cover
Contact Name
Rifki Khoirudin
Contact Email
jmap@mappi.or.id
Phone
+6281327578462
Journal Mail Official
jmap@mappi.or.id
Editorial Address
Jalan TB Simatupang Kav.1818 Office Park 3 rd Floor Suite F, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12520
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen Aset dan Penilaian
ISSN : -     EISSN : 28083326     DOI : https://doi.org/10.56960/jmap.v2i1.33
Core Subject : Economy,
Jurnal Manajemen Aset dan Penilaian (JMAP) is an open access and peer-reviewed journal that aims to publish original research articles related to the fields of property valuation, business valuation, studies, feasibility studies, asset/property management, and asset information systems. This journal is also dedicated to publishing articles published for free to academics, researchers, practitioners, regulators, and the public. This journal is open to authors from various institutional backgrounds. In addition, JMAP accepts empirical research articles with approaches or methods relevant to Asset Valuation and Management.
Articles 45 Documents
Pengaruh Tingkat Kerawanan Bencana Dan Variabel Makroekonomi Terhadap Indeks Harga Properti Komersial Dan Residensial Di Indonesia Warlan Warlan; Asad Firdaus; I Wayan Mardana
Jurnal Manajemen Aset dan Penilai Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengembangan MAPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56960/jmap.v3i1.47

Abstract

ABSTRAK Indonesia adalah negara yang beberapa wilayahnya berada pada tingkat risiko bencana yang tinggi. Global Facility for Disaster Risk Reduction dalam laporannya mengatakan bencana alam merupakan hal yang berakibat buruk terhadap ekonomi, masyarakat dan lingkungan. Bencana alam menyebabkan kerugian besar kepada manusia salah satunya terhadap aset properti. penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah tingkat kerawanan bencana dalam suatu kota memiliki dampak yang negatif terhadap Indeks Harga Properti Komersial dan Residensial. Penelitian ini juga menguji lebih lanjut hubungan antara variabel-variabel makroekonomi terhadap Indeks Harga Properti Komersial dan Residensial. Studi ini menggunakan analisis data panel Adapun yang menjadi lokasi penelitian ini adalah 12 Kota Besar di Indonesia Hasil analisis menunjukan bahwa variabel kerawanan bencana memiliki hubungan signifikan dan pengaruh yang negatif terhadap Indeks Harga Properti Residensial. Sementara itu, kondisi ini tidak berlaku terhadap Indeks Harga Properti Komersial. Tidak terjadi hubungan yang negatif antara peningkatan risiko bencana pada suatu daerah terhadap Indeks Harga Properti Komersial Perkantoran dan Hotel. Salah satu hal yang membuat tidak ada hubungan yang negatif antara Indeks Harga Properti Komersial dengan Tingkat Risiko Kerawanan Bencana adalah sebagaian besar properti komersial sudah dilindungi oleh asuransi properti serta lokasi dari properti komersial sudah memperhitungkan penanggulangan terhadap risiko bencana yang mungkin akan terjadi.
Penilaian IPO PT Sunindo Pratama, Tbk Dengan Metode SWOT, Piotroski F-Score, Formula Graham Dan NNWC Hendri Sopian
Jurnal Manajemen Aset dan Penilai Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengembangan MAPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56960/jmap.v3i1.54

Abstract

Penilaian bisnis ekuitas saham merupakan kegiatan untuk mengestimasi kewajaran hargasaham suatu entitas bisnis. Penulis memilih PT Sunindo Pratama, Tbk sebagai bahan penelitiankarena perusahaan tersebut baru melakukan penawaran umum perdana/Initial Public Offering(IPO) pada Januari 2023. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui prospek perusahaan kedepan serta mengetahui harga wajar per lembar saham PT Sunindo Pratama, Tbk dalam prosesIPO. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif yaitumenggunakan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT), sedangkanpendekatan kuantitatif menggunakan analisis Piotroski F-Score, Formula Graham dan Net NetWorking Capital (NNWC). Analisis SWOT digunakan untuk menentukan prospek perusahaan kedepan dari segi nonkeuangan. Sedangkan analisis Piotroski F-Score, Formula Graham dan NNWCdigunakan untuk menentukan harga wajar per lembar saham. Data diperoleh dari situs danprospektus perusahaan yang merupakan data sekunder sehingga semua data yang diperlukandalam proses penelitian telah tersedia secara umum dan dapat diakses oleh siapa saja. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis SWOT perusahaan memiliki seginonkeuangan yang baik dan mempunyai prospek yang bagus sehingga layak untuk menjadi pilihaninvestasi. Namun berdasarkan analisis Piotroski F-Score kekuatan posisi keuangan cukuppotensial. Berdasarkan Formula Graham, diketahui nilai intrinsik/harga wajar per lembar sahamperusahaan lebih rendah bila dibandingkan dengan harga yang ditawaran dalam IPO (overvalued).Sedangkan berdasarkan metode NNWC, diketahui apabila ke depan perusahaan mengalami kinerjayang buruk/dilikuidasi secara cepat, maka nilai asetnya tidak berpotensi dalam memberikankeuntungan dan tidak tersedia aset yang cukup untuk didistribusikan kepada para investor.
Penentuan Besaran Penyesuaian Lokasi, Lebar Jalan Depan, Posisi Letak Dalam Penilaian Properti Dengan Pendekatan Pasar: Kasus: Rumah Tipe Sederhana, Menengah, dan Mewah Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kulonprogo Bagaskara Bagaskara; Anisa Nurpita; Nurisqi Amalia
Jurnal Manajemen Aset dan Penilai Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengembangan MAPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56960/jmap.v3i1.57

Abstract

Proyek Strategis Nasional Jalan Tol Solo – Yogyakarta – YIA mempengaruhi kondisi properti di 3 kabupaten Daerah Istimewa Yogyakarta. Proyek Strategis Nasional ini merupakan peningkatan investasi yang disebabkan bandara Yogyakarta International Airport. Peningkatan pembangunan tidak hanya akan mempengaruhi kondisi pasar properti, tetapi juga proses penilaian properti khususnya terhadap aspek-aspek yang berpengaruh pada nilai properti. Tingkat heterogenitas pada komoditas properti yang tinggi, menjadikan penilai properti harus melakukan penyesuaian dalam proses penilaian khususnya pada pendekatan pasar. Dalam praktik penilaian, besaran penyesuaian masih menjadi perdebatan karena subjetivitas penilai. Penelitian ini mencoba menganalisis penentuan besaran penyesuaian lokasi, lebar jalan depan, dan posisi yang kerap kali menjadi permasalahan penilai karena rawan menimbulkan kebiasan dan subjektivitas. Penelitian ini menggunakan data yang dikumpulkan secara primer dan sekunder yang selanjutnya dianalisis menggunakan teknik regrensi yang dikombinasikan dengan matched paired sales analysis. Berdasarkan hasil yang diperoleh, posisi hook berpengaruh pada indikasi harga transaksi tipe perumahan sederhana. Lebar depan dan jarak ke POI signifkan dengan arah pengaruh yang konsisten dengan teori maupun praktik penilaian. Di sisi lain, hanya posisi yang berpengaruh terhadap perumahan tipe menengah mewah. Besaran penyesuaian dari ketiga variabel tersebut bervariasi pada rentang tertentu tergantung dengan kondisi lapangan.
Pemetaan Atribut Pembelian Rumah Di Kabupaten Sleman Rina Oktavia; Wahyu Hidayati; Fatima Putri Prativi
Jurnal Manajemen Aset dan Penilai Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengembangan MAPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56960/jmap.v3i1.58

Abstract

Kebutuhan berupa tempat tinggal merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi setiap manusia agar dapat bertahan hidup. Pemenuhan kebutuhan berupa tempat tinggal dapat dilakukan dengan cara membangun rumah sendiri atau membeli rumah jadi pada suatu kluster perumahan atau perkampungan melalui developer atau pengembang perumahan maupun pemilik langsung. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan atribut pembelian rumah di Kabupaten Sleman dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil yang didapat, mayoritas responden lebih menyukai properti yang dengan kisaran harga Rp 400-800 juta, terletak di perumahan/cluster, luas tanah 101-200 m2, luas bangunan 40-60 m2, tipe menengah, terletak di tengah, berbentuk persegi/persegi panjang, model/arsitek bangunan minimalis/modern, jumlah lantai 1, jumlah kamar 2, lebar bagian depan properti 6.1-9 m, lebar jalan depan properti 3.1-5 m, perkerasan jalan paving block/conblok, ketinggian jalan/elevasi sama dengan properti, kondisi rumah bisa baru atau lama, umur bangunan 1.1-5 tahun, bentuk kepemilikan SHM, tersedia IMB, topografi datar, tersedia fasos dan fasum, akses mudah, lokasi nyaman, properti berada di daerah prestise, pemandangan sekitar properti bagus, dan properti berada di lokasi yang memiliki potensi perkembangan yang baik. Sementara itu, menurut developer, terdapat aspek yang sangat penting yang mempengaruhi pembeli dalam membeli rumah seperti tipe rumah, luas bangunan, lebar bagian depan properti, kemudahan aksesibilitas dengan pusat kegiatan, potensi perkembangan lokasi di sekitar properti, ketersediaan fasilitas umum, ketersediaan fasilitas sosial perdagangan, dan ketersediaan fasilitas sosial kesehatan. Dari sudut pandang developer, tempat tinggal yang paling diminati oleh konsumen adalah rumah siap huni tipe modern minimalis dengan akses jalan lebar, lokasi strategis, dan dekat dengan pusat kota. Rumah yang paling diminati oleh konsumen memiliki luas minimal 100 meter persegi dan memiliki 2 hingga 3 kamar tidur. Harga properti yang paling diminati oleh konsumen berkisar antara 300 s/d 400 juta rupiah.
Analisis Aset Tak Berwujud Berupa Merek Indihome Milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Dalam Rangka Merger Henrianto Henrianto
Jurnal Manajemen Aset dan Penilai Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengembangan MAPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56960/jmap.v3i1.62

Abstract

Penilaian merek atau sering disebut brand valuation salah satu konsep penting dalam praktik bisnis. Sejak tahun 1980- an banyak perusahaan multinasional maupun lokal melakukan aksi korporasi seperti merger dan akuisisi, tentunya dalam mengevaluasi sebuah bisnis maka nilai merek cukup menarik perhatian komunitas bisnis dan menjadi subjek yang secara luas diperhatikan oleh para akademisi maupun praktisi. Pemilihan merek IndiHome sebagai objek penelitian dengan pertimbangan bahwa saat ini PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia dengan reputasi dan ekuitas merek yang kuat sebagai pemilik merek IndiHome akan melepas salah satu produk bisnisnya yang telah memberikan sokongan yang besar terhadap pendapatan perusahaan melalui aksi korporasi merger IndiHome dengan Telkomsel. Penelitian ini mengaplikasikan metode penghematan royalti (relief from royalty) sebagai metode penilaian dalam penilaian Aset Takberwujud berupa merek (brand) dengan mendiskontokan pendapatan dari royalti atas penggunaan merek dimasa akan datang setelah dikurangi pajak. Metode ini digunakan dengan pertimbangan bahwa Aset Takberwujud yang dinilai memiliki pendapatan secara historis dan diidentifikasi secara langsung menghasilkan arus kas dimasa yang akan datang. Proses penilaian ini menghasilkan indikasi nilai merek IndiHome pertanggal 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp45.124.776.066.963,00.
Pengaruh Jarak, Luas Kamar dan Jumlah Penghuni Terhadap Harga Sewa Kamar Kos di Sekitar Kampus Universitas Gadjah Mada Prihatin, Eka; Damayanti, Erliana Rahma; Wulandari, Retno; Fahrunnisa, Nilam
Jurnal Manajemen Aset dan Penilaian Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengembangan MAPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56960/jmap.v4i2.71

Abstract

Setiap tahun jumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada mengalami peningkatan baik dari provinsi DIY sendiri maupun dari luar daerah bahkan luar pulau. Banyaknya mahasiswa yang berdatangan setiap tahunnya membawa akibat yakni diperlukannya tempat tinggal bagi mahasiswa. Kos menjadi salah satu pilihan untuk mahasiswa untuk tempat beristirahat, tempat belajar, mengerjakan tugas, atau bahkan menjadi tempat berkumpul bersama teman teman. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih kos. Faktor utama dalam memilih kos adalah harga sewanya, namun ada faktor lain yang ikut mempengaruhi diantaranya jarak ke kampus, luas kamar yang ada, lalu jumlah penghuni yang dapat menempati kamar kos. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui pengaruh jarak terhadap harga sewa kamar kos di sekitar kampus Universitas Gadjah Mada. (2) Untuk mengetahui pengaruh luas kamar terhadap harga sewa kamar kos. (3) Untuk mengetahui pengaruh jumlah penghuni dalam satu kamar terhadap harga sewa kamar kos. (4) Untuk mengetahui pengaruh jarak, luas kamar, dan jumlah penghuni secara simultan terhadap harga sewa kamar kos di sekitar kampus Universitas Gadjah Mada. Data dikumpulkan dengan menggunakan aplikasi pencari kos dengan teknik probability sampling dan diolah menggunakan Eviews 12. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 81 data. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, tiga variabel utama yang dianalisis adalah Jarak, Luas Kamar, dan Jumlah Penghuni. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jarak berpengaruh positif terhadap harga sewa kamar kos, Luas Kamar berpengaruh positif, dan Jumlah Penghuni berpengaruh negatif. Secara simultan variabel jarak, luas kamar, dan jumlah penghuni berpengaruh signifikan terhadap harga sewa kamar kos.
Pengaruh Profitabilitas, Struktur Modal, Dan Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan: Studi Empiris Pada 30 Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2019 Mahardhika, Patrick Richie; Hisan, Azka Khairatun; Naziiha, Faiya; Asyakur, Ahmad Rafif; Hiyyah, Nada Fat
Jurnal Manajemen Aset dan Penilaian Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengembangan MAPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56960/jmap.v4i2.74

Abstract

Perusahaan harus menjunjung tinggi nilai perusahaannya untuk memaksimalkan pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan pemegang saham. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, struktur dan pemeliharaan modal, serta likuiditas terhadap nilai suatu perusahaan. Populasi penelitian ini terdiri dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel yang dikumpulkan terdiri dari 30 perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di BEI. Perusahaan-perusahaan ini dicirikan oleh ukurannya yang sangat besar dan kinerja historisnya yang mengesankan. Analisis dilakukan dengan menggunakan teknik regresi linier berganda dengan bantuan software EViews. Variabel profitabilitas dinilai dengan menggunakan return on assets (ROA), variabel struktur modal dinilai dengan menggunakan debt to aset rasio (DAR), dan variabel likuiditas dinilai dengan menggunakan current rasio (CR). Variabel terikat yaitu nilai perusahaan dikuantifikasi menggunakan price to book value (PBV). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas mempunyai pengaruh yang besar dan menguntungkan terhadap nilai suatu perusahaan. Nilai profitabilitas signifikan secara statistik pada tingkat 0,05 dengan tingkat signifikansi 0,0016. Selain itu memiliki koefisien regresi sebesar 0,038920 yang menunjukkan hubungan positif. (2) Komposisi modal suatu perusahaan tidak mempunyai pengaruh yang besar terhadap nilai perusahaan secara keseluruhan. Koefisien nilai struktur modal sebesar 0,00074 dan nilai signifikansinya sebesar 0,7731 lebih besar dari 0,05. (3) Ada atau tidak adanya kas atau aset yang dapat dengan mudah diubah menjadi kas tidak mempunyai dampak besar terhadap nilai suatu perusahaan secara keseluruhan. Likuiditas memiliki nilai signifikansi statistik sebesar 0,1507, lebih besar dari ambang batas 0,05. Selain itu, memiliki koefisien regresi sebesar -0,000286. (4) Variabel profitabilitas, struktur modal, dan likuiditas mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap Price to Book Value. Hal ini didukung dengan nilai signifikansi sebesar 0,009676 yang kurang dari ambang batas sebesar 0,05. Skor R-square sebesar 0,275314 menunjukkan bahwa variabel independen dalam model persamaan mampu menyumbang 27,5314% variasi variabel dependen.
Analisis Korelasi Dalam Menentukan Hubungan Antara Karakteristik Fisik dan Aksesibilitas dengan Harga Properti di Daerah Sleman Tahun 2023 Oktaviani, Eka; Fahrudiana, Firyal; Azzahra R.M., Mariza; Dzikra, Al Baihaqi Adz
Jurnal Manajemen Aset dan Penilaian Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengembangan MAPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56960/jmap.v4i2.82

Abstract

Harga properti dipengaruhi oleh berbagai macam faktor di antaranya yaitu karakteristik fisik dan aksesibilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan (korelasi) antara karakteristik properti dengan harga properti menggunakan analisis korelasi di Kabupaten Sleman. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data di Sleman yang diperoleh dari Google Form pada tahun 2023. Data analisis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analisis Korelasi Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik fisik seperti luas tanah, luas bangunan, dan jumlah kamar tidur memililki hubungan korelasi yang dapat mempengaruhi harga properti atau bisa saja tidak dapat mempengaruhi harga properti tersebut. Kemudian faktor aksesilbilitas seperti (jarak ke RS dan jarak ke sekolah) tidak menunjukkan adanya hubungan terhadap harga properti di Kabupaten Sleman. Peneliltian ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor properti dan juga pengembang properti dalam menentukan harga properti  
Analisis Trend Pertumbuhan Indeks Harga Properti Komersial di Kota Jakarta dan Kota Surabaya Pasca Pandemi COVID-19 Nisaaloka, Kanya Cinantya; Suhaimah, Najwa Naifah; Rahmawati, Anysa; Nadhira, Lea
Jurnal Manajemen Aset dan Penilaian Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengembangan MAPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56960/jmap.v4i2.83

Abstract

Pertumbuhan jumlah properti komersial semakin banyak khususnya di kota besar seperti kota Jakarta dan kota Surabaya yang mendapat julukan kota metropolitan di Indonesia. Naiknya properti komersial seperti apartemen, hotel, perkantoran, lahan industri, ritel, Convention Hall, dan Warehouse complex disebabkan oleh banyak hal diantaranya adalah pendapatan perkapita, pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, dan jumlah penduduk. Namun properti komersial di kota Jakarta dan kota Surabaya tak selama naik, hadirnya e-commerce dan wabah covid-19 sangat mempengaruhi penurunan permintaan properti komersial. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis perkembangan tren pertumbuhan Indeks Harga Properti Komersial di Jakarta dan Surabaya setelah pandemi covid-19. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Bank Indonesia dan BPS, yang mencakup periode tahun 2018-2022. Statistika deskriptif dan trend digunakan sebagai alat analisis. Kota besar yang dimaksud adalah Jakarta dan Surabaya. Sehubungan dengan fakta bahwa Jakarta dan Surabaya memiliki jumlah penduduk yang relatif naik, serta kegiatan ekonomi berupa bisnis dan perdagangan. Hasil penelitian memaparkan bahwa pertumbuhan indeks harga properti komersial seperti perkantoran, apartemen, dan hotel cenderung mengalami penurunan pasca pandemi covid-19. Hasil proyeksi trend pertumbuhan indeks harga properti komersial tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 terlihat berdampak penurunan. Keadaan tersebut disebabkan covid-19 yang masuk ke Indonesia di awal tahun 2020.
Penilai Berintegritas Serta Beretika Rais, Effendri; Alfaher, Ibnu Syukron; Rahmawati, Rizqa; Vouziah, Ika
Jurnal Manajemen Aset dan Penilaian Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengembangan MAPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56960/jmap.v4i2.101

Abstract

Negara Indonesia adalah negara hukum yang mengakui bahwa hukum dan konstitusi adalah yang paling penting. Melalui penilaian, sumber daya alam, dan bisnis, para penilai memainkan peran penting dalam mendorong perekonomian Indonesia. Penilai terdiri dari berbagai tingkatan, termasuk Tenaga Penilai, Penilai Bersertifikat, dan Penilai Publik. Regulasi yang ketat seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan bertujuan untuk memastikan kompetensi, kualitas, dan integritas penilai. Integritas merupakan salah satu kode etik utama bagi penilai, yang melibatkan kejujuran, konsistensi, dan tanggung jawab profesional. Penilai yang berintegritas tinggi memberikan penilaian yang objektif dan akurat, menjaga kepercayaan publik, dan memastikan proses penilaian berjalan transparan dan adil. Tanpa integritas, penilaian dapat dimanipulasi, menyebabkan kerugian finansial, merusak reputasi, dan menimbulkan masalah hukum.