cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcscm@unisba.ac.id
Phone
+6282118633944
Journal Mail Official
bcscm@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Communication Management
ISSN : -     EISSN : 28282183     DOI : https://doi.org/10.29313/bcscm.v2i2
Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content Creation, Content Sharing, Daya Tarik Iklan, Drama Televisi, Event, Gaya Hidup, Interior Display, Jingle, Kampanye, Keputusan Pembelian, Keterikatan Pelanggan, Komunikasi antar pribadi, Komunikasi Pemasaran, Konsep Diri, Kredibilitas Komunikator, Kualitas Pelayanan, Literasi Media, Loyalitas Konsumen Manajemen branding, Media Sosial, Minat Beli Konsumen, Online Review, Pemasaran Konten, Penjualan produk, Persepsi Budaya, Personal Branding, Promosi online, Sikap, Store Atmospheredan Layout, Tagline, Terpaan Media, Tindakan Membeli, Transportasi Online, Ujaran Kebencian, Website, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 437 Documents
Komunikasi Kelompok Pickers dalam Membentuk Kelompok Kustom Kultur Frisardi Ramadhana; Wiki Angga Wiksana
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.15182

Abstract

Abstract. Kustom kultur is a creation of American society aimed at describing a work of art, vehicles, and fashions of the people who built and drove cars or motorcycles in America in the 1950s. Pickers is a business in the fashion industry or often called a brand that is involved in the cultural custom scene. Whether intentional or naturally formed, Pickers that started a Brand, has its own group. The purpose of this study is (1) knowing what factors make Pickers can develop in the world of Kustom kultur (2) knowing the communication patterns applied by the owner of the Pickers so that they can form a group (3) knowing the barriers to communication patterns experienced by the Pickers. Data collection was conducted through interviews with Chandra as the owner who became the key informant, as well as several members of his group to corroborate the results of the study. The focus of the problem raised in this study is how the communication patterns that the owner of the Pickers apply to the Custom group Culture. Observation and documentation is also a way to collect data so that this research is optimal. Pickers can be known to many culture custom lovers making the curiosity of researchers the main cornerstone. Not only in terms of fashion that Chandra sells at his Pickers Store, some of the events that Chandra makes and the activities of his group in the field of Kustom kultur become interesting things to be researched. Abstrak. Kustom Kultur adalah sebuah ciptaan masyarakat Amerika bertujuan untuk menggambarkan sebuah karya seni, kendaraan, dan mode orang-orang yang membangun dan mengendarai mobil atau motor di Amerika pada tahun 1950. Pickers adalah sebuah bisnis di industri fesyen atau sering disebut brand yang berkecimpung di skena Kustom Kultur. Entah disengaja atau terbentuk secara alami, Pickers yang bermula sebuah Brand, memiliki kelompoknya sendiri. Tujuan pada penelitian ini yaitu (1) mengetahui faktor apa yang membuat Pickers dapat berkembang di dunia Kustom Kultur (2) mengetahui pola komunikasi yang diterapkan pemilik Pickers sehingga mampu membentuk kelompoknya (3) mengetahui hambatan pola komunikasi yang di alami oleh Pickers. Pengumpulan data dilakukan melalu wawancara dengan Chandra selaku pemilik yang menjadi key Informan , juga beberapa anggota kelompoknya untuk menguatkan hasil penelitian. Fokus masalah yang di angkat pada penelitian ini adalah bagaimana pola komunikasi yang pemilik Pickers terapkan kepada kelompok Kustom Kulturnya. Observasi dan dokumentasi juga menjadi cara mengumpulkan data agar penelitian ini optimal. Pickers bisa dikenal banyak pecinta Kustom Kultur menjadikan rasa ingin tahu peneliti menjadi landasan utamanya. Tidak hanya dari sisi fesyen yang Chandra jual di Pickers Store nya, beberapa event yang Chandra buat dan ke aktifan kelompoknya di bidang Kustom Kultur menjadi hal yang menarik untuk di teliti.
Pesan Kritik Sosial Guzman Sige Suryana Khairuddin
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.15240

Abstract

Abstract. Stand-up comedy is rapidly growing in popularity in Indonesia, with shows like Stand Up Comedy Indonesia attracting considerable public interest. The appeal of stand-up comedy lies in its humorous approach, which makes complex messages more accessible and relatable. It often reflects societal values and realities, offering a comedic perspective on social issues. One prominent figure in this genre is Guzman Sige, a notable comedian from Bandung, who has significantly influenced the city's stand-up comedy scene. Sige's performances, including those in the Sebelah Mata Stand Up Comedy Show Bandung, frequently incorporate social criticism. This research, titled "Guzman Sige's Message of Social Criticism: Content Analysis of Sebelah Mata Stand Up Comedy Show Bandung Material," employs a quantitative descriptive method and a quantitative content analysis approach. The study aims to uncover the extent and nature of social criticism present in Sige's material. The findings indicate that Sige's work contains substantial social critique, highlighting various issues within Bandung's social landscape. This underscores the role of stand-up comedy as both an entertainment medium and a platform for social commentary. Abstrak. Stand Up Comedy berkembang pesat di Indonesia, dengan acara seperti Stand Up Comedy Indonesia yang semakin populer di kalangan masyarakat. Daya tarik utamanya terletak pada pendekatan humoris yang membuat pesan-pesan kompleks lebih mudah dipahami dan diterima. Stand Up Comedy sering kali mencerminkan nilai-nilai dan realitas sosial, menawarkan sudut pandang komedi terhadap isu-isu sosial. Salah satu tokoh penting dalam genre ini adalah Guzman Sige, seorang komedian terkenal dari Bandung yang telah mempengaruhi perkembangan budaya Stand Up Comedy di kota tersebut. Penampilan Sige, termasuk dalam acara Sebelah Mata Stand Up Comedy Show Bandung, sering kali menyertakan kritik sosial. Penelitian ini berjudul "Pesan Kritik Sosial Guzman Sige: Analisis Konten Materi Sebelah Mata Stand Up Comedy Show Bandung" menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan pendekatan analisis konten kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap sejauh mana dan bagaimana kritik sosial muncul dalam materi Sige. Temuan penelitian menunjukkan bahwa karya Sige memang mengandung kritik sosial yang signifikan, menyoroti berbagai masalah dalam lanskap sosial Bandung. Hal ini menegaskan peran Stand Up Comedy sebagai media yang kuat untuk hiburan sekaligus komentar sosial.
Hubungan Media Sosial Instagram sebagai Media Promosi Koswara Koffie dengan Minat Beli Konsumen Followers-nya Fajjar Maullana Gustria; Dedeh Fardiah
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.15246

Abstract

Abstract. The development of the coffee industry has become a style of society in the city of Bandung. At this time coffee has become a tool to communicate, break the ice or strengthen intimacy. Along with the current technological developments and the emergence of smartphones, this has become a benefit for business people, especially with social media such as Instagram. Based on information that states Instagram is capable of being a strategic medium for marketing, it has become important for an Instagram account to have unique content so that it can influence one's interests, because the difference between an account and other accounts is usually the content of the content owned so that able to attract consumers to buy. In this study, the authors used a type of quantitative approach. For the research approach, the authors use a correlational approach. The population in this study were followers from the Koswara Koffie Instagram account, which totaled 498 followers. In taking the sample, the writer uses a random probability sampling technique, for the sampling technique uses the slovin formula which produces a sample of 87 respondents. Data collection techniques in this study were distributing questionnaires to respondents and interviewing the Koswara Koffie. The data analysis technique used is descriptive analysis, validity test, reliability test, correlation coefficient and hypothesis testing.The results of this research show that the relationship between uploading and hashtags is in the strong interval categorization, then photos/videos, followers and captions are in the moderate interval categorization. Abstrak. Berkembangnya industri kopi ini sudah merambak menjadi gaya masyarakat di kota Bandung. Pada saat ini kopi sudah menjadi alat untuk berkomunikasi, mencairkan suasana atau mempererat keakraban. Seiring dengan perkembangan teknologi yang terjadi saat ini dan dengan munculnya smartphone ini menjadi manfaat kepada para pelaku bisnis, apalagi dengan adanya sosial media seperti Instagram. Berdasarkan informasi yang menyebutkan Instagram mampu menjadi sebuah media yang strategis untuk pemasaran, maka sudah menjadi suatu hal yang penting bagi sebuah akun Instagram memiliki konten yang unik agar dapat mempengaruhi minat seseorang, sebab pembeda dari suatu akun dengan akun lain biasanya dari isi konten yang dimiliki agar mampu menarik minat beli konsumen. Pada penelitian ini, penulis menggunakan jenis pendekatan kuantitatif. Untuk pendekatan penelitian, penulis menggunakan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah followers dari akun Instagram koswara koffie yang berjumlah 498 followers. Pada pengambilan sampel penulis menggunakan teknik probability sampling secara random, untuk teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin yang menghasilkan sampel 87 responden. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu penyebaran angket kepada responden dan wawancara dengan pihak Koswara Koffie. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, koefisien korelasi dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hubungan uploading/unggahan dan hastag/tagar masuk dalam kategorisasi interval kuat, lalu serta foto/video, followers dan caption berada dalam kategorisasi interval cukup.
Kegiatan Layanan Manasik Umroh dan Haji Mazq Tour and Travel Alfina Nahwa Firdauzi; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.15248

Abstract

Abstract. Umrah, as a spiritual and physical journey for Muslims, requires thorough preparation in terms of mental, physical, and material aspects to ensure a successful and accepted worship. The purpose of organizing the pilgrimage and Umrah, as regulated by Law No.13 of 2008, is to provide optimal guidance and protection through an efficient system and management of services. In this context, the guidance method for Umrah, particularly the Umrah rituals (manasik), is a crucial factor, and PT. MazQ Tour and Travel in Bandung introduces innovation by applying the Theatrical RBT method. This research aims primarily to (1) understand the implementation of Umrah ritual services at PT. MazQ Tour and Travel and (2) analyze the strengths and weaknesses in the application of the Umrah ritual guidance method in the company. Using a qualitative approach with a case study specification, data is collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis follows the steps of case study analysis by Miles & Huberman, including data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research are expected to provide insights for PT. MazQ Tour and Travel to enhance the effectiveness and efficiency of Umrah services. The implications of this study are also directed to assist stakeholders, including company management, employees, and prospective pilgrims, in better understanding the dynamics involved in organizing Umrah rituals. Abstrak. Ibadah umroh, sebagai perjalanan spiritual dan jasmani bagi umat Muslim, memerlukan persiapan yang matang dari segi mental, fisik, dan materi untuk memastikan kelancaran ibadah yang mabrur. Tujuan penyelenggaraan ibadah haji dan umroh, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No.13 Tahun 2008, adalah memberikan pembinaan dan perlindungan optimal melalui sistem dan manajemen pelayanan yang efisien. Dalam konteks ini, metode pembimbingan umroh, khususnya manasik umrah, menjadi faktor kunci, dan PT. MazQ Tour and Travel di Bandung memperkenalkan inovasi dengan menerapkan metode Teatrikal RBT. Penelitian ini bertujuan utama untuk (1) memahami pelaksanaan pelayanan manasik umroh di PT. MazQ Tour and Travel, serta (2) menganalisis kelebihan dan kekurangan dalam penerapan metode pembimbingan manasik umroh di perusahaan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan spesifikasi studi kasus, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti langkah-langkah analisis studi kasus Miles & Huberman, mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi PT. MazQ Tour and Travel dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan umroh. Implikasi penelitian juga diarahkan untuk membantu pemangku kepentingan, termasuk manajemen perusahaan, karyawan, dan calon jamaah, agar lebih memahami dinamika yang terlibat dalam penyelenggaraan manasik umroh.
Pengelolaan Konten Dakwah Islam di Media TikTok Akun @irfanrizkihaas Fatimatuzzahra; Kiki Zakiah Darmawan
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.15310

Abstract

Abstract. TikTok is one of the applications used by da'i as a medium for da'wah. One of them is the @irfanrizkihaas account. The purpose of this study is to find out about how the management of Islamic da'wah content in TikTok media on the @irfanrizkihaas account. Management theory proposed by George R. Terry is used as a map for this research. Computer Mediated Communication (CMC) theory is used to explain data findings. Da’wah management includes (1) Planning, (2) Organizing, (3) Actuating, and (4) Controlling. Based on the results of the research discussion, it is concluded that the planning carried out is researching content or identifying trends through content and websites, monitoring performance for improvement, and creating content. Organizing that is done is looking for ideas together, editing using the CapCut application, and always motivating the team. Actuating is answering questions using video or in the form of comments. Meanwhile, controlling is done by evaluating the number of views, likes, comments, and saves which are classified as less than optimal. Abstrak. TikTok merupakan salah satu aplikasi yang dimanfaatkan oleh para da'i sebagai media dakwah. Salah satunya adalah akun @irfanrizkihaas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai bagaimana pengelolaan konten dakwah Islam di media TikTok pada akun @irfanrizkihaas. Teori Manajemen yang dikemukakan oleh George R. Terry dipakai sebagai peta untuk penelitian ini. Teori Computer Mediated Communication (CMC) digunakan untuk menjelaskan temuan data. Pengelolaan dakwah meliputi (1) Planning (Perencanaan), (2) Organizing (Pengorganisasian), (3) Actuating (Pelaksanaan), dan (4) Controlling (Pengawasan). Berdasarkan hasil pembahasan penelitian disimpulkan bahwa planning yang dilakukan yaitu me-riset konten atau mengidentifikasi tren melalui konten dan website, memantau kinerja untuk perbaikan, dan membuat konten. Organizing yang dilakukan yaitu mencari ide bersama, mengedit menggunakan aplikasi CapCut, dan selalu memotivasi tim. Actuating yang dilakukan yaitu menjawab pertanyaan menggunakan video atau dalam bentuk komentar. Sedangkan controlling yang dilakukan yaitu mengevaluasi jumlah view, likes, comment, dan save yang tergolong kurang optimal.
Komunikasi Kelompok Pickers dalam Membentuk Kelompok Kustom Kultur Frisardi Ramadhana; Wiki Angga Wiksana
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.15318

Abstract

Abstract. Kustom kultur is a creation of American society aimed at describing a work of art, vehicles, and fashions of the people who built and drove cars or motorcycles in America in the 1950s. Pickers is a business in the fashion industry or often called a brand that is involved in the cultural custom scene. Whether intentional or naturally formed, Pickers that started a Brand, has its own group. The purpose of this study is (1) knowing what factors make Pickers can develop in the world of Kustom kultur (2) knowing the communication patterns applied by the owner of the Pickers so that they can form a group (3) knowing the barriers to communication patterns experienced by the Pickers. Data collection was conducted through interviews with Chandra as the owner who became the key informant, as well as several members of his group to corroborate the results of the study. The focus of the problem raised in this study is how the communication patterns that the owner of the Pickers apply to the Custom group Culture. Observation and documentation is also a way to collect data so that this research is optimal. Pickers can be known to many culture custom lovers making the curiosity of researchers the main cornerstone. Not only in terms of fashion that Chandra sells at his Pickers Store, some of the events that Chandra makes and the activities of his group in the field of Kustom kultur become interesting things to be researched. Abstrak. Kustom Kultur adalah sebuah ciptaan masyarakat Amerika bertujuan untuk menggambarkan sebuah karya seni, kendaraan, dan mode orang-orang yang membangun dan mengendarai mobil atau motor di Amerika pada tahun 1950. Pickers adalah sebuah bisnis di industri fesyen atau sering disebut brand yang berkecimpung di skena Kustom Kultur. Entah disengaja atau terbentuk secara alami, Pickers yang bermula sebuah Brand, memiliki kelompoknya sendiri. Tujuan pada penelitian ini yaitu (1) mengetahui faktor apa yang membuat Pickers dapat berkembang di dunia Kustom Kultur (2) mengetahui pola komunikasi yang diterapkan pemilik Pickers sehingga mampu membentuk kelompoknya (3) mengetahui hambatan pola komunikasi yang di alami oleh Pickers. Pengumpulan data dilakukan melalu wawancara dengan Chandra selaku pemilik yang menjadi key Informan , juga beberapa anggota kelompoknya untuk menguatkan hasil penelitian. Fokus masalah yang di angkat pada penelitian ini adalah bagaimana pola komunikasi yang pemilik Pickers terapkan kepada kelompok Kustom Kulturnya. Observasi dan dokumentasi juga menjadi cara mengumpulkan data agar penelitian ini optimal. Pickers bisa dikenal banyak pecinta Kustom Kultur menjadikan rasa ingin tahu peneliti menjadi landasan utamanya. Tidak hanya dari sisi fesyen yang Chandra jual di Pickers Store nya, beberapa event yang Chandra buat dan ke aktifan kelompoknya di bidang Kustom Kultur menjadi hal yang menarik untuk di teliti.
Analisis Semiotika Pesan Moral pada Film Free Guy Burhan Fauzan; Ferry Darmawan
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.15445

Abstract

Abstract. As mass media, film is a means of education which contains the moral values of society. Films also function as conveying moral messages, information, history and solutions to problems developing in society. This research aims to reveal the moral message contained in the film Free Guy thoroughly and in depth. This research uses a qualitative research method with John Fiske's semiotic analysis approach. This type of research aims to determine the television codes of each scene that contains a moral message in the film Free Guy. Then the data was analyzed using The Codes of Television theory from John Fiske's theory. From the results of this research, it was found that the moral message was (1) solving a problem without using violence (2) respecting other people regardless of role and status (3) courage to fight against injustice. justice (4) understanding oneself for personal gain (5) helping others without asking for reward and having the courage to admit a mistake and also learn to correct it.Keywords: Semiotic Analysis, Film, Free Guy, Moral Message, Mass Communication, John Fiske, The Codes of Television. Abstrak. Sebagai media massa, film menjadi sarana edukasi yang didalamnya mengandung nilai-nilai moral masyarakat. Film juga berfungsi sebagai penyampaian pesan moral, informasi, sejarah maupun solusi atas hal-hal yang bekermbang dimasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pesan moral yang terkandung dalam film Free Guy secara menyeluruh dan mendalam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika John Fiske, jenis penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kode-kode televisi dari setiap scene yang mengandung pesan moral pada film Free Guy. Kemudian data tersebut dianalisis dengan teori The Codes of Televisian dari teori John Fiske. Dari hasil penelitian ini di temukan pesan moral (1) menyelesaikan suatu masalah tanpa menggunakan kekerasan (2) menghormati orang lain terlepas dari peran serta status (3) keberanian untuk melawan ketidak adilan (4) memahami diri sendiri demi kepentingan pribadi (5) menolong orang lain tanpa meminta imbalan dan berani mengakui sebuah kesalan juga belajar memperbaikinya.
Komunikasi Internal dan Eksternal antara Pemerintah dan Masyarakat dalam Penanganan Krisis Sampah di Kota Bandung Arley Sam; Askurifai
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.15491

Abstract

Abstract. The waste crisis in the city of Bandung is an urgent environmental issue and requires immediate handling. Effective communication between government and society is essential in overcoming this problem. This research analyzes how internal communication between government agencies and external communication with the community can increase the effectiveness of handling the waste crisis. Good internal communication helps align policies between agencies, while open and participatory external communication involves the community in finding solutions. The research results show that strong internal communication accelerates responses to crises and improves policy implementation, while effective external communication builds public trust and encourages active community participation. With integration between internal and external communications, crisis management efforts can run more efficiently and sustainably, thereby improving environmental quality and community welfare in the city of Bandung. Abstrak. Krisis sampah di Kota Bandung merupakan salah satu isu lingkungan yang mendesak dan memerlukan penanganan segera. Komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam mengatasi masalah ini. Penelitian ini menganalisis bagaimana komunikasi internal antara instansi pemerintah dan komunikasi eksternal dengan masyarakat dapat meningkatkan efektivitas penanganan krisis sampah. Komunikasi internal yang baik membantu menyelaraskan kebijakan antar instansi, sementara komunikasi eksternal yang terbuka dan partisipatif melibatkan masyarakat dalam mencari solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal yang kuat mempercepat respon terhadap krisis dan meningkatkan implementasi kebijakan, sedangkan komunikasi eksternal yang efektif membangun kepercayaan publik dan mendorong partisipasi aktif masyarakat. Dengan integrasi antara komunikasi internal dan eksternal, upaya penanganan krisis dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan, sehingga meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di Kota Bandung.
The Pengalaman Konstruksi Nilai Islam bagi Transpuan di Pesantren Al-Fatah Sandra Lidia; Tri Nur Aini Noviar
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.15545

Abstract

Abstract. The context or situation of stigma and discrimination against the trans woman community in Indonesia still often occurs. Many trans women are victims of discrimination by society. There is a societal stigma that says that transwomen are deviant behavior and result in many acts of discrimination. At the Transpuan Al-Fatah Islamic Boarding School, transwomen seek religious knowledge, so they feel comfortable and their existence is acknowledged. This is the aim of my research, namely to find out the Islamic values ​​that they construct in the Al-Fatah Transpuan Islamic Boarding School. This research uses a constructivist paradigm with qualitative research methods and a phenomenological approach. The subjects in this study were determined purposively for trans women. The criteria for selected transgender congregations were that they were aged >30 years, had been enrolled in an Islamic boarding school for >4 years. This research resulted in the conclusion that the experience of constructing Islamic values ​​at the Al-Fatah Transpuan Islamic Boarding School in seeking religious knowledge was a process of discipline in worship. Therefore, construction or value in deepening religion is very important. Transwomen congregation can construct their Islamic values ​​in a high sense of nationalism to have the same rights to worship in Indonesia, thus creating discipline in worship to form a better personality by creating a sense of comfort in the prayer space. Abstrak. Konteks atau situasi adanya stigma dan diskriminasi terhadap komunitas transpuan di Indonesia masih kerap terjadi. Banyaknya transpuan menjadi korban Diskriminasi oleh masyarakat. Adanya stigma masyarakat mengatakan bahwasanya transpuan adalah perilaku yang menyimpang dan mengakibatkan banyak sekali Tindakan diskriminasi. Pada Pesantren Tranpuan Al-Fatah ini, para jamaah transpuan mencari ilmu agama, dengan itu mereka merasa nyaman dan di akui keberadaannya. Hal inilah yang menjadi tujuan penelitian saya, yaitu untuk mengetahui Nilai islam yang mereka kontruksikan di dalam Pesantren Transpuan Al-fatah. Penelitian ini menggunakan paradigma kontruktivisme dengan metode penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Subjek pada penelitian ini ditentukan secara purposive bagi jamaah transpuan. Adapun kriteria jamaah transpuan yang dipilih adalah sudah berusia >30 tahun, sudah tergabung di pesantren selama >4 tahun. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa Pengalaman Kontruksi Nilai Islam di Pesantren Transpuan Al-Fatah dalam mencari ilmu agama adanya proses kedisiplinan dalam beribadah. Maka dari itu konstruksi atau nilai dalam memperdalam agama sangatlah penting. Jamaah transpuan dapat mengkontruksikan nilai islamnya dalam rasa nasionalisme yang tinggi untuk memiliki hak yang sama dalam beribadah di negara Indonesia, sehingga menciptakan kedisplinan dalam beribadah untuk membentuk kepribadian yang lebih baik lagi dengan terciptanya rasa kenyamanan dalam ruang beribadah.
Representasi Konflik Komunikasi Keluarga dalam Film Noktah Merah Perkawinan Oksa Yudia Prakasa; Ike Junita Triwardhani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.15561

Abstract

Abstract. This research was conducted based on the film "Noktah Merah Perkawinan," which focuses on the representation of family communication conflicts in the domestic life of married couples. The aim of this research is to analyze the representation of family communication conflicts depicted in the film, using Roland Barthes' semiotic analysis method which includes the meaning of denotation, connotation and myth. The research method applied is qualitative with a constructivist paradigm. Data collection was carried out through observation for primary data and documentation for secondary data. The theories used include Roland Barthes' semiotics, representation theory, and conflict theory, while the type of data used is qualitative data. From this research, it is known that there are at least 10 scenes that show representations of family communication conflicts. The results of the research show that the five scenes that researchers have categorized as representing family communication conflicts in this film are, always avoiding problems, lack of trust in their partner, husband and wife who corner each other, and the wife who makes decisions unilaterally. Abstrak. Penelitian ini dilakukan berdasarkan film "Noktah Merah Perkawinan," yang memfokuskan pada representasi konflik komunikasi keluarga dalam kehidupan rumah tangga pasangan suami istri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis representasi konflik komunikasi keluarga yang tergambar dalam film tersebut, dengan menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup makna denotasi, konotasi, dan mitos. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk data primer dan dokumentasi untuk data sekunder. Teori yang digunakan mencakup semiotika Roland Barthes, teori representasi, dan teori konflik, sementara jenis data yang digunakan adalah data kualitatif. Dari penelitian ini diketahui bahwa setidaknya terdapat 10 scenes yang menunjukkan representasi konflik komunikasi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima scene yang telah peneliti kategorikan sebagai representasi konflik komunikasi keluarga dalam film ini ialah, selalu menghindar dari masalah, kurangnya rasa percaya terhadap pasangan, Suami dan Istri yang saling menyudutkan satu sama lain, dan istri yang mengambil keputusan secara sepihak.