cover
Contact Name
Zidnal Falah
Contact Email
jusindo.jsi@gmail.com
Phone
+6285322218207
Journal Mail Official
muhammadzidnal31@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sendang Residence Blok H1, Sendang, Kec. Sumber, Cirebon, Jawa Barat 45611
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Published by Publikasi Indonesia
ISSN : 27753077     EISSN : 27750892     DOI : 10.36418
Core Subject : Health,
Ruang lingkup dan fokus penelitian terkait bidang kajian dengan penekanan pada pendekatan, yang meliputi: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Kesehatan Kerja; Hyperkes), Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan), Ilmu Gizi, Epidemiologi, Teknik Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Asuransi Jiwa dan Ilmu Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Ilmu Olah Raga, Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Administrasi Rumah Sakit, Entomologi (Kesehatan, Fitopatologi), Ilmu Biomedis, Ergonomi, Fisiologi Kerja, Fisioterapi, Analis Medis, Fisiologi (Olahraga ), Reproduksi (Biologi dan Kesehatan), Akupunktur, Rehabilitasi Medis.
Articles 436 Documents
Teknik Anastesi dalam Operasi Ekstrofi Kandung Kemih pada Bayi Neonatus Dewa Nyoman Putra Suwastika
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.144

Abstract

Ekstrofi kandung kemih (EK) adalah kelainan bawaan lahir yang serius di mana kandung kemih terletak di luar tubuh. Operasi korektif diperlukan untuk memperbaiki EK dan mengembalikan kandung kemih ke posisi yang normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi berbagai teknik anastesi yang tersedia dan menentukan yang paling sesuai dan aman untuk digunakan pada bayi neonatus yang menjalani operasi ekstrofi kandung kemih. Penelitian ini menggunakan metode penelitian literatur review. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui analisis literatur yang relevan. Setelah data terkumpul, langkah-langkah analisis dilakukan dalam tiga tahap utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa teknik anestesi yang umum digunakan dalam praktik medis meliputi anestesi umum, anestesi lokal, dan anestesi regional. Setiap teknik memiliki karakteristik dan penggunaannya sendiri. Menjaga bayi tetap tidak sadar selama prosedur operasi berlangsung, sehingga mereka tidak merasakan sakit dan mengalami stres yang berlebihan. Kemudian pada akhirnya dapat membantu memperlancar proses operasi yang dilakukan oleh dokter dan meningkatkan peluang keberhasilan operasi.
Kuantitas dan Strategi Pencegahan Stunting di Kabupaten Aceh Utara Tahun 2023 M. Jamil Fauzi; Said Taufiq; Fitriani Agustina
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.145

Abstract

Survey Status Gizi Indonesia tahun 2022 menunjukkan angka kejadian stunting secara nasional 24,4 persen (2019) dan 21,6 persen (2021), dalam masa 2 tahun telah terjadi penurunan 2,8 persen.  Dibutuhkan upaya yang lebih optimal untuk mencapai target nasional yaitu 14 persen pada tahun 2024 dan 0 persen pada tahun 2030. Prevalensi balita stunting (tinggi badan menurut umur) tahun 2022 secara nasional menunjukan bahwa Aceh berada pada urutan keempat tertinggi (31,2 persen) setelah NTT, Sulawesi Barat, Papua dan NTB. Kabupaten Aceh Utara merupakan salah satu kabupaten di Aceh yang menghadapi permasalahan stunting, meskipun bukan wilayah prevalinsi tertinggi. Tahun 2021 angka stunting 38,8 persen dan turun 0,5 persen menjadi 38,3 persen pada tahun 2022, masih berada di atas 20 persen cut of point toleransi untuk stunting yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Penelitian ini untuk mengetahui kuantitas dan strategi pencegahan stunting di Kabupaten Aceh Utara Tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengambilan sampel dengan pendekatan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dengan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, penanggung jawab Program Penanggulangan Masalah Gizi (Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi) dan Ketua Bidan Cabang Kabupaten Aceh Utara. Analisa data dengan deskriftif qualitatif.  Hasil penelitian quantitas stunting mengalami perubahan setiap bulan  dan strategi pencegahan stunting sudah dilaksanakan dengan baik sesuai petunjuk teknis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Meningkatkan Quality of Life Penderita Diabetes Mellitus Tipe-2 Melalui Program Sehat Santai Adinda Andriyani; Gea Hayfatunisa; Shyakia Niziliani; Rostiana Rostiana
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.146

Abstract

Kajian ini bermaksud untuk mengetahui efektivitas website Sehat Santai dalam membantu penderita Diabetes Mellitus tipe-2 meningkatkan kualitas hidupnya. Kajian ini disusun berdasarkan studi literatur dan wawancara serta diskusi mendalam untuk membahas materi website dan kemudian diuji cobakan pada 21 orang penderita Diabetes Mellitus tipe-2 dengan rentang usia 20 hingga 55 tahun. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur kualitas hidup dan kepuasan terhadap situs web dan dianalisis melalui perangkat lunak IBM SPSS Statistics for Windows versi 26. Hasil uji coba mengungkapkan bahwa penggunaan situs website Sehat Santai memberikan manfaat dan dapat meningkatkan kualitas hidup penderita Diabetes Mellitus tipe-2. Hasil perhitungan menunjukkan nilai t sebesar -11.988 dengan tingkat signifikan kurang dari 0.05, mengindikasikan bahwa setelah menggunakan program website Sehat Santai dapat meningkatkan kualitas hidup pengguna. Persepsi pengguna terhadap program juga sangat positif, dengan nilai rata-rata kepuasan sebesar 4.4 dari 5. Program Sehat Santai terbukti memberikan manfaat nyata dan signifikan bagi kesejahteraan penderita Diabetes Mellitus tipe-2.
Tinjauan Literatur : Dampak Kelelahan Kerja pada Kinerja dan Kesehatan Pekerja di Industri Pertambangan Dimas Kusuma Wardhana; Mila Tejamaya
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.148

Abstract

Industri pertambangan sering kali melibatkan pekerjaan fisik yang berat dan lingkungan kerja yang keras. Akibatnya, pekerja sering mengalami tingkat kelelahan yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap literatur yang ada untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak kelelahan kerja pada kinerja dan kesehatan pekerja di industri pertambangan. Penelitian ini menggunakan metode Narrative Literature Review dengan pengumpulan data dilakukan melalui pencarian literatur menggunakan basis data akademik seperti Scopus dan Google Scholar, menggunakan kata kunci yang relevan, dalam rentang waktu antara tahun 2014 hingga 2024. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dalam tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dampak kelelahan kerja pada kinerja dan kesehatan pekerja di industri pertambangan sangat signifikan. Secara kinerja, kelelahan kerja dapat mengakibatkan penurunan efisiensi, produktivitas, dan keselamatan kerja. Sedangkan dari segi kesehatan, kelelahan kerja dapat menyebabkan berbagai masalah fisik dan mental pada pekerja. Sementara itu, dampak mental termasuk stres, kecemasan, depresi, dan gangguan tidur, yang semuanya dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis dan emosional pekerja.
Association of Vitamin D Deficiency and Diabetic Foot Ulcer Patients in Dr Mohammad Hoesin General Hospital Palembang Dahlan, Kemas; Yususf, Fahmi Jaka; Irfannuddin, Irfannuddin; Murti, Krisna; Muradi, Akhmadu; Liberty, Iche Andriyani
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.149

Abstract

Vitamin D plays a role in the healing process of diabetic foot ulcers (DFU); it can improve the immune system, regulate inflammation function, and regulate growth factors in diabetes mellitus (DM). The immunomodulatory effects of vitamin D include reduced production of IL-2, IL-6, and TNF-alpha and increased production of IL-10. It also increases the activity of antimicrobial peptides (AMP) such as cathelicidin, and it promotes the differentiation of monocytes into macrophages, phagocytosis, and the production of lysosomal enzymes. Furthermore, vitamin D stimulates growth factors including vascular endothelial growth factor (VEGF) and transforming growth factor beta (TGF-β). In this study, the incidence of DM and DFU in DM patients at RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang will be compared to serum vitamin D levels. This research uses quantitative methods with an analytical observational design. The Mean vitamin D serum level was 11,727 ng/mL, and there was a significant association between serum vitamin D deficiency and DFU (p-value; 0.036 < 0.05). There was a significant association between serum vitamin D deficiency and DFU occurrence (p-value; 0.036 < 0.05) in Mohammad Hoesin General Hospital Palembang. Based on the results of this study, we proposed that patients with diabetic foot ulcers should have their serum vitamin D levels checked, and that vitamin D should be given to them as part of their therapy.
Hubungan Antara Kebiasaan Merokok dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Post COVID-19 di Malang Raya Devi Anggriani; Ali Multazam; Nungki Marlian Yuliadarwati
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.151

Abstract

Merokok merupakan suatu kebutuhan esensial bagi seorang yang cenderung merokok. Seorang remaja yang mengonsumsi rokok satu bungkus tiap harinya dapat berisiko menyebabkan gangguan kecemasan dan saat dewasa mereka 15 kali lebih mungkin mengalami gangguan panik (panic disorder) dibandingkan denganyang bukan perokok. Kecemasan merupakan suatu keadaan yang mana orang tersebut mengalami rasa tidak aman dan tidak mampu mengatasi tuntunan lingkungan. Kondisi fisik orang yang mengalami gangguan kecemasan dapat diamati ketika orang tersebut merasakan adanya perubahan pada pernafasannya dan peningkatan denyut nadinya. Keprihatinan mengenai seseorang yang mengalami trauma pada kasus post COVID-19. Penelitian ini analitik-observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu pasien pasca COVID-19 yang berdomisil di Malang Raya. Terdapat 60 responden dalam penelitian ini. Instrumen pengambilan data menggunkan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) mengukur tingkat kecemasan dan Glover-Nilsson Smoking Behavior Quistionnaire (GN-SBQ) mengukur tingkatan merokok. Berdasarkan uji statistik Pearson, tingkat kecemasan dan kebiasaan merokok diperoleh nilai P = 0,005, r = 0,359 dengan hasil rendah, sehingga adanya hubungan antara tingkat kecemasan dan kebiasaan merokok.
Kemajuan Uji Klinis Terdaftar Aktif pada Terapi Medikamentosa untuk Myasthenia Gravis 2024: Kajian Literatur Ahmad Haris Setiawan
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.152

Abstract

Myasthenia Gravis adalah proses autoimun yang bermanifestasi pada kelemahan otot dengan tingkatan beragam., mulai dari kelemahan otot mata hingga otot pernafasan. Berdasarkan patofisiologinya, pengobatan medikamentosa ditargetkan pada sel imun atau secara simptomatik. Lini pengobatan yang tersedia telah mencapai lini kelima dan terus berkembang. Kajian literatur ini bertujuan untuk menelaah perkembangan uji klinis yang sedang berjalan hingga Februari 2024. Jenis studi yang di gunakan literature review berdasarkan data registrasi uji klinis yang terdaftar aktif (fase 1 hingga 3) pada Clinicaltrial.gov dengan partisipan dewasa diikutsertakan dalam pengamatan. Terdapat 25 agen obat yang sedang diuji klinis dengan berbagai mekanisme aksi dan tujuan uji. Uji klinis yang sedang dilaksanakan tergolong beragam dan menunjukkan perkembangan yang baik untuk terapi myasthenia gravis.
Perbandingan Uji Kapasitas Total Antioksidan Ekstrak Daun Kelor dengan Metode DPPH, FRAP, dan ABTS Nawaika Shafira Putri; David Limanan; Eny Yulianti; Frans Ferdinal
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.154

Abstract

Reaksi oksidasi adalah proses alami dalam tubuh manusia yang terjadi selama metabolisme sel dan respirasi, menghasilkan reactive oxygen species (ROS) atau radikal bebas. Ketidakseimbangan antara produksi ROS yang berlebihan dan pertahanan antioksidan yang tidak memadai dapat menyebabkan stres oksidatif, yang berdampak negatif pada molekul biologis seperti karbohidrat, protein, lipid, dan DNA. Stres oksidatif ini berkontribusi pada berbagai penyakit, termasuk radang sendi, aterosklerosis, diabetes, kanker, dan gangguan neurodegeneratif, serta mempercepat penuaan. Antioksidan berperan penting dalam menetralkan radikal bebas dan memperbaiki kerusakan akibat stres oksidatif. Daun kelor (Moringa oleifera L) dikenal kaya akan nutrisi dan antioksidan, termasuk vitamin C, vitamin E, flavonoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas total antioksidan dari ekstrak daun kelor menggunakan tiga metode yang berbeda, yaitu DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil), FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power), dan ABTS (2,2'-azinobis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)). Pengukuran absorbansi dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer Genesys 30-vis, dan data dianalisis menggunakan grafik dari program GraphPad Prism versi 7.0 (La Jolla, California, USA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 ekstrak daun kelor dengan metode DPPH adalah 71,011 μg/mL, yang tergolong antioksidan kuat (50-100 μg/mL). Dengan metode FRAP, nilai IC50 16,943 μg/mL, dengan metode ABTS nilai IC50 sebesar 25,533 μg/mL; keduanya termasuk dalam kategori antioksidan sangat kuat (<50 μg/mL). Hasil ini menunjukkan bahwa metode FRAP dan ABTS lebih sensitif dalam mendeteksi kapasitas antioksidan ekstrak daun kelor dibandingkan metode DPPH. Penelitian ini menunjukkan potensi ekstrak daun kelor sebagai sumber antioksidan alami yang berpotensi mencegah penyakit terkait stres oksidatif.
Uji Kapasitas Antiokisdan pada Ekstrak Daun Peppermint (Mentha piperita L.) dengan Metode DPPH, FRAP, ABTS Andrea Bianca Castafiore Kusuma; David Limanan; Eny Yulianti; Frans Ferdinal
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.155

Abstract

Paparan terhadap konsentrasi oksigen tinggi bisa merugikan organ tubuh mulai dari sistem kardiovaskular, gastrointestinal, pernapasan dan saraf. Melalui reaksinya dengan elektron, oksigen dapat berubah menjadi reactive oxygen species (ROS). ROS merupakan by-product yang berasal dari metabolisme sel terutama mitokondria. Ketika ROS diproduksi melebihi kapasitas antioksidan sel, terjadilah stres oksidatif dimana keadaan ini dapat merusak makromolekul seperti lipid, protein dan DNA sebagai inisiasi perkembangan suatu penyakit. Salah satu mekanisme pertahanan untuk melindungi tubuh dari efek berbahaya ROS adalah dengan antioksidan, yaitu senyawa yang mampu mencegah atau memperlambat proses oksidasi. Tentunya antioksidan sudah terkandung dalam sel tubuh, tetapi antioksidan juga bisa diperoleh dari luar, salah satunya daun peppermint (Mentha piperita L.). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menguji metabolit sekunder, aktivitas antioksidan, dan toksisitas dari ekstrak daun mint. Desain penelitian ini merupakan eksperimental yang bersifat in vitro. Daun peppermint diekstrak dengan metode maserasi menggunakan metanol sebagai pelarut. Ekstrak yang diperoleh dilakukan pengujian yang uji kapasitas total antioksidan menggunakan tiga metode yakni, DPPH, FRAP dan ABTS dengan pembanding trolox. Dari uji kapasitas total antioksidan,  didapatkan nilai IC50 terhadap DPPH 92,994, FRAP 23,899, dan ABTS 27,180. Dapat dikatakan ekstrak daun mint tergolong kategori antioksidan kuat hingga sangat kuat dengan kapasitas antioksidan lebih kecil dibandingkan trolox. Hal ini membuktikan ekstrak daun mint memiliki potensi sebagai antioksidan.
Uji Toksisitas dan Kapasitas Antioksidan ABTS pada Apium Graveolens Maharani, Karennina Larissa; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.157

Abstract

Seledri (Apium graveolens) merupakan tumbuhan yang mudah ditemukan, dapat dikonsumsi dan umumnya dapat digunakan sebagai  pengobatan karena memiliki banyak manfaat terutama dalam bidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mengetahui kandungan kapasitas antioksidan dan toksisitas pada Apium graveolens. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental in vitro. Analisis yang digunakan meliputi uji kapasitas antioksidan 2,2’-azino-bis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic)acid (ABTS) dan uji toksisitas Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Pada uji kapasitas antioksidan menunjukan nilai IC50 11,446 µg/mL, termasuk ke dalam kategori antioksidan yang sangat kuat. Penelitian ini menunjukan bahwa Apium graveolens merupakan antioksidan yang cukup efektif. Tingkat toksisitas Apium graveolens yang ditunjukan dengan nilai LC50 didapatkan sebesar 269,153 µg/mL, termasuk ke dalam kategori toksisitas toksik sedang sehingga memiliki potensi sebagai antimitosis. Berdasarkan hasil ini, disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai aplikasi klinis ekstrak seledri, terutama dalam pengembangan suplemen antioksidan untuk pencegahan penyakit degeneratif.