cover
Contact Name
Zidnal Falah
Contact Email
jusindo.jsi@gmail.com
Phone
+6285322218207
Journal Mail Official
muhammadzidnal31@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sendang Residence Blok H1, Sendang, Kec. Sumber, Cirebon, Jawa Barat 45611
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Published by Publikasi Indonesia
ISSN : 27753077     EISSN : 27750892     DOI : 10.36418
Core Subject : Health,
Ruang lingkup dan fokus penelitian terkait bidang kajian dengan penekanan pada pendekatan, yang meliputi: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Kesehatan Kerja; Hyperkes), Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan), Ilmu Gizi, Epidemiologi, Teknik Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Asuransi Jiwa dan Ilmu Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Ilmu Olah Raga, Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Administrasi Rumah Sakit, Entomologi (Kesehatan, Fitopatologi), Ilmu Biomedis, Ergonomi, Fisiologi Kerja, Fisioterapi, Analis Medis, Fisiologi (Olahraga ), Reproduksi (Biologi dan Kesehatan), Akupunktur, Rehabilitasi Medis.
Articles 436 Documents
Uji Fenolik Total dan Kapasitas Antioksidan Ekstrak Buah Psophocarpus tetragonolobus Darma, Timothy Halomoan; Limanan, David; Yulianti, Eny
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.159

Abstract

Reactive Oxygen Species (ROS) adalah molekul oksigen reaktif yang dihasilkan sebagai produk sampingan dari metabolisme sel normal, terutama di mitokondria. Meskipun ROS memainkan peran penting dalam proses fisiologis, akumulasi berlebih dapat menyebabkan kerusakan oksidatif pada biomolekul seperti DNA, protein, dan lipid. Antioksidan berfungsi untuk menetralkan ROS dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) diketahui memiliki kapasitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi kapasitas fenolik total dan kapasitas antioksidan keseluruhan dari ekstrak metanol yang berasal dari kecipir. Penelitian ini menggunakan desain studi eksperimental in vitro. Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan metanol sebagai pelarut. Analisis meliputi tes kapasitas antioksidan menggunakan 1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl (DPPH) dan uji fenolik total. Uji kapasitas antioksidan menunjukkan nilai IC50 sebesar 47,7 µg/mL, mengklasifikasikannya sebagai antioksidan sangat kuat. Temuan ini menunjukkan potensi ekstrak kecipir sebagai antioksidan yang efektif. Sementara untuk uji fenolik totalnya 34,90 mg GAE/gram dengan pengenceran dua kali. Ekstrak metanol buah kecipir memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami yang efektif dengan aktivitas antioksidan yang kuat, serta kandungan fenolik yang tinggi, sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut dalam aplikasi kesehatan, khususnya pencegahan penyakit akibat stres oksidatif.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Motivasi Ibu tentang Kebersihan Gigi dan Mulut dengan Karies Gigi pada Anak TK Negeri Pembina Cibinong Bogor Anjani, Almaida Refi; Mijaata, Djoko Micni
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan motivasi ibu dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan kejadian karies gigi pada anak usia prasekolah di TK Negeri Pembina Cibinong, Bogor. Penelitian ini menggunakan desain analitik cross-sectional dengan melibatkan 107 ibu dan anak yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan motivasi ibu, serta pemeriksaan fisik gigi dan mulut anak untuk mendeteksi karies. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu (p = 0,676) dan motivasi ibu (p = 1,000) dengan kejadian karies gigi pada anak. Meskipun mayoritas ibu memiliki tingkat pengetahuan dan motivasi yang baik, hasil ini menunjukkan bahwa faktor-faktor lain seperti pola makan dan akses terhadap layanan kesehatan gigi mungkin lebih berpengaruh terhadap kejadian karies gigi. Penelitian lebih lanjut dengan memperhatikan variabel internal dan eksternal lainnya diperlukan untuk memahami secara lebih mendalam faktor-faktor yang mempengaruhi kebersihan gigi dan mulut anak.
Gambaran Hidrasi Kulit dan Dermatitis Kontak Alergi pada Mahasiswa FK UNTAR Angkatan 2021 Pengguna Hand Sanitizer Saedi, Aura Justitia Leonita Faradila; Wijayadi, Linda Julianti
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.169

Abstract

Penggunaan hand sanitizer telah meningkat secara signifikan di kalangan mahasiswa, termasuk di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Namun, penggunaan rutin hand sanitizer dapat mempengaruhi kadar hidrasi kulit dan meningkatkan risiko dermatitis kontak alergi. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dan bersifat deskriptif.  Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Kadar hidrasi kulit diukur menggunakan alat ukur korneometer, sementara keberadaan dermatitis kontak alergi dinilai dengan anamnesis melalui kuesioner dan didukung dengan pemeriksaan fisik melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar hidrasi kulit tangan banyak dialami oleh perempuan dibanding laki-laki dan 28 subjek penelitian mengalami gejala dermatitis kontak alergi. Penggunaan hand sanitizer yang berlebihan dapat berkontribusi pada penurunan kadar hidrasi kulit dan meningkatkan risiko dermatitis kontak alergi di kalangan mahasiswa. Langkah-langkah preventif dan perawatan perlu dipertimbangkan untuk meminimalkan dampak negatif penggunaan hand sanitizer pada kulit.
Uji Kadar Fenolik Total dan Uji Kapasitas Antioksidan Daun Kunyit (Curcuma longa) dengan Metode ABTS Rumengan, Peterjohn Andrew Benhard; Limanan, David; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.170

Abstract

Bisphenol-A yang ditemukan pada beberapa galon minuman dapat menyebabkan ketidakseimbangan Reactive Oxygen Species (ROS) dengan meningkatkan mediator oksidatif dan menurunkan enzim antioksidan. Kadar ROS yang berlebihan memicu stres oksidatif, merusak makromolekul penting seperti lipid, protein, karbohidrat, dan asam nukleat, yang dapat menyebabkan penyakit metabolik dan degeneratif. Antioksidan memiliki peran penting dalam mencegah stres oksidatif dengan menghambat produksi ROS berlebih. Kunyit (Curcuma longa) merupakan tanaman herbal yang banyak digunakan di Indonesia, dengan daun yang diketahui kaya akan antioksidan dan fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kapasitas antioksidan dan kadar fenolik total dari daun kunyit. Metode eksperimen yang digunakan adalah uji ABTS dan pengukuran kadar fenolik dengan asam galat. Ekstrak daun kunyit menunjukkan nilai IC50 sebesar 27,895 µg/mL dan kadar fenolik total sebesar 153,184 mgGAE/g. Uji ABTS menghasilkan nilai IC50 <50 µg/mL, yang menunjukkan kapasitas antioksidan yang sangat kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun kunyit memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pengobatan alternatif untuk penyakit metabolik dan degeneratif. Aktivitas antioksidan yang kuat dan kandungan fenolik tinggi menjadikan daun kunyit sumber alami yang menjanjikan untuk eksplorasi lebih lanjut dalam bidang pengobatan.
Karakteristik Daya Tahan Kardiovaskular Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Sampean, Eilen Corrinna Emery; Halim, Susilodinata
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.171

Abstract

Padatnya tuntutan jadwal yang dimiliki mahasiswa kedokteran memengaruhi kualitas aktivitas fisiknya yang juga berpengaruh pada tingkat daya tahan kardiovaskular. WHO (World Health Organization) merekomendasikan orang dewasa untuk melakukan aktivitas fisik sekitar 150 menit per minggu. Tingkat daya tahan kardiovaskular dapat dinilai dengan menggunakan denyut nadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik mengenai tingkat daya tahan kardiovaskular yang dimiliki oleh mahasiswa kedokteran setelah melakukan aktivitas step test dengan menggunakan teknik YMCA Three-Minute Step Test. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kategorik dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Dari total 143 sampel, ditemukan bahwa tingkat daya tahan kardiovaskular sangat rendah pada laki-laki (38,5%) dan cenderung rendah pada perempuan (33,7%). Diharapkan agar dapat lebih memperhatikan manajemen waktu dan meningkatkan aktivitas fisik untuk meningkatkan daya tahan kardiovaskular.
Kompres Dingin (Aloe Vera) dan Pijat Oksitosin Untuk Memperlancar Produksi ASI Pada Ibu Nifas di Puskesmas Rakit 1 Islamiati, Shinta; Dewi, Feti Kumala; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.172

Abstract

Banyaknya kasus pada masa nifas salah satunya yang sering dijumpai yaitu permasalahan dalam pemberian ASI yang disebabkan bendungan ASI karena adanya penyempitan duktus laktiferi oleh kelenjar-kelenjar yang tidak dikosongkan dengan sempurna sehingga menyebabkan ASI kurang lancar, oleh karena itu untuk mengatasi pengeluaran ASI kurang lancar dapat dilakukan dengan penerapan kombinasi kompres dingin aloe vera dan pijat oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi kompres dingin dengan gel aloe vera dan pijat oksitosin dalam memperlancar produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Rakit 1. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya angka ibu nifas yang mengalami bendungan ASI, yang dapat menghambat pemberian ASI eksklusif dan meningkatkan risiko komplikasi seperti mastitis. Metode penelitian melibatkan lima responden ibu post partum yang mengalami produksi ASI kurang lancar dan nyeri payudara. Kombinasi terapi diterapkan selama empat hari, dengan kompres dingin aloe vera selama 10-15 menit dan pijat oksitosin selama 15-20 menit, dua kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skala nyeri dari tingkat sedang menjadi tidak nyeri pada semua responden, serta peningkatan volume ASI dari rata-rata 0,4 ml menjadi 9 ml setelah terapi. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi kompres dingin aloe vera dan pijat oksitosin efektif dalam mengatasi masalah produksi ASI dan nyeri payudara pada ibu nifas. Penelitian ini memberikan solusi nonfarmakologis yang dapat diimplementasikan di fasilitas kesehatan untuk mendukung ibu menyusui.
Update on Hepatitis C Virus (HCV) Vaccine Candidates in Clinical Trials: A Systematic Literature Review Suratno Lulut Ratnoglik; Matahari Harumdini
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.179

Abstract

Introduction: Hepatitis C virus (HCV) infection remains a significant global health challenge, affecting over 71 million people worldwide and leading to severe liver diseases such as cirrhosis and hepatocellular carcinoma (HCC). Despite the availability of highly effective direct-acting antiviral (DAA) therapies achieving sustained virologic response (SVR) rates exceeding 90%, high costs and limited accessibility impede global eradication efforts. Additionally, DAAs do not confer immunity against reinfection, highlighting the need for a prophylactic vaccine. Methods: This systematic literature review follows the PRISMA guidelines. A comprehensive search was conducted in PubMed, Scopus, and Web of Science for articles published between January 2010 and March 2024, focusing on HCV vaccine candidates in clinical trials. Data on study characteristics, participant demographics, vaccine characteristics, vaccine platforms and key outcomes were extracted. Results: Nine studies met the eligibility criteria, covering various phases of clinical trials (Phase I, II, and II/III). Key findings included: Vaccine platforms: The studies primarily utilized three types of vaccine platforms: Viral Vector-Based Vaccines, Peptide-Based Vaccines and Recombinant Protein Vaccines Immunogenicity: Vaccines targeting non-structural proteins (NS3, NS4, NS5) induced robust T-cell responses. Chimpanzee adenovirus (ChAd) and Modified Vaccinia Ankara (MVA) vector-based vaccines showed high polyfunctional CD8+ and CD4+ T-cell levels. Safety: Most adverse events were mild to moderate, including flu-like symptoms and injection site reactions. Severe adverse events were noted with TG4040 when combined with PEG-IFNα and RBV. Efficacy: Significant reductions in viral load and improvements in liver function were reported. Personalized peptide vaccines demonstrated enhanced immune responses and improved overall survival in HCV-positive advanced HCC patients. Conclusion: HCV vaccine development has made significant strides, with several candidates demonstrating strong immunogenicity, acceptable safety, and promising efficacy in clinical trials. Continued research is essential to address challenges such as viral genetic variability, durability of immune responses, and global accessibility.
Peningkatan Insiden Trombosis Mesenterial Terkait Infeksi Pasca Covid-19: Sebuah Kasus Serial Michael Tendean; Toar DB Mambu; Ferdinand Tjandra; Billy Salem; Jimmy Panelewen; Nuzly Akmal
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.180

Abstract

Pendahuluan: Penyakit virus corona 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Keadaan hiperkoagulasi COVID-19 dapat meningkatkan risiko komplikasi trombosis dan tromboemboli. Trombosis mesenterika adalah komplikasi vaskular yang umumnya terkait dengan hiperkoagulabilitas, yang mengakibatkan nyeri perut dan iskemia usus. Presentasi kasus: kami melaporkan 3 kasus pasien yang datang kepada kami setelah terinfeksi Covid-19, yang datang dengan keluhan dan gejala berupa nyeri perut hebat, kembung dengan tanda-tanda obstruksi, dengan hasil D-dimer yang tinggi. Dilakukan laparotomi darurat dan ditemukan trombosis mesenterika, dilakukan reseksi anastomosis dan heparinisasi pasca operasi. Diskusi: Trombosis Mesenterika setelah Covid 19 biasanya muncul dengan gejala abdomen akut dan pemeriksaan d-dimer yang meningkat. Laparotomi darurat dilakukan dengan reseksi anastomosis usus, diikuti dengan heparinisasi pasca operasi. Dua pasien menunjukkan hasil yang baik dan menjalani rawat jalan, tidak ditemukan adanya kebocoran anastomosis maupun sindrom usus pendek. Gegar otak: Diagnosis trombosis mesenterika dapat dicurigai pada pasien pasca Covid-19 dengan gejala abdomen akut di mana terdapat peningkatan D-Dimer.
Pengaruh Kualitas Pelayanan, Infrastruktur Teknologi Informasi, dan Ketersediaan Tenaga Medis Terhadap Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Swasta Tania Salendra; Marlyn Suciningtias; Fenia Tandy; Innocentius Bernarto
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.181

Abstract

Menurut Undang-Undang Kesehatan, kesehatan adalah hak asasi manusia dan merupakan salah satu elemen penting dalam kesejahteraan. Rumah sakit sebagai penyedia layanan kesehatan harus mengambil berbagai langkah untuk meningkatkan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kualitas pelayanan, infrastruktur teknologi informasi dan ketersediaan tenaga medis terhadap kepuasan pasien di rumah sakit swasta. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan menggunakan Google Form. Populasi penelitian adalah seluruh anggota keluarga pasien di rumah sakit X, dengan teknik pengambilan sampel non-probability samplingyang kemudian menghasilkan 187 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, infrastruktur teknologi informasi dan ketersediaan tenaga medis berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien. Oleh karena itu, rumah sakit swasta perlu memperhatikan faktor-faktor ini untuk meningkatkan kepuasan pasien.
Prediksi Mekanisme Kerja Whey Protein Sebagai Suplemen Anti-Diabetes dan Anti-Obesitas Berdasarkan Analisis Diffrentially Genes Expressed (DEG) Inflamasi Siti Nurbaya; Aryo Tedjo
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.182

Abstract

Obesitas sering dikaitkan dengan inflamasi, yang memicu pelepasan mediator inflamasi dan menurunkan produksi adiponektin. Beberapa teori menyebutkan bahwa peradangan kronis akibat obesitas merupakan mekanisme dominan diabetes tipe 2 (T2D). Penelitian ini melakukan analisis Differentially Genes Expressed (DEG) terkait inflamasi menggunakan basis data Gene Expression Omnibus (GEO) untuk melihat perubahan transkripsi (ekspresi gen) pada hati manusia yang berkontribusi pada akumulasi lipid hati dan resistensi insulin terkait T2D. DEG yang dihasilkan kemudian digunakan untuk melihat apakah whey protein (WP) dapat mempengaruhi DEG tersebut. Konsumsi WP dipercaya dapat menurunkan kelebihan berat badan dan kadar gula darah. Hasil analisis DEG menunjukkan terdapat 22 gen terkait inflamasi  pada liver yang berbeda ekspresinya antara Lean dengan kelompok pasien obesitas tanpa T2D (Obese_noT2D) dan dengan kelompok pasien obesitas dengan T2D yang tidak terkontrol (Obese_T2D-poorly controlled). Berdasarkan  penelitian ini, tidak satu-pun gen-gen tersebut yang dipengaruhi oleh asupan WP. Namun demikian beberapa gen yang diduga berperan dalam inflamasi, obesitas, dan T2D seperti FOXJ1, NLRP1, LGALS2, LIME1, NOTCH3, ARBB2, SIM2, dan TAT berpotensi dipengaruhi oleh asupan WP.