cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsps@unisba.ac.id
Phone
+6285211144661
Journal Mail Official
bcsps@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp: +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Psychology Science
ISSN : -     EISSN : 28282191     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsps.v2i3
Bandung Conference Series: Psychology Science (BCSPS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Psikologi dengan ruang lingkup sbb: Broken Home, Budaya Organisasi, Celebrity Worship, Delinkuensi, Dewasa Awal, Disiplin Kerja, Dukungan Sosial, Health belief, Interaksi Parasosial, Kemandirian Anak Usia Dini, Kematangan Karir, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Obesitas, Parasocial Relationship, Peak Performance, Pendidikan Karakter, Penyesuaian diri, Penyesuaian pernikahan, Pola Asuh, Prestasi Belajar, Psychological Well-Being, Religiusitas, Remaja Akhir, Self Esteem, Self regulation, Ta’aruf. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 490 Documents
Tinjauan Naratif Konseling Islam Dalam Menangani Kasus Bullying yang Berdampak terhadap Kesehatan Mental pada Siswa di Sekolah Ria Alfarina; Nur Widiasmara
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 3 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.506 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.4876

Abstract

Abstract. The purpose of this study was to find out how the impact of bullying on mental health and apply Islamic counseling techniques as an effort to handle and reduce cases of bullying in schools. The method used is a systematic process of literature that discusses this issue in general based on the results of previous research. The results showed that bullying greatly affects the mental health of students in schools and Islamic counseling is able to reduce cases of bullying in schools. This literature review is expected to help teachers, students, parents and all those involved in the education process in schools in dealing with and reducing bullying cases. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak bullying terhadap kesehatan mental yang kemudian menerapkan teknik konseling islam sebagai upaya menangani dan mengurangi kasus bullying di sekolah. Metode yang digunakan adalah proses sistematis literature yang membahas secara umum mengenai masalah ini berdasarkan hasi penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying sangat mempengaruhi kesehatan mental pada siswa disekolah dan konseling islam mampu untuk mengurangi kasus bullying di sekolah. Kajian literatur ini diharapkan dapat membantu guru, siswa, orang tua dan semua yang terlihat dalam proses pendidikan di sekolah dalam menangani dan mengurangi kasus bullying.
Pelatihan Asertif untuk Menurunkan Perilaku Cyberbullying Rima Nur Hidayati; Muhammad Novvaliant Filsuf Tasaufi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 3 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.622 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.4877

Abstract

Abstract. Mental health has an important meaning for human life. Mental health is currently influenced by the development of internet access, especially the use of social media. One of the negative impacts of using social media on mental health in adolescents that must be watched out for is cyberbullying. One of the main characteristics of cyberbullying victims is someone who has not been able to be assertive. Interventions that are often used to reduce cyberbullying are using assertive training. This study uses a literature review method to look at various studies regarding the use of assertive training in reducing cyberbullying behavior. Based on the results of a literature review, assertive training has proven effective in reducing cyberbullying behavior. Abstrak. Kesehatan mental memiliki arti penting bagi kehidupan manusia. Kesehatan mental saat ini dipengaruhi oleh perkembangan akses internet terutama penggunaan media sosial. Salah satu dampak negatif dari penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental pada remaja yang harus diwaspadai adalah cyberbullying. Salah satu karakteristik utama korban cyberbullying adalah seseorang yang belum mampu bersikap asertif. Intervensi yang sering digunakan untuk menurunkan cyberbullying adalah dengan menggunakan pelatihan asertif. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka untuk melihat berbagai penelitian mengenai penggunaan pelatihan asertif dalam menurunkan perilaku cyberbullying Berdasarkan hasil dari kajian pustaka, pelatihan asertif terbukti efektif dalam menurunkan perilaku cyberbullying.
Kepercayaan Diri Mencari Kerja dengan Adaptabilitas Karir pada Mahasiswa Tingkat Akhir Saat Pandemi Covid 19 Agung Yudi Perwira
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 3 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.702 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.4879

Abstract

Abstract. Students are required to adapt in their careers to compete in the world of work in the era of the Covid-19 pandemic. This study aims to determine the relationship between Job Search Self-Efficacy and Career Adaptability. The subjects involved in this study were 32 Senior-year undergraduate students. This study uses quantitative methods with correlation analysis techniques and uses the Job Search Self-Efficacy (Wagner et.al, 2010) and Career Adaptability (Savickas, 2012) scales that have been adapted. The reliability value of the CA Cronbach's Alpha scale (0.860) and the JSSE Cronbach's Alpha (0.846). The validity obtained from the CA scale is (0.339 – 0.690) and JSSE with validity (0.355 – 0.675). The results of the tests that have been carried out have a positive relationship between Job Search Self-Efficacy and Career Adaptability. The results of the normality test in this study had a significance value of p>0.05 (0.941) and linearity in this study had a significance value of p>0.05 (0.114). This means that the higher the confidence in finding work, the higher the career adaptability of students, even with the conditions and situations of the Covid-19 pandemic. Abstrak. Mahasiswa dituntut untuk beradaptasi dalam karir guna bersaing di dunia kerja dengan era pandemi Covid19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Job Search Self-Efficacy dengan Career Adaptability. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 32 orang mahasiswa S1 tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis korelasi serta menggunakan skala Job Search Self Efficacy (Wagner et.al,2010) dan Career Adaptability (Savickas,2012) yang sudah di adaptasi. Nilai Reliabilitas skala CA Cronbach’s Alpha (0,860) serta JSSE Cronbach’s Alpha (0,846). Validitas yag diperoleh dari skala CA adalah (0,339 – 0,690) serta JSSE dengan validitas (0.355 – 0,675). Hasil uji yang sudah dilakukan terdapat hubungan positif antara Job Search Self-Efficacy dengan Career Adaptability. Hasil uji Normalitas pada penelitian ini memiliki nilai Signifikansi p>0,05 (0,941) dan Linearitas pada penelitian ini memiliki Signifikansi p>0,05 (0,114). Artinya, semakin tinggi kepercayaan diri dalam mencari kerja maka adaptabilitas karir yang dimiliki mahasiswa juga tinggi walaupun dengan kondisi dan situasi pandemi Covid19.
Tatmainn Al-Qulub Memediasi Hubungan Tawakal Kepada Allah dan Fear of Missing Out Aryan Muhamin Saputra; Nasywa Aiko Putri
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 3 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.622 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.4880

Abstract

Abstract. The number of social media users in Indonesia is one indicator of the number of users who experience fear of missing out. This study aims to see how the relationship between tawakal to Allah and fear of missing out which is mediated by tathmainnul qulub. Data collection was carried out by distributing google forms randomly to students in Yogyakarta, which consisted of three scales, namely the Indonesian fear of missing out scale, the tawakal to Allah scale and Tatmainn al-qulubscale. The results of the correlation test show that tawakal to Allah has a significant positive relationship with tathmainnul qulub, and an insignificant negative relationship with fear of missing out. However, the mediation test showed that there was an indirect effect of trust in Allah on the fear of missing out mediated by Tatmainn al-qulub(p=0.003). Abstrak. Banyaknya pengguna media sosial di Indonesia merupakan salah satu indikator banyaknya pengguna yang mengalami fear of missing out. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan antara tawakal kepada Allah dan fear of missing out yang di mediasi oleh Tathmainnul Qulub. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan google form secara acak kepada mahasiswa di Yogyakarta, yang terdiri dari tiga skala yaitu Indonesia fear of missing out scale, skala tawakal kepada Allah, dan skala Tatmainn al-qulub. Hasil pengujian korelasi menunjukkan bahwa Tawakal kepada Allah berhubungan positif secara signifikan dengan Tathmainnul Qulub, dan berhubungan negatif secara tidak signifikan dengan fear of missing out. Walaupun demikian pengujian mediasi menunjukkan, terdapat pengaruh tidak langsung tawakal kepada Allah terhadap fear of missing out yang dimediasi oleh Tatmainn al-qulub(p=0,003).
Hubungan Work Life Balance dengan Profesionalisme Kerja Staf Kepolisian pada Polsek Benowo Surabaya di Masa Pandemi Digdaya Putra Bhayangkara
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 3 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.064 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.4881

Abstract

Abstract. The purpose of this study was to determine the relationship between work life balance and professionalism of the police staff who served in Polsek Benowo Surabaya during the pandemic. This research method uses quantitative research with a subject of 50 police staff. The instrument used in this research is a questionnaire using Product Moment Correlation analysis to find the relationship between the two variables. The results of the analysis on the Work Life Balance variable with work professionalism resulted in a correlation coefficient value of (r = 0.650) with a significance value of (p = 0.000). This condition indicates that there is a strong relationship between the two variables. In conclusion, the higher the value of work life balance, the higher the value of work professionalism. Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anatara work life balance dengan profesionalisme pada staf kepolisian yang bertugas di polsek Benowo Surabaya di masa pandemic. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan subjek berjumlah 50 staf kepolisian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuisioner dengan analisis menggunakan Korelasi Product Moment untuk mencari hubungan antara kedua variable tersebut. Hasil Analisa pada variable Work Life Balance dengan profesionalisme kerja menghasilkan nilai koefesien korelasi sebesar (r = 0,650) dengan nilai signifikansi sebesar (p= 0,000). Kondisi ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara kedua valiabel tersebut. Maka semakin tinggi nilai work life balance maka akan meningkat pula tingkat profesionalisme kerjanya.
Efikasi Diri dan Prokrastinasi Akademik Saat Perkuliahan Daring pada Mahasiswa Organisatoris Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Hesti Intan Sasongko Putri; Ghozali Rusyid Affandi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 3 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.528 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.4882

Abstract

Abstract. Students who are echoed in organizations have a series of task loads between academic assignments and organizational tasks. This research aims to find out the relationship between self-efficacy and academic procrastination during online learning on students who are members of the IMM organization. The hypothesis proposed in this study is that there is a negative relationship between self-efficacy and academic procrastination during online lectures on students who are members of the IMM organization. This study is a correlational quantitative study with 221 samples of students who are members of the IMM organization at . The measuring instruments used in the study used a scale of self-efficacy and a scale of academic procrastination. The data analysis used is the Pearson Product Moment correlation test. The results of the hypothesis test showed that there was a negative relationship between self-efficacy and academic procrastination during online lectures in students belonging to the IMM organization, with the results of correlation coefficient values showing r = -0.404 and values p = 0.000 < 0.01. In analysis specifically shows that it turns out that the highest aspect of correlation among other aspects is the level aspect (self-efficacy) with aspects of the time gap between plans and actual performance (academic procrastination) (r = -0.442 sig, 0.000<0.001). This shows that the more a person has confidence that he is able to complete various levels of tasks, then this will have an impact on increasing the ability to actualize plans in real form during online development. Abstrak. Mahasiswa yang tergabaung dalam organisasi memiliki beban tugas antara tugas akademik dan tugas organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan prokrastinasi akademik saat perkuliahan daring pada mahasiswa yang mengikuti organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara efikasi diri dengan prokrastinasi akademik saat perkuliahan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan 221 sampel mahasiswa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala efikasi diri dan skala prokrastinasi akademik. Analisis data yang digunakan adalah Uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil uji hipotesis menunjukkan terdapat hubungan negatif antara efikasi diri dengan prokrastinasi akademik saat perkuliahan daring pada mahasiswa yang tergabung dalam organisasi IMM, dengan hasil nilai koefisien korelasi menunjukkan r = -0,404 dan nilai p= 0,000 < 0,01. Aspek yang paling tinggi korelasinya adalah aspek tingkat level (efikasi diri) dengan aspek kesenjangan waktu antar rencana dan kinerja aktual (prokrastinasi akademik) (r = -0,442 sig, 0,000<0,001). Hal ini menunjukkan semakin seseorang memiliki keyakinan bahwa ia mampu menyelesaikan berbagai tingkatan tugas, maka hal ini akan berdampak pada peningkatan kemampuan dalam mengaktualisasikan rencana dalam bentuk nyata pada masa perkulihan daring.
Positive Religious Coping dan Kesepian Selama Masa Pandemi COVID-19 Hening Mahardika; Indahria Sulistyarini
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 3 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.58 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.4883

Abstract

Abstract. The COVID-19 pandemic has a direct and indirect impact on a person's life. Loneliness is one of the negative impacts that may occur due to the COVID-19 pandemic. Loneliness is a condition where a person has no friends or is isolated from the community. Loneliness can have some very detrimental effects. One of the factors that can affect loneliness is positive religious coping. The purpose of this literature study was to determine the relationship between loneliness and positive religious coping during the COVID-19 pandemic. This research was conduct using a literature review method. Based on a literature review from several sources, it was found that positive religious coping was negatively related to loneliness during the COVID-19 pandemic. Which means, if someone has a high positive religious coping then he will have a low level of loneliness. Abstrak. Pandemi COVID-19 memiliki dampak secara langsung dan tidak langsung untuk hidup seseorang. Kesepian adalah salah satu dampak negatif yang mungkin terjadi akibat pandemi COVID-19 ini. Kesepian merupakan keadaan dimana seseorang tidak memiliki teman atau sedang terisolasi dari komunitas. Kesepian dapat menimbulkan beberapa dampak negatif yang sangat merugikan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesepian adalah positive religious coping. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui hubungan positive religious coping dan kesepian selama pandemi COVID-19. Penelitian ini dilakukan dengan metode literatur review. Berdasarkan penelusuran literatur dari beberapa sumber, didapatkan hasil bahwa positive religious coping berhubungan negatif dengan kesepian seseorang selama pandemi COVID-19. Artinya, jika seseorang memiliki positive religious coping yang tinggi maka ia akan memiliki tingkat kesepian yang rendah.
Gambaran Efikasi Diri pada Remaja Tunarungu Berprestasi Putri; Hasneli; Masnida Khairat
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 3 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.258 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.4884

Abstract

Abstract. This research is motivated by deaf adolescent who have achievements like normal children in general. The purpose of this study is to explain the description of self-efficacy in deaf adolescents with achievement. The method used in this research is a qualitative method with a case study approach. The subject is a deaf adolescent who excels. Data analysis techniques are data collection, data reduction, data display and conclusions. Data collection techniques used, namely observation, interviews and documentation. The results of the study found that First, the subject was able to overcome difficult tasks and choose more challenging tasks beyond their limitations and was able to get the title of tourism ambassador. Second, the source of the subject's strength to get through a difficult task comes from his aspiration to make his parents happy. Third, the subject is able to do tasks in various fields and various situations such as being able to dance even though he can't hear and won the award in making short films. By having self-efficacy, deaf adolescents are able to achieve. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh remaja tunarungu yang memiliki prestasi seperti anak normal pada umumnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskani gambaran efikasi diri pada remaja tunarungu berprestasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek adalah seorang remaja tunarungu yang berprestasi. Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data dan kesimpulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa Pertama, subjek mampu mengatasi tugas yang sulit dan memilih tugas yang lebih menantang di luar keterbatasannya serta mampu meraih gelar duta wisata. Kedua, sumber kekuatan subjek untuk melewati tugas yang sulit berasal dari cita-citanya untuk membahagiakan orang tua. Ketiga, subjek mampu mengerjakan tugas dalam berbagai bidang dan berbagai situasi seperti mampu menari meskipun tidak bisa mendengar dan meraih juara dalam pembuatan film pendek. Dengan memiliki efikasi diri, remaja tunarungu mampu berprestasi.
Gambaran Fear of Missing Out (FoMO) pada Remaja Muslim di Pekanbaru Indonesia Masyitah; Libbie Annatagia
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 3 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.753 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.4885

Abstract

Abstract. Fear of missing out (FoMO) is a feeling of fear of missing a precious moments that take place in adolescents. This study aims to see the description of Fear of Missing Out in Muslim teenagers in Pekanbaru. This research uses quantitative methods with descriptive types of research. The 76-Pekanbaru-based-subjects were determined by using the purposive sampling technique. The instrument used is the adapted scale of fear of missing out the scale (FoMOS) by Przybylski, et al (2013). The results showed that fear of missing out (FoMO) occurred in some Muslim teenagers in Pekanbaru (67,1%) and occurred more in teenage girls than boys (mean=20,5). This can be overcome by doing religious activities that are therapeutic, such as prayer, tahajud, remembrance, and muhasabah. Abstrak. Fear of missing out (FoMO) adalah suatu perasaan takut akan tertinggal momen berharga yang berlangsung pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran Fear of Missing Out pada remaja muslim di Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penentuan subjek menggunakan teknik purposive sampling yaitu dari remaja yang berada di Pekanbaru dengan partisipan sebanyak 76 orang. Instrumen yang digunakan adalah skala hasil adaptasi fear of missing out scale (FoMOS) oleh Przybylski, dkk (2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fear of missing out (FoMO) terjadi pada sebagian remaja muslim di Pekanbaru (67,1%) dan banyak terjadi pada remaja perempuan daripada laki-laki (mean=20,5). Hal tersebut bisa diatasi dengan melakukan kegiatan keagamaan yang bersifat terapeutik, seperti shalat, tahajud, zikir, dan muhasabah.
Konstruksi Alat Ukur Tingkat Resiliensi Ibu Rumah Tangga dengan Tekanan Sosial Ekonomi Yessica Ekayuni; Angela Oktavia Suryani; Laura Francisca Sudarnoto
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 3 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.094 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.4886

Abstract

Abstract. This study aims to describe the resilience of housewives with a high psychosocial burden. This study uses Reivich and Shatte's theory of resilience which describes seven factors that are the main components or domains of resilience, namely emotion regulation, impulse control, optimism, causal relationships, empathy, self-efficacy and reaching out. This study uses a quantitative approach and based-on the results of this study, the measuring instrument that the researcher developed has met psychometric standards. There are several series of analyzes that the researchers carried out, namely testing the readability of items to two experts, which resulted in 60 statement items and then testing measuring instruments to 88 participants who met the criteria. The main data collection of the measuring instrument produces a Cronbach's alpha of 0.824 and it can be stated that the measuring instrument is reliable. While the r count is more than 0.300 which can be interpreted that 60 statement items are declared valid. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resiliensi ibu rumah tangga dengan beban psikososial yang tinggi. Penelitian ini menggunakan teori resiliensi Reivich dan Shatte yang menjelaskan tujuh faktor yang menjadi komponen atau domain utama resiliensi, yaitu regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, hubungan sebab akibat, empati, efikasi diri, dan menjangkau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan berdasarkan hasil penelitian ini, alat ukur yang peneliti kembangkan telah memenuhi standar psikometri. Ada beberapa rangkaian analisis yang peneliti lakukan yaitu menguji keterbacaan butir soal kepada dua orang ahli, yang menghasilkan 60 butir pernyataan dan kemudian menguji alat ukur kepada 88 partisipan yang memenuhi kriteria. Pengumpulan data utama alat ukur menghasilkan cronbach's alpha sebesar 0,824 dan dapat dikatakan alat ukur reliabel. Sedangkan r hitung lebih dari 0,300 yang dapat diartikan bahwa 60 item pernyataan dinyatakan valid.