cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Riview: Evaluasi Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) di Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Permadi, I Gede Wempi Dody Surya; Novitasari, Risqa; Heru, H; Fitrianingtyas, Dwi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ayam merupakan sumber protein hewani adalah penyumbang terbesar dari produk domestik bruto nasional terbesar sebesar 12 persen dari jumlah nasional. Besarnya kebutuhan ayam sebagai penyumbang protein terbesar untuk masyarakat memiliki kendala karena ayam broiler (ayam pedaging) memiliki performa yang kurang baik yaitu daya hidup yang rendah. Kematian atau mortalitas ayam broiler dapat mencapai 13 persen dalam periode 1 siklus budidaya. Ayam kampung unggul balitbangtan (KUB) merupakan ayam kampung hasil seleksi genetik induk ayam kampung sampai generasi ke 6 memiliki performan yang baik yaitu mortalitas yang rendah, konsumsi pakan yang rendah dan lebih tahan penyakit dibandingkan dengan ayam kampung biasa serta ayam broiler. Ayam kampung KUB memiliki keunggulan dibandingkan dengan ayam kampung biasa yaitu memiliki harga telur yang lebih tinggi, mortalitas rendah, daya tetas yang tinggi, memeliki potensi menjadi ayam pedaging dan meningkatkan pendapatan peternak. Kesimpulan dari tulisan ini Ayam KUB memiliki performan yang baik dibandingkan ayam kampung biasa karena memiliki morfometrik yang besar, daya tetas telur yang baik dan memiliki potensi menjadi ayam pedaging sehingga meningkatkan pendapatan peternak.
Profil Hematologi Itik Pekin pada Fotoperiode Berbeda yang Dikombinasikan dengan Aditif Pakan Tepung Daun Kelor Kasiyati, K; Pratama, Agata Rio; Djaelani, Muhammad Anwar
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Itik Pekin merupakan itik introduksi yang sudah dibudidayakan secara intensif di Indonesia. Dalam rangka meningkatkan kesehatan unggas dapat dilakukan perbaikan manajemen budi daya, diantaranya melalui perbaikan pencahayaan (aspek fotoperiode) dan nutrisi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis profil hematologi itik Pekin pada fotoperiode berbeda yang dikombinasikan dengan tepung daun kelor sebagai aditif pakan. Empat puluh ekor itik Pekin jantan digunakan dalam penelitian ini dibagi ke dalam delapan kelompok percobaan. Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 2×4 diterapkan dalam penelitian ini. Faktor utama berupa fotoperiode, terdiri atas 2 level (20L:4D serta 24L:0D) dan aditif tepung daun kelor, terdiri atas 4 level (0, 2, 4, dan 6%). Analisis hasil menggunakan ANOVA-dua arah yang dikerjakan menggunakan program SAS. Tidak terdapat pengaruh interaksi (P>0,05) pada semua parameter hematologi. Fotoperiode menghasilkan rasio H:L yang berbeda signifikan (P<0,05), aditif tepung daun kelor 4% tanpa mempertimbangkan fotoperiode meningkatkan (P<0,05) jumlah leukosit dan limfosit. Simpulan penelitian ini adalah kombinasi fotoperiode dengan aditif tepung daun kelor tidak mengubah profil hematologi; aditif tepung daun kelor 4% yang diberikan tanpa memperhatikan fotoperiode berdampak pada apoptosis; dan kenyamanan itik ditemukan pada fotoperiode 20L:4D dan 24L:0D.
Pengaruh Konsentrasi 6-Benzyl Amino Purine (BAP) dan Media Murashige and Skoog (MS) terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Subkultur ANGGREK Dendrobium sp. Woo Leng secara In Vitro Erisa, Rimala; Nurliana, Steffanie; Satriawan, Dedi; Astuti, R. R. Sri; Marlin, M
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbanyakan anggrek Dendrobium sp. Woo Leng secara konvensional menghasilkan bibit terbatas sehingga perlu diperbanyak dengan teknik kultur jaringan dengan penambahan ZPT BAP dan media MS pada media kultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi BAP dan media MS terhadap pertumbuhan dan perkembangan subkultur anggrek Dendrobium sp. Woo Leng secara in vitro. Eksplan berasal dari Laboratorium Bioteknologi Hortikultura, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan ditanam 3 buah eksplan dalam 1 botol media lalu dipelihara dalam ruang kultur dan diamati 1 kali dalam 1 mingu selama 16 minggu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial terdiri dari 2 faktor perlakuan, yaitu zat pengatur tumbuh BAP dengan konsentrasi 0, 0,5, 1, 1,5, 2 ppm dan media MS dengan konsentrasi ½ MS dan MS full. Jumlah perlakuan yang digunakan adalah 10 perlakuan dengan 3 ulangan. Data yang didapat dianalisis dengan analisis varians (ANOVA), jika terdapat pengaruh yang nyata (FHitung>FTabel) maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil uji DMRT taraf 5% menunjukkan bahwa konsentrasi MS full merupakan konsentrasi yang lebih baik untuk pertumbuhan dan perkembangan panjang akar (2,38 cm) dibanding dengan konsentrasi media ½ MS (1,36 cm), jumlah akar (7,02 akar) lebih baik dibanding dengan konsentrasi ½ MS (6,19 akar), tinggi planlet (4,01 cm) lebih baik dibanding dengan konsentrasi ½ MS (3,56 cm) dan jumlah daun (7,16 helai) lebih baik dibanding dengan konsentrasi ½ MS (6,04 helai). Rentang konsentrasi 1 sampai 2 ppm BAP (2,1 sampai 2,33 cm) merupakan konsentrasi yang lebih baik dibanding konsentrasi 0 ppm BAP (1,08 cm) pada variabel panjang akar, konsentrasi 2 ppm BAP (8,06 akar) merupakan konsentrasi yang lebih baik dibandingkan konsentrasi 0 (5,11 akar), 0,5 (5,78 akar) dan 1 ppm (6,78 akar) pada variabel jumlah akar, konsentrasi 0 ppm BAP (5,29 cm) merupakan konsentrasi yang lebih baik dibandingkan konsentrasi lainnya pada variabel tinggi planlet, konsentrasi 0 ppm BAP (7,95 helai) merupakan konsentrasi yang lebih baik dibandingkan konsentrasi lainnya pada variabel jumlah daun, rentang konsentrasi 1,5 dan 2 ppm BAP (2,22 dan 2,50 tunas) merupakan konsentrasi yang lebih baik dibandingkan konsentrasi lainnya pada variabel jumlah tunas.
Pengaruh Konsentrasi 6-Benzyl Amino Purine (BAP) dan Sukrosa terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Subkultur Anggrek Dendrobium Sp. Woo Leng secara In Vitro Rahmawidowati, Fetri; Nurliana, Steffanie; Satriawan, Dedi; Astuti, R. R. Sri; Marlin, M
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi BAP dan sukrosa terhadap pertumbuhan dan perkembangan subkultur anggrek Dendrobium sp. Woo Leng secara in vitro. Bibit berasal dari Laboratorium Bioteknologi Hortikultura, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Penelitian ini RAL faktorial terdiri dari 2 faktor, yaitu BAP 0, 1, 2 ppm dan sukrosa 10, 20, 30, 40 g/L. Data dianalisis dengan analisis varian (ANOVA) dan jika terdapat data yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rentang perlakuan BAP 0 ppm (2,08 akar) dan BAP 1 ppm (2,66 akar) merupakan perlakuan yang lebih baik dibandingkan BAP 2 ppm (0,97 akar) pada jumlah akar, rentang perlakuan BAP 0 ppm (1,22 cm) dan BAP 1 ppm (1,73 cm) merupakan perlakuan yang lebih baik dibandingkan BAP 2 ppm (0,97 cm) pada panjang akar, rentang perlakuan BAP 1 ppm 7,94 daun) dan BAP 2 ppm (8,17 daun) merupakan perlakuan yang lebih baik dibandingkan BAP 0 ppm (7,22 daun) pada jumlah daun, perlakuan BAP 1 ppm (1,63 tunas) merupkan perlakuan terbaik pada jumlah tunas. Perlakuan sukrosa 40 g/L (2,66 akar) merupakan perlakuan terbaik pada jumlah akar, sukrosa 40 g/L (1,77 cm) merupakan perlakuan terbaik pada panjang akar. Interaksi BAP dan sukrosa pada rentang perlakuan BAP 1 ppm dan sukrosa 30 g/L (8,88 daun), BAP 2 ppm dan sukrosa 10 g/L (8,44 daun), BAP 0 ppm dan sukrosa 40 g/L (8,22 daun), BAP 1 ppm dan sukrosa 40 g/L (8,22 daun), BAP 2 ppm dan sukrosa 30 g/L (8,22 daun), BAP 2 ppm dan sukrosa 20 g/L (8,00 daun), daun), BAP 1 ppm dan sukrosa 20 g/L (7,56 daun), BAP 2 ppm dan sukrosa 40 g/L (7,56 daun) merupakan konsentrasi yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya pada jumlah daun Dendrobium sp. Woo Leng.
Pemanfaatan Limbah Tebu dan Bulu Ayam Sebagai Bahan Baku Pop dengan Penambahan Lumbriscus terrestris dan Zophobas morio sebagai Dekomposer Novianti, Ika Putri; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk merupakan bahan yang ditambahkan pada tanaman untuk melengkapi ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman agar dapat berkembang biak dengan baik. Pemanfaatan limbah tebu dan bulu ayam dengan penambahan Lumbriscus terrestrisdan Zophobas morio sebagai dekomposer dapat dijadikan pupuk organik padat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pengamatan sensoris pada pemanfaatan limbah tebu dan bulu ayam sebagai bahan baku POP dengan penambahan Lumbriscus terrestris dan Zophobas morio sebagai dekomposer. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor menggunakan 4 taraf perlakuan yaitu B1D1 Lumbriscus terrestris dengan pemberian bahan baku limbah ampas tebu 325 gram dan limbah bulu ayam 50 gram/5 hari, B1D2 Lumbriscus terrestris dengan pemberian bahan baku limbah ampas tebu 300 gram dan limbah bulu ayam 75 g/5 hari. B2D1 Zophobas morio dengan pemberian bahan baku limbah ampas tebu 325 gram dan limbah bulu ayam 50 g/5 hari, B2D2 Zophobas moriodengan pemberian bahan baku limbah ampas tebu 300 gram dan limbah bulu ayam 75 g/5 hari. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada pengamatan sensoris setiap perlakuan menunjukkan perbedaan yang signifikan. Pada perlakuan B1D2 (Lumbriscus terrestris dengan pemberian bahan baku limbah ampas tebu 300 gram dan limbah bulu ayam 75 g/5 hari) memiliki ciri-ciri pupuk kompos yang telah matang yakni berwarna sangat hitam, tekstur remah, aroma berbau tanah, dan pH 8,90. Hasil penelitan dapat disimpulkan bahwa kualitas pupuk organik sesuai dengan kualitas pupuk organik SNI 19-7030-2004.
Pengaruh Tanaman Kedelai terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung Utama, Krisna Puji; Suparti, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh para petani untuk mengembalikan kesuburan tanah secara alami adalah dengan memanfaatkan keberadaan tanaman kedelai dalam lahan pertanian. Keberadaan tanaman kedelai dalam lahan pertanian sebagai penyedian unsur hara alami yang sangat dibutuhkan bagi tanaman, unsur hara tersebut adalah unsur hara nitrogen (N) yang di dapat dari simbiosis bakteri dari genus rizhobium dengan akar tanaman kedelai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tanaman kedelai (Glycine Max) terhadap pertumbuhan tanaman jagung pada fase vegetative. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua pola factorial yaitu : factor 1: factor yang pertama adalah campuran Kedelai ( K); factor 2: pemberian pupuk NPK (P). Pengumpulan data dengan menggunakan metode esperimen dilakukan dengan melakukan percobaan menanam tanaman jagung dengan tanaman kedelai, Analisis data dalam penelitian ini menggunakan two way anova spss 20. Hasil penelitian menunjukan Perlakuan k0.p1 memiliki nilai paling rendah yaitu 44,6 cm dan perlakuan k2.p3 memiliki nilai tertinggi yaitu 68 cm. hal ini disebabkan karena perbedaan kadar pupuk pada masing-masing perlakuan. Perlakuan k0.p1 kadar pupuk sebanyak 200 gram/tanaman sedangkan pada perlakuan k2.p3 kadar pupuk sebanyak 300 gram/tanaman, penggunaan tanaman kedelai untuk pertumbuhan tanaman jagung pada perlakuan control (kedelai 0%), kedelai 50%, dan kedelai 75% tidak berbeda nyata terhadap tinggi batang. Pertumbuhan Lebar daun pada penelitian ini berbanding lurus dengan tinggi tinggi tanaman , semakin tinggi tanaman maka daun juga akan semakin lebar . tinggi batang pada perlakuan kedelai 75% meemiliki nilai tertinggi dan lebar daun pada perlakuan kedelai 75% juga memilikinilai tertinggi, Konsentrasi kedelai 0% dengan konsentrasi kedelai 75% memiliki nilai sig. 0.034 > 0.05 maka Ho ditolak ( berbeda signifikan) perbedaan mean -1.33. artinya konsentrasi 75% lebih efektif terhadap lebar daun. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan selama 6 minggu maka dapat disimpulkan bahwa tanaman kedelai tidak berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan tinggi batang dan berpengaruh secara nyata terhadap lebar daun pada perlakuan kedelai 75% (K2.p2 dan K2.p3).
Pemanfaatan Limbah Jerami dan Bulu Ayam sebagai Bahan Baku Pop dengan Penambahan Lumbriscus terrestris dan Maggot BSF sebagai Dekomposer Almastin, Ardhananes Wari; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan limbah organik dalam pembuatan pupuk organik merupakan salah satu upaya dalam mengurangi limbah lingkungan sekitar. Penggunaan limbah Jerami dan limbah bulu ayam dapat menghasilkan pupuk yang baik bagi tanaman serta mengurangi limbah di lingkungan sekitar. Pengomposan pupuk dapat dilakukan dengan menggunakan organisme pendukung berupa cacing tanah (Lumbricus terrestris) dan Maggot BSF yang akan menghasilkan unsur hara yang tinggi. tujuan pada penelitian ini yaitu sebagai berikut: Untuk mengetahui karakteristik sensoris pada pupuk organik padat berbahan dasar limbah jerami dan bulu ayam dengan penambahan Lumbriscus terrestis dan maggot BSF sebagai dekomposer. Penelitian dilaksanakan di Kost Griya Kusuma, Menco 5, Gonilan Kartasura. Penelitian menggunakan metode penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial. Adapun faktor perlakuan yaitu sebagai berikut: Faktor 1 organisme Pengurai (B1 = Lumbriscus terrestis, B2 = maggot BSF). Faktor 2 Bahan baku (D1 = Limbah jerami 325 gram : Limbah bulu ayam 50 gram/5 hari. D2 = Limbah jerami 300 gram : Limbah bulu ayam 75 gram/5 hari.). Analisis data yang digunakan analisis deskriptif kualitattif. Hasil penelitian menunjukan kualitas perlakuan terbaik pada perlakuan B1D2 (Lumbriscus terrestis dengan bahan baku Limbah jerami 300 gram dan Limbah bulu ayam 75 gram/5 hari) yang memiliki hasil pupuk sangat hitam, bertekstur remah, dan beraroma tanah. Sedangkan kandungan pH tertinggi terdapat pada perlakuan B2D1 (Maggot BSF dengan bahan baku Limbah jerami 325 gram dan Limbah bulu ayam 50 gram/5 hari) dan B2D2 (Maggot BSFdengan bahan baku Limbah jerami 300 gram dan Limbah bulu ayam 75 gram/5 hari) dengan hasil kandungan pH yaitu 6,2. Hasil penelitan dapat disimpulkan bahwa kualitas pupuk organik sesuai dengan kualitas pupuk organik SNI 19-7030-2004.
Pemanfaatan Sabut Kelapa dan Bulu Ayam Sebagai Bahan Pop dengan Penambahan Lumbricus sp DAN Eisenia fetida sebagai Dekomposer Cahyaningsih, Aisyah; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk organik tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa-sisa tanaman, dan hewan. Pupuk organik berperan memperbaiki unsur fisik, kimia dan biologi tanah. Pembuatan pupuk organik padat dengan sabut kelapa dan bulu ayam dengan penambahan Lumbricus terrestris dan Eisenia fetida yang bertujuan untuk mengetahui hasil pengamatan sensoris pada pemanfaatan sabut kelapa dan bulu ayam dengan penambahan mikroorganisem Lumbricus sp dan Eisenia fetida. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) dengan 2 pola factorial menggunakam 4 taraf perlakuan yaitu B1D1 Lumbriscus terrestris dengan pemberian bahan baku sabut kelapa 325 gram dan bulu ayam 50 gram/5 hari, B1D2 Lumbriscus terrestris dengan pemberian bahan baku sabut kelapa 300 gram dan bulu ayam 75 g/5 hari. B2D1 Eisenia fetida dengan pemberian bahan baku sabut kelapa 325 gram dan bulu ayam 50 g/5 hari, B2D2 Eisenia fetida dengan pemberian bahan baku sabut kelapa 300 gram dan bulu ayam 75 g/5 hari Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Parameter pengujian ini yaitu uji sensoris dengan uji warna, tekstur, aroma dan pH pada pupuk. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan B1D2 memiliki warna coklat kehitaman dengan tekstur remah beraroma tanah dan memiliki pH 8. B2D2 memiliki warna coklat kehitaman dengan tekstur remah beraroma tanah dan memiliki pH 7.3. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas pupuk organik padat sesuai dengan kualitas pupuk organik SNI 19-7030-2004.
Morfologi Bunga dan Daya Kecambah Benih Tanaman Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni M) Parnidi, P; Hidayat RS, Taufik; Murianingrum, Aprilia Ridhawati Mala; Marjani, M
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stevia merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai bahan pemanis. Stevia menghasilkan steviosida yang memiliki tingkat kemanisan 200-300 dari gula dari gula tebu. Stevia menghasilkan biji yang kecil dan daya simpan yang relative pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi bunga dan mengevaluasi daya kecambah biji empat aksesi stevia. Penelitian dilalakukan di laboratorium benih Balai Penelatian tanaman pemanis dan serat Malang. Pengamatan morfologi bunga dilakukan terhadap lima tanaman uji pada masing-masing aksesi. Pengujian daya berkecambah dengan menggunakan metode UDK (Uji Diatas Kertas). Pengamatan terhadap daya kecambah dilakukan selama 14 HST. Daya berkecambah dilakukan terhadap 100 biji yang dulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga tanaman stevia tergolong bunga majemuk terbatas. Ibu tangkai bunga tanaman stevia bercabang dua dan pada ujungnya ditutup dengan suatu bunga. Daya kecambah benih stevia dari ke empat aksesi tergolong rendah yaitu 27.5 % sampai dengan 57.5% . Nilai keserempakan tumbuh biji tanaman stevia dari ke empat aksesi berkisar berkisar dari 21.0% – 42.0%. Sementara itu, kecepatan tumbuh biji tanaman stevia dari ke empat aksesi berkisar antara 8.1 sampai dengan 10.05 etmal.
Pertumbuhan Awal Bibit Malapari Hasil Stek Batang setelah Pemberian Pupuk Kompos dan NPK Adinugraha, Hamdan Adma; Luti, Mekianus
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provision of seedlings for planting material of Pongamia pinnata can be done vegetatively using stem cuttings technique. This study aims to determine the effect of compost and NPK fertilizer dosage on the initial growth of Pongamia sp seedlings from stem cuttings. The study was arranged in a completely randomized design with a factorial pattern consisting of 2 factors. The first factor is a medium consisting of 2 levels, namely soil without compost (M1) and a mixture of soil and compost with a ratio of 3:1 (M2). The second factor was NPK fertilization which consisted of 4 levels, namely without fertilization/control (P0), fertilized with NPK 1 gram/polybag (P1), 2 grams/polybag (P2) and 4 grams/polybag (P4). NPK fertilization is done 2 times with an interval of one month. The results showed that at the age of 3 months of seedlings, compost and NPK had a positive effect on the growth of seedling height and diameter, although not significantly different. The average height of 3 month oldseedlings ranged from 25.50-33.20 cm with a total height increase of 9.50 -16.60. The average seedling diameter was 3.90-4.20 mm with an increase in the total diameter of about 1.40-1.60 mm and the average seedling sturdiness value was 6.30-7.90.