cover
Contact Name
Zidnal Falah
Contact Email
jusindo.jsi@gmail.com
Phone
+6285322218207
Journal Mail Official
muhammadzidnal31@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sendang Residence Blok H1, Sendang, Kec. Sumber, Cirebon, Jawa Barat 45611
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Published by Publikasi Indonesia
ISSN : 27753077     EISSN : 27750892     DOI : 10.36418
Core Subject : Health,
Ruang lingkup dan fokus penelitian terkait bidang kajian dengan penekanan pada pendekatan, yang meliputi: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Kesehatan Kerja; Hyperkes), Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan), Ilmu Gizi, Epidemiologi, Teknik Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Asuransi Jiwa dan Ilmu Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Ilmu Olah Raga, Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Administrasi Rumah Sakit, Entomologi (Kesehatan, Fitopatologi), Ilmu Biomedis, Ergonomi, Fisiologi Kerja, Fisioterapi, Analis Medis, Fisiologi (Olahraga ), Reproduksi (Biologi dan Kesehatan), Akupunktur, Rehabilitasi Medis.
Articles 411 Documents
Studi Eksperimen: Pengaruh Penggunaan Telur Pada Cookies Berbasis Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L) Dan Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L.) Aloysius Prima Cahya; Diza Amara
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan telur pada cookies berbasis tepung pisang kepok (Musa paradisiaca L.) dan tepung kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) terhadap kandungan gizi dan daya terima. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang melibatkan dua faktor, yaitu tepung pisang kepok dan tepung kacang merah, dengan empat perlakuan: 100% tepung terigu sebagai kontrol, serta rasio tepung pisang kepok dan tepung kacang merah sebesar 75:25%, 85:15%, dan 95:5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi penggunaan tepung pisang kepok dan tepung kacang merah mempengaruhi kandungan karbohidrat, protein, lemak, serat kasar, kadar air, dan kadar abu dalam cookies. Selain itu, pengujian organoleptik mengindikasikan bahwa formula dengan rasio 75:25% memiliki daya terima terbaik berdasarkan warna, tekstur, aroma, rasa, dan keseluruhan. Cookies berbasis pisang kepok dan kacang merah ini diusulkan sebagai alternatif pangan bagi penderita diabetes melitus tipe 2.
Profil Kasus Kematian Tidak Wajar yang Diperiksa Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Tahun 2023 Suwandono, Adji; Salsabilla, Nurani Almira; Nugroho, Novianto Adi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.185

Abstract

Kematian tidak wajar merupakan kematian yang disebabkan keracunan, kecelakaan, bunuh diri, maupun pembunuhan. Kasus kematian tidak wajar membutuhkan pemeriksaan forensic untuk mengetahui penyebab kematian. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan profil kasus kematian tidak wajar yang diperiksa di RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada tahun 2023. Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dari surat visum et repertum kasus kematian tidak wajar di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2023. Jumlah keseluruhan kasus kematian tidak wajar yang diperiksa di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2023 adalah 110 kasus dengan regio trauma terbanyak adalah kepala (53), penyebab kematian terbanyak tidak dapat ditentukan (54), mekanisme kematian terbanyak tidak diketahui (65), dan perkiraan waktu kematian terbanyak adalah belum ada pembusukan (77). Pada kasus kematian tidak wajar di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2023, regio trauma terbanyak adalah kepala. Penyebab kematian terbanyak tidak dapat ditentukan mekanisme kematian terbanyak tidak diketahui, dan perkiraan waktu kematian terbanyak adalah belum ada pembusukan. Kesimpulannya, meskipun banyak kasus kematian tidak wajar yang penyebabnya tidak dapat ditentukan, hasil penelitian ini memberikan wawasan penting tentang pola umum dan karakteristik kasus kematian tidak wajar di Surakarta. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi upaya peningkatan kualitas pemeriksaan forensik dan pencegahan kematian tidak wajar di masa mendatang.
Pengauh Indeks Massa Tubuh ( IMT ) Terhadap Hipertensi: Literature Review Rahmadini, St. Islami; Nur, Muh. Jabal; Malinda, Meriam
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.186

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang mempengaruhi lebih dari 1 miliar populasi di seluruh dunia. Indeks Massa Tubuh (IMT) dikenal sebagai faktor risiko utama terjadinya hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh IMT terhadap tekanan darah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka. Studi ini melibatkan pengumpulan data dari jurnal, buku, dan sumber informasi lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi signifikan antara IMT dan tekanan darah. Berikut adalah beberapa hasil penelitian yang relevan. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa hipertensi memiliki hubungan yang sangat berkaitan dengan obesitas. IMT terutama pada kategori obesitas memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi. Prevalensi kejadian hipertensi pada jenis kelamin perempuan memiliki risiko lebih tinggi dengan persentase sebesar 60% dibandingkan dengan laki-laki sebesar 40%. Usia juga menjadi faktor risiko terjadinya hipertensi, dengan risiko meningkat mulai dari usia di atas 36 tahun. Dengan demikian, penting untuk melakukan pengelolaan berat badan yang berkelanjutan untuk mengurangi risiko hipertensi dan penyakit kronis lainnya. Perubahan pola makan dan aktivitas fisik yang seimbang merupakan strategi penting dalam pencegahan dan pengendalian hipertens.
Hubungan Antara Usia Dan Lama Penggunaan Ventilasi Mekanik Dengan Kejadian Vap (Ventilator Associated Pneumoniae) Pada Pasien di Ruang Icu Rumah Sakit Khusus Paru Karawang Sutoyo, Dede; Ria, Roma Tao Toba Muara; Paturohman, Asep
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.187

Abstract

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) adalah infeksi pneumonia yang sering terjadi terkait dengan layanan kesehatan, khususnya di Intensive Care Unit (ICU). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara usia dan lama pemakaian ventilasi mekanik dengan kejadian VAP pada pasien di ICU Rumah Sakit Khusus Paru Karawang, dengan menggunakan alat ukur CPIS. Metode penelitian ini bersifat observasional untuk menganalisis hubungan antara paparan dan penyakit. Sampel yang diteliti sebanyak 40 orang melalui teknik non probability sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan analisis bivariat (spearman rank) serta univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55% responden yang mengalami VAP adalah lansia. Selain itu, ditemukan hubungan yang cukup kuat antara usia dan durasi penggunaan ventilasi dengan kejadian VAP, dengan nilai P Value masing-masing 0,01 dan 0,027. Penelitian ini menyimpulkan bahwa usia dan durasi penggunaan ventilasi mekanik merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap kejadian VAP. Untuk mengurangi risiko VAP, disarankan agar ICU mengimplementasikan bundel pencegahan VAP secara ketat, mengurangi durasi penggunaan ventilator jika memungkinkan, dan meningkatkan pelatihan serta kepatuhan terhadap protokol yang ada.
Peningkatan Disolusi Etoricoxib dengan Pembentukan Dispersi Padat Menggunakan Kollidon® VA 64 Prawira, William Ratna; Soewandhi, Sundani Nurono; Simorangkir, Timbul Partogi Haposan; Nugraha, Yuda Prasetya
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.190

Abstract

Etoricoxib merupakan salah satu golongan anti inflamasi selektif COX-2 yang diklasifikasikan dalam BSC kelas II. Pada penelitian ini dilakukan usaha peningkatan kelarutan etoricoxib melalui metode dispersi padat dengan menggunakan Kollidon® VA 64. Percobaan ini diawali dengan uji pendahuluan untuk mencari optimasi perbandingan antara etoricoxib dengan Kollidon® VA 64. Setelah dilakukan uji didapatkan perbandingan ETO-KOL-3 (1:3) adalah yang optimal. Kemudian dilakukan pembuatan dispersi padat dengan menggunakan metode penguapan pelarut yang terbagi tiga yaitu pengeringan pelarut pada suhu ruang, pengeringan pelarut dengan laju pemanasan dan pengeringan pelarut dengan Spray Drying. Hasil dispersi padat kemudian dikarakterisasi dengan Powder X-Ray Diffractometry (PXRD), Differensial Scanning Calorimetry (DSC) dan Scanning Electron Microscope(SEM). Hasil PXRD dari ETO-KOL-3-SR, ETO-KOL-3-SE dan ETO-KOL-3-SD memiliki derajat kristalinitas sebesar 37,62, 36,72 dan 35,55. Hasil DSC ETO-KOL-3-SR, ETO-KOL-3-SE dan ETO-KOL-3-SD memiliki Tg sebesar 72,78, 80,87 dan 88,48°C. Hasil SEM ETO-KOL-3-SR dan ETO-KOL-3-SE memiliki bentuk lempeng irregular tetapi ETO-KOL-3-SD memiliki bentuk spherical. Hasil disolusi ETO-KOL-3-SR, ETO-KOL-3-SE dan ETO-KOL-3-SD pada media dapar fosfat pH 6,8 memiliki persen disolusi 53,39±0,34 %, 63,05±0,24% dan 72,60±0,19%. Pada penelitian ini dapat dibuktikan bahwa pembentukan dispersi padat etoricoxib dengan Kollidon® VA 64 dengan metode Spray Drying merupakan salah satu pendekatan yang potensial untuk meningkatkan laju disolusi etoricoxib.
A Keystone Flap as A Reconstructive Option for Anterior Abdominal and Inguinal Defect Mallo, Andly Resando; Oley, Mendy Hatibie
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.192

Abstract

The keystone flap is an effective solution to this by utilizing local tissue similar to a keystone to close the defect without the need for tissue transfer from other locations in the body. This makes it a highly effective option in reconstructing complex defects of the anterior abdomen and inguinal region, supporting complete patient recovery. This study aims to determine the effectiveness of using keystone flaps in covering large defects in the abdominal and inguinal walls after tumor removal. This study used a descriptive method with a retrospective approach. Data collection techniques in this study were literature study, observation and patient medical records. The data that has been collected is then analyzed in three stages, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that the keystone flap can be used to cover extensive damage to the abdominal and inguinal walls after tumor removal with success. The keystone flap is a reasonably easy defect reconstruction, is very reliable, and has low morbidity and complications
Skrining Fitokimia dan Uji Toksisitas Ekstrak Bunga Tapak Dara (Catharanthus Roseus) Najukha, Yusrifa; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.208

Abstract

Bunga tapak dara (Catharanthus roseus) merupakan tanaman perdu yang termasuk dalam famili Apocynaceae. Tanaman ini telah dikenal sejak lama sebagai tanaman hias dan juga dalam pengobatan tradisional sebagai obat. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan tingkat toksisitas pada bunga tapak dara (Catharanthus roseus). Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental yang bersifat in vitro dan bioassay. Terdiri dari uji fitokimia dan uji toksisitas dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil uji fitokimia didapatkan bahwa ekstrak bunga tapak dara (Catharanthus roseus) mengandung alkaloid, betasianin, kardioglikosida, kumarin, flavonoid, glikosida, fenolik, kuinon, saponin, terpenoid dan tannin sehingga dapat berpotensi sebagai antioksidan. Tingkat toksisitas ekstrak bunga tapak dara (Catharanthus roseus) ditunjukkan dengan nilai LC50 sebesar 162,181 µg/mL sehingga masuk dalam kategori toksik sedang yang berpotensi sebagai antimitosis. Ekstrak bunga tapak dara (Catharanthus roseus) mengandung berbagai senyawa fitokimia dengan kapasitas antioksidan kuat menurut metode ABTS dan FRAP, serta potensi sebagai senyawa antikanker. Namun, kapasitas antioksidan berdasarkan metode DPPH tergolong sangat lemah. 
Analisis Interaksi Obat Antipsikotik pada Pasien Bipolar di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat Periode Januari-Desember 2023 Efriani, Like; Putra, Teguh Adiyas; Fauzia, Hilda Nurul
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.178

Abstract

Bipolar merupakan gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang drastis antara episode manik dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan dan mekanisme interaksi obat yang terjadi pada pasien bipolar di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional (potong lintang) dengan metode retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien di instalasi rawat jalan dengan diagnosis bipolar pada tahun 2023 sebanyak 299 pasien, dan sampel sebanyak 171 pasien dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui rekam medis pasien, mencakup informasi demografis, riwayat penggunaan obat antipsikotik, dan kejadian interaksi obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi obat farmakodinamik lebih banyak terjadi (87,7%) dibandingkan dengan farmakokinetik (12,3%). Kombinasi obat yang paling sering digunakan adalah risperidone-trihexyphenidyl dengan tingkat keparahan moderat. Kesimpulannya, interaksi farmakodinamik merupakan jenis interaksi yang paling umum terjadi, dengan tingkat keparahan moderat sebagai yang paling sering ditemukan. Pemantauan ketat dan penyesuaian dosis diperlukan untuk mengurangi risiko interaksi yang berbahaya pada pasien bipolar.
Herbal in Glaucoma: Bibliometric Analysis Erlyn, Amelyna; Dedeh, Kurniasih; Damayanti, IP; Muhammad, Almanfaluthi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.183

Abstract

Glaukoma merupakan tantangan kesehatan global karena menjadi penyebab utama kebutaan permanen di seluruh dunia. Meskipun terdapat berbagai pengobatan medis, penggunaan tanaman herbal sebagai terapi alternatif untuk menurunkan tekanan intraokular (TIO) pada glaukoma masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi tanaman herbal dalam penatalaksanaan glaukoma, dengan fokus pada efektivitasnya dalam menurunkan TIO dan mengidentifikasi kontribusi peneliti serta institusi dalam bidang ini. Penelitian ini menggunakan metode bibliometrik, dengan mengumpulkan artikel yang relevan dari database PubMed. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kata kunci “herbal” dan “glaucoma”, mencakup artikel dalam rentang tahun 2014-2024 tanpa batasan bahasa atau wilayah geografis. Analisis dilakukan menggunakan RStudio dan software Biblioshiny untuk memetakan tren penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa Sun Yat-Sen University adalah institusi dengan kontribusi terbesar dalam penelitian terkait herbal dan glaukoma. Peneliti Yang Y dan Zhang Z juga menjadi kontributor utama. Kata kunci yang saling berkaitan menunjukkan hubungan erat antara herbal medicine dan pengobatan glaukoma. Penggunaan tanaman herbal memiliki potensi signifikan sebagai terapi tambahan untuk pengobatan glaukoma, terutama dalam menurunkan TIO. Penelitian ini memberikan wawasan baru terkait efektivitas herbal dalam praktik klinis serta membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut di masa depan.
Effectiveness of Butterfly Pea (Clitoria Ternatea) Extract Against Streptococcus Mutans Bacterial Growth In Vitro Salmiah, Siti; Nainggolan, Jesica Dwiasta Octaria Mp
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.189

Abstract

Dental caries is still a significant dental problem and is children's most common infectious disease. Caries is a microbiological infectious disease that can damage the hard tissue of the teeth. Several factors, including the microorganism Streptococcus mutans, cause caries. This bacterium is the main species in dental plaque that plays a role in the etiology of caries. One way to prevent caries is cleaning plaque regularly, one of which is mouthwash. This study aims to determine the effectiveness of butterfly pea flower extract (Clitoria ternatea ) on the growth of Streptococcus mutans in vitro. This type of research is laboratory experimental research using a post-test-only control group design approach. The samples used were butterfly pea flower extract ( Clitoria ternatea ) diluted with DMSO to a concentration of 100%, 50%, 25%, 12.5%, 3.125%, 6.125% and Streptococcus mutans ATCC  25175. This research was conducted using the MIC test dilution method and KBM to see the effectiveness of the antibacterial extract against the test bacteria. Analysis of research data using the one-way ANOVA test (p <0.05) to see significant differences between study groups with the number of test bacteria, followed by a double comparison test with the Post Hoc Least Significance Different (LSD) method to determine the average difference between treatment groups. Antibacterial effectiveness test results showed that butterfly pea flower extract (Clitoria ternatea) was effective in inhibiting Streptococcus mutans bacteria (p<0.05), at a concentration of 25% was the minimum inhibitory level (MIC) and 50% concentration was the minimum killing rate (MBC). This study concludes that the extract of butterfly pea flower (Clitoria ternatea) effectively inhibits and kills Streptococcus mutans bacteria