No. 06-2588-1992 hand senitizer yang beredar di pasaran.
Pemanfaatan Azolla microphylla dan Daun Kelor sebagai Bahan Pupuk Organik Cair dengan Penambahan Bioaktivator Rebung Bambu Betung Palupi, Ratna; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk organik merupakan pupuk yang terbuat dari bahan-bahan organik seperti sisa-sisa sayuran, kotoran ternak ,limbah, dan sebagainya dan juga berasal dari makhluk hidup yang telah mati. Pembuatan pupuk organik dapat memanfaatkan proses fermentasi yang dapat dibantu oleh mikroorganisme yang berasal dar bioaktivator salah satu contoh bahan yang dapat dijadikan bioaktivator adalah rebung. Azolla microphylla dan daun kelor dipilih menjadi bahan pembuatan pupuk organik karena memiliki kandungan yang hara tinggi . Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas pupuk organik cair dari Azolla microphylla dan daun kelor dengan penambahan bioaktivator yang terbuat dari rebung bamboo betung.Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 2 faktor dengan 4 macam perlakuan dan dengan 3 kali ulangan pada bahan yang digunakan faktor pertama yaitu komposisi bahan Azolla microphylla dan daun kelor (K1 dengan ekstrak Azolla microphylla 180 ml dan ekstrak daun kelor 120 ml dan K2 dengan ekstrak Azolla microphylla 120 ml dan ekstrak daun kelor 180 ml) , Faktor kedua yaitu penambahan Bioaktivator (M1 dengan bioaktivator/Mol 75 ml , M2 dengan bioaktivator/Mol 100 ml). Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. HasilPenelitian menunjukkan bahwa secara kualitas perlakukan terbaik pada perlakuan komposisi bahan Azolla microphylla 180 ml dan daun kelor 120 ml dengan penambahan bioaktivator sebanyak 100 ml didapatkan hasil pengamatan sensoris bahwa pupuk organik cair memberikan hasil akhir berwarna coklat tua, beraroma tape/fermentasi, memiliki tekstur cair, dan juga memiliki ph 5. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa pupuk organik sesuai dengan kualitas pupuk organik cair .
Efektifitas Pemberian Pupuk Organik Cair dengan Bahan Baku Berbeda terhadap Pertumbuhan Bayam Hijau pada Media Hidroponik dengan Interval Waktu Berbeda Asngad, Aminah; Khofiyanti, Novi; Jumihartiningsih, Erna
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara untuk mengatasi kurangnya ketersediaan lahan yaitu dengan hidroponik dengan memanfaatkan air yang mengandung larutan nutrisi sebagai sumber unsur hara bagi tanaman. Bayam adalah salah satu sayuran yang dapat dibudidayakan pada media hidroponik dan untuk meningkatkan pertumbuhan diberi pupuk organik cair dari kulit bawang merah dengan kuli ari kacang kedele, dan daun kelor dengan cangkang telur.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian pupuk organik cair dengan bahan baku berbeda terhadap pertumbuhan bayam hijau pada media hidroponik dengan interval waktu berbeda. Metode penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama Bahan baku yaitu B1 Kulit bawang merah dan kuli ari kacang kedele. B2 = Daun kelor dancangkang telur, faktor kedua yaitu interval waktu pemberian I1 = 5 hari, I2 = 7 hari). Data dianalisis menggunakan uji two way anova. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pertambahan tinggi batang terbaik pada B2L1 sebesar 18,5 cm, pertambahan jumlah daun terbanyak pada B2L1 sebesar 11 helai dan berat basah terbaik pada D2I2 sebesar 5,5 g. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk organik cair dengan bahan baku campuran kulit bawang merah dan kulit ari kacang kedelai lebih efektif dibanding dengan pupuk organik cair dengan bahan baku campuran daun kelor dan cangkang telur.
Mutasi Virus SARS-Cov-2 Varian Omicron (B.1.1.529) Isnawati, Rina
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus penyebab Covid-19 yaitu SARS-CoV-2 terus mengalami mutasi membentuk varian baru. Varian terbaru yang telah terdeteksi, yaitu varian Omicron yang dikenal sebagai varian B.1.1.529. Varian ini pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan pada tanggal 24 November 2021 dan saat ini telah menyebar ke seluruh dunia demikian juga di Indonesia. Varian Omicron adalah varian yang paling banyak bermutasi, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa dengan banyaknya mutasi dapat meningkatkan infektivitas dan kekebalan dari varian Omicron dibandingkan dengan varian tipe awal dan empat VOC lainnya. Varian Omicron menjadi varian dominan di banyak negara di seluruh dunia dan membawa tantangan baru untuk mencegah dan mengendalikan penyakit Covid-19. Meskipun beberapa informasi menyebutkan gejala yang ditimbulkan oleh varian ini cenderung ringan, akan tetapi kecepatan transmisi Omicron berpotensi menimbulkan peningkatan gelombang kasus Covid-19 berikutnya. Artikel review ini bertujuan menganalisis dan merangkum data informasi tentang perkembangan mutasi Omicron untuk mengetahui karakteristik, daya transmisi, patogenesis, diagnosis dan efektifitas vaksin terhadap varian Omicron. Varian Omicron sampai saat ini ditemukan 60 mutasi yang terakumulasi di seluruh genom. Varian Omicron memiliki 32 mutasi pada protein spike, dua kali lebih banyak dari varian Delta sehingga berdampak pada peningkatan daya transmisibilitas yang lebih kuat, penurunan efektivitas vaksin dan antibodi, tingkat patogenisitas, dan virulensi.
Perbedaan dan Kelimpahan Metabolit Daun Kelor (Moringa oleifera LAM.) Berdasarkan Ketinggian Tempat di Sumatera Selatan Putriani, Kintan; Harmida, H; Juswardi, J
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan kelor (Moringa oleifera Lam.) di Sumatera Selatan tersebar dengan ketinggian tempat yang bervariasi, mulai dari dataran rendah, sedang dan tinggi. Ketinggian tempat tumbuh kelor diduga berpengaruh terhadap komposisi metabolit daun kelor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan metabolit dan kelimpahan senyawa metabolit daun kelor berdasarkan perbedaan ketinggian tempat tumbuh dengan pendekatan analisis metabolomik non-target menggunakan GC-MS. Penentuan lokasi pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified purposive sampling berdasarkan ketinggian. Senyawa metabolit yang diperoleh diakuisisi dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Diperoleh perbedaan dan kelimpahan senyawa metabolit yang terdeteksi. Daun kelor dari Desa Bangun Rejo, Pagar Alam (795 mdpl) dan Desa Masam Bulau, Lahat (570 mdpl) menunjukkan 28 jenis senyawa metabolit, sedangkan Desa Tebing Gerinting, Ogan Ilir (35 mdpl) menunjukkan 25 jenis senyawa metabolit. Kelimpahan setiap jenis senyawa dari masing-masing lokasi pengambilan sampel berbeda, namun total kelimpahan senyawa metabolit dari Desa Bangun Rejo, Pagar Alam (795 mdpl) sebesar 97,68% , diikuti oleh Desa Masam Bulau, Lahat (570 mdpl) sebesar 88,86% dan Desa Tebing Gerinting, Ogan Ilir (35 mdpl) sebesar 81,38%.
Konsepsi Pelaksanaan Konservasi Lumpur Bledug Kuwu dan Potensinya dalam Pembuatan Natrium Klorida di Kabupaten Grobogan Chika, Syifara
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bledug Kuwu adalah suatu fenomena alam mud volcano (gunung api lumpur) yang berlokasi di Desa Kuwu, Kabupaten Grobogan. Bledug Kuwu mengeluarkan air asin yang sama dengan air laut. Dengan adanya fenomena tersebut, warga sekitar memanfaatkan letupan lumpur, air dan gas tersebut untuk membuat garam dapur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemaanfaatan lumpur di Bledug Kuwu dalam pembuatan natrium klorida (NaCl) dan konsepsi pelaksanaan konservasi sumber daya alam di Bledug Kuwu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi lapangan dan wawancara kepada petani garam di Bledug Kuwu. Pada lumpur Bledug Kuwu kandungan NaCl pada garamnya cukup tinggi yaitu berkisar pada 57,15 mg/L. Hal ini terjadi karena adanya air laut yang terperangkap atau terjebak pada batuan sedimen pada proses terbentuknya Bledug Kuwu sehingga kandungan NaCl ini cukup tinggi. Pada area Bledug Kuwu dilakukan konservasi tanah dan diperlukanlah pengecekan kondisi tanah yang ada secara tepat dan sesuai sehingga area atau tapak dapatdimanfaatkan secara maksimal baik bagi pendapatan ekonomi, konservasi maupaun wisata yang mana dikhususkan untuk Pusat Informasi Wisata Alam Bledug Kuwu.Tanah yang ada pada kawasan Bledug Kuwu tidak dapat dilakukan pengeboran karena adanya air yang mengandung garam tinggi. Pemanenan air hujan adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air yang ada untuk kawasan atau desa sekitar.
Penambahan Sekam Padi Sebagai Campuran pada Media Tanam terhadap Produktivitas Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreotus) Fatmah, Tyas Wulandari Sayyidah; Suparti, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur tiram putih memiliki banyak manfaat dan khasiat. Kandungan gizi dalam jamur tiram putih terdiri atas 15 g protein, 2.66 g lemak, 64.1 g karbohidrat, 27.6 mg kalsium, dan 68.6 mg zat besi. Kandungan nutrisi tersebut dipengaruhi oleh komposisi media tanam seperti selulosa, hemiselulosa, lignin dan nutrisi tambahan. Pada umumnya petani jamur menggunakan media jamur tiram putih berbahan dasar serbuk kayu, namun ketersediaanya semakin hari semakin berkurang sehingga diperlukan inovasi pada media tanam, misalnya sekam padi yang merupakan salah satu limbah organik yang dapat digunakan sebagai media campuran untuk meningkatkan produktivitas jamur tiram putih.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan sekam padi sebagai campuran media terhadap produktivitas jamur tiram putih. Jenis penelitian ini eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor, dengan 6 taraf konsentrasi campuran sekam padi dan serbuk kayu sengon (0%, 20%, 40%, 60%, dan 100%), masing-masing 4 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan One Way Anova dan dilanjutkan dengan Uji Jarak berganda Duncan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil paling baik pada perlakuan tersebut. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penambahan sekam padi sebagai campuran media memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap jumlah badan buah dan berat segar jamur tiram putih. Perlakuan yang paling baik untuk pertumbuhan jamur pada perlakuan P2, dengan rata-rata jumlah badan buah 10,17 badan buah dan berat segar yang dihasilkan 80,75 g.