cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcscm@unisba.ac.id
Phone
+6282118633944
Journal Mail Official
bcscm@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Communication Management
ISSN : -     EISSN : 28282183     DOI : https://doi.org/10.29313/bcscm.v2i2
Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content Creation, Content Sharing, Daya Tarik Iklan, Drama Televisi, Event, Gaya Hidup, Interior Display, Jingle, Kampanye, Keputusan Pembelian, Keterikatan Pelanggan, Komunikasi antar pribadi, Komunikasi Pemasaran, Konsep Diri, Kredibilitas Komunikator, Kualitas Pelayanan, Literasi Media, Loyalitas Konsumen Manajemen branding, Media Sosial, Minat Beli Konsumen, Online Review, Pemasaran Konten, Penjualan produk, Persepsi Budaya, Personal Branding, Promosi online, Sikap, Store Atmospheredan Layout, Tagline, Terpaan Media, Tindakan Membeli, Transportasi Online, Ujaran Kebencian, Website, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 437 Documents
Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Indonesia pada Program Summer Course di Thailand Muhammad Rangga Pratama; Andalusia Neneng Permatasari
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14674

Abstract

Abstract. This research is motivated by the activities of the Summer Course program of Indonesian students in Thailand. As social beings, we must know the importance of intercultural communication that must be done to create harmony and togetherness. Differences in culture, language and culture become a problem faced when entering a new environment. Intercultural communication is communication that occurs between people who have different cultural backgrounds. This research will focus on Indonesian students who carry out IC-RMUTK Summer Course program activities. This research uses qualitative research methods with a phenomenological study approach that uses interview techniques, observation, and documentation. Data analysis techniques, data reduction, data presentation, conclusion drawing. The result of this research is the meaning of Indonesian students in intercultural communication in Summer Course activities in Thailand has the motive of learning experience abroad, and getting the conversion value of the course. Then, the experience and adaptation gained communicating with Thai students using foreign languages in the context of Thai culture. Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi dari kegiatan program Summer Course mahasiswa Indonesia di Thailand. Sebagai makhluk sosial, kita harus mengetahui pentingnya komunikasi antar budaya yang harus dilakukan untuk menciptakan keselarasan dan kebersamaan. Perbedan kultur, bahasa dan budaya menjadi sebuah permasalahan yang dihadapi jika masuk ke lingkungan yang baru. komunikasi antarbudaya adalah komunikasi yang terjadi antara orang-orang yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda satu sama lain. Penelitian ini akan difokuskan kepada mahasiswa Indonesia yang melaksanakan kegiatan program Summer Course IC-RMUTK. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi yang menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data, Reduksi Data, Penyajian Data, Penarikan Kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah pemaknaan mahasiswa Indonesia dalam komunikasi antarbudaya pada kegiatan Summer Course di Thailand memiliki motif pengalaman belajar di luar negeri,dan mendapatkan nilai konversi mata kuliah. Kemudian, pengalaman dan adaptasi yang diperoleh berkomunikasi dengan mahasiswa Thailand menggunakan bahasa asing dalam konteks kebudayaan Thailand.
Pengelolaan Kampanye Pengurangan Emisi melalui Konversi Motor Listrik Naviel Abrar; ani yuningsih
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14716

Abstract

Abstract. One of the efforts made by the government, in this case the Directorate of EBTKE, to realize the transition to clean energy and support NZE is to carry out an electric motorbike conversion program. This research intends to find out the implementation of the emission reduction campaign from the aspect of managing the message and also determining the media whose reach is the audience of gasoline /BM vehicle users. The purpose of this research is to find out the public relations communication pattern in managing the emission reduction campaign through the conversion of electric motorbikes. This research uses qualitative research methods with a case study approach and uses a constructivist paradigm. The data collection techniques used in this research are FGDs, in-depth interviews, observation and also document and literature searches. The results of this study show the communication pattern of Ditjen EBTKE's public relations in managing the emission reduction campaign through electric motorcycle conversion. DG EBTKE focuses on managing campaign messages containing the urgency and benefits of this electric motor conversion to the public by collaborating with several units in the ESDM ministry to form a work team and utilizing conventional media such as radio as well as social media such as Instagram, Youtube, X & Facebook as a publication tool. EBTKE packages these contents by utilizing issues that are trending on social media so that the message looks more interesting and contemporary. However, the main media used is Instagram @djebtke. This campaign aims to support the clean energy transition in Indonesia. Abtrak. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Direktorat EBTKE, untuk mewujudkan transisi ke energi bersih dan mendukung NZE adalah dengan melakukan program konversi motor listrik. penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pelaksanaan kampanye pengurangan emisi dilihat dari aspek pengelolaan pesannya dan juga penetapan medianya yang jangkauannya adalah khalayak pengguna kendaraan bensin/BBM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi humas dalam pengelolaan kampanye penguragan emisi melalui konversi sepeda motor listrik. penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan paradigma konstruktivis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pola komunikasi humas Ditjen EBTKE dalam pengelolaan kampanye pengurangan emisi melalui konversi motor listrik. Ditjen EBTKE fokus dalam mengelola pesan kampanye yang berisikan urgensi serta manfaat dari konversi motor listrik ini kepada masyarakat dengan berkolaborasi Bersama beberapa unit di kementerian ESDM membentuk sebuah tim kerja dan memanfaatkan media konvensional seperti radio juga media sosial seperti Instagram, Youtube, X & Facebook sebagai alat publikasi. EBTKE mengemas konten-konten tersebut dengan memanfaatkan isu yang sedang trending di media sosial agar pesan terlihat lebih menarik dan kekinian. Namun media utama yang digunakan adalah Instagram @djebtke. Kampanye ini bertujuan untuk mendukung transisi energi bersih di Indonesia.
Manajemen Komunikasi Penyiaran pada Radio Komunitas dalam Mempertahankan Eksistensinya R. Fahma Fathiyah Khairunnisa; Firmansyah
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14731

Abstract

Abstract. Radio is the result of the development of a technology that allows sound to be transmitted simultaneously via electromagnetic waves in the air. The existence of Community Radio is slowly becoming an important role in serving its communities in various regions to represent all levels of society in the community concerned. Currently, the presence of community radio is starting to fade with changing times, good management is needed in broadcasting its programs because managing a broadcast media is a challenge that is not easy for the manager. Including campus-based educational Community Radio in Bandung, it really needs to develop creativity in broadcast management to continue to meet the needs of the campus and its students and be able to support course learning. Based on this, the researcher intends to determine the management of broadcasting on five campus community radio stations in Bandung to maintain their existence. This research uses qualitative methods with a case study approach, as well as techniques carried out by means of observation, interviews and documentation. The results of this research are that the broadcast management process is relevant to management functions, then campus radio understands the strengths and weaknesses of campus radio,and is able to make maximum efforts to maintain its existence. Abstrak. Radio merupakan buah perkembangan dari sebuah teknologi yang memungkinkan suara ditransmisikan secara serempak dengan melalui gelombang elektromagnetik di udara. Keberadaan Radio Komunitas perlahan menjadi peran penting untuk melayani komunitasnya diberbagai daerah untuk mewakili semua lapisan masyarakat yang terdapat dalam komunitas yang bersangkutan. Saat ini, kehadiran radio komunitas mulai meredup seiring perubahan perkembangan zaman, diperlukannya pengelolaan yang baik dalam menyiarkan programnya karna mengelola suatu media penyiaran adalah tantangan yang tidak mudah bagi pengelolanya. Termasuk pada Radio Komunitas pendidikan berbasis kampus yang berada di Bandung sangat memerlukan adanya pengembangkan kreativitasnya dalam manajemen penyiaran dengan untuk tetap memenuhi kebutuhan kampus dan mahasiswanya serta mampu menunjang pembelajaran mata kuliah. Berdasarkan hal tersebut, peneliti bermaksud untuk mengetahui pengelolaan penyiaran pada lima radio komunitas kampus di Bandung untuk tetap mempertahankan eksistensinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan adanya pendekatan studi kasus, serta teknik yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan juga dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah proses pengelolaan penyiaran relevan dengan fungsi manajemen, kemudian radio kampus sudah memahami kekuatan dan kelemahan dari radio kampus, dan mampu mengupayakan secara maksimal dalam mempertahankan eksistensinya.
Mengulik Masalah Self Disclosure Gen-Z pada Fitur Instagram Close Friend Gerry Ramadhan Suwarno; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14735

Abstract

Abstract. Nowadays everyone knows social media. Social media has become a marketing medium for various types of business actors. These media cannot be avoided, so the internet has encouraged people's culture to use online media, this is very important for people's entertainment through complete information in every online network. Every element of society knows the name Instagram, especially the current generation Z. The aim of this research is to find out self-disclosure among users of the close friend feature on Instagram and to find out what causes self-disclosure to occur among users of this feature. The research method used is qualitative with a phenomenological study approach, with data collection techniques of interviews, documentation and literature study. The results of the research show the motivation of users in expressing their motivation in uploading close friends on their personal accounts to express every sadness and joy. The selection of close friend list users is quite diverse, some choose by adjusting the content to be uploaded, there are those who hide stories so as not to it is necessary to re-curate the close friend feature, and there are also things that have been previously determined and do not need to be changed again. The type of content uploaded includes quotes to encourage a sense of enthusiasm in oneself, as well as sharing content about life that is positive content to show his joy, and negative content to share entertainment for himself Abstrak. Pada saat ini semua orang mengenal media sosial. Media-media tersebut tidak dapat dihindarkan, sehingga internet telah mendorong budaya masyarakat untuk menggunakan media online, hal ini sangat penting bagi hiburan masyarakat melalui informasi yang sudah lengkap di dalam setiap jejaring online. Setiap elemen masyarakat mengenal namanya Instagram khususnya generasi Z saat ini. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui self disclosure pada pengguna fitur close friend di Instagram dan untuk mengetahui apa saja yang menyebabkan terjadinya self disclosure pada penggunaan fitur ini. Metode penelitian yang digunakan menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif, dengan teknik pengumpulan data wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan motivasi pengguna dalam mengungkapkan motivasi dalam mengunggah close friend di akun pribadinya untuk mengekspresikan setiap kesedihan dan juga kegembiraan, Pemilihan pengguna list close friend cukup beragam, ada yang memilih dengan menyesuaikan konten yang akan diunggah, ada yang melakukan hide story agar tidak perlu untuk mengkurasi ulang di dalam fitur close friend, dan ada juga yang sudah ditetapkan sebelumnya serta tidak perlu di rubah kembali dan Jenis konten yang diunggah meliputi quotes untuk mendorong rasa semangat dalam dirinya, adapun membagihkan konten mengenai kehidupan yang bersifat positif untuk menunjukan rasa kegembiraannya, dan adapun konten yang bersifat negatif untuk membagikan sebuah hiburan untuk dirinya.
Makna Interaksi Parasosial Penggemar K-Pop dalam Berkomunikasi di Microblog Mirsya Hanifa Suryadi; Firmansyah
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14785

Abstract

Abstract. Indonesia has become one of the countries with the most fans of Korean music and culture in the world, especially K-pop fans. In this case, fans have a very important role in the spread of Korean culture, especially k-pop. This study aims to determine the meaning of parasocial interactions carried out by fans with K-pop idols on microblogs. Parasocial interaction is a form of interaction in which a person interacts with their idol as if the idol is a real figure they support. This research uses qualitative research methods and phenomenological approaches using Alfred Schutz's phenomenological theory, and the data collection techniques used are literature review and in-depth interviews with semi-structured techniques, as well as data verification techniques through triangulation analysis. This research focuses on knowing the meaning of Stray Kids fan interactions on Twitter or X. The results showed that parasocial interactions provide deep meanings for fans, including as encouragement, support systems, friends, and significant others, giving the illusion of dating, being a benchmark, handle, and reason to survive, life goals, new life, "home", and a place to lean on. Abstrak. Indonesia telah menjadi satu di antara banyak negara yang memiliki penggemar musik dan budaya Korea terbanyak di dunia, terutama penggemar K-pop. Dalam hal ini, penggemar memiliki peran yang sangat penting dalam persebaran budaya korea khususnya k-pop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna interaksi parasosial yang dilakukan penggemar dengan idola K-pop di microblog. Interaksi parasosial merupakan bentuk interaksi di mana seseorang berinteraksi dengan idola mereka seolah-olah idola tersebut merupakan sosok nyata yang mereka dukung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologi dengan menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz, serta teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kajian pustaka dan wawancara mendalam dengan teknik semi-terstruktur, juga dengan teknik verifikasi data melalui analisis triangulasi. Penelitian ini fokus untuk mengetahui makna pada interaksi penggemar Stray Kids di Twitter atau X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi parasosial memberikan makna yang mendalam bagi penggemar, termasuk sebagai pembangkit semangat, sistem dukungan, teman, dan orang terdekat, memberikan ilusi berpacaran, menjadi patokan, pegangan, dan alasan untuk bertahan, tujuan hidup, kehidupan baru, "rumah", dan tempat untuk bersandar.
Strategi Pemasaran melalui Kegiatan Brand Equity di Media Sosial Instagram Keysa Jasmine Esvandiary; Raditya Pratama Putra
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14938

Abstract

Abstract. Digital payment platforms like IndibizPay, which are specifically designed to support MSMEs in adopting digital payments, have a great opportunity to leverage social media as a tool for building brand image. The aim of this research is to explore and understand how IndibizPay utilizes social media in building a brand image through programs, types of services, and reasons for marketing communications. The method in this research is qualitative using a case study approach. Researchers conducted interviews with the IndibizPay team and users. The results of this research show that: (1) Through these various initiatives, IndibizPay has succeeded in expanding its brand reach, increasing engagement, and building deeper relationships with its community. This IndibizPay program includes business webinars, weekly giveaways, collaboration with content creators via Instagram live streaming, and blog competitions with attractive prizes. (2) IndibizPay has prioritized creating fast QRIS as a superior service that differentiates them from similar competitors, strengthening its image as a service innovator digital finance and strengthen relationships with users.(3) IndibizPay adopts marketing communications through social media to strengthen brand equity, recognizing the importance of a deep understanding of the impact of social media in a rapidly evolving digital era Abstrak. Platform pembayaran digital seperti IndibizPay, yang dirancang khusus untuk mendukung UMKM dalam mengadopsi pembayaran digital, memiliki peluang besar untuk memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk membangun citra merek. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali dan memahami bagaimana IndibizPay memanfaatkan media sosial dalam membangun citra merek melalui program, jenis layanan, dan alasan komunikasi pemasaran. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Peneliti melakukan wawancara terhadap tim IndibizPay dan pengguna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Melalui berbagai inisiatif ini, IndibizPay berhasil memperluas jangkauan mereknya, meningkatkan interaksi, dan membangun hubungan yang lebih dalam dengan komunitasnya. Program IndibizPay ini mencakup webinar bisnis, giveaway mingguan, kolaborasi dengan content creator melalui Instagram livestreaming, dan kompetisi blog dengan hadiah menarik.(2) IndibizPay telah memprioritaskan pembuatan QRIS cepat sebagai layanan unggulan yang membedakan mereka dari pesaing sejenis, mengukuhkan citra sebagai inovator layanan keuangan digital dan memperkuat hubungan dengan pengguna.(3) IndibizPay mengadopsi komunikasi pemasaran melalui media sosial untuk memperkuat brand equity, mengenali pentingnya pemahaman mendalam tentang dampak sosial media dalam era digital yang berkembang pesat.
Pesan Moral Persahabatan dalam Film Top Gun Maverick Fauzi Rizki Ramadhan; Atie Rachmatie
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14968

Abstract

Abstract. The film Top Gun Maverick is a continuation of the film Top Gun which was released in 1986. Top Gun is an action film directed by Tony Scott and released in 1986, with Tom Cruise in the main role. Film, in this context, can be considered as a moving image representation. Top Gun Maverick tells the story of young pilots who are trained by the character Maverick to destroy the enemy's nuclear arsenal. In this film there are special training scenes for pilots to be braver and able to carry out missions correctly. The aim of this research is to identify the moral message about friendship contained in the film entitled Top Gun Maverick. This research adopts Roland Barthes' semiotic approach, namely denotation, connotation and myth. Roland Barthes' semiotic analysis method was used in this research to help researchers observe several scenes in the film Top Gun Maverick using a qualitative approach. The results of this research show that there is a connotation of the moral message of friendship shown through scenes of Rooster, Maverick, and other characters in the film Top Gun Maverick. There is also a denotational meaning of the moral message of friendship in the film Top Gun Maverick, as found in the airplane flight cooperation scene. Lastly, there is the moral myth of friendship that friendship cannot be separated even though the characters in the film experience great pressure in battle. Abstrak. Film Top Gun Maverick merupakan kelanjutan dari film Top Gun yang dirilis pada tahun 1986. Top Gun adalah sebuah film aksi yang disutradarai oleh Tony Scott dan dirilis pada tahun 1986, dengan Tom Cruise sebagai pemeran utama. Film, dalam konteks ini, dapat dianggap sebagai suatu representasi gambar bergerak. Top Gun Maverick menceritakan mengenai pilot-pilot muda yang dilatih oleh tokoh Maverick untuk menghancurkan persenjataan nuklir musuh. dalam film ini terdapat adegan pelatihan khusus untuk para pilot agar lebih berani dan dapat menjalankan misi dengan benar. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pesan moral tentang persahabatan yang terkandung dalam film berjudul Top Gun Maverick. Penelitian ini mengadopsi pendekatan semiotika Roland Barthes, yakni denotasi, konotasi, dan mitos. Metode analisis semiotika Roland Barthes digunakan dalam penelitian ini untuk membantu peneliti mengamati beberapa adegan dalam film Top Gun Maverick dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya makna konotasi pesan moral persahabatan yang diperlihatkan melalui adegan Rooster, Maverick, dan tokoh-tokoh lainnya ketika berada di camp pelatihan. dalam film Top Gun Maverick. Terdapat pula makna denotasi pesan moral persahabatan dalam film Top Gun Maverick seperti yang terdapat pada adegan kerjasama penerbangan pesawat. Yang terakhir, adanya mitos moral persahabatan bahwa persahabatan tidak terpisahkan meski tokoh- tokoh dalam film mengalami tekanan besar dalam pertempuran.
Implementasi Komunikasi Informatif Petugas ATCS Kota Bandung Haikal Anwar Radiman; Yulianti
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.15139

Abstract

Abstract. Bandung City Area Traffic Control System (ATCS) plays a crucial role in optimizing road network performance through coordinated traffic light settings. This research was conducted to understand the dynamics of verbal and non-verbal communication by ATCS officers, aiming to enhance the effectiveness and public acceptance of this technology-based traffic control system. Inspired by the researcher's direct field experience, the study focuses on common public criticisms regarding the language used by ATCS officers.This research employed a qualitative method with a descriptive approach to observe and analyze how ATCS officers communicate with drivers. Data were collected through direct observation and interviews with officers, allowing the researcher to gain an in-depth understanding of how instructions are conveyed and received on the ground.The findings indicate that ATCS officers often use language that does not align with the public's understanding, leading to confusion and non-compliance. The study found that communication effectiveness could be improved by training officers to use clearer and more understandable language, and by integrating more relevant non-verbal cues to support verbal messages. Abstrak. Area Traffic Control System (ATCS) Kota Bandung berperan penting dalam mengoptimalkan kinerja jaringan jalan melalui pengaturan lampu lalu lintas yang terkoordinasi. Penelitian ini dilakukan untuk memahami dinamika komunikasi verbal dan non-verbal petugas ATCS, dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan penerimaan publik terhadap sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi ini. Penelitian ini diilhami oleh pengalaman langsung peneliti di lapangan dan berfokus pada kritik yang sering muncul dari masyarakat mengenai penggunaan bahasa oleh petugas ATCS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengamati dan menganalisis cara petugas ATCS berkomunikasi dengan pengendara. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara dengan petugas, memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang bagaimana instruksi disampaikan dan diterima di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas ATCS sering menggunakan bahasa yang tidak sesuai dengan pemahaman umum masyarakat, yang menyebabkan kebingungan dan ketidakpatuhan. Penelitian ini menemukan bahwa efektivitas komunikasi dapat ditingkatkan dengan melatih petugas untuk menggunakan bahasa yang lebih jelas dan mudah dipahami, serta dengan mengintegrasikan lebih banyak isyarat non-verbal yang relevan untuk mendukung pesan verbal.
Komentar Netizen pada Media Sosial Instagram @Najwashihab tentang Capres 2024 Ratu Maulidia Agmiansyah; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.15167

Abstract

Abstract. Opening a comment column without limiting it certainly becomes a public space for users to express opinions dan have discussions with each other. Many journalists have social media Instagram as a place to conveney public opinion or their opinions about public figures in Insonesia. One of these journalists in Najwa Shihab. From the background that has been explained, the author conducted this research with the aim of finding out the content of commenets regarding netizens’ opinions on video posts on the Instagram social media account @najwashihab regarding the 2024 presidential candidate and also to find out about the discourse of social criticism in the comment column regarding its vision and mission regarding health. The research uses the social constructivism paradigm with the method used in this research, namely the qualitative method. The data analysis technique in this research uses Teun Vam Dijk's Critical Discourse Analysis (AWK) technique. The results of this research are: in the text dimension there is a macro structure where the statement says that Indonesia's health has not changed, the superstructure states several roots of health problems in Indonesia that have not been resolved, the micro structure contains syntactic, stylistic and rhetorical elements. The social cognition dimension describes concerns about public health and the inefficiency of government policies. The social contact dimension, regarding discourse in politics which is not only what is said but about how politics is perceived in a social context. Abstrak. Membuka kolom komentar dengan tidak membatasinya tentu menjadi ruang public bagi pengguna untuk menyampaikan opini/pendapat dan melakukan diskusi satu sama lain. Banyak jurnalis yang mempunyai media sosial Instagram sebagai ranah untuk menyampaikan opini masyarakat atau opini mereka tentang tokoh publik di Indonesia. Salah satu jurnalis tersebut adalah Najwa Shihab. Dari latar belakang yang telah dijelaskan, penulis membuat penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isi komentar mengenai opini netizen terhadap video postingan di akun media sosial Instagram @najwashihab tentang capres 2024 dan juga untuk mengatahui wacana kritik sosial pada kolom komentar tersebut mengenai visi dan misinya mengenai kesehatan. Pada penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme sosial dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik Analisis Wacana Kritis (AWK) Teun Vam Dijk. Hasil penelitian ini adalah: pada dimensi teks terdapat struktur makro dimana pernyataan tersebut dikatakan bahwa kesehatan Indonesia yang tidak ada perubahan, superstruktur yang menyatakan beberapa akar masalah kesehatan di Indonesia yang tidak kunjung diatasi, struktur mikro terdapat elemen sintaksis, stilistik, dan retorika. Dimensi kognisi sosial, menggamabarkan kekhawatiran tentang kesehatan masyarakat dan ketidakefesienan kebijakan pemerintah. Dimensi kontak sosial, mengenai wacana dalam politik yang tidak hanya apa yang dikatakan tetapi tentang bagaimana politik dianggap dalam konteks sosial.
Bauran Promosi Olahraga Billiard di Instagram Studi Deskriptif pada Akun Instagram @bspoolcafe.bdg Vivie Sulistiawaty; Anne Ratnasari
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.15169

Abstract

Abstract. Instagram is the social media chosen as a bridge to conduct marketing communications. BS Pool & Café Instagram has 4,547 followers, contains some interesting photo content, videos, and feeds that have the aim of providing information about the world of billiards, as well as conducting market activities. BS Pool & Café Watukencana is a service company that rents out pool table space to play the sport of billiards in Bandung. Currently, the pool house is experiencing a crisis in the number of customers, the number of new pool houses in Bandung, and marketing communication strategies that are not yet qualified are obstacle in achieving the success of the BS Pool & Café Wastukencana pool house. From this phenomenon, the problems arose in this study, namely: (1) How is the presentation of billiards sports advertisements on Instagram? (2) How is the Billiard Sports Sales Promotion on Instagram? (3) How is the presentation of billiard sports fun games event information on Instagram? This research uses a quantitative methodology with a descriptive approach, the data collection technique used is the data of triangulations technique, where the way to obtain data in this study is by conducting interviews, observations, and literature studies. The data analysis technique in this study used descriptive data analysis techniques from B. Milles and Huberman, 2014. This analysis uses three streams of activities, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The result of this study are: The presentation of advertisements, sales promotions and the presentation of fun games event information on Instagram @bspoolcafe.bdg is very important for the success of marketing communication, how to choose the right media, how to communicate with customers, inform and offer a company’s product to its customers. Abstrak. Instagram merupakan media sosial yang dipilih sebagai jembatan penghubung untuk melakukan komunikasi pemasaran. Instagram BS Pool & Café memiliki jumlah followers sebanyak 4,547 followers, berisikan beberapa konten foto, video, serta feeds menarik yang mempunyai tujuan untuk memberikan informasi mengenai seputar dunia olahraga billiar, serta melakukan kegiatan pemasaran. BS Pool & Cafe Wastukencana adalah perusahaan pelayanan jasa yang menyewakan tempat meja billiard untuk bermain olahraga billiard di Kota Bandung. Saat ini rumah billiard sedang terjadi krisis penurunan jumlah customer, banyak nya rumah billiard yang baru di Kota Bandung, dan strategi komunikasi pemasaran yang belum mumpuni menjadi kendala dalam mencapai kesuksesan rumah billiard BS Pool & Café Wastukencana. Dari fenomena tersebut, maka muncul permasalahan dalam penelitian ini, yakni: (1) Bagaimana penyajian iklan olahraga billiard di Instagram? (2) Bagaimana Promosi Penjualan Olahraga Billiard di Instagram? (3) Bagiaman penyajian informai event fun games olahraga billiard di Instagram? Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Teknik triangulasi data, dimana cara untuk memperoleh data pada penelitian ini dengan melakukan wawancara, observasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data pada penelitian menggunakan Teknik analisis data deskriptif dari B. Milles dan Huberman, 2014. Analisis ini menggunakan tiga alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah: adanya penyajian iklan, promosi penjualan dan penyajian informasi event fun games pada Instagram @bspoolcafe.bdg sangat berperan penting untuk keberhasilan komunikasi pemasaran, bagaimana cara memilih media yang tepat, cara berkomunikasi dengan customer, menginformasikan dan menawarkan suatu produk perusahaan kepada customer nya.