cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsps@unisba.ac.id
Phone
+6285211144661
Journal Mail Official
bcsps@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp: +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Psychology Science
ISSN : -     EISSN : 28282191     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsps.v2i3
Bandung Conference Series: Psychology Science (BCSPS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Psikologi dengan ruang lingkup sbb: Broken Home, Budaya Organisasi, Celebrity Worship, Delinkuensi, Dewasa Awal, Disiplin Kerja, Dukungan Sosial, Health belief, Interaksi Parasosial, Kemandirian Anak Usia Dini, Kematangan Karir, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Obesitas, Parasocial Relationship, Peak Performance, Pendidikan Karakter, Penyesuaian diri, Penyesuaian pernikahan, Pola Asuh, Prestasi Belajar, Psychological Well-Being, Religiusitas, Remaja Akhir, Self Esteem, Self regulation, Ta’aruf. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 490 Documents
Pengaruh Alexithymia terhadap Agresivitas pada Pengguna Alkohol di Kota Bandung Zihan Birul Haqiqi; Eni Nuraeni Nugrahawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.632 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3127

Abstract

Abstract. Prevalence of alcohol use in early adulthood increased over the last few years, that is one of the factors that can influence the emergence of aggressive behavior in individuals. Alcohol use that leads to aggressive behavior is associated with emotional problems, such as lack of emotional awareness, poor emotional control, also difficulty identifying and expressing emotions, which is known as alexithymia. This study aims to gather empirical data on how much alexithymia has influence aggressiveness in alcohol users in Bandung. This study uses a quantitative approach with a simple linear regression analysis technique which was conducted on 108 respondents. The measuring instrument used is the Toronto Alexithymia Scale (TAS-20) from R. Michael Bagby, James D.A. Parker, & Graeme J. Taylor (1994) and the Buss-Perry Aggression Questionnare (BPAQ-29) from Buss & Perry (1992). This study also use the Alcohol Use Disorders Identification Test (AUDIT) screening and assessment to review the level of alcohol use from the WHO which has been adapted by Heru Yulianto (2018). The results showed that alexithymia had an effect on aggressiveness of 25.2% in alcohol users with a significance level of .000 < .05. The results of the influence means that alcohol users who have difficult to identifying and explaining their feelings to others, also having low levels of empathy and experiencing frustration have partly responsible to trigger aggressive behavior by hurting others physically and verbally, also difficulty controlling anger and frustration, and also lead to hostile attitudes such as easily jealous or suspicious to others. Abstrak. Meningkatnya prevalensi penggunaan alkohol pada dewasa awal selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi munculnya perilaku agresivitas pada individu. Penggunaan alkohol yang memunculkan perilaku agresi ini berkaitan dengan masalah emosional, seperti kurangnya kesadaran emosi, kontrol emosi yang buruk, serta kesulitan untuk mengidentifikasi dan mengekspresikan emosinya yang disebut sebagai alexithymia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiris tentang seberapa besar pengaruh alexithymia terhadap agresivitas pada pengguna alkohol di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier sederhana yang dilakukan kepada 108 responden. Alat ukur yang digunakan adalah Toronto Alexithymia Scale (TAS-20) dari R. Michael Bagby, James D.A.Parker, & Graeme J.Taylor (1994) serta menggunakan alat ukur Buss-Perry Agression Questionnare (BPAQ-29) dari Buss & Perry (1992). Penelitian ini juga menggunakan skrining dan asesmen Alcohol Use Disorders Identification Test (AUDIT) untuk meninjau tingkat penggunaan alkohol dari WHO yang telah diadaptasi oleh Heru Yulianto (2018). Hasil penelitian menunjukkan alexithymia berpengaruh terhadap agresivitas sebesar 25,2% pada pengguna alkohol dengan taraf sigmifikansi .000 < .05. Besaran pengaruh tersebut memiliki arti bahwa pengguna alkohol yang kesulitan dalam mengidentifikasi dan menjelaskan perasaanya kepada orang lain, serta memiliki tingkat empati yang rendah dan mengalami frustrasi, cukup berkontribusi dalam memunculkan perilaku agresi dengan menyakiti orang lain dalam bentuk fisik maupun verbal serta kesulitan dalam mengendalikan amarah dan memunculkan sikap permusuhan seperti mudah cemburu atau curiga terhadap orang lain.
Hubungan antara Self Disclosure dan Loneliness pada Mahasiswa Pengguna Instagram di Kota Palembang Pradana Ayif Ramadhan; Farida Coralia
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.249 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3129

Abstract

Abstract. Self disclosure and loneliness arise in emotional and cognitive reactions, where individuals feel dissatisfied with social life because of unfulfilled expectations and lack of social relationships available to them. Based on the results of previous studies, it was found that self-disclosure and loneliness do not show a positive relationship between students who use Instagram. This study aims to obtain empirical data and determine the strength of the relationship between self-disclosure and loneliness on Instagram users in Palembang City. This research uses a quantitative approach with a correlational research design. In this study, a sample of 97 students using Instagram in Palembang City used purposive sampling technique. The measuring instrument used in this research is the self-disclosure scale which refers to the dimensions of the revised self-disclosure scale (RSDS) by Wheeless and the loneliness scale used by the UCLA loneliness scale version 3 which was adapted into Indonesian by Alifiananda. Pearson's product moment correlation results show that Signifikansi. Of = .004 < a = .005. This shows that there is a relationship between self-disclosure and loneliness for Instagram users in Palembang City. Thus, the hypothesis of this research can be accepted. Abstrak. Self disclosure dan loneliness muncul dalam reaksi emosional dan kognitif di mana individu merasa tidak puas dengan kehidupan sosial karena harapan yang tidak terpenuhi dan kurangnya hubungan sosial yang tersedia bagi mereka. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, ditemukan bahwa self disclosure dan loneliness tidak menunjukkan hubungan yang positif antara mahasiswa yang menggunakan instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris dan mengetahui kekuatan hubungan antara self disclosure dengan loneliness pada pengguna instagram di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Dalam penelitian ini sampel sebanyak 97 mahasiswa pengguna instagram di Kota Palembang menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala self disclosure yang mengacu pada dimensi revised self disclosure scale (RSDS) oleh Wheeless dan skala loneliness yang digunakan oleh UCLA loneliness scale version 3 yang diadaptasi kedalam bahasa Indonesia oleh Alifiananda. Hasil korelasi product moment pearson menunjukkan bahwa Signifikansi. sebesar = .004 < α = .005. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara self disclosure dan loneliness pada pengguna instagram di Kota Palembang. Dengan demikian bahwa hipotesis penelitian ini dapat diterima.
Hubungan antara Penalaran Moral dengan Kecurangan Akademik pada Mahasiswa di Kota Bandung Yoery Sukmana Dewi; Dewi Rosiana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.587 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3132

Abstract

Abstract. Academic dishonesty committed while a student has the potential to have a negative impact on the student's behavior in the future while he is working. The purpose of this study was to determine the relationship between moral reasoning and academic cheating on students in the city of Bandung. The research design used is a quantitative correlational design approach. The number of participants was 102 students with an average age of 21 years, with an SD of .88, and consisted of 6% male and 94% female in Bandung, which was obtained by convenience sampling technique. The researcher used the Academic Dishonesty Scale (ADS) measuring instrument, and structured interviews on moral reasoning. The results showed that the .r value between moral reasoning and academic cheating was -.231. These results indicate that there is a negative relationship between moral reasoning and academic cheating, meaning that the lower the student's moral reasoning, the higher the academic cheating committed by students. Suggestions are given to the university parties to improve moral reasoning and reduce the level of academic cheating. Abstrak. Kecurangan akademik yang dilakukan saat menjadi mahasiswa berpotensi berdampak negatif pada perilaku mahasiswa tersebut di masa depan saat dia bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penalaran moral dengan kecurangan akademik pada Mahasiswa di Kota Bandung. Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif desain korelasional. Jumlah partisipan sebanyak 102 mahasiswa dengan rata-rata usia 21 tahun, dengan SD sebesar .88, dan terdiri dari 6% laki-laki, dan 94% perempuan di Kota Bandung, yang diperoleh dengan teknik convinience sampling. Peneliti menggunakan alat ukur Academic Dishonesty Scale (ADS), dan wawancara terstruktur mengenai penalaran moral. Hasil penelitian menunjukan nilai korelasi antara penalaran moral dengan kecurangan akademik sebesar r -.231. Hasil ini menunjukkan terdapat hubungan negatif antara penalaran moral dengan kecurangan akademik, artinya semakin rendah penalaran moral mahasiswa maka semakin tinggi kecurangan akademik yang dilakukan mahasiswa. Saran diberikan kepada pihak kemahasiswaan universitas guna meningkatkan penalaran moral dan menurunkan tingkat kecurangan akademik.
Pengaruh Motif Gaming Mobile Legends terhadap Internet Gaming Disorder pada Emerging Adulthood Anisa Tsaniya Faza; Lilim Halimah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.921 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3134

Abstract

Abstract. The motive of social, escape, coping, competition, skill development, fantasy, and recreation are driving factors that can determine whether gaming is beneficial or detrimental to users. It becomes detrimental if the chosen motive leads to a behavioral problem called Internet Gaming Disorder (IGD). Mobile Legends was chosen as most palyed online game in Bandung, whose users belong to emerging adulthood. Emerging adulthood is faced with a situation full of uncertainty, and online games are an option to reduce the fatigue of the situation experienced. This study aims to obtain empirical data regarding the influence of Mobile Legends Gaming Motives on Internet Gaming Disorder (IGD) in emerging adulthood. The causality method is used by selecting 106 samples based on the purposive sampling technique. Data collection uses the Motive for Online Gaming Questionnaire (MOGQ) to measure the gaming motive and The Internet Gaming Disorder Scale (IGDS) to measure the Internet Gaming Disorder (IGD) variable. Data analysis used multiple linear regression tests. As a result, Mobile Legends gaming motives simultaneously have a 28.3% effect on Internet Gaming Disorder (IGD) with P value = 0.000 < 0.05. While partially, the only thing that significantly affects Internet Gaming Disorder (IGD) is escape with a P value = 0.001 < 0.05 . Abstrak. Motif gaming yang terdiri dari social, escape, coping, competition, skill development, fantasy, dan recreation merupakan faktor pendorong yang dapat menentukan apakah perilaku bermain game menjadi menguntungkan atau merugikan bagi penggunanya. Menjadi merugikan jika motif yang dipilih mengarah pada masalah gangguan perilaku atau disebut Internet Gaming Disorder (IGD). Mobile Legend dipilih sebagai game online yang paling banyak digunakan di Kota Bandung, yang penggunanya termasuk kelompok usia emerging adulthood. Masa emerging adulthood dihadapkan pada situasi yang penuh ketidakpastian, dan game online menjadi opsi untuk mereduksi kepenatan yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiris mengenai pengaruh Motif Gaming Mobile Legends terhadap Internet Gaming Disorder (IGD) pada usia emerging adulthood. Metode kausalitas digunakan dengan memilih 106 sampel berdasarkan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan alat ukur Motive for Online Gaming Questionnaire (MOGQ) untuk mengukur variabel motif gaming dan Internet Gaming Disorder Scale (IGDS) untuk mengukur variabel Internet Gaming Disorder (IGD). Analisis data menggunakan uji regresi linier berganda. Hasilnya, motif gaming Mobile Legends secara simultan memberikan pengaruh sebesar 28.3% terhadap Internet Gaming Disorder (IGD) dengan nilai P = 0.000 < 0.05. Sedangkan secara parsial, yang secara signifikan memberikan pengaruh terhadap Internet Gaming Disorder (IGD) hanya motif escape dengan nilai P = 0.001 < 0.05.
Perbedaan Antisipasi Work-Family Conflict pada Mahasiswa Laki-Laki dan Perempuan Silvia Gani; Yuli Aslamawati
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.02 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3136

Abstract

Abstract.This research is motivated by the results of research that shows that not only women experience work-family conflict, but some studies show that men also experience work-family conflict. To prevent work-family conflict, unmarried and unworked students must anticipate the response to work and family-related planning. The theory of career choice used to explain the selection of conflict reduction strategies is the Circumscription and Compromise Theory of Vocational Aspirations Gottfredson (2004). The variable studied is anticipated work family conflict using the theory proposed by Carlson (2000). By using the exploratory method, this research aims to develop a basic picture of the anticipation of family-conflict work carried out by students. Data collection was carried out using used try outs (used trials), data collection techniques using questionnaires given online to 400 samples of students in the city of Bandung. The data were analyzed comparatively by looking at the comparison of anticipation between men and women, data analysis was carried out with the SPSS program using T-Test analysis and Anova Test, with the results showing that there were differences in anticipation of work-family conflict in male and female students, women anticipated more work-family conflict than men. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa tidak hanya perempuan yang mengalami work-family conflict, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa laki-laki juga mengalaminya. Untuk mencegah terjadinya work-family conflict, mahasiswa yang belum menikah dan belum bekerja harus melakukan antisipasi yang di respon terhadap perencanaan terkait pekerjaan dan keluarga. Teori pilihan karir yang digunakan untuk menjelaskan pemilihan strategi pengurangan konflik adalah Circumscription and Compromise Theory of Vocational Aspirations Gottfredson (2004). Variabel yang diteliti adalah anticipated work family conflict menggunakan teori yang dikemukakan oleh Carlson (2000). Dengan menggunakan metode eksploratif penelitian ini bertujuan mengembangkan gambaran dasar mengenai antisipasi work family-conflict yang dilakukan oleh mahasiswa. Pengambilan data dilakukan menggunakan try out terpakai (uji coba terpakai), teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner yang diberikan secara online kepada 400 sampel mahasiswa di Kota Bandung. Data dianalisis secara komparatif dengan melihat perbandingan antisipasi antara laki-laki dan perempuan, analisis data dilakukan dengan program SPSS menggunakan analisis Uji-T dan Uji Anova, dengan hasil menunjukan bahwa ada perbedaan antisipasi work-family conflict pada mahasiswa laki-laki dan perempuan, perempuan lebih banyak mengantisipasi work-family conflict dibanding laki-laki.
Profil Character Strengths dari Tiap Jenis Celebrity Worship Penggemar K-Pop Ayesha Mahardzika Nurul Islami; Susandari
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.147 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3141

Abstract

Abstract. The phenomenon “The Korean Wave or Hallyu Wave” brings people to know the term of K-Pop. Fans of K-Pop are often revealed as a form of worship or Celebrity Worship. Fan behavior towards idols can be assessed in various ways, ranging from reasonable behavior to unreasonable behavior. This can have an impact on the lives of the fans themselves and those around them. This study aims to look at the Character Strengths of each type of celebrity worship by fans K-Pop. This study uses a quantitative approach using descriptive methods. The sampling technique in this research is non probability sampling with convenience sampling. The subjects of this study amounted to 610 respondents. The measuring instrument used is Celebrity Attitude Scale by McCutcheon (2002) which has been adapted into Indonesian by Efathania & Aisyah (2019) and Values in Action–Inventory Strength by Peterson & Seligman (2004) which has been adapted into Indonesian by Akmal (2008). The result of this study indicate that fans K-Pop in Indonesia belong to the intense-personal. Profiles character strengths that stand out in all types of celebrity worship show the same result of the strengths, i.e kindness, open-mindedness, appreciation of beauty and excellent, and fairness. While the character strengths that are less prominent in all types also show the same result, i.e. bravery, leadership, self-regulation, and humility. Abstrak. Fenomena Korean Wave atau Hallyu Wave mengantarkan masyarakat mengenal istilah K-pop. Perilaku yang ditampilkan oleh para penggemar K-pop ini sering diungkap sebagai bentuk dari pemujaan atau Celebrity Worship. Perilaku penggemar terhadap idola dapat dinilai beragam, dimulai dari perilaku yang wajar sampai yang tidak wajar. Hal ini dapat berdampak kepada kehidupan penggemar itu sendiri maupun orang lain di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil Character Strengths setiap jenis celebrity worship pada penggemar K-pop. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah non-probability sampling dengan teknik convenience sampling. Subjek penelitian berjumlah 610 responden. Alat ukur yang digunakan yaitu Celebrity Attitude Scale dari McCutcheon (2002) yang diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Efathania & Aisyah (2019) dan Values In Action–Inventory Strength dari Peterson & Seligman (2004) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Akmal (2008). Hasil penelitian ini menunjukkan penggemar K-Pop di Indonesia mayoritas tergolong ke dalam jenis intense-personal. Profil character strengths yang menonjol pada keseluruhan jenis celebrity worship menunjukkan hasil yang sama yaitu kindness, open-mindedness, appreciation of beauty and excellent, dan fairness. Sedangkan character strengths yang kurang menonjol pada keseluruhan jenis juga menunjukkan hasil yang sama, yaitu bravery, leadership, self-regulation, dan humility.
Pengaruh Kesabaran terhadap Competitive Anxiety pada Atlet Bulu Tangkis Klub SGS PLN Dago Syifa Chaerunisa; Umar Yusuf Supriatna
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.337 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3147

Abstract

Abstract. SGS PLN is one of the oldest badminton club owned by PBSI which located in Bandung. Recently, few of SGS PLN athletes critized for showing dificient performance on the field due to having competitive anxiety. Competitive anxiety is a state that shows worries, doubt and muscle tension that onself felt when encountering sport competition. In order to become a decent badminton athletes, individual must have the characteristic of good mental competencies. In other side, patience is a characteristic that defined by ability to aim mind and feelings to overcome hardship. Therefore, patience is the perfect facet to reduce competitive anxiety. This reseach is made with the intention to know if patience has the effect on competitive anxiety and which aspect of patience has the most effect on competitive anxiety. Design used in this research IS quantitative causality non experiments with patience measuring instrument by Yusuf (2020) and Sport anxiety scale by Smith & Smoll (1990) which translated to Bahasa Indonesia by Amir (2014). The obtained result shows that patience has the effect in the amount of 51,6% towards competitive anxiety and the aspect of patience with the biggest effect to competitive anxiety is persistency. Abstrak. SGS PLN adalah salah satu klub tertua milik PBSI yang berada di Kota bandung dan salah satu klub yang paling banyak menyumbang atlet ke pelatihan nasional. Beberapa atlet SGS PLN dilaporkan memiliki performa yang kurang akibat adanya competitive anxiety yang dirasakan talet. Competitive anxiety ditunjukan dengan kekhawatiran, keraguan serta ketegangan otot yang dirasakaan ketika sebelum, saat, dan sesudah menjalankan suatu pertandingan. Dalam menjadi atlet bulu tangkis, dibutuhkan keterampilan mental yang baik untuk mengatasi competitive anxiety. Kesabaran kemampuan untuk mengatur, mengendalikan dan mengarahkan pikiran, perasaan untuk mengatasi berbagai kesulitan termasuk mengurangi kecemasan. Oleh karena itu, penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui apakahkesabaran mempengaruhi competitive anxiety dan aspek kesabaran manakah yang paling berpengaruh terhadap competitive anxiety. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain kausalitas non eksperimen menggunakan alat ukur variabel kesabaran yang disusun oleh Yusuf (2021) serta alat ukur competitive anxiety Sport Anxiety Scale (SAS). Analisis data menggunakan alat bantu menggunakan IBM SPSS. Penelitian dlakukan pada 31 atlet anggota klub SGS PLN dengan hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh dari kesabaran sebesar 51,6% terhadap competitive anxiety atlet bulu tangkis klub SGS PLN dan aspek yang paling berpengaruh adalah tekun.
Mindful Parenting pada Orang Tua yang Memiliki Anak Remaja Awal di Kota Bandung Timur Kavita Hayatunnisa; Andhita Nurul Khasanah
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.638 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3149

Abstract

Abstract. When children are in the early adolescence phase, they experience physical, psychological, social and behavioral changes that make this phase difficult for both teenager and the whole family. It is often increases the tension of behavior and relationships that are not good and less harmonious between parents and adolescents, so parents need to adjust their parenting strategies and one of which is mindful parenting. This study aims to determine the description of mindful parenting in parents who have children in early adolescence phase in East Bandung. The measuring instrument used in this research is Interpersonal Mindfulness in Parenting (IMP) developed by Duncan et. al (2009). This study uses a quantitative approach with descriptive analysis. The sampling technique in this study is Cluster Random Sampling. The respondents of this study involved 233 mothers and 72 fathers who have children in early adolescence phase in East Bandung. The result showed that mothers who have children in early adolescence phase at 19 junior high schools in East Bandung have high Mindful Parenting. Abstrak. Ketika anak berada pada fase remaja awal, remaja mengalami perubahan fisik, psikologis, sosial dan perilaku yang mengakibatkan fase ini sulit baik bagi remaja maupun seluruh keluarga sehingga seringkali meningkatkan ketegangan perilaku dan hubungan yang kurang baik dan kurang harmonis antara orang tua dengan anak. Sehingga orang tua perlu menyesuaikan strategi pengasuhan mereka, salah satunya dengan mindful parenting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mindful parenting pada orang tua yang memiliki anak remaja awal di Bandung Timur. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Interpersonal Mindfulness in Parenting (IMP) yang dikembangkan oleh oleh Duncan et. al (2009). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan Cluster Random Sampling. Responden penelitian ini melibatkan 233 ibu dan 72 ayah yang memiliki anak remaja awal di Bandung Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memiliki anak remaja awal di 19 SMP di Bandung Timur memiliki Mindful Parenting yang tinggi.
Pengaruh Resiliensi dan Perceived Organizational Support terhadap Work Engagement pada Tenaga Kerja Lapangan LSM AOD Annisa Rachmadheanty Elmawan; Hendro Prakoso; Vici Sofianna Putera
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 3 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.81 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3672

Abstract

Abstract. Currently, companies not only recruit high abilities employees, but also looking for employees who have work engagement. According to Schaufeli et al., work engagement is a positive motivational affective condition related to work with characteristics of vigor, dedication, and absorption. The aims of this study to determine how much influence the variables of resilience and perceived organizational support (POS) on work engagement in AOD NGO field workers in Bandung. The number of samples in this study is 41 AOD NGO field workers. This study using resilience measurement tool from Smith et al., the perceived organizational support measurement tool from Eisenberger et al., and the work engagement measurement tool from Schaufeli & Bakker. Multiple regression were used for analysis the data. The results showed that 63% of AOD NGO field workers had moderate levels of resilience, 61% had high levels of POS, and 80% had moderate levels of work engagement. Based on the regression results, it found that the perceived resilience and organizational support had a significant effect on work engagement by 14.9%. Abstrak. Saat ini perusahaan tidak hanya mencari calon karyawan yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, tetapi juga mencari calon karyawan yang memiliki work engagement. Menurut Schaufeli et al. work engangement adalah suatu kondisi afektif motivasional positif terkait dengan pekerjaan dengan karakteristik vigor, dedication dan absorption. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel resiliensi dan perceived organizational support (POS) terhadap work engagement pada tenaga kerja lapangan LSM AOD di Bandung. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 tenaga kerja lapangan LSM AOD. Alat ukur yang digunakan adalah alat ukur resiliensi dari Smith et.al, alat ukur perceived organizational support dari Eisenberger et.al, serta alat ukur work engagement dari Schaufeli & Bakker. Analisis data yang digunakan adalah multiple regression. Hasil penelitian menunjukan bahwa 63% tenaga kerja lapangan LSM AOD memiliki tingkat resiliensi sedang, 61% memiliki tingkat POS tinggi, dan 80% memiliki tingkat work engagement sedang. Berdasarkan hasil regresi ditemukan bahwa resiliensi dan perceived organizational support berpengaruh signifikan terhadap work engagement sebesar 14,9%.
Hubungan antara Kepuasan terhadap Sekolah dengan Subjective Well-Being Siswa SMP di Kota Bandung Andi Arsita Soraya Mangkona; Ihsana Sabriani Borualogo
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.5 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3673

Abstract

Abstract. School satisfaction among adolescents affects students school achievements greatly. A higer rate school satisfaction makes student achievements to be higher. Students spends a lot of time in school, so student welfare cannot be seen separately from the school context. The purpose of this study was to determine the correlation between satisfaction with school, level of students’ school satisfaction and their SWB, along with the factors of school satisfaction that most contribute to SWB in junior high school students of Bandung. This study uses quantitative research methods with a cross-sectional research design. The sampling technique used is stratified cluster random sampling. The measuring instrument used is a measuring instrument from Children's World, namely School Satisfaction, CW-SWBS5 and OLS. The participants of this study were 849 students with the percentage of students being 56.2% female students and 43.8% male students. The results of this study indicate that female students (M = 76.1) have higher school satisfaction than male students (M = 73.3%). Overall, junior high school students in Bandung have school statisfaction which is at a level slightly above the average (M = 75.13) and their SWB is at a level slightly above average (M = 79.91). The factor of satisfaction with school that contributes the most to overall life satisfaction is satisfaction with other students in class. And the most contributing factor to SWB is satisfaction with the things learned in school. Abstrak. Kepuasan terhadap sekolah di kalangan remaja sangat mempengaruhi prestasi belajar. Kepuasan terhadap sekolah yang tinggi membuat prestasi belajar siswa juga semakin tinggi. Siswa menghabiskan banyak waktu di sekolah maka kesejahteraan siswa tidak dapat dilihat secara terpisah dari konteks sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepuasan terhadap sekolah, taraf kepuasan terhadap sekolah dan SWB siswa, beserta faktor-faktor kepuasan terhadap sekolah yang paling berkontribusi terhadap SWB pada siswa SMP di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu stratisfied cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah alat ukur dari Children’s World yaitu School Satisfaction, CW-SWBS5 dan OLS. Partisipan penelitian ini berjumlah 849 siswa dengan persentase siswa yaitu 56.2% siswa perempuan dan 43.8% siswa laki- laki. Hasil penelitian ini menunjukkan siswa perempuan (M = 76.1) memiliki kepuasan terhadap sekolah yang lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki (M= 73.3%). Secara keseluruhan siswa SMP di Kota Bandung memiliki kepuasan terhadap sekolah yang berada pada taraf sedikit di atas rata-rata (M = 75.13) dan SWB siswa SMP berada pada taraf sedikit di atas rata-rata (M = 79.91). Faktor kepuasan terhadap sekolah yang paling berkontribusi terhadap kepuasan kehidupan siswa secara menyeluruh adalah kepuasan terhadap teman-teman lain di kelas. Dan faktor yang paling berkontribusi terhadap SWB siswa adalah kepuasan dengan hal- hal yang dipelajari di sekolah.