cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcscm@unisba.ac.id
Phone
+6282118633944
Journal Mail Official
bcscm@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Communication Management
ISSN : -     EISSN : 28282183     DOI : https://doi.org/10.29313/bcscm.v2i2
Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content Creation, Content Sharing, Daya Tarik Iklan, Drama Televisi, Event, Gaya Hidup, Interior Display, Jingle, Kampanye, Keputusan Pembelian, Keterikatan Pelanggan, Komunikasi antar pribadi, Komunikasi Pemasaran, Konsep Diri, Kredibilitas Komunikator, Kualitas Pelayanan, Literasi Media, Loyalitas Konsumen Manajemen branding, Media Sosial, Minat Beli Konsumen, Online Review, Pemasaran Konten, Penjualan produk, Persepsi Budaya, Personal Branding, Promosi online, Sikap, Store Atmospheredan Layout, Tagline, Terpaan Media, Tindakan Membeli, Transportasi Online, Ujaran Kebencian, Website, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 437 Documents
Hubungan antara Pemenuhan Fungsi Afektif dengan Koherensi Diri dalam Komunikasi Keluarga Annisa Arsyad Fadhilah; Dedeh Fardiah
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14345

Abstract

Abstract. A family is a group of people who live together by blood, marriage, or adoption. Lack of affection towards family members will hinder adaptive abilities. It is necessary to apply self-coherence as a representation of a better mental health condition. This study aims to determine the relationship between the fulfillment of affective functions and self-coherence in family communication. Researchers used a correlational analysis technique method using a quantitative approach. The theories used include ecological theory, attachment theory, and moral intelligence theory. With the sampling technique, namely simple random sampling of 100 people. The data collection techniques used in this study were questionnaires and literature studies. The results of this study indicate a correlation of 0.529 with a significance of 0.000 and a level of 0.05 so that r table = 0.195. So, r count = 0.52 9> r table = 0.195 means that there is a significant relationship between the fulfillment of affective functions and self-coherence in family communication. Abstrak. Keluarga adalah sekelompok orang yang hidup secara terikat dan bersatu atas hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Kurangnya afeksi terhadap anggota keluarga akan menghambat kemampuan adaptif. Diperlukan penerapan koherensi diri sebagai representasi kondisi kesehatan mental yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemenuhan fungsi afektif dengan koherensi diri dalam komunikasi keluarga. Peneliti menggunakan metode teknik analisis korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teori yang digunakan di antaranya teori ekologi, teori kelekatan, dan teori kecerdasan moral. Dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling sebanyak 100 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan korelasi menunjukkan sebesar 0,529 dengan signifikansi 0,000 dan taraf 0,05 sehingga r tabel = 0,195. Maka, r hitung = 0,529 > r tabel = 0,195 artinya terdapat hubungan signifikan antara pemenuhan fungsi afektif dengan koherensi diri dalam komunikasi keluarga.
Menarik Perhatian Pelanggan dengan Live TikTok Aghnia Fakhirah Fauziyah; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14354

Abstract

Abstract. Tiktok Live is widely used by entrepreneurs in promotions and sales. TikTok Live can influence prospective customers to buy products that are sold. With the presence of live TikTok, customers can easily find information about the products they are selling. The aim of this research is to find out how TikTok live with customer loyalty. This research uses a quantitative approach with correlational study methods. This research theory uses the AISAS theory (Attention, Interest, Search, Action, Share). The population in this study is TikTok @Screamous_store account followers of 1,748,000 as of December 6, 2023, with samples taken as many as 100 samples based on incidental sampling techniques.This research uses data collection techniques by distributing questionnaires (angket). The results of this research are that H0 is rejected and H1 is accepted, which means there is a strong relationship between live TikTok @screamous_store and customer loyalty. The results of this research also show that the existence of live TikTok can help Screamous maintain customer loyalty. Abstrak. Live TikTok banyak digunakan para pelaku usaha dalam melakukan promosi dan penjualan. Live TikTok dapat memengaruhi calon pelanggan untuk membeli produk yang dijual. Dengan adanya live TikTok, pelanggan dapat dengan mudah mencari informasi tentang produk yang dijual. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubugan live TikTok dengan loyalitas pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi korelasional. Teori penelitian ini menggunakan teori AISAS (Attention , Interest , Search, Action, Share). Populasi dalam penelitian ini adalah followers akun TikTok @Screamous_store sebanyak 1.748.000 per tanggal 6 Desember 2023 dengan sampel yang diambil sebanyak 100 sampel berdasarkan pada teknik sampling insidental. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner (angket). Hasil dari penelitian ini adalah H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat hubungan kuat antara live TikTok @screamous_store dengan loyalitas pelanggan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa adanya live TikTok dapat membantu Screamous dalam mempertahankan loyalitas pelanggan.
Literasi dalam Menanggulangi Cyberbullying di Dunia Pendidikan Mochamad Ichsan Husnadin Diben; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14419

Abstract

Abstract. Social media has now become a part of people's lives, social media has become a forum for its users to interact with one another. The lack of literacy understanding regarding the wise use of social media has an influence on cyber bullying behavior. Bullying itself is defined as repeated activities that involve the desire of a stronger party to hurt a weaker party both physically and psychologically. The method used in this research is qualitative, with this research approach being carried out using case study analysis, data processing, namely by interviewing, observing and documenting the research object, namely the West Java Education Service. The research subject is the Project Program for Strengthening the Profile of Pancasila Students at SMA Negeri 16 Bandung. Bullying behavior can have a negative impact on social media users, whether perpetrators or victims of this behavior, so digital literacy is considered important in overcoming cyber bullying. Abstrak. Media sosial sekarang ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, media sosial menjadi wadah bagi para penggunanya untuk berinteraksi satu dengan yang lainnya. Sedikit nya pemahaman literasi mengenai penggunaan media sosial yang bijak menjadi pengaruh terhadap perilaku perundugan siber. Perundungan atau Bullying itu sendiri didefinisikan sebagai kegiatan berulang yang melibatkan keinginan pihak yang lebih kuat untuk melukai pihak yang lebih lemah baik secara fisik maupun psikologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif, dengan pendekatan penelitian ini dilakukan menggunakan analisis studi kasus perolahan data yakni dengan mewawancara, obeservasi dan Dokumentasi kepada objek Penelitan yakni Dinas Pendidikan Jabar. Dengan subjek penelitian yakni Program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri 16 Bandung. Perilaku perundungan bisa berdampak buruk bagi pengguna media sosial baik pelaku atau korban perilaku tersebut maka dengan adanya literasi digital dirasa penting dalam penanggulangan perundungan siber.
Dinamika Interaksi Komunikasi pada Pengguna Akun Menfess Media Sosial X Megumi Zahira Ridzki; Tia Mutia Umar
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14440

Abstract

Abstract. The advancement of communication technology has significantly impacted human interaction, particularly within both virtual and non-virtual communities. A representative example of this phenomenon is the virtual community formed through the Twitter account @collegemenfess. This account facilitates communication through CMC (Computer Mediated Communication), creating an autobase phenomenon that fosters a sense of community among its users. This study aims to understand the dynamics of interaction among users of this account using qualitative methods, a virtual ethnography approach, and a constructivist paradigm. The research findings indicate that @collegemenfess has developed an interaction system designed to prevent negative content and ensure communication relevance and safety through impersonal and anonymous interactions. The interaction pattern among members is positive, driven by the existing rules and shared interests, reflecting social needs despite the users not knowing each other personally. Furthermore, the feedback received by users suggests that they can present themselves more selectively through asynchronous communication channels, which allow for editing and filtering information before sending messages. Abstrak. Kemajuan teknologi komunikasi mempengaruhi interaksi manusia, baik di komunitas virtual maupun non-virtual. Salah satu contoh fenomena ini adalah komunitas virtual yang terbentuk melalui akun Twitter @collegemenfess. Akun tersebut memfasilitasi komunikasi berbasis CMC (Computer Mediated Communication) dan menciptakan fenomena autobase yang membangun rasa kebersamaan antar penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika interaksi pengguna akun tersebut dengan menggunakan metode kualitatif, pendekatan etnografi virtual, dan paradigma konstruktivis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa @collegemenfess memiliki sistem interaksi yang dirancang untuk mencegah konten negatif serta menjaga relevansi dan keamanan komunikasi melalui interaksi impersonal dan anonimitas. Pola interaksi antar anggota menunjukkan sifat positif, didorong oleh aturan dan kepentingan bersama yang mencerminkan kebutuhan sosial meskipun pengguna tidak saling mengenal. Umpan balik yang diterima pengguna menunjukkan kemampuan mereka untuk mempresentasikan diri lebih selektif melalui saluran komunikasi asinkron yang memungkinkan pengeditan dan penyaringan informasi sebelum pesan dikirim.
Komunikasi antar Budaya dalam Kegiatan Sekolah Perempuan Desa Raihan Muhammad Althof; Tri Nur Aini Noviar
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14444

Abstract

Abstract. Communication is a crucial human need. Communication is not only carried out by individuals, but also by individuals in groups. Communication is not as simple as it seems. Communication is a process of conveying a message in which there are many elements and factors that determine the result. Especially in the educational process, which of course requires a process that is not short. Communication barriers are very likely to occur in the education carried out in the women's school program by the 2023 Ormawa PPK Team in Pakuhaji Village, where the community has a different background from the implementation team. Therefore, it is necessary to adapt communication in the program, because an effective message is a message that is interpreted equally between the communicator and the communicator. The purpose of this study is to find out the adaptation of communication in the girls' school program carried out in Pakuhaji Village. The method used in this study is a qualitative method with a case study approach. The data collection techniques used are interviews, observations, and documentation. The researcher determined the 2023 Ormawa PPK Team as the key informant. The results of this study conclude that communication adaptation due to background differences in the form of a non-formal approach carried out by the 2023 Ormawa PPK Team towards the mothers of the Pakuhaji village study group is able to foster familiarity between the 2023 Ormawa PPK Team and the mothers of the Pakuhaji village study group which affects the way of communication and the effectiveness of the learning process, so that botram activities and other non-formal approaches become communication adaptation strategies in Athena Suitcase girls' school program. Abstrak. Komunikasi merupakan suatu kebutuhan manusia yang krusial. Komunikasi tidak hanya dilakukan oleh antar individu, melainkan juga dilakukan oleh individu dalam kelompok. Komunikasi tidak sesederhana yang dibayangkan. Kenyatanya komunikasi merupakan sebuah proses penyampaian pesan yang di dalamnya terdapat banyak unsur dan faktor yang menentukan hasilnya. Apalagi dalam proses edukasi yang tentunya membutuhkan proses yang tidak singkat. Hambatan komunikasi sangat mungkin terjadi pada edukasi yang dilakukan dalam program sekolah perempuan oleh Tim PPK Ormawa 2023 di Desa Pakuhaji, dimana masyarakatnya memiliki latar belakang berbeda dengan tim pelaksana. Oleh karena itu diperlukan adaptasi komunikasi dalam program tersebut, karena sejatinya pesan yang efektif adalah pesan yang dimaknai sama antara komunikator dengan komunikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adaptasi komunikasi dalam program sekolah perempuan yang dilakukan di Desa Pakuhaji. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menetapkan Tim PPK Ormawa 2023 sebagai key informan. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi komunikasi karena perbedaan latar belakang berupa pendekatan non formal yang dilakukan Tim PPK Ormawa 2023 terhadap ibu-ibu rombongan belajar desa Pakuhaji mampu menumbuhkan keakraban antara Tim PPK Ormawa 2023 dengan ibu-ibu rombongan belajar desa Pakuhaji yang dimana berpengaruh terhadap cara komunikasi dan efektifitas proses pembelajaran, sehingga kegiatan botram dan pendekatan non formal lainnya menjadi strategi adaptasi komunikasi dalam program sekolah perempuan Koper Athena.
Implementasi Marketing Planning Model Media Sosial Instagram Perpustakaan Irsyad Kemal Luqman Mullia; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14445

Abstract

Abstract. The DKI Jakarta Provincial Public Library, under the Library and Archives Service, effectively utilizes Instagram for social media communication. With a significant number of followers, the library is a community service-oriented institution that can easily and cheaply disseminate information. To promote the library and attract more visitors, the research aims to implement marketing communications using the SOSTAC model, which has six stages: Situation, Objective, Strategy, Tactic, Action, Control. The quantitative method, with a descriptive approach and positivism paradigm, will help explain identified problems and provide concrete steps for planning and implementing social media marketing. Data collection techniques include non-participant participation, interviews, literature studies, and documentation. The results of this research are that social media needs to be optimized so that it is more targeted and helps achieve library goals in the long term. The Jakarta Library reflects its commitment to providing quality services by responding to library needs. On the Instagram platform, they use the use of Stories, hashtags, tagging, Reels, and collaboration with influencers to increase user visibility and engagement. Social media activities on Instagram include promotions, User Generated Content, and collaboration. The Jakarta Library's social media control has produced positive results. both with high reach and user engagement. Abstrak. Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta yang berada di bawah naungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan memanfaatkan Instagram secara efektif untuk komunikasi media sosial. Dengan jumlah pengikut yang signifikan, perpustakaan merupakan lembaga yang berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat dan dapat menyebarluaskan informasi dengan mudah dan murah. Untuk mempromosikan perpustakaan dan menarik lebih banyak pengunjung, penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan komunikasi pemasaran dengan menggunakan model SOSTAC yang memiliki enam tahapan yaitu: Situasi, Tujuan, Strategi, Taktik, Tindakan, Pengendalian. Metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan paradigma positivisme akan membantu menjelaskan permasalahan yang teridentifikasi dan memberikan langkah-langkah konkret untuk perencanaan dan implementasi pemasaran media sosial. Teknik pengumpulan data meliputi partisipasi non partisipan, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah media sosial perlu dioptimalkan agar lebih terarah dan membantu mencapai tujuan perpustakaan dalam jangka panjang, Perpustakaan Jakarta mencerminkan komitmen untuk memberikan layanan berkualitas dengan merespon kebutuhan pemustaka. Pada platform Instagram, mereka menggunakan penggunaan Stories, hashtag, tagging, Reels, dan kolaborasi dengan influencer untuk meningkatkan visibilitas dan keterlibatan pengguna, aktivitas media sosial di Instagram mencakup promosi, User Generated Content, dan kolaborasi, kontrol media sosial Perpustakaan Jakarta telah memberikan hasil yang baik dengan jangkauan dan keterlibatan pengguna yang tinggi.
Strategi Bapenda Jabar dalam Meyadarkan Masyarakat Taat Bayar Pajak Syifa Nurfathurrahmah A; Maman Suherman
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14448

Abstract

Abstract. The strategy implemented by the West Java Provincial Revenue Agency is to make people aware of paying taxes by utilizing public figures on the Instagram platform. The main aim of this research is to analyze how the West Java Province Regional Revenue Agency makes people aware of paying taxes by using public figures on their Instagram. In making the public aware of tax compliance, the West Java Bapenda implemented a strategy by utilizing public figures. This research uses a qualitative research method with a case study approach and uses a constructivist paradigm. The theory used in this research is Organizational Communication theory. Conduct interviews, observations and documentation in data collection techniques. The analysis technique uses interactive analysis techniques from Miles & Huberman, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions/verification. To test the validity of the data used in this research is the dependability test and triangulation method. The results of this research are how the West Java Bapenda strategy is implemented in making people aware of paying taxes in content involving public figures such as Raihan Raffi in the content he creates, and provides valuable insight into how a local government agency can utilize social media platforms such as instagram to raise awareness. The community to be obedient in paying taxes and increase their involvement with the comumunity. Abstrak. Strategi yang diterapkan oleh Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat dalam menyadarkan masyarakat taat bayar pajak dengan memanfaatkan publik figur di platform Instagram. Tujuan utama dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis Bagaimana Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat dalam menyadarkan masyarakat bayar pajak dengan memanfaatkan publik figur di Instagramnya. Dalam menyadarkan masyarakatnya untuk taat terhadap pajak, Bapenda Jabar menerapkan strategi dengan memanfaatkan publik figur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta menggunakan paradigma konstruktivis. Teori yang digunakan dalam penelitin ini adalah teori Mediaa Baru. Melakukan wawancara, observasi serta dokumentasi dalam teknik pengumpulan data. Teknik analisis menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles & Huberman yakni dengan reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan/verivikasi. Untuk uji keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji dependabilitas dan tringulasi metode. Hasil penelitian ini adalah Bagaimana Strategi Bapenda Jabar yang di terapkan dalam menyadarkan masyarakat membayar pajak dalam konten yang melibatkan public figure seperti Raihan Raffi pada Konten yang dibuatnya, dan menyajikan wawasan yang berharga tentang bagaimana sebuah instansi pemerintahan daerah dapat memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram dalam menyadarkan masyarakatnya untuk taat dalam membayar pajak dan meningkatkan keterlibatannya dengan masyarakat.
Fotografi Musik dalam Perkembangan Musik Band Burgerkill Mohammad Yusrirrizqi; Wiki Angga Wiksana
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14471

Abstract

Abstract. Music photography is a branch of photography that is quite popular with many people. Photos that focus on capturing moments in the world of music. Along with the development of the music industry and the high popularity of music, music photography has become an important element in documentation and promotion. The development of music photography seems to always be side by side with the development of music. Especially in the development of music in the city of Bandung. This research aims to determine music photography in the development of the Burgerkill band's music. In this research, researchers used qualitative methods with a case study approach. Then the paradigm used is the constructivism paradigm. Researchers sought in-depth information through interviews addressed to the Burgerkill band photographer, one of the Burgerkill band members, and fans of the Burgerkill band's music. Photography is one part of the axis of development of the band Burgerkill's music, but basically it is not music that changes the music ecosystem, because if we talk about the ecosystem too broadly, perhaps the most appropriate thing is that music encourages photography in creating its own ecosystem, creating classes of expertise specifically in the realm of photography. Abstrak. Fotografi musik menjadi salah satu cabang fotografi yang cukup diminati oleh banyak orang. Foto yang berfokus dalam pengabadian momen di dunia permusikan. Seiring dengan perkembangan industri musik dan popularitas musik yang tinggi, fotografi musik telah menjadi suatu elemen penting dalam perdokumentasian hingga promosi. Perkembangan fotografi musik sepertinya akan selalu berdampingan dengan perkembangan musik. Terkhusus dalam perkembangan musik di kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fotografi musik dalam perkembangan musik band Burgerkill. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitiaf dengan pendekatan studi kasus. Lalu paradigma yang dipakai adalah paradigma konstruksivisme. Peneliti mencari informasi yang mendalam melalu wawancara yang ditujukan kepada fotografer band Burgerkill, salah satu personil band Burgerkill, dan penikmat musik-musik band Burgerkill. Fotografi menjadi salah satu bagian dalam poros perkembangan musik band Burgerkill, namun pada dasarnya bukan musik yang merubah ekosistem musik, karena jika berbicara tentang ekosistem itu terlalu luas, mungkin yang paling tepat adalah musik mendorong fotografi dalam menciptakan sebuah ekosistemnya sendiri, menciptakan kelas-kelas keahlian tertentu di ranah fotografi.
Instagram dalam Membangun Kesadaran Merek pada Brand Lokal Selma Mahdiyah Jati Besari; Nova Yuliati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14617

Abstract

Abstract. Instagram has become an effective means of business development, so that by using Instagram you can maintain business growth rates and build interactions with consumers. Instagram media also helps in the brand awareness process in several ways. With interesting and high-quality content, brands can attract users' attention and build a strong brand image. The research method used is a quantitative descriptive approach with qualitative data collection in the form of interviews, documentation, and observations. The results of this study show that in attracting the attention of followers on the svggest Instagram account in building brand awareness, svggest attracts consumers' attention with interesting, informative, and educational content. Managing svggest Instagram content is necessary so that consumers are interested (Interest) and make them want to know more, by utilizing interaction features, Brand storytelling, and audience targeting and segmentation. In making it easier for followers to search for information about the svggest brand by utilizing features on Instagram. Svggest helps consumers find more in-depth information through interesting content and search features on Instagram such as hashtags and Linktree. Svggest manages and encourages followers to take action (action) purchasing decisions in reflecting the formation of brand awareness, namely svggest's commitment to product quality, content, and services is applied consistently to build brand awareness on Instagram. and finally, by sharing svggest content by svggest followers, it can expand the reach of brand awareness, svggest plans giveaway content with attractive and creative graphic designs, and reposting stories from customers is effective in building brand awareness. Abstrak. Instagram telah menjadi sarana pengembangan bisnis yang efektif, Sehingga dengan menggunakan Instagram dapat mempertahankan tingkat pertumbuhan bisnis dan membangun interaksi dengan para konsumen. Media Instagram juga membantu dalam proses brand awareness/kesadaran merek dengan beberapa cara. Dengan konten yang menarik dan berkualitas tinggi, merek dapat menarik perhatian pengguna dan membangun citra merek yang kuat. Metode penelitian yang digunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data kualitatif berupa wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan dalam menarik perhatian (Attention) pengikut pada akun Instagram svggest dalam membangun kesadaran merek, svggest menarik perhatian konsumen dengan konten-konten yang menarik, informatif, dan edukasi. Mengelola konten Instagram svggest perlu agar konsumen tertarik (Interest) dan membuat mereka ingin mengetahui lebih lanjut, dengan memanfaatkan fitur interaksi, Brand storytelling, serta penargetan dan segmentasi audiens.Dalam mempermudah pengikut untuk mencari (search) informasi tentang tentang brand svggest dengan pemanfaatan fitur di Instagram. Svggest membantu konsumen mencari informasi lebih mendalam melalui konten menarik dan fitur pencarian di Instagram seperti hashtag dan Linktree. Svggest mengelola dan mendorong pengikut untuk melakukan Tindakan (action) keputusan pembelian dalam mencerminkan pembentukan kesadaran merek yaitu komitmen svggest terhadap kualitas produk, konten, dan layanan diterapkan secara konsisten untuk membangun kesadaran merek di Instagram. dan terakhir yaitu dengan berbagi (Share) konten svggest oleh pengikut svggest dapat memperluas jangkauan kesadaran merek, svggest merencanakan konten giveaway dengan desain grafis menarik dan kreatif, serta melakukan reposting stories dari pelanggan efektif dalam membangun kesadaran merek.
Fenomena AI Chat GPT sebagai Media Pembelajaran Mahasiswa Muhamad Thiraafi Salni; Ferry Darmawan
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14650

Abstract

Abstrak. Dalam era digital yang semakin maju, perkembangan teknologi semakin mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Munculnya kecerdasan buatan turut serta menjadi teknologi yang menjanjikan dalam dunia pendidikan, salah-satunya adalah AI chat GPT. Kecerdasan buatan AI chat GPT dapat membantu dengan menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh penggunanya, tetapi dalam penggunaannya kecerdasan buatan AI chat GPT memiliki banyak situasi pro dan kontra. Oleh karena itu, penelitian ini dengan bertujuan untuk mengungkap kesadaran mahasiswa dalam menggunakan AI chat GPT sebagai media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Pada penelitian ini penentuan subjek dilakukan dengan cara purposive random sampling pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung. Setelah melakukan wawncara dengan narasumber terkait, hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran mahasiswa dalam menggunakan teknologi AI chat GPT sebagai media pembelajaran membuahkan dua sudut pandang. 1) Mahasiswa mudah mengerti dalam menggunakan teknologi ini sebagai media pembelajaran dan 2) Mahasiswa merasakan diperlukannya kebijakan dalam penggunaan teknologi ini sebagai media pembelajaran agar pemanfaatannya tidak menjadi disalahgunakan.