cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcscm@unisba.ac.id
Phone
+6282118633944
Journal Mail Official
bcscm@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Communication Management
ISSN : -     EISSN : 28282183     DOI : https://doi.org/10.29313/bcscm.v2i2
Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content Creation, Content Sharing, Daya Tarik Iklan, Drama Televisi, Event, Gaya Hidup, Interior Display, Jingle, Kampanye, Keputusan Pembelian, Keterikatan Pelanggan, Komunikasi antar pribadi, Komunikasi Pemasaran, Konsep Diri, Kredibilitas Komunikator, Kualitas Pelayanan, Literasi Media, Loyalitas Konsumen Manajemen branding, Media Sosial, Minat Beli Konsumen, Online Review, Pemasaran Konten, Penjualan produk, Persepsi Budaya, Personal Branding, Promosi online, Sikap, Store Atmospheredan Layout, Tagline, Terpaan Media, Tindakan Membeli, Transportasi Online, Ujaran Kebencian, Website, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 437 Documents
Pengaruh Desain Komunikasi Visual Leaflet terhadap Minat Konsumen pada PT LKM Akhlakul Karimah (Studi Regresi Linier Sederhana Pengaruh Desain Komunikasi Visual Leaflet terhadap Konsumen PT Lembaga Keuangan Mikro Akhlakul Karimah) Alif Chandra Diva; Doddy Iskandar Cakranegara
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.13943

Abstract

Abstract. With the advancement of information technology, visual communication design has become an essential element in promotional media such as leaflets. This study aims to determine the influence of visual communication design in leaflets on consumer interest at PT LKM Akhlakul Karimah. An effective visual communication design is expected to increase consumer interest in the products and services offered. This research uses the Stimulus-Organism-Response (S-O-R) theory as the theoretical foundation. The approach used is quantitative with a simple linear regression method. The study sample consisted of 99 respondents who are customers of PT LKM Akhlakul Karimah. The results show that the visual communication design of the leaflets has a positive and significant effect on consumer interest. Respondents provided good feedback on the visual communication design variable, evidenced by the coefficient of determination value which explains that visual communication design has a significant influence on consumer interest. These findings provide practical implications for PT LKM Akhlakul Karimah in designing more effective promotional strategies through optimizing visual leaflet design. Abstrak. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, desain komunikasi visual menjadi elemen penting dalam media promosi seperti leaflet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh desain komunikasi visual leaflet terhadap minat konsumen pada PT LKM Akhlakul Karimah. Desain komunikasi visual yang efektif diharapkan dapat meningkatkan minat konsumen terhadap produk dan layanan yang ditawarkan. Penelitian ini menggunakan teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R) sebagai landasan teoretis. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana. Sampel penelitian terdiri dari 99 responden yang merupakan nasabah PT LKM Akhlakul Karimah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain komunikasi visual leaflet berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat konsumen. Responden memberikan respon yang baik terhadap variabel desain komunikasi visual leaflet, yang dibuktikan dengan nilai koefisien determinasi yang menjelaskan bahwa desain komunikasi visual memiliki pengaruh signifikan terhadap minat konsumen. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi PT LKM Akhlakul Karimah dalam merancang strategi promosi yang lebih efektif melalui optimalisasi desain visual leaflet.
Pola Komunikasi Kelompok Creative Class Komunitas Find Your Self di Kota Bandung Syaima Elrica Dewi; Dede Lilis Chaerowati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14039

Abstract

Abstract. Along with determining the value of importance, a person is seen based on being together in a community. The creativity of a person in the community is important to provide new innovations. One of the communities that utilizes creativity as a creative class workshop activity is the Find Your Self community based on the concerns of generation z who have mental problems, into an activity guided by mentors and attended by participants. This background makes the reason for researchers to conduct research with the title Communication Patterns of the Find Your Self Community Creative Class Group. The purpose of this research is to find out group communication patterns, participant feedback, inhibiting factors and solutions from creative class. This research uses qualitative research methods with a case study approach and uses a constructivist paradigm. The theory used in this research is Graham Walles' creativity theory. Conducting interviews, observation, and documentation for data collection techniques. The analysis technique uses interactive analysis techniques from Miles & Huberman, namely data reduction, data presentation, and verification conclusion drawing. The data validity test used in this research is method triangulation. The results of this study are the activities that exist in the creative class based on the owner's experience of feeling himself less socialized and seeing many people have mental health problems, group communication patterns occur through a circular communication process of direct feedback face-to-face by participants when the creative class takes place, there are two types of communication patterns, namely two directions participants and multi-directional. Abstrak. Seiring dengan menentukan nilai kepentingan, seseorang dilihat berdasarkan kebersamaan dalam suatu komunitas. Kreativitas seseorang dalam komunitas menjadi hal penting untuk memberikan inovasi baru. Salah satu komunitas yang memanfaatkan kreativitas sebagai kegiatan workshop creative class yaitu komunitas Find Your Self didasari oleh kekhawatiran generasi z yang memiliki masalah mental, menjadi sebuah aktivitas dipandu oleh mentor dan dihadiri partisipan. Latar belakang tersebut menjadikan alasan peneliti untuk melakukan penelitian dengan judul Pola Komunikasi Kelompok Creative Class Komunitas Find Your Self. Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi kelompok, feedback partisipan, faktor penghambat serta solusi yang dari creative class. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta menggunakan paradigma konstruktivis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini teori kreativitas Graham Walles. Melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk teknik pengumpulan data. Teknik analisis menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles & Huberman yakni reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan verifikasi. Untuk uji kebsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi metode. Hasil penelitian ini adalah kegiatan yang ada dicreative class didasari oleh pengalaman owner merasa dirinya kurang bersosialisasi dan melihat banyaknya orang-orang memiliki masalah mental health, pola komunikasi kelompok terjadi melalui proses komunikasi secara sirkular feedback langsung secara tatap muka oleh partisipan saat creative class berlangsung , terdapat dua jenis pola komunikasi yaitu dua arah yang dilakukan oleh partisipan dan mentor, partisipan dan partisipan, sedangkan multi arah mentor dan seluruh partisipan creative class beauty dan membatik. Terdapat hambatan dari creative class, solusinya yaitu dengan sharing dan interaktif bertanya di kelas.
Komunikasi Interpersonal antara Pembimbing dengan Anak Asuh dalam Menanamkan Nilai-Nilai Islam Renald Ramadhani Prasetya; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14276

Abstract

Abstract. Communication is one of the important things in instilling Islamic values in foster children in orphanages. Effective communication can help mentors to convey Islamic messages well and easily understood by foster children. This research aims to find out how supervisors communicate in instilling Islamic values in foster children at the Tunas Harapan Orphanage/LKSA Tunas Harapan. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Research data was obtained through in-depth interviews with mentors and foster children, as well as observations in orphanages. The results of the research show that supervisor communication in instilling Islamic values in foster children at the Tunas Harapan Orphanage/LKSA Tunas Harapan was carried out directly and indirectly. Direct communication is carried out through religious activities, such as Islamic studies, recitation of the Koran, and congregational prayers. Indirect communication is carried out through example, habituation and supervision. The supervisor's communication in instilling Islamic values in foster children at the Tunas Harapan Orphanage/LKSA Tunas Harapan has been going well. However, there are still several things that need to be improved, such as: supervisors need to better understand the characteristics of foster children so that communication can be more effective, mentors need to be more creative in conveying Islamic messages so that foster children are more interested in following them. Abstrak. Komunikasi merupakan salah satu hal yang penting dalam menanamkan nilai-nilai Islam pada anak asuh di panti asuhan. Komunikasi yang efektif dapat membantu pembimbing untuk menyampaikan pesan-pesan Islam dengan baik dan mudah dipahami oleh anak asuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi pembimbing dalam menanamkan nilai-nilai Islam pada anak asuh di Panti Asuhan Tunas Harapan/LKSA Tunas Harapan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pembimbing dan anak asuh, serta observasi di panti asuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pembimbing dalam menanamkan nilai-nilai Islam pada anak asuh di Panti Asuhan Tunas Harapan/LKSA Tunas Harapan dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Komunikasi langsung dilakukan melalui kegiatan-kegiatan keagamaan, seperti kajian Islam, tadarus Al-Qur'an, dan sholat berjamaah. Komunikasi tidak langsung dilakukan melalui pemberian keteladanan, pembiasaan, dan pengawasan. Komunikasi pembimbing dalam menanamkan nilai-nilai Islam pada anak asuh di Panti Asuhan Tunas Harapan/LKSA Tunas Harapan sudah berjalan dengan baik. Namun, masih terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan, seperti: pembimbing perlu lebih memahami karakteristik anak asuh agar komunikasi yang dilakukan dapat lebih efektif, pembimbing perlu lebih kreatif dalam menyampaikan pesan- pesan Islam agar anak asuh lebih tertarik untuk mengikutinya.
Representasi Komunikasi Persuasif Kepahlawanan Buya Hamka Muhammad Rizkyka Aghnia Robbani; Askurifai Baksin
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14281

Abstract

Abstract. Basically humans need communication in dealing with daily life, involving various types of either messages or media. One of the important types of communication in persuasive communication, which has the aim of adjusting individuals they feel and are encouraged to achieve certain goals. Persuasive communication can occur in a variety of contexts, not only during interactions, but also in various circumstances where individuals have certain goals and seek to motivate others to support their achievement. For example, as shown by Buya Hamka in the film “Buya Hamka Vol.I” when he tired to mobilize support for his struggle. This research aims to understand the persuasive communication carried out by Buya Hamka as a hero. This research uses a qualitative method with a Roland Barthes semiotic approach that focuses on the meaning of denotation, connotation, and myth. Abstrak. Pada dasarnya manusia memerlukan komunikasi dalam menghadapi keseharian, melibatkan macam-macam jenis baik itu berupa pesan atau media. Salah satunya jenis komunikasi yang penting adalah komunikasi persuasif, yang memiliki tujuan untuk penyesuaian individu mereka merasa dan didorong unutuk mencapai tujuan tertentu. Komunikasi persuasif bisa terjadi dalam berbagai konteks, tidak hanya saat berinteraksi, tapi juga dalam berbagai keadaan di mana individu memiliki sasaran tertentu serta berupaya memotivasi orang lain untuk mendukung pencapaiannya. Contohnya, seperti yang ditunjukkan oleh Buya Hamka dalam Film "Buya Hamka Vol.I" ketika ia berusaha memobilisasi dukungan untuk perjuangannya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami komunikasi persuasif yang dilakukan oleh Buya Hamka sebagai seorang pahlawanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes yang memfokuskan pada pemaknaan denotasi, konotasi, serta mitos.
Adaptasi Budaya Mahasiswa Pendatang di Kota Bandung Nabila Secioria; Yenni Yulianita
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14293

Abstract

Abstract. Communication has a very important role in the continuity of relationships and social interactions for every migrant student in the city of Bandung, both inside and outside the campus environment. Student adaptation itself is a very significant challenge, especially for migrant students from Kupang City who will take undergraduate education in Bandung City. The aim of this research is to analyze the communicative situation process of migrant students from Kupang City carrying out cultural adaptations in Bandung City, to analyze the communicative events experienced by migrant students from Kupang City in Bandung City in carrying out cultural adaptations, to analyze the communicative actions carried out by migrant students from the City Kupang before arriving in Bandung City. The method used in this research is qualitative method. The research approach that researchers use is the Ethnographic Study approach. The paradigm used is the constructivism paradigm. In this study, researchers sought in-depth information by interviewing 3 migrant students from Kupang to Bandung City. Research Results The cultural adaptation process is a way of adapting to changes in culture, personality, speech, etc. In the process of cultural adaptation, immigrant students will certainly encounter cultural differences. By going through a process that is appropriate to cultural adaptation by getting used to the style of friendship, mingling, being open and respectful towards other people, each new student will feel comfortable in their new environment. When carrying out cultural adaptation, every student must have supporting factors and obstacles when facing the cultural adaptation process. Environmental factors can influence the student's adaptation process. The factors of differences in language, ethics, environment, personality and character are usually still the main obstacles when immigrant students are undergoing the process of adapting to the culture of the city they visit. Abstrak. Komunikasi memiliki peran yang sangat penting untuk keberlangsungan hubungan dan interaksi sosial bagi setiap mahasiswa pendatang di Kota Bandung baik di dalam atau luar lingkungan kampus. Adaptasi mahasiswa itu sendiri adalah penyesuaian diri untuk menjadi tantangan yang sangat signifikan terutama bagi mahasiswa pendatang asal Kota Kupang yang akan menempuh pendidikan sarjana di Kota Bandung. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis proses situasi komunikatif mahasiswa pendatang asal Kota Kupang melakukan adaptasi budaya di Kota Bandung, untuk menganalisis peristiwa komunikatif yang dialami mahasiswa pendatang asal Kota Kupang di Kota Bandung dalam melakukan adaptasi budaya,untuk menganalisis tindak komunikatif yang dilakukan mahasiswa pendatang asal Kota Kupang saat sebelum datang di Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pendekatan penelitian yang peneliti gunakan adalah pendekatan Studi Etnografi. Paradigma yang digunakan adalah paradigma konstruktivisme. Pada penelitian ini peneliti mencari informasi yang mendalam dengan cara mewawancarai 3 orang mahasiswa pendatang dari Kupang ke Kota Bandung. Hasil Penelitian Proses adaptasi budaya merupakan suatu cara penyesuaian diri terhadap perubahan budaya,kepribadian,tutur kata, dsb. Dalam proses adaptasi budaya, mahasiswa pendatang tentu akan menemukan perbedaan-perbedaan budaya. Dengan melewati proses yang sesuai dengan adaptasi budaya dengan cara membiasakan diri dengan gaya pertemanann,berbaur,terbuka dan menghormati terhadap orang lain, nantinya setiap mahasiswa pendatang akan merasakan kenyamanan terhadap lingkungan barunya. Pada saat melakukan adaptasi budaya, setiap mahasiswa pasti memiliki faktor pendukung dan kendala ketika sedang menghadapi proses adaptasi budaya tersebut. Faktor lingkungan bisa mempengaruhi proses adaptasi pada mahasiswa tersebut. Faktor perbedaan Bahasa, etika, lingkungan, kepribadian dan karakter biasanya masih menjadi kendala utama ketika mahasiswa pendatang sedang melakukan proses penyesuian dengan budaya di Kota yang didatanginya.
Komunikasi Antarpribadi pada Fitur Voice Call Aplikasi Dating Goodnight Server Indonesia Putri Ghina Roudatul Zannah; Yulianti
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14304

Abstract

Abstrac. The phenomenon of social media related to voice call-based applications not only reflects technological advances in facilitating communication but also raises questions about how technology can bridge or even deepen communication gaps between humans. This study aims to analyze the effectiveness of interpersonal communication through the voice call feature in the Goodnight Indonesia Server Application using a pragmatic approach (DeVito's interpersonal communication), which includes five qualities of effectiveness: self-confidence, unity, interaction management, self-disclosure, and orientation towards others. The study shows that the voice call feature on the Goodnight app enhances users' self-confidence, unity, interaction management, self-disclosure, and empathy. Overall, the app creates a more productive and satisfying communication environment. Abstrak. Fenomena media sosial terkait aplikasi berbasis voice call tidak hanya mencerminkan kemajuan teknologi dalam memfasilitasi komunikasi, tetapi juga memunculkan pertanyaan tentang bagaimana teknologi dapat mengatasi atau bahkan memperdalam kesenjangan komunikasi antar manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi antarpribadi melalui fitur voice call di Aplikasi Goodnight Server Indonesia dengan menggunakan ancangan pragmatis (komunikasi antarpribadi DeVito) yang memiliki lima kualitas efektivitas diantaranya kepercayaan diri, kebersatuan, manajemen interaksi, daya-pengungkapan, dan orientasi ke pihak lain. Penelitian ini menunjukkan bahwa fitur voice call pada aplikasi Goodnight meningkatkan kepercayaan diri, kebersatuan, manajemen interaksi, pengungkapan diri, dan empati pengguna. Secara keseluruhan, aplikasi ini menciptakan lingkungan komunikasi yang lebih produktif dan memuaskan.
Komunikasi Pemasaran Sosial pada Program Keluarga Berencana Fa'iq Ar Rozzaq; Yulianti
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14321

Abstract

Abstract. Rapid population growth in Indonesia is a major concern, affecting various aspects of life from economic to social. This research aims to find out the important role of Family Planning (KB) in dealing with the impact of population growth through social marketing strategies. The research methodology in this research is quantitative research. Quantitative research is research whose findings can be applied generally because they describe or explain a problem. The type of research in this study uses quantitative methods with descriptive study analysis. The use of descriptive studies in this research focuses on social marketing in family planning programs which include the 7P model (Seimour, 1990): producer, purchaser, price, promotion, place, probing, and products in the family planning program in RW 04 Rancameong. Researchers used data collection techniques, including: interviews and observations chosen in this study by looking for data information on respondents. The research results show that in the producer aspect BKKBN RW 04 Rancameong acts as a trained information spokesperson, in the purchaser aspect of prospective brides, mothers, mothers giving birth, and teenagers as social marketing targets, in the product aspect there is a maternal child health program, and a family planning program which is the program, in the price aspect there is time, effort and lifestyle changes for the people of RW 04 Rancameong, in the promotion aspect there is a door to door marketing strategy, and marketing via social media, in the place aspect BKKBN collaborates with the RW 04 Rancameong health center, and in the probing aspect there is a concept regarding the family planning program that will be carried out by BKKBN RW 04 Rancameong through a weekly program and a monthly program. Abstrak. Pertumbuhan penduduk yang pesat di Indonesia menjadi perhatian utama, mempengaruhi berbagai aspek kehidupan dari ekonomi hingga sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran penting Keluarga Berencana (KB) dalam menangani dampak pertumbuhan penduduk melalui strategi pemasaran sosial. Metodologi penelitian dalam penelitian ini ialah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang hasil temuannya dapat diterapkan secara umum karena menggambarkan atau menjelaskan suatu persoalan. Jenis penelitian pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis studi deskriptif. Penggunaan studi deskriptif pada penelitian ini pada memfokuskan pemasaran sosial pada program keluarga berencana yang meliputi, model 7P, (Seimour, 1990) : producer, purchaser, price, promotion, place, probing, dan product pada program keluarga berencana di RW 04 Rancameong. peneliti menggunakan teknik pengumpulan data, di antaranya: wawancara, dan observasi yang dipilih pada penelitian ini dengan mencari informasi data terhadap responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam aspek producer BKKBN RW 04 Rancameong berperan sebagai juru bicara informasi yang terlatih, dalam aspek purchaser calon pengantin, pus, ibu melahirkan, dan remaja sebagai target pemasaran sosial, dalam aspek product terdapat program kesehatan ibu anak, dan program keluarga berencana yang menjadi programnya, dalam aspek price terdapat waktu, usaha, dan perubahan gaya hidup bagi masyarakat RW 04 Rancameong, dalam aspek promotion terdapat strategi pemasaran door to door, dan pemasaran melalui media sosial, dalam aspek place BKKBN bekerja sama dengan puskesmas RW 04 Rancameong, dan dalam aspek probing terdapat konsep mengenai program KB yang akan dilakukan BKKBN RW 04 Rancameong melewati program mingguan, dan program bulanan.
Pola Asuh Transkultural: Dinamika Keluarga Migran dalam Menghadapi Perubahan Sosial di Jawa Barat Bayu Maulana; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14323

Abstract

Abstract. Many families in Indonesia currently choose to move from one region to another. This research will examine how these families adapted to their new environment by preserving their cultural identity. The transcultural parenting approach in migrant families highlights the importance of understanding diverse family relationships. In this research, more emphasis is placed on research on parental parenting patterns. This research uses a constructive paradigm and this research method uses the case study of Robert K. Yin. and had three informants from different regions which resulted in different parenting styles. In the discussion, there are efforts made by migrant families to integrate native and local cultural values ​​in parenting patterns at Graha Melasti Tambun Selatan Housing by emphasizing maintaining native cultural values ​​and adopting other cultural elements from the surrounding environment. So it is concluded, Transcultural parenting is implemented by migrant families in facing social change at Graha Melasti Housing in South Tambun by implementing transcultural parenting to help children adapt to a multicultural environment while maintaining the core values ​​of their culture of origin, providing a sense of stability and identity.Abstrak. Banyak keluarga di Indonesia saat ini memilih untuk pindah dari satu wilayah ke wilayah lain. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana keluarga-keluarga ini beradaptasi dengan lingkungan baru mereka dengan melestarikan identitas budaya mereka. Pendekatan pola asuh transkultural dalam keluarga migran menyoroti pentingnya memahami hubungan keluarga yang beragam. Dalam penelitian ini lebih menekankan pada riset pola asuh orang tua. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktif dan metode penelitian ini menggunakan studi kasus Robert K. Yin. dan mempunyai tiga orang informan dari berbagai daerah yang berbeda-beda yang menjadikan pola asuh yang berbeda-beda. Pada pembahasannya yaitu Upaya yang dilakukan oleh keluarga migran untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya asal dan lokal dalam pola asuh di Perumahan Graha Melasti Tambun Selatan dengan menekankan pada mempertahankan nilai-nilai budaya asal dan mengadopsi elemen budaya lain dari lingkungan sekitar. maka disimpulkan, Pola asuh transkultural diimplementasikan oleh keluarga migran dalam menghadapi perubahan sosial di Perumahan Graha Melasti Tambun Selatan dengan menerapkan pola asuh transkultural membantu anak-anak beradaptasi dengan lingkungan multikultural sambil mempertahankan nilai-nilai inti budaya asal, memberikan rasa stabilitas dan identitas.
Iklim Komunikasi Organisasi dalam Proses Pembelajaran Pesantren (Studi Kasus pada Pesantren Al – Hilal 3 Gegerkalong Kecamatan Sukasari) Yosa Fitriani; Ike Junita Triwardhani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14336

Abstract

Abstract. Communication climate is important because it links the organizational context with the concepts, feelings and hopes of organizational members. Islamic boarding schools as educational institutions that form and develop moral values ​​are the driving force and inspiration in creating national morality. Through teaching, discussion and daily practice, students are given a deep understanding of religious values. This research aims to determine and explain the characteristics of the organizational communication climate in the learning process at the Al – Hilal 3 Islamic Boarding School, Sukasari District, Bandung. By identifying problems in depth regarding the characteristics of the organizational communication climate. This research uses a qualitative method with a case study approach. The paradigm used is the constructivism paradigm. Researchers sought in-depth information through observations and interviews with several parties, namely boarding school leaders and teachers/caregivers at the Al – Hilal 3 Islamic boarding school, Sukasari District, Bandung. The results of this research can be concluded that the organizational communication climate at the Al-Hilal 3 Gegerkalong Islamic Boarding School is based on six dimensions. Support, trust, decision making, honesty, openness and high performance goals. This research also shows how communication plays a role in building an organizational communication climate in the learning process at Al-Hilal 3 Islamic Boarding School. In this research, internal and external factors were also found in the organizational climate at Al-Hilal 3 Gegerkalong Islamic Boarding School. Abstrak. Iklim komunikasi penting karena mengaitkan konteks organisasi dengan konsep-konsep, perasaan-perasaan dan harapan-harapan anggota organisasi. Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang membentuk dan mengembangkan nilai-nilai moral merupakan penggerak dan pemberi inspirasi dalam menciptakan moralitas bangsa. Melalui pengajaran, diskusi, dan praktek sehari-hari, santri diberikan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan karakteristik iklim komunikasi organisasi dalam proses pembelajaran di Pesantren Al – Hilal 3 Kecamatan Sukasari Bandung. Dengan mengidentifikasi masalah secara mendalam tentang karakteristik iklim komunikasi organisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Paradigma yang dipakai adalah paradigma konstruktivisme. Peneliti mencari informasi mendalam malalui observasi dan wawancara beberapa pihak, yaitu Pimpinan pondok dan Pengajar/Pengasuh yang ada di pesantren Al – Hilal 3 Kecamatan Sukasari Bandung. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa iklim komunikasi organisasi di Pondok Pesantren Al-Hilal 3 Gegerkalong berdasarkan enam dimensi. Dukungan, kepercayaan, pengambilan keputusan, kejujuran, keterbukaan, dan tujuan kinerja tinggi. Penelitian ini juga menunjukkan bagaimana komunikasi berperan dalam membangun iklim komunikasi organisasi dalam proses pembelajaran di Pesantren Al-Hilal 3. Dalam penelitian ini juga ditemukan faktor internal dan faktor eksternal pada iklim organisasi di Pesantren Al-Hilal 3 Gegerkalong.
Hubungan antara E-word of Mouth dengan Keputusan Pembelian Produk Online di Platform Shopee Perspektif pada Mahasiswa Fikom Unisba 2020 Shafira Alifiya Putri; O.Hasbiansyah
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14343

Abstract

Abstract. The need for the internet has become commonplace in society, especially in Indonesia which is ranked first in the growth of internet users in the world. The Word of Mouth (WOM) phenomenon has shifted to Electronic Word of Mouth (eWOM), making it easier for people to share information about products or services online. Purchasing decisions are influenced by factors such as recommendations from peers, relevance of information, and credibility of information sources in eWOM. This research uses a quantitative approach and survey method through questionnaires to 78 respondents from Fikom Unisba 2020 students. The results of the research show that there is a relationship between Source of Influence, Relevance of Influence, Source Credibility, and E-Word of Mouth with the decision to purchase online products on the Shopee platform. Abstrak. Kebutuhan akan internet telah menjadi hal umum di masyarakat, terutama di Indonesia yang menjadi peringkat pertama dalam pertumbuhan pengguna internet di dunia. Fenomena Word of Mouth (WOM) telah bergeser menjadi Electronic Word of Mouth (eWOM), memudahkan orang untuk berbagi informasi tentang produk atau jasa secara online. Keputusan pembelian dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti rekomendasi dari sesama, relevansi informasi, dan kredibilitas sumber informasi dalam eWOM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode survei melalui kuesioner kepada 78 responden Mahasiswa Fikom Unisba 2020. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara Sumber Pengaruh, Relevansi Pengaruh, Kredibilitas Sumber, dan E-Word of Mouth dengan Keputusan Pembelian produk online di platform Shopee.