cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsps@unisba.ac.id
Phone
+6285211144661
Journal Mail Official
bcsps@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp: +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Psychology Science
ISSN : -     EISSN : 28282191     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsps.v2i3
Bandung Conference Series: Psychology Science (BCSPS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Psikologi dengan ruang lingkup sbb: Broken Home, Budaya Organisasi, Celebrity Worship, Delinkuensi, Dewasa Awal, Disiplin Kerja, Dukungan Sosial, Health belief, Interaksi Parasosial, Kemandirian Anak Usia Dini, Kematangan Karir, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Obesitas, Parasocial Relationship, Peak Performance, Pendidikan Karakter, Penyesuaian diri, Penyesuaian pernikahan, Pola Asuh, Prestasi Belajar, Psychological Well-Being, Religiusitas, Remaja Akhir, Self Esteem, Self regulation, Ta’aruf. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 61 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science" : 61 Documents clear
Gambling Memahami Motivasi dan Dampak Judi Slot di Kalangan Mahasiswa: Pemahaman Motivasi Dampak Judi Slot Di Kalangan Mahasiswa Wibiru, Rafa Perwira Wibiru; Shafa Nurul Zahran; Uswatun Hasanah; Balqis Nabila; Rama Wijaya Abdul Rozak
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9661

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the impact of slot gambling activities that are increasingly spreading among university students and to find the motivation of students who play slot gambling. This is despite the fact that a large number of studies have been conducted on gambling, particularly slot games in university students. This study used qualitative methods, which involved participatory observation and interviews. The purpose of this study was to gain a deeper understanding of individual motivations as well as the impact of playing slots. The results of this study contain a better understanding of university students who participate in slot games and the consequences that may result from such involvement. This research can provide a basis for policy and be good for preventing and addressing the adverse effects of slot gambling among university students. This research also paves the way for further research that can learn more about the psychosocial and motivational aspects of gambling in university students. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari aktivitas judi slot makin menyebar di kalangan mahasiswa serta mencari motivasi mahasiswa yang bermain judi slot. Terlepas dari fakta bahwa sejumlah besar penelitian telah dilakukan terkait perjudian, khususnya permainan slot pada mahasiswa. Studi ini menggunakan metode kualitatif , yang melibatkan observasi partisipan dan wawancara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang motivasi individu serta dampak yang ditimbulkan oleh bermain slot. Hasil penelitian ini berisi pemahaman yang lebih baik tentang mahasiswa yang berpartisipasi dalam permainan slot dan akibat yang mungkin dihasilkan dari keterlibatan tersebut. Penelitian ini dapat memberikan dasar untuk kebijakan dan menjadi baik untuk mencegah serta mengatasi efek buruk perjudian slot di kalangan mahasiswa. Penelitian ini juga membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut yang dapat memppelajari lebih lanjut tentang psikososial dan motivasi dari perjudian di lingkungan mahasiswa.
Pengaruh Social Support terhadap Academic Burnout pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran di Kota Bandung Salsa Alfi Syahrin; Kusdiyati, Sulisworo
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9719

Abstract

Abstract. Medical students in West Java are said to have the highest level of Academic Burnout compared to other medical students in Indonesia. Academic Burnout is the impact of large academic demands and challenges, especially on medical students. In this research, Social Support is the independent variable and Academic Burnout is the dependent variable, considering that Social Support is said to be a variable that produces various results regarding its influence and relationship to Academic Burnout. The aim of this research is to try to determine the level of Social Support and Academic Burnout as well as the influence of Social Support on Academic Burnout in students of the Undergraduate Medical Study Program in Bandung City. The design of this research is causality with a non-experimental quantitative approach. Data were collected using a cross-sectional convenience sampling technique with 311 medical students as respondents. Multiple regression analysis was used to see the influence of the Social Support dimension on Academic Burnout. The theory used to explain Social Support is Cohen & Hoberman's Theory (1983) and to explain Academic Burnout using the Theory of Schaufeli et al., (2002). The research results based on the R Square value of Social Support contribute 67% to the Academic Burnout variable with a significant negative relationship, meaning that the higher the level of appreciation of Social Support, the lower the level of Academic Burnout and vice versa. Of the 4 dimensions of Social Support (appraisal support, belonging support, tangible support, and esteem support) Belonging Support is the dimension that has the most influence on Academic Burnout with a contribution value (R2) of 26.3% Abstrak. Mahasiswa kedokteran di Jawa Barat dikatakan berada pada tingkat tertinggi mengenai Academic Burnout dibandingkan dengan mahasiswa kedokteran lainnya di Indonesia. Academic Burnout adalah dampak dari besarnya tuntutan dan tantangan akademik terutama pada mahasiswa Kedokteran. Pada penelitian ini Social Support sebagai variabel independent dan Academic Burnout sebagai variabel dependen, mengingat Social Support dikatakan sebagai variabel yang memunculkan hasil yang beragam mengenai pengaruh dan hubungannya terhadap Academic Burnout. Tujuan penelitian ini mencoba mengetahui tingkat Social Support dan Academic Burnout serta pengaruh Social Support terhadap Academic Burnout pada mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran di Kota Bandung. Desain penelitian ini adalah kausalitas dengan pendekatan kuantitatif non ekperimental. Pengambilan data menggunakan teknik convevience sampling secara cross-sectional pada responden sebanyak 311 mahasiswa kedokteran. Analisis regresi berganda digunakan untuk melihat pengaruh dari dimensi Social Support terhadap Academic Burnout. Teori yang digunakan untuk menjelaskan Social Support adalah Teori Cohen & Hoberman (1983) dan untuk menjelaskan Academic Burnout menggunakan Teori Schaufeli et al., (2002). Hasil penelitian berdasarkan nilai R Square Social Support berkontribusi sebesar 67% terhadap variabel Academic Burnout dengan arah hubungan negatif yang signifikan artinya semakin tinggi tingkat penghayatan Social Support maka akan semakin rendah tingkat Academic Burnoutnya begitupun sebaliknya. Adapun dari 4 dimensi Social Support (appraisal support, belonging support, tangible support, dan esteem support) Belonging Support merupakan dimensi yang paling berpengaruh terhadap Academic Burnout dengan nilai kontribusi (R2) sebesar 26,3%.
Pengaruh Orientasi Masa Depan dan Performa Akademik terhadap Career Adaptability Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Islam Bandung. Sofia Jannati; Suhana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9997

Abstract

Abstract. In lectures, a major has been determined to make it easier for students to focus on their careers, while there are still some final year students who are still confused about what field they will pursue a career in after graduating from college. So final year students must have a future orientation and academic performance that is in line with supporting career adaptability. This research aims to determine the influence of future orientation and academic performance on final year students at Bandung Islamic University. This research used quantitative methods which were tested on 131 final year students. This sampling method uses a purposive sampling technique. The measuring instrument used in this research is the Seginer future orientation measuring scale. Meanwhile, to measure academic performance, researchers use GPA as a measurement. The career adaptability scale uses the Savickas scale. Data analysis for this research used multiple linear regression analysis techniques and hypothesis testing with data processing using the SPPS 23 program. It was found that future orientation had a significant contribution to career adaptability of 45.8% with a significance value of 0.001 (p<0.05) and performance. Academics has a significant contribution to career adaptability of 3.5% with a significance of 0.000 (p<0.05). These results indicate that there is a significant positive influence. Abstrak Dalam perkuliahan sudah ditetapkannya sebuah jurusan untuk mempermudah fokus mahasiswa dalam karirnya sedangkan masih terdapat beberapa mahasiswa tingkat akhir yang masih kebingunan akan berkarir di bidang apa setelah lulus di bangku perkuliahan. Sehingga mahasiswa tingkat akhir harus memiliki orientasi masa depan dan performa akademik yang sejalan dalam menunjang career adaptability. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh orientasi masa depan dan performa akademik terhadap mahasiswa tingkat akhir di Universitas Islam Bandung. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang diujikan pada 131 mahasiswa tingkat akhir. Metode pengambilan sampel ini menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala alat ukur orientasi masa depan Seginer. sedangkan untuk pengukuran performa akademik peneliti menggunakan IPK sebagai pengukuran. Pada skala career adaptability menggunakan skala Savickas. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis dengan pengolahan data menggunakan program SPPS 23. Diporeleh bahwa orientasi masa depan memiliki kontribusi signifikan terhadap career adaptability sebesar 45,8% dengan nilai signifikansi 0,001 (p<0,05) dan Performa akademik memiliki kontribusi dan signifikan terhadap career adaptability sebesar 3,5% dengan signifikasi 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan.
Pengaruh Loneliness terhadap Self Esteem pada Pengguna Aplikasi Bumble Febriani Purnama Dewi; Muhammad Ilmi Hatta
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12715

Abstract

Abstract. Self esteem refers to an individual's evaluation of themselves, encompassing both positive and negative attitudes, and has a significant impact on psychological well being. Loneliness is a mental condition characterized by feelings of emptiness and isolation. Previous research has shown a negative relationship between loneliness and self esteem, indicating that individuals experiencing loneliness often suffer from a decrease in self-esteem. In the modern social era, the use of dating applications has become increasingly popular among the younger generation, including the "Bumble" application. According to research conducted by Triwahyuningsih (2017) on the use of the Bumble application and its correlation with loneliness, the main motive for using Bumble is to overcome loneliness due to a lack of social interaction. Therefore, this study was conducted to examine how strongly loneliness influences self-esteem among Bumble application users. This research employs a quantitative approach with causal studies to determine the cause-and-effect relationship between variables. The study uses the Rosenberg Self Esteem Scale (RSES) to measure self-esteem and the UCLA Loneliness Scale to measure loneliness. The population of this study consists of university students who use the Bumble application and reside in Bandung, with a total sample of 173 individuals. The data analysis employed is simple linear regression. The data processing results show an R2 value of 0.230, indicating that loneliness only affects self esteem by 23%, which falls into the category of weak or not very strong influence. Abstrak. Self esteem mengacu pada penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri, mencakup sikap positif dan negatif, dan berpengaruh besar pada kesejahteraan psikologis. Loneliness merupakan kondisi mental yang ditandai dengan perasaan hampa dan isolasi yang dirasakan seseorang. Penelitian sebelumnya menunjukkan terdapat hubungan negatif diantara loneliness dan self esteem, yaitu ketika inidividu merasa loneliness sering mengalami penurunan self esteem. Dalam era sosial modern, penggunaan aplikasi kencan semakin populer di kalangan generasi muda, diantaranya aplikasi “Bumble”. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Triguswinri (2022) mengenai penggunaan aplikasi Bumble yang berkorelasi dengan loneliness motif utama penggunaan Bumble adalah untuk mengatasi loneliness karena kurangnya interaksi sosial. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk melihat sebarapa kuat pengaruh loneliness terhadap self esteem pada pengguna aplikasi Bumble. Metode penelitian ini menggunakan pendekatakan kuantitatif dengan studi klausal untuk mengetahui hubungan sebab-akibat antar variable. Penelitian ini menggunakan alat ukur Rosenberg Self esteem scale (RSES) untuk mengukur self esteem dan UCLA Loneliness Scale untuk mengukur loneliness. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa pengguna aplikasi Bumble yang berdomisili di Bandung dengan total sampel yang didapat sebanyak 173 orang. Analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Hasil pengolahan data menunjukan nilai R2 = 0.230 yang artinya loneliness hanya berpengaruh 23% terhadap self esteem dan termasuk dalam kategori berpengaruh lemah atau tidak begitu kuat.
Hubungan antara Self-Esteem dengan Hubungan Parasosial pada NCTzen Dewasa Awal Dianita Rahma; Hedi Wahyudi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12717

Abstract

Abstract. Parasocial relationships refer to fans reactions towards their idols, resulting in feelings of closeness and attachment. The age range that finds parasocial relationships preferable to feeling isolated is early adulthood, as individuals who fail to form intimate and close relationships with others may feel isolated. The experience in parasocial relationships involves an illusion of intimacy, leading one to experience fantasies that differ from real-life situations. The discrepancy between real-life situations and desired situations causes low self-esteem. This study aims to determine the strength of the relationship between self-esteem and parasocial relationships among early adult NCTzens residing in Bandung. The research method used is a quantitative approach, with data collection through questionnaires. The measuring instruments used are the Rosenberg Self-esteem Scale (RSES), adapted to Indonesian by Maroqi (2018), and a tool constructed by Nur'afifah, Farida, and Lestari (2019) based on Schramm and Hartmann's (2008) parasocial relationship theory. The sampling technique used in this study is convenience sampling, with a sample of 254 respondents. Data analysis was performed using the Spearman's Rho correlation test. The results show a significant negative relationship, indicated by 0.004<0.05, between the variables of self-esteem and parasocial relationships among early adult Bandung NCTzens, with a correlation coefficient of -0.180, indicating a very low strength of correlation. Thus, the lower the level of self-esteem, the higher the level of parasocial relationships. Abstrak. Hubungan parasosial adalah interaksi yang mengacu pada reaksi penggemar terhadap idola, sehingga merasakan keakraban dan kelekatan. Rentang usia yang merasa lebih baik memiliki hubungan parasosial daripada merasa terisolasi yaitu usia dewasa awal, karena seseorang yang gagal dalam membentuk hubungan yang intim, maka ia akan merasa terisolasi. Pengalaman dalam hubungan parasosial melibatkan ilusi keintiman sehingga membuat seseorang mengalami fantasi yang berbeda dari situasi kehidupan nyata. Perbedaan situasi dalam kehidupan nyata dengan situasi yang diinginkan menyebabkan rendahnya self-esteem. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa erat hubungan antara self-esteem dengan hubungan parasosial pada NCTzen dewasa awal berdomisi Bandung. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan kuantitatif dan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Alat ukur yang digunakan yaitu Rosenberg Self-esteem Scale (RSES) yang telah diadaptasikan ke Bahasa Indonesia oleh Maroqi (2018) dan alat ukur yang dikonstruk oleh Nur’afifah, Farida, dan Lestari (2019) berdasarkan teori hubungan parasosial Schramm dan Hartmann (2008). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu convenience sampling dengan sampel sebanyak 254 responden. Analisis data dilakukan dengan teknik uji korelasi Rho Spearman. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan yang ditunjukkan dengan 0.004 < 0.05 antara variabel self-esteem dengan hubungan parasosial pada NCTzen dewasa awal berdomisili Bandung dan angka koefisien korelasi sebesar -0.180, artinya tngkat kekuatan hubungan sangat rendah. Dengan demikian, semakin rendahnya tingkat self-esteem, maka semakin tingginya tingkat hubugan parasosial.
Hubungan antara Stres Akademik dan Adiksi Internet dengan Self-control sebagai Moderator Siti Annisa Nugraheni; Siti Qodariah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12763

Abstract

Abstract. Studies that discuss the relationship between academic stress and internet addiction produce varying strengths of the relationship ranging from weak to strong. The study was conducted to see whether the role of self-control as a moderator variable can affect the relationship between academic stress and internet addiction. This study used a quantitative approach with 104 participants from Bandung City University students who also live in Bandung City, aged 18-25 years, experiencing academic stress, and internet addiction according to Young's (2011) criteria. Data were collected by independently filling out questionnaires by respondents to measure research variables, Student-life stress inventory (SLSI) to measure academic stress, Internet Addiction Test (IAT) to measure internet addiction, and Brief Self-control Scale (BSCS) to measure self-control. From the data analysis, several results were found. First, academic stress is positively correlated with internet addiction. Second, self-control negatively moderated the relationship between academic stress and internet addiction among university students in Bandung City. The findings emphasise the predictor role of stress on internet addiction and the role of self-control in the relationship between the two variables, and also provide insights into interventions in college students' excessive internet use behaviour for educators and practitioners, such as reducing academic stress levels and increasing self-control abilities. Abstrak. Penelitian-penelitian yang membahas hubungan antara stres akademik dan adiksi internet menghasilkan kekuatan hubungan yang bervariasi mulai dari lemah hingga kuat. Penelitian dilakukan untuk melihat apakah peran self-control sebagai variabel moderator dapat memengaruhi hubungan antara stres akademik dan adiksi intenet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan partisipan berjumlah 104 mahasiswa Perguruan Tinggi Kota Bandung yang juga berdomisili di Kota Bandung, berusia 18–25 tahun, mengalami stres akademik, dan adiksi internet sesuai kriteria Young (2011). Data dikumpulkan dengan pengisian kuesioner secara mandiri oleh responden untuk mengukur variabel penelitian, Student-life stress inventory (SLSI) untuk mengukur stres akademik, Internet Addiction Test (IAT) untuk mengukur adiksi internet, dan Brief Self-control Scale (BSCS) untuk mengukur self-control. Dari hasil analisis data ditemukan beberapa hasil. Pertama, stres akademik berkorelasi positif dengan adiksi internet. Kedua, self-control memoderasi secara negatif hubungan antara stres akademik dan adiksi internet pada mahasiswa di Kota Bandung. Temuan ini menekankan peran prediktor stres terhadap adiksi internet dan peran self-control dalam hubungan kedua variabel tersebut, dan juga memberikan wawasan tentang intervensi dalam perilaku penggunaan internet yang berlebihan oleh mahasiswa bagi para pendidik maupun praktisi, seperti mengurangi tingkat stres akademik dan meningkatkan kemampuan self-control.
Pengaruh Internalisasi Tubuh Kurus Ideal terhadap Ketidakpuasan Bentuk Tubuh pada Wanita Dewasa Awal Pengguna Instagram M. Ghani Denfiana; Endah Nawangsih
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12764

Abstract

Abstract. Many images on social media, especially Instagram, depict an ideal thin body. This behavior has a negative impact, creating the perception that their bodies are not ideal when compared to what they see. As a result, this can lead to dissatisfaction with their own body shape. This study aims to determine the influence of Thin Ideal Internalization on Body Dissatisfaction among early Adulthood Instagram Users. Researchers used a quantitative causality method with 391 subjects. The Body Dissatisfaction scale used the Multidimensional Body Self Relations Questionnaire – Appearance Scale (MBSRQ – AS) from Cash & Pruzinsky (2002) which has been adapted by Jannah, (2022). Thin Ideal Internalization scale used The Sociocultural Attitudes Toward Appearance Questionnaire-3 (SATAQ-3) from Thompson & Heinberg (1999) which has been adapted by Nursyaifuddin (2016). This study shows that there is an influence of Internalization of the Ideal Thin Body on Body Dissatisfaction of 17.2%. Thin Ideal Internalization has a significance value below 0.05, so it can be concluded that Thin Ideal Internalization has a significant effect on Body Dissatisfaction. Abstrak. Banyak gambar di media sosial, terutama di Instagram, yang menampilkan tubuh ideal yang kurus. Perilaku ini berdampak negatif, menciptakan persepsi bahwa tubuh mereka tidak ideal jika dibandingkan dengan yang mereka lihat. Akibatnya, hal ini dapat menimbulkan ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Internalisasi Tubuh Kurus Ideal Terhadap Ketidakpuasan bentuk tubuh Pada Wanita Dewasa Awal Pengguna Instagram. Peneliti menggunakan metode kuantitatif kausalitas dengan jumlah subjek 391. Skala alat ukur Ketidakpuasan bentuk tubuh menggunakan Multidimensional Body Self Relations Questionnaire – Appearance Scale (MBSRQ – AS) dari Cash & Pruzinsky (2002) yang telah diadaptasi oleh Jannah, (2022). Skala alat ukur Internalisasi Tubuh Kurus Ideal menggunakan The Sociocultural Attitudes Toward Appearance Questionnaire-3 (SATAQ-3) dari Thompson & Heinberg (1999) yang telah diadaptasi oleh Nursyaifuddin (2016). Pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh Internalisasi Tubuh Kurus Ideal terhadap Ketidakpuasan bentuk tubuh sebesar 17,2%. Internalisasi Tubuh Kurus Ideal memiliki nilai signfikansi dibawah 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Internalisasi Tubuh Kurus Ideal berpengaruh signifikan terhadap Ketidakpuasan bentuk tubuh.
Independent – Interdependent Self Construal pada Mahasiswa Kota Bandung Herkyles Surya Fadilah; Dewi Rosiana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12765

Abstract

Abstract. This study aims to comprehensively explore Self-Construal among university students in Bandung, considering their ethnic and cultural backgrounds. Comparisons of students' self-construal can influence whether they behave according to personal desires or follow academic demands. This study employs a mixed-methods approach with a sequential explanatory strategy (quantitative-qualitative-interpretation of both findings). The measuring instrument used is the Self-Construal Scale (SCS) (n = 24) which measures two dimensions, namely independent (0.88) and interdependent self-construal (0.89), as well as semi-structured questions. There were 276 respondents in the quantitative study and 10 subjects in the qualitative study, representing cultural variations including Sundanese, Makassarese, Javanese, and Betawi. Two main conclusions were drawn. First, Self-Construal among students showed significant differences regardless of ethnicity for each student. Second, when viewed by ethnicity, there were no significant differences among students. The qualitative findings indicate that most students follow the majority cultural group in the expectations of the academic environment, but have different values in viewing themselves and interpersonal dependence based on various situations. Cultural differences can influence students' self-perception of the diverse academic environment, affecting their social and intercultural skills. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi Self Construal secara komprehensif pada mahasiswa Kota Bandung dengan memperhatikan latar belakang etnis budaya. Perbandingan self-construal mahasiswa dapat memengaruhi apakah mereka berprilaku sesuai keinginan pribadi atau mengikuti tuntutan akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix metode dengan model sequential explanatory strategy (kuantitatif-kualitatif-inteprestasi kedua temuan). Alat ukur yang digunakan adalah Self-construal Scale (SCS) (n = 24) yang mengukur dua dimensi, yaitu independent (0,88) dan interdependent self-construal (0,89), serta pertanyaan semi-terstruktur. Terdapat 276 responden dalam studi kuantitatif dan 10 subjek dalam studi kualitatif, mewakili variasi budaya termasuk suku Sunda, Makasar, Jawa, dan Betawi. Menghasilkan dua kesimpulan utama. Pertama, Self Construal pada mahasiswa menunjukan perbedaan signifikan tanpa melihat kesukuannya pada setiap mahasiswa. Kedua, melihat pada kesukuannya menunjukan tidak ada perbedaan signifikan pada setiap mahasiswa. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengikuti suku budaya mayoritas dalam harapan lingkungan perkuliahan, namun memiliki nilai yang berbeda dalam melihat diri dan ketergantungan interpersonal berdasarkan situasi yang beragam. Perbedaan budaya dapat memengaruhi pandangan diri mahasiswa terhadap lingkungan perkuliahan yang beragam, memengaruhi keterampilan sosial dan interkultural mereka.
Pengaruh Stres Kerja terhadap Komitmen Organisasi Karyawan BPR Kota Bandung Muhammad Zidane Al Hidayat; Suhana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12766

Abstract

Abstract. Organizational commitment is generally based on employees' belief in various organizational values, their willingness to support the achievement of organizational goals, and their loyalty to remain committed to being part of the organization. One of the various factors that potentially influence organizational commitment is job stress. Job stress is a condition where individuals perceive or experience personal dysfunction due to situations encountered in their work environment. This study aims to determine the extent of the influence of job stress on the organizational commitment of employees at BPR Kota Bandung, with a total of 77 bank employees as subjects. A quantitative method is used as the approach in this study. The measurement tool utilized is the Job Stress Scale adapted from the scale by Adihsty Merilya Oya (2018), which is based on the theory by Parker & DeCotils (1983), encompassing two dimensions: time stress and anxiety. The Organizational Commitment Scale is based on the self-report scale proposed by Mowday et al. (1982), and adapted by Ingarianti (2017). The sampling technique employed is a saturated sample, where the entire population is used as the sample, making this study a population study. It was found that there is an influence between Job Stress and Organizational Commitment of 42.3%. Abstrak. Komitmen organisasi yang terbentuk umumnya didasarkan pada keyakinan karyawan terhadap berbagai nilai organisasi, kesediaan karyawan dalam mendukung tercapainya tujuan organisasi, serta loyalitas mereka untuk terus berkomitmen menjadi bagian dari organisasi. Satu di antara berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi komitmen organisasi adalah stres kerja. Stres kerja adalah kondisi di mana individu menyadari atau merasakan disfungsi personal akibat situasi yang dialami di lingkungan kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Stres Kerja terhadap Komitmen Organisasi Karyawan BPR Kota Bandung dengan jumlah subjek 77 karyawan bank. Metode kuantitatif dipakai sebagai pendekatan dalam penelitian ini. Alat ukur yang dimanfaatkan yaitu Skala Stres Kerja yang di adaptasi dari skala milik Adihsty Merilya Oya (2018) yang disusun berdasarkan teori dari Parker & DeCotils (1983) yang meliputi 2 dimensi yakni time stress serta axienty. Alat ukur Komitmen Organisasi yang disusun berdasarkan self-report scale yang dikemukakan oleh Mowday et al., (1982), lalu diadaptasi oleh Ingarianti (2017). Teknik sampling yang dimanfaatkan yaitu sampel jenuh yang dimana keseluruhan dari populasinya dijadikan sampel sehingga penelitian ini termasuk dalam penelitian populasi. Bahwa terdapat pengaruh antara Stres Kerja dan Komitmen Organisasi sebesar 42,3%.
Pengaruh Self Concept tehadap Kematangan Karir Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP di Kota Bandung Putri Julieta Yasmine; Yuli Aslamawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12783

Abstract

Abstract. Individuals with low SES have limited range of aspirations in planning their career choices. However, students from lowest SES with positive Self Concept can achieve high Career Maturity compared to students with other SES strata. This study aims to examine how much contribution Self Concept has on Career Maturity of KIP Scholarship Students in Bandung. The data was collected using Google Form with a non-purposive snowball sampling technique to students (N = 100) aged 18-25 years who are currently pursuing Higher Education in Bandung. Self Concept were measured using the AF5 (Five-Factor Self-Concept) scale developed by Garcia-Grau et al (2014) which has been adapted into Indonesian by Putri (2020). Career Maturity were measured using the Career Maturity scale compiled by Dewi Sartika (2003) in Hadisti (2021). Linear regression analysis was used to examine how much contribution Self Concept has on Career Maturity with a determination coefficient value of 0.302, which has contibuted 30.2% with a Sig value of 0.007 (Sig. <0.05), which means that there is a significant contribution of the Self Concept variable on Career Maturity. Schools and universities need to pay attention to be able to provide effective career guidance so that students with low SES can show high Career Maturity. Abstrak. Individu dengan SES yang rendah memiliki jangkauan aspirasi yang lebih sempit dalam merencanakan pilihan karir mereka. Namun mahasiswa dari SES terendah dengan Self Concept yang positif dapat memperoleh Kematangan Karir yang tinggi dibandingkan dengan Mahasiswa dengan strata SES lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa besar pengaruh Self Concept terhadap Kematangan Karir Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP di Kota Bandung. Pengambilan data dilakukan menggunakan Google Form dengan teknik sampling non purposive snowball kepada Mahasiswa (N=100) berusia 18-25 tahun yang sedang melaksanakan Pendidikan Tinggi di Kota Bandung. Self Concept diukur dengan AF5 (Five-Factor Self-Concept) scale yang dikembangkan oleh Garcia-Grau et al (2014) yang telah diadaptasi ke Bahasa Indonesia oleh Putri (2020). Kematangan Karir diukur dengan menggunakan skala Kematangan Karir yang disusun oleh Dewi Sartika (2003) dalam Hadisti (2021). Analisis regresi linier digunakan untuk menguji seberapa besar pengaruh Self Concept terhadap Kematangan Karir dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0.302 yaitu berpengaruh sebesar 30.2% dengan nilai Sig 0.007 (Sig.<0.05) yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel Self Concept terhadap Kematangan Karir. Perlu diperhatikan oleh sekolah dan Perguruan Tinggi untuk dapat memberikan bimbingan karir yang efektif agar siswa dan Mahasiswa dengan SES yang rendah agar dapat menunjukkan Kematangan Karir yang tinggi.