cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcscm@unisba.ac.id
Phone
+6282118633944
Journal Mail Official
bcscm@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Communication Management
ISSN : -     EISSN : 28282183     DOI : https://doi.org/10.29313/bcscm.v2i2
Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content Creation, Content Sharing, Daya Tarik Iklan, Drama Televisi, Event, Gaya Hidup, Interior Display, Jingle, Kampanye, Keputusan Pembelian, Keterikatan Pelanggan, Komunikasi antar pribadi, Komunikasi Pemasaran, Konsep Diri, Kredibilitas Komunikator, Kualitas Pelayanan, Literasi Media, Loyalitas Konsumen Manajemen branding, Media Sosial, Minat Beli Konsumen, Online Review, Pemasaran Konten, Penjualan produk, Persepsi Budaya, Personal Branding, Promosi online, Sikap, Store Atmospheredan Layout, Tagline, Terpaan Media, Tindakan Membeli, Transportasi Online, Ujaran Kebencian, Website, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 437 Documents
Representasi Makna Pesan Harapan pada Iklan Grab di Media Sosial Youtube Resti Rahmawati Dewi; Dede Lilis Chaerowati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6475

Abstract

Abstract. In this study, the author discusses the representation of an advertisement on YouTube social media, namely from the Grab advertisement in 2021 with the "Gajian Until the End of the Month" edition, where the results are from the process of observing dialogue as the basic tool and clarified with moving images. In this study, the author focuses on scenes that contain elements of the message meaning of each scene. The research method used here is a qualitative method and uses a Roland Barthes Semiotics model approach. The author tries to see how the representation of the meaning of the message contained in the 2021 Grab 2021 ad "Gajian Until the End of the Month". This study aims to find out the meaning and messages contained in the Grab 2021 advertisement "Gajian Until the End of the Month". The data obtained is through observation, documentation and literature study. This study also uses a constructivist paradigm in which the formation of the construction itself and the event or reality are constructed, because the constructionist paradigm is often associated with the paradigm and the exchange of meanings. The results show that there are denotative meanings, connotative meanings and mythical meanings in the 2021 edition of Grab's "Gajian Sampe Akhir Bulan" advertisement which represents 11 space crews who departed from earth to the moon to get a lucky month. . This shows that a group of space crews is hopeful for hope. Abstrak. Pada penelitian ini penulis membahas mengenai representasi sebuah iklan yang terdapat pada media social YouTube yaitu dari iklan Grab tahun 2021 dengan edisi “ Gajian Sampe Akhir Bulan” yang dimana hasilnya merupakan dari proses mengamati dialog sebagai perangkat dasarnya serta diperjelas dengan gambar bergerak. pada penelitian ini, penulis memfokuskan terhadap adegan yang mengandung unsur makna pesan dari setiap adegan tersebut. Metode penelitian yang digunakan disini adalah metode kualitatif serta menggunakan pendekatan model Semiotika Roland Barthes. Penulis berusaha melihat bagaimana representasi makna pesan yang terkandung pada iklan Grab 2021 edisi “ Gajian Sampe Akhir Bulan” ini. adapun teknik pengumpulan data dari peneltian ini adalah dengan melakukan observasi, dokumentasi serta melakukan studi kepustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan pesan yang terkandung dalam iklan Grab 2021 edisi “ Gajian Sampe Akhir Bulan”. Data yang diperoleh adalah melalui observasi, dokumentasi serta studi kepustakaan. Pada penelitian ini juga menggunakan paradigm konstruktivisme yang dimana pembentukan konstruksi itu sendiri serta peristiwa atau realitas itu di konstruksi, karena pada pradigma konstruksionis ini sering dikaitkan dengan paradigm dan pertukaran makna. Dari hasil penelitian menunjukan adanya makna denotative, makna konotatif serta makna mitos dalam iklan Grab edisi 2021 “ Gajian Sampe Akhir Bulan” yang merepresentasikan ke 11 kru luar angkasa kru luar angkasa berangkat dari bumi menuju bulan untuk mendapatkan bulan keberuntungan. Hal ini menunjukan bahwa sekelompok kru luar angkasa tersebut mengharapkan adanya pengharapan.
Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Sarana Promosi TXTURE Muhammad Rifqi Fakhruddin; Yulianti
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6517

Abstract

Abstract. The current business development makes several sectors in the fashion industry increase. Especially social media has an important role in making it easier for business people to promote and sell sales. One of the platforms described in this study is instagram, instagram is a platform that has a wide and large reach. as did the TXTURE brand where they use instagram as one of the promotional media by bringing out the uniqueness of the TXTURE brand. The purpose of this study is to determine the form of promotion, and to find out what factors are an obstacle for TXTURE. This study uses a qualitative research method with a case study approach formulated by Robert K Yin, where the method examines a case using the main questions "how" and "why". The data obtained in this study is the result of interviews with Prima Rahadiantara who are social media managers and owners of TXTURE Shoe and Bootmaker. the researcher tries to uncover the form of TXTURE promotion, the urgency of the dollar as a transaction currency and promotional barriers as well as solutions to these obstacles. TXTURE uses Instagram by considering the time span, upload consistency and variety of promotions is a service provided by TXTURE as a form of promotion. Dollars are also used as currency for TXTURE product transactions as an internationalization effort. The social media manager for the TXTURE Instagram account is the main obstacle for TXTURE, because the promotion or content management is handled directly by the owner so that sometimes it becomes an obstacle in carrying out promotions. However, these obstacles have not reduced TXTURE's promotion on Instagram media, because to minimize these things, TXTURE organizes events and festivals. Abstrak. Perkembangan bisnis saat ini membuat beberapa sektor dalam bidang industri fashion semakin meningkat. Salah satu platform yang dijelaskan dalam penelitian ini yaitu instagram, instagram merupakan platform yang jangkauannya luas dan besar. sebagaimana yang dilakukan oleh brand TXTURE dimana mereka menggunakan instagram sebagai salah satu media promosi dengan memunculkan keunikan dari brand TXTURE. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk promosi, dan untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi hambatan bagi TXTURE. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dirumuskan oleh Robert K Yin, dimana metode ini mengkaji suatu kasus dengan menggunakan pertanyaan utama “bagaimana” dan “mengapa”. Data yang diperoleh dalam penelitian ini merupakan hasil dari observasi dan melakukan wawancara dengan Prima Rahadiantara yang menjabat sebagai pengelola media sosial sekaligus pemilik dari TXTURE Shoe and Bootmaker. Peneliti berusaha untuk mengungkap bentuk promosi TXTURE, urgensi dollar sebagai mata uang transaksi dan hambatan promosi serta solusi dari hambatan tersebut. TXTURE menggunakan Instagram dengan mempertimbangkan rentang waktu, konsistensi unggahan dan variasi promosi merupakan pelayanan yang diberikan TXTURE sebagai bentuk promosi. Dollar pun digunakan sebagai mata uang transaksi produk TXTURE sebagai upaya internasionalisasi. Pengelola media sosial akun instagram TXTURE menjadi hambatan utama TXTURE, dikarenakan pengelolaan promosi atau konten ditangani langsung oleh pihak pemilik sehingga hal tersebut terkadang menjadi suatu hambatan dalam pelaksanaan promosi. Akan tetapi, hambatan tersebut tidak membuat promosi TXTURE pada media Instagram menurun, kerena untuk meminimalisir hal tersbut TXTURE melakukan event dan festival.
Analisis Aktifitas Promosi Berawal Coffee Melalui Media Sosial Instagram Dimasa Pandemi Covid-19 Aubrey Indallah Syihaboeddin; Aning Sofyan
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6570

Abstract

Abstract. Promotion is an activity carried out to introduce a product or service so that it can attract public interest. Promotional activities are carried out so that the products sold can be well received by the public so that people can participate in buying or using them. Starting Coffee is one of the business people in the cafe or commonly called a coffee shop that plays a role in promotional activities to sell the products they have. Starting Coffee was founded in 2019 until now and had temporarily closed the place due to the covid-19 pandemic, then Berawal Coffee was reopening in early 2021 with a new concept, place, and atmosphere. The purposes of this study are (1) to find out the reason for Berawal Coffee to re-open its place during the covid-19 pandemic, (2) to find out how the form of marketing used by Berawal Coffee in marketing its place, (3) to find out what obstacles Berawal coffee experienced. Coffee in marketing its Instagram social media products. The results of this study are (1) Berawal Coffee reopened its place in the midst of a pandemic because of the economic needs of the owner and his workers, as well as for the progress of Berawal Coffee. (2) The form of marketing used by Berawal Coffee in Instagram social media is being more active on Instagram, diligently creating content, making promos on online motorcycle taxis, making new packaging bottles for take away. (3) The obstacles that exist in the promotion process of Berawal Coffee on Instagram social media during the covid-19 pandemic are that many competitors use Instagram as a tool to promote their products. Abstrak. Promosi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengenalkan suatu barang atau jasa sehingga bisa menarik minat masyarakat. Kegiatan promosi dilakukan supaya produk yang dijual dapat diterima dengan baik oleh masyarakat sehingga masyarakat dapat ikut membeli atau menggunakannya. Berawal Coffee adalah salah satu pelaku bisnis dibidang cafe atau biasa disebut coffee shop yang berperan dalam kegiatan promosi untuk mejual produk yang mereka miliki. Berawal Coffee berdiri pada tahu 2019 sampai sekarang dan sempat menutup tempatnya sementara karena adanya pandemi covid-19, lalu Berawal Coffe buka kembali diawal 2021 dengan konsep, tempat, dan suasana yang baru. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui alasan Berawal coffee membuka ulang tempatnya dalam masa pandemi covid-19, (2) Untuk mengetahui bagaimana bentuk marketing yang digunakan Berawal Coffee dalam memasarkan tempatnya, (3) Untuk mengetahui hambatan apa saja yang dialami Berawal Coffee dalam memasarkan produknya media sosia instagram. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Berawal Coffee membuka kembali tempatnya ditengah masa pandemi karena kebutuhan ekonomi sang owner dan pekerjanya, juga demi kemajuan pada Berawal Coffee. (2) Bentuk marketing yang digunakan oleh Berawal Coffee dalam media sosial instagram yakni, menjadi lebih aktif di instagram, rajin membuat konten, membuat promo di ojek onlin, membuat botol kemasan baru untuk di take away. (3) Hambatan yang ada dalam proses promosi Berawal Coffee di media sosial instagram selama masa pandemi covid-19 adalah, banyaknya pesaing yang sama sama menggunakan media sosial intagram sebagai alat untuk mempromosikan produknya.
Strategi Komunikasi Pemasaran Digital Brand Fashion Melalui Media Sosial Instagram Pranasakya Ananda Gilang Umbara; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6612

Abstract

Abstract. This research is entitled Digital Marketing Communication Strategy for Fashion Brands Through Instagram Social Media (Case Study on Instagram Brand @fabricthejeans). The purpose of this research is to find out the marketing communication strategy carried out by Fabric The Jeans through Instagram and the Instagram features used for marketing on Instagam. The subjects of this research are the founder and owner of Fabric The Jeans, marketing and admin of Instagram Fabric The Jeans, and followers of the Instagram account Fabric The Jeans. The data collection techniques of this research were observation and interviews. Data analysis techniques used in this research are data reduction, data presentation, verification and conclusion drawing. The results of this study are market segmentation conducted by Fabric The Jeans based on demographics, namely among teenagers aged between 16 years to 24 years with a male-only market. Segmentation based on geography or region, namely Bandung, Jakarta, Bekasi, and Cianjur. There are also countries such as Indonesia, Malaysia, Germany, and the United States. Segmentation based on psychographics, namely people who are in style with denim. Fabric The Jeans target market in general is people who have an interest in the metal music genre and extreme sports such as skateboarding and bmx. The specific target market determined by Fabric The Jeans is motorcycle children, especially custom motorcycles. Fabric The Jeans wants to position itself as a specialist motorcycle denim brand by producing basic casual style products and carrying navy or dark blue colors in every Instagram upload that is close to indigo color as the basic color of denim fabric. The reason why Fabric The Jeans conducts digital marketing communications on Instagram is because it is free and easy to use because it only has photos and videos using the feeds and insta story features which are uploaded two to three times in one day, has many users, one of which is children. young people or teenagers, can connect with other social media such as Facebook and can display links to other platforms such as WhatsApp, Tokopedia, and Shopee. Abstrak. Penelitian ini berjudul Strategi Komunikasi Pemasaran Digital Brand Fashion Melalui Media Sosial Instagram (Studi Kasus Pada Instagram Brand @fabricthejeans). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui segmentasi pasar, target pasar, dan positioning Fabric The Jeans melalui Instagram. Subjek penelitian ini adalah pendiri sekaligus pemilik Fabric The Jeans. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah segmentasi pasar yang dilakukan Fabric The Jeans berdasarkan demografis yaitu kalangan anak remaja rentang usia antara 16 tahun hingga 24 tahun dan khusus laki-laki. Segmentasi berdasarkan geografis atau wilayah yaitu Kota Bandung, Jakarta, Bekasi, dan Cianjur. Juga ada negara Indonesia, Malaysia, Jerman, dan Amerika Serikat. Target pasar Fabric The Jeans secara umum yaitu orang yang memiliki ketertarikan di bidang musik bergenre metal dan cabang olahraga ekstrim seperti skateboard dan bmx. Target pasar khusus yang ditentukan oleh Fabric The Jeans yaitu kalangan anak motor terutama motor custom, semi trail, dan adventure. Segmentasi berdasarkan psikografis yaitu orang yang senang bergaya dengan denim. Fabric The Jeans ingin memposisikan dirinya sebagai brand denim motor specialist dengan menghasilkan produk bergaya basic casual dan menampilkan feeds dengan warna navy atau biru tua di setiap unggahan Instagramnya yang mendekati warna indigo sebagai warna dasar kain denim. Alasan mengapa Fabric The Jeans melakukan komunikasi pemasaran digital di Instagram dikarenakan pemakaiannya yang gratis dan mudah dalam penggunaannya karena hanya bermodal foto dan video menggunakan fitur feeds dan insta story yang dilakukan dua hingga tiga kali unggahan dalam satu hari, memiliki banyak pengguna yang salah satunya kalangan anak muda atau remaja, bisa terhubung dengan media sosial lainnya seperti facebook dan bisa menampilkan tautan platform lain seperti whatsapp, tokopedia, dan shopee.
Strategi Digital Marketing (@Mawarweddingservice) dalam Meningkatkan Konsumen Melalui Media Sosial Balqiis Syabha Dibha; Satya Indra Karsa
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6630

Abstract

Abstract. Mawar Wedding Service is one of the wedding organizers in the city of Bandung that provides services for potential customers who need help in carrying out their weddings. With so many wedding organizers in the city of Bandung, Mawar Wedding Service uses digital marketing to promote their services to attract the attention of potential customers. The purpose of this study is to find out what digital marketing is used by Mawar Wedding Service, the use of Instagram social media in Mawar Wedding Service digital marketing, the steps used by Mawar Wedding Service in using digital marketing. The theory used as reference material in conducting this research is using integrated marketing communication theory, digital marketing, social media marketing. The research method used in this study uses qualitative methods with a case study approach. This study uses data collection techniques in the form of interviews and observations. The results of this study are Mawar Wedding Service using social media Instagram in digital marketing to attract consumers to use the services of Mawar Wedding Service. Abstrak. Mawar Wedding Service merupakan salah satu wedding organizer yang ada di kota Bandung yang menyediakan jasa untuk para calon konsumen yang sedang membutuhkan bantuan dalam melaksanakan pernikahannya. Dengan banyaknya wedding organizer yang ada di kota Bandung, Mawar Wedding Service menggunakan digital marketing dalam melakukan promosi jasa mereka dalam menarik perhatian calon konsumen. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui digital marketing apa saja yang digunakan oleh Mawar Wedding Service, penggunaan media sosial Instagram dalam digital marketing Mawar Wedding Service, Langkah yang digunakan Mawar Wedding Service dalam menggunakan digital marketing. Teori yang dijadikan bahan rujukan dalam melakukan penelitian ini yaitu menggunakan teori komunikasi pemasaraan terpadu, digital marketing, social media marketing. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan Teknik peengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini merupakan Mawar Wedding Service menggunakan media sosial Instagram dalam digital marketing untuk menarik konsumen dalam memakai jasa Mawar Wedding Service.
Analisis Branding Fotohokkie melalui Media Sosial Instagram Naufal Hisyam Silim; Raditya Pratama Putra
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6636

Abstract

Abstract. Branding is a strategy or method taken by a company or whatever as a marketing or promotion strategy so that the public or the public can know, be aware, and have a desire to buy products on a brand. Social media is very influential as a means or place to build branding. In this case, building brand awareness can be done through social media, especially Instagram. The purpose of this research is to find out how fotohokkie uses Instagram social media in building brand awareness and the reason fotohokkie uses Instagram social media as a means to build brand awareness. This study uses a qualitative method with a case study approach. In addition, this study also uses the theory of The Circular Model of Some as a reference and to strengthen the research. The results of the research are the spread of brand awareness activities through Instagram social media by introducing them in stages, starting with the naming of the background color. Therefore, the spread of brand awareness activities has reached the general public. The way that Fotohokkie does in packaging brand awareness activities through Instagram social media. Fotohokkie spreads softselling content in which there is a story in every post. The reason Fotohokkie uses social media to help brand awareness. Since fotohokkie was founded, they have taken advantage of all aspects of Instagram to help spread brand awareness. The use of wide lenses as a brand awareness activity3 Abstrak. Branding merupakan suatu strategi atau cara yang dilakukan oleh sebuah perusahaan atau apapun sebagfai strategi pemasaran atau promosi agar khalayak atau masyarakat dapat mengetahui, sadar, dan ada keinginan untuk membeli produk pada sebuah brand tersebut. Media sosial sangat berpengaruh sebagai sarana atau tempat untuk membangun branding. Dalam hal ini, membangun brand awareness dapat dilakukan melalui media sosial, khususnya Instagram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana fotohokkie menggunakan media sosial Instagram dalam membangun brand awareness dan alasan fotohokkie menggunakan media sosial Instagram sebagai sarana membangun brand awareness. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan teori The Circular Model of Some sebagai rujukan serta untuk memperkuat penelitian. Hasil dari penelitian yaitu Penyebaran kegiatan brand awareness melalui media sosial Instagram dilakukan dengan cara mengenalkan terlebih dahulu produknya secara bertahap yang dimulai dengan penamaan warna background.. Maka dari itu, penyebaran kegiatan brand awareness sudah sampai kepada khalayak umum. Cara yang dilakukan fotohokkie dalam mengkemas kegiatan brand awareness melalui media sosial Instagram. Fotohokkie menyebarkan konten softselling yang didalamnya terdapat sebuah cerita dalam setiap postingannya Alasan fotohokkie menggunakan media sosial untuk membantu brand awareness. Sejak fotohokkie berdiri, mereka memanfaatkan segala aspek yang ada pada Instagram sebagai pembantu penyebaran brand awareness.
Pengaruh Konten Instagram terhadap Minat Followers Berkunjung Ke Cafe Artikel Ilmiah Dimas Java Hutama; Anne Ratnasari
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6651

Abstract

Abstract. Information technology, such as the Internet, allows many people to obtain information from very distant locations in a short period of time and at low cost. One of the information technology used is social media, namely Instagram. Along with the times, Instagram is now not only used by individuals who want to vent their existence through Instagram, but Instagram is also used by MSME actors to be able to promote or introduce their products. According to Chris Hauer in Solis, (2010) there are four indicators to measure social media as a marketing medium, namely: Context, Communication, Collaboration, and, Connection. Context: “How do we frame our stories. MyWinCafe is one of the business fields engaged in food and beverage or food and beverage service providers, especially coffee, MyWincafe utilizes Instagram social media to attract consumers to visit the place. The purpose of this study was to determine the effect of Instagram content on followers' visiting interest. The method in this study uses quantitative research methods, using multiple linear regression analysis. The population in this study were followers on Instagram @mywin_cafe and the sample in this study were 94 respondents from the total followers of the Instagram account @mywin_cafe with data collection techniques, namely through questionnaires. The results of this study indicate that the four content indicators consisting of context, communication, collaboration and connection have an effect either simultaneously or partially on interest in visiting MyWincafe. This means that the better the Instagram content produced will increase the interest in visiting MyWincafe customers and things that can be done to improve the quality of Instagram Abstrak. Teknologi informasi, seperti Internet, memungkinkan banyak orang untuk mendapatkan informasi dari lokasi yang sangat jauh dalam waktu singkat dan dengan biaya rendah. Salah satu teknologi infomrasi yang digunakan ialah sosial media yaitu Instagram. Seiring perkembangan zaman, kini Instagram tidak hanya digunakan oleh individu yang ingin melampiaskan eksistensi nya melalui Instagram, namun Instagram juga dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM untuk dapat mempromosikan atau mengenalkan produknya. Menurut Chris Hauer dalam Solis, (2010) terdapat empat indikator untuk mengukur pengaruh konten social media sebagai media pemasaran, yaitu: Context, Communication, Collaboration, dan, Connection. Context: “How we frame our stories.” MyWinCafe adalah salah satu bidang usaha yang bergerak di bidang food and beverage atau penyedia jasa makanan dan minuman khusunya kopi, MyWincafe memanfaatkan social media Instagram untuk dapat menarik konsumen untuk dapat berkunjung ke tempat tersebut. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh konten Instagram terhadap minat kunjung followers. Metode pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Populasi dalam penelitia ini ialah pengikut pada instagram @mywin_cafe dan sampel dalam penelitian ini yaitu 94 responden dari total keseluruhan followers akun instagram @mywin_cafe dengan teknik pengumpulan data yaitu melalui penyebaran kuesioner. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keempat indikator konten yang terdiri konteks, komunikasi, kolaborasi dan koneksi berpengaruh terhadap minat berkunjung followers ke MyWincafe. Hal ini berarti bahwa semakin baik konten Instagram yang dihasilkan akan semakin meningkatkan minat berkunjung pelanggan MyWincafe dan hal – hal yang dapat dilakukan dalam memperbaiki kualitas konten Instagram.
Self Disclosure pada Anggota Komunitas ATP Siti Nabila Meiriskha; Yulianti
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6672

Abstract

Abstract. The community is a place for social interaction, both educational and non-educational. Researchers suspect that self-disclosure on social media or online networks, especially Instagram, is carried out for certain reasons or motives that make individuals more likely to express themselves on Instagram social media. Problems that arise on social media Instagram, in which there is a process of communication from within the individual as outlined in photos (status), videos, live Instagram, and Insta-stories. With this, the writer wants to know the self-disclosure of ATP members in using Instagram social media. Because in terms of self-disclosure it can also be realized not only by face-to-face communication, but can also be through the media or channels to be able to communicate it. This relates to the existence of self-disclosure in individuals. The theory used is the functional theory of self-disclosure by Derlega & Grzelak, 1979: Omarzu, 2000 which was developed for social media on the grounds that different social media capabilities activate different disclosure purposes, which in turn shape disclosure. The purpose of this study was to determine social legitimacy, expression, relationship development, identity clarification and social control on self-disclosure of Instagram social media users. The research method used in this study is to use descriptive quantitative research methods. The results of the research on self-disclosure of members of the ATP community on Instagram are disclosed in general, but on the dimension of social legitimacy for private employee work groups it is more open than the other dimensions, namely self-employed work and for the dimension of identity clarification for male and female gender groups both open, while in another dimension men are more open than women. Abstrak. Komunitas menjadi wadah untuk melakukan interaksi sosial baik bersifat edukasi maupun non edukasi. Peneliti menduga bahwa pengungkapan diri di media sosial atau jejaring online khususnya Instagram dilakukan karena ada alasan maupun motif – motif tertentu yang membuat individu lebih cenderung mengungkapkan dirinya di media sosial Intagram. Permasalahan yang muncul pada media sosial Instagram, didalamnya terdapat suatu proses komunikasi dari dalam diri individu yang dituangkan dalam foto (status), video, live Instagram, maupun Insta-stories. Dengan begitu penulis ingin mengetahui keterbukaan diri anggota ATP dalam menggunakan media sosial Instagram. Karena dalam hal keterbukaan diri dapat pula terwujud tidak hanya dengan komunikasi tatap muka, namun dapat pula melalui media atau saluran untuk dapat mengomunikasikannya. Hal ini berhubungan dengan adanya self disclosure pada individu. Teori yang digunakan adalah teori fungsional pengungkapan diri oleh Derlega & Grzelak, 1979: Omarzu, 2000 yang dikembangkan ke media sosial dengan alasan bahwa kemampuan media sosial berbeda mengaktifkan tujuan pengungkapannya yang berbeda, yang pada gilirannya membentuk pengungkapan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keabsahan sosial, ekspresi, perkembangan hubungan klarifikasi identitas dan kendali sosial pada self disclosure pengguna media sosial Instagram. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah adalah menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian Self disclosure anggota komunitas ATP di Instagram diungkapkan secara umum, namun pada dimensi keabsahan sosial untuk kelompok pekerjaan pegawai swasta lebih terbuka dari pada dimensi lain, yaitu pekerjaan wiraswasta dan untuk dimensi klarifikasi identitas untuk kelompok jenis kelamin laki-laki dan perempuan sama-sama terbuka, sedangkan dimensi lain laki – laki lebih terbuka dari pada perempuan.
Pemanfaatan Instagram Sebagai Media Promosi Jasa Dokumentasi Visual Studio Kolektifan Nadiyatul Hasanah Ma'ruf; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6674

Abstract

Abstract. This research is a qualitative research entitled "Utilizing Instagram as a Promotional Media for Visual Studio Kolektifan Documentation Services, a case study on the founder of @kolektifan_id". The Instagram application is an application that helps users upload a photo or video so that it is used as a place to do business. Kolektifan uses the @kolektifan_id Instagram account as a medium for promoting its services to reach more people. By utilizing the Instagram platform, the content created must have a high visual value in order to attract many parties and create an interaction with the audience so that they are interested and visit the Instagram page. The subject of this research is the Founder Studio Kolektifan, namely Cepi, Taufiq and Hamzah. This study aims to determine the use of Instagram as a promotional media for its documentation services on the @kolektifan_id account in promoting its services and products. Collecting data using interviews, documentation studies, and observation. Data analysis technique is done by data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study are that in utilizing Instagram as a promotional media for documentation services in the @kolektifan_id account by using Instagram features such as stories, highlights and feeds. Creating interesting and distinctive content on @kolektifan_id is a mainstay in promoting services. The obstacle in using Instagram @kolektifan_id is that it is less productive in creating content so that it is less updated in promoting services. In overcoming this obstacle, the founder and his colleagues promoted the @Kolektidan_id account through their respective Instagram accounts so that followers from each account could see and be interested in visiting the @kolektifan_id account Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang berjudul “Pemanfaatan Instagram Sebagai Media Promosi Jasa Dokumentasi Visual Studio Kolektifan, Studi kasus pada founder @kolektifan_id”. Aplikasi Instagram menjadi sebuah aplikasi yang membantu penggunanya mengunggah sebuah foto atau video sehingga dijadikan sebagai tempat untuk berbisnis. Kolektifan menggunakan akun instagram yang @kolektifan_id sebagai media promosi jasanya agar lebih menjangkau banyak orang. Dengan memanfaatkan platform Instagram konten yang dibuat harus mempunyai nilai visual yang tinggi agar menarik banyak pihak dan menimbulkan suatu interaksi dengan para audiens agar tertarik dan berkunjung pada laman Instagram. Subjek penelitian ini yaitu Founder Studio Kolektifan yaitu Cepi, Taufiq dan Hamzah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan Instagram sebagai media promosi jasa dokumentasinya pada akun @kolektifan_id dalam mempromosikan jasa maupun produknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara, studi dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini bahwa dalam memanfaatkan Instagram sebagai media promosi jasa dokumentasi dalam akun @kolektifan_id dengan menggunakan fitur Instagram seperti stories, highlight dan feed. Pembuatan konten yang menarik dan berciri khas pada @kolektifan_id menjadi andalan dalam mempromosikan jasa. Hambatan dalam dalam pemanfaatan instagram @kolektifan_id ialah kurang produktif dalam membuat konten sehingga kurang update dalam mempromosikan jasa. Dalam mengatasi hambatan ini founder dan para rekannya melakukan promosi akun @Kolektidan_id melalui akun Instagram masing-masing sehingga para followers dari tiap akun dapat melihat dan tertarik untuk mengunjungi akun @kolektifan_id
Komunikasi Kelompok untuk Meningkatkan Kerja Sama Tim Produksi Samasta Films Iqbal Jamil; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6675

Abstract

Abstract. One of the many phenomena today is that Indonesia's creative industry is booming. Film is a subsector of the creative industry. In Bandung itself, the film is a developing subsector. Film presence on various media platforms also signals the growth of the production of films. Group communication is the communication that sustains the filming process in a production team. The study focuses on group communication going on the films production team Samasta films. The purpose of this study is (1) to know the role of production leader, (2) communications interaction, (3) group cohesivity, (4) communication techniques and finally (5) to include communication groups essential elements in the samasta films production team. The methods used are qualitative methods with case studies approach, and the study uses interview techniques to draw information to the source. As for the other sources, the individual who was part of the films production team. The result of this study is that group communication can increase the cooperation of the production team, when all members have the same vision and interworked communication is constructive, thus making individual and group performance grow. Abstrak. Salah satu fenomena yang terjadi saat ini ialah, merebaknya industri kreatif di Indonesia. Film merupakan subsektor dari industri kreatif. Di Kota Bandung sendiri, film merupakan subsektor yang sedang berkembang. Kehadiran film di berbagai platform media juga menandakan berkembangnya kehadiran rumah produksi film. Komunikasi kelompok ialah komunikasi yang menunjang berjalannya proses pembuatan film di sebuah tim produksi. Penelitian ini memfokuskan kepada komunikasi kelompok yang terjadi pada tim produksi Samasta Films. Tujuan penelitian ini ialah (1) untuk mengetahui peranan pimpinan produksi, (2) interaksi komunikasi, (3) kohesivitas kelompok, (4) teknik komunikasi dan terakhir (5)untuk mengetahui bagaimana komunikasi kelompok untuk meningkatkan kerja sama tim produksi Samasta Films. Adapun metode yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, serta penelitian ini menggunakan teknik wawancara dalam menggali informasi kepada narasumber. Adapun yang menjadi narasumber ialah individu yang menjadi bagian dari tim produksi Samasta Films. Hasil penelitian ini ialah komunikasi kelompok dapat meningkatkan kerja sama tim produksi, ketika seluruh anggota memiliki visi yang sama dan komunikasi yang terjalin bersifat membangun, sehingga membuat kinerja individu dan kelompok meningkat.